ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan . tingkat wilayah. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 . Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. (2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan.

Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. Iuran anggota b. .

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : .

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.3.1. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Mars. Ukuran skala : 2 x 3 b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.(Posisi di tengah).4. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) . Warna kain biru muda c.2. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.

karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai pengelola.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa .

Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Mengisi formulir b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. c. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.a. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. d. b.

Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian . Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a.

Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. (SKPS) e. Jika pembelaan diterima. dijatuhkan skorsing. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Jika pembelaan ditolak. Sebelum diberhentikan. Apabila tidak ada perubahan. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan . maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. d. c.

Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Wilayah. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Anggota biasa yang aktif c. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pengurus Wilayah.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. muswil. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Anggota biasa yang aktif c. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Daerah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya.

keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . muswil. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Pengurus Wilayah . daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. musda dan muscab. Pengurus Pusat . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.(3) Pemilihan ketua umum. wilayah.

Pengurus Pusat pada munas . Pengurus Cabang . wilayah.Pengurus Daerah pada musda ..Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. daerah dan cabang b. Pengurus Wilayah.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. . Pengurus Pusat. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Daerah . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.

(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. terhitung mulai disahkan oleh munas. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga .Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. musda dan muscab. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. muswil. Ketua Wilayah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. seorang Ketua Umum. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Lembaga lembaga terkait . memilih dan dipilih f.Peserta Musda terdiri dari : a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Undangan: . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Utusan: .Anggota Luar biasa .Pengurus Cabang. Utusan: Mempunyai hak bicara. Peninjau: . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).d. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Pengurus daerah . suara. Jika tidak tercapai kuorum.Anggota Kehormatan c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. . Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.Ketua dan sekretaris cabang cabang .

maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Merumuskan rekomendasi. b. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.jam. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.

maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Lembaga lembaga terkait . .a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Anggota Kehormatan c. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: . .Pengurus Cabang b.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. memilih dan dipilih b. suara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Jika tidak tercapai korum. Undangan: .Anggota Luar biasa . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Utusan: . Utusan: Mempunyai hak bicara.

Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah . Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.

Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. wilayah.c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. daerah dan cabang a. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.

KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Wilayah 15% d. BAB VI SUMBER PENDAPATAN.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. .(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Daerah 20% c. Cabang 60% b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.

maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI . harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.904 . Info and Rating Reads: 5.BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. . p. p. p.

p. p. 3. p.2. . p. p.

. p. p. p. 4.p. p. 5.

p. 6. p. . p.p. 7. p.

p.p. p. p. p. 8. .

p. p. . 9. p.p. 10. p.

p. 11. p. 12. . p. p.p.

p. p. p. .p. 13. p.

p. 14. p. p. . p. 15. p.

16. . p. p. p.p. p. 17.

p. p. 18.p. p. p. . More from this user PreviousNext 1.

1 p. 25 p. 4 p. 2. .1 p. 5 p.

5 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN . 1 p. 3.

Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. BAB I NAMA. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a . Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. terus menerus. WAKTU.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa.

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendidik dan tenaga kependidikan anak . terus menerus. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. 2. 1.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). pembimbing. bulan Juni tahun . pakar. fasilitator.usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. praktisi. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. 3. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. 2. 1. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. WAKTU. BAB I NAMA.

(5) Undang-Undang NO. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen.2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (6) Peraturan Pemerintah NO. . DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. LANDASAN. BAB II ASAS. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. SIFAT. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB III MAKSUD. BAB IV A T R I B U T . Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. 2. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1.Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.

BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN . lagu. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lencana. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. bendera. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua . tingkat wilayah.Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.

(2) Pengurus Wilayah. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi . disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

Iuran anggota b. Sumbangan yang tidak mengikat c.(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per .

Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang .4. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.2.1. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).3.

Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Ukuran skala : 2 x 3 b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Mars.(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Warna kain biru muda c. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan . Berstatus sebagai pengelola. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b.

Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. d. c. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ .a. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi formulir b. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.

Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 . b.daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.

Apabila tidak ada perubahan. dijatuhkan skorsing. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Sebelum diberhentikan. (SKPS) e. c. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. BAB III .Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. d. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Jika pembelaan diterima. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Jika pembelaan ditolak. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara.

Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Wilayah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah.STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Anggota biasa yang aktif c. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Pengurus Wilayah. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Anggota biasa yang aktif c. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a.

musda dan muscab.munas. muswil. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. muswil. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. (3) Pelantikan pengurus wilayah. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. Pengurus Pusat . wilayah.

. Pengurus Daerah . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Cabang . Pengurus Wilayah .

muswil. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Pengurus Pusat. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah . Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. musda dan muscab. Pengurus Wilayah. terhitung mulai disahkan oleh munas.Pengurus Daerah pada musda .Pengurus Pusat pada munas . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. daerah dan cabang b.wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. seorang Ketua Umum.Pengurus Wilayah pada muswil . Ketua Wilayah.

Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d.Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Anggota Luar Biasa . Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a.

Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Kehormatan c. suara. Daerah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau (Pengurus Wilayah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. memilih dan dipilih b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Utusan: Mempunyai hak bicara.

Merumuskan rekomendasi.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. baik internal maupun eksternal d. Anggota Luar biasa . Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.

Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Jika tidak tercapai kuorum. suara.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. . Peninjau : Mempunyai hak bicara c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. memilih dan dipilih b. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Utusan : Mempunyai hak bicara.

Lembaga lembaga terkait . Merumuskan rekomendasi.Anggota Luar biasa . Undangan: .(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. .Ketua dan sekretaris cabang cabang . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Peserta Musda terdiri dari : a. suara.Pengurus daerah . Utusan: Mempunyai hak bicara. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Anggota Kehormatan c. c.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. baik internal maupun eksternal d. Peninjau: .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus Cabang. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Utusan: . memilih dan dipilih . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).

b.f. Merumuskan rekomendasi. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Jika tidak tercapai kuorum. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Pengurus Cabang b. memilih dan dipilih b. . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Utusan: . Undangan: . Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Utusan: Mempunyai hak bicara.c. Jika tidak tercapai korum.Anggota Kehormatan c.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.Anggota Luar biasa . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau: .Lembaga lembaga terkait .

BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. . Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c.

ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang .ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.

Wilayah 15% d. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Cabang 60% b. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Daerah 20% c.a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1.

Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.

ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. .(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

p. p.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. . Info and Rating Reads: 5.Report Cancel Bottom of Form This is a private document.

p. p. . p. 2.p. p. 3.

. p. 5. p. p. p.p. 4.

p. p.p. p. 6. p. .

p. 8. p. 7. . p.p. p.

10. p. p.p. 9. p. . p.

11. p. p. . p.p. p.

p. p. . p. 12. p. 13. p.

p. p. .p. p. p. 14. 15.

p. 16. p.p. p. p. .

p. p.p. . 17. 18. p. p.

. More from this user PreviousNext 1. 1 p. 5 p.p. 4 p. 2. 1 p.

5 p.25 p. 3. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 1 p.

Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). 3.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. pakar. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. LANDASAN. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. praktisi. SIFAT. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: .document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS. fasilitator. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. pembimbing. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. dan menjadi panutan bagi anak usia dini.

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (5) Undang-Undang NO. (6) Peraturan Pemerintah NO. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. BAB III MAKSUD. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan . 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan . Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. bendera. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. 2. lencana. lagu.

Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum . Pengurus Wilayah. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. tingkat daerah dan tingkat cabang. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .

(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN . Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.

Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. 1. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. . pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. WAKTU. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. terus menerus. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. BAB I NAMA. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan.

3. pembimbing. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. LANDASAN. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam).Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. BAB II ASAS. SIFAT. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. . praktisi. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. fasilitator. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong.2. pakar.

Pasal 10 F u n g s i . (5) Undang-Undang NO. (6) Peraturan Pemerintah NO. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. BAB III MAKSUD. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna.(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. lagu. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2.HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. . BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. lencana. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Wilayah. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah.

disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat . (2) Pengurus Wilayah. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan.

Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 .lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b. BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Sumbangan yang tidak mengikat c.

1. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.

4. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan . Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Ukuran skala : 2 x 3 b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.dinamika HIMPAUDI b.3. Mars.2. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.

Mengisi formulir b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Berstatus sebagai pengelola. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. . karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.

d. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.c. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat.

c. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. dijatuhkan skorsing. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Sebelum diberhentikan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b.a. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Apabila tidak ada perubahan.

Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Jika pembelaan diterima. Daerah. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. (SKPS) e. Wilayah. d. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Anggota biasa yang aktif c.mengajukan pembelaan. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Jika pembelaan ditolak. Berpandangan luas dan bermoral baik . Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b.

Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. .d. Anggota biasa yang aktif c. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. muswil. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. wilayah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. muswil. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pengurus Wilayah. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. musda dan muscab. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Daerah.

Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Pusat .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. Pengurus Wilayah .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. (3) Pelantikan pengurus wilayah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. Pengurus Daerah . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .

Ketua Daerah dan Ketua Cabang .Pengurus Daerah pada musda . Ketua Wilayah. (2) Tanggungjawab a. muswil.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Pengurus Wilayah. . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Pusat.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. musda dan muscab. terhitung mulai disahkan oleh munas. daerah dan cabang b. wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus Pusat pada munas . seorang Ketua Umum. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Cabang . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.

Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.

Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara. cabang): Mempunyai hak bicara c. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. tetapi persidangan . Daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau (Pengurus Wilayah. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.formatur f. suara. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Jika tidak tercapai kuorum.

Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . c. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal d. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Merumuskan rekomendasi. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai.ditunda selama 1 (satu) jam. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.

Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan : Mempunyai hak bicara.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. suara. memilih dan dipilih b. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Apabila sampai waktu .Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.

baik internal maupun eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a.penundaan jumlah korum tidak tercapai. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Merumuskan rekomendasi.Peserta Musda terdiri dari : . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. c.

Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Pengurus daerah .Ketua dan sekretaris cabang cabang .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Utusan: Mempunyai hak bicara. memilih dan dipilih f. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.a. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan .Anggota Luar biasa . Undangan: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. suara. Utusan: . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Peninjau: .Lembaga lembaga terkait . .Pengurus Cabang.Anggota Kehormatan c.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Jika tidak tercapai kuorum.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Undangan: . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. baik internal maupun eksternal c. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Anggota Kehormatan c. Merumuskan rekomendasi.Anggota Luar biasa . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. . b. Utusan: . dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Peninjau: .Pengurus Cabang b.

(4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Jika tidak tercapai korum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. suara. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.Lembaga lembaga terkait .. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.

Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. wilayah.b. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. daerah dan cabang a. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.

000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. Cabang 60% b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. Wilayah 15% d. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Daerah 20% c.

ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. Ditetapkan di : Denpasar . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.

Report Cancel Bottom of Form This is a private document.Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . Info and Rating Reads: 5.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. terus menerus. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan.himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Berdasarkan hal tersebut maka . Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan.

yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). pakar. pembimbing.perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. fasilitator. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. praktisi. 2. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). Pasal 3 Tempat Kedudukan . WAKTU. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. BAB I NAMA. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola.

(3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya . 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. (6) Peraturan Pemerintah NO. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. SIFAT.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. BAB II ASAS. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. 2. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. lencana. . Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.dilaksanakan melalui musyawarah. lagu. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. bendera. BAB III MAKSUD.

. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. tingkat wilayah.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris . Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah.Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga . (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.

BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 . Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Iuran anggota b.

Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l . BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Lambang. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.2.3. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.1. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c.4. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.

dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.Pasal 2 Lagu. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Mars. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia . karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b.

Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi formulir b. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang.Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota . d. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. c. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.

(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum . Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.

pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Apabila tidak ada perubahan.pemberhentian b. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . c. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. d. Jika pembelaan ditolak. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Sebelum diberhentikan. dijatuhkan skorsing. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. (SKPS) e. Jika pembelaan diterima.

Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. musda dan muscab dengan memperhatikan: . Anggota biasa yang aktif c. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. muswil. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Anggota biasa yang aktif c. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Daerah.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pengurus Wilayah. Wilayah. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d.

musda dan muscab. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. muswil.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan . wilayah.(1) Nama calon ketua umum. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Pengurus Pusat . (3) Pelantikan pengurus wilayah.

daerah dan cabang b. Pengurus Pusat.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Daerah . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Wilayah . Pengurus Cabang . wilayah. . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Tanggungjawab a.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Pengurus Daerah dan Pengurus .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.b. Pengurus Wilayah.

Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Pengurus Pusat pada munas . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Indonesia . Ketua Wilayah. muswil. seorang Ketua Umum.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. musda dan muscab.Pengurus Daerah pada musda .Pengurus Wilayah pada muswil .

Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan . Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.

suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau (Pengurus Wilayah. Utusan: Mempunyai hak bicara. Daerah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota).c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Jika tidak tercapai kuorum.

baik internal maupun eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.dan tanggung jawab pengurus wilayah. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Merumuskan rekomendasi. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. c. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan .Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.

c. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . memilih dan dipilih b.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan : Mempunyai hak bicara. suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

Pengurus Cabang. Merumuskan rekomendasi. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Utusan: . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). c. suara.Pengurus daerah .Anggota Luar biasa .Lembaga lembaga terkait . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.a. memilih dan dipilih .Anggota Kehormatan c. Undangan: .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Utusan: Mempunyai hak bicara. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. . Peninjau: . baik internal maupun eksternal d.Peserta Musda terdiri dari : a.

Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. baik internal maupun eksternal . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.f. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. b.

c.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: . suara.Lembaga lembaga terkait .Anggota Luar biasa . maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.Anggota Kehormatan c.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. memilih dan dipilih b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Jika tidak tercapai korum. . Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Undangan: . Utusan: Mempunyai hak bicara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Pengurus Cabang b. Peninjau: . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.

(4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. .(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a.

wilayah. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. daerah dan cabang . Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c.

Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi.a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Cabang 60% b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Daerah 20% c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Wilayah 15% d. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 .

Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.

.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

p. .Report Cancel Bottom of Form This is a private document.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. Info and Rating Reads: 5. p.

2. p. 3. p. p. p.p. .

p. p. p. . 4. p. 5. p.

6.p. p. p. . p. p.

7. p.p. p. . p. 8. p.

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

. p. p. p. p.p. 16.

p. 18. p. p. p. . 17. p.

1 p.p. 1 p. 2. . 4 p. More from this user PreviousNext 1. 5 p.

25 p. 5 p. 1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 3.

document_comme 4gen Bottom of Form p. 1. p. p. p. p. .

p. . p. p. 3. 2.p. p.

p. p. p. p. 5.p. 4. .

p. . p. p. 6.p. p.

p. 8. p.p. . 7. p. p.

p.p. 9. p. . p. p. 10.

p. p. p. . p. 11.p.

12. 13.p. p. . p. p. p.

p. . p. 14. 15. p. p. p.

16. p.p. p. p. p. .

5 p. 1 p. More from this user PreviousNext 1.p. p. 17. . p.

25 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 .1 p. 2. 3. 5 p. 1 p. 4 p.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b.a.

Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.1. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan .ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.

2. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan . dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.3. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Warna kain biru muda c. Mars. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.4.dinamika HIMPAUDI b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Ukuran skala : 2 x 3 b.

Mengisi formulir b. b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Berstatus sebagai pengelola. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. .

b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. d. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: .c.

Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Apabila tidak ada perubahan. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.a. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. dijatuhkan skorsing. Sebelum diberhentikan. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. c. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a.

Berpandangan luas dan bermoral baik . dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Jika pembelaan diterima. Jika pembelaan ditolak. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Daerah. Anggota biasa yang aktif c. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian.mengajukan pembelaan. d. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Wilayah. (SKPS) e. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a.

. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Daerah. wilayah. Pengurus Wilayah. muswil. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum.d. muswil. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. musda dan muscab. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Berpandangan luas dan bermoral baik d. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Anggota biasa yang aktif c. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e.

Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (3) Pelantikan pengurus wilayah. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . Pengurus Daerah . Pengurus Wilayah . Pengurus Pusat .

Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.Pengurus Daerah pada musda .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. Pengurus Wilayah. . (2) Tanggungjawab a. Ketua Wilayah. terhitung mulai disahkan oleh munas.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. wilayah. daerah dan cabang b. seorang Ketua Umum. musda dan muscab. Pengurus Cabang .Pengurus Pusat pada munas . muswil. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Pengurus Pusat. Ketua Daerah dan Ketua Cabang . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.

Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.

suara. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. tetapi persidangan . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Daerah. Jika tidak tercapai kuorum. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a.formatur f. Utusan: Mempunyai hak bicara.

Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . c. baik internal maupun eksternal d.ditunda selama 1 (satu) jam. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Merumuskan rekomendasi.

Utusan : Mempunyai hak bicara.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu .(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. memilih dan dipilih b. Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. suara.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.

baik internal maupun eksternal d. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah.Peserta Musda terdiri dari : . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. c. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi.penundaan jumlah korum tidak tercapai.

Anggota Kehormatan c. Undangan: .a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan .Lembaga lembaga terkait .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. suara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Utusan: Mempunyai hak bicara.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Anggota Luar biasa .Pengurus Cabang. . Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Jika tidak tercapai kuorum.Pengurus daerah .Ketua dan sekretaris cabang cabang . Utusan: . Peninjau: . memilih dan dipilih f.

(3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Peninjau: .Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Undangan: .(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. b.Anggota Kehormatan c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. Utusan: . (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. baik internal maupun eksternal c.Anggota Luar biasa . . Merumuskan rekomendasi. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a.Pengurus Cabang b.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.. Jika tidak tercapai korum.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. suara. memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.Lembaga lembaga terkait . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa .

ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. daerah dan cabang a. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.b. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a.

Daerah 20% c. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional . Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. Cabang 60% b.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Wilayah 15% d.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a.

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

. p. p. 8. 9. p.p. p.

p. . p. p. 10. p.p.

p. p. p. 12. 11.p. p. .

p.p. 14. 13. p. p. . p.

p. . p. p.p. p. 15.

. 17. 16. p. p. p.p. p.

18. p. . p. More from this user PreviousNext 1. p. 1 p.p.

4 p. 25 p. . 1 p. 5 p.5 p. 3. 2.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful