ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

(HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus, menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. 1. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 2. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong, fasilitator, pembimbing, dan menjadi panutan bagi anak usia dini. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). 3. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola, pakar, praktisi, yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam), bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara, dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. BAB II ASAS, SIFAT, LANDASAN, DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s

HIMPAUDI berasaskan Pancasila.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (6) Peraturan Pemerintah NO. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. BAB III MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersama-

sama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. 2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang, lencana, bendera, lagu, mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia

Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. tingkat wilayah. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan . luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) .dalam Anggaran Rumah Tangga.

Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 . Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. (2) Pengurus Wilayah. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Sumbangan yang tidak mengikat c.Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. . Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Filosofi Lambang HIMPAUDI : .BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.2. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Ukuran skala : 2 x 3 b. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) .4.3. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.(Posisi di tengah). Mars. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Warna kain biru muda c. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b.1.

Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Berstatus sebagai pengelola.BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa .

Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain . b.a. Mengisi formulir b. c. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. d. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab.

Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c.membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian . Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c.

Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan . c. Apabila tidak ada perubahan.(2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Jika pembelaan ditolak. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. d. dijatuhkan skorsing. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. (SKPS) e. Jika pembelaan diterima. Sebelum diberhentikan.

Wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis . Anggota biasa yang aktif c. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Daerah. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Daerah. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Pengurus Wilayah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. muswil.Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. Anggota biasa yang aktif c. Pernah menjadi anggota pengurus aktif.

Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. Pengurus Wilayah . (3) Pelantikan pengurus wilayah. musda dan muscab. muswil. wilayah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.(3) Pemilihan ketua umum. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. Pengurus Pusat . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.

Pengurus Daerah pada musda . Pengurus Cabang . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang b.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. . wilayah. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. (2) Tanggungjawab a. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: .Pengurus Wilayah pada muswil . Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga..Pengurus Pusat pada munas .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus . Pengurus Pusat.

Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Wilayah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga . Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. muswil. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. musda dan muscab. seorang Ketua Umum. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.(1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun.

c. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Utusan: Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah, Daerah, cabang):

Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai, maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun

eksternal d. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. Utusan : Mempunyai hak bicara, suara, memilih dan dipilih

b. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum, maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung, tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai, maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah, maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. c. Merumuskan rekomendasi, baik internal maupun eksternal

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. suara. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Undangan: . memilih dan dipilih f. Utusan: .Anggota Kehormatan c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Luar biasa .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Lembaga lembaga terkait . Utusan: Mempunyai hak bicara. . dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Peninjau: .Ketua dan sekretaris cabang cabang . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) .Pengurus daerah .d.Pengurus Cabang.Peserta Musda terdiri dari : a. Jika tidak tercapai kuorum.

Merumuskan rekomendasi. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. b. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. baik internal maupun eksternal c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : .jam. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.

suara. memilih dan dipilih b. Peninjau: . Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Pengurus Cabang b.Anggota Luar biasa . Utusan: Mempunyai hak bicara.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Undangan: . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Utusan: . . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk.a. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. . Jika tidak tercapai korum.Lembaga lembaga terkait . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.

BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan.(3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah .

Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. daerah dan cabang a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus . Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. wilayah. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah.c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a.

KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Wilayah 15% d. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. BAB VI SUMBER PENDAPATAN.(6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Daerah 20% c.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Cabang 60% b. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. .

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI .BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it.904 . Report Cancel Bottom of Form This is a private document. Info and Rating Reads: 5.BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

p. . p. p.Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.

p. p. . p. p. 3.2. p.

p.p. 4. . p. p. p. 5.

6. p. . p. 7. p. p.p.

8.p. p. . p. p. p.

p. 10. 9. p.p. p. p. .

p. p. p. 11.p. . p. 12.

p. p. p. . p. 13. p.

p. 14. 15. p. p. . p.p.

p. 17. p. p. 16.p. p. .

p. 18. p. .p. p. p. More from this user PreviousNext 1.

25 p. 1 p. 2. 5 p. . 4 p.1 p.

5 p. 1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form ANGGARAN DASAR (AD) DAN . 3.

DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a . Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. WAKTU. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. terus menerus. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. BAB I NAMA. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik.

Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh.Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak . PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebaANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. 2. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. 1. terus menerus. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan.

3. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). fasilitator. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). bulan Juni tahun . 1. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. praktisi. pembimbing. WAKTU. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. BAB I NAMA. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). 2. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. pakar. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola.usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. dan menjadi panutan bagi anak usia dini.

BAB II ASAS. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. SIFAT. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (6) Peraturan Pemerintah NO. LANDASAN.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. .2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. (5) Undang-Undang NO.

Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. BAB IV A T R I B U T . 2. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. BAB III MAKSUD. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3.

luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. bendera. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. lencana. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN . Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. lagu. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua . Pengurus Wilayah. tingkat wilayah.Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

(4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi . disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (2) Pengurus Wilayah. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

(3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per . Iuran anggota b.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) . BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.4.1.2. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b.============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.3. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang . Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.

dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Ukuran skala : 2 x 3 b. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan . Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Mars. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Berstatus sebagai pengelola. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.(2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a.

Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ . b. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. d. c. Mengisi formulir b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a.

Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 . Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. b.daerah/ cabang. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a.

Sebelum diberhentikan.Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. nama yang bersangkutan direhabilitasi. c. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. dijatuhkan skorsing. Jika pembelaan diterima. d. Jika pembelaan ditolak. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. (SKPS) e. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. BAB III . Apabila tidak ada perubahan. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara.

Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pengurus Wilayah. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada . Berpandangan luas dan bermoral baik d. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Daerah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e.STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Anggota biasa yang aktif c. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Anggota biasa yang aktif c. Daerah.

ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. muswil. muswil.munas. wilayah. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pengurus Pusat . musda dan muscab. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum.

Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. (2) Tanggungjawab a..Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Cabang .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Daerah . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. . Pengurus Wilayah . Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.

daerah dan cabang b. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.Pengurus Daerah pada musda . muswil. seorang Ketua Umum.Pengurus Wilayah pada muswil . terhitung mulai disahkan oleh munas. Ketua Wilayah. musda dan muscab.Pengurus Pusat pada munas . Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Pengurus Pusat.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Pengurus Wilayah.wilayah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah .

Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang.Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Anggota Luar Biasa . Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.

Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Daerah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Jika tidak tercapai kuorum. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah.Anggota Kehormatan c. Peninjau (Pengurus Wilayah. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. memilih dan dipilih b. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Utusan: Mempunyai hak bicara.

Anggota Luar biasa . Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Merumuskan rekomendasi. baik internal maupun eksternal d. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. c.

Peninjau : Mempunyai hak bicara c. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. suara. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Kehormatan c. memilih dan dipilih b. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum. Utusan : Mempunyai hak bicara.

Ketua dan sekretaris cabang cabang . Merumuskan rekomendasi. Peninjau: .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b.Anggota Luar biasa . c. . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.Pengurus Cabang. baik internal maupun eksternal d.Lembaga lembaga terkait .Pengurus daerah . memilih dan dipilih .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. Utusan: . Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Anggota Kehormatan c.Peserta Musda terdiri dari : a. Utusan: Mempunyai hak bicara.(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Undangan: . suara. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.

Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. b. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai.f. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. baik internal maupun eksternal . Merumuskan rekomendasi. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.

Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Luar biasa . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Utusan: . Utusan: Mempunyai hak bicara. Peninjau: Mempunyai hak bicara c.Lembaga lembaga terkait . Undangan: . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. memilih dan dipilih b. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa .Pengurus Cabang b.Anggota Kehormatan c. Jika tidak tercapai korum. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.c. . Peninjau: . Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. suara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.

Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. . Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan.

Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. daerah dan cabang . Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. wilayah. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a.

Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Cabang 60% b. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Daerah 20% c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. BAB VI SUMBER PENDAPATAN.a. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Wilayah 15% d. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a.

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas . (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini.Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.

ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.

Info and Rating Reads: 5. .904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p.Report Cancel Bottom of Form This is a private document. p.

2. p.p. p. p. 3. p. .

p. p. 5. 4. p.p. . p.

p. p. . 6. p. p.p.

8.p. . p. 7. p. p. p.

p. 10. 9. p. . p. p. p.

11. p. p. p. .p. p.

p. p. p. 12. 13. .p. p.

p. p. 15.p. p. 14. . p.

p.p. 16. p. p. . p.

18. p. p.p. p. . p. 17.

5 p.p. 1 p. . 2. More from this user PreviousNext 1. 1 p. 4 p.

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 1 p. 5 p. 3.25 p.

fasilitator. LANDASAN. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: . dan menjadi panutan bagi anak usia dini. pakar. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. SIFAT. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen.document_comme 4gen Bottom of Form gai pamong. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. 3. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. pembimbing. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). praktisi. BAB II ASAS.

BAB III MAKSUD. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (5) Undang-Undang NO. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (6) Peraturan Pemerintah NO.(1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan . (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna.

Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. lagu. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. lencana. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. bendera. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan . 2. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum . tingkat daerah dan tingkat cabang. Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. tingkat wilayah. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat.

(4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional .

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN . Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus.(Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. BAB I NAMA. terus menerus. DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan.ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. 1. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. WAKTU. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik.

pembimbing. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia. Pasal 3 Tempat Kedudukan Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. praktisi. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas. . yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).2. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. dan menjadi panutan bagi anak usia dini. 3.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. pakar. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. BAB II ASAS. Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). SIFAT. fasilitator. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola.

(6) Peraturan Pemerintah NO. BAB III MAKSUD. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Pasal 10 F u n g s i .(2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya dilaksanakan melalui musyawarah. (5) Undang-Undang NO. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. lagu. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. lencana. Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. 2. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. bendera. mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. .

Pengurus Wilayah. luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat wilayah. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat.Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum . Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. tingkat daerah dan tingkat cabang.

Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (2) Pengurus Wilayah.(8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris (6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat .

diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 .lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Iuran anggota b. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 .(1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c.

Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b.ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.1. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah). Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.

Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .4.3. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu. Mars.dinamika HIMPAUDI b. Ukuran skala : 2 x 3 b. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa.2.

Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. . Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. b. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Berstatus sebagai pengelola. karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Mengisi formulir b.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b.

b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. d. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c.c. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. b.

Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. c. Apabila tidak ada perubahan. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. Sebelum diberhentikan. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali.a. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . dijatuhkan skorsing. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a.

mengajukan pembelaan. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Daerah. Jika pembelaan ditolak. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Wilayah. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Jika pembelaan diterima.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. (SKPS) e. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. Anggota biasa yang aktif c. d. Berpandangan luas dan bermoral baik .

