ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

tingkat daerah dan tingkat cabang. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Wilayah.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan .

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. (2) Pengurus Wilayah. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 . Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Sumbangan yang tidak mengikat c. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. .Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Iuran anggota b. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Filosofi Lambang HIMPAUDI : . Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.

Mars. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.(Posisi di tengah). Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) . Ukuran skala : 2 x 3 b. Warna kain biru muda c.1.4. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.2. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.3. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.

Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa . Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b.

Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. b. d. b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Mengisi formulir b. c. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a.

Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian . Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.

maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara.(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. c. Sebelum diberhentikan. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan . Jika pembelaan diterima. d. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Jika pembelaan ditolak. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Apabila tidak ada perubahan. (SKPS) e. dijatuhkan skorsing.

Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Anggota biasa yang aktif c. Pengurus Wilayah.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Daerah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Daerah. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Anggota biasa yang aktif c. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. muswil. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum.

Pengurus Wilayah .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. musda dan muscab.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. Pengurus Pusat . wilayah. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .(3) Pemilihan ketua umum. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. muswil.

Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah .Pengurus Daerah pada musda .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Cabang . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . .Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus . Pengurus Pusat. daerah dan cabang b.Pengurus Pusat pada munas . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. (2) Tanggungjawab a.Pengurus Wilayah pada muswil . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.. Pengurus Wilayah.

terhitung mulai disahkan oleh munas. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. seorang Ketua Umum. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Wilayah. muswil.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. musda dan muscab. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga .

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

Peninjau: . Utusan: Mempunyai hak bicara.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Pengurus daerah . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Jika tidak tercapai kuorum.Pengurus Cabang.Lembaga lembaga terkait . Undangan: . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. suara.d.Anggota Kehormatan c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Peserta Musda terdiri dari : a. memilih dan dipilih f.Anggota Luar biasa .

baik internal maupun eksternal c. Merumuskan rekomendasi. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. b. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.jam. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang.

. memilih dan dipilih b. Utusan: .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Luar biasa . Undangan: . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Pengurus Cabang b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Lembaga lembaga terkait . Peninjau: . Peninjau: Mempunyai hak bicara c. . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. suara.a.Anggota Kehormatan c. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Jika tidak tercapai korum.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah . ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.

c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. daerah dan cabang a.

Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Wilayah 15% d. Cabang 60% b. . BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Daerah 20% c.(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI . harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

please follow these directions to submit a copyright infringement notice. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.904 .BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Info and Rating Reads: 5. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . Report Cancel Bottom of Form This is a private document.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.

p. .Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p. p.

2. 3. . p. p. p. p. p.

p. 5. . p. p. p. 4.p.

p. p.p. 6. p. p. 7. .

p. p. . p. p. 8. p.

p. p. p. 10. 9.p. p. .

p. 11. . p. p. 12.p. p.

p.p. 13. . p. p. p.

p. 15. 14. . p. p. p. p.

p.p. 17. p. p. p. . 16.

18. p. p.p. . More from this user PreviousNext 1. p. p.

1 p. 1 p. 25 p. 5 p. . 4 p. 2.

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN . 1 p. 3.5 p.

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. terus menerus. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA. WAKTU. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a .

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. 2. 1. Pendidik dan tenaga kependidikan anak . HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. terus menerus. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa.

fasilitator. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. 1. 2. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. pembimbing. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. bulan Juni tahun . Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). praktisi. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pakar. 3. BAB I NAMA. WAKTU. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’.

(3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. LANDASAN. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. SIFAT. BAB II ASAS. (5) Undang-Undang NO.2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. .

TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB III MAKSUD. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB IV A T R I B U T . Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. 2.

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lencana. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN .Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. bendera. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. lagu. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua .Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. tingkat wilayah.

Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi .(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan.

Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per . Iuran anggota b. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a.(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.

tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

1. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang . Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.2. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.4.3. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.

Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan .(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Mars. Ukuran skala : 2 x 3 b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Warna kain biru muda c. Berstatus sebagai pengelola.

Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Mengisi formulir b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ . b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. c. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. d.a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b.

mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 . Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.daerah/ cabang. b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a.

Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. BAB III . Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. c. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Jika pembelaan ditolak. dijatuhkan skorsing. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. d. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Jika pembelaan diterima. Apabila tidak ada perubahan.Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. (SKPS) e. Sebelum diberhentikan.

Wilayah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Pengurus Wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Daerah.STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Daerah. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b.

ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (3) Pelantikan pengurus wilayah.munas. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . musda dan muscab. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. wilayah. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. muswil. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. muswil. Pengurus Pusat .

.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Daerah ..Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Wilayah . Pengurus Cabang . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .

Ketua Wilayah. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . musda dan muscab. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Pengurus Pusat pada munas . muswil.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.wilayah.Pengurus Daerah pada musda . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. seorang Ketua Umum. Pengurus Wilayah. Pengurus Pusat. daerah dan cabang b.Pengurus Wilayah pada muswil . terhitung mulai disahkan oleh munas. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.

Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Anggota Luar Biasa . Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.

tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Jika tidak tercapai kuorum. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota).Anggota Kehormatan c. memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. suara. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . Daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau (Pengurus Wilayah. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. cabang): Mempunyai hak bicara c.

Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Merumuskan rekomendasi.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. baik internal maupun eksternal d. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Anggota Luar biasa . c. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.

suara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Jika tidak tercapai kuorum.

Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. suara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. baik internal maupun eksternal d.Pengurus daerah .Peserta Musda terdiri dari : a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Merumuskan rekomendasi. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Peninjau: . . c.Lembaga lembaga terkait . Undangan: .Anggota Kehormatan c. Utusan: . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. memilih dan dipilih .Anggota Luar biasa .(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a.Pengurus Cabang.Ketua dan sekretaris cabang cabang . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Merumuskan rekomendasi. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. baik internal maupun eksternal . b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.f. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Peninjau: Mempunyai hak bicara g.

maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai korum.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Utusan: Mempunyai hak bicara.Pengurus Cabang b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau: . suara.Lembaga lembaga terkait . . memilih dan dipilih b.c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Undangan: .Anggota Luar biasa . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.Anggota Kehormatan c.

. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. daerah dan cabang . Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. wilayah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.

Daerah 20% c. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.a. Cabang 60% b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Wilayah 15% d.

Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . please follow these directions to submit a copyright infringement notice.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. Info and Rating Reads: 5.Report Cancel Bottom of Form This is a private document. p. p.

3. . 2. p.p. p. p. p.

. p. 4. p. 5.p. p. p.

p. . p.p. p. p. 6.

8. p. p. p.p. 7. p. .

p. . p. 9.p. p. p. 10.

p.p. . p. 11. p. p.

p. p. 12.p. 13. . p. p.

p. 15. p. p. . p. 14. p.

16. p.p. p. . p. p.

17. p. p. .p. 18. p. p.

2. . 4 p.p. 1 p. More from this user PreviousNext 1. 1 p. 5 p.

1 p. 3. 5 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .25 p.

dan menjadi panutan bagi anak usia dini. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). praktisi. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: . fasilitator. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). LANDASAN. pakar. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. pembimbing. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam).document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. BAB II ASAS. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. SIFAT. 3.

Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. BAB III MAKSUD. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan .

lencana. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan . lagu. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. 2.profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.

Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. tingkat wilayah. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum . Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .

(2) Pengurus Wilayah. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN . Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. terus menerus. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. . BAB I NAMA. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. WAKTU.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

2. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. 3. praktisi. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. SIFAT. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru).Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. LANDASAN. pakar. pembimbing. fasilitator. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). BAB II ASAS. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). .

(3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. BAB III MAKSUD. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (6) Peraturan Pemerintah NO.(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 10 F u n g s i . (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO.

bendera. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 2.HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. . lencana. lagu.

Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. tingkat wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat . (2) Pengurus Wilayah. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 .lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.

BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. Iuran anggota b. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan .ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.1. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.

Warna kain biru muda c. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Mars.2.dinamika HIMPAUDI b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .4. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a.3. Ukuran skala : 2 x 3 b.

.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Mengisi formulir b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. b.

c. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. d. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. b.

Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Sebelum diberhentikan. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.a. c. Apabila tidak ada perubahan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. dijatuhkan skorsing. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a.

(SKPS) e. Jika pembelaan diterima. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. d. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Berpandangan luas dan bermoral baik . Daerah.mengajukan pembelaan. Jika pembelaan ditolak. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Wilayah. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. nama yang bersangkutan direhabilitasi.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d.

sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Pernah menjadi anggota pengurus aktif.d. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. muswil. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. muswil. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Pengurus Wilayah. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. wilayah. . Anggota biasa yang aktif c. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Daerah. musda dan muscab. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Berpandangan luas dan bermoral baik d. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.

Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Wilayah . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Daerah . Pengurus Pusat .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.

Ketua Daerah dan Ketua Cabang . Ketua Wilayah. Pengurus Pusat.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus Pusat pada munas . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. (2) Tanggungjawab a.Pengurus Daerah pada musda . musda dan muscab. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. terhitung mulai disahkan oleh munas. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Wilayah. muswil. Pengurus Cabang . seorang Ketua Umum.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. wilayah. daerah dan cabang b.

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Peninjau (Pengurus Wilayah.formatur f. memilih dan dipilih b. suara. tetapi persidangan . Utusan: Mempunyai hak bicara. cabang): Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Daerah. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b.

c. Merumuskan rekomendasi. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang.ditunda selama 1 (satu) jam. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. baik internal maupun eksternal d. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.

Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Apabila sampai waktu . suara. memilih dan dipilih b.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum.

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. baik internal maupun eksternal d. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Merumuskan rekomendasi. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.penundaan jumlah korum tidak tercapai.Peserta Musda terdiri dari : . c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.

memilih dan dipilih f.Pengurus daerah . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau: . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. .a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Undangan: .Anggota Luar biasa .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Utusan: Mempunyai hak bicara. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . Utusan: .Anggota Kehormatan c.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Lembaga lembaga terkait . Jika tidak tercapai kuorum.Pengurus Cabang.

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.Anggota Luar biasa .Anggota Kehormatan c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. b.Pengurus Cabang b. Peninjau: .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Merumuskan rekomendasi. Utusan: . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. baik internal maupun eksternal c. Undangan: .

suara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.Lembaga lembaga terkait . memilih dan dipilih b.. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Utusan: Mempunyai hak bicara. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai korum. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.

Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. daerah dan cabang a. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. wilayah. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.b.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . Daerah 20% c. Wilayah 15% d. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Cabang 60% b.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. Ditetapkan di : Denpasar . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Info and Rating Reads: 5. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .

Berdasarkan hal tersebut maka . Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh.himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. terus menerus.

Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). fasilitator. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. 3. BAB I NAMA. pakar. 2. 1. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. Pasal 3 Tempat Kedudukan . WAKTU. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). pembimbing.perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. praktisi.

SIFAT. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. LANDASAN. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (5) Undang-Undang NO. (6) Peraturan Pemerintah NO. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. BAB II ASAS. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya . (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945.

TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. . Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. lagu. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.dilaksanakan melalui musyawarah. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. lencana. bendera. BAB III MAKSUD. 2.

serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. . tingkat wilayah. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. tingkat daerah dan tingkat cabang.

Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah.

Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga . (2) Pengurus Wilayah. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Iuran anggota b.BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 . Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l .

Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Warna kain biru muda c. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.4.3.2.1. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.Lambang. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Ukuran skala : 2 x 3 b.

Mars.Pasal 2 Lagu. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia . Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.

Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. d. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab.Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota . b. c.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum . Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.

Jika pembelaan ditolak. Jika pembelaan diterima. Sebelum diberhentikan. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. (SKPS) e. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali.pemberhentian b. dijatuhkan skorsing. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . c. Apabila tidak ada perubahan. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. d. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara.

Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Pengurus Wilayah. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. muswil. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Anggota biasa yang aktif c. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Daerah. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. musda dan muscab dengan memperhatikan: . Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum.

ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. (3) Pelantikan pengurus wilayah. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. wilayah.(1) Nama calon ketua umum. Pengurus Pusat .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. musda dan muscab. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. muswil.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan . (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .

Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. wilayah. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. daerah dan cabang b. (2) Tanggungjawab a. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Cabang .b.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. Pengurus Wilayah . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Pusat. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Daerah dan Pengurus . Pengurus Daerah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. .

terhitung mulai disahkan oleh munas.Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus Pusat pada munas . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. muswil. seorang Ketua Umum. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Ketua Wilayah. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Indonesia .Pengurus Daerah pada musda . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. musda dan muscab.

Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan . Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.

Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Peninjau (Pengurus Wilayah. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . cabang): Mempunyai hak bicara c. Utusan: Mempunyai hak bicara. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). memilih dan dipilih b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Daerah.

baik internal maupun eksternal d.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan . Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c.dan tanggung jawab pengurus wilayah.

tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan : Mempunyai hak bicara. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. memilih dan dipilih b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Jika tidak tercapai kuorum. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. suara.c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

.Pengurus Cabang.Ketua dan sekretaris cabang cabang . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. memilih dan dipilih .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Utusan: . suara. c.Lembaga lembaga terkait . Merumuskan rekomendasi. Utusan: Mempunyai hak bicara. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Anggota Kehormatan c.Anggota Luar biasa . Undangan: . baik internal maupun eksternal d.a. Peninjau: .Pengurus daerah .Peserta Musda terdiri dari : a.

tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. baik internal maupun eksternal . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Jika tidak tercapai kuorum. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.f. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. b. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Merumuskan rekomendasi. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.c. Peninjau: . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.Lembaga lembaga terkait . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: . . memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Utusan: .Anggota Kehormatan c. suara.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Jika tidak tercapai korum.Anggota Luar biasa .Pengurus Cabang b.

Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. .(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan.

daerah dan cabang . Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.

Wilayah 15% d. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Cabang 60% b.a. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Daerah 20% c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas .

ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. . please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

Report Cancel Bottom of Form This is a private document. p. . Info and Rating Reads: 5. p.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.

p. p. . 2.p. 3. p. p.

5. p. p. . 4.p. p. p.

p. p. 6. . p. p. p.

p. . p. 8. p. 7. p. p.

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

p. 16. . p. p. p. p.

17. p.p. . 18. p. p. p.

5 p. .p. 4 p. 1 p. 2. 1 p. More from this user PreviousNext 1.

25 p. 1 p. 5 p. 3. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .

1. p.document_comme 4gen Bottom of Form p. p. . p. p.

p. p. 3. p. 2. . p.p.

.p. 5. p. 4. p. p. p.

p. p. p. . p. 6.p.

. p. p. p. 8.p. p. 7.

9. p. p. . 10. p.p. p.

11. p. . p. p. p.p.

p.p. . p. p. 13. 12. p.

.p. 15. p. p. p. p. 14.

p. p. . 16.p. p. p.

p. 1 p. p. 5 p.p. 17. More from this user PreviousNext 1. .

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 .1 p. 25 p. 1 p. 4 p. 5 p. 3. 2.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

Sumbangan yang tidak mengikat c.a. Iuran anggota b. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

1. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan .ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.

Ukuran skala : 2 x 3 b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a.3.4. Warna kain biru muda c. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Mars. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .2.dinamika HIMPAUDI b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.

Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Mengisi formulir b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. . b.

c. d. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.

c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. dijatuhkan skorsing. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Apabila tidak ada perubahan. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Sebelum diberhentikan.

Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Daerah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b.mengajukan pembelaan. (SKPS) e. d. Jika pembelaan diterima. Berpandangan luas dan bermoral baik . Anggota biasa yang aktif c. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Jika pembelaan ditolak.

Anggota biasa yang aktif c. muswil. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Daerah. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Berpandangan luas dan bermoral baik d. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. .d. musda dan muscab. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. muswil. wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Pengurus Wilayah. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat.

(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. Pengurus Wilayah . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . (3) Pelantikan pengurus wilayah. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Pusat .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Daerah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. musda dan muscab. Pengurus Wilayah. Pengurus Pusat.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. seorang Ketua Umum.Pengurus Pusat pada munas . (2) Tanggungjawab a. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus Daerah pada musda . . Ketua Wilayah. wilayah. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus Wilayah pada muswil . muswil. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . daerah dan cabang b. Pengurus Cabang . terhitung mulai disahkan oleh munas.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.

Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

memilih dan dipilih b. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. suara. Utusan: Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan . cabang): Mempunyai hak bicara c. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Daerah. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b.formatur f. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau (Pengurus Wilayah.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.ditunda selama 1 (satu) jam. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan rekomendasi. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. baik internal maupun eksternal d. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota).

Utusan : Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu . suara. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Jika tidak tercapai kuorum. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). c. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.penundaan jumlah korum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Peserta Musda terdiri dari : . (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan rekomendasi. baik internal maupun eksternal d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah.

Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Utusan: Mempunyai hak bicara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. suara.Anggota Kehormatan c.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Undangan: . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Lembaga lembaga terkait . Jika tidak tercapai kuorum.Pengurus Cabang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Pengurus daerah . memilih dan dipilih f. .a. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . Utusan: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Luar biasa . Peninjau: .

Pengurus Cabang b.Anggota Luar biasa .(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Undangan: .Anggota Kehormatan c. . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Merumuskan rekomendasi. baik internal maupun eksternal c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Utusan: . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. b. Peninjau: . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.

Lembaga lembaga terkait . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai..Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. suara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. memilih dan dipilih b. Jika tidak tercapai korum. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Mempunyai hak bicara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang a. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.b. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.

Daerah 20% c. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. Wilayah 15% d.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Cabang 60% b.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a.

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

p. p.p. p. p. 8. 9. .

. 10. p.p. p. p. p.

p. 12.p. p. 11. . p. p.

p. p. 14. . p. p. p. 13.

. 15. p. p.p. p. p.

17. . p. 16. p. p. p.p.

18. 1 p. p.p. . p. More from this user PreviousNext 1. p.

25 p. 1 p.5 p. 4 p. 2. 5 p. 3. .

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .1 p.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful