ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan . BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .dalam Anggaran Rumah Tangga.

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 . Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (2) Pengurus Wilayah. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. . Iuran anggota b. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Filosofi Lambang HIMPAUDI : .BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.

Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.1. Warna kain biru muda c. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Ukuran skala : 2 x 3 b.3. Mars.(Posisi di tengah). Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.4. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) . Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.2. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.

Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa . karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.

Mengisi formulir b. b. c. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. d. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.a. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian . Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b.membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a.

Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Jika pembelaan ditolak. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Sebelum diberhentikan. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Jika pembelaan diterima. dijatuhkan skorsing. c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Apabila tidak ada perubahan.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan . d. (SKPS) e. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali.

Anggota biasa yang aktif c. muswil. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Anggota biasa yang aktif c. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Pengurus Wilayah. Wilayah. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat.

(3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. musda dan muscab. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. muswil. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Pusat .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah .(3) Pemilihan ketua umum. wilayah. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.

daerah dan cabang b.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Daerah pada musda . Pengurus Wilayah.Pengurus Pusat pada munas . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Daerah . Pengurus Pusat.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Cabang . wilayah. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. (2) Tanggungjawab a. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.. .

Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. musda dan muscab. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga . Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Ketua Wilayah.(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. terhitung mulai disahkan oleh munas. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. muswil. seorang Ketua Umum.

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Peserta Musda terdiri dari : a.Anggota Luar biasa . Utusan: .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Jika tidak tercapai kuorum.d. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. memilih dan dipilih f.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Utusan: Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Lembaga lembaga terkait . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.Pengurus Cabang.Pengurus daerah . . Peninjau: . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Undangan: . suara.

(3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a.jam. Merumuskan rekomendasi. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : . b. baik internal maupun eksternal c.

maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Peninjau: . suara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. .Lembaga lembaga terkait .Pengurus Cabang b. Jika tidak tercapai korum. .Anggota Luar biasa . Utusan: Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. memilih dan dipilih b.a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Utusan: .Anggota Kehormatan c. Undangan: . Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah . ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.

ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah.c. wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.

Cabang 60% b.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. . Wilayah 15% d. Daerah 20% c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI .

BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Info and Rating Reads: 5. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.904 . Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .

p.Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. . p. p.

p. p. p. 3.2. . p. p.

p. p.p. p. . p. 4. 5.

7.p. p. p. p. . 6. p.

. p. 8.p. p. p. p.

10. p.p. p. p. . 9. p.

11.p. p. p. p. . p. 12.

p. . p. p.p. p. 13.

p. 14. p.p. p. . p. 15.

p. p. 16. 17. p. . p. p.

p. More from this user PreviousNext 1. 18. p. . p. p.p.

2. 1 p.1 p. . 25 p. 4 p. 5 p.

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN .5 p. 3. 1 p.

WAKTU. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. terus menerus. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. BAB I NAMA.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a . Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional.

Pendidik dan tenaga kependidikan anak . PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. 2. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 1. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. terus menerus.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’.

praktisi. 1. bulan Juni tahun . DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. WAKTU. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. 3. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 2. pakar.usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. fasilitator. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). BAB I NAMA. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). pembimbing. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. . (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. BAB II ASAS. SIFAT. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. (6) Peraturan Pemerintah NO. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. LANDASAN.

Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. BAB IV A T R I B U T . 2. BAB III MAKSUD. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1.Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.

Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. lencana. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lagu. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN .

Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Wilayah. tingkat wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua .

Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi .(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. (2) Pengurus Wilayah.

(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Sumbangan yang tidak mengikat c. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per . Iuran anggota b.

tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) .

4. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.3. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang .============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).2.1.

Berstatus sebagai pengelola. Mars.(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Ukuran skala : 2 x 3 b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan . Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.

Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. c. Mengisi formulir b. b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. d.a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ . b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.

daerah/ cabang. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 . mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.

Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. c. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. dijatuhkan skorsing. Jika pembelaan diterima. Sebelum diberhentikan. BAB III . Jika pembelaan ditolak. Apabila tidak ada perubahan. d. (SKPS) e. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. nama yang bersangkutan direhabilitasi.

Anggota biasa yang aktif c. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Pengurus Wilayah.STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Daerah. Wilayah. Daerah. Anggota biasa yang aktif c.

daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. muswil. muswil. musda dan muscab. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Pengurus Pusat . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. wilayah.munas. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.

.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Cabang . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.. . (2) Tanggungjawab a.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah . Pengurus Wilayah . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.

