Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073

1

AVASCULAR NECROSIS CAPUT FEMORIS

DEFINISI Avaskular nekrosis (AVN) merupakan suatu komplikasi yang terjadi dimana hilangnya/terputusnya supply darah pada suatu bagian tulang sehingga menyebabkan kematian tulang tersebut. Sesuai dnegan anatomi vascular, maka nekrosis avaskular pascatrauma sering terjadi pada caput femoris yaitu pada fraktur collum femoris, pada naviculare manus dan talus.Caput femoralis adalah baian yang paling rentan untuk pengembangan nekrosis avaskular (AVN).Lokasi nekrosis biasanya langsung di bawah permukaan artikular yang menahan berat tubuh dari tulang (yaitu anterolateral kepala femoralis).

PATHOLOGY Tulang yang mengalami ischemia awalnya mengikuti oklusi arteri atau vena yang memperdarahinya, caput femoris diperdarahi oleh A.circumflexa medial dan lateral cabang dari A. femoralis profunda. Kosongnya lacuna osteocyte menandakan bahwa tulang telah mati, akan tetapi secara radiologis gambaran mungkin saja normal bila susunan trabekular masih intact. Revaskularisasi bisa terlihat pada pertemuan antara sumsum tulang mati dan hidup. Sumsum tulang yang mati akan digantikan jaringan ikat kemudian menjadi kalsifikasi. Secara klinis, pasien dengan AVN caput femoris menunjukkan gejala, seperti berikut : Nyeri didaerah panggul dengan atau tidak nyeri menjalar hingga paha dan lutut. Penurunan kemampuan gerak rotasi dan jarak pergerakan panggul Adanya resiko terjadinya AVN pada sisi yang lainnya Nyeri berifat dalam, terus menerus dan memburuk bila bergerak. Biasanya didasari riwayat trauma, penyalahgunaan steroid, dan alcohol.

Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada - FK UNTAR Pembimbing : dr. Patricia Widjaja, Sp.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010

antara lain : Traumatic (paling sering) y y y Fracture caput dan collum femur Dislokasi panggul Terganggunya supply darah - Atraumatic y Penggunaan kortikosteroid dan penyalahgunaan alkohol berlebihan (paling sering) y y Idiopathic (contoh. hyperlipidemia. penyembuhan dapat terjadi secara spontan. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . coagulapathies. transplantasi organ. Sp. Patricia Widjaja. lupus. CT. AVN bisa berkembang menjadi kerusakan mekanis yang lebih luas ETHIOLOGY AVN paling sering terjadi pada usia decade ketiga hingga keenam dan 4 kali kemungkinannya lebih besar pada pria.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . dan Kedokteran nuklir dengan Scintigraphy. atau penyakit tersebut mungkin tetap tidak terdeteksi atau ditemukan kebetulan selama hasil pemeriksaan untuk kondisi lain. Caisson s disease + penyakit tiroid. MR. DIAGNOSTIK Diagnosis AVN dapt ditegakkan selain dilihat secara klinis juga bisa didasarkan atas penemuan radio imaging menggunakan Radiologi konvensional (X -Ray).Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 2 Jika daerah vaskular kecil dan tidak berdekatan dengan permukaan artikular.FK UNTAR Pembimbing : dr. Gaucher s disease. Legg-Calve-Perthes) Sickle cell anemia. Penyebab terjadinya AVN. Namun. pasien mungkin asimtomatik.

Sp. Patricia Widjaja.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . sclerosis.FK UNTAR Pembimbing : dr. homogenous or heterogenoues decrease in signal intensity T2W1 : Increased signal intensity at bone infarct interface MRI findings Scintigraphic findings Negative 1 Pain Negative (occasionally suggestion of minimal mottling) Decreased flow (early). diantaranya menggunakan International Staging of AVN of the femoral head : Stage Clinical Symptom 0 Negative Radiographic findings Negative Negative or bone marrow edema pattern T1W1 : Focal. Increased Double line sign may be uptake present on T2W1 Crescent-shaped. and cyst formation Subchondral lucency (crescent sign) Similar to stage 1. low signal intensity in subchondral bone on T1W1 and T2W1 (MRI crescent sign) Collapsed articular surface or fragmentation of femoral head Secondary osteoarthritis with acetabular involvement Increased uptake 4 Pain and disability Collapsed or deformed femoral head Secondary osteoarthritis with acetabular involvement Increased uptake 5 Pain and disability Increased uptake Kriteria ini digunakan untuk menentukan pengobatan serta prognosis pasien. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada .Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 3 Beberapa criteria untuk penentuan stadium AVN. increased uptake 2 Pain 3 Pain Patchy osteopenia.

Patricia Widjaja. Necrosis. Digunakan untuk penentuan stadium. restricted motion Increasing complaints Normal 2 Radiolucency. restricted motion Pain. dan di caput femoris terdapat gambaran khas bentuk bulan sabit yang radiolusen y Gambaran subchondral yang kolaps menandakan stadium lanjut.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . ruang sendi menyempit. and sclerosis Necrosis 3 Flattening of the Necrosis and femoral head. sclerosis. degenerative joint destruction arthritis 4 Increasing complaints Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . Jadi bila pada foto polos ditemukan hasil normal bukan berarti tidak ada proses AVN yang terjadi. sensitivitas untuk mendeteksi tahap awal penyakit ini serendah 41%. Sp. y Radioluscent. crescent subchondral fracture sign as -evidence of subchondral fracture Degenerative arthritis.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 4 DIAGNOSTIC IMAGING : y Radiologi konvensional Menggunakan film radiografi polos. cystic areas.FK UNTAR Pembimbing : dr. film radiografi polos mungkin dapat membantu dalam menilai ada tidaknya demineralisasi caput femoral yang terkait perubahan degeneratif. gambaran tulang kolaps. Pembagian stadium AVN dilihat dari hasil foto berdasarkan Criteria FICAT : Clinical Findings None Radiographic findings Normal Morphologic changes Histologic necrosis in the bone marrow Necrosis Stage 0 1 Pain.Foto diambil dengan posisi AP dan Lateral. meskipuntidak mampu mendeteksi penyakit stadium 0 atau 1. Dari hasil foto ditemukan gambaran : y Perubahan yang mengenai caput femoris lebih besar daripada penyempitan ruang sendi atau acetabular.

Anteroposterior view of the left hip in a patient with avascular necrosis demonstrates alternating regions of the sclerosis and lucency within the superior aspect of the left femoral head (arrows . Anteroposterior view of the pelvis shows flattening of the outer portion of the right femoral head from avascular necrosis (arrow . indicating stage 2 disease.Referat Radiologi Avasc lar Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 Avas u ar necrosis of the femoral head. Mild flattening to the superior aspect of the right femoral head (open arrow) indicates stage 3 disease. and osteoph tes representing degenerative joint disease. juxta-articular sclerosis. P tri i Widjaja.FK UNTAR P i i : dr. The lucent areas represent the site of resorption of necrotic marrow and trabecular. The black arrows indicate the margins of the K it Ki i R i i R Hus . Sp. with adjacent joint-space narrowing.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010   5 . The sclerosis represents apposition of new bone on dead trabeculae. The left femoral head has a normal contour. Anteroposterior view of the pelvis in a patient with bilateral avascular necrosis of the femoral head. representing the reparative stage (stage 2) of avascular necrosis.

When avascular necrosis is bilateral. indicating subchondral fracture. Note the progressive increase in the size of the lucency within the right femoral head. The frogleg lateral view is better than anteroposterior (AP) projection for demonstrating this sign. Frogleg lateral view of the right hip in a patient with avascular necrosis shows the crescent sign. Disease usually progresses rapidly. which resulted in further weakening of the femoral head. This lucency represents removal of dead bone. Therapeutic interventions are less likely to halt progression of the disease once this sign appears. and often is.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 6 reparative zone. the usual location of the sign. Sp.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . it usually occurs in each hip at different times. requiring total joint replacement. Patricia Widjaja. operative attempts to stabilize the femur usually fail. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada .FK UNTAR Pembimbing : dr. representing new bone formation on dead trabeculae. because the anterior and posterior margins of the acetabulum on the AP projection are superimposed over the superior portion of the femoral head. an anteroposterior plain film of the pelvis obtained 6 months later shows further flattening of the right femoral head (black arrows).III) Plain film findings in a patient with bilateral avascular necrosis of the femoral head who underwent bilateral core decompression and bone grafting. and the staging of disease in each hip can be. (stage. at different stages. Despite treatment. Once fracture of the femoral head occurs.

Sebuah garis padat. Sp.Resolusinya memungkinkan menganalisis fitur morfologi. kemudian terlihat tanda bintang yang terdistorsi dan menggumpal. . y CT . . menunjukkan penyatuan epiphysis. yang mirip dengan sensitivitas obat pencitraan nuklir planar. Penebalan trabekula tulang terjadi di tengah caput femur secara fisiologis dan muncul mirip seperti tanda bintang. Konfigurasi ini berkaitan dengan tekanan berat tubuh. Patricia Widjaja.FK UNTAR Pembimbing : dr.Cabang sklerotik dari gambaran bintang tersebut meluas ke permukaan atas caput femoralis. Penggumpalan tersebut terlihat sebagai spot atau bentuk beragam yang hyperdens serta adanya sclerosis.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 7 Anteroposterior view of the left hip in a patient with avascular necrosis obtained 6 months after presentation shows that the patient has undergone core decompression but has developed mild flattening of the femoral head. memanjang dari lateral ke medial femur pada pertengahan caput femoralis. indicating progression of disease despite treatment.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 .Tanda pertama yang menunjukkan adanya AVN pada CT scan adalah gambaran osteoporosis. Axial- (Normal) Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada .Lebih akurat dari radiologi konvensional untuk staging (terutama stage 2 dan lebih tinggi).Kepekaan CT scan dalam mendeteksi nekrosis avaskular awal (AVN) adalah 55%. kurang untuk stage 0 -1 dan kurang sensitive dibanding MRI. .

sensitivitas 55% dengan pencitraan radionuklida planar untuk nekrosis avaskular (AVN) Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . .Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 ¦ ¤£ y Ke kter Nuk r ¥ ¢ ¡ . tapi kurang sensitive dibandingkan MRI. Sp. Patricia Widjaja. .Bone scintigraphy menggunakan alat pinhole collimation dan Technetium yang dilabel analog phosphate + sulfur colloid.Menurut Collier.Mendeteksi lebih dini dari radiologi konvensional. and osteophyte formation (degenerative joint disease) around the anteromedial and posterolateral aspects of the right hip.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 8 Axial computed tomography scan in a patient with avascular necrosis. . Axial computed tomographh scan of a patient with avascular necrosis of the femoral head shows clumping and distortion of the central trabeculae representing the asterisk sign (arrowhead) and an adjacent low-density region (arrow) representing the reparative zone. juxta-articular sclerosis. hanya ketika MRI tidak dapat dilakukan atau ketika MRI hasilnya tidak jelas. Eksperimental dan tidak digunakan secara luas dalam setting klinis. This image shows joint space narrowing.FK UNTAR Pembimbing : dr.

seperti osteoarthritis. karena perlu perbandingan dengan pinggul normal . Patricia Widjaja.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 .Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 9 .Sulit untuk membedakan nekrosis avaskular (AVN) dari penyebab lain yang juga aktivitasnya meningkat. fraktur. . indicative of avascular necrosis but providing little information concerning the structural integrity of the hip. Bone scan of a patient with avascular necrosis of the femoral head shows increased uptake in the superolateral aspect of the right femoral head. dan artritis inflamasi.Cincin pada saat aktivitas meningkat mencerminkan hiperemi pada tahap awal dan penyembuhan tulang kemudian mengaburkan kekurangan nekrotik pusatfoton dalam kepala femur.FK UNTAR Pembimbing : dr. serapan menurun dalam perfusi dan fase statis. Kemudian. Penyerapan meningkat dari zona reparatif akhirnya menggantikan kawasan photopenic. yang mengindikasikan nekrosis avaskular (AVN). Yang terakhir ini merupakan zona reaktif sekitar segmen infarcted. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada .Proses : Awalnya. Planar bone scan of the pelvis in a patient with bilateral avascular necrosis of the femoral head shows marked increased uptake of radiopharmaceutical agent in both hips. . yang merupakan iskemik dini.Kurang bermanfaat bila kasusnya bilateral. penyerapan menurun dalam kepala femoralis pada fase perfusi dan meningkat disekitar wilayah dingin di fase statis. Sp.

Patricia Widjaja. perusakan artikularis + penyempitan ruang sendi Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . Tahap 3: Hilangnya bentuk bola kepala femur 4. Tahap 2: Sclerosis dari trabekula 3.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 10 y MRI T1W1 Hypointense garis pinggir perifer menguraikan daerah pusat sumsum tulang = reaktif pertemuan antara zona nekrotik + reparatif.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . Tahap 1: trabekula normal untuk menandatangani garis parotic ± ganda 2. ± Hypointense edema sumsum tulang caput dan collum femur Potongan Sagittal untuk menilai morfologi caput femoris (tambahan untuk pencitraan rutin dengan gambar coronal + aksial) ± Hypointense efusi sendi Infark subchondral berbentuk wedged-shaped T2W1 Double line ditandai 80% (hyperintense pada garis dalam ke perifer yang hypointense) Hypointese perifer lebih sulit untuk divisualisasikan pada FS PD atau FSE T2 gambar Hypointense perifer = pertemuan jaringan reparatif dengan daerah nekrotik ± Hyperintense caput femoris + hyperintense edem collum femoris+ efusi Staging Ficat + Arlet 1. Sp.FK UNTAR Pembimbing : dr. Tahap 4: Collapse kepala femur.

Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 11 T1 C + Penurunan kontras dengan gadolinium di AVN awal Nonviable trabekula + sumsum = tanpa kontras Peningkatan warna kontras sesuai dengan zona reparatif garis hypointense The MR imaging findings of AVN of the hip may be classified according to a system proposed by Mitchell:  ¨©  ¨© ¨¨ ¨¨ .Cl Signal intensity characteristics analogous to those of fat that is. This is an MRI class 1 hip. the most dominant signal is used for MRI classification.and T2-weighted images. Patricia Widjaja. These patients may have more than one type of signal within the abnormal avascular area. .FK UNTAR Pembimbing : dr. Sp.Cl § Signal intensity characteristics that are similar to those of blood. which has high signal intensity on both T1.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 § Al i Bl i . representing fat. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . In this situation. high signal intensity on T1-weighted images and intermediate signal intensity on T2weighted images. Coronal T1-weighted magnetic resonance image (MRI) of the pelvis in a patient with avascular necrosis of the femoral head shows increased signal within the superior aspect of the femoral head.

Cl Signal intensity properties that are similar to those of fluid that is. representing fluid.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010  Cl i . and increased signal within the left femoral head.FK UNTAR Pembimbing : dr. and increased signal within the left femoral head. Patricia Widjaja.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 12 Coronal T1-weighted magnetic resonance image of the pelvis in a patient with bilateral avascular necrosis of the femoral head demonstrates decreased signal within the right femoral head. and the left hip has a class B lesion.    . Coronal T2-weighted magnetic resonance image of the pelvis in a patient with bilateral avascular necrosis of the femoral head shows decreased signal within the right femoral head. Sp. onset in each hip occurs separately and progresses at a different rate. although prone to bilateral disease. representing blood. Differences in signal intensity between the femoral heads in patients with bilateral avascular necrosis are common and reflect the fact that. low signal intensity on T1-weighted images and high signal intensity on T2-weighted images. representing blood. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . The right hip has a class C lesion. representing fluid.

Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . Patricia Widjaja. Coronal fat-saturated T2-weighted magnetic resonance image in a patient with avascular necrosis shows increased signal within the femoral head and neck (arrow). which has low signal intensity on both T1. *)Class A signal intensity tends to reflect early disease. This is an MRI class C lesion. The subchondral abnormality can also indicate a fracture.and T2-weighted images. and class D signal intensity tends to reflect late disease. Sp. representing edema.Cl Signal is similar to that of fibrous tissue. $#" ! . representing edema. Multiplanar reconstructed computed tomography scanning would be helpful for further investigation.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010  Dl i . Short tau inversion recovery (STIR) and fatsaturated imaging are excellent for demonstrating this finding.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 13 Coronal T1-weighted magnetic resonance image (MRI) in a patient with avascular necrosis shows decreased signal within the femoral head (arrow).FK UNTAR Pembimbing : dr.

Pada bagian kiri. T1-weighted SE image b. Avascular necrosis pada kedua caput femoris a. Pada segmen anterosuperior daerah nekrotik dibatasi oleh garis berintensitas rendah. a. Necrosis yang meluas dengan perubahan intensitas terlihat pada sebelah kanan dengan perluasan ke caput dan collum femoris serta daerah intertrochanterica. b. hanya area necrosis kecil yang terlihat di segmen atas caput femoris yang dibatasi garis intensitas rendah. Sagittal T1-weighted SE image pada panggul kanan b. Potongan Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . sagital. Patricia Widjaja.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 14 a. Coronal T1-weighted SE image b. Avascular necrosis pada panggul kiri a.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 .FK UNTAR Pembimbing : dr. T2-weighted image Pada gambaran T1-weighted daerah nekrotik memiliki signal intensitas yang sama dengan gambaran sumsum tulang normal. Sp. Coronal. Pada gambaran T2weighted tanda double line yang diperhatikan sebagai tanda patognomonik avascular necrosis caput femoris terlihat.

(b. Teres normal selanjutnya menunjukkan karakteristik avascular necrosis type lesion. Gambaran axial juga menunjukkan wedge-shaped area pada signal rendah konsisten dengan avascular necrosis. Tidak ada joint effusion yang teridentifikasi. b.)dan(c. Lig.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 15 sagittal panggul kanan -menunjukan perluasan area caput femoris.FK UNTAR Pembimbing : dr. Perubahan tersebut adalah karakteristik avascular necrosis.) potongan axial.Collum dan corpus femoris juga mempertahankan signal normalnya. (a. menunjukkan lig. c.)menunjukkan gambaran geographic ring pada permukaan dengan distribusi vaskuler dikedua kanan dan kiri panggul. Patricia Widjaja.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . c.Caput femoris mempertahankan bentuk normalnya. Teres pada posisi lateral terpisah dengan pemukaan caput femoris meskipun AVN dapat terlihat di area ini. Zoom up dari gambar a. Sp. a. Area wedge-shaped pada penurunan intensitas teridentifikasi pada gambaran coronal b. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . dengan 2 tanda zone necrosis anterosuperior dan dorsal. a.

intermediate (b.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 16 Area yang terdefinisi baik dengan intensitas rendah (a.) dan (d. T1W1).) Tanda Double line terlihat pada pertemuan diantara tulang yang ischemic dan nonischemic. b. coronal Cincin (a. terdiri dari zona luar dengan intensitas rendah dan zona dalam dengan intensitas tinggi. Patricia Widjaja. T2W1. (c. PDW1) dan relatif tinggi (T2W1 FS) terlihat pada permukaan caput femoris. FS. Permukaan artikular yang kolaps dengan terlihatnya fragmentasi a. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada .FK UNTAR Pembimbing : dr. coronal .) atau pita (b) pada intensitas signal yang rendah memisahkan daerah subartikular pada intensitas normal dari sumsum di capu femoris yang tidak terkena dampaknya (T1W1. coronal) .Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . T1W1. Sp.

representing edema. This is an MRI class C lesion.Coronal T1-weighted magnetic resonance image in a patient showing hypointense signal within the proximal femoral neck and intertrochanteric regions (arrows) representing hematopoietic marrow. representing edema. See also the next image. Coronal fat-saturated T2-weighted magnetic resonance image in a patient with avascular necrosis shows increased signal within the femoral head and neck (arrow). See also the next image. Sp. Short tau inversion recovery (STIR) and fatsaturated imaging are excellent for demonstrating this finding.FK UNTAR Pembimbing : dr. Patricia Widjaja. The subchondral abnormality Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada .Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 .Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 17 Avascular necrosis of the femoral head. Coronal T1-weighted magnetic resonance image (MRI) in a patient with avascular necrosis shows decreased signal within the femoral head (arrow). Increased signal is present within the greater trochanters and femoral capital epiphysis representing normal fatty marrow.

FK UNTAR Pembimbing : dr.Infection y y y Hyperintense pada kedua sisi sendi Adjacent soft tissue hyperintense edema s fluid Joint synovitis prominent . Tidak ada pengobatan yang sangat efektif untuk mencegah proses AVN. .Fracture y Insufisiensi subchondral menyerupai gambaran AVN yang mengenai subchondral y Fracture tekanan caput dan collum femoralis. Sp. Multiplanar reconstructed computed tomography scanning would be helpful for further investigation. TERAPI Manajemen pengobatan pada AVN tergantung dari lokasi dna keparahan penyakit.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . serta usia dan kondisi umum pasien. Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . Patricia Widjaja.Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 18 can also indicate a fracture. DIFFERENTIAL DIAGNOSIS .Degenerative Arthrosis y y Degenerasi kartilago artikular Acetabulum trekena pertama kali .Metastatatic Disease y Hypointense hingga hyperintense lesi tidak berada di tengah subchondral caput femoral y Kerusakan besar trabecular dapat dikonfirmasikan dengan CT .Transient Osteoporosis of HIP (TOH) y y y Osteoporosis pada caput dan collum femoris Proses penyembuhan berlangung lebih dari 10-12 bulan s Acetabulum dan sendi femoralis ikut terlibat .Osseous Contusion y Edema subchondral yang terlokalisasi tanpa fraktur segment.

Referat Radiologi Avascular Necrosis Caput Femoris Nikhen Noverike 406100073 19 y Secara konservative dengan menjaga beban tubuh yang ideal. seta lokasinya.FK UNTAR Pembimbing : dr. kondisi. Lebih dari 50% penderita harus melakukan pembedahan setelah 3 tahun didiagnosis.Rad 1 November 2010 4 Desember 2010 . Prognosis buruk : y y y y Usia lebih dari 50 tahun Stadium lanjut (stage 3 atau lebih) pada saat didiagnosis Necrosis melebihi 1/3 daerah caput femoris yang Nampak pada MRI Daerah lateralcaput femoris juga terkena (lebih bahaya disbanding lesi medial) y Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi (corticosteroid-induced AVN) Kepaniteraan Klinik Radiologi RS Husada . y Statin dapat mencegah Corticosteroid-induced AVN y Bedah : Pada tahap awal AVN (precollapse). Sp. Bone graft : termasuk kortikal dan medulla serta vaskularisasi dengan otot pedicle atar vaskularisasi bebas fibula + Core decompression : mengganggu siklus ischemia + Eksisi sequestrum : menghambat revaskularisasi caput femur Osteotomy Total Hip Arthroplasty (terutama stage 3 lebih) PROGNOSIS y y Bergantung pada lokasi. y Sejumlah penelitian menunjukkan Biphosphonates dapat membantu untuk memperlambat proses kolapsnya caput femoris dan memperlambat operasi. Patricia Widjaja. efektif pula untuk mengontrol rasa sakit. dekompresi inti dengan atau tanpa cangkok tulang ini biasanya dianggap sebagai perawatan yang paling tepat Core decompression : meningkatkan sirkulasi dengan menurunkan tekanan intramedulla dan mencegah iskemia lebih lanjut dan kerusakan sendi yang progresif. selain itu penghilang rasa sakit (analgetic) untuk mengurangi nyeri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful