Anda di halaman 1dari 35

PENGANTAR

A. Ada empat skala kecenderungan di dalam MBTI. Empat skala itu adalah:
1. Extrovert (E) vs. Introvert (I)
Kategori Favorite World karena lebih memilih untuk fokus pada outside world atau
inner world (ehow.com).
• Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka dunia luar. Suka bergaul,
menyenangi interaksi sosial, beraktifitas dengan orang lain, serta berfokus pada
dunia luar, action oriented, bagus dalam interaksi sosial, dan hal operasional.
• Introvert adalah mereka yang menyukai dunia dalam/diri sendiri. Senang
menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak begitu suka bergaul dengan
banyak orang, mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus, bagus dalam
pengolahan data secara internal dan pekerjaan back office (MBTI, e book).
2. Sensing (S) vs. Intuition (N)
Kategori Information, menentukan apakah seseorang menerima informasi seperti
yang diberikan atau malah dikembangkan sesuai dengan pemikiran dan interpretasi.
• Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit,
praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Menggunakan pedoman
pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti, fokus
pada masa kini (apa yang bisa diperbaiki sekarang), bagus dalam perencanaan
teknis dan detail aplikatif.
• Intuition memproses data dengan melihat pola dan hubungan, pemikir abstrak,
konseptual serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Berpedoman
imajinasi, memilih cara unik, dan berfokus pada masa depan (apa yang mungkin
dicapai di masa mendatang), inovatif, penuh inspirasi dan ide unik, bagus dalam
penyusunan konsep, ide, dan visi jangka panjang.
3. Thinking (T) vs. Feeling (F)
Kategori Decision, melihat bagaimana orang mengambil keputusan.
• Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa
untuk mengambil keputusan. Cenderung berorientasi pada tugas dan objektif,
terkesan kaku dan keras kepala, menerapkan prinsip dengan konsisten, bagus
dalam melakukan analisa dan menjaga prosedur/standar.

1
• Feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang
diyakini ketika hendak mengambil keputusan, berorientasi pada hubungan dan
subjektif, akomodatif tapi sering terkesan memihak, empatik dan menginginkan
harmoni, bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.
4. Judging (J) vs. Perceiving (P)
Kategori Structure, melihat derajat fleksibilitas seseorang.
• Judging adalah tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis,
serta senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat), tidak suka
hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Mereka ingin merencanakan pekerjaan
dan mengikuti rencana itu, bagus dalam penjadwalan, penetapan struktur, dan
perencanaan step by step.
• Perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, dan
bertindak secara acak untuk melihat beragam peluang yang muncul. Perubahan
mendadak tidak masalah dan ketidakpastian membuat mereka bergairah, bagus
dalam menghadapi perubahan dan situasi mendadak.
B. Manfaat MBTI
1. Bimbingan Konseling
MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa
digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi yang
cocok dengan kepribadian.
2. Pengembangan Diri
Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri
sendiri.
3. Memahami Orang Lain dengan lebih baik
MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang terhadap orang lain. Kita
bisa lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak semua orang berfikir, bersikap
dan berperilaku seperti cara kita berperilaku (MBTI, e book).
4. Mudah digunakan, skor dan penjelasannya
5. Menyorot respon stres dan memperbaikinya
6. Meningkatkan hubungan kerja
7. Meningkatkan team atau workgroup performance
8. Meningkatkan komunikasi
9. Membantu memecahkan konflik
10. Mempertimbangkan perbedaan dan pemikiran yang kreatif

2
11. Lasting impact (MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR, pdf)

C. Makna dan Tujuan


Dalam seting pendidikan, MBTI digunakan untuk mempelajari gaya belajar para
murid. Di kelas, MBTI digunakan untuk menolong remaja dan orang dewasa untuk
mengerti lebih baik mengenai pembelajaran, komunikasi, gaya interaksi sosial. Penasehat
juga menggunakan tes untuk menolong remaja menentukan lapangan pekerjaan atau
universitas yang paling sesuai untuk mereka. Karena MBTI adalah alat self-discovery,
profesional mental health mengatur tes dalam sesi konseling untuk memberikan insight
kepada pasien mengenai perilaku mereka. Diantara orang dewasa, MBTI digunakan di
organisasi untuk menilai ketrampilan manajemen, memudahkan teamwork, dan problem
solving (healthofchildren.com).
Form M MBTI dirilis pada tahun 1998 sedangkan form Q MBTI dirilis tahun 2001. Ada
perbedaan diantara kedua form tersebut dan pendahulunya (form G ke M, form K ke Q).

No Step I dan II
Kelebihan Kekurangan
1 Teori komprehensif, menyediakan Pemahaman terhadap teori memerlukan
konteks untuk memahami kompleksitas administer dan mengintepretasi instrumen.
individual.
2 Klien mengenali tipe-tipe yang ada secara Klien dan profesional mengatribusikan
nyata dan tipologi sebagai suatu cara kualitas trait ke tipe preferensi, mengarah
yang berguna untuk mendeskripsikan diri pada ketidaktepatan intepretasi.
mereka dan yang lain: aspek-aspek Step
II yang memperkaya pemahaman
perbedaan individual diantara tiap tipe.
3 Dasar nonnormatif preferensi, tipe, dan Form a normatif perspektif, deskripsi tipe
aspek-aspek mengidentifikasi dan positif bsa memberikan keterangan yang
menegaskan perbedaan individual secara terlalu mudah disamping masalah psikologi
normal. yang sebenarnya.
4 Pertanyaan yang simpel cukup Kesederhanaan pertanyaan memunculkan
mengungkap perilaku yang tampak untuk pemikiran bahwa tipologi itu sendiri simpel
mengidentifikasi konstruk komplek yang dan statis daripada komplek dan dinamis.
berkaitan, seperti pada teori

3
5 Form M relatif tidak ambigu dalam Keempat skala terlihat seperti pengukuran
pengukurannya. trait yang familiar dan bisa dengan mudah
diintepretasikan sebagaik empat trait yang
independen: 20 aspek skala bisa mirip dan
dilihat sebagai trait yang merupakan
subskala dari skala yang lebih besar.
6 Teori dan instrumen hemat. 16 tipe kepribadian tidak diukur secara
langsung: pengetahuan asumsi teoritikal
berkaitan dengan bagaimana 4 skala
mempengaruhi secara dinamis dibutuhkan
untuk mengidentifikasi tipe-tipe.
7 Resiko bahwa 20 aspek yang ada akan
mengesampingkan 4 dikotomi dan interaksi
dinamisnya

Revisi Form M dan Q menghasilkan instrumen yang kuat secara psikometri akan tetapi
diikuti oleh kelemahan yang serius.

No Form M & Form Q Development


Kelebihan Kelemahan
1 Item Response Theory (IRT) dari form M Luasnya ulasan dari berbagai aspek berisi
dan Q digunakan untuk evaluasi dan dikotomi sudah mengorbankan seleksi item
menyeleksi item yang memiliki Form M: pemikirannya, beberapa konten
diskriminasi terbesar disekitar midpoint diulas dengan baik pada form Q, tidak
setiap skala semua klien menggunakan form Q.
2 Sebagian besar item ditulis oleh Myers Korelasi moderat diantara S dan J dan
membentuk dasar form M dan Q diantara N dan P pada form M tampak
menyangkal kriteria skala independen
untuk form M, meskipun faktor analisi form
M sudah ditunjukkan secara jelas S-N item
memuat di skala S-N dan J-P item memuat
di J-P skala
3 Tidak ada item yang menunjukkan T-F aspek Quetioning-Accomodating tidak
perbedaan gender direpresen pada form M skala T-F.
Penelitian menunjukkan skala menjadi
aspek legitimasi T-F. T-F konstruk pada

4
form M lebih baik diulas pada form Q
4 Hanya beberapa item yang dipengaruhi
oleh umur responden
5 Tidak ada item yang menunjukkan
sumber lain dari DIF (differential item
functioning)

No Form M & Form Q Administrasi dan Skoring


Kelebihan Kelemahan
1 93 item pada form M digunakan untuk Perbedaan pilihan penskoran untuk Form M
skor tipe. memberikan hasil yang berbeda, template
secara spesifik dan self-scoring vs IRT
komputer skoring untuk semua pilihan lain.
2 IRT digunakan untuk penskoran Form M Peneliti harus menggunakan penskoran
dan Q komputer untuk mendapatkan skor theta
yang dibutuhkan untuk korelasi penelitian
Form M dan Q
3 Paper & pencil dan online presentasi Orang yang memperoleh hasil tipe lewat
form M dan Q menarik; instruksi jelas MBTI Complete mungkin akan terbatasi
dan mudah dimengerti. pengetahuannya akan tipe lain diluar
mereka
4 Administrasi online menggunakan Web
publisher mudah

No Form M & Form Q Standardization


Kelebihan Kelemahan
1 Stratifikasi sample random dikumpulkan Sampel overrepresented dengan wanita
untuk disesuaikan dengan data sensus Kaukasia relatif untuk data sensus US dan
U.S untuk usia 18-seterusnya untuk form underrepresented untuk laki-laki Afrika
M dan Q Amerika
2 Bobot sampel dibuat untuk perkiraan U.S
distribusi gender dan etnik untuk
menghasilkan sampel nasional yang
representatif
3 Laporan distribusi preferensi dan tipe
Form M lebih akurat daripada estimasi
senelumnya dan termasuk distribusi

5
Afrika Amerika, Asia Amerika, dan
Latino

No Form M Step I & Form Q Step II Interpretation


Kelebihan Kekurangan
1 Bahasa digunakan pada instruksi tes, Meningkatnya akurasi Form M dan Q bosa
profil, dan laporan konsisten dengan tipe mengarahkan interpreter menjadi terlalu
daripada pendekatan trait menerima hasil tes dan kurang perhatian
untuk membuktikan tipe klien
2 Instruksi tes dan interpretasi rekomendasi
konsisten dengan format yang ada

Basic teori MBTI


Teori Psychology Type berasal dari psikiater Swiss Carl G. Jung (1875-1961) yang
menulis bahwa apa yang tampak sebagai perilaku acak sebenarnya merupakan hasil dari
perbedaan-perbedaan pada cara orang memilih untuk menggunakan kapasitas mental mereka
(what appears to be random behavior is actually the result of differences in the way people
prefer to use their mental capacities). Dia mengamati bahwa orang-orang pada umumnya
terlibat dalam salah satu dari dua fungsi mental:
- mengambil informasi, yang ia sebut perceiving, atau
- mengorganisir informasi dan datang ke kesimpulan, yang ia sebut judging.
Dalam masing-masing, Jung melihat orang-orang lebih memilih untuk melakukan fungsi dari
salah satu dari dua cara tersebut. Ini disebut preferensi (preferences)
Ia juga mencatat bahwa, walaupun setiap orang mengambil informasi dan membuat
keputusan, beberapa orang lebih memilih untuk melakukan lebih banyak mengambil
informasi (perceiving) dan yang lain lebih suka untuk melakukan lebih banyak decision
making (judging).
Akhirnya, Jung mengamati, "Masing-masing orang tampak lebih berenergi oleh dunia
luar (extraversion ) atau dunia internal (introversion). "Apa yang disebut Jung sebut sebagai
persons’ psychological type adalah preferensi mereka terhadap masing-masing kategori.
Pengamatan lebih jauh meyakinkan Jung bahwa perbedaan lain harus ada dan dua kategori
yang ada (extraversion dan introversion) belum cukup memadai. Ia kemudian menambahkan
mental fungsi berlawanan dalam sistemnya. Dua fungsi berlawanan dalam persepsi,

6
sensation (Sensing) versus intuition, dua fungsi berlawanan dalam judgement, thinking versus
feeling.
Pada tahun 1921, Jung menerbitkan Psychological Types, memperkenalkan gagasan
bahwa setiap orang memiliki sebuah tipe psikologis. Bahasa akademik dalam buku tersebut
membuatnya sulit dan hanya sedikit orang yang bisa memahami dan menggunakan ide
tersebut untuk tujuan praktis.
Selama Perang Dunia II, dua wanita Amerika, Isabel Briggs Myers dan ibunya
Katharine Cook Briggs, berangkat untuk mencari cara yang lebih mudah bagi orang untuk
menggunakan ide-ide Jung dalam kehidupan sehari-hari.Mereka ingin orang-orang dapat
mengidentifikasi psychological type mereka tanpa harus menyaring melalui teori akademis
Jung. Dalam perjalanannya MBTI mengalami beberapa perkembangan.
Bentuk publikasi MBTI muncul sejak tahun 1943. Ada tiga versi yang berbeda
mengenai MBTI. Ketiga versi itu adalah MBTI Step I, MBTI Step II, MBTI Step III. Step I
membahas mengenai 16 kepribadian yang berbeda secara kualitatif. MBTI Step I ini yang
paling terkenal dan paling sering digunakan di antara tipe MBTI yang lainnya, ketika orang-
orang mengatakan MBTI, mereka secara umum mengarah ke MBTI Step I. MBTI Step II
mengidentifikasi masing-masing 5 komponen dari 4 dikotomi dasar, jadi totalnya 20
komponen. Skor menyediakan informasi mengenai individualitas di dalam setiap 16 tipe
kepribadian. Step III menilai tipe perkembangan, bermacam-macam keefektifan di mana
individu menggunakan tipe mereka.
Selama tahun 1975, sejak publikasinya berpindah dari Educational Testing Service ke
CPP, Inc, MBTI digunakan terutama oleh beberapa peneliti yang tertarik. CPP,Inc membuat
MBTI tersedia untuk seluruh professional yang memiliki kualifikasi untuk membeli Level B
instruments. Sekitar 2 juta orang mengisi MBTI questionnaire setiap tahun, dan ini
membuatnya menjadi instrumen yang paling banyak digunakan untuk meng-asses fungsi
kepribadian normal.
Reliabilitas
Reliabilitas mengacu pada konsistensi pengukuran suatu tes. Tes dengan reliabilitas
tinggi akan lebih dipilih karena kita akan yakin bahwa kita akan mendapat hasil yang sama
pada setiap waktu kita mengukur hal yang sama. Jika suatu tes tidak reliabel, kita tidak tahu
perubahan skor terjadi karena perubahan orangnya atau karena beberapa jenis error pada saat
proses tes.
Reliabel menjadi penting untuk MBTI karena banyak alasan. Seperti yang Tieger dan
Baron-Tieger ungkapkan dalam artikelnya “The Type to which you are born will be the one

7
you take to your grave.” Dengan kata lain, sekali INTJ maka selalu INTJ. Oleh karena itu
kita berharap MBTI memiliki reliabilitas yang ekstrim tinggi dan tipe orang tidak akan
berubah.
Metode utama untuk mengukur reliabilitas adalah dengan memberikan tes kepada
seseorang dalam 2 kesempatan (waktu). Prosedur ini dikenal dengan test-retest reliability.
Test-retest ini dapat dapat memiliki jarak (interval waktu) beberapa minggu atau bahkan lebih
dari satu tahun. Karena dikatakan tipe dan karakteristik individu dianggap konstan maka
kami berharap bahwa kepribadian orang tidak berubah dari waktu ke waktu. Dalam beberapa
penelitian menyebutkan bahwa bila test retest dilakukan dengan interval yang pendek
(misalnya 5 minggu) maka sebanyak 50% orang akan diklasifikasikan dalam tipe yang
berbeda.
Standard of Error Measurement. Konsep tes ini merupakan statistik yang benar-benar
digunakan oleh psikolog untuk menentukan kapan perbedaan antara skor tes bermakna dan
kapan perbedaan tersebut hanya sepele. Misalnya dua orang melakukan tes yang sama. Satu
orang mendapatkan skor 100, yang lainnya mendapatkan 105. SEM membantu kita untuk
menentulkan apakah perbedaan 5 poin yang ada mencerminkan sebuah perbedaan yang
substansial antara dua orang tersebut atau apakah perbedaan skor tersebut mencerminkan
kesalahan sederhana dalam pengukuran.
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi SEM: standar deviasi dan test-retest
reliability dari tes. Jika standar deviasi dari tes kecil dan reliabilitasnya tinggi, hal ini
memungkinkan bahwa sedikit perbedaan dalam skor dapat menunjukkan perbedaan
signifikan di antara aitem pengukuran dimana dalam kasus ini adalah kepribadian individu.
Jika standar deviasinya besar dan reliabilitasnya rendah, selanjutnya perbedaan besar antara
skor harus ditemukan terlebih dahulu sebelum kita dapat mengasumsikan bahwa ada
perbedaan yang berarti di antara individu.
Standard error of measure pada masing-masing dimensi MBTI cukup besar.
Sayangnya, metode skoring MBTI mengaburkan perbedaan penting ini. MBTI
mengklasifikasikan orang ke dalam sebuah dikotomi yang rigid. Sehingga dua orang yang
memiliki raw scores yang dekat (hampir sama) dengan orang lain tetapi didefinisikan dalam
klasifikasi yang berbeda. Hal ini terjadi karena terdapat cutoff points yang membaginya
dalam dimensi-dimensi. Ketika poin berada di atas cutoff , klasifikasi diberikan dan jika poin
berada di bawah cutoff maka klasifikasi yang berlawanan yang diberikan. Walaupun beberapa
pengguna MBTI mencoba menginterpretasi seberapa dekat skor dengan cutoff, praktek ini
tidak konsisten dengan teori MBTI. Contohnya, Carskadon berpendapat bahwa raw scores

8
terlalu banyak digunakan dan ia juga berpendapat bahwa “mungkin lebih baik menggunakan
dikotomi klasifikasi.”
Ringkasnya, perbedaan antara dua kategori dalam MBTI tidaklah setajam dan sejelas
yang sebenarnya ada. Karena MBTI menggunakan skema klasifikasi yang mutlak untuk
orang-orang, hal ini memungkinkan orang-orang dengan skor relatif yang mirip untuk dilabel
dengan kepribadian yang berbeda

Validitas
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menguji validitas tes MBTI. Di sini akan diuji
dua cara penting yang telah memiliki bukti. Yang pertama, kita bisa menentukannya jika
empat dimensi yang dijelaskan dalam teori MBTI benar-benar muncul. Ini
diselesaikan/disempurnakan dengan menggunakan prosedur statistik yang disebut analisis
faktor (factor analysis). Yang kedua, kita dapat menentukan apakah dengan mengetahui tipe
MBTI seseorang dapat membantu kita untuk memprediksi bagaimana performansinya dalam
berbagai keadaan. Pentingnya pertanyaan tentang validitas ini sangat jelas. Ini dapat
menunjukkan konsistensi antara hasil MBTI dengan kesuksesan dalam penempatan karir.
Factor analysis. Analisis faktor merupakan tipe prosedur statistik yang terdiri dari
membuat sebuah analisis dari korelasi antara pertanyaan-pertanyaan dalam tes. Jika teori
MBTI benar, tiga hasil seharusnya muncul dari analisis faktor tersebut. Pertama, hasilnya
seharusnya menunjukkan 4 kluster atau faktor pertanyaan. Tiap-tiap pertanyaan dalam sebuah
faktor akan berkorelasi tinggi dengan pertanyaan lain dalam faktor tersebut. Selain itu,
pertanyaan dalam faktor tersebut juga harus berhubungan dengan dimensi MBTI yang diukur.
Yang kedua, kami menganggap bahwa tiap-tiap faktor adalah independen dengan
faktor-faktor lainnya, seperti dalam teori MBTI bahwa empat dimensi yang ada berdiri
sendiri. Jadi pertanyaan dalam satu faktor tidak berhubungan dengan pertanyaan lain dalam
faktor lain. Jika dua faktor berhubungan, ini mungkin karena mereka mengukur hal yang
sama.
Penelitian-penelitian tentang analisis faktor dalam MBTI tidak menghasilkan hasil
yang memuaskan. Dalam satu penelitian, berdasarkan 1,291 siswa , ditemukan 6 faktor
berbeda. Di samping itu peneliti juga menemukan tingkat eror pengukuran yang tinggi.
Khususnya, 83% perbedaan antara siswa tidak dapat dihitung dengan MBTI. Hasil ini
membuat peneliti berkesimpulan bahwa faktor-faktor yang ditemukan dalam analisis statistik

9
berbeda dengan Teori MBTI. Dalam penelitian lain, peneliti menemukan bahwa skala JP dan
SN berhubungan satu sama lain. Ringkasnya, analisis statistik terhadap tes tidaklah
mendukung teori yang digunakan untuk mendeskripsikan MBTI.
Relation Between MBTI Type and Occupation. Banyak orang telah menguji hubungan
antara tipe dalam MBTI dengan pekerjaan dengan mengukur proporsi tipe dalam tiap-tiap
pekerjaan. Contohnya, dari hasil observasi menunjukkan bahwa banyak guru SD adalah ESTJ
dan ESTJ lebih suka bekerja sebagai guru SD atau pekerjaan lain yang berhubungan.
Meskipun terdengar menarik, sebagai suatu kesimpulan hal ini menimbulkan banyak masalah
mendasar.
Pertama, kita perlu menguji data normatif untuk menilai hubungan tipe dan profesi.
Misalnya, proporsi ESTJ dalam profesi mengajar sama dengan proporsi ESTJ di populasi
umum, atau sebanyak 12 persen dari populasi. Kemiripan ini memberi kesan bahwa tidak
ada yang spesial tentang tipe seseorang yang menjadi guru SD.
Akar permasalahan lainnya dari pekerjaan yang didominasi oleh pria atau wanita.
Perawat adalah contoh yang baik. Jika kita membandingkan distribusi tipe antara perawat
dengan manajer, di sana akan muncul pola tipe yang berbeda. Kita dapat menyimpulkan
bahwa tipe tertentu lebih cocok sebagai perawat dan tipe lainnya sebagai manajer. Bagaimana
pun terdapat interpretasi pilihan. Perawat adalah profesi yang didominasi oleh wanita.
Terdapat korelasi yang tinggi (r = .91) antara presentase semua tipe wanita dan orang-orang
yang bekerja sebagai perawat. Hal ini berkebalikan dengan korelasi antara seluruh pria dan
orang-orang yang bekerja sebagai perawat, korelasinya rendah (r = .21). Di dalam profesi
yang didominasi oleh pria seperti manajemen, terdapat korelasi yang tinggi antara tipe pria di
posisi manajemen dengan pria pada umumnya (r = .92), tetapi korelasi yang lebih kecil pada
wanita (r = .60). Jika benar bahwa tipe tertentu adalah cocok untuk suatu profesi maka
korelasi ini seharusnya lebih kecil. Justru data ini mengesankan bahwa tipe MBTI dalam tiap-
tiap pekerjaan ekuivalen dalam random sample dari populasi.
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tipe MBTI berkorelasi positif dengan
kesuksesan dalam suatu pekerjaan/profesi. Tidak ada yang menunjukkan bahwa sales-sales
dengan tipe ESFP lebih baik ataupun lebih buruk daripada INTJ. Tidak ada data yang
menunjukkan bahwa tipe tertentu lebih sukses dalam pekerjaan tertentu daripada tipe yang
lainnya, atau mereka bertahan lebih lama dalam pekerjaan dibandingkan tipe lainnya.
Secara ringkas, tampak bahwa MBTI tidak sesuai dengan standar dasar tes psikologis.
Banyak sekali prediksi-prediksi spesifik dalam MBTI yang belum bisa dikonfirmasi
kebenarannya maupun telah terbukti salah. Tidak ada bukti jelas bahwa ada 16 kategori unik

10
di mana semua orang bisa ditempatkan. Tidak ada bukti bahwa skor yang dihasilkan MBTI
mencerminkan kestabilan dan ketidakberubahan trait kepribadian yang diklaim untuk diukur.
Akhirnya, tidak ada bukti bahwa tes ini bisa mengukur segala macam nilai.

ADMINISTRASI

Myers-Briggs Type Indicator merupakan tes kepribadian yang dasarnya adalah self-
administered, dan jawaban dari pertanyaan serta metode administrasi online berisi petunjuk
dasar yang dibutuhkan untuk mengisi skala. Ada sejumlah masalah pada administrasi,
bagaimanapun yang dapat berdampak pada MBTI untuk mendapatkan hasil yang valid.
Sebagai contoh responden sengaja dapat menjawab item sehingga tampak adanya faking
good daripada menjawab sesuai dengan keadaan mereka yang sebenarnya. Instrumen itu
sendiri tidak termasuk cara untuk mendeteksi kemungkinan distorsi respons tersebut. Maka
dari itu responden sebaiknya harus diberikan alasan yang baik agar menjadi jujur dalam
jawaban mereka dan diberikan sedikit alasan untuk menggambarkan diri mereka sendiri.

Memberikan jumlah informasi yang tepat sebelum administrasi memaksimalkan hasil


yang valid. Namun, dengan administrasi peningkatan penilaian MBTI menggunakan layanan
Web penerbit metode atau MBTI ® Lengkap, ada sedikit kesempatan untuk responden
orientasi sebelum mereka mengambil skala. Namun ini akan sangat bermasalah ketika
responden mengerjakan instrumen MBTI di tempat kerja. Mereka sangat mungkin secara
otomatis menjawab pertanyaan seperti mereka seperti yang ada ditempat kerja bukan tipe
alami atau kecenderungan mereka. Oleh karena itu disarankan untuk menggunakan cara apa
pun untuk dapat menginstruksikan kepada responden sebelum mereka melakukan tes.

CARA MEMPERKENALKAN ASSESSMENT MBTI

Memberitahukan kepada responden mengenai tes MBTI bahwa harus dikerjakan


sesuai dengan pribadi individu adalah hal yang sangat penting. Jenis-jenis teori tertentu
mengasumsikan bahwa kedua kutub dikotomi masing-masing digunakan oleh setiap individu,
meskipun biasanya dengan frekuensi yang berbeda, insidens kerahasiaan, antusiasme, dan
kemudahan. Item-item pada MBTI meminta kepada responden untuk memilih antara dua
pilihan yang akrab dan dapat diterima. Responden diminta untuk memilih opsi yang paling
alami, nyaman, dan otomatis apa yang dia lakukan ketika tidak di bawah tekanan batas waktu

11
atau imbalan eksternal atau paksaan. Namun, tuntutan situasional kadang bisa kabur
membingungkan yang menyebabkan responden tertentu untuk mengalami kesulitan
menjawab beberapa pertanyaan MBTI. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin menyatakan
bahwa mereka berbeda di tempat kerja daripada di rumah jadi bagaimana seharusnya mereka
menjawab? Yang terbaik adalah ketika seseorang memiliki pemikiran mengenai apa yang
sesuai dengan mereka. Cara paling alami untuk melakukan sesuatu. Bagi kebanyakan orang
ini mungkin sesuai jika mereka berada "di rumah", sedangkan orang lain "di tempat kerja".
Kemudian adanya pengalaman dalam mengerjakan tes ini dapat mempengaruhi klien untuk
mengambil penilaian yang dapat mengurangi tingkat akurasi serta kegunaan hasil tes

Beberapa berikut juga bisa membantu klien mengorientasikan.

• Lihat penilaian MBTI sebagai suatu skala kepribadian, skala, atau indikator. Jangan
menyebutnya sebagai ujian, karena kata ujian menyiratkan terdapat jawaban yang benar dan
salah.

• Jelaskan bahwa persediaan MBTI memberikan informasi tentang kondisi alamiah seseorang
mengenai bagaimana seseorang mengumpulkan informasi dan bagaimana mereka
mendapatkan kesimpulan dari informasi tersebut.

• Sebaiknya juga dijelaskan bahwa mengetahui kepribadian seseorang dalam rangka


membantu bidang-bidang seperti komunikasi dan pemecahan masalah, pilihan karir, gaya
belajar, kepentingan pribadi dan pengembangan, konseling dan psikoterapi.

• Jika klien bertanya mengenai hasil yang akan datang, katakan bahwa hasilnya berupa
deskripsi mengenai salah satu dari 16 jenis kepribadian.

• Sarankan klien untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan apa yang alami dan
yang dirasakan, bukan apa yang ia mampu lakukan ketika berada di bawah tekanan.

• Anjurkan klien bahwa mereka tidak harus berpikir sangat lama tentang setiap pertanyaan.
Jawaban pertama mereka atau respon spontan untuk pertanyaan merupakan jawaban yang
paling baik dan alami

Pedoman selama Administrasi

12
Tidak ada batas waktu yang ditentukan dalam proses pelaksanaan MBTI I atau MBTI
II. Waktu yang cukup harus dialokasikan sehingga responden tidak mengerjakan lebih lambat
ataupun tidak akan merasa tertekan untuk menyelesaikan skala dalam 15 sampai 25 menit
yang umumnya diselesaikan dalam waktu 25 sampai 35 menit. Responden yang mengerjakan
secara on-line untuk Formulir baik M atau Q dapat menyelesaikan pada jumlah waktu yang
mereka inginkan. Banyak responden tidak menyadari bahwa jawaban dan pertanyaan dalam
buku petunjuk seringkali dilalaikan. Alasan untuk membiarkan adanya kelalaian adalah jika
seseorang benar-benar tidak bisa memilih antara dua pilihan. Namun, beberapa responden
mungkin menghabiskan banyak waktu sehingga mempertimbangkan item yang merupakan
respon alami (jika mereka memiliki satu) menjadi dikaburkan. Oleh karena itu biasanya yang
terbaik adalah tidak memberikan "tekanan" terhadap responden untuk menghindari adanya
kelalaian.

Pedoman Standar Administrasi

• Tidak ada batasan waktu untuk mengerjakan skala MBTI, tapi yang terbaik adalah untuk
tidak menghabiskan terlalu lama pada satu item apapun.

• Respon yang secara langsung diberikan sesuai dengan keadaan yang dialami oleh
responden.

• Item bisa dihilangkan jika memang responden benar-benar tidak dapat memilih satu
jawaban diantara dua jawaban.

• Jangan memberikan definisi kepada responden mengenai kata atau frase kalimat yang
terdapat didalam skala. Suggest the person answer based on his or her own understanding or
omit that item. Sarankan responden untuk memberikan jawaban berdasarkan pemahamannya
sendiri.

• Beritahu kepada responden untuk tidak merasa frustasi ketika diminta untuk memilih salah
satu jawaban dan beritahukan jika tidak ada item tunggal yang mempengaruhi hasil secara
keseluruhan.

Isu yang Relevan dengan Konstruksi MBTI

13
Responden kadang-kadang memberikan komentar pada fitur tertentu dalam skala
MBTI baik selama atau setelah pemberian skala. Komentar yang umum yang paling terkait
dengan pertanyaan yang memaksa untuk dipilih, kesederhanaan kata-kata item, dan fakta
bahwa pilihan item yang tidak selalu berlawanan secara logis. Respon terbaik untuk komentar
di daerah tersebut setuju bahwa ketika dipaksa untuk memilih terkadang merasa sulit dan
frustasi, bahwa pertanyaan-pertanyaan memang tampak terlalu sederhana untuk mendapatkan
sesuatu yang penting, dan bahwa pilihan tidak selalu berlawanan secara logis. Semua ini
"keluhan" adalah karena tujuan mengidentifikasi preferensi orang. Rapid Reference Referensi
cepat

Komentar Klien umum dan Tanggapan yang tepat

Saya melakukan keduanya dan saya merasa sulit untuk memilih salah satu. Ya, namun
pertanyaan meminta untuk memilih satu atau yang lain. Caranya adalah pilih jawaban sesuai
dengan diri anda, apa yang anda suka bukan apa yang Anda dapat lakukan. Dengan begitu
kebanyakan orang akan dapat menjawab tentang sesuatu yang penting.

Pertimbangan Khusus dalam Setting Klinis

Kita mungkin berharap bahwa pendekatan penilaian yang dikembangkan dalam


konteks psikoterapi Carl-Jung praktek klinis akan digunakan terutama dalam pelaksanaan
psikoterapi. Meskipun penggunaan tersebut telah meningkat selama dekade terakhir
penilaian MBTI telah digunakan sering di berbagai bidang seperti perencanaan karir,
pendidikan, manajemen dan pengembangan organisasi, kepemimpinan, pemecahan masalah,
perilaku dalam tim atau kelompok, dan sebagian besar baru-baru ini, untuk dan eksekutif
lainnya seperti jenis pembinaan. Ada beberapa hal khusus yang memperingatkan ketika
mengelola skala dalam pengaturan klinis. Penilaian ini memiliki validitas yang rendah, yaitu
pertanyaan-pertanyaan tampaknya terlalu sederhana untuk atribut psikologis penting. Untuk
memastikan administrasi instrumen yang tepat dalam situasi di mana klien dalam kesusahan
dan rentan terhadap informasi yang salah. Oleh karena itu disarankan bahwa informasi
berikut ini akan disampaikan kepada klien sebelum administrasi :

Hasil merupakan suatu rahasia yang tidak akan bocor

14
Klien harus tahu bahwa hasil mereka akan dirahasiakan, seperti informasi lain tentang
mereka. Ketika sedang melakukan pengetesan bagi pasangan atau keluarga, biasanya
dianjurkan untuk memberikan instruksi kepada semua orang pada saat yang sama dan
memberikan penafsiran semua orang pada saat yang sama, bukan dalam sesi individu yang
mungkin dijadwalkan.

Taking the MBTI assessment is voluntary .

Ketepatan dan kegunaan hasil seluruhnya tergantung pada mendapatkan respon yang jujur.
Seorang klien yang merasa dipaksa untuk melakukannya tidak mungkin akan memperoleh
keuntungan dari hasil tes. Klien harus diberitahu bahwa proses pengambilan penilaian MBTI
bersifat sukarela.

The MBTI assessment does not identify pathology.

Klien mungkin percaya hasilnya akan mengungkapkan patologis, negatif, atau informasi
bawah sadar tentang mereka, terutama jika instrumen lain mereka diberikan muncul untuk
menangani patologi.

Appropriate Clients

Jenis Indikator tidak mungkin menjadi metode penilaian yang sesuai untuk klien tertentu.
Pertimbangan awal menyangkut kemungkinan bahwa hasil yang valid akan datang, sama
pentingnya adalah apakah jenis informasi mungkin akan berguna untuk klien. Isu terlebih
dulu mengenai keprihatinan usia, tingkat membaca, dan bahasa, yang kedua adalah masalah
pertimbangan profesional.

Pentingnya Umur dan Tingkat Membaca

Pada sebuah kelas tingkat ketujuh dianjurkan untuk menggunakan kedua bentuk M dan
Formulir Q. Pertanyaan umumnya sesuai untuk klien yang berusia 12 tahun atau lebih. The
Murphy-Meisgeier Type Indicator untuk Anak (Murphy & Meisgeier, 2008) tersedia bagi
anak usia sekitar 8 sampai 12. Bentuk M dan Q harus digunakan dengan hati-hati untuk anak-
anak berusia 12 hingga 13 tahun, dan mereka harus diberitahu bahwa pertanyaan dirancang
untuk orang dewasa, mereka mungkin tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan dan mereka
dapat mengesampingkan pertanyaan-pertanyaan ini jika diperlukan

15
Klien yang Mengalami Kesulitan dalam berbahasa Inggris

Praktisi Billingual yang dapat berbahasa inggris kepada klien atau klien yang tidak dapat
berbahasa inggris menimbulkan masalah dapat mempertimbangkan penggunaan salah satu
hasilmterjemahan yang tersedia dari skala MBTI. Formulir M telah diterjemahkan ke dalam
21 bahasa, termasuk 11 bahasa Eropa dan Eropa Inggris. Skala MBTI Step II telah
diterjemahkan ke beberapa bahasa juga. Sebuah terjemahan dari Spanyol Amerika Utara dan
bahan-bahan pendukung yang tersedia dari penerbit, CPP, Inc Untuk informasi c spesifik
mengenai apa yang akan diterjemahkan. Klien yang bahasa Inggrisnya merupakan bahasa
kedua mungkin memiliki beberapa kesulitan dalam menjawab item MBTI yang
menggunakan metafora asing. Beberapa pengalaman menggunakan versi bahasa Inggris
Amerika dengan klien yang bahasa Inggrisnya merupakan bahasa kedua menunjukkan bahwa
beberapa item menyebabkan kesulitan dalam mejawab (Myers et al., 1998, bab 14.). Namun,
penting untuk menggunakan pengetahuan ekstra ketika melakukan verifikasi dan interpretasi
dari hasil tes klien tersebut.

Gangguan visual Klien

Tidak ada versi Braille tersedia, tetapi instrumen MBTI dapat diberikan kepada orang-orang
buta atau orang yang tidak bisa membaca dengan membaca pertanyaan keras. Jaga nada
netral ketika membaca pilihan disajikan.

Pengaruh Stres Situasional

Orang-orang sering berperilaku dalam cara-cara yang menyimpang mencolok dari jenis alami
mereka ketika mereka mengalami stres, dan ini dapat mempengaruhi cara mereka menjawab
pertanyaan sehingga akan mempengaruhi validitas hasil tes.

Klien dengan Gangguan Psikologis Serius

Penilaian MBTI tidak dirancang untuk menunjukkan patologi dan sama sekali tidak pantas
untuk tujuan itu. Namun, bisa sangat membantu bagi orang yang menderita gangguan
psikologis berat untuk menjadi sadar dan sehat, mengenai keadaan yang sedang mereka
alami. Banyak orang yang menderita berbagai gangguan psikologis mampu memberikan

16
laporan yang akurat tentang jenis alami mereka. Bahkan ketika suatu gangguan psikologis
tidak mempengaruhi keakuratan self report, hasil yang dibahas mengenai klien dapat
mendukung dalam proses terapeutik.

Appropriate Administrators

Dalam pengaturan klinis banyak praktisi menjelaskan mengenai kerjasama dan menafsirkan
penilaian MBTI untuk klien individu, pasangan, atau keluarga. Dalam pengaturan lain skala
MBTI dapat menjadi bagian dari tes kepribadian yang mengelola mengenai instrumen diri
yang diberikan kepada klien. Situasi terakhir menimbulkan masalah administrasi yang dapat
mempengaruhi validitas hasil dan membutuhkan peringatan khusus ketika memberikan
umpan balik kepada klien. Untuk meminimalkan efek seperti itu berikut saran :

a. Tekankan kepada orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan instrumen


dimana klien harus membaca semua petunjuk pada formulir tes MBTI.
b. Consider removing the MBTI inventory from the battery and administering it later.
Pertimbangkan untuk melakukan penghapusan terhadap item MBTI dan melakukan
administrasi di sesi akhir karena administrasi sebaiknya memang di lakukan di sesi
awal.

SKORING

Tujuan utama dalam skor Step I dari kepribadian MBTI adalah untuk menetapkan
klien pada empat kategori: E atau I, S atau N, T atau F, dan J atau P. Jenis skor yang
dilaporkan pada formulir sebelumnya pada Indikator, untuk mencegah adanya salah tafsir
sebagai ukuran kepribadian, kompetensi, atau aksesibilitas. Formulir M memiliki satu ukuran
yang direferensikan sebagai skor yang disebut sebagai poin. Skor Theta yang dihasilkan oleh
komputer respons item teori skor Step MBTI. Skor Theta merupakan dasar dari indeks
kejelasan preferensi, yang dilaporkan kepada klien pada kebijakan profesional.

Skor Theta adalah setara dengan skor berkelanjutan yang dihitung berdasarkan bentuk
MBTI terdahulu dan digunakan untuk keperluan penelitian. Komputer menyediakan skor

17
theta bagi peneliti diperlukan untuk metodologi penelitian. Jenis empat huruf yang dihasilkan
adalah hasil prinsip dilaporkan kepada klien. Baku poin hanya berlaku untuk scorable dan
template untuk mencetak versi diri pada instrumen MBTI Step I. Poin mentah tidak
diinterpretasikan dalam diri mereka sendiri, mereka digunakan untuk menghasilkan kejelasan
indeks preferensi dan kejelasan kategori preferensi, keduanya merupakan perkiraan kejelasan
dengan yang responden melaporkan preferensi kategoris yang bersangkutan. Pada bentuk
sebelumnya dari Indikator, poin dasar untuk menghitung skor preferensi dan skor
berkesinambungan yang dilaporkan.

ESTIMATES OF CLARITY OF PREFERENCE

Dalam merencanakan Formulir M pada MBTI, banyak langkah yang dapat diambil
untuk mencegah praktisi dan klien dari asumsi bahwa angka-angka yang terkait dengan
preferensi MBTI ini diinterpretasi sebagai jumlah, derajat kompetensi dengan, tingkat
kematangan penggunaan, atau relatif mudah akses preferensi ini . Untuk mengurangi salah
tafsir tersebut, konsep saling bergantung dari preferensi kejelasan kategori indeks
dikembangkan. Kedua istilah memberikan perkiraan kejelasan dengan yang klien telah
melaporkan preferensi pada administrasi tertentu dari Step MBTI.

The Preference Clarity Index

Untuk semua dikotomi, kejelasan indeks preferensi berkisar antara 1 sampai 30.
Indeks dekat dengan 30 menunjukkan bahwa responden secara konsisten menjawab item
MBTI sedangkan indeks mendekati 1 berarti bahwa responden telah menjawab hampir sama
pada banyak item yang mendukung kutub nonpreferred sebagai kutub disukai. Kesimpulan
tentang makna kemungkinan individu kejelasan suatu preferensi tidak dijamin dengan tidak
adanya informasi tambahan. Referensi Cepat 3.1 menunjukkan rentang yang berkaitan
dengan empat kategori kejelasan preferensi. Indeks kejelasan preferensi dihitung dan
dilaporkan hanya pada versi computerscored Formulir MBTI M. Melaporkan jumlah
sebenarnya untuk klien tanpa hati-hati menjelaskan artinya tidak membantu. Praktisi lebih
baik disarankan untuk memberikan preferensi klien kategori informasi kejelasan seperti yang
dijelaskan di bawah ini.

The Preference Clarity Category

18
Kejelasan kategori Preferensi dilaporkan kepada klien sebagai "sangat jelas," "jelas,"
"moderat," dan "sedikit,".
Clarity of Step I Preference as Estimated by the Preference Clarity Index

Preference Clarity Index Preference Clarity Category


26 - 30 Sangat Jelas
16 - 25 Jelas
6 – 15 Sedang
1–5 Sedikit

Converting Raw Points into Preference Clarity Categories

Dikotomi Greatest Raw Points Preference clarity category


11 – 13 Sedikit
14 – 16 Sedang
17 - 19 Jelas
E-I
20 – 21 Sangat jelas
13 – 15 Sedikit
16 – 20 Sedang
21 – 24 Jelas
S-N
25 – 26 Sangat jelas
12 – 14 Sedikit
15 – 18 Sedang
19 – 22 Jelas
T-F
23 – 24 Sangat jelas
11 – 13 Sedikit
14 – 16 Sedang
17 – 20 Jelas
J-P
21 - 22 Sangat jelas

Catatan : Equal poin di E-I diklasifikasikan saat poin I sama di S-N diklasifikasikan sebagai
N; poin sama di T-F diklasifikasikan sebagai F; poin sama di J-P adalah sebagai P. Juga
mencatat bahwa jika item telah diabaikan pada skala, titik tertinggi mentah akan lebih rendah
daripada kisaran ditampilkan. Gunakan sedikit untuk kategori kejelasan preferensi jika hal ini
terjadi.

Sumber: Dari Myers et al. (1998, p. 112). (1998, hal 112). Manual: Sebuah Panduan untuk
Pembangunan dan Penggunaan Myers-Briggs Type Indicator, Third Edition oleh Isabel
Briggs Myers, Mary H :. McCaulley, Naomi L. Quenk, dan Allen L. Hammer Hak Cipta

19
1998 oleh CPP, Inc All rights reserved. Produksi lebih lanjut dilarang tanpa persetujuan
tertulis dari Penerbit. Ditentukan oleh berbagai titik baku yang berkaitan dengan preferensi
masing-masing daripada dikaitkan dengan indeks kejelasan preferensi versi skor melalui
komputer. Perhatikan bahwa ada titik mentah rentang yang berbeda sedikit untuk setiap
dikotomi, tidak seperti indeks yang dihasilkan berkisar kejelasan kategori preferensi, yang
sama untuk setiap dikotomi.

SCORING OPTIONS

Dalam MBTI terdapat pilihan yang tersedia untuk melakukan penilaian administrasi
bentuk tertentu yang akan menghasilkan penilaian opsi yang diinginkan. Komputer mencetak
dengan menggunakan satu set template khusus. Dalam proses penyekoran dengan
menggunakan teori item response. Bentuk terdahulu menggunakan metode prediction ratio
untuk menyeleksi dan menyekor item yang ada. Menurut penelitian yang ada membuktikan
bahwa proses penyekoran dengan menggunakan metode item response akan lebih
mendapatkan hasil reliabilitas yang lebih konsisten dibandingkan dengan metode lainnya.

Seperti template skor menghasilkan perkiraan skor IRT tepat. Scorable bentuk diri
tidak cocok untuk mencetak gol komputer. Namun, bentuk scorable nonprepaid template-
standard dapat ditingkatkan ke IRT komputer yang lebih tepat penilaian; laporan berbagai
komputer kemudian dapat disediakan. Skor Pilihan Anda untuk klien tertentu atau kelompok
klien akan tergantung pada masalah kenyamanan, biaya, fleksibilitas dalam administrasi, dan
tujuan yang hasilnya akan diletakkan. Beberapa praktisi menggunakan satu pilihan eksklusif;
lain mungkin terus beberapa bentuk di tangan untuk memenuhi kebutuhan klien yang
berbeda.

Skoring Melalui Komputer

Satu buku berisi pertanyaan dan ruang untuk jawaban pada formulir menggunakan
penyekoran melalui komputer. Komputer mencetak dengan menggunakan satu set template
khusus. Dalam proses penyekoran dengan menggunakan teori item response. Bentuk
terdahulu menggunakan metode prediction ratio untuk menyeleksi dan menyekor item yang
ada. Menurut penelitian yang ada membuktikan bahwa proses penyekoran dengan
menggunakan metode item response akan lebih mendapatkan hasil reliabilitas yang lebih
konsisten dibandingkan dengan metode lainnya. Skor Komputer menggunakan metode teori

20
respon item. Sebelumnya bentuk Indikator menggunakan metode perbandingan prediksi
untuk pemilihan dan penilaian item. Metode teori respon Item didasarkan pada teori tes
modern, sedangkan metode perbandingan prediksi dalam pendekatan teori tes klasik.
Penelitian membandingkan dua metode menunjukkan bahwa lebih tinggi menghasilkan teori
konsistensi internal reliabilitas item respon dan juga lebih mungkin untuk mengidentifikasi
tipe yang "paling cocok" terhadap responden.

Metode teori response item membutuhkan penilaian dengan komputer, karena


mengevaluasi kontribusi tiap item untuk jenis yang dihasilkan, tugas yang dapat dicapai
hanya dengan komputer. Teori tes klasik mengevaluasi skala daripada item individual dan
tidak tergantung pada komputer. Semua metode penilaian bentuk standar sebelumnya
Indikator menghasilkan hasil identik dalam mengidentifikasi jenis huruf empat dan di skor
yang terkait. Rasio prediksi metode skoring digunakan pada formulir sebelumnya diizinkan
komputer scoring tetapi tidak memerlukannya untuk lebih presisi.

Scoring the Computer Form with Templates Scoring

Bentuk komputer dapat mencetak menggunakan satu set template delapan satu untuk
setiap kutub preferensi. Skoring Template berguna dalam situasi di mana Anda ingin
memperkirakan cepat klien Anda tipe yang lebih cepat dari hasil komputer akan tersedia.
Rinci dan mudah mengikuti dengan petunjuk skor muncul pada setiap template. Skor
Template membutuhkan penempatan masing-masing dari delapan template pada masing-
masing dari tiga halaman buklet, merekam titik baku untuk setiap tiang preferensi pada setiap
halaman, dan menambahkan hasil bersama untuk memperoleh poin total mentah setiap
preferensi sedikit pengalaman, ini membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Self-Scoreble Form
Cara atau penggunaan metode penyekoran ini merupakan cara yang paling sederhana
dan mudah. Jadi dalam hal ini adanya proses kombinasi atau penggabungan antara
pertanyaan dengan jawaban dari responden kemudian diskor secara manual tanpa
menggunakan komputer namun sudah terdapat template dalam penyekorannya. Pada saat
penyekoran dengan cara menghitung seluruh jumlah jawaban subjek sehingga dapat
mengetahui row score responden. Ketika menggunakan cara ini, testee harus benar-benar
memastikan bahwa responden sudah selesai menjawab seluruh item pertanyaan.

21
Computer-Generated Profiles and Reports
Pada cara ini, dalam memberikan umpan balik bagi responden kaitannya dengan
interpretasi. Hasil berupa profil kepribadian dan laporan dari tes MBTI ini yang mana
responden mengerjakan pada lembar jawab komputer diperoleh setelah lembar jawaban
tersebut dikirimkan ke penerbit alat tes MBTI.

Menggunakan Internet
MBTI Step I dan Step II dapat diskor dengan menggunakan internet bahkan bisa
langsung di interpretasikan. Biasanya dengan menggunakan CCP.com web resmi dari
penerbit MBTI. Sehingga nantinya hasil interpretasi dapat langsung diberikan kepada
responden.

Interpretasi MBTI
N Tipe Kepribadian Keterangan
o
1 ISTJ • Serius, tenang, stabil & damai.
(Bertanggungjawab) • Senang pada fakta, logis, obyektif, praktis & realistis.
• Task oriented, tekun, teratur, menepati janji, dapat
diandalkan & bertanggung jawab.
• Pendengar yang baik, setia, hanya mau berbagi dengan
orang dekat.
• Memegang aturan, standar & prosedur dengan teguh.
Pasangan: ESFP atau ESTP
Pengembangan • Belajarlah memahami perasaan & kebutuhan orang lain.
• Kurangi keinginan untuk mengontrol orang lain atau
memerintah mereka untuk menegakkan aturan.
• Lihatlah lebih banyak sisi positif pada orang lain atau hal
lainnya.
• Terbukalah terhadap perubahan.
Profesi Bidang Manajemen, Polisi, Intelijen, Hakim, Pengacara,
Dokter, Akuntan (Staf Keuangan), Programmer atau yang
berhubungan dengan IT, System Analys, Pemimpin Militer

22
2 ISFJ • Penuh pertimbangan, hati-hati, teliti dan akurat.
(Setia) • Serius, tenang, stabil namun sensitif.
• Ramah, perhatian pada perasaan & kebutuhan orang lain,
setia, kooperatif, pendengar yang baik.
• Punya kemampuan mengorganisasi, detail, teliti, sangat
bertanggungjawab & bisa diandalkan.
Pasangan: ESFP atau ESTP
Pengembangan • Lihat lebih dalam, lebih antusias, & lebih semangat.
• Belajarlah mengatakan “tidak”. Jangan menyenangkan
semua orang (dianggap plin plan).
• Jangan terjebak zona nyaman dan rutinitas. Cobalah hal
baru. Ada banyak hal menyenangkan yang mungkin
belum pernah Anda coba.
Profesi Architect, Interior Designer, Perawat, Administratif,
Designer, Child Care, Konselor, Back Office Manager,
Penjaga Toko / Perpustakaan, Dunia Perhotelan.
3 ISTP • Tenang, pendiam, cenderung kaku, dingin, hati-hati,
(Pragmatis) penuh pertimbangan.
• Logis, rasional, kritis, obyektif, mampu
mengesampingkan perasaan.
• Mampu menghadapi perubahan mendadak dengan cepat
dan tenang.
• Percaya diri, tegas dan mampu menghadapi perbedaan
maupun kritik.
• Mampu menganalisa, mengorganisir, & mendelegasikan.
• Problem solver yang baik terutama untuk masalah teknis
& keadaan mendadak
Pasangan: ESTJ atau ENTJ
Pengembangan • Observasilah kehidupan sosial, apa yang membuat orang
marah, cinta, senang, termotivasi & terapkan pada
hubungan Anda.
• Belajarlah untuk mengenali perasaan Anda dan
mengekspresikannya.
• Jadilah orang yang lebih terbuka, keluar dari zona

23
nyaman, eksplorasi ide baru, dan berdiskusi dengan orang
lain.
• Jangan mencari-cari kesalahan orang hanya untuk
menyelesaikan masalahnya.
• Jangan menyimpan informasi yang harusnya dibagi dan
belajarlah mempercayakan tanggungjawab pada orang
lain.
Profesi Polisi, Ahli Forensik, Programmer, Ahli Komputer, System
Analyst, Teknisi, Insinyur, Mekanik, Pilot, Atlit,
Entrepreneur
4 ISFP • Berpikiran simpel & praktis, fleksibel, sensitif, ramah,
(Artistik) tidak menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya.
• Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau
nilai-nilainya pada orang lain.
• Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut
dan pelaksana yang setia.
• Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat
menikmati apa yang terjadi saat ini.
• Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan
dibandingkan kata-kata.
Pasangan: ESFJ atau ENFJ
Pengembangan • Jangan takut pada penolakan dan konflik. Anda tidak
perlu menyenangkan semua orang.
• Cobalah untuk mulai memikirkan dampak jangka panjang
dari keputusan-keputusan kecil di hari ini.
• Asah dan kembangkan sisi kreatifitas dan seni dalam diri
Anda sebagai modal bagus dalam diri Anda.
• Cobalah untuk lebih terbuka dan mengekspresikan
perasaan Anda.
Profesi Seniman, Designer, Pekerja Sosial, Konselor, Psikolog, Guru,
Aktor, Bidang Hospitality
5 INFJ • Sukses karena ketekunan, originalitas dan keinginan kuat
(Reflektif) untuk melakukan apa saja yang diperlukan termasuk
memberikan yg terbaik dalam pekerjaan.

24
• Idealis, perfeksionis, memegang teguh prinsip.
• Visioner, penuh ide, kreatif, suka merenung dan inspiring.
• Biasanya diikuti dan dihormati karena kejelasan visi serta
dedikasi pada hal-hal baik.
• Perhatian, empati, sensitif & berkomitmen terhadap
sebuah hubungan.
Pasangan: ESFP atau ESTP
Pengembangan • Seimbangkan cara pandang Anda. Jangan hanya melihat
sisi negatif & resiko. Namun, lihatlah sisi positif dan
peluangnya.
• Bersabarlah, jangan mudah marah dan menyalahkan
orang lain atau situasi.
• Rileks dan jangan terus menerus berfikir atau
menyelesaikan tanggungjawab.
Profesi Pengajar, Psikolog, Dokter, Konselor, Pekerja Sosial,
Fotografer, Seniman, Designer, Child Care.
6 INTJ • Visioner, punya perencanaan praktis, & biasanya
(Independen) memiliki ide-ide original serta dorongan kuat untuk
mencapainya.
• Mandiri dan percaya diri.
• Punya kemampuan analisa yang bagus serta
menyederhanakan sesuatu yang rumit dan abstrak menjadi
sesuatu yang praktis, mudah difahami & dipraktekkan.
• Skeptis, kritis, logis, menentukan (determinatif) dan
kadang keras kepala.
• Punya keinginan untuk berkembang serta selalu ingin
lebih maju dari orang lain.
• Kritik & konflik tidak menjadi masalah berarti.
Pasangan: ENFP atau ENTP
Pengembangan • Belajarlah mengungkapkan emosi & perasaan Anda.
• Cobalah untuk lebih terbuka pada dunia luar, banyak
bergaul, banyak belajar, banyak membaca, mengunjungi
banyak tempat, eksplorasi hal baru, & memperluas
wawasan.

25
• Hindari perdebatan tidak penting.
• Belajarlah untuk berempati, memberi perhatian dan lebih
peka terhadap orang lain.
Profesi Peneliti, Ilmuwan, Insinyur, Teknisi, Pengajar, Profesor,
Dokter, Research & Development, Business Analyst, System
Analyst, Pengacara, Hakim, Programmers, Posisi Strategis
dalam organisasi.
7 INFP • Sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain.
(Idealis) • Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi biasanya
hanya untuk orang dekat.
• Peduli pada banyak hal. Cenderung mengambil terlalu
banyak dan menyelesaikan sebagian.
• Cenderung idealis dan perfeksionis.
• Berpikir win-win solution, mempercayai dan
mengoptimalkan orang lain.
Pasangan: ENFJ atau ESFJ
Pengembangan • Belajarlah menghadapi kritik. Jika baik maka kritik itu
bisa membangun Anda, namun jika tidak abaikan saja.
Jangan ragu pula untuk bertanya dan minta saran.
• Belajarlah untuk bersikap tegas. Jangan selalu
berperasaan dan menyenangkan orang dengan tindakan
baik. Bertindak baik itu berbeda dengan bertindak benar.
• Jangan terlalu menyalahkan diri dan bersikap terlalu keras
pada diri sendiri. Kegagalan adalah hal biasa dan semua
orang pernah mengalaminya.
• Jangan terlalu baik pada orang lain tapi melupakan diri
sendiri. Anda juga punya tanggungjawab untuk berbuat
baik pada diri sendiri.
Profesi Penulis, Sastrawan, Konselor, Psikolog, Pengajar, Seniman,
Rohaniawan, Bidang Hospitality
8 INTP • Sangat menghargai intelektualitas dan pengetahuan.
(Konseptual) Menikmati hal-hal teoritis dan ilmiah.
• Senang memecahkan masalah dengan logika dan analisa.
• Diam dan menahan diri. Lebih suka bekerja sendiri.

26
• Cenderung kritis, skeptis, mudah curiga dan pesimis.
• Tidak suka memimpin dan bisa menjadi pengikut yang
tidak banyak menuntut.
• Cenderung memiliki minat yang jelas. Membutuhkan
karir dimana minatnya bisa berkembang dan bermanfaat.
Jika menemukan sesuatu yang menarik minatnya, ia akan
sangat serius dan antusias menekuninya
Pasangan: ENTJ atau ESTJ
Pengembangan • Belajarlah membangun hubungan dengan orang lain.
Belajar berempati, mendengar aktif, memberi perhatian
dan bertukar pendapat.
• Relaks. Jangan terlalu banyak berfikir. Nikmati hidup
Anda tanpa harus bertanya mengapa dan bagaimana.
• Cobalah menemukan satu ide, merencanakan dan
mewujudkannya. Jangan terlalu sering berganti-ganti ide
tetapi tidak satupun yang terwujud.
Profesi Ilmuwan, Fotografer, Programmer, Ahli komputer, System
Analyst, Penulis Buku Teknis, Ahli Forensik, Jaksa,
Pengacara, Teknisi
9 ESTP • Spontan, Aktif, Enerjik, Cekatan, Cepat, Sigap, Antusias,
(Spontan) Fun dan penuh variasi.
• Komunikator, asertif, to the point, ceplas-ceplos,
berkarisma, punya interpersonal skill yang baik.
• Baik dalam pemecahan masalah langsung di tempat.
Mampu menghadapi masalah, konflik dan kritik. Tidak
khawatir, menikmati apapun yang terjadi.
• Cenderung untuk menyukai sesuatu yang mekanistis,
kegiatan bersama dan olahraga.
• Mudah beradaptasi, toleran, pada umumnya konservatif
tentang nilai-nilai. Tidak suka penjelasan terlalu panjang.
Paling baik dalam hal-hal nyata yang dapat dilakukan.
Pasangan: ISFJ atau ISTJ
Pengembangan • Belajarlah memahami perasaan dan pemikiran orang lain
terutama saat bicara dengan mereka.

27
• Belajarlah untuk sabar, menikmati proses, tidak semua hal
bisa dicapai dengan cepat.
• Sesekali luangkan waktu untuk merenung dan
merencanakan masa depan Anda.
• Cobalah untuk mencatat pengamatan-pengamatan Anda
termasuk detailnya.
Profesi Marketing, Sales, Polisi, Entrepreneur, Pialang Saham,
Technical Support
10 ESFP • Outgoing, easygoing, mudah berteman, bersahabat, sangat
(Murah Hati) sosial, ramah, hangat, & menyenangkan.
• Optimis, ceria, antusias, fun, menghibur, suka menjadi
perhatian.
• Punya interpersonal skill yang baik, murah hati, mudah
simpatik dan mengenali perasaanorang lain.
• Menghindari konflik dan menjaga keharmonisan suatu
hubungan.
• Mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya dan ikut
serta dalam kegiatan tersebut.
• Sangat baik dalam keadaan yang membutuhkan common
sense, tindakan cepat dan ketrampilan praktis.
Pasangan: ISTJ atau ISFJ
Pengembangan • Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Belajarlah untuk fokus dan tidak mudah berubah-ubah
terutama untuk hal yang penting.
• Jangan menyenangkan semua orang. Begitu pula
sebaliknya, tidak semua orang bisa menyenangkan Anda.
• Belajarlah menghadapi kritik dan konflik. Jangan lari.
• Anda punya kecenderungan meterialistis. Hati-hati, tidak
semua hal bisa diukur dengan materi ataupun uang.
Profesi Entertainer, Seniman, Marketing, Konselor, Designer, Tour
Guide, Bidang Anak-anak, Bidang Hospitality
11 ENFP • Ramah, hangat, enerjik, optimis, antusias, semangat
(Optimis) tinggi, fun.
• Imaginatif, penuh ide, kreatif, inovatif.

28
• Mampu beradaptasi dengan beragam situasi dan
perubahan.
• Pandai berkomunikasi, senang bersosialisasi & membawa
suasana positif.
• Mudah membaca perasaan dan kebutuhan orang lain.
Pasangan: INTJ atau INFJ
Pengembangan • Belajarlah untuk fokus, disiplin, tegas dan konsisten
• Belajarlah untuk menghadapi konflik dan kritik.
• Pikirkan kebutuhan diri sendiri. Jangan melupakannya
karena terlalu peduli pada kebutuhan orang lain.
• Jangan terlalu boros. Belajarlah untuk mengelola
keuangan sedikit demi sedikit.
Profesi Konselor, Psikolog, Entertainer, Pengajar, Motivator,
Presenter, Reporter, MC, Seniman, Hospitality
12 ENTP • Gesit, kreatif, inovatif, cerdik, logis, baik dalam banyak
(Inovatif dan hal.
Kreatif) • Banyak bicara dan punya kemampuan debat yang baik.
Bisa berargumentasi untuk senang-senang saja tanpa
merasa bersalah.
• Fleksibel. Punya banyak cara untuk memecahkan masalah
dan tantangan.
• Kurang konsisten. Cenderung untuk melakukan hal baru
yang menarik hati setelah melakukan sesuatu yang lain.
• Punya keinginan kuat untuk mengembangkan diri.
Pasangan: INFJ atau INTJ
Pengembangan • Cobalah untuk win-win solution. Jangan ingin menang
sendiri.
• Belajarlah untuk disiplin dan konsisten.
• Hindari perdebatan tidak penting.
• Belajarlah untuk sedikit waspada. Seimbangkan cara
pandang Anda agar tidak terlalu optimis dan mengambil
resiko yang tidak realistis.
• Belajarlah untuk memberi perhatian pada perasaan orang

29
lain.
Profesi Pengacara, Psikolog, Konsultan, Ilmuwan, Aktor, Marketing,
Programmer, Fotografer
13 ESTJ • Praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan
(Konservatif dan alamiah untuk bisnis dan mekanistis.
Disiplin) • Sangat sistematis, procedural dan terencana.
• Disiplin, on time dan pekerja keras.
• Konservatif dan cenderung kaku.
• Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya,
tapi dapat menyesuaikan diri jika diperlukan.
• Senang mengorganisir sesuatu. Bisa menjadi
administrator yang baik jika mereka ingat untuk
memperhatikan perasaan dan perspektif orang lain.
Pasangan: ISTP atau INTP
Pengembangan • Kurangi keinginan untuk mengontrol dan memaksa orang
lain.
• Belajarlah untuk mengontrol emosi dan amarah Anda.
• Cobalah untuk introspeksi diri dan meluangkan waktu
sejenak untuk merenung.
• Belajarlah untuk lebih sabar dan low profile
• Belajarlah untuk memahami orang lain.
Profesi Militer, Manajer, Polisi, Hakim, Pengacara, Guru, Sales,
Auditor, Akuntan, System Analyst
14 ESFJ • Hangat, banyak bicara, populer, dilahirkan untuk
(Harmonis) bekerjasama, suportif dan anggota kelompok yang aktif.
• Membutuhkan keseimbangan dan baik dalam
menciptakan harmoni.
• Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain.
Kerja dengan baik dalam situasi yang mendukung dan
memujinya.
• Santai, easy going, sederhana, tidak berfikir panjang.
• Teliti dan rajin merawat apa yang ia miliki.
Pasangan: ISFP atau INFP
Pengembangan • Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan

30
orang lain.
• Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan,
penghargaan dan pujian orang lain.
• Mintalah pertimbangan orang lain dalam mengambil
keputusan. Belajarlah untuk lebih tegas.
• Terima tanggungjawab hidup dan belajarlah untuk lebih
dewasa. Jangan mengasihani diri sendiri.
• Hadapi kritik dan konflik, jangan lari.
Profesi Perencana Keuangan, Perawat, Guru, Bidang anak-anak,
Konselor, Administratif, Hospitality
15 ENFJ • Kreatif, imajinatif, peka, sensitive, loyal.
(Meyakinkan) • Pada umumnya peduli pada apa kata orang atau apa yang
orang lain inginkan dan cenderung melakukan sesuatu
dengan memperhatikan perasaan orang lain.
• Pandai bergaul, meyakinkan, ramah, fun, populer,
simpatik. Responsif pada kritik dan pujian.
• Menyukai variasi dan tantangan baru.
• Butuh apresiasi dan penerimaan.
Pasangan: INFP atau ISFP
Pengembangan • Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan
orang lain.
• Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan orang
lain. Jangan mudah kecewa jika mereka tidak seperti yang
Anda inginkan.
• Belajarlah untuk tegas dan mengambil keputusan.
Menghadapi kritik dan konflik.
• Jangan terlalu bersikap keras