Pengurus Pusat.Pengurus Pusat pada munas . seorang Ketua Umum.wilayah. daerah dan cabang b.Pengurus Daerah pada musda . Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . muswil. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Ketua Wilayah. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Pengurus Wilayah pada muswil . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. terhitung mulai disahkan oleh munas. musda dan muscab. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.

Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Anggota Luar Biasa .

memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Jika tidak tercapai kuorum. cabang): Mempunyai hak bicara c. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Utusan: Mempunyai hak bicara. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. suara. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau (Pengurus Wilayah. Daerah.Anggota Kehormatan c. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. baik internal maupun eksternal d. c.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Anggota Luar biasa . Merumuskan rekomendasi.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.

Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Jika tidak tercapai kuorum. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. suara. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. . Utusan : Mempunyai hak bicara. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.

Anggota Luar biasa . . suara.Lembaga lembaga terkait .(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Anggota Kehormatan c. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. memilih dan dipilih . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. c.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus daerah . Utusan: .Pengurus Cabang. Utusan: Mempunyai hak bicara. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Peninjau: . Undangan: .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peserta Musda terdiri dari : a. baik internal maupun eksternal d.

Peninjau: Mempunyai hak bicara g. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a.f. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai kuorum. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. baik internal maupun eksternal . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Merumuskan rekomendasi. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

memilih dan dipilih b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Peninjau: . suara.Anggota Luar biasa . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Pengurus Cabang b.Anggota Kehormatan c. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Jika tidak tercapai korum. .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.c.Lembaga lembaga terkait . Utusan: .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.

Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. . BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

wilayah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. daerah dan cabang . Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.

BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Wilayah 15% d.a.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Cabang 60% b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Daerah 20% c.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.

Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

. p.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. Info and Rating Reads: 5. p.Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

3. . p.p. p. p. 2. p.

p. p. . p. 5. p. 4.p.

p.p. . p. 6. p. p.

8. p. p.p. 7. p. . p.

9. . p. p.p. p. 10. p.

11. p. p. p. . p.p.

.p. p. p. p. 12. 13. p.

p. 14. p. . 15. p.p. p.

p. p.p. . 16. p. p.

. p.p. p. 18. 17. p. p.

4 p. 1 p.p. 2. 5 p. 1 p. More from this user PreviousNext 1. .

3. 5 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .25 p. 1 p.

LANDASAN. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: .document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. 3. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). fasilitator.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. BAB II ASAS. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. pembimbing. praktisi. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. SIFAT. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). pakar. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas.

(3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (6) Peraturan Pemerintah NO. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (5) Undang-Undang NO. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan . 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. BAB III MAKSUD.(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. bendera. 2. lagu. lencana. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan . Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3.

Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Wilayah. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum . Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan.

(2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN . Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.

WAKTU. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. . pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. terus menerus. BAB I NAMA.

PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. praktisi. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pembimbing. SIFAT. BAB II ASAS. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila.2. . yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). fasilitator. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. 3. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). pakar. LANDASAN.

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. BAB III MAKSUD. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. Pasal 10 F u n g s i . 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

bendera. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. . mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 2. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. lagu. lencana.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Wilayah. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

(2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat .(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.

Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 .

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Iuran anggota b. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 .(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

1. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan .

Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .4. Ukuran skala : 2 x 3 b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.3. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Warna kain biru muda c. Mars.2.dinamika HIMPAUDI b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.

Mengisi formulir b. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. . Berstatus sebagai pengelola. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.

mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.c. b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. d. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. dijatuhkan skorsing. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. c. Sebelum diberhentikan. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Apabila tidak ada perubahan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.a.

Jika pembelaan ditolak.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Daerah.mengajukan pembelaan. Berpandangan luas dan bermoral baik . Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. (SKPS) e. d. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Anggota biasa yang aktif c. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Jika pembelaan diterima.

muswil. . Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Daerah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Pengurus Wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. muswil.d. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. wilayah. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Berpandangan luas dan bermoral baik d. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Anggota biasa yang aktif c. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. musda dan muscab. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum.

(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pengurus Daerah . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Pusat . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai .

Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Pengurus Pusat. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . terhitung mulai disahkan oleh munas.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. wilayah.Pengurus Wilayah pada muswil . . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Ketua Wilayah.Pengurus Daerah pada musda . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus Pusat pada munas . musda dan muscab. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. muswil. seorang Ketua Umum. (2) Tanggungjawab a. Pengurus Wilayah.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Cabang . daerah dan cabang b.

Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

formatur f. Jika tidak tercapai kuorum. Daerah. suara. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. cabang): Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. tetapi persidangan . Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Peninjau (Pengurus Wilayah. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Utusan: Mempunyai hak bicara.

Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. baik internal maupun eksternal d. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. c.ditunda selama 1 (satu) jam. Merumuskan rekomendasi. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat .

Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Apabila sampai waktu .Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. Utusan : Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai kuorum. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. memilih dan dipilih b. suara.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.

baik internal maupun eksternal d. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi.Peserta Musda terdiri dari : . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.penundaan jumlah korum tidak tercapai. c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau: .Pengurus daerah .Lembaga lembaga terkait . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih f. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Jika tidak tercapai kuorum.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Pengurus Cabang. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. suara. . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan .Anggota Luar biasa . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Utusan: .Anggota Kehormatan c.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Undangan: .

Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Merumuskan rekomendasi. baik internal maupun eksternal c.Anggota Luar biasa .Pengurus Cabang b. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. . (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Peninjau: . Utusan: . b. Undangan: .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara.Lembaga lembaga terkait .. Jika tidak tercapai korum. suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.

Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.b. daerah dan cabang a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. wilayah. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c.

Wilayah 15% d. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Cabang 60% b. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Daerah 20% c.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

(2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. Ditetapkan di : Denpasar . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education .Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . Info and Rating Reads: 5. please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. terus menerus. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Berdasarkan hal tersebut maka . Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan.himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan.

Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 3. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. fasilitator.perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. WAKTU. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. pakar. 2. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). pembimbing. praktisi. BAB I NAMA. Pasal 3 Tempat Kedudukan . Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola.

BAB II ASAS. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. LANDASAN.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya . (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. (5) Undang-Undang NO. SIFAT. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. bendera.dilaksanakan melalui musyawarah. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. BAB III MAKSUD. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. lencana. lagu. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. . 2. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna.

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. tingkat daerah dan tingkat cabang. . luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.

Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris .

disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. (2) Pengurus Wilayah.(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga .

BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 .BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b.

Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l . BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.1. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.2.4. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.Lambang. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Ukuran skala : 2 x 3 b. Warna kain biru muda c. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.3. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.

Pasal 2 Lagu. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia . Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Mars. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai pengelola. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b.

Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota . Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. d. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. c. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. b.Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. b.

Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum . Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a.

BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . Sebelum diberhentikan. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. (SKPS) e. nama yang bersangkutan direhabilitasi. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Apabila tidak ada perubahan. c. d.pemberhentian b. Jika pembelaan ditolak. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Jika pembelaan diterima. dijatuhkan skorsing.

Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Pengurus Wilayah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Daerah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. musda dan muscab dengan memperhatikan: . Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Anggota biasa yang aktif c. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. muswil. Wilayah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c.

ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Pengurus Pusat . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. muswil. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. wilayah. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (3) Pelantikan pengurus wilayah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan .(1) Nama calon ketua umum. musda dan muscab. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum.

Pengurus Wilayah. Pengurus Pusat. wilayah. Pengurus Cabang .b. (2) Tanggungjawab a. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. daerah dan cabang b. Pengurus Wilayah . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Daerah .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Pengurus Daerah dan Pengurus .

Pengurus Pusat pada munas . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Wilayah pada muswil . muswil.Pengurus Daerah pada musda . seorang Ketua Umum. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Ketua Wilayah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Indonesia . terhitung mulai disahkan oleh munas. musda dan muscab.

Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan . Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih b. cabang): Mempunyai hak bicara c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Jika tidak tercapai kuorum. Daerah. Peninjau (Pengurus Wilayah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.c. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan .dan tanggung jawab pengurus wilayah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. c. baik internal maupun eksternal d. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Merumuskan rekomendasi. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.

Utusan : Mempunyai hak bicara.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Peninjau : Mempunyai hak bicara c.c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. memilih dan dipilih b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai kuorum.

Lembaga lembaga terkait . baik internal maupun eksternal d.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Peninjau: . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Utusan: Mempunyai hak bicara.a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Utusan: .Anggota Luar biasa . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.Pengurus Cabang. suara. c.Anggota Kehormatan c. memilih dan dipilih .Ketua dan sekretaris cabang cabang . Undangan: .Pengurus daerah . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. . Merumuskan rekomendasi.Peserta Musda terdiri dari : a.

(5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Peninjau: Mempunyai hak bicara g.f. Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. baik internal maupun eksternal . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

suara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Undangan: . Utusan: .Pengurus Cabang b. memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Peninjau: . Jika tidak tercapai korum.Anggota Kehormatan c.Anggota Luar biasa .Lembaga lembaga terkait . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.c.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. .

Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. . (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.

wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. daerah dan cabang . Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.

a. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Cabang 60% b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Wilayah 15% d. Daerah 20% c. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas .Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.

.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

. Info and Rating Reads: 5.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p. p.Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

p. 3. 2. p. . p. p. p.

p. p. p. 4. p. .p. 5.

p. . p. p. p. p. 6.

p. p. 8. p. 7. . p. p.

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

p. p. .p. p. p. 16.

18. p. p. . 17.p. p. p.

4 p. More from this user PreviousNext 1. .p. 1 p. 5 p. 2. 1 p.

1 p. 5 p. 3.25 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .

document_comme 4gen Bottom of Form p. p. p. 1. . p. p.

p. p. p. 3. p.p. 2. .

p. 5. p.p. p. . p. 4.

p. . p.p. p. 6. p.

8. p. p. . p. 7.p. p.

p. p. 9.p. p. 10. . p.

p. .p. p. p. 11. p.

13. p. p. p.p. 12. . p.

p. . p. 15. p. p. 14.p.

p. p.p. . p. 16. p.

p. p. More from this user PreviousNext 1. p. 17. 1 p. 5 p. .

3. 4 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 . 2. 1 p. 25 p. 5 p.1 p.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

Iuran anggota b. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 .a. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.1. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.

dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Ukuran skala : 2 x 3 b.dinamika HIMPAUDI b.2. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.3. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Mars.4. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan . Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c.

Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Berstatus sebagai pengelola. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Mengisi formulir b. b. . Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.

Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. d. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang.c. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. b.

dijatuhkan skorsing. Sebelum diberhentikan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Apabila tidak ada perubahan. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a.a. c. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.

nama yang bersangkutan direhabilitasi. Jika pembelaan diterima. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. d. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. (SKPS) e. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Berpandangan luas dan bermoral baik . Daerah.mengajukan pembelaan. Wilayah. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Jika pembelaan ditolak. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b.

. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Anggota biasa yang aktif c. Daerah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. musda dan muscab. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Pengurus Wilayah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. muswil. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum.d. wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. muswil.

Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Pusat .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Daerah . (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Wilayah .

keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Ketua Daerah dan Ketua Cabang .Pengurus Pusat pada munas . musda dan muscab. daerah dan cabang b. terhitung mulai disahkan oleh munas. wilayah.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Daerah pada musda . muswil. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Pengurus Cabang .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a.Pengurus Wilayah pada muswil . seorang Ketua Umum. Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Ketua Wilayah.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. .

Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a.

Jika tidak tercapai kuorum. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. cabang): Mempunyai hak bicara c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.formatur f. Peninjau (Pengurus Wilayah. tetapi persidangan . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. Daerah. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Mempunyai hak bicara. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. suara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b.

Merumuskan rekomendasi. c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.ditunda selama 1 (satu) jam. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . baik internal maupun eksternal d. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai.

(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu . Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. suara.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Jika tidak tercapai kuorum.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Utusan : Mempunyai hak bicara. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Peserta Musda terdiri dari : . c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Merumuskan rekomendasi. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a.penundaan jumlah korum tidak tercapai. baik internal maupun eksternal d.

maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Anggota Luar biasa .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Pengurus Cabang.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Anggota Kehormatan c. Jika tidak tercapai kuorum. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. suara. Peninjau: . .a.Lembaga lembaga terkait . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: .Pengurus daerah . Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih f. Utusan: . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.

Merumuskan rekomendasi.Anggota Kehormatan c.Anggota Luar biasa . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. baik internal maupun eksternal c.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Peninjau: . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Undangan: . b.Pengurus Cabang b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Utusan: . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.

Lembaga lembaga terkait . (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. memilih dan dipilih b. Jika tidak tercapai korum. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Utusan: Mempunyai hak bicara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.b. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. wilayah. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. daerah dan cabang a. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.

000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Daerah 20% c. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Cabang 60% b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. Wilayah 15% d.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

. p. p. p.p. 8. 9. p.

p. p. . p. p. 10.p.

p. 12. p. . 11. p. p.p.

p. . 13. p. p.p. p. 14.

p. p. p.p. . p. 15.

p. p.p. p. 16. 17. p. .

p. p. p. . p. 18. More from this user PreviousNext 1. 1 p.

5 p. 3. . 4 p. 25 p. 2. 5 p. 1 p.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .