Anda di halaman 1dari 3

EKONOMI

1. Return Of Investment (ROI)


yi: Penghasilan untuk mengembalikan modal.
Ini sangat penting dalam perusahaan supaya kita dapat mengetahui kapan modal-mod
al dapat dikembalikan.
Untuk pabrik Industri Kimia , minimum % ROI yang dapat diterima:
1. Pabrik yang dinilai resiko rendah = 11%
2. Pabrik yang resiko tinggi = 44%
Penilaian berdasarkan modal tetap atau modal kerja, keduanya dapat dibenarkan. P
rosentase ini dihitung berdasarkan atas dasar sebelum pajak dibayar.
2. Pay Out Time (POT)
yi : waktu untuk mengembalikan modal
cash return: annual profit
depresiasi
POT resiko rendah = 5 tahun
POT resiko tinggi = 2 tahun (Aries & Newton)
3. Depresiasi tujuannya
untuk mengumpulkan dana sehingga bila sudah waktunya membeli alat baru sudah ter
kumpul uang untuk membeli alat itu.
4. Discounted Cash Flow (DCF)
yi : pengembalian dana terhadap nilai sekarang.
misal : i = a %
Bila didapatkan harga i yang lebih besar dari pada bunga bank maka proyek terseb
ut mempunyai potensi
DCF ideal 2 – 2,5 %
5. Pay rol over head (kemahalan)
yi : pengeluaran selain gaji.
Misal : untuk pensiun, liburan, THR, dll.
6. Plant Over Head
yi : pengeluaran biaya untuk service yang tidak dalam unit produksi.
misal : poliklinik dan tempat ibadah.
7. Analisa Break Even
suatu cara untuk mengetahui pada volume produksi berapa perusahaan tersebut akan
tidak rugi dan tidak untung. Jadi BEP dapat dipakai untuk evaluasi.
Jika BEP terlalu tinggi:
Keuntungan Kerugian
Laju produksi tinggi Harga penjualan rendah
Untuk mencapai laba sukar
Biaya total (Fa+ Va + Ra) tinggi.
Jika BEP rendah
Keuntungan Kerugian
Harga penjualan tinggi Laju produksi rendah
Biaya variabel dan regulated cost rendah
8. Modal tetap adalah modal untuk investasi produksi dan perlengkapannya.
Modal tetap terdiri dari ;
• Instalasi alat-alat produksi.
• Bangunan alat-alat proses dan alat-alat pembantu untuk menampung bahan produksi.
• Pajak
• Asuransi
• Jalan
• Engineering (tenaga ahli)
• Untuk mendikrikan plant baru.
9. Modal kerja adalah modal yang benar-benar digunakan untuk ongkos perusa
haan.
Modal kerja terdiri dari:
• Bahan mentah dalam periode tertentu
• Upah buruh
• Stock hasil produksi
• Uang di kas
EKONOMI
1. Capital Investment : modal yang dibutuhkan untuk keperluan fixed capi
tal dan working capital
2. working capital : modal kerja untuk menjalankan fasilitas
produksi
a. persediaan bahan baku.
b. Persediaan
c. Persediaan
d. Extended Credit
e. Available Cost
3. Fixed Cost : Jenis biaya yang selama 1 periode harga tetap ju
mlahnya/ tidak mengalami perubahan.
4. Variabel Cost : Jenis biaya yang naik turun bersama dengan volum
e kegiatan. Produksi bertambah, bertambah pula biaya variabel.
5. Extended Credit : Barang yang sudah dijual tetapi belum dibayar.
6. Available : Uang tunai yang harus ada di kas untuk gaji pega
wai, rekening, service.
7. Finance : uang yang berputar atau biaya yang dikeluarkan untuk mem
bayar orang yang mengurusi masalah keuangan.
8. BEP : Suatu pernyataan bahwa pabrik tepat tidak untung dan tid
ak rugi.
9. DCF : Bunga maximal ( biasanya setelah pajak) dimana seseorang
berani membayar kembali hutang atau pinjaman untuk keperluan membiayai proyek u
ntuk masa servisnya.
jika DCF < bunga bank lebih baik kita menginvestasikan di bank, karena lebih me
nguntungkan.
10. POT : waktu yang dinyatakan dalam tahun dimana uang yang ditan
am harus sudah kembali atau masa tahun pengembalian modal investasi dari laba ya
ng dihitung sebelum dikurangi penyusutan.
11. ROI : kemampuan untuk mengembalikan modal atau salah satu cara
untuk pernyataan yang umum dipakai untuk menunjukkan hubungan antara laba tahun
an yang diperoleh dalam rangka usaha pengembalian modal investasi.
12. Payroll Overhead : Biaya yang dikeluarkan untuk tunjangan p
ensiun, kematian, cuti, asuransi karyawan, bonus keuntungan.
13. Plant Overhead : Biaya perawatan sebagai fungsi pelayanan secara
tidak langsung dengan unit produksi, seperti biaya perawatan kesehatan, sarana i
badah dll.
14. SDP : Suatu tingkatan produksi di bawah BEP yang menunjukkan b
iaya total dan penjualan total. Pabrik menderita rugi dan harus membayar biaya t
etap bila di tutup.
Physical Plant Cost (PPC) :
1. Harga alat sampai di tempat
2. Instalasi
3. Pemipaan
4. instrumentasi
5. isolasi
6. tanah dan perbaikan
7. bangunan
8. alat yang dibuat ditempat
FC = PPC + Construction fee + Contingency
Direct Manufacturing Cost (DMC) :
1. Bahan Baku
2. Buruh
3. supervisi
4. maintenance
5. Plant supplies
6. royalities & patent
7. utilitas
Indirect Manufacturing Cost (IMC)
1. Payroll Overhead
2. Plant Overhead
3. Laboratorium
Fixed Manufacturing Cost:
1. Depresiasi
2. Properti taxes
3. Asuransi
General Expences
1. Biaya administrasi
2. Finance
Mencari BEP :
1. Fixed Cost (Fa)
a. Depresiasi
b. Property taxes
c. Asuransi
2. Variabel Cost (Va)
a. Bahan Baku
b. Utilitas
c. Royalties & patent
d. Packaging & shipping
3. Regulated Cost (Ra)
a. Upah buruh
b. Overhead
c. Supervisi
d. Laboratorium
e. General expences
f. Maintenance
g. Plant supplies
DEPRESIASI
Dapat dihitung dengan :
1. Metodha garis lurus :
Dep = ( P-L) /n
P = harga alat waktu baru sampai stop pakai
L = harga alat sebagai barang bekas
n = umur ekonomi alat
besar uang yang disimpan tiap tahun sama.
2. Jumlah umur ekonomi
Dep tahun ke i =