ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan . tingkat wilayah. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.

dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .

Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. (2) Pengurus Wilayah. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 . disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.

BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. . Iuran anggota b. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c.

Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : .BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

(Posisi di tengah). Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.4. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.3. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Mars. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.1. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Warna kain biru muda c.2. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) .

Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa . Berstatus sebagai pengelola. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b.

Mengisi formulir b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . c. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.a. b. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. d. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.

Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian . Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.

Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Jika pembelaan ditolak. (SKPS) e.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan . Apabila tidak ada perubahan. dijatuhkan skorsing. c. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Sebelum diberhentikan.(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. d. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. nama yang bersangkutan direhabilitasi. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Jika pembelaan diterima.

Daerah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Daerah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . muswil. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Anggota biasa yang aktif c. Wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Pengurus Wilayah.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Anggota biasa yang aktif c. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a.

daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.(3) Pemilihan ketua umum. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Wilayah . muswil.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. wilayah. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pengurus Pusat . musda dan muscab.

Pengurus Pusat pada munas . wilayah. .Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. (2) Tanggungjawab a. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus . daerah dan cabang b. Pengurus Daerah . Pengurus Pusat.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus Daerah pada musda . Pengurus Cabang . Pengurus Wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Wilayah pada muswil . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.

muswil. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. seorang Ketua Umum. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Ketua Wilayah. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga . terhitung mulai disahkan oleh munas. musda dan muscab. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

Jika tidak tercapai kuorum.Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.d. Peninjau: . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.Pengurus Cabang. Utusan: Mempunyai hak bicara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan: .Pengurus daerah . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Peserta Musda terdiri dari : a. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). memilih dan dipilih f.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Lembaga lembaga terkait . . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Ketua dan sekretaris cabang cabang . suara. Peninjau: Mempunyai hak bicara g.Anggota Luar biasa . Utusan: .

Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. baik internal maupun eksternal c.jam. Merumuskan rekomendasi. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : . b. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

a. Utusan: . Undangan: . memilih dan dipilih b. .Anggota Kehormatan c.Pengurus Cabang b.Lembaga lembaga terkait . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai korum. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Utusan: Mempunyai hak bicara. Peninjau: .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. . Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.Anggota Luar biasa . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. suara.

Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah . Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . daerah dan cabang a.c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. wilayah. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a.

Daerah 20% c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Wilayah 15% d.(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. . Cabang 60% b. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.

ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . Report Cancel Bottom of Form This is a private document. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.904 . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Info and Rating Reads: 5.

Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p. p. p. .

p.2. . p. p. p. p. 3.

5. 4. p. p.p. p. p. .

p. p. 6. 7. p. . p.p.

p. p. .p. 8. p. p.

p. p.p. 10. . 9. p. p.

p. 12. p. p. p. . 11.p.

p. p. p. 13. p. . p.

p.p. . p. p. 15. p. 14.

p. p. p. 17. .p. 16. p.

. More from this user PreviousNext 1. p. 18.p. p. p. p.

4 p. 5 p. . 1 p.1 p. 25 p. 2.

3.5 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN . 1 p.

pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a . WAKTU. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. BAB I NAMA. terus menerus.

HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. terus menerus. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Pendidik dan tenaga kependidikan anak . 1.

2. WAKTU. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. pembimbing. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pakar. bulan Juni tahun . Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam).usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. praktisi. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). BAB I NAMA. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 3. 1. fasilitator. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik.

Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. SIFAT. (6) Peraturan Pemerintah NO.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. . 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. LANDASAN. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945.2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. BAB II ASAS.

BAB III MAKSUD. 2. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T .Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. lagu. bendera. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia.Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lencana. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN .

Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat wilayah.Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi . Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. (2) Pengurus Wilayah. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per . diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Iuran anggota b. Sumbangan yang tidak mengikat c.(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.

tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang . Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.2.1.4. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.3.============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).

Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan . Warna kain biru muda c. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Berstatus sebagai pengelola. Mars. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.

d. c. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ .a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi formulir b.

daerah/ cabang. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 .

Jika pembelaan diterima. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Sebelum diberhentikan. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Apabila tidak ada perubahan.Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. (SKPS) e. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. dijatuhkan skorsing. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Jika pembelaan ditolak. c. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. d. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. BAB III . Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a.

STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Anggota biasa yang aktif c. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Pengurus Wilayah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Anggota biasa yang aktif c. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Daerah.

daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. wilayah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. muswil. musda dan muscab. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Pengurus Pusat . (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum.munas. muswil. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.

(2) Tanggungjawab a. Pengurus Wilayah . Pengurus Cabang . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku..Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah .Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.

daerah dan cabang b.wilayah. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . seorang Ketua Umum. musda dan muscab.Pengurus Wilayah pada muswil . Ketua Wilayah.Pengurus Pusat pada munas . muswil. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah . Pengurus Wilayah. terhitung mulai disahkan oleh munas.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Pengurus Pusat. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Daerah pada musda .

Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Anggota Luar Biasa . Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.

(2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Daerah. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Kehormatan c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih b. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau (Pengurus Wilayah. cabang): Mempunyai hak bicara c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai.

Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Merumuskan rekomendasi. baik internal maupun eksternal d. c. Anggota Luar biasa .Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah.

Utusan : Mempunyai hak bicara. Jika tidak tercapai kuorum. suara. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.Anggota Kehormatan c. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. baik internal maupun eksternal d. . c. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Utusan: Mempunyai hak bicara.(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Utusan: . memilih dan dipilih .Pengurus daerah . Peninjau: . Undangan: .Anggota Kehormatan c.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. suara.Anggota Luar biasa .Lembaga lembaga terkait .Peserta Musda terdiri dari : a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Pengurus Cabang.

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.f. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan rekomendasi. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. baik internal maupun eksternal . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. b.

Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Pengurus Cabang b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: . Jika tidak tercapai korum. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Utusan: . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.Anggota Luar biasa . Utusan: Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Lembaga lembaga terkait . suara.c. memilih dan dipilih b. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . . Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Undangan: .

. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang . Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Wilayah 15% d. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Daerah 20% c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. BAB VI SUMBER PENDAPATAN.a. Cabang 60% b.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas .

. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

Info and Rating Reads: 5.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.Report Cancel Bottom of Form This is a private document. . p. p.

. p. p.p. p. 3. 2. p.

p. p. 4. . p. p. p. 5.

p. p.p. . p. p. 6.

p. 7. 8.p. p. p. p. .

9. p. . 10. p.p. p. p.

p. 11. p. p. p. .p.

.p. 12. p. p. p. 13. p.

15. p. p. p. .p. p. 14.

. p. p. p.p. 16. p.

p. 18.p. p. p. 17. . p.

4 p. 1 p. 2. 1 p.p. More from this user PreviousNext 1. 5 p. .

3. 1 p. 5 p.25 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .

Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. LANDASAN. pakar. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). BAB II ASAS. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola.document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pembimbing. praktisi. fasilitator. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: . SIFAT.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. 3. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.

(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. BAB III MAKSUD. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan . (5) Undang-Undang NO. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. lagu. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan . 2. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. lencana. bendera.profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1.

Pengurus Wilayah. tingkat wilayah. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum . tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN . Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. (2) Pengurus Wilayah.(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB I NAMA.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. WAKTU. terus menerus. 1. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. . Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

LANDASAN.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.2. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. . pakar. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. SIFAT. fasilitator. pembimbing. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). 3. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). praktisi. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. BAB II ASAS. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas.

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (6) Peraturan Pemerintah NO. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 10 F u n g s i . 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (5) Undang-Undang NO.

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. lencana. .HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. lagu. 2. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang.

tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pengurus Wilayah.

(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. (2) Pengurus Wilayah. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat .

Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 . Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . Iuran anggota b. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

1.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.

4.3.dinamika HIMPAUDI b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Mars. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.2. Warna kain biru muda c. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Ukuran skala : 2 x 3 b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .

. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a.

d. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.c. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. b. b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.

Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk .a. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. dijatuhkan skorsing. Sebelum diberhentikan. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. c. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Apabila tidak ada perubahan. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.

Jika pembelaan diterima. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Jika pembelaan ditolak. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. d. Anggota biasa yang aktif c. Wilayah. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Daerah. (SKPS) e.mengajukan pembelaan. Berpandangan luas dan bermoral baik . maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara.

Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pengurus Wilayah. Daerah. musda dan muscab. wilayah. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. muswil. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. . Anggota biasa yang aktif c. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.d. muswil.

keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Pusat .(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pengurus Daerah . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (3) Pelantikan pengurus wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Wilayah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.

Pengurus Cabang . Pengurus Wilayah. musda dan muscab.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. seorang Ketua Umum. muswil.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. terhitung mulai disahkan oleh munas. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. (2) Tanggungjawab a. .Pengurus Pusat pada munas . Ketua Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . daerah dan cabang b. wilayah.Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Daerah pada musda . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . Pengurus Pusat. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.

Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui .dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.

Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. suara. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. cabang): Mempunyai hak bicara c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau (Pengurus Wilayah. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan . Utusan: Mempunyai hak bicara. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Daerah. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. memilih dan dipilih b. Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.formatur f.

Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Merumuskan rekomendasi. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.ditunda selama 1 (satu) jam. c. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal d. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang.

Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu .Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. suara.

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah.penundaan jumlah korum tidak tercapai. Merumuskan rekomendasi. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. c.Peserta Musda terdiri dari : . maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal d.

Anggota Kehormatan c.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus Cabang. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Utusan: . suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Jika tidak tercapai kuorum.Lembaga lembaga terkait . Undangan: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . Peninjau: .Pengurus daerah . .Anggota Luar biasa . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.a. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Utusan: Mempunyai hak bicara.Ketua dan sekretaris cabang cabang . memilih dan dipilih f.

Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. b. Undangan: . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Utusan: .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. baik internal maupun eksternal c. .Anggota Luar biasa .Pengurus Cabang b. Merumuskan rekomendasi. Peninjau: .Anggota Kehormatan c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.

tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. suara.Lembaga lembaga terkait .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Mempunyai hak bicara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. memilih dan dipilih b. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai korum.. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.

Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.

wilayah. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c.b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.

Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Cabang 60% b. Wilayah 15% d. Daerah 20% c.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. Ditetapkan di : Denpasar . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education . Info and Rating Reads: 5.

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh.himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. terus menerus. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. Berdasarkan hal tersebut maka .

perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. 3. 2. WAKTU. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). BAB I NAMA. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). Pasal 3 Tempat Kedudukan . 1. fasilitator. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pembimbing. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. praktisi. pakar. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. (6) Peraturan Pemerintah NO. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. LANDASAN. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. SIFAT. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya . BAB II ASAS. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (5) Undang-Undang NO.

2. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. bendera. lencana. BAB III MAKSUD. .dilaksanakan melalui musyawarah. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. lagu. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.

tingkat wilayah.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. . Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pengurus Wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris .Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga . (2) Pengurus Wilayah. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 . Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c. Iuran anggota b.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l .Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Warna kain biru muda c. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.2. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.3.4. Ukuran skala : 2 x 3 b.1. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.Lambang.

Berstatus sebagai pengelola. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Mars. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia . Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b.Pasal 2 Lagu.

Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota . b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. d. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang.Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. c. Mengisi formulir b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum . Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a.

pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Sebelum diberhentikan. dijatuhkan skorsing. c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Jika pembelaan diterima.pemberhentian b. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Apabila tidak ada perubahan. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . Jika pembelaan ditolak. nama yang bersangkutan direhabilitasi. (SKPS) e. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. d. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan.

Wilayah. Pengurus Wilayah. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Pernah menjadi anggota pengurus aktif.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Berpandangan luas dan bermoral baik d. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. muswil. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Anggota biasa yang aktif c. Daerah. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: . Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Daerah. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a.

daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. musda dan muscab. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan . wilayah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum.(1) Nama calon ketua umum. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pengurus Pusat . muswil. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat.

(2) Tanggungjawab a. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. daerah dan cabang b. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Wilayah. wilayah.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah . Pengurus Daerah dan Pengurus . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Pusat. Pengurus Cabang . Pengurus Daerah .b.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. .

Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . seorang Ketua Umum. terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. musda dan muscab. Ketua Wilayah.Pengurus Daerah pada musda .Indonesia . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Pusat pada munas . muswil. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Pengurus Wilayah pada muswil . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.

Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan . Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.

suara. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . Daerah. Peninjau (Pengurus Wilayah. cabang): Mempunyai hak bicara c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.c. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota).

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. baik internal maupun eksternal d. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan . Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.

Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. memilih dan dipilih b.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan : Mempunyai hak bicara. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. suara.c. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.

Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Peninjau: .Pengurus Cabang. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Ketua dan sekretaris cabang cabang . . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Utusan: Mempunyai hak bicara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Utusan: . c. suara.Anggota Luar biasa .a.Lembaga lembaga terkait . Undangan: .Anggota Kehormatan c.Pengurus daerah .Peserta Musda terdiri dari : a. memilih dan dipilih . baik internal maupun eksternal d. Merumuskan rekomendasi.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.

f. Jika tidak tercapai kuorum. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. b. baik internal maupun eksternal . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan rekomendasi. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.

Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Lembaga lembaga terkait . Utusan: Mempunyai hak bicara. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. memilih dan dipilih b. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Utusan: . suara.Pengurus Cabang b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Peninjau: . . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Kehormatan c.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Undangan: . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Anggota Luar biasa . Jika tidak tercapai korum. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa .c.

. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.

ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang . Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. wilayah. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.

Cabang 60% b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 .000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Wilayah 15% d. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Daerah 20% c.a.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.

(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. . please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .

Info and Rating Reads: 5. p. p. .Report Cancel Bottom of Form This is a private document.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.

p. 3. p. p.p. 2. p. .

p. 4. . p. p. p. 5.p.

p. . p. p. 6.p. p.

p. 8.p. p. . p. 7. p.

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

p. p. . 16. p.p. p.

p. 18. p. p. 17.p. . p.

2. More from this user PreviousNext 1.p. . 4 p. 5 p. 1 p. 1 p.

25 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 3. 5 p. 1 p.

1. p.document_comme 4gen Bottom of Form p. p. p. p. .

p. p. p. . p. 3. 2. p.

. 4. p. p. p.p. p. 5.

p. p. p. . 6. p. p.

7. . p. p.p. p. p. 8.

p. . p. 10. p. p. p. 9.

.p. p. p. 11. p. p.

13. p. p. p. p. .p. 12.

p. p. p. p. . 14.p. 15.

16. p. . p.p. p. p.

p. More from this user PreviousNext 1. p. 5 p.p. . 1 p. 17.

5 p. 3. 25 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 . 1 p.1 p. 4 p. 2.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

a. Sumbangan yang tidak mengikat c. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 .

1. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan .

Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.2. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .3. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Warna kain biru muda c.4.dinamika HIMPAUDI b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Mars. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.

Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. . Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Mengisi formulir b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Berstatus sebagai pengelola.

mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.c. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. d.

Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Apabila tidak ada perubahan. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.a. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. dijatuhkan skorsing. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Sebelum diberhentikan.

Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. (SKPS) e.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Anggota biasa yang aktif c.mengajukan pembelaan. Jika pembelaan ditolak. d. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Wilayah. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Berpandangan luas dan bermoral baik . maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Jika pembelaan diterima. Daerah.

daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Berpandangan luas dan bermoral baik d. muswil. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. musda dan muscab. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Anggota biasa yang aktif c. muswil. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya.d. . Pengurus Wilayah. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Daerah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e.

Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. Pengurus Pusat . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Daerah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Wilayah .(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.

Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. seorang Ketua Umum. wilayah. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. muswil.Pengurus Wilayah pada muswil . Ketua Daerah dan Ketua Cabang . .Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. musda dan muscab. Pengurus Cabang . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . daerah dan cabang b.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. terhitung mulai disahkan oleh munas. Pengurus Wilayah.Pengurus Daerah pada musda . Ketua Wilayah.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Pengurus Pusat pada munas . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. (2) Tanggungjawab a. Pengurus Pusat.

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui .Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

formatur f. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. cabang): Mempunyai hak bicara c. Daerah. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. suara. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan . Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau (Pengurus Wilayah.

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.ditunda selama 1 (satu) jam. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. c. baik internal maupun eksternal d. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Merumuskan rekomendasi.

Jika tidak tercapai kuorum. Utusan : Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Apabila sampai waktu .(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. memilih dan dipilih b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. suara. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.

Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan rekomendasi.Peserta Musda terdiri dari : . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.penundaan jumlah korum tidak tercapai. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. c. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). baik internal maupun eksternal d.

a.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Lembaga lembaga terkait . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Pengurus Cabang. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Pengurus daerah . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Kehormatan c. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. . Undangan: . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Anggota Luar biasa . suara. Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau: . memilih dan dipilih f. Utusan: Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Utusan: .

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. baik internal maupun eksternal c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. . b.Pengurus Cabang b. Merumuskan rekomendasi.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Utusan: . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Peninjau: . Undangan: . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Anggota Kehormatan c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Anggota Luar biasa .

Lembaga lembaga terkait . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Utusan: Mempunyai hak bicara. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. suara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai korum.. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. memilih dan dipilih b.

(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

BAB VI SUMBER PENDAPATAN. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. daerah dan cabang a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. wilayah. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.b. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.

(2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Cabang 60% b.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Wilayah 15% d.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . Daerah 20% c.

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

9. p. p. p. . p.p. 8.

. p. p.p. p. p. 10.

p. 12.p. p. p. 11. . p.

p. 13. 14.p. . p. p. p.

p.p. p. p. . 15. p.

17. 16.p. p. p. p. p. .

p. 1 p. More from this user PreviousNext 1.p. . 18. p. p.

25 p. . 4 p. 5 p.5 p. 3. 1 p. 2.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful