P. 1
ADART PAUD

ADART PAUD

|Views: 1,680|Likes:
Dipublikasikan oleh Isning Karwati

More info:

Published by: Isning Karwati on Apr 27, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2015

pdf

text

original

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. Pengurus Wilayah. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan . tingkat daerah dan tingkat cabang.

dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .

Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 . (2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.

Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. . Sumbangan yang tidak mengikat c.Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b.

Filosofi Lambang HIMPAUDI : .BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.

Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.1. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Mars. Warna kain biru muda c. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) . Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Ukuran skala : 2 x 3 b.3.2.4.(Posisi di tengah).

Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa . Berstatus sebagai pengelola.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.

mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi formulir b. b. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab.a. d. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. c. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian .membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a.

nama yang bersangkutan direhabilitasi. Apabila tidak ada perubahan. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. c. (SKPS) e. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Jika pembelaan diterima. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c.(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Sebelum diberhentikan. d. dijatuhkan skorsing. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Jika pembelaan ditolak. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan .

Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pengurus Wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Wilayah. Anggota biasa yang aktif c. Daerah. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. muswil. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . Anggota biasa yang aktif c. Daerah.

Pengurus Wilayah . wilayah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. muswil. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Pusat .(3) Pemilihan ketua umum. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. (3) Pelantikan pengurus wilayah. musda dan muscab. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Pengurus Daerah .Pengurus Wilayah pada muswil . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. (2) Tanggungjawab a. Pengurus Wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. daerah dan cabang b.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus . wilayah.Pengurus Pusat pada munas .Pengurus Daerah pada musda . Pengurus Pusat.. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Cabang .

Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a.(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. muswil. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. musda dan muscab. terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Wilayah. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga . seorang Ketua Umum.

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Undangan: .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Utusan: Mempunyai hak bicara. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). . Jika tidak tercapai kuorum. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Peserta Musda terdiri dari : a. Utusan: . suara.Pengurus Cabang. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Lembaga lembaga terkait .Ketua dan sekretaris cabang cabang .Pengurus daerah .Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. memilih dan dipilih f.d.Anggota Luar biasa . Peninjau: .

b. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. baik internal maupun eksternal c.jam. Merumuskan rekomendasi. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.a. Undangan: . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Lembaga lembaga terkait .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Utusan: Mempunyai hak bicara. suara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.Anggota Kehormatan c. Peninjau: .Pengurus Cabang b. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. . . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a.Anggota Luar biasa .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai korum. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. memilih dan dipilih b. Utusan: .

(4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah . ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.

Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. daerah dan cabang a. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. wilayah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.

.(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. Wilayah 15% d.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Daerah 20% c. Cabang 60% b. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

904 .BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . Report Cancel Bottom of Form This is a private document.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Info and Rating Reads: 5.

p. . p.Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p.

3. p. p.2. . p. p. p.

. p. 4. 5. p. p.p. p.

p. p.p. p. p. 6. . 7.

8. p. p. p.p. p. .

9. p.p. p. p. . p. 10.

p. p. 11.p. . p. 12. p.

p. p. . p. p. 13. p.

p. 15. . p. p.p. 14. p.

. p. 17. p.p. p. 16. p.

18.p. p. p. p. p. More from this user PreviousNext 1. .

5 p. . 1 p. 25 p. 2.1 p. 4 p.

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN .5 p. 1 p. 3.

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. WAKTU. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. terus menerus. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. BAB I NAMA. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a .

Pendidik dan tenaga kependidikan anak . 1. 2. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. terus menerus.

3. 1. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong.usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). pembimbing. 2. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. praktisi. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). BAB I NAMA. pakar. WAKTU. fasilitator. bulan Juni tahun . HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam).

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. LANDASAN. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (5) Undang-Undang NO. BAB II ASAS. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. SIFAT. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia.2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. . (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. (6) Peraturan Pemerintah NO.

Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. BAB IV A T R I B U T . Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. BAB III MAKSUD. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2.Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1.

Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lagu. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lencana. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN .Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa.

tingkat wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pengurus Wilayah. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua . Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi . (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

Iuran anggota b. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per .(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Sumbangan yang tidak mengikat c. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a.

BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) .tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.4.3.============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.2.1. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang .

Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Mars. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Warna kain biru muda c. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan . dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a.

mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. c. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ . Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Mengisi formulir b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. d.a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.

Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. b.daerah/ cabang. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 . Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.

Sebelum diberhentikan. Apabila tidak ada perubahan. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. c. d. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan.Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Jika pembelaan diterima. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. BAB III . dijatuhkan skorsing. nama yang bersangkutan direhabilitasi. (SKPS) e. Jika pembelaan ditolak. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.

Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Daerah. Daerah. Anggota biasa yang aktif c. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Berpandangan luas dan bermoral baik d.STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Pengurus Wilayah. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Berpandangan luas dan bermoral baik d. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Wilayah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Anggota biasa yang aktif c.

musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. muswil. wilayah.munas. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. muswil. Pengurus Pusat .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. musda dan muscab. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat.

keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Wilayah .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.. Pengurus Cabang . . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah .

Pengurus Pusat. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. daerah dan cabang b. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Pengurus Wilayah pada muswil . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. muswil.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.wilayah. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. terhitung mulai disahkan oleh munas. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. musda dan muscab. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah . Pengurus Wilayah. seorang Ketua Umum.Pengurus Pusat pada munas .Pengurus Daerah pada musda . Ketua Wilayah.

Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d.Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Anggota Luar Biasa .

memilih dan dipilih b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. cabang): Mempunyai hak bicara c.Anggota Kehormatan c. Jika tidak tercapai kuorum. Daerah. suara. Utusan: Mempunyai hak bicara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau (Pengurus Wilayah. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai.

Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Merumuskan rekomendasi.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. c. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Anggota Luar biasa . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. baik internal maupun eksternal d. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.

Peninjau : Mempunyai hak bicara c.Anggota Kehormatan c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Jika tidak tercapai kuorum. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan : Mempunyai hak bicara. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. suara.

(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. suara.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Anggota Luar biasa . baik internal maupun eksternal d.Anggota Kehormatan c.Pengurus daerah . Merumuskan rekomendasi. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Peserta Musda terdiri dari : a. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Lembaga lembaga terkait . Peninjau: . memilih dan dipilih . . Utusan: . Utusan: Mempunyai hak bicara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus Cabang. Undangan: .

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. baik internal maupun eksternal . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Merumuskan rekomendasi. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. b.f. Jika tidak tercapai kuorum. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa .Anggota Luar biasa .Pengurus Cabang b.Anggota Kehormatan c. . Undangan: .Lembaga lembaga terkait . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Utusan: Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Jika tidak tercapai korum. Peninjau: . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Utusan: . suara.c. memilih dan dipilih b.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.

Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. . Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti.

wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. daerah dan cabang . Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Cabang 60% b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Wilayah 15% d.a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Daerah 20% c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas .

ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. . Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

Info and Rating Reads: 5. . p.Report Cancel Bottom of Form This is a private document.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p.

. 2. 3. p. p.p. p. p.

p.p. p. 5. p. p. . 4.

p. p. . 6. p.p. p.

p. p. p. p. 8. .p. 7.

p. p.p. p. . p. 10. 9.

p. . 11.p. p. p. p.

p. p. p. 12. p. . 13.p.

p. . 15.p. p. 14. p. p.

p. p. p. 16.p. . p.

p. 17. p. . 18. p. p.p.

5 p. .p. 2. 1 p. 4 p. More from this user PreviousNext 1. 1 p.

3. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 .25 p. 1 p. 5 p.

Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. pembimbing. fasilitator. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: . 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. BAB II ASAS. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pakar. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). SIFAT.document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). praktisi.

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (6) Peraturan Pemerintah NO. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan . (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah.(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (5) Undang-Undang NO. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. BAB III MAKSUD. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

lagu. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan .profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. lencana. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. bendera. 2. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia.

Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum . Pengurus Wilayah. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa.Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .

(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. (2) Pengurus Wilayah. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN .

Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. . menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. WAKTU. BAB I NAMA. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. 1. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. terus menerus. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’.

Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. . yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). pembimbing. fasilitator. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). pakar. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. SIFAT. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas.2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. praktisi. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). BAB II ASAS. 3.

TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 10 F u n g s i . Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. (5) Undang-Undang NO. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. BAB III MAKSUD. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

2. lencana. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. . lagu. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. bendera.HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . tingkat wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah.

(2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat .(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan.

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 . Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

Iuran anggota b.(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c.

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.1. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.

Ukuran skala : 2 x 3 b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a.4. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Mars. Warna kain biru muda c. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .2.dinamika HIMPAUDI b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.3.

Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Mengisi formulir b. Berstatus sebagai pengelola. b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. . Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b.

b. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.c. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. d. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.

Apabila tidak ada perubahan.a. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. dijatuhkan skorsing. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Sebelum diberhentikan. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. c. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk .

Jika pembelaan ditolak. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Jika pembelaan diterima. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Wilayah. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Anggota biasa yang aktif c. nama yang bersangkutan direhabilitasi.mengajukan pembelaan. Berpandangan luas dan bermoral baik . Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. (SKPS) e.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. d. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Daerah.

Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Pengurus Wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Anggota biasa yang aktif c. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. muswil. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. .d. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. musda dan muscab. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Berpandangan luas dan bermoral baik d. wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. muswil. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum.

Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Pusat . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. Pengurus Daerah .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . Pengurus Wilayah . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. (3) Pelantikan pengurus wilayah.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .

Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. . daerah dan cabang b. Pengurus Cabang . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah.Pengurus Daerah pada musda . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. muswil.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. musda dan muscab.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Pusat pada munas . Ketua Wilayah. (2) Tanggungjawab a. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . wilayah.Pengurus Wilayah pada muswil . seorang Ketua Umum. terhitung mulai disahkan oleh munas.

Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.

memilih dan dipilih b. tetapi persidangan . Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau (Pengurus Wilayah. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. cabang): Mempunyai hak bicara c. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. suara. Utusan: Mempunyai hak bicara. Daerah. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.formatur f.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . Merumuskan rekomendasi. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. baik internal maupun eksternal d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota).ditunda selama 1 (satu) jam. c. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Apabila sampai waktu . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan : Mempunyai hak bicara. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. suara. Jika tidak tercapai kuorum. memilih dan dipilih b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.

baik internal maupun eksternal d. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.penundaan jumlah korum tidak tercapai.Peserta Musda terdiri dari : . Merumuskan rekomendasi. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). c. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.

Pengurus Cabang.Anggota Luar biasa . suara.Pengurus daerah . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. memilih dan dipilih f. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Peninjau: .Lembaga lembaga terkait . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. . Utusan: Mempunyai hak bicara.a.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Undangan: .Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: .

(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan rekomendasi. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. baik internal maupun eksternal c. b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Peninjau: . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. . (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Utusan: .Anggota Luar biasa .Anggota Kehormatan c. Undangan: . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.Pengurus Cabang b.

Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti.. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. suara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.Lembaga lembaga terkait . Utusan: Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Jika tidak tercapai korum. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. memilih dan dipilih b. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a.

(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.

Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang a. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. wilayah.

Wilayah 15% d. Cabang 60% b. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Daerah 20% c.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. Ditetapkan di : Denpasar . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Info and Rating Reads: 5.Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education . please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

Berdasarkan hal tersebut maka . ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. terus menerus. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan.himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan.

HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pasal 3 Tempat Kedudukan . pakar. fasilitator. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. 3. WAKTU. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). praktisi. 1. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 2. BAB I NAMA.perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. pembimbing.

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. SIFAT. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. (6) Peraturan Pemerintah NO. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. BAB II ASAS. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya .

mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. bendera. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB III MAKSUD. . Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. lencana. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. 2.dilaksanakan melalui musyawarah. lagu.

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. tingkat wilayah. . Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris .Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. (2) Pengurus Wilayah. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga .(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Iuran anggota b.BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 .

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l .Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

4. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Warna kain biru muda c. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.3. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.Lambang. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Ukuran skala : 2 x 3 b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.1. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.2. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.

Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.Pasal 2 Lagu. Mars. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia . Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a.

Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. d. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. c. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota .

Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum .(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.

maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Apabila tidak ada perubahan. d. c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . (SKPS) e. Jika pembelaan ditolak. Sebelum diberhentikan.pemberhentian b. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. nama yang bersangkutan direhabilitasi. dijatuhkan skorsing. Jika pembelaan diterima.

muswil. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Anggota biasa yang aktif c. Daerah. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Daerah.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. musda dan muscab dengan memperhatikan: . Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Anggota biasa yang aktif c.

musda dan muscab. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. wilayah. (3) Pelantikan pengurus wilayah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. muswil. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.(1) Nama calon ketua umum.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan . Pengurus Pusat .

keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. (2) Tanggungjawab a.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah .b. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Pusat. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . wilayah. Pengurus Cabang . daerah dan cabang b.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah . Pengurus Daerah dan Pengurus .

(2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . seorang Ketua Umum. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. muswil.Pengurus Daerah pada musda .Indonesia .Pengurus Pusat pada munas .Pengurus Wilayah pada muswil . Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. musda dan muscab. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Ketua Wilayah. terhitung mulai disahkan oleh munas.

(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan . Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.

c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. suara. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih b. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Peninjau (Pengurus Wilayah. Daerah. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai.

Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.dan tanggung jawab pengurus wilayah. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. baik internal maupun eksternal d. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi. c. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.

memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . suara. Peninjau : Mempunyai hak bicara c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Jika tidak tercapai kuorum. Utusan : Mempunyai hak bicara. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.c.

Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Peninjau: . Utusan: . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Pengurus daerah .a. c.Anggota Luar biasa . .Pengurus Cabang.Ketua dan sekretaris cabang cabang . memilih dan dipilih . Merumuskan rekomendasi. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. baik internal maupun eksternal d.Lembaga lembaga terkait . Utusan: Mempunyai hak bicara.Peserta Musda terdiri dari : a.Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Undangan: . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. suara.

b. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Merumuskan rekomendasi. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. baik internal maupun eksternal . Jika tidak tercapai kuorum. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.f. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.

Jika tidak tercapai korum. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: .Anggota Luar biasa .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . . memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Utusan: .c. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Pengurus Cabang b. Peninjau: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Kehormatan c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Lembaga lembaga terkait .

Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. . Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. wilayah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. daerah dan cabang . Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Cabang 60% b. Wilayah 15% d. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Daerah 20% c. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . BAB VI SUMBER PENDAPATAN.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

(2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. .

Report Cancel Bottom of Form This is a private document. . p.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p. Info and Rating Reads: 5.

p. p. p. . 3. 2.p. p.

4. p. p. . 5. p. p.p.

p. p. . p. 6. p.p.

p. 8. p. p. p. 7.p. .

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

16. p. .p. p. p. p.

17. . p.p. 18. p. p. p.

More from this user PreviousNext 1. 4 p. . 1 p.p. 5 p. 2. 1 p.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 3. 5 p.25 p.

document_comme 4gen Bottom of Form p. . p. p. 1. p. p.

2. p.p. p. p. p. 3. .

4. p. 5. p. . p.p. p.

p. . p.p. 6. p. p.

p.p. 8. 7. . p. p. p.

p. 10. p. p. . p. 9.p.

11. p. p. .p. p. p.

p. 12. p. p.p. . 13. p.

p. 14. 15. . p. p.p. p.

p.p. . p. p. p. 16.

More from this user PreviousNext 1. 1 p. p. 17. . p.p. 5 p.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 . 5 p. 4 p.1 p. 25 p. 2. 3.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

Sumbangan yang tidak mengikat c.a. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Iuran anggota b. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.1. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).

Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Warna kain biru muda c. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.dinamika HIMPAUDI b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.3. Mars. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.2.4. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan . Ukuran skala : 2 x 3 b.

Berstatus sebagai pengelola.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. . Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.

d. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: .c. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.

Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.a. c. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Apabila tidak ada perubahan. dijatuhkan skorsing. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Sebelum diberhentikan.

Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Jika pembelaan diterima. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Jika pembelaan ditolak. d. Wilayah. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b.mengajukan pembelaan. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Daerah. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. (SKPS) e. Anggota biasa yang aktif c. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Berpandangan luas dan bermoral baik . Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d.

Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b.d. Daerah. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. muswil. musda dan muscab. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. wilayah. muswil. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pengurus Wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Anggota biasa yang aktif c. . sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum.

Pengurus Wilayah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pengurus Pusat . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Daerah .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.

musda dan muscab. Pengurus Wilayah. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . (2) Tanggungjawab a. Pengurus Cabang . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. seorang Ketua Umum. muswil.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. terhitung mulai disahkan oleh munas. . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Wilayah. daerah dan cabang b. wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus Daerah pada musda .Pengurus Wilayah pada muswil . Pengurus Pusat.Pengurus Pusat pada munas .

dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.

Daerah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. memilih dan dipilih b. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Peninjau (Pengurus Wilayah. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Jika tidak tercapai kuorum. tetapi persidangan . Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. suara. Utusan: Mempunyai hak bicara. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.formatur f. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.

(3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi. c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. baik internal maupun eksternal d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah.ditunda selama 1 (satu) jam. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota).

(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Jika tidak tercapai kuorum. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. suara.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. memilih dan dipilih b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Apabila sampai waktu . Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan : Mempunyai hak bicara.

Peserta Musda terdiri dari : . maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. c. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.penundaan jumlah korum tidak tercapai. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. baik internal maupun eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.

. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. memilih dan dipilih f.a. Peninjau: . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Luar biasa . Peninjau: Mempunyai hak bicara g.Lembaga lembaga terkait . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Pengurus daerah .Anggota Kehormatan c. Utusan: .Pengurus Cabang.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Ketua dan sekretaris cabang cabang . suara. Jika tidak tercapai kuorum.

Utusan: . Peninjau: .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.Anggota Luar biasa .Anggota Kehormatan c. . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Merumuskan rekomendasi. Undangan: . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Pengurus Cabang b. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal c. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.

Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai korum. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. suara. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa .Lembaga lembaga terkait .

(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.

Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang a. wilayah. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c.

Wilayah 15% d. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Cabang 60% b. Daerah 20% c. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

p.p. . p. 9. p. p. 8.

p. p. 10. . p.p. p.

. 11. p.p. p. p. 12. p.

p. . 14. p. p. p.p. 13.

p.p. p. p. . 15. p.

16. p. . 17. p.p. p. p.

p. 18. p. 1 p. p. p. More from this user PreviousNext 1. .

. 4 p. 1 p. 2. 5 p. 3. 25 p.5 p.

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .1 p.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->