Pernah menjadi anggota pengurus aktif. muswil. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. . Anggota biasa yang aktif c. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Pengurus Wilayah. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. wilayah. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. musda dan muscab.d. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Berpandangan luas dan bermoral baik d. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. muswil. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Daerah.

keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Pusat . (3) Pelantikan pengurus wilayah. daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Daerah . Pengurus Wilayah .

Pengurus Pusat pada munas .Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah. muswil. (2) Tanggungjawab a. wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . .Pengurus Wilayah pada muswil .Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. terhitung mulai disahkan oleh munas. Pengurus Pusat. (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus Daerah pada musda . daerah dan cabang b. musda dan muscab. seorang Ketua Umum. Ketua Daerah dan Ketua Cabang .Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Wilayah. Pengurus Cabang . keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.

Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.

suara. Jika tidak tercapai kuorum. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. memilih dan dipilih b. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Peninjau (Pengurus Wilayah. cabang): Mempunyai hak bicara c. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Utusan: Mempunyai hak bicara. tetapi persidangan . Daerah. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b.formatur f.

(2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Merumuskan rekomendasi. Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.ditunda selama 1 (satu) jam. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . c. baik internal maupun eksternal d. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah.

tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c. Apabila sampai waktu .Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Utusan : Mempunyai hak bicara. Peninjau : Mempunyai hak bicara c.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. suara. Jika tidak tercapai kuorum. memilih dan dipilih b.

(5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). baik internal maupun eksternal d.penundaan jumlah korum tidak tercapai. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Merumuskan rekomendasi. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Peserta Musda terdiri dari : .

Pengurus Cabang. memilih dan dipilih f.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. . Utusan: . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.Anggota Kehormatan c.Anggota Luar biasa . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan . Jika tidak tercapai kuorum.Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Utusan: Mempunyai hak bicara. Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Peninjau: . suara.Pengurus daerah . Undangan: . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.a. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Ketua dan sekretaris cabang cabang .Lembaga lembaga terkait .

(5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Undangan: . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. b. Utusan: . baik internal maupun eksternal c.Anggota Luar biasa . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. . Peninjau: .Anggota Kehormatan c. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Pengurus Cabang b. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Merumuskan rekomendasi. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.

memilih dan dipilih b.Lembaga lembaga terkait . Utusan: Mempunyai hak bicara. suara. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. (4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa . Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.. Jika tidak tercapai korum.

Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah.(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

daerah dan cabang a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c.b. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. wilayah. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah.

Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Wilayah 15% d. Cabang 60% b. Daerah 20% c. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .

harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran. Ditetapkan di : Denpasar . ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional.

Report Cancel Bottom of Form This is a private document.Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. please follow these directions to submit a copyright infringement notice.904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education . Info and Rating Reads: 5.

himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. pembelajaran yang mengusahakan optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anak secara holistik. menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini bertanggung jawab terhadap pengasuhan. terus menerus. Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap program pendidikan adalah unsur pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan hal tersebut maka . ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ============================== ============= ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) PEMBUKAAN Sumber daya manusia adalah kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa.

Pendidik bagi anak usia dini disebut pendidik (guru). DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 N a m a Organisasi ini bernama "Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia selanjutnya disingkat “HIMPAUDI’.perlu dibentuk organisasi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai acuan dan berlaku secara nasional. 1. WAKTU. yang menangani program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). dan menjadi panutan bagi anak usia dini. TENAGA KEPENDIDIKAN adalah : pengelola. 2. fasilitator. 3. HIMPAUDI adalah : organisasi legal dan independen yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. PENDIDIK anak usia dini adalah : tenaga yang berperan sebagai pamong. pembimbing. Pasal 3 Tempat Kedudukan . Pasal 2 W a k t u HIMPAUDI didirikan di Jakarta pada tanggal 6 (Enam). pakar. BAB I NAMA. praktisi. bulan Juni tahun 2005 (dua ribu lima) sampai dengan waktu yang tidak terbatas.

(4) Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Pasal 5 S i f a t HIMPAUDI adalah organisasi profesi yang bersifat independen. (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. LANDASAN. dan mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia.Pusat Organisasi HIMPAUDI berkedudukan di Ibu Kota Negara. (6) Peraturan Pemerintah NO. (2) Undang undang Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. BAB II ASAS. SIFAT. DAN KEDAULATAN Pasal 4 A s a s HIMPAUDI berasaskan Pancasila. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 6 L a n d a s a n HIMPAUDI berlandaskan: (1) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandemen Undang undang Dasar 1945. (5) Undang-Undang NO. Pasal 7 K e d a u l a t a n Kedaulatan HIMPAUDI berada ditangan anggota dan sepenuhnya .

Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini.dilaksanakan melalui musyawarah. bendera. . mars dan hymne yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 8 M a k s u d HIMPAUDI menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia agar bersamasama dapat berusaha secara berdayaguna dan berhasil guna. lagu. Mempersatukan pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. lencana. 2. Pasal 10 F u n g s i HIMPAUDI berfungsi sebagai wadah untuk: 1. BAB III MAKSUD. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini 3. BAB IV A T R I B U T Pasal 11 HIMPAUDI mempunyai lambang. Pasal 9 T u j u a n HIMPAUDI bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.

luar biasa dan kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.Bab V KEANGGOTAAN Pasal 12 Anggota HIMPAUDI adalah pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 17 Struktur Organisasi Tingkat pusat. Pasal 15 Kewajiban dan Hak Anggota Kewajiban dan Hak anggota biasa. serta orangorang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 13 Status Keanggotaan Anggota HIMPAUDI terdiri dari: (1) Anggota Biasa (2) Anggota Luar Biasa (3) Anggota Kehormatan Pasal 14 Syarat dan tata cara penerimaan Anggota Biasa. tingkat wilayah. Luar Biasa dan Kehormatan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. tingkat daerah dan tingkat cabang. . Pasal 16 Pemberhentian Anggota Pemberhentian Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 19 Susunan Pengurus Pusat Pengurus Pusat HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua Umum (4) Ketua ketua (5) Sekretaris Umum (6) Sekretaris-sekretaris (7) Bendahara Umum (8) Bendahara-bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 20 Susunan Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang Pengurus Wilayah/Daerah/Cabang HIMPAUDI terdiri dari: (1) Pembina (2) Penasehat (3) Ketua (4) Wakil-wakil ketua (5) Sekretaris .Pasal 18 Tatacara Pencalonan dan Pemilihan Tatacara pencalonan dan pemilihan Pengurus Pusat. Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 22 Masa Bakti Pengurus Masa bakti pengurus HIMPAUDI di semua tingkatan adalah empat (4) tahun. (2) Pengurus Wilayah. disahkan dan dilantik oleh pengurus setingkat lebih tinggi dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga . Daerah dan Cabang HIMPAUDI diangkat.(6) Wakil sekretaris (7) Bendahara (8) Wakil bendahara (9) Bidang-bidang Pasal 21 Pengangkatan. Pasal 23 Wewenang dan Tanggung Jawab Wewenang dan Tanggung jawab pengurus meliputi: (1) Pengurus Pusat di tingkat Pusat (2) Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi (3) Pengurus Daerah di tingkat Kabupaten/Kota (4) Pengurus Cabang di tingkat Kecamatan Wewenang dan Tanggung Jawab pengurus. Pengesahan dan Pelantikan (1) Pengurus Pusat HIMPAUDI disahkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaanya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: a. Sumbangan yang tidak mengikat c. Iuran anggota b. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 . Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l .Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir.

Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.Lambang.3. Warna kain biru muda c. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a.2. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel . Ukuran skala : 2 x 3 b.4. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b.1. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan dinamika HIMPAUDI b. Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).

karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. Berstatus sebagai pengelola. Mars. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia . Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b.Pasal 2 Lagu.

Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Mengisi formulir b. Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota .Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. b. d. c. b. b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab.

Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a.(1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: a. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum . Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b.

Jika pembelaan ditolak. d. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b.pemberhentian b. dijatuhkan skorsing. c. Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Jika pembelaan diterima. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI . Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengajukan pembelaan. (SKPS) e. Sebelum diberhentikan. Apabila tidak ada perubahan.

Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c.Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Pengurus Wilayah. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. musda dan muscab dengan memperhatikan: . Daerah. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. Berpandangan luas dan bermoral baik d.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Anggota biasa yang aktif c. Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Anggota biasa yang aktif c. Berpandangan luas dan bermoral baik d. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. Pernah menjadi anggota pengurus aktif. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. muswil. Daerah.

daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah. muswil. musda dan muscab. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . wilayah. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pengurus Pusat . Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan . ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum.(1) Nama calon ketua umum. (2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas.

Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. Pengurus Wilayah . Pengurus Wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d. daerah dan cabang b. (2) Tanggungjawab a. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat. Pengurus Cabang . keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. Pengurus Daerah . keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku . Pengurus Pusat.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. . wilayah.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.b. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.

terhitung mulai disahkan oleh munas.Indonesia . Ketua Daerah dan Ketua Cabang dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.Pengurus Daerah pada musda . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode.Pengurus Pusat pada munas . seorang Ketua Umum.Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. musda dan muscab. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya.Pengurus Wilayah pada muswil .Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . Ketua Wilayah. muswil.

Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan .(4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a. Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui formatur f. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a.

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas . Peninjau (Pengurus Wilayah. memilih dan dipilih b. Utusan: Mempunyai hak bicara. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. cabang): Mempunyai hak bicara c. Daerah. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Jika tidak tercapai kuorum. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. suara.c.

Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Merumuskan rekomendasi. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat (6)Peserta Muswil terdiri dari : a. baik internal maupun eksternal d. c. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan .dan tanggung jawab pengurus wilayah. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.

memilih dan dipilih b. maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah. Peninjau : Mempunyai hak bicara c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. suara.c. Utusan : Mempunyai hak bicara. Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: . (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Jika tidak tercapai kuorum. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.

Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. Undangan: .a.Anggota Kehormatan c. .Peserta Musda terdiri dari : a. suara. dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6).Ketua dan sekretaris cabang cabang . Utusan: Mempunyai hak bicara.Pengurus daerah . Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Utusan: .Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e. memilih dan dipilih . Merumuskan rekomendasi. baik internal maupun eksternal d.Pengurus Cabang. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Anggota Luar biasa .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. c. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih.Lembaga lembaga terkait . Peninjau: .

Peninjau: Mempunyai hak bicara g. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Jika tidak tercapai kuorum. baik internal maupun eksternal . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a.f. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Merumuskan rekomendasi. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan (2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. b.

Peninjau: Mempunyai hak bicara c.Lembaga lembaga terkait . Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. Peninjau: . Utusan: Mempunyai hak bicara. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.c. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. Jika tidak tercapai korum. Utusan: . maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Anggota Kehormatan c.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa . tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. .Pengurus Cabang b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a.Anggota Luar biasa . Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih. Undangan: . suara. memilih dan dipilih b.

(4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa (5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang.(1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. . BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat.

Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c.ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. daerah dan cabang . Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. wilayah. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah.

Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b. KEKAYAAN DAN INVENTARIS Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. BAB VI SUMBER PENDAPATAN.000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program.a. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 . Daerah 20% c. Wilayah 15% d. Cabang 60% b.

(2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas .Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional (2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini. harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu.

ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. please follow these directions to submit a copyright infringement notice. .ADARTpdf Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Top of Form 32b0443d3f1cd5 doc Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 HIMPAUDI . maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.(4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran.

904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education himpaudi (fewer) Follow IXX010 Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.Report Cancel Bottom of Form This is a private document. . p. Info and Rating Reads: 5. p.

3. p. p. p. p. .p. 2.

p. . 5.p. p. p. p. 4.

p. . p. p. 6. p.p.

p. 8. p. . 7. p.p. p.

p.

p. 9.

p.

p.

p. 10.

p.

p.

p. 11.

p.

p.

p. 12.

p.

p.

p. 13.

p.

p.

p. 14.

p.

p.

p. 15.

16. .p. p. p. p. p.

p. 18. p. p. p. 17.p. .

1 p.p. 1 p. . 4 p. More from this user PreviousNext 1. 5 p. 2.

3.25 p. 5 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 . 1 p.

p. . p. 1.document_comme 4gen Bottom of Form p. p. p.

p. p. . 3. p. 2. p.p.

p. p. p. 4. . 5. p. p.

. p. p.p. p. 6. p.

. p. p. 7.p. p. p. 8.

9.p. . p. p. p. p. 10.

p. .p. p. p. 11. p.

12. p. p. p. p. . 13.p.

14. . p. p. 15. p. p.p.

16. p.p. . p. p. p.

p. 1 p.p. p. More from this user PreviousNext 1. . 17. 5 p.

1 p. Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 . 4 p. 3.1 p. 25 p. 2. 5 p.

Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form BAB VII PERMUSYAWARATAN ORGANISASI Pasal 24 Permusyawaratan HIMPAUDI dilaksanakan melalui: (1) Musyawarah Nasional (Munas) untuk tingkat Nasional (2) Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk tingkat Provinsi (3) Musyawarah Daerah (Musda) untuk tingkat Kabupaten/Kota (4) Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tingkat Kacamatan (5) Rapat-rapat lain yang dianggap perlu BAB VIII KEKAYAAN Pasal 25 (1) Sumber kekayaan HIMPAUDI berasal dari: .

Draft ditetapkan di : Denpasar Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006 . BAB XI PENUTUP Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.a. Iuran anggota b. BAB X PEMBUBARAN Pasal 27 Pembubaran HIMPAUDI dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Usaha-usaha dari sumber yang halal (2) Kekayaan HIMPAUDI diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB IX PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 26 Perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui Musyawarah Nasional yang dihadiri sedikitnya dua per tiga (2/3) wilayah dan disetujui oleh sedikitnya dua per tiga (2/3) peserta yang hadir. Sumbangan yang tidak mengikat c.

1. Makna HIMPAUDI senantiasa berada di tengahtengah masyarakat b. Lencana dan Bendera (1) Lambang HIMPAUDI (format gambar pada lampiran) a. Arti Lambang HIMPAUDI : Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Tanggung Jawab kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berlandaskan Iman dan Taqwa b. Bendera Merah Putih Berkibar Kibaran melambangkan semangat Indonesia dan . Filosofi Lambang HIMPAUDI : (Posisi di tengah).ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA (HIMPAUDI) ============================== ================== BAB I ATRIBUT Pasal l Lambang.

dinamika HIMPAUDI b. Lambang HIMPAUDI d Pataka/Vandel Pasal 2 Lagu.3. dan Hymne Lagu Mars dan Hymne HIMPAUDI (lagu pada lampiran) BAB II KEANGGOTAAN Pasal 3 Syarat Anggota Biasa. Luar Biasa dan Anggota Kehormatan (1) Anggota Biasa: a. Anak (Kuning Emas) Melambangkan Anak Indonesia dalam usia Perkembangan Emas (Golden Age) b.2. Mars. Berstatus sebagai Pendidik Anak Usia Dini Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Keputusan/Keterangan .4. Orang Dewasa (Biru) Melambangkan kematangan dan kemapanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini b. Warna kain biru muda c. Hati di antara Anak dan Orang Dewasa Melambangkan pertautan hati dan kasih sayang (2) Lencana HIMPAUDI (format pada lampiran) (3) Bendera (format pada lampiran) a. Ukuran skala : 2 x 3 b.

Memiliki loyalitas dalam pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (3) Anggota Kehormatan a.Pengangkatan dari lembaga penyelenggara PAUD b. b. Calon anggota yang memenuhi persyaratan diberi kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (2) Anggota Luar Biasa a. Mengisi formulir b. Memiliki jasa dan pengabdian kepada Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Pasal 4 Tata cara penerimaan anggota Biasa dan Kehormatan (1) Anggota Biasa a. Memiliki kepedulian dan perhatian khusus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia b. Berstatus sebagai pengelola. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab. . karyawan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Surat Keputusan/ Keterangan dari lembaga yang bersangkutan (2) Anggota Luar Biasa: a. Memiliki keahlian di bidang Pendidikan Anak Usia Dini b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang.

Mengisi formulir Pasal 5 Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota wajib memenuhi kewajiban sebagai anggota antara lain membayar iuran anggota (3) Setiap anggota wajib mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 6 Hak Anggota (1) Anggota biasa mempunyai: . b. Diusulkan dan diangkat oleh Pengurus Pusat/ Wilayah/ Daerah/Cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Disahkan oleh Munas/ Muswil/ Musda/Muscab c. Anggota Kehormatan setelah diangkat oleh pimpinan pusat/ wilayah/ daerah/ cabang. mendapat kartu anggota yang dikeluarkan oleh pengurus pusat. b. Anggota Luar Biasa setelah diangkat oleh Pimpinan Pusat/ Wilayah/Daerah/Cabang.c. d. Mengisi Formulir (3) Anggota Kehormatan a.

Karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan organisasi b. Memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk . Hak bicara : yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis b. Memperhatikan hal hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak anggota c. pengurus memberi teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. Hak suara : yaitu hak pada waktu pemungutan suara (2) Anggota Luar Biasa mempunyai: Hak bicara untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tertulis (3) Anggota Kehormatan mempunyai: Hak untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis Pasal 7 Pemberhentian Anggota Pemberhentian anggota dilakukan sebagai berikut: (1) Berhenti atas pemintaan sendiri a. Apabila tidak ada perubahan. Hak pilih : yaitu hak untuk memilih dan dipilih c. Sebelum diberhentikan. Permintaan diajukan secara tertulis satu bulan sebelum pemberhentian b. dijatuhkan skorsing.a. Menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian (2) Berhenti atas dasar diberhentikan a. c.

Struktur Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi c. Anggota biasa yang aktif c. BAB III STRUKTUR HIMPAUDI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8 Struktur HIMPAUDI Struktur HIMPAUDI terdiri dari: a. Struktur Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional b. Daerah.mengajukan pembelaan. dan Cabang (1) Ketua Umum memiliki persyaratan: a. Jika pembelaan diterima. maka pengurus menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara. (SKPS) e.Struktur Pengurus Cabang untuk tingkat Kecamatan Pasal 9 Persyaratan Pengurus Pusat. nama yang bersangkutan direhabilitasi. Wilayah. Struktur Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten/Kota d. Jika pembelaan ditolak. Pendidikan sekurang-kurangnya Strata I b. d. Berpandangan luas dan bermoral baik . Memperhatikan hal-hal yang masih menyangkut kewajiban dan hak yang bersangkutan (3) Pengurus berwenang menerbitkan surat keputusan pemberhentian dan pencabutan tanda anggota dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah ketentuan pemberhentian.

Cabang HIMPAUDI memiliki persyaratan: a. Ketua dan Pengurus Pemilihan ketua umum. ketua dan pengurus dipimpin oleh pimpinan sidang Pasal 11 Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus (1) Personalia pengurus pusat. sekurangkurangnya 1 (satu) periode e. ketua dan pengurus menyatakan kesediaannya secara tertulis (3) Pemilihan ketua umum. daerah dan cabang disusun oleh formatur hasil munas. Tidak dalam keadaan terpidana Pasal 10 Pemilihan Ketua Umum. ketua dan pengurus telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan pada pasal 9 ayat 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga (2) Setiap anggota terpilih yang bersedia menjadi ketua umum. ketua dan pengurus dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat pada munas. Pengurus Wilayah. Anggota biasa yang aktif c. Daerah. Berpandangan luas dan bermoral baik d. musda dan muscab dengan memperhatikan: (1) Nama calon ketua umum. Pendidikan sekurang-kurangnya SMA/sederajat b. . Pernah menjadi anggota pengurus aktif. wilayah. muswil. musda dan muscab.d. Tidak dalam keadaan terpidana (2) Pengurus Pusat Lainnya. muswil.

Pengurus wilayah mempunyai kewenangan melantik pengurus daerah dengan Surat Keputusan c. keputusan muswil dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus pusat mempunyai kewenangan melantik pengurus wilayah dengan Surat Keputusan b.Pengurus pusat mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Wilayah . keputusan munas dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku .Pengurus daerah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai . Pengurus Daerah .(2) Pengukuhan pengurus pusat dilakukan oleh pejabat yang disepakati berdasarkan hasil munas. (3) Pelantikan pengurus wilayah. Pasal 12 Wewenang dan Tanggung Jawab Pengurus (1) Wewenang a.Pengurus wilayah mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Pusat . daerah dan cabang dilakukan oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan surat keputusan dan dikukuhkan oleh pejabat daerah.

Pengurus Cabang pada muscab Pasal 13 Masa Bakti Pengurus (1) Masa bakti kepengurusan adalah 4 (empat) tahun. Ketua Daerah dan Ketua Cabang .Pengurus Pusat pada munas .Pengurus Wilayah pada muswil . (2) Tanggungjawab a. Pengurus Pusat. . seorang Ketua Umum. Ketua Wilayah.Pengurus cabang mempunyai kewenangan menentukan kebijakan HIMPAUDI dan melaksanakan segala ketentuan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus Cabang . musda dan muscab.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. keputusan musda dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku. keputusan muscab dan aturan-aturan HIMPAUDI yang berlaku.Pengurus Daerah pada musda . terhitung mulai disahkan oleh munas. wilayah. Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada anggota melalui: . (2) Setelah menjalankan 1 (satu) periode. daerah dan cabang b. Pengurus Wilayah. muswil. Tanggungjawab pengurus berlaku bagi semua pengurus pusat.Pengurus daerah mempunyai kewenangan melantik pengurus cabang dengan Surat Keputusan d.

maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya. Memilih dan menetapkan Ketua Umum melalui . Merumuskan rekomendasi baik internal maupun eksternal e. Selanjutnya harus segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atas usul dari 2/3 dari wilayah se. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga c.dapat dicalonkan dan dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. Bab IV PERMUSYAWARATAN HIMPAUDI Pasal 14 Musyawarah Nasional (Munas) (1) Munas adalah musyawarah tertinggi yang dihadiri oleh pengurus wilayah dari seluruh provinsi (2) Munas diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat selama masa baktinya b. Merumuskan dan menetapkan program kerja HIMPAUDI untuk periode yang akan datang d.Indonesia (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan munas merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus pusat (5) Munas berwenang dan berkewajiban: a.

tetapi persidangan . Daerah. suara. Utusan: Mempunyai hak bicara. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. Undangan: Lembaga lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. cabang): Mempunyai hak bicara c. Peninjau: Pengurus Daerah dan Cabang. Utusan: Pengurus pusat Ketua dan sekretaris wilayah di seluruh provinsi Ketua-ketua daerah yang ditunjuk oleh wilayah bersangkutan b. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.formatur f. Tata tertib Munas diatur dan disahkan dalam Munas (6) Peserta Munas terdiri dari : a. Jika tidak tercapai kuorum. memilih dan dipilih b. Peninjau (Pengurus Wilayah. Anggota Luar Biasa Anggota Kehormatan c.

Merumuskan dan menetapkan rincian program kerja untuk periode yang akan datang. (5) Muswil berwenang dan berkewajiban: a.ditunda selama 1 (satu) jam. c. baik internal maupun eksternal d. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e. Pengurus wilayah berkewajiban melaporkan hasil muswil tentang formatur dan mide formatur terpilih dan hasil muswil lainnya kepada pengurus pusat . Apabila sampai waktu penundaan jumlah kuorum tidak tercapai. (2) Muswil diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. Merumuskan rekomendasi. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. maka munas dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 15 Musyawarah Wilayah (Muswil) (1) Muswil adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Kab/Kota). maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Muswil Luar Biasa atas usulan dari 2/3 Pengurus Daerah (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muswil merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus wilayah.

Peninjau : Mempunyai hak bicara c. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. memilih dan dipilih b.(6)Peserta Muswil terdiri dari : a. Anggota Luar biasa Anggota Kehormatan c.Peninjau: Pengurus Daerah Pengurus Cabang. suara. Utusan : Mempunyai hak bicara. Apabila sampai waktu . Undangan : Mempunyai hak bicara (8) a. Jika tidak tercapai kuorum.Undangan Lembaga – lembaga terkait Perorangan yang dianggap profesional (7)Hak Peserta: a.Utusan: Pengurus wilayah Ketua dan sekretaris daerah Ketua ketua cabang yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b.

dan hasil musda lainnya kepada pengurus wilayah dan tembusan ke pengurus pusat (6). (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Merumuskan rekomendasi. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. (5) Musda berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur e.Peserta Musda terdiri dari : . maka muswil dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 16 Musyawarah Daerah (Musda) (1) Musda adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah (2) Musda diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali. maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan musda merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus daerah.penundaan jumlah korum tidak tercapai. baik internal maupun eksternal d. Pengurus daerah berkewajiban melaporkan hasil musda tentang formatur dan mide formatur terpilih. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa baktinya b. c.

suara. Musyawarah dianggap sah bila memenuhi kuorum b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: e.Pengurus Cabang.Anggota Luar biasa . Peninjau: .Lembaga lembaga terkait . memilih dan dipilih f.Pengurus daerah .a. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. . Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a. Utusan: . maka musda dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 17 Musyawarah Cabang (Muscab) (1) Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan .Pengurus cabang selain ketua dan sekretaris yang ditunjuk oleh daerah bersangkutan b. Peninjau: Mempunyai hak bicara g.Ketua dan sekretaris cabang cabang . Jika tidak tercapai kuorum. Utusan: Mempunyai hak bicara.Anggota Kehormatan c. Undangan: .

. Merumuskan dan menetapkan program organisasi untuk periode yang akan datang. Utusan: .Pengurus Cabang b.Anggota Luar biasa . baik internal maupun eksternal c. dan hasil muscab lainnya kepada Pengurus daerah dan tembusan ke pengurus wilayah dan pengurus pusat (6) Peserta Muscab terdiri dari : a. (3) Apabila 6 (enam) bulan sesudah berakhirnya masa bakti pengurus tidak diselenggarakan musyawarah. Peninjau: . maka pengurus kehilangan hak dan wewenangnya dan harus segera diadakan Musyawarah Luar Biasa (4) Prosedur dan tata laksana penyelenggaraan muscab merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus cabang. b. Pengurus cabang berkewajiban melaporkan hasil muscab tentang formatur dan mide formatur terpilih.Anggota Kehormatan c.Anggota Biasa di tingkat kelurahan yang ditunjuk. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kinerjanya selama masa Baktinya a. Undangan: . Merumuskan rekomendasi. (5) Muscab berwenang dan berkewajiban: a. Memilih dan menetapkan formatur dan 2 (dua) mide formatur terpilih d.(2) Muscab diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali.

(4) Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan musyawarah dapat diberlakukan untuk penyelenggaraan Musyawarah Luar Biasa .Lembaga lembaga terkait . Musyawarah dianggap sah bila memenuhi korum b. maka muscab dapat berlangsung dan dianggap sah Pasal 18 Musyawarah Luar Biasa (1) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila ada halhal yang tidak dapat ditunda penyelesaiannya sampai waktu musyawarah yang sudah ditentukan (2) Musyawarah Luar Biasa diselenggarakan bila: a.Perorangan yang dianggap profesional (7) Hak Peserta: a. Peninjau: Mempunyai hak bicara c. Pengurus tidak menyelenggarakan musyawarah setelah 6 (enam) bulan berakhirnya masa bakti. Apabila sampai waktu penundaan jumlah korum tidak tercapai. memilih dan dipilih b. tetapi persidangan ditunda selama 1 (satu) jam. (3) Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas permintaansetengah ditambah satu dari jumlah wilayah/daerah/cabang. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran AD/ART oleh pengurus b. maka upacara pembukaan musyawarah tetap dapat berlangsung. suara. Jika tidak tercapai korum.. Utusan: Mempunyai hak bicara. Undangan: Mempunyai hak bicara (8) a.

(5) Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada peserta bersama-sama undangan menghadiri Musyawarah Luar Biasa paling lambat 15 hari sebelum tanggal penyelenggaraan. Rapat kerja wilayah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus wilayah. ketua dan sekretaris daerah (kab/ kota) atau yang mewakili (3) Rapat kerja daerah (Rakerda) a. Rapat kerja nasional diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. ketua dan sekretaris wilayah atau yang mewakili (2) Rapat kerja wilayah (Rakerwil) a. Rapat kerja daerah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode . Rapat kerja nasional dihadiri oleh seluruh anggota pengurus pusat. Rapat kerja nasional diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat nasional c. Rapat kerja wilayah diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja wilayah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat wilayah c. BAB V RAPAT-RAPAT Pasal 19 Rapat Kerja (1) Rapat kerja nasional (Rakernas) a.

Rapat kerja cabang diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat kecamatan c. KEKAYAAN DAN INVENTARIS . daerah dan cabang a. Rapat kerja pengurus dihadiri oleh seluruh pengurus (6) Rapat-rapat lain diatur dalam pedoman/peraturan organisasi. Rapat kerja daerah dihadiri oleh seluruh anggota pengurus daerah.b. wilayah. ketua dan sekretaris cabang atau yang mewakili (4) Rapat kerja cabang (Rakercab) a. Rapat kerja pengurus diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian kegiatan program. Rapat kerja cabang dihadiri oleh anggota (5) Rapat kerja Pengurus Pusat. Rapat kerja cabang diselenggarakan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam satu periode b. Rapat kerja daerah diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas rincian program yang telah dan akan diselenggarakan di tingkat daerah c. jadwal dan anggaran setiap bidang yang akan diselenggarakan c. BAB VI SUMBER PENDAPATAN. Rapat kerja pengurus diselenggarakan sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu periode b.

000 per bulan dengan pembagian sebagai berikut: a. Pusat 5% (2) Sumbangan yang halal dan tidak mengikat (3) Usaha usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 21 Kekayaan dan Inventaris (1) Kekayaan dan inventaris dikelola secara benar dan transparan.Pasa1 20 Sumber Pendapatan (1) Iuran wajib anggota sebesar Rp 1. Daerah 20% c. Wilayah 15% d. Cabang 60% b. (2) Kekayaan dan inventaris dipertanggungjawabkan pada akhir masa kepengurusan di setiap jenjang. BAB VII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 22 (1) Perubahan Anggaran Rumah Tangga adalah wewenang musyawarah nasional .

(2) Musyawarah Nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Perubahan harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas BAB VIII PEMBUBARAN HIMPAUDI Pasal 23 (1) Pembubaran HIMPAUDI diputuskan oleh musyawarah nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Musyawarah nasional yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, harus dihadiri sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah (3) Pembubaran harus disetujui oleh sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam munas (4) Apabila Musyawarah nasional memutuskan pembubaran, maka dalam keputusan tersebut ditentukan pedoman dan tatacara pembubaran HIMPAUDI BAB IX PENUTUP Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, ditetapkan dalam bentuk peraturan oleh Pengurus Pusat dan dipertanggungjawabkan pada musyawarah nasional. Ditetapkan di : Denpasar

Hari : Kamis Tanggal : 3 Agustus 2006

HIMPAUDI - ADARTpdf
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form

32b0443d3f1cd5 doc

Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice. Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.

Info and Rating
Reads: 5,904 Uploaded: 12/30/2008 Category: Brochures/Catalogs Rated:
0 5 false false 0

Copyright: Public Domain Didistribusikan sebagai salah satu upaya pen-sosialisasi-an kepada masyarakat luas Education himpaudi Education

himpaudi (fewer) Follow IXX010

Share & Embed Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p. 2.

p.

p.

p. 3.

p.

p.

p. 4.

p.

p.

p. 5.

p.

p.

p. 6.

p.

p.

p. 7.

p.

9. p. . p. p.p. p. 8.

p.p. 10. p. p. . p.

p. p. . 11.p. 12. p. p.

p.p. p. 13. 14. p. p. .

p. 15. . p. p. p. p.

. p. 17. p. 16. p. p.p.

. 18. More from this user PreviousNext 1. p. p. 1 p.p. p.

3. 25 p. 2. 5 p. . 1 p.5 p. 4 p.

Add a Comment Top of Form 32b0443d3f1cd5 Submit Characters: 400 document_comme 4gen Bottom of Form .1 p.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful