Anda di halaman 1dari 6

Naskah Khotbah Jumat :

Urgensi Sholat, Hikmah dan Kehusyukan di dalamnya

Hatta Syamsuddin

‫ن‬
ْ ‫م‬ِ ِ‫ست َهْدِي ْهِ وَن َُعوذ ُ ِبالله‬ ْ َ ‫ست َغِْفُرهْ وَن‬
ْ َ ‫ه وَن‬ ُ ُ ‫ست َعِي ْن‬ْ َ ‫مد ُهُ وَن‬ َ ‫ح‬ْ َ ‫مد َ ل ِل ّهِ ن‬ ْ ‫ح‬َ ْ ‫ن ال‬ ّ ِ‫إ‬
َ َ
‫ن‬
ْ ‫م‬َ َ‫ه و‬ ُ َ‫ل ل‬ ّ ‫ض‬ِ ‫م‬ ُ َ ‫ه فَل‬ ُ ‫ن ي َهْدِهِ الل‬
ْ ‫م‬ َ ،‫مال َِنا‬ َ ْ‫ت أع‬ ِ ‫سي َّئا‬َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ َ‫سَنا و‬ ِ ‫شُروْرِ أن ُْف‬ ُ
َ ْ َ ‫ه إ ِل ّ الله وَأ‬ َ ْ َ ‫ أ‬.‫ه‬
ُ‫دا عَب ْد ُه‬ ً ‫م‬ّ ‫ح‬َ ‫م‬
ُ ‫ن‬ ّ ‫شهَد ُ أ‬ َ َ ‫ن ل َ إ ِل‬ ْ ‫شهَد ُ أ‬ ُ َ ‫هادِيَ ل‬ َ َ ‫ل فَل‬ ْ ِ ‫ضل‬ْ ُ‫ي‬
‫ه‬
ِ ِ ‫حب‬ْ ‫ص‬َ َ‫مدٍ وَعََلى آل ِهِ و‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ك عََلى‬
َ ‫م‬ ْ ِ‫م وََبار‬ ْ ّ ‫سل‬
َ َ‫ل و‬ ّ ‫ص‬ َ ‫م‬ ّ ُ‫ َالل ّه‬.‫ه‬ ُ ُ ‫سوْل‬ ُ ‫وََر‬
: ‫ و بعد‬.‫ة‬ ِ ‫م‬ َ ‫داهُ إ َِلى ي َوْم ِ ال ِْقَيا‬ َ ُ‫دى ب ِه‬ َ َ ‫ن اهْت‬ ِ ‫م‬َ َ‫و‬
‫ يا أيها الذين‬:‫ قال عز وجل‬:‫أوصيكم ونفسي المقصرة بتقوي الله‬
‫آمنوا اتقوا الله وقولوا قول ً سديدا ً يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم‬
‫ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا ً عظيما‬
Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

Segala puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan hanya kepada Allah SWT.
Dihari yang mulia dan tempat yang mulia ini, kita kembali diberikan nikmat oleh Allah
SWT, untuk bisa hadir berkumpul , bersama-sama menjalankan kewajiban sholat
Jumat berjamaah dengan penuh kekhusyukan. Kita niatkan semua ini, dalam rangka
ketaatan sekaligus mengagungkan hari Jumat sebagai salah satu syiar dalam agama
kita, sebagaimana firman Allah SWT :

ِ ‫وى ال ُْقُلو‬
‫ب‬ َ ‫ن ت َْق‬ ِ ‫شَعائ َِر الل ّهِ فَإ ِن َّها‬
ْ ‫م‬ ْ ّ ‫ن ي ُعَظ‬
َ ‫م‬ ْ ‫م‬ َ ِ ‫ذ َل‬
َ َ‫ك و‬
Artinya : “ … dan barang siapa yang mengagungkan syiar (agama) Allah, maka itu
adalah bukti ada ketakwaan dalam hatinya “ (QS Al Hajj : 32).

Selanjutnya, sholawat dan salam marilah kita sampaikan, kita doakan, semoga
senantiasa tercurah kepada nabi junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW, begitu
pula kepada keluarga beliau dan para sahabat – ridhwanullahi ‘alaihim – bahkan
kepada kita semua –insya Allah-, seluruh pengikut dan penerus risalah Islam yang
istiqomah hingga akhir nanti

Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

Sebagai seorang muslim, setiap hari kita diwajibkan oleh agama kita untuk mendirikan
sholat lima waktu. Namun tanpa disadari, kebanyakan dari kita menganggap
kewajiban mulia tersebut sekedar rutinitas yang membebani saja. Banyak yang
menjalankan sholat hanya sekedar menggugurkan kewajiban, atau ibaratnya anak
sekolah atau karyawan perusahan ; sekedar absen semata, tanpa mengetahui urgensi
dan hikmahnya. Karenanya marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, kembali
kita mencoba menyelami kembali urgensi dan hikmah ibadah sholat yang kita
kerjakan sehari-hari.

1
Adapun diantaran urgensi dari ibadah sholat, yaitu merupakan ibadah yang pertama
kali akan dimintakan pertanggung jawabannya dari manusia pada hari kiamat kelak.
Bukan hanya itu, ibadah sholat kita juga menjadi cermin dari keseluruhan rangkaian
amal ibadah kita selama di dunia. Rasulullah SAW bersabda :

ُ ُ ‫صَلت‬
ْ ِ ‫ه فَإ‬
‫ن‬ َ ِ‫مل ِه‬
َ َ‫ن ع‬
ْ ‫م‬ِ ِ ‫مة‬َ ‫م ال ِْقَيا‬َ ْ‫ب ب ِهِ ال ْعَب ْد ُ ي َو‬ُ ‫س‬ َ ‫حا‬ َ ُ ‫ما ي‬ َ ّ‫ن أ َو‬
َ ‫ل‬ ّ ِ‫إ‬
َ َ
‫سَر )رواه‬ ِ ‫خ‬
َ َ‫ب و‬َ ‫خا‬َ ْ ‫ت فََقد‬ ْ َ ‫سد‬ َ َ‫ن ف‬ ْ ِ ‫ح وَإ‬ َ ‫ج‬
َ ْ ‫ح وَأن‬َ َ ‫ت فََقد ْ أفْل‬ ْ ‫ح‬َ ُ ‫صل‬َ
)‫الترميذي وأحمد وابن ماجه‬
“Sesungguhnya amal ibadah seseorang yang paling pertama kali dihisab adalah
shalatnya. Jika shlalatnya di nilai baik, maka bahagia dan tenanglah dia. Namun jika
shalatnya rusak, maka rugi dan sengsaralah dia.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Nasa’i).

Selain menjadi ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, ibadah shalat juga
menjadi bukti sekaligus identitas keislaman sejati kita. Karenanya, sholat menjadi
garis pemisah yang jelas antara keimanan dan kekufuran. Hal ini jelas ditegaskan oleh
Rasulullah Saw dalam hadisnya:

ِ ‫صَل‬
‫ة‬ ُ ‫ن ت َْر‬
ّ ‫ك ال‬ ِ ‫ما‬ ِ ْ ‫ن ال ْك ُْفرِ َوا‬
َ ‫لي‬ َ ْ ‫ ب َي‬:‫م‬َ ّ ‫سل‬َ َ‫ه عَل َي ْهِ و‬
ُ ّ ‫صّلى الل‬
َ ‫ي‬ َ ‫َقا‬
ّ ِ ‫ل الن ّب‬
)‫ وأحمد‬،‫ن‬ ٌ ‫س‬َ ‫ح‬ َ ‫ث‬ ٌ ‫دي‬ ِ ‫ح‬َ :‫ الترميذي‬،‫)رواه النسائي‬
"Batas antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Nasa’i,
Tirmidzi dan Ahmad).

Dengan meyakini dan memahami urgensi ibadah sholat, diharapkan kita semua bisa
lebih merasakan keagungan ibadah mulia ini lalu menjalankannya dengan sepenuh
keikhlasan dan kepasrahan.

Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

Selain urgensi, ibadah sholat juga mempunyai fungsi dan hikmah bagi kehidupan kita
secara pribadi maupun masyarakat. Secara pribadi, ibadah sholat akan menghasilkan
hikmah kepada mereka yang mengerjakannya setidaknya dalam tiga hal :

Pertama : Sholat akan Mengendalikan Diri dari Kemaksiatan

Orang yang mendirikan sholat dengan baik akan merasakan hubungan dan kedekatan
yang luar biasa kepada Allah SWT. Karenanya ia akan merasa selalu dalam
pengawasan Allah SWT. Ia tidak rela menodai kedekatannya itu dengan amal dan
perbuatan maksiat. Inilah buah dari ibadah sholat yang mulia, sebagaimana
difirmankan oleh Allah SWT :

َ
ُ ْ ‫شاِء َوال‬
ِ َ ‫من ْك‬
‫ر‬ ْ ‫ن ال َْف‬
َ ‫ح‬ َ ّ ‫ن ال‬
ِ َ‫صلةَ ت َن َْهى ع‬ ّ ِ ‫صَلةَ إ‬
ّ ‫وَأقِم ِ ال‬
“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan
keji dan mungkar.” (Al-Ankabut: 45).

Kedua : Sholat menjadi Pembersih dari segala Dosa

2
Kita semua sama-sama menyadari, bahwa tidak ada menusia yang ma’shum (terjaga
dari dosa) selain para nabi dan rasul, maka salah satu hikmah shalat adalah menjadi
pembersih dan penggugur dosa-dosa kita. Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam
mengumpamakan shalat lima waktu dengan sebuah sungai yang mengalir di depan
pintu seseorang, lalu ia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari semalam, adakah
kotoran ditubuhnya yang masih tersisa?

Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallalahu
'alaihi wasallam bersabda, “Menurut kalian seandainya ada sungai di depan pintu
rumah salah seorang dari kalian di mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali,
apakah masih ada kotorannya yang tersisa sedikit pun?” Mereka menjawab,”Tidak
ada kotoran yang tersisa sedikit pun.” Rasulullah saw bersabda, “Begitulah
perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim).

Ketiga: Sholat Menguatkan Jiwa dalam menghadapi Cobaan Kehidupan

Kehidupan manusia bagaikan putaran roda ; senang, susah, gembira, ujian dan
cobaan datang silih berganti menguji iman dan ketakwaan. Seorang muslim harus
mempunyai jiwa yang kokoh untuk menghadapi beratnya ujian kehidupan. Ibadah
sholat sejak awal menjadikan jiwa manusia tenang dan khusyuk, sehingga mampu
menjalani kehidupan dengan matang. Kita diperintahkan untuk selalu menjadikan
sholat sebagai pengokoh jiwa kita dalam setiap musibah yang melanda. Allah SWT
berfirman :

‫عَلى‬
َ ‫ها ل َك َِبيَرةٌ إ ِّل‬
َ ّ ‫وإ ِن‬ ِ ‫صَل‬
َ ‫ة‬ ّ ‫وال‬
َ ‫ر‬
ِ ْ ‫صب‬
ّ ‫عيُنوا ِبال‬ِ َ ‫ست‬
ْ ‫وا‬ َ
‫ن‬
َ ‫عي‬ِ ‫ش‬ِ ‫خا‬ َ ْ ‫ال‬
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian
itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Al-Baqarah: 45).

Sholat senantiasa menjadikan jiwa kita tenang dan kokoh. Inilah rahasia mengapa
Rasulullah SAW meminta kepada Bilal : “Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat.”
(HR Ahmad dan Abu Daud). Dalam kesempatan lain beliau juga bersabda, “Dan
ketenanganku dijadikan di dalam shalat.” (HR Ahmad)

Semoga kita termasuk mereka yang mendapatkan buah dan hikmah dari ibadah
sholat yang dikerjakannya.

(KHUTBAH KEDUA)

َ
ُ‫حيقّ ِليُييظ ْهَِره‬
َ ‫ن اْلي‬
ِ ‫دى وَد ِي ْي‬ َ ُ‫ه ب ِيياْليه‬
ُ ‫سيوَْلي‬ ُ ‫ل َر‬َ ‫سي‬ َ ‫مد ُ ليليهاّليذ ِيْ أْر‬ ْ ‫ح‬َ ‫َاْلي‬
َ ْ َ ‫ن َل اله إ ِل ّ الله وَأ‬ َ ْ َ‫ أ‬، ‫ن‬
‫ن‬
ّ ‫شهَد ُ أ‬ ْ ‫شهَد ُ أ‬ َ ْ‫شرِك ُو‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫ن ك ُل ّهِ وَل َوْ ك َرِه َ ال‬ِ ْ ‫ع َلى الد ّي‬
َ
َ َ َ
‫ما‬
ّ ‫ أ‬.‫ن‬ َ ْ ‫معِي‬
َ ‫ج‬ْ ‫حاب ِهِ أ‬َ ‫ص‬ْ ‫مد ٍ وَع ََلى أله وَأ‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ل ع ََلى‬
َ ‫م‬ ّ ‫ص‬ َ ‫اللهم‬.‫ل الله‬ ُ ْ ‫سو‬
ُ ‫دا َر‬ ً ‫م‬ّ ‫ح‬ َ ‫م‬ُ
:‫د‬ُ ْ‫ب َع‬
Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

3
Selain memahami urgensi dan hikmah sholat, sangat penting juga bagi kita untuk
menjaga kekhusyukan ibadah sholat kita. Disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah al-
Maqdasy dalam kitabnya Mukhtasor Minhajul Qashidin, bahwa kekhusyukan adalah
‘puncak kebaikan’ dari adab-adab sholat yang kita kerjakan. Di dalam AlQuran pun
sudah dijelaskan, bagaimana kekhusyukan menjadi ciri keberuntungan seorang
mukmin.

َ
‫ن‬
َ ‫شُعو‬
ِ ‫خا‬ ْ ِ‫صَلت ِه‬
َ ‫م‬ َ ‫م ِفي‬
ْ ُ‫ن ه‬ ِ ّ ‫ن ال‬
َ ‫ذي‬ َ ‫مُنو‬ ُ ْ ‫ح ال‬
ِ ْ ‫مؤ‬ َ َ ‫قد ْ أفْل‬
Artinya : “sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyuk
dalam sholat-sholat mereka “ (QS Al-Mukminun 1-2)

Karenanya menjadi sebuah kebutuhan bagi kita, untuk mengevaluasi kembali shalat
yang kita jalani selama ini. Apakah sudah mendapati kekhusyukan dalam sholatnya,
atau masih sering menjadikan sholat sebagai rutinitas biasa yang nyaris tidak
berkesan apapun terhadap dirinya ?. Setiap kita tentu harus berusaha untuk
meningkatkan kualitas sholatnya dari hari ke hari. Bukan hanya mengerjakan syarat
dan rukunnya saja, tetapi berusaha mengejar kekhusyukan di dalam sholat, agar lebih
optimal pengaruh dan pahala yang ia dapatkan.

Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

Disebutkan dalam Tafsir Al-Wasith yang ditulis oleh Syeikh Al-Azhar, Muhammad Ali
Tonthowi , makna khusyuk adalah : “ ketakutan dalam hati kepada Allah SWT, yang
terlihat pada anggota badan, menjadikannya tenang dan merasakan bahwa berdiri
menghadap Allah SWT “. Tentu saja ini adalah pekerjaan yang berat dan harus dilatih
terus menerus. Adapun beberapa langkah untuk lebih khusyuk dalam sholat, secara
umum telah dibahas dalam banyak kitab-kitab , diantaranya sebagai berikut :

Pertama : Menyadari fungsi dan pentingnya sholat : sehingga ia tidak lagi merasa
sholat sebagai sebuah kewajiban, tetapi sebagai sebuah kebutuhan yang akan
berakibat baik bagi dirinya sendiri, di dunia maupun akhirat.

Kedua : Istihdhor al-Qalb ( Konsentrasi ) : yakni mengosongkan hati dari hal hal yang
mengganggu dan mencampuri konsentrasi ketika sholat. Karenanya disyariatkan niat
di awal sholat sebagai pintu awal menata hati dan menghadirkannya. Rasulullah SAW
juga mengingatkan godaan syetan ketika manusia tengah sholat . Dari Utsman bin Abi
Ash, ia mendatangi Rasulullah SAW dan mengatakan : “Wahai Rasulullah,
sesungguhnya syaitan telah menghalangi shalatku dan mengganggu bacaanku”.Maka
Rasulullah SAW berkata : “ itu adalah syaitan yang bernama Khonzab, jika engkau
merasakan maka bertaawudzlah (minta perlindungan kepada Allah), dan meludahlah
ka arah kiri tiga kali “ (HR Bukhori)

Ketiga : Tafahum li ma’nal Kalam ( Mengetahui Arti lafal) : Dengan memahami makna
bacaan yang kita lafalkan, maka akan membantu kekhusyukan dalam sholat, karena
kita menghayati sepenuhnya doa-doa yang ada di dalamnya.

Keempat : Ta’dzhiim lillah ( Penghormatan & Pengagungan ) : Yaitu merasakan


keagungan Allah dan sebaliknya kekerdilan kita sebagai hambanya. Hal ini akan

4
memunculkan ketakutan saat sedang menjalani Sholat. Tidak ada kesombongan
sedikitpun saat kita sholat.

Kelima : Dzkirul Maut ( Mengingat Mati ) : Kita merasa bahwa sholat kita ini adalah
yang terakhir yang akan kita kerjakan, dimana setelahnya malaikat maut datang
menjemput ajal kita. Perasaan ini menumbuhkan suasana kebatinan yang luar biasa,
membantu sholat kita jauh lebih khusyuk dari sebelumnya. Karenanya, Rasulullah
SAW bersabda :

‫ فإن الرجل إذا ذكر الموت في صلته لحري أن‬، ‫اذكر الموت في صلتك‬
" ‫ و صل صلة رجل ل يظن أن يصلي صلة غيرها‬،‫يحسن صلته‬
Ingatlah mati dalam sholatmu , karena sesungguhnya jika orang mengingat mati
dalam sholatnya tentu ia akan memperbagus sholatnya. Shalatlah seperti orang
tidak yakin ia akan dapat melakukan sholat selainnya. (HR Dailami, dishahihkan
oleh Albani)

Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

Selain langkah-langkah di atas, syariat kita juga menganjurkan sunnah-sunnah


tertentu yang semuanya mengarah menuju optimalisasi kualitas sholat. Ada hal-hal
yang dianjurkan : seperti bersiwak, memakai pakaian yang baik, berdoa ketika
melangkah ke masjid. Ada pula hal-hal yang dilarang dan dimakruhkan, seperti :
larangan makan makanan berbau menyengat, larangan sholat dalam kondisi menahan
hajat, dan lain sebagainya. Jika semua ini dijalankan dengan baik, insya Allah akan
membantu kita untuk menggapai sholat yang lebih khusyuk. Semoga Allah SWT
memudahkan. Wallahu a’lam bishhowab.

DOA PENUTUP KHUTBAH

Marilah kita tutup rangkaian ibadah sholat jumat ini dengan bersama-sama berdoa
penuh kekhusyukan dan kerendahan hati :

‫ن ال ِّتى‬ َ َ ُ ‫عصم‬ َ ‫َالل ّه‬


َ ‫ح ل ََنا د ُن َْيا‬ْ ِ ‫صل‬ْ ‫مرَِنا وَأ‬
ْ ‫ةأ‬ َ ْ ِ َ‫ذى هُو‬ ِ ّ ‫ح ل ََنا دِي َْننا َ ال‬
ْ ِ ‫صل‬
ْ ‫مأ‬ّ ُ
َ
َ ْ ‫ل ال‬
ً‫حَياةَ زَِياد َة‬ ِ َ ‫جع‬ َ ‫خَرت ََنا ال ِّتى فِي َْها‬
ْ ‫مَعاد َُنا َوا‬ ِ ‫ح ل ََنا آ‬ ْ ِ ‫صل‬ْ ‫شَنا وَأ‬ ُ ‫مَعا‬
َ ‫فِي َْها‬
‫ل شّر‬ ّ ُ‫ن ك‬ْ ‫م‬ِ ‫ة ل ََنا‬
ً ‫ح‬َ ‫ت َرا‬
َ ْ ‫مو‬ َ ْ ‫ل ال‬ِ َ ‫جع‬ ْ ‫خي ْرٍ َوا‬ َ ‫ل‬ ّ ُ ‫ل ََنا ِفى ك‬
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi
urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami.
Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini
sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami
sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

‫ن‬
ْ ‫م‬ ِ َ‫ك و‬َ ِ ‫صي َت‬
ِ ْ ‫مع‬
َ ‫ن‬ َ ْ ‫ل ب َي ْن ََنا وَب َي‬ُ ْ ‫حو‬ ُ َ ‫مات‬
َ ‫ك‬َ ِ ‫شي َت‬ْ ‫خ‬ َ ‫ن‬ْ ‫م‬ ِ ‫م ل ََنا‬ ْ ‫س‬ِ ْ‫م اق‬ ّ ُ‫اَلل ّه‬
.‫ب الد ّن َْيا‬
َ ِ ‫صائ‬َ ‫م‬َ ‫ن ب ِهِ عَل َي َْنا‬ُ ّ‫مات ُهَو‬ َ ‫ن‬ ْ َ ‫م‬
ِ ْ ‫ن الي َِقي‬ ِ َ‫ك و‬ َ ِ‫ما ت ُب َل ّغَُناب ِه‬
َ َ ‫جن ّت‬ َ ‫ك‬َ ِ ‫طاعَت‬َ
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara
kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang

5
mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan
menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.

َ َ َ
‫مّنا‬
ِ ‫ث‬ َ ِ‫وار‬ َ ْ ‫ه ال‬
ُ ْ ‫جعَل‬ْ ‫حي َي ْت ََنا َوا‬
ْ ‫ما أ‬َ ‫صارَِنا وَقُوّت َِنا‬ َ ْ ‫عَنا وَأب‬ ِ ‫ما‬
َ ‫س‬
ْ ‫مت ّعَْنا ب ِأ‬
َ ‫م‬ ّ ُ‫َالل ّه‬
ْ ْ ‫واجعل‬
‫ل‬
ِ َ ‫جع‬ْ َ ‫صي ْب َت ََنا ِفى دِي ْن َِناوَل َ ت‬ ِ ‫م‬ ُ ‫ل‬ ْ َ ‫جع‬ْ َ ‫عادا ََنا وَل َ ت‬َ ‫ن‬ ْ ‫م‬َ ‫ه ث َأَرَنا عََلى‬ ُ َ ْ َ
َ
‫مَنا‬
ُ ‫ح‬ َ ‫ن ل َ ي َْر‬ ْ ‫م‬َ ‫ط عَل َي َْنا‬ ْ ّ ‫سل‬َ ُ ‫مَنا وَل َ ت‬ِ ْ ‫عل‬ ِ َ‫مب ْل َغ‬ ّ َ‫الد ّن َْيا أك ْب ََر ه‬
َ َ ‫مَنا وَل‬
Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan
dan kekuatan selamakami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan
jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah
Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan
jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

ْ َ ‫ت ا َل‬
‫حَياِء‬ ِ ‫مَنا‬ ُ ْ ‫ن َوال‬
ِ ْ ‫مؤ‬ َ ْ ‫من ِي‬ ُ ْ ‫ت َوال‬
ِ ْ ‫مؤ‬ ِ ‫ما‬
َ ِ ‫سل‬
ْ ‫م‬ُ ْ ‫ن َوال‬ َ ْ ‫مي‬
ِ ِ ‫سل‬ ْ ‫م‬ُ ْ ‫م اغِْفْر ل ِل‬
ّ ُ‫َالل ّه‬
.‫ت‬ ِ ‫وا‬ ٌ ْ ‫مي ْعٌ قَرِي‬ َ ّ ‫ت ا ِن‬ َ
َ ْ‫ب الد ّع‬ ُ ْ ‫جي‬ ِ ‫م‬
ُ ‫ب‬ ِ ‫س‬
َ ‫ك‬ ِ ‫وا‬ َ ‫م‬
ْ ‫م َوال‬ْ ُ‫من ْه‬
ِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik
yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha
Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

.‫ب الّناِر‬ َ َ‫ة وَقَِنا ع‬


َ ‫ذا‬ ً َ ‫سن‬
َ ‫ح‬ ِ َ ‫ة وَِفى ال‬
َ ِ‫خَرة‬ ً َ ‫سن‬ َ ‫َرب َّنا ا َت َِنا ِفى الد ّن َْيا‬
َ ‫ح‬
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang
baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

‫و صلى الله على محمد و على آله و أصحابه و سلم‬

Hatta Syamsuddin
sirohcenter@gmail.com
www.indonesiaoptimis.com