Anda di halaman 1dari 41

D

I
S
U
S
U
N
OLEH

NAMA : DIAN ARISANDI

FATRECIA ARI HARTATI

KARISMA RIZKI

MERDA FEBRIYANTI

PUTRI WULANDARI

KELAS : A1

DOSEN : Dr. YULIANDI

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIK BINA HUSADA PALEMBANG

TAHUN 2010

KATA PENGANTAR

1
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat
serta salam kiranya akan selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta
keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Dalam pembuatan makalah kami yang berjudul “Anatomi Sistem Reproduksi”


terdapat berbagai pengetahuan yang kami susun dari berbagai sumber seperti buku dan
internet. Ini dimaksudkan agar pengetahuan yang diperoleh tidak terpaku pada satu
sumber saja.

Adapun dalam pembuatan makalah ini tidak terlepas dari bantuan pihak lain.
Untuk itu, ucapan terimakasih kami sampaikan kepada:

1. Dr. Yuliandi selaku guru pembimbing mata kuliah anatomi keperawatan


2. Semua pihak yang telah membantu
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak
kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak.
Mudah-mudahan makalah ini memenuhi harapan dan bermanfaat bagi kita semua.

Palembang, desember 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
ii

BAB I PENDAHULUAN
....................................................................................................................................
1

1.1. LATAR BELAKANG


.................................................................................................................
.................................................................................................................
1
1.2..................................................................................................
RUMUSAN MASALAH
.................................................................................................................
.................................................................................................................
1
1.3. TUJUAN
.................................................................................................................
.................................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
3
2.1.ANATOMI SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI
........................................................................................................................
........................................................................................................................
3

2.2. ANATOMI SISTEM REPRODUKSI PEREMPUAN


........................................................................................................................
........................................................................................................................
15

BAB III PENUTUP

3
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
34

3.1.KESIMPULAN………………………………………………………………34

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan


yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis
agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali
dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia
dilakukan dengan cara generatif atau seksual.
Untuk dapat mengetahui reproduksi pada manusia, kita harus mengetahui terlebih
dahulu organ-organ kelamin yang terlibat serta proses yang berlangsung di dalamnya.

4
Sistem reproduksi tidak bertujuan untuk survival individu, tetapi diperlukan untuk
survival species dan berdampak pada kehidupan seseorang. Hanya melalui sistem
reproduksi, blueprint genetik kompleks setiap spesies dapat bertahan di dunia ini.
Meskipun sistem reproduksi tidak berkontribusi pada homeostasis dan tidak penting
untuk bertahan hidup seseorang seperti halnya sistem kardiovaskuler, tetapi ia berperan
penting dalam kehidupan seseorang. Sebagai contoh: pasangan suami istri yang baru
menikah, umumnya sering ditanya apakah sudah mendapatkan anak. Dengan demikian
berarti sistem reproduksi berpengaruh terhadap perilaku psikososial seseorang secara
signifikan. Fungsi reproduksi juga berdampak pada masyarakat. Organisasi
kemasyarakatan membentuk unit yang membentuk lingkungan yang stabil dan
kondusif untuk kehidupan spesies. Permasalahan yang dapat terjadi antara lain
ledakan populasi yang perlu mendapatkan perhatian sehubungan dengan keterbatasan
dunia ini dalam menampung dan memfasililtasi makhluk hidup. Oleh karena itu,
diperlukan pembatasan atau kontrol sistem reproduksi.
Reproduksi merupakan suatu masalah yang dibahas manusia. Dari permulaan
dan juga dalam perincian-perinciannya pembahasan itu mengandung konsepsi yang
salah. Pada abad pertengahan dan sampai periode yang belum begitu lama, mitos dan
khayal meliputi soal reproduksi. Hal tersebut memang wajar, oleh karena untuk
memahami mekanisme reproduksi yang kompleks, orang harus tahu anatomi, harus
telah menemukan mikroskop dan harus sudah ada ilmu-ilmu fundamental yang
menjadi sumber fisiologi, embriyologi, obstetrik dan lain-lain.

1.1. Rumusan Masalah

Mengingat pentingnya makalah ini, maka kami membuat rumusan

masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini. Adapaun rumusan masalah

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana anatomi sistem reproduksi laki-laki?

2. Bagaimana anatomi sistem reproduksi perempuan?

5
1.2. Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut

1. Mengetahui anatomi sistem reproduksi laki-laki

2. Mengetahui anatomi sistem reproduksi perempuan

BAB II

PEMBAHASAN

Anatomi Sistem reproduksi

Testis pada pria maupun sel ovarium pada wanita mulai tumbuh pada awal
kehidupan janin tetapi sifat kelamin belum dikenal. Organ reproduksi terletak

6
dibagian depan ginjal, kemudian membentuk kelenjar reproduksi yang berisi sel
benih dan membentuk struktur sekelilingnya . Organ reproduksi disebut juga
traktus genitalis berhubungan dengan traktus ulrinarius, tetapi tidak bersambung.

2.1. Anatomi sistem reproduksi laki-laki

Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung
zakar) dan testis (buah zakar). Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra,
kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

7
8
1. Kelenjar

• Testis

Testis merupakan tempat dibentuknya spermatozoa dan hormon laki-


laki,terdiri dari belahan-belahan yang disebut tubulus testis.selain hormon FSH
dan LH, tubulus testis juga menghasilkan hormon testoteron yang menimbulkan
sifat kejantanan setelah masa pubertas.

9
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak
di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.

Testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat


testosteron (hormon seks pria yang utama).

Pembungkus testis

1. Fasia spermatika eksterna

Suatu membran yang tipis memanjang kearah bawah diantara


fenikulus dan testis lalu berakhir pada cincin subkutan inguinalis.

2. Lapisan kremastika

Terdiri atas selapis otot dimana lapisan ini sesuai dengan muskulus
obliqus abdominis internus dan fesies abdominis internus.

3. Fasia spermatika interna

Suatu membran tipis dan menutupi fenikulus dan spermatikus.

Pembuluh darah testis

a. Arteri pudenda eksterna pars superfisialis merupakan cabang dari


arteri femoralis.

b. Arteri perinealis superfisialis cabang dari arteri pudenda interna

c. Arteri kremastrika cabang dari arteri apigastrika inferior

d. Untuk pembuluh darah vena mengikuti arteri

Persarafan

a. Nevus ilio inguinalis.

b. Nervus lubo inguinalis cabang dari pleksus lumbalis.

10
c. Nervus perincalis pars superfisilis.

11
d.

12
• Vesika seminalis

Vesika seminalis merupakan dua ruangan diantara fundus kandung kemih


dan rektum. Masing-masing ruangan berbentuk piramid, dimana permukaan
anteior berhubungan dengan fundus kandung kemih, sedangkan permukaan
posterior terletak diatas rektum yang dipisahkan fasia rekto vesikalis.

• Kelenjar prostate

Glandula prostat terdapat dibawah orifusium uretra interna dan sekeliling


permukaan uretra, melekat dibawah kandung kemihdalam rongga pelvis dibawah
posterior simpisis pubis. Prostat merupakan suatu kelenjar yang mempunyai
empat lobus (posterior, anterior, lateral, dan medial). Biasanya ukurannya sebesar
walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.Fungsi kelenjar
prostat adalah mengeluarkan cairan alkali seperti susu yang mengandung asam
sitrat yang berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan pada uretra.

Prostat dipertahankan posisinya oeh bagian-bagian:

a. Ligamentum pubo prastatika

b. Lapisan dalam dipragma urogenitalis

c. Muskulus levator ani pars anterior

d. Muskulus levator ani prostat bagian dari muskulus levator ani.

Pembuluh darah dan arteri

a. Arteri pudenda interna

b. Arteri cesicalis inferior

c. Arteri haemorodalis medialis (arteri rektalis media).

13
Vena akan membentuk fleksus disekitar sisi dan basis glandula prostat dan
berakhir divena hipogastrika. Nervus yang mempersarafi merupakan cabang dari
pelvis.

• Kelenjar bulbouretralis

2. Duktus (saluran)

Terdapat dibelakang lateral pars membranasea uretra, diantara kedua


lapisan diapragma urogenitalis dan disebalah bawah dari kelenjar prostat.

• Epididimis

14
Saluran halus yang panjangnya ±6 cm, terletak sepanjang atas tepi dan belakang
testis. Terdiri atas :

1) Kaput pididimis berhubungan erat dengan bagian atas testis


sebagai duktus eferens dari testis,

2) Kaput epididimis (badan) ditutupi oleh membran serosa


servikalis sepanjang pinggir posterior,

3) Kauda epididimis (ekor) disebut juga globulus minor


ditutupi oleh membran serosa berhubungan dengan duktus
deferens,

4) Ektremitas superior (bagian yang besar),

5) Ekstremitas inferior (seperti titik).

Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta


lingkungan untuk proses pematangan sperma.

• Duktus deferens

Duktus deferens adalah duktus dari testis dan merupakan lanjutan dari kanalis
epididimis dengan panjang 50-60 cm. Mulai dari bagian bawah, kauda epididimis

15
berbelit-belit, secara berangsur-angsur naik sepanjang pinggir posterior testis dan
sisi medialis bagian fenikulus spermatikus melalui cincin kanalis inguinalis, lalu
masuk ke fenikulus spermatika membelok sepanjang sisi lateral arteri epigastrika,
kemudian menjurus kebelakang agak turun ke fossa iliaka eksterna mencapai
kavum.

• Uretra

Pada pria, organ ini merupakan saluran kemih dan saluran ejakulasi. Pengeluaran
urine tidak bersamaan dengan ejakulasi karena diatur oleh kegiatan kontraksi
prostat.

Uretra berfungsi 2 fungsi:

1.Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih

2.Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

3. Bangun penyambung

• Skrotum

Skrotum adalah berupa kantong yang terdiri atas kulit tanpa lemak, memiliki
sedikit jaringan otot yang berada dalam pembungkus disebut tunika vaginalis.
Sepasang skrotum ini menggantung didasar pelvis. Pada bagian depan skrotum
terdapat penis dan dibelakangnya terdapat anus.

Lapisan skrotum

1) Kulit : warna kecoklatan, tipis, dan mempunyaiflika/rugae.

2) Tunika dartos : berisi lapisan otot polos yang tipis sepanjang basis
skrotum.

16
• fenikulus spermatikus

Pembuluh darah fenikulus spermatikus

1) Arteri spermatika interna : cabang dari aorta abdominalis,

2) Arteri spermatika eksterna : cabang dari arteri epigastrika inferior,

3) Arteri duktus deferens : cabang dari arteri vesikalis inferior,

4) Vena spermatika : mulai dari belakang testis menerima darah dari


epididimis membentuk pompa bagian dari fenikulus spermatikus
pembuluh-pembuluh yang membentuk fleksus banyak sepanjang fenikulus
spermatikus didepan duktus deferens.

Pembuluh limfe

Pembuluh limfe terdiri atas du bagian : permukaan luar dan permukaan dalam.
Pembuluh limfe berasal dari permukaan tunika vaginalis epididimis dan
korpus testis. Pembuluh ini akan membentuk 4-8 traktus dan berakhir pada
bagian lateral dari pronatik dan nervus llumbalis II.

Pembuluh saraf

Pleksus spermatikus merupakan saraf simpatis yang bergabung denga cabang


dari pleksus pelvis yang menyertai arteri duktus deferens.

• Penis

Bagian ini terletak menggantung ddidepan skrotum, bagian ujung disebut


glans penis, bagian tangah disebut korpus penis, bagian pangkal disebut radiks
penis. Kulit ini berhubungan dengan pelvis, skrotum, dan perineum.

17
Prepusium yang menutupi glans dipisahkan dari prepusium dan di dalamnya
terdapat ruangan yang dangkal.

1) Fasia superfisialis

Secara langsung berhubungan dengan fasia skrotum dengan lapisan sel


otot polos.

2) Korpora kavernosa penis

Korpora kavernosus penis ditutupi oleh kapsul kuat yang terdiri atas
benang-benang superfisialis dan profunda mempunyai arah
longitudinal dan membentuk satu salluran.

3) Korpus kavernosa uretra

18
Merupakan bagian dari penis yang berisi uretra. Di dalam batang penis
terlihat berbentuk silinder lebih kecil dari kavernosa penis.

4) Glans penis

Bagian akhir anterior dari korpus kavernosa uretra memanjang


kedalam bentuknya seperti jamur. Glans penis ini licin dan kuat,
bagian perifernya lebih besar hingga membentuk pinggir yang bundar
disebut korona glandis.

5) Bulbus uretra

Merupakan pembesaran bagian posterior 3-4 cm dari korpus kavernosa


uretra, letaknya superfisialis dari diafragma urogenitallis.

Penggantung penis.

a. Ligamentum fundiformis penis : lapisan tebal yang berasal dari fasia


superfisialis dan dari dinding abdominalis anterior diatas pubis.

b. Ligamentum suspensorium penis : berupa benang berbentuk segitiga.


Bagian eksterna dari fasia profunda menggantunf pada dorsum, sedangkan
akar penis ke bagian inferior linea alba, simpisis pubis, dan ligamentum
arkuarta pubis, kruris iskhio pubis dan bulbus diafragma urogenitalis
sebagai alat penggantung penis.

Pembuluh darah penis

a. Arteri pudenda interna : cabang arteri hipogastrika yang menyuplai darah


untuk ruangan kavernosa.

19
b. Arteri profunda penis : cabang dari arteri dorsalis penis, bercabang terbuka
langsung ke ruangan kavernosa. Cabang kapiler ini akan menyuplai darah
ke trabekularuangan kavernosa dan dikembalikan ke vena pada dorsum
membentuk vena dorsalis penis melewati permukaan superior korpora
lalu bergabung dengan yang lain.

Saraf penis

Merupakan cabang dari nervus pudendus dan pleksus.

Anatomi Sistem Reproduksi pada Perempuan

20
Anatomi reproduksi wanita meliputi 2 organ genitalia yaitu organ genitalia
eksternal dan organ genitalia interna.

21
Organ Genitalia Eksterna

22
Pudenda atau organ reproduksi eksterna yang sering disebut vulva, secara
berurutan terdiri dari (dari arah anterior ke posterior) : mons pubis (mons veneris),
labia mayor dan minor, klitoris, prepusium klitoris, vestibulum, fourchette, dan
perineum.

organ genitalia eksterna pada wanita meliputi:

• Mons pubis

Mons pubis atau mons veneris merupakan jaringan lemak subkutan berbentuk
bulat yang lunak dan padat serta merupakan jaringan ikat di atas simfisis pubis.
Mons pubis banyak mengandung kelenjar sebasea (minyak) dan ditumbuhi

23
rambut berwarna hitam, kasar, dan ikal pada masa pubertas, yaitu sekitar satu
sampai dua tahun sebelum awitan haid. Rata-rata menarche (awitan haid) terjadi
pada usia 13 tahun. Mons berperan dalam sensualitas dan melindungi simfisis
pubis selama koitus (hubungan seksual). Semakin bertambahnya usia, jumlah
jaringan lemak di tubuh wanita berkurang dan rambut pubis menipis.

• Labia mayor

Labia mayor adalah dua lipatan kulit panjang melengkung yang menutupi lemak
dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons pubis. Keduanya memanjang dari
mons pubis ke arah bawah mengelilingi labia minor, berakhir di perineum pada
garis tengah. Labia mayor memiliki panjang 7-8 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 1-1,5
cm dan agak meruncing pada ujung bawah. Labia mayor melindungi labia minor,
meatus urinarius, dan introitus vagina (lubang vagina). Pada wanita yang belum
pernah melahirkan pervagina, kedua labia mayor terletak berdekatan di garis
tengah menutupi struktur-struktur di bawahnya. Setelah melahirkan anak dan
mengalami cedera pada vagina atau perineum, labia sedikit terpisah bahkan
introitus vagina terbuka. Penurunan produksi hormone menyebabkan atrofi labia
mayor.

Pada permukaan arah lateral kulit labia yang tebal, biasanya memiliki pigmen
lebih gelap daripada jaringan sekitarnya dan ditutupi rambut yang kasar (sama
dengan rambut di mons pubis) dan semakin menipis kea rah luar perineum.
Permukaan medial (arah dalam) labia mayor licin, tebal, dan tidak ditumbuhi
rambut. Bagian ini mengandung suplai kelenjar sebasea dan banyak kelenjar
keringat serta banyak mengandung pembuluh darah. Labia mayor sensitive
terhadap nyeri, sentuhan, dan suhu tinggi. Hal ini diakibatkan adanya jaringan
saraf yang menyebar luas, yang berfungsi sebagai rangsangan seksual.

• Labia minor

Labia minor terletak di antara dua labia mayor dan merupakan lipatan kulit yang
panjang, sempit, dan tidak berambut, yang memanjang ke arah bawah dari bawah

24
klitoris dab menyatu dengan fourchette. Sementara bagian lateral dan anterior
labia biasanya mengandung pigmen, permukaan medial labia minor sama dengan
mukosa vagina merah muda dan basah. Pembuluh darah yang banyak membuat
labia berwarna merah kemerahan dan memungkinkan labia minor membengkak,
bila ada stimulus emosional dan stimulus fisik. Kelenjar di labia minor juga
melumasi vulva. Suplai saraf yang banyak membuat labia minor menjadi sensitif.
Ruangan antara kedua labia minor disebut vestibulum.

• Klitoris

Klitoris adalah organ pendek berbentuk silinder dan erektil yang terletak di bawah
arkus pubis. Dalam keadaan tidak terangsang, bagian yang terlihat sekitar 6×6
mm atau kurang. Ujung badan klitoris dinamakan glans dan lebih sensitive
daripada badannya. Saat wanita secara seksual terangsang, glands dan badan
klitoris membesar.

Kelenjar sebasea klitoris mensekresi smegma, suatu substansi lemak seperti keju
yang memiliki aroma khas dan berfungsi sebagai feromon (senyawa organic yang
memfasilitasi komunikasi olfaktorius) dan anggota lain pada spesies yang sama
untuk membangkitkan respon tertentu, yang dalam hal ini adalah stimulasi erotis
pada pria). Klitoris berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yang berarti “kunci”
karena klitoris dianggap sebagai kunci seksualitas wanita. Jumlah pembuluh darah
dan persarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitive terhadap suhu,
sentuhan, dan sensasi tekanan. Fungsi utama klitoris yaitu untuk menstimulasi dan
meningkatkan ketegangan seksual.

• Prepusium klitoris

Dekat sambungan anterior, labia minor kanan dankiri terpisah menjadi bagian
medial dan lateral. Bagian lateral menyatu di bagian atas klitoris dan membentuk
prepusium, penutup yang berbentuk seperti kait. Bagian medial menyatu di bagian
bawah klitoris untuk membentuk frenulum. Terkadang prepusium menutupi
klitoris. Akibatnya, daerah ini terlihat seperti sebagai suatu muara, yaitu sebagai

25
meatus uretra. Bila memasukkan kateter ke daerah yang sensitive ini, maka dapat
menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman.

• Vestibulum

Vestibulum adalah suatu daerah yang berbentuk lonjong, terletak antara labia
minora, klitoris, dan fourchette. Vestibulum terdiri dari dua muara uretra,
kelenjar parauretra (vetibulum minus atau Skene), vagina, dan kelenjar paravagina
(vestibulum mayus, vulvovagina, atau Bartholin). Permukaan vestibulum yang
tipis dan agak berlendir mudah teritasi oleh bahan kimia (deodorant semprot,
garam-garaman, busa sabun), panas, rabas, friksi (celana jins yang ketat).

Meatus uretra juga merupakan bagian dari reproduksi karena letaknya dekat dan
menyatu dengan vulva. Meatus mempunyai muara dengan bentuk bervariasi dan
berwarna merah muda atau kemerahan, dan sering disertai tepi yang agak
berkerut. Meatus menandai bagian terminal atau distal uretra. Biasanya terletak
sekitar 2,5 cm di bawah klitoris.

Kelenjar vestibulum minora adalah struktur tubular pendek yang terletak pada
arah posterolateral di dalam meatus uretra. Kelenjar ini memproduksi sejumlah
kecil lender yang berfungsi sebagai pelumas.

Hymen merupakan lipatan yang tertutup mukosa sebaigan, bersifat elastic, tetapi
kuat, dan terletak di sekitar introitus vagina. Pada wanita yang perawan, hymen
dapat menjadi penghalang pada pemeriksaan dalam, pada insersi tampon
menstruasi atau koitus. Hymen ini bersifat elastic sehingga memungkinkan
distensi dan dapat mudah robek. Terkadang hymen menutupi seluruh orifisum
yang menyebabkan hymen tertutup secara abnormal dan menghalangi pasase
aliran cairan menstruasi, pemasangan alat (spekulum), atau koitus. Setelah
pemasangan alat, pemakaian tampon, atau melahirkan pervaginam, dapat terlihat
sisa robekan hymen (karunkulae hymen atau karunkula mirtiformis).

26
Kelenjar vestibulum mayor adalah gabungan dua kelenjar di dasar labia mayor
masing-masing satu pada setiap sisi orifisium vagina. Beberapa duktus dengan
panjang 1,5 cm, menjadi saluran pengeluaran drain setiap kelenjar. Setiap duktus
membuka ke lekukan antara hymen dan labia minor. Kelenjar mensekresi
sejumlah kecil lender yang jernih dan lengket, terutama setelah koitus. Keasaman
lender yang rendah (pH tinggi)

• Fourchette

Merupakan lipatan jaringan transversal yang pipih dan tipis, terletak pada
pertemuan ujung bawah labia mayor dan minor di garis tengah bawah orifisium
vagina. Suatu cekungan kecil dan fosa navikularis terletak di antara fourchette dan
hymen.

• Perineum

Perineum merupakan daerah muscular yang ditutupi kulit antara introitus vagina
dan anus. Perineum membentuk dasar badan perineum.

27
Organ Genitalia Interna

Organ genitalia interna pada wanita meliputi ovarium, tuba fallopii, uterus, dan
vagina.

28
29
30
31
32
• Ovarium

Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus, di bawah dan di belakang tuba
fallopii. Dua ligament mengikat ovarium pada tempatnya, yaitu bagian
mesovarium ligament lebar uterus, yang memisahkan ovarium dari sisi dinding
pelvis lateral setinggi Krista iliaka anterosuperior, dan ligamentum ovarii
proprium, yang mengikat ovarium ke uterus. pada palpasi overium dapat
digerakkan.

Ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pria. Ukuran dan
bentuk setiap ovarium menyerupai sebuah almon berukuran besar. Saat ovulasi,
ukuran ovarium dapat menjadi dua kali lipat untuk sementara. Ovarium yang
berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. Sebelum
menarche, permukaan ovarium licin. Setelah maturitas seksual, luka parut akibat
ovulasi dan rupture folikel yang berulang membuat permukaan nodular menjadi
kasar.

Dua fungsi dari ovarium adalah untuk ovulasi dan mmemproduksi hormone. Saat
lahir ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial
(primitif). Diantara interval selama masa usia subur (umumnya setiap bulan), satu
atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi.

Ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormone seks steroid (estrogen,
progesterone, dan adrogen) dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan,
perkembangan, dan fungsi wanita normal.

• Tuba Fallopii

Sepasang tuba fallopii melekat pada fundus uterus. tuba ini memanjang ke arah
lateral, mencapai ujung bebas ligament lebar dan berlekuk-lekuk mengelilingi
setiap ovarium.

33
Tuba memiliki panjang sekitar 10 cm dengan diameter 0,6 cm. Setiap tuba
mempunyai lapisan peritoneum bagian luar, lapisan otot tipis di bagian tengah,
dan lapisan mukosa di bagian dalam. Lapisan mukosa terdiri dari sel-sel
kolumnar, ebberapa diantaranya bersilia dan beberapa yang lain mengeluarkan
secret. Lapisan mukosa paling tipis saat menstruasi. Setiap tuba dan lapisan
mukosanya menyatu dengan mukosa uterus dan vagina.

Terdapat 4 segmen yang berubah di sepanjang struktur tuba fallopii,


diantaranya :

- Infundibulum

Merupakan bagian yang paling distal muaranya yang berbentuk seperti terompet
dikelilingi oleh fimbria. Fimbria menjadi bengkak dan hamper erektil saat ovulasi.

- Ampula

Ampula ini membangun segmen distal dan segmen tengah tuba. Sperma dan
ovum bersatu dan fertilisasi terjadi di ampula.

- Istmus

Istmus terletak proksimal terhadap ampula.

- Intersitital

Bagian ini melewati miometrium antara fundus dan korpus uteri dan mempunyai
lumen berukuran paling kecil berdiameter < 1 mm. Sebelum ovum yang dibuahi
dapat melewati lumen ini, ovum tersebut harus melepaskan sel-sel granulose yang
membungkusnya.

Tuba fallopii merupakan jalan bagi ovum. Tonjolan-tonjolan infundibulum yang


menyerupai jari (fimbria) menarik ovum ke dalam tuba dengan gerakan seperti
gelombang. Ovum didorong disepanjang tuba, sebagian oleh silia, tetapi terutama

34
oleh peristaltic lapisan otot. Estrogen dan prostaglandin mempengaruhi gerakan
peristaltic. Aktivitas peristaltic tuba fallopii dan fungsi sekresi lapisan mukosa
yang terbesar adalah pada saat ovulasi. Sel-sek kolumnar mensekresi nutrient
untuk menyokong ovum selama berada di dalam tuba.

• Uterus

Uterus merupakan organ brdinding tebal, muscular, pipih, cekung yang mirip
buah pir terbalik yang terletak antara kandung kemih dan rectum pada pelvis
wanita. Pada wanita yang belum melahirkan, berat uterus matang sekitar 30-40 gr
sedangkan pada wanita yang pernah melahirkan, berat uterusnya adalah 75-100
gr. uterus normal memiliki bentuk simetris, nyeri bila ditekan, licin, dan teraba
padat. Derajat kepadatan tergantung dari beberapa factor, diantaranya uterus lebih
banyak mengandung rongga selama fase sekresi siklus menstruasi, lebih lunak
selama masa hamil, dan lebih padat setelah menopause.

Uterus diikat pada pelvis oleh tiga set ligamen jaringan ikat, yaitu :

- Ligament rotundum

Ligament rotundum melekat ke kornu uterus pada bagian anterior insersi tuba
fallopii. Struktur yang menyerupai tali ini melewati pelvis, lalu memasuki cincin
inguinal pada dua sisi dan mengikat osteum dari tulang pelvis dengan kuat.
Ligamin ini memberikan stabilitas bagian atas uterus.

- Ligament cardinal

Ligament ini menghubungkan uterus ke dinding abdomen anterior setinggi


serviks.

- Ligament uterosakral

35
Ligament uterosakral melekat pada uterus di bagian posterior setinggi serviks dan
behubungan dengan tulang sacrum.

Fungsi dari ligament cardinal dan uterosakral adalah sebagai penopang yang kuat
pada dasar pelvis wanita. Kerusakan-kerusakan pada ligament ini, termasuk akibat
tegangan saat melahirkan, dapat menyebabkan prolaps uterus dan dasar pelvis ke
dalam vagina bahkan melewati vagina dan mencapai vulva.

Berdasarkan fungsi dan anatomisnya, uterus dibagi menjadi tiga bagian,


yaitu :

- Fundus

Merupakan tonjolan bulat di bagian atas yang terletak di atas insersi tuba fallopii.

- Korpus

Korpus merupakan bagian utama yang mengelilingi kavum uteri.

- Istmus

Merupakan bagian konstriksi yang menghubungkan korpus dengan serviks yang


dikenal sebagai segmen uterus bawah pada masa hamil.

Tiga fungsi dari uterus adalah siklus menstruasi dengan peremajaan endometrium,
kehamilan, dan persalinan.

Dinding uterus

Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan, yaitu endometrium, miometrium, dan
sebagian lapisan luar peritoneum parietalis.

Endometrium yang banyak mengandung pembuluh darah adalah suatu lapisan


membrane mukosa yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan permukaan padat,
lapisan tengah jaringan ikat yang berongga, dan lapisan dalam padat yang

36
menghubungkan endometrium dengan miometrium. Selama menstruasi dan
sesudah melahirkan, lapisan permukaan yang padat dan lapisan tengah yang
berongga tanggal. Segera setelah aliran menstruasi berkahir, tebal endometrium
0,5 mm. Mendekati akhir siklus endometrium, sesaat sebelum menstruasi mulai
lagi, tebal endometrium menjadi 5 mm.

Miometrium yang tebal tersusun atas lapisan-lapisan serabut otot polos yang
membentang ke tiga arah (longitudinal, transversa, dan oblik). Miometrium paling
tebal di fundus, semakin menipis ke arah istmus, dan paling tipis di serviks.

Serabut longitudinal membentuk lapisan luar miometrium yang paling banyak


ditemukan di fundus, sehingga lapisan ini cocok untuk mendorong bayi pada
persalinan. Pada lapisan miometrium tengah yang tebal, terjadi kontraksi yang
memicu kerja hemostatis. Sedangkan pada lapisan dalam, kerja sfingter untuk
mencegah regurgitasi darah menstruasi dari tuba fallopii selama menstruasi. Kerja
sfingter di sekitar ostium serviks interna membantu mepertahankan isi uterus
selama hamil. Cedera pada sfingter ini dapat memperlemah ostium interna dan
menyebabkan ostium interna serviks inkompeten.

Miometrium bekerja sebagau suatu kesatuan yang utuh. Struktur miometrium


yang memberi kekuatan dan elastisitas merupakan contoh adaptasi dari
fungsi :

- Untuk menjadi lebih tipis, tertarik ke atas, membuka serviks, dan


mendorong janin ke luar uterus, fundus harus berkontraksi dengan dorongan
paling besar.

- Kontraksi serabut otot polos yang saling menjalin dan mengelilingi


pembuluh darah ini mengontrol kehilangan darah setelah aborsi atau persalinan.
Karena kemampuannya untuk menutup (irigasi) pembuluh darah yang berada di
antara serabut tersebut, maak serabut otot polos disebut sebagai ikatan hidup.

37
Peritoneum parietalis, suatu membrane serosa yang melapisi seluruh korpus uteri,
kecuali seperempat permukaan anterior bagian bawah, dimana terdapat kandung
kemih dan serviks.

• Vagina

Vagina, suatu struktur tubular yang terletak di depan rectum dan di belakng
kandung kemih dan uretra yang memanjang dari introitus (muara eksterna di
vestibulum di antara labia minor / vulva) sampai serviks. Saat wanita berdiri,
vagina condong ke arah belakang dank e atas.

Vagina merupakan suatu tuba berdinding tipis yang dapat melipat dan mampu
meregang secara luas. Karena tonjolan serviks ke bagian atas vagina, panjang
dinding anterior vagina hanya sekitar 7,5 cm, sedangkan panjang dinding
posterior sekitar 9 cm.

Cairan vagina berasal dari traktus genitalia atas dan bawah. Cairan sedikit asam.
Interaksi antara laktobasilus vagina dan glikogen memeprtahankan keasaman.
Apabila pH naik > 5, insiden infeksi vagina meningkat. Cairan yang terus
mengalir dari vagina mempertahnakan kebersihan relative vagina. Oleh karena
itu, penyemporotan cairan ke vagina dalam lingkaran normal tidak diperlukan dan
tidak dianjurkan.

Sejumlah besar suplai darah ke vagina berasal dari cabang-cabang desenden arteri
uterus, arteri vaginalis, dan arteri pudenda interna. Vagina relative tidak sensitive,
hal ini dikarenakan persarafan pada vagina minimal dan tidak ada ujung saraf
khusus. Vagina merupakan sejumlah kecil sensasi ketika individu terangsang
secara seksual dan melakukan koitus dan hanya menimbulkan sedikit nyeri pada
tahap kedua persalinan.

Daerah G (G-spot)adalah daerah di dinding vagina anterior di bawah uretra yang


didefinisikan oleh Graefenberg sebagai bagian analog dengan kelenjar prostat
pria. Selama bangkitan seksual, daerah G dapat distimulasi sampai timbul

38
orgasme yang disretai ejakulasi cairan yang sifatnya sama dengan cairan prostat
ke dalam uretra. Fungsi dari vagina adalah sebagai organ untuk koitus dan jalan
lahir.

39
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Testis pada pria maupun sel ovarium pada wanita mulai tumbuh pada awal
kehidupan janin tetapi sifat kelamin belum dikenal. Organ reproduksi terletak dibagian
depan ginjal, kemudian membentuk kelenjar reproduksi yang berisi sel benih dan
membentuk struktur sekelilingnya . Organ reproduksi disebut juga traktus genitalis
berhubungan dengan traktus ulrinarius, tetapi tidak bersambung.

Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung
zakar) dan testis (buah zakar). Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar
prostat dan vesikula seminalis.

Anatomi reproduksi wanita meliputi 2 organ genitalia yaitu organ genitalia eksternal dan
organ genitalia interna. Pudenda atau organ reproduksi eksterna yang sering disebut
vulva, secara berurutan terdiri dari (dari arah anterior ke posterior) : mons pubis (mons
veneris), labia mayor dan minor, klitoris, prepusium klitoris, vestibulum, fourchette, dan
perineum. Organ genitalia interna pada wanita meliputi ovarium, tuba fallopii, uterus, dan
vagina.

40
DAFTAR PUSTAKA

http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem-reproduksi-
wanita/

http://id.wikipedia.org/wiki/Vagina
http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/04/03/alat-reproduksi-dan-fungsinya/

http://rambairawan.blogspot.com/2010/06/sistem-reproduksi.html

http://seisyuhada.wordpress.com/2010/02/11/vaskularisasi-organ-reproduksi-wanita/

http://akperppnisolojateng.blogspot.com/2009/03/anatomi-sistem-reproduksi-wanita.html

http://www.indonesiaindonesia.com/f/13003-sistem-reproduksi-pria/

http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/a5d4b015cd54138d10b39ef64e038ccfe4714
86b.pdf

http://medicastore.com/penyakit/872/Sistem_Reproduksi_Pria.html

http://radenbeletz.com/sistem-reproduksi-pria-penis-skrotum-testis-vas-deferens-uretra-
kelenjar-prostat-dan-vesikula-seminalis.html

Platzer, Warner . 2005. Atlas dan buku teks anatomi manusia. Jakarta: EGC

Syaifuddin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta: Salemba Medika

Syaifuddin.2006. Anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan edisi 3. Jakarta : EGC

Setiadi. 2007. anatomi fisiologi manusia. Yogyakarta:Graha Ilmu

Sobota. Atlas Anatomi Sobota Ed I & II. Jakarta: EGC

Waluyo. 1987. Anatomi Manusia . Jember: Fakultas dan ilmu keguruan Jember

41