Anda di halaman 1dari 3

Pohon-pohon Tumbang, Akses Sekitar Semeru Putus

Nusantara / Jumat, 14 Januari 2011 10:02 WIB

Metrotvnews.com, Lumajang: Angin kencang merobohkan sejumlah pohon di Hutan Taman


Nasional Bromo Tengger Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (14/1). Akses jalan kecamatan
lumpuh akibat banyaknya pohon melintang.

Sedikitnya terdapat lima titik pohon tumbang di kawasan Hutan Ireng-ireng, Senduro. Pohon-
pohon berusia puluhan tahun menutup jalan. Desa Ranupane di lereng Semeru terisolasi.

Dua hari terakhir warga dan pedagang sayur dari Desa Ranupane tak bisa beraktivitas normal.
Pun kendaraan dari Lumajang tak bisa melintas. Regu pencari dan penyelamat bersama tentara
dan warga berupaya memindahkan dan memotong pohon-pohon tersebut. (Kumbang Ari/*****)

Masyarakat Sekitar Semeru Diminta Waspada


Nusantara / Selasa, 29 Maret 2011 00:08 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta meningkatkan


kewaspadaannya seiring dengan adanya pertumbuhan kubah lava di kawah Jonggring Seloko.

"Masyarakat di sekitar Semeru dan para pendaki kami minta untuk meningkatkan
kewaspadaannya," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Dewi J
Putriatni, di Surabaya, Senin (28/3).

Menurut dia, pertumbuhan kubah lava itu sangat berpotensi terjadi semburan material pijar, bila
terjadi letusan yang agak besar.

Hingga saat ini Gunung Semeru berstatus Waspada (level II). Aktivitas kegempaan selama
Februari 2011 tercatat telah terjadi 2.300 kali gempa embusan, 45 kali guguran lava, enam kali
gempa vulkanik, dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

Selain itu, lima kali gempa tektonik lokal, 45 kali gempa tektonik jauh, 244 kali gempa tremor
harmonik.

Sementara itu, hasil dari pengamatan visual, telah terjadi latusan asap sebanyak 19 kali dengan
warna asap putih tipis, tekanan gas lemah hingga kuat, dan tinggi asap mencapai 100-500 meter
yang mengarah ke barat dan utara.

Namun untuk suara letusan tidak terdengar, demikian halnya bara api juga tidak terlihat pada
malam hari.
Semburan dan guguran lava pijar tidak teramati, selain itu awan panas guguran dan tektonik juga
tidak terjadi.

Beberapa gunung api di Jatim, seperti Lamongan, Arjuno, Welirang, Kelud, Ijen, dan Raung
sampai saat ini masih berstatus Aktif Normal (level I), kecuali Gunung Bromo yang masih Siaga
(level III).

Di Gunung Kelud tercatat tujuh kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam,
130 kali gempa tektonik jauh, dan empat kali gempa tektonik lokal.

Gunung Lamongan terjadi gempa tektonik jauh sebanyak 15 kali dan vulkanik tipe A sebanyak
12 kali.

Secara visual tidak ada aktivitas yang mencolok di Gunung Lamongan, asap kawah putih tipis
dengan tekanan lemah dan tinggi asap mencapai 10-20 meter dari puncak kawah.

Gunung Arjuno tercatat 16 kali terjadi gempa tektonik jauh, empat kali gempa tektonik lolal,
sekkali gempa vulkanik tipe B, dan 14 kali gempa embusan.

Untuk Gunung Ijen dan Gunung Raung, Dinas ESDM Jatim belum mendapatkan laporan data
aktivitasnya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana.(Ant/DSY)

Puluhan Pohon Tumbang di Jalur Pendakian Semeru


Nusantara / Minggu, 17 April 2011 12:23 WIB

Metrotvnews.com, Lumajang: Puluhan pohon tumbang di sepanjang jalur pendakian Gunung


Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di Kabupaten Lumajang,
Jawa Timur. Longsor juga terjadi.

"Sedikitnya tercatat 47 pohon tumbang dari Ranupani menuju ke Ranu Kumbolo," kata Kepala
Bidang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah II Lumajang Anggoro Dwi
Sujiharto saat dihubungi di Lumajang, Ahad (17/4).

TNBTS telah melakukan survei dan pembersihan jalur pendakian Gunung Semeru selama empat
hari, setelah jalur pendakian tersebut ditutup selama beberapa bulan.

"Puluhan pohon yang tumbang di tengah jalan terpaksa dipotong dan dibawa ke tepi jalan
sehingga tidak menutup akses jalur pendakian Semeru," tuturnya.

Selain pohon tumbang, sejumlah titik longsor berada di jalur Ranupani menuju Ranu Kumbolo
sehingga petugas harus membersihkan sebagian tanah longsor yang menutup badan jalan,
katanya.

"Kondisinya sangat parah karena cuaca ekstrem sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk
membersihkan jalur pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu," katanya.
Ia menjelaskan petugas TNBTS dan pemandu jalan penduduk setempat membersihkan jalur
pendakian hingga puncak Semeru (Mahameru).

Rute jalur pendakian Semeru yakni Ranu Pani - Watu Rejeng - Ranu Kumbolo - Oro-oro Ombo -
Cemoro Kandang - Jambangan - Sumbermani - Kalimati - Arcopodo - Cemoro Tunggal -
Mahameru.

"Jalur pendakian dari Kalimati menuju Arcopodo mengalami longsor hebat, sehingga jalur itu
tidak bisa digunakan lagi untuk para pendaki menuju puncak Semeru," katanya menjelaskan.

Anggoro menuturkan petugas TNBTS akhirnya memindahkan jalur pendakian Kalimati-


Arcopodo sekitar 5 meter dari jalur semula karena jalur lama tidak bisa digunakan lagi dan
berbahaya bagi para pendaki.

"Jalur pendakian Semeru sudah dibersihkan dan sejumlah rambu-rambu petunjuk arah dan
larangan juga sudah dipasang, namun kami akan melakukan rapat koordinasi lebih dulu, sebelum
membuka jalur pendakian untuk umum," ujarnya.(Ant/BEY)