Anda di halaman 1dari 23

5

Bab 2

Tekanan Tanah l.ctercl

2.1. UMUM

Seperti yang telah diterangkan dalam bab 1, pembahasan tekanan tanah lateral pada buku ini dilakukan atas dasar teori klasik dari Coulomb dan Rankine. Masing-masing cara atau kondisi diuraikan dengan segal a anggapan-anggapan dasar dan dirinci untuk mendapat tekanan tanah aktif dan pasif.

2.2. KONDISI COULOMB

Dasar dari kondisi Coulomb ini antara lain adalah :

Tanah adalah isotropik. Homogen, dan tak berkohesi

Permukaan bidang longsor adalah datar, dirnana bidang long song melewati ujung tumit dari din ding

Permukaan tekanan adalah datar.

Terdapat gaya geser tembok pada permukaan tekanan Segitiga longsor adalah rigid body.

Longsor dalam dua dimensi.

Bidang kelon sor n sesungguhnya ya g terjadi

6

r

----.> Idealisasi da g

kelongsoran ya g

terjadi

Wn

A

Gambar 2.1. Tekanan aktif yang bekerja pada dinding menurut Coulomb

Lihat gambar

Derah AB (1) : Waktu W akan longsor, masa tanah dengan dinding akan tergelincir d ri ke A, ditanah oleh friksi dari A ke B. Jika Pn adalah total normal dengan friksi yang dimobilisir akan menimbulkan gaya PA (tekanan

Daerah AC (2) : Keterangan sarna dengan butir I, pada waktu segitiga tanah akan 10

terdapat friksi dari A ke C, dengan Wn memberikan gaya resultante

Jadi terdapat keseimbangan gaya seperti pada Gambar 2.2.

r -

,,-l' :'t'

Gambar 2.2. Keseimbangan gay a pada mobilisasi tekanan aktif

9

Harga PA maksirnurn didapat dengan mendefersiasi persamaan (2.3) terhadap 0 - 0

=0

maka

( sin2 (oc+cp)

{sin (0+S) sin (o-i) sin-« sin (a-B) 1+ --~~~-sin (0<:-5) sin (o<:+i)

) .... u.. (24)

atau dapat dituliskan

P A = 1/2 yWKa dimana,

Ka = ------------------ (2.5)

sin'= sin (=-0) {1+

sin(0+0) sinro-i)

r

sin (=-8) sine =+i)

Apabila dinding vertikal dan liein seangkan tanah isian horizontal, maka : =0=0

Rumus (2-5) menjadi :

I-sin 0 0

K = = tan2(45° - - ) (2.6)

a

l+sin 0 2

2.2.2 Tekanan pasif

----

A

w

Gambar 2.5. Tekanan pasif yang bekerja pada dinding menurut Coulomb

bidang longsor AC mempunyai keterangan seperti butir (1) dan (2) pada sub. Bab 2.2.1 t ta i dengan arah yang berlawanan.

Jadi keseimbangan gayanya :

Gambar 2.6. Keseimbangan gaya pada tekanan pasif

11

Mencari sudut-sudut yang membentuk segi tiga gaya tekanan pasif kondisi Coulomb.

/

./' Pn/

w

w

Gambar 2.7. Sudut antara Pp dan W

untuk kondisi gambar 2.7.

< a + L * = 90°

Maka sudut antara Pn dengan W = < a karena L a + L * = 90°

maka sudut antar P p dengan W = < a + < O.

Untuk kondisi gambar 2.8.

< 0 + L * = 900

Perhatikan titik K

karena L 0 + L * = 90° maka, sudut antara W dan R = L e + L 0

R

Gambar 2.8. Sudut antara W dengan R

12

Dengan cara yang sarna seperti pada tekanan aktif, dari garnbar didapat :

W = y.A = - yH2 sin(a+8) 2. )

2 sin (8-i)

1

sintrx+i)

Dari keseirnbangan gaya didapat,

W sin (8+1<1)

p = ------- 2. )

p

~

sine 180° -8-0-a-O)

Masukkan persamaan (2.7) kedalarn persarnaan (2.8)

yH2 sin(8+1<1) { sin (a+i)

Pp = sinra+o)

2sin2a 'sin( 1800-cx:-8-0-a-O) sin(El-i)

Harga P p maksimurn didapat dengan mendeferensiasi persamaan (2.9) terhadap - = 0

---=0

do

{I + V sin(¢+&) sin(¢-i) sin (oc-o) sin(oc+i)

atau bisa dituliskan :

Pp = 112 yHZ x, dimana,

r ) .1 )

sin' oc sin (oc-O) {I +

sinte+S) sirue-i)

Ka = -----------;::============--- ( .1 )

r

sin (oc-O) sine oc+i)

15

pergunakan rurnus sinus,

w

= --------------

sin(8-p)

sin(90° -8+p+i)

sin(8-p)

PA = W ----- (2.14)

Masukkan persarnaan (2.13) ke persarnaan (2.14)

cos 8 cos i sin(8-i)

PA=-- yW

2 sin(8-i) sin(90o-8+p+i)

Harga P A rnaksirnurn didapat dengan rnendeferensiasi

--- = 0 akan didapat :

dp

cos i-V cos2i - cos20 cos i + V cos-i - cos'e

1

atau P A = -- Y H2 Ka dirnana,

2

K = cos i

a

cos j - ..J cos2j - cos20 cos j +..J cos-i - cos-a

..................................................................... (2.15

2.3.2 Tekanan pasif

Gambar tekanan pasif yang bekerja pada dinding menurut Rankine sarna seperti terlihat pada garnbar 2.5, contohnya bidang AB adalah tegak lurus.

Dengan cara yang sarna akan didapat ;

16

1

P p = -- y H2 cos i 2

cos i - -J cos2j - cos20 cos j - -J cosi - cos20

................................................. ( .1 )

atau P p = _- Y HZ K, dimana,

2

K, = cos j

cos i + -J cos2j - cos20 cos i - -J cos-i - cos-e

................................................................. (2 16 )

Kalau tanah isian datar, sudut kemiringan tanah = 0 dan sudut geser dinding = 0 a

Persamaan (2.15) dan persamaan (2.16) menjadi :

1- V 1-(cos20)
K = 1 x =
a 1+ V 1-(cos20)
1+ V 1-(cos20)
K, = 1 x =
1+ V 1-(cos20) l=sina 0

---- = tg2(45° - - ) ( .1

l+sin 0 2

l+sine 0

---= tg2(45° - -) ( .1 )

I-sin 0 2

Dari persamaan (2.17) dan persamaan (2.18) terlihat bahwa,

1

K, = -- atau K. = -- ( .1 )

Ka Kp

2.4. PEMILIHAN PEMAKAIAN KONDISI RANKINE ATAU COUl B

2.4.1 KRITERIA PEMILIHAN

Kriteria pemilihan pemakaian kondisi Rankine atau Coulomb ditentukan oleh ang anggapan dimana teori diturunkan, Seperti diketahui :

19

Dinding Kantilever

W = y x Iuas segi empat BeDv

Garnbar 2.14 Tekanan aktif total yang bekerja pada dinding kantilever kondisi Renkine

Sarna seperti pada dinding gravitasi, pada dinding kantilever ini, berat total tekanan aktif yang bekerja pada struktur berupa penjumlahan vektor dari :

dimana W = berat tanah segi ernpat BCDV.

Kondisi Cuolornb

Garnbar 2.15 Dinding gravitasi disini bidang longsor terbentuk sepanjang dinding AB.

20

Karena bidang longsor terbentuk sepanjang dinding AB maka total tekanan aktif a g bekerja pada struktur adalah langsung tekanan total yang dicari.

Pada dinding kantilever tidak dapat dikenakan kondisi Coulomb karena tidak terb nt k bidang longsor sepanjang dinding tekanan. Yangmungkin adalah longsor pada bidang te

A V dimana kasus ini hanya terjadi pada kondisi Rankine (lihat gambar 2.16).

1 -? Bidang Tekanan.

I ~

Gambar 2.16 Dinding kantilever Tidak terbentuk bidang longsor pada ABCD tetapi pa a bidang AV.

Apa yang telah diterangkan diatas berlaku pula untuk tekanan pasif.

Kesimpulan :

1

Tegangan tanah aktif : P A = -2- 'Y H2 KA(C.R)

1

Tegangan tanah pasif: P p = -- 'Y H2 Kp(c.R) 2

Dari hasil formula diatas kalau dijabarkan dalam bentuk diagram tegangan d ng n menganggap kondisi Rankine untuk < i = < 0 = 0 adalah sebagai berikut :

Diagram Tegangan Tanah Aktif

~ "_~' 2 Y A< "

'Y H K A(C.R)

Diagararn Tegangan Tanah Pasif

H

21

Sehingga bentuk diagram tegangan tanah akibat komponen be rat isi y dan sudut geser dalam 0 berupa segitiga.

2.5. TEKANAN TANAH LATERAL MENURUT COULOMB DAN RANKINE DENGAN MENGGUNAKAN LlNGKARAN MOHR

Keseimbangan Plastis yaitu suatu kondisi dimana untuk setiap titik didalam misa tanah tepat pada batas runtuhnya. Seperti diketahui Rankine (1857) melakukan suatu penyel idikan kondisi tegangan tanah pada keadaan keseimbangan plastis sehingga dikenal keadaan aktif Rankine dan keadaan pasif Rankine.

Keadaan aktif Rankine

-1"Lj-

.. ' ::":'.c;:_:; ~ .. : .. :~- .:: .. ! .. ::.-:

- ".~'

Berat isi tanah = y if = ct c dan <p

Gambar 2. t 6 a. Tekanan aktif Rankine pada keadaan sebenamya.

22

Tegangan-tegangan utama horisontal dan vertikal pada kedalaman z diberikan oleJl ~ h dan au' Apabila dinding AB tidak diperkenankan bergerak maka ah = Ko.o dimana, Pu 1= effektive overburden pressure = y.z.

Keadaan tegangan pada elemen tanah dapat direpresentasikan dengan lingkaran Mol () yang terdapat pada gambar 2.16 b. Apabila dinding AB diperkenankan bergerak men !au i masa tanah perlahan-lahan, maka tegangan utama horisontal perlahan-lahan juga berku Ian , sehingga tercapai keadaan ultimate. Kondisi tegangan ultimate pada elemen t m!h direpresentasikan oleh lingkaran Mohr (b). Keadaan tersebut dinamakan keadaan keseimba uuln plastis dan tanah mengalami keruntuhan. Hal ini yang disebut Rankine, keadaan 17k if Rankine dan tegangan a. pada bidang vertikal yang mana berupa bidang utama adalah tek min aktif tanah Rankine.

Mencari besar tekanan aktif Rankine 0' sebagai berikut : a

1 I

\ A~~~~~~+-----~-+~~---------r------ 7 Tegangan nonn I

(b)

Gambar 2.16 b. Lingkaran Mohr pada tekanan aktif Rankine.

Dengan mengambil contoh tanah adalah tanah pada umumnya C-0 soils dan rm lihl1t gambar 2.16 b didapat :

CD CD

sin e = ~- +

AC AO + OC

23

dimana,

a + o

u a

- CD = jari-jari lingkaran = ----

2

- AO = c cotg ~

a +a

u a

-OC =----

2

sehingga sin I!l = --------- 1

c cotg ~ + - (o + a )

2 u a

1

- (a -a)

2 u a

1 1

atau c cos ~ + - (a + (j ) sin ~ = -- (a - (j )

2 u" 2 u a

a = a

a u

1 - sin ~ 1 + sin ~

- 2c

cos ~

---- (2.38)

+ sin 0

Seperti diketahui :

1 - sin 0 1 + sin ~

= tan? (45°_ +- ) (l.38 a)

--:0-:-i:-0- = tan (45° - -;-- ) (2.38 b)

au = 'Y . z (2.38 c)

Masukan pers (2.38a) ; pers (2.38b) ; pers (2.38c) didalam pers (2.39) didapat :

~

a. = 'Y z tan2(45° - 0/2) - 2c tan(45° - -- ) (2.39)

2

Pers (2.39) = Pers (2.36) yaitu persamaan tegangan lateral tanah aktif untuk tanah pada umumnya ( C - 0 soils ).

Anggapan mula pada cara Rankine adalah untuk tanah berbutir kasar atau o-soils sehingga persamaan (2.39) menjadi :

24

o

0'. = 0'" tan" (450 - -2- ) (240

sehingga besar koefisien tekanan aktif Rankine Ka didapat dari

o

0' tan( 4SO - - )

u

2 0

Ka = -- = ------- = tan2(45°- --) (2 41

0' 0' 2

u u

0'

a

Persamaan (2.41) = persamaan (2.17)

Dari gambar 2.16 b terlihat bahwa bidang keruntuhan tanah membuat sudut ± (450 + dengan arah bidang mayor utama, yaitu bidang horisontal. Bidang-bidang ini disebut bi . bidang gelincir dan ditunjukan pada gambar 2.16 c, sedangkan gambar 2.16d diperlih variasi tegangan aktif 0' dengan kedalaman.

(1

-2cVK

• I

• / \ 1\ /\

\ / \ /. \ / \ /

\/ \/ \ / ,I

\/ I \ 1 ',/

I- r:K. - 2c../K. (d)

(c:)

Gambar 2.16d Gambar diagram tekanan aktif Rankine

Gambar 2.16c Bidang-bidang gelincir pada tekanan aktif Rankine

27

dimana,

~ CD = jari-jari lingkaran = ----

o - 0

p u

2

~ AC = c cotg 0

o - 0'

p u

~ OC =---

2

1

-- (0' - cr )

2 p u

sehingga sin 0 = -----------

I

c cotg 0 + -- (o + cr )

2 p u

1

atau c cos 0 + -- (0 + 0) sin 1'1 = -- (a - cr )

pup u

2 2

t + sin 0 cos 0

0' = 0' ---- - 2c ---- (2.41)

p u

- sin 0

- sin 1'1

c cos 0 + -- 0' sin 0 + -- 0' sin 0 ::; _- (0' - a )

u p p u

2 2 2

c cos 0 + -- au (1 + sin 0) = -- ap (l - sin 0)

2 2

c cos 0

1 +sin 0

---- + -- cr = -- 0'

u u

i-sin 0 2 l-sin 0 2

2c cos 0 l+sin 0

---- + au = au

I-sin 0 I-sin 0

Seperti diketahui :

1 + sin 0 0

---- = tan? (450 + -- ) (2.41 a)

1 - sin 0 2

28

Masukkan pers (2.3Sc) : pers (2.41 a) ; pers (2.41 b) kedalam pers (2.41) didapat :

cos 0 0

____ = tan (45° - -_ ) (2.4 b

1 - sin ° 2

o 0

a = y z tan2(45° + --) + 2c tan(4SO + --) (2 42

p 2 2

Persamaan (2.42) yaitu persamaan tegangan lateral tanah pasif untuk tanah pada umu n a (C-o soils). Anggapan mula pad a cara Rankine adalah untuk tanah berbutir kasar at u -soils sehingga persaman (2.42) menjadi :

o

a = a tan- (450 + -- )

p u

2

Besar koeffisien tekanan pasif Rankine Kp didapat dari :

o

a au tan'(45° + -2-)

Kp = _a_ = -----'=---- = tan2(450 + _0_ ) (

~ ~ 2

Persamaan (2.43) = persamaan (2.1S)

Titik D dan D' yang terletak pada lingkaran longsor (Iihat Gbr. 2.11 f) adalah bi a - bidang gelincir didalam masa tanah. Untuk kondisi pasif Rankine bidang-bidang ge in ir membentuk L ± (45° + --'=-_ ) dengan arah bidang utama minor, yaitu bidang hori n al

(lihat Gambar 2.16 g). 2

Sedangkan Gbr. 2.16 h diperlihatkan variasi tegangan pasif op dengan kedalaman. dilihat bahwa arah tegangan dari mobilisasi akibat kohesi yang berupa segiemp akibat be rat isi serta sudut geser dalam adalah dalam satu arah dengan tanda posit f, berbeda dengan apa yang didapat pada tegangan aktif oa Iihat gambar 2.16d, dan g

2.16d2.

Gambar 2.16g Bidang-bidang geJincir pada tekanan pasif Rankine

29

--i 2c,/K")-----r:.K,.------!

Gambar 2.16h Gambar skematik diagram tegangan pasif Rankine

2.6. TEKANAN AKTIF AKIBAT BEBAN DI ATAS TANAH ISIAN

Beban yang besarnya diatas tanah yang paling sering dijumpai pada permasalahan rekayasa fondasi adalah akibat beban merata dan beban-beban lainnya. Mobilisasi tegangan yang terjadi berupa tekanan aktif dapat dilihat pada keterangan berikut ini,

Akibat beban merata

e

1\

q KO

)( ~

akibat beban rnerata

Gambar 2.17 Diagram tegangan aktif akibat tegangn merata.

30

Beban-beban yang bekerja pada tanah isian selain beban merata terdapat : beban titik (point load)

beban garis (line load)

beban strip (strip load)

Akibat pembebanan ini dapat dibuat diagram tegangannya dengan menggunakan te ri elastisi tas.

Persamaan diagram tegangan ini biasanya diturunkan dari persamaan Boussinesq, Sp r,

Miche, Terzaghi dsb.

Sedangkan besar tekanan lateral yang dihitung dengan gambar grafik bia a a menggunakan "Influence Chart dari New Mark".

Disini yang akan dituliskan adalah bagaimana membuat diagram tegangan berda teori elastisitas untuk beban titik, beban garis dan beban strip.

Beban titik

H

i (KN)

Gambar 2.18 Diagram tegangan akibat beban titik

Untuk :

m > 0.4

1.77 V

crh = ~---

~---- """""""""'''''''''''''''''''''''' .

2- 9)

31

m <.::: 0.4 0.28 V H2

____ (2-30)

(0.16 + n~)l

n-

oh =

v

Gambar 2.19 Diagram tegangan tampak atas

h' = h cos2( l.la) (2-31)

Beban garis

H

X : mH

(K~/m)

Gambar 2.20 Diagram tegangan akibat beban garis

2q

ch = -- (Bs-sinf cos 2a) ( -3 )

IT

32

M > 0.4

Boussinesq rnenyatakan : 2q2rn2n

oh = ~----- ( -3 )

tetapi oleh Terzaghi dianjurkan ;

oh = ----- ( -3 )

M:S; 0.4

q 0.023 n

oh = ------ ( 3)

Beban lajur (Beban strip).

y (KN/m")

H

y

Gambar 2.21 Diagram tegangan akibat beban 1ajur

33

2.7. PENGARUH MUKA AIR TANAH

Dengan adanya air tanah, maka berat isi tanah dimana air tanah tadi terdapat, harus menggunakan berat isi tanah terendam (y submerged = y bouyancy) yang biasanya diberi notasi :

y' = yb = ysub y' = Y - yw

dimana,

y = yt = berat isi tanah [ton/m3] [KN/m3]

t ' = yb = jsub = berat isi tanah terendam [ton/m3] [KN/m3] yW = berat isi air: y" = 1 [tim'] untuk air tawar

't; = 1.03 [t/rn'] untuk air laut (dalam satuan metrik) atau

i. 10 KN/m' untuk air tawar 't; 10,3 KN/m3 untuk air laut

Kesimpulan dari mobilisasi tegangan yang terjadi pada Konstruksi Penahan Tanah akibat kernungkinan seluruh beban yang bekerja :

Untuk Tekanan Tanah Aktif

Gambar skematik mobilisasi tekanan aktif akibat kemungkinan seluruh beban yang bekerja

G

)

--

q KA '--y-'

Akibat beban merata

2CVKA '-y---'

Akibat komponen kohesi C

'il'HKA '-y---'

Akibat komponen berat isi tanah '( dan sudut geser dalam ql

Akibat beban titik. beban garis, beban strip dan lain-Iainnya dimana mobilisasi tegangan didekati dengan bentuk geometrik yang dikenal yaitu : segi empat dan segitiga (dengan luas yang hampir sama).

34

Untuk Tekanan Tanah Pasif

Gambar skematik mobilisasi tekanan aktif akibat kemungkinan seluruh beban yang be er

q Kp '---y--'

Idem dengan lekanan aldif

2CvI<p '--y--'--'

Idem dengan tekanan aktif

~

Idem dengan tekanan aktif

¥ Idem dengan tekanan akttf

¥ Baik tekanan aktif maupun tekanan asi diagram mobilisasi tegangan dipilih

segi empat lebih besar

35

TEKANAN T ANAH LATERAL (CARA IRAFIS)

Tunjuan Instruksional Umum

Setelah membacalmengikuti kuliah bab pendahuluan ini, mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang :

1). Perhitungan tekanan tanah lateral secara grafis

Tujuan instruksional Khusus

I). Mahasiswa dapat membaca dan menggambar tekanan tanah aktif dan pasif 2). Dapat menentukan letak titik tangkap tekanan tanah aktif dan pasif