ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan . tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. tingkat wilayah. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .dalam Anggaran Rumah Tangga.

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 .Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Iuran anggota b. . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : . Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.

3. Warna kain biru muda c. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.2. Mars. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.(Posisi di tengah). dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) .1.4. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.

Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa . Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.

b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. d.a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. c. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. b. Mengisi formulir b.

Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian . Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b.membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a.

(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Sebelum diberhentikan. Jika pembelaan diterima.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan . BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. d. nama yang bersangkutan direhabilitasi. dijatuhkan skorsing. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Apabila tidak ada perubahan. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. c. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. (SKPS) e. Jika pembelaan ditolak.

dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Anggota biasa yang aktif c. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Daerah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . Berpandangan luas dan bermoral baik d. muswil. Wilayah. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Daerah. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Anggota biasa yang aktif c.

daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. wilayah. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. musda dan muscab. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Pengurus Pusat . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . muswil.(3) Pemilihan ketua umum. (3) Pelantikan pengurus wilayah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.

Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Cabang . Pengurus Wilayah. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus Daerah pada musda .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang b.Pengurus Pusat pada munas . Pengurus Daerah .Pengurus Wilayah pada muswil . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus .. . Pengurus Pusat. wilayah. (2) Tanggungjawab a. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .

seorang Ketua Umum. muswil.(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. musda dan muscab. terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga . Ketua Wilayah.

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

suara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. . Undangan: .Ketua dan sekretaris cabang cabang .Pengurus Cabang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Pengurus daerah . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Jika tidak tercapai kuorum. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.d. Peninjau: .Peserta Musda terdiri dari : a.Anggota Kehormatan c. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih f.Anggota Luar biasa . Utusan: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Lembaga lembaga terkait .

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Merumuskan rekomendasi. b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.jam. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.

suara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai korum. Utusan: Mempunyai hak bicara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Undangan: . Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Lembaga lembaga terkait . memilih dan dipilih b. Peninjau: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. .Pengurus Cabang b. Utusan: .Anggota Luar biasa . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.a.Anggota Kehormatan c. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. .

Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah . Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah.c. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. daerah dan cabang a. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.

Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. Wilayah 15% d.(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. . Daerah 20% c. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Cabang 60% b.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a.

maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI . harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

Info and Rating Reads: 5. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .904 .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Report Cancel Bottom of Form This is a private document. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.

p.Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p. . p.

p. 3. p. p.2. . p. p.

p. p. p. . 4. p. p. 5.

7.p. p. . 6. p. p. p.

8. p. p.p. . p. p.

10. p. p. 9. p. p.p. .

11.p. p. p. . p. 12. p.

13. p. . p. p.p. p.

p. 15. . p.p. p. 14. p.

. p. p. p. 16. p.p. 17.

18. p. p.p. . p. p. More from this user PreviousNext 1.

.1 p. 1 p. 25 p. 2. 5 p. 4 p.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN .5 p. 3.

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. terus menerus.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a . Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. WAKTU. BAB I NAMA.

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak . Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. 2.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. terus menerus. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa.

usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). fasilitator. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. bulan Juni tahun . Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). dan menjadi panutan bagi anak usia dini. WAKTU. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. pembimbing. pakar. 1. praktisi. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. 3. BAB I NAMA. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola.

SIFAT. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. . (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. LANDASAN. (6) Peraturan Pemerintah NO. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. BAB II ASAS. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna.Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD. 2. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T .

Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. lagu. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN . lencana. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. bendera.

tingkat daerah dan tingkat cabang.Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pengurus Wilayah. tingkat wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua . Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. (2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi .

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per . Iuran anggota b. Sumbangan yang tidak mengikat c.(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.

tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) .

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang .4.3.============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.2. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.1. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.

Ukuran skala : 2 x 3 b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan . Mars. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c.(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.

a. b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. d. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Mengisi formulir b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ . b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. c.

mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 .daerah/ cabang. b.

Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. c. d. dijatuhkan skorsing.Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Jika pembelaan diterima. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. BAB III . nama yang bersangkutan direhabilitasi. Apabila tidak ada perubahan. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. (SKPS) e. Jika pembelaan ditolak. Sebelum diberhentikan. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.

STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Anggota biasa yang aktif c. Anggota biasa yang aktif c. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Daerah. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Daerah. Pengurus Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Berpandangan luas dan bermoral baik d. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Berpandangan luas dan bermoral baik d.

Pengurus Pusat .munas. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. muswil. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. wilayah. muswil. musda dan muscab. (3) Pelantikan pengurus wilayah. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum.

. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . .Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah . . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Daerah .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Cabang . (2) Tanggungjawab a. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.

Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Pengurus Wilayah.Pengurus Pusat pada munas . Ketua Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . daerah dan cabang b. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Wilayah pada muswil . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah . musda dan muscab.Pengurus Daerah pada musda .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. muswil. Pengurus Pusat.wilayah. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. seorang Ketua Umum. terhitung mulai disahkan oleh munas. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.

Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa .Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.Anggota Kehormatan c. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. cabang): Mempunyai hak bicara c. Utusan: Mempunyai hak bicara. suara. Peninjau (Pengurus Wilayah. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai.

Merumuskan rekomendasi. Anggota Luar biasa .Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. c. baik internal maupun eksternal d. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah.

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Anggota Kehormatan c. memilih dan dipilih b. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Jika tidak tercapai kuorum. suara. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Utusan : Mempunyai hak bicara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau : Mempunyai hak bicara c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.

Anggota Kehormatan c. Merumuskan rekomendasi. c. .Peserta Musda terdiri dari : a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Peninjau: . baik internal maupun eksternal d. Utusan: .Pengurus daerah . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Pengurus Cabang.Anggota Luar biasa . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a.Lembaga lembaga terkait . suara. memilih dan dipilih . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Utusan: Mempunyai hak bicara.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Undangan: . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. baik internal maupun eksternal . Merumuskan rekomendasi. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.f. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Jika tidak tercapai kuorum. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. b. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Peninjau: Mempunyai hak bicara g.

maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.Pengurus Cabang b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.c. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.Lembaga lembaga terkait . Utusan: . Utusan: Mempunyai hak bicara.Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Anggota Luar biasa . memilih dan dipilih b. Undangan: . . suara. Jika tidak tercapai korum.

Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. . BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.

Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. daerah dan cabang . ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 .000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.a. Cabang 60% b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Wilayah 15% d. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Daerah 20% c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. BAB VI SUMBER PENDAPATAN.

(2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas .

.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . please follow these directions to submit a copyright infringement notice. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Report Cancel Bottom of Form This is a private document. p. p. Info and Rating Reads: 5. .904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.

p. p. p. 3.p. p. 2. .

5.p. p. p. 4. p. . p.

6. p.p. p. p. . p.

7.p. p. p. p. 8. . p.

p. 10. 9. p. . p. p.p.

p.p. p. p. . p. 11.

p. p. 13. 12. p. p. . p.

p. . 14. p.p. p. p. 15.

p. p. .p. p. 16. p.

p. 17. p. p. . p. p. 18.

. 1 p.p. 5 p. 1 p. More from this user PreviousNext 1. 4 p. 2.

5 p.25 p. 1 p. 3. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .

LANDASAN. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). praktisi. SIFAT.document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. BAB II ASAS. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pembimbing. fasilitator. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). 3. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: . Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. pakar.

TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna.(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (5) Undang-Undang NO. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan . (6) Peraturan Pemerintah NO. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

bendera. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. lagu. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. lencana. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan .profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. 2. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pengurus Wilayah. tingkat wilayah. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum .Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. tingkat daerah dan tingkat cabang. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.

(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .

Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (2) Pengurus Wilayah. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN .

1. terus menerus. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. . BAB I NAMA. WAKTU. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. BAB II ASAS. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. praktisi. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. SIFAT.2. pakar. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. 3.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. . Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). pembimbing. fasilitator. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna.(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (5) Undang-Undang NO. BAB III MAKSUD. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i . Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. lencana. 2. . lagu.HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang.

BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. tingkat wilayah.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

(2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat . Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan.

Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 .

Sumbangan yang tidak mengikat c.(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.1.

Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .3.dinamika HIMPAUDI b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.2. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Mars. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a.4. Warna kain biru muda c.

b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Mengisi formulir b. . Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.

Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . d. b. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.a. c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Apabila tidak ada perubahan. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. dijatuhkan skorsing. Sebelum diberhentikan.

Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Jika pembelaan diterima. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Berpandangan luas dan bermoral baik . dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. d. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Wilayah. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Daerah. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Jika pembelaan ditolak.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. (SKPS) e.mengajukan pembelaan. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian.

muswil. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. . Pengurus Wilayah. Anggota biasa yang aktif c. musda dan muscab. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. muswil. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Daerah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. wilayah. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Berpandangan luas dan bermoral baik d. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b.d. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e.

Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pengurus Pusat . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah . Pengurus Wilayah .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

musda dan muscab.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. terhitung mulai disahkan oleh munas. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. seorang Ketua Umum. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Ketua Daerah dan Ketua Cabang .Pengurus Pusat pada munas .Pengurus Wilayah pada muswil . (2) Tanggungjawab a. .Pengurus Daerah pada musda .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Wilayah. wilayah. muswil. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Pengurus Pusat.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang b. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Wilayah. Pengurus Cabang .

Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.

Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau (Pengurus Wilayah.formatur f. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan: Mempunyai hak bicara. suara. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. cabang): Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. tetapi persidangan . Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.

baik internal maupun eksternal d.ditunda selama 1 (satu) jam. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Merumuskan rekomendasi. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.

suara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Jika tidak tercapai kuorum.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. memilih dan dipilih b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. Utusan : Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.

Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Peserta Musda terdiri dari : . maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. baik internal maupun eksternal d. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a.penundaan jumlah korum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. c.

Utusan: Mempunyai hak bicara.Pengurus daerah . Utusan: . Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau: . memilih dan dipilih f.Lembaga lembaga terkait . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Peninjau: Mempunyai hak bicara g.Anggota Kehormatan c.Pengurus Cabang. Undangan: .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . suara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.a.Anggota Luar biasa . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.

(3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Undangan: .(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Merumuskan rekomendasi. Utusan: . .Anggota Luar biasa . b. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Peninjau: . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.Pengurus Cabang b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.Anggota Kehormatan c.

Utusan: Mempunyai hak bicara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa .Lembaga lembaga terkait . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai korum. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. suara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. memilih dan dipilih b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam..

BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah.

wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. daerah dan cabang a.b. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.

Wilayah 15% d. Daerah 20% c.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . Cabang 60% b.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. Ditetapkan di : Denpasar . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Info and Rating Reads: 5. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education .

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. terus menerus. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Berdasarkan hal tersebut maka . Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan.himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.

TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. pembimbing. BAB I NAMA. 3. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 1. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). WAKTU. 2. fasilitator. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam).perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. praktisi. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. pakar. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Pasal 3 Tempat Kedudukan .

Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya . (5) Undang-Undang NO. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. LANDASAN. SIFAT. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB III MAKSUD. .dilaksanakan melalui musyawarah. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. bendera. lencana. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. 2. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. lagu.

Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. . Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.

Pengurus Wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. (2) Pengurus Wilayah. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga . Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.

Sumbangan yang tidak mengikat c.BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Iuran anggota b. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 . Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l .

Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Ukuran skala : 2 x 3 b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Warna kain biru muda c.3. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.1. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.4.Lambang.2.

Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia .Pasal 2 Lagu. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Berstatus sebagai pengelola. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Mars. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.

Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. b. b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota . Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. d. c. Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.

Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum .(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.

Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. c. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Sebelum diberhentikan. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.pemberhentian b. d. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Apabila tidak ada perubahan. dijatuhkan skorsing. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . Jika pembelaan diterima. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Jika pembelaan ditolak. (SKPS) e. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali.

Pengurus Wilayah.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Daerah.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. muswil. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Anggota biasa yang aktif c. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Anggota biasa yang aktif c. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah. musda dan muscab dengan memperhatikan: .

(1) Nama calon ketua umum. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pengurus Pusat . muswil. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan . wilayah. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. musda dan muscab. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum.

Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a. . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Pengurus Cabang . Pengurus Daerah dan Pengurus . Pengurus Pusat.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Daerah . daerah dan cabang b.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah . wilayah.b. Pengurus Wilayah. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.

Pengurus Wilayah pada muswil . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. seorang Ketua Umum.Indonesia . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.Pengurus Daerah pada musda . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. musda dan muscab.Pengurus Pusat pada munas . muswil. terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Ketua Wilayah.

Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan .(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f.

suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Jika tidak tercapai kuorum.c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau (Pengurus Wilayah. cabang): Mempunyai hak bicara c. memilih dan dipilih b. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . Daerah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Mempunyai hak bicara.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. c.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.dan tanggung jawab pengurus wilayah. Merumuskan rekomendasi. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan . Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. baik internal maupun eksternal d.

Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan : Mempunyai hak bicara.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. suara. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah.c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . memilih dan dipilih b.

c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Utusan: .Pengurus Cabang. baik internal maupun eksternal d.Lembaga lembaga terkait . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Pengurus daerah . . Peninjau: .Ketua dan sekretaris cabang cabang . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Utusan: Mempunyai hak bicara.a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Undangan: .Peserta Musda terdiri dari : a. suara. memilih dan dipilih .Anggota Luar biasa .Anggota Kehormatan c.

tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Jika tidak tercapai kuorum. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.f. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. baik internal maupun eksternal . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.

Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Utusan: . Peninjau: . Undangan: . suara.Pengurus Cabang b.Anggota Luar biasa . Utusan: Mempunyai hak bicara. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa .c. memilih dan dipilih b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Anggota Kehormatan c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Lembaga lembaga terkait . Jika tidak tercapai korum. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.

(4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. . BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. wilayah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang . Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Cabang 60% b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Wilayah 15% d.a. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Daerah 20% c.

BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

p. .904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. Info and Rating Reads: 5. p.Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

p. . p. p. 2. p.p. 3.

. p. p.p. 5. 4. p. p.

p.p. p. 6. p. . p.

p. p. .p. 7. p. p. 8.

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

p.p. p. p. p. 16. .

p.p. p. 17. p. . p. 18.

2.p. 1 p. 4 p. 1 p. . More from this user PreviousNext 1. 5 p.

5 p. 3.25 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 1 p.

p. 1. . p. p. p.document_comme 4gen Bottom of Form p.

. p.p. p. p. 3. p. 2.

p. 5. 4.p. p. . p. p.

. p. p. 6. p. p.p.

7.p. p. p. 8. . p. p.

p. 9. . p. p.p. 10. p.

. p. p. p.p. p. 11.

p. 12. p.p. p. 13. p. .

p.p. p. 15. . 14. p. p.

16. p. p.p. . p. p.

. 17. p. p. 1 p. 5 p.p. More from this user PreviousNext 1.

1 p. 3. 4 p. 2. 5 p. 1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 . 25 p.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Iuran anggota b.a. Sumbangan yang tidak mengikat c. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 .

Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan .1. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.

Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Ukuran skala : 2 x 3 b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.dinamika HIMPAUDI b.2. Warna kain biru muda c. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.3. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan . Mars.4. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.

Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Berstatus sebagai pengelola. Mengisi formulir b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. . Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b.

b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.c. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. d. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. b.

c.a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Apabila tidak ada perubahan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. dijatuhkan skorsing. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Sebelum diberhentikan. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.

(SKPS) e.mengajukan pembelaan. Anggota biasa yang aktif c. d. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Jika pembelaan ditolak. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Jika pembelaan diterima. Wilayah. Berpandangan luas dan bermoral baik . Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Daerah. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a.

ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a.d. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Anggota biasa yang aktif c. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Pengurus Wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. muswil. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. . wilayah. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. musda dan muscab. Daerah. muswil. Berpandangan luas dan bermoral baik d. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e.

(3) Pelantikan pengurus wilayah. Pengurus Wilayah .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pengurus Pusat .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai .

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Pusat pada munas . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Pengurus Pusat. .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. terhitung mulai disahkan oleh munas.Pengurus Daerah pada musda . Ketua Wilayah. Pengurus Cabang . seorang Ketua Umum. musda dan muscab. wilayah. Pengurus Wilayah. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus Wilayah pada muswil . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. muswil. (2) Tanggungjawab a. daerah dan cabang b.

Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Jika tidak tercapai kuorum. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. cabang): Mempunyai hak bicara c. tetapi persidangan . Utusan: Mempunyai hak bicara. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau (Pengurus Wilayah. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.formatur f. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Daerah. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat .ditunda selama 1 (satu) jam. baik internal maupun eksternal d. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi. c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan : Mempunyai hak bicara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Apabila sampai waktu .(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. memilih dan dipilih b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. suara. Jika tidak tercapai kuorum. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.

Peserta Musda terdiri dari : . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. c. baik internal maupun eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan rekomendasi. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.penundaan jumlah korum tidak tercapai.

Anggota Kehormatan c. Jika tidak tercapai kuorum. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Ketua dan sekretaris cabang cabang . suara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.a. . Undangan: . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Peninjau: . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Lembaga lembaga terkait . Utusan: . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Pengurus Cabang. memilih dan dipilih f. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Anggota Luar biasa . Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Pengurus daerah .

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Undangan: . baik internal maupun eksternal c.Anggota Luar biasa . b. Peninjau: . Utusan: .Anggota Kehormatan c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi.Pengurus Cabang b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

Jika tidak tercapai korum. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung..Lembaga lembaga terkait . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. memilih dan dipilih b. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . suara. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.

Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.

Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.b. wilayah. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.

Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Daerah 20% c. Wilayah 15% d. Cabang 60% b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

8. p.p. p. 9. p. . p.

p. 10.p. p. p. . p.

12.p. p. p. p. p. 11. .

. p. 14.p. p. p. 13. p.

15. . p. p. p. p.p.

17. . p. p.p. p. p. 16.

p. p. p. More from this user PreviousNext 1. p. . 1 p. 18.

5 p. 2. 4 p. 3. 1 p. 25 p. 5 p. .

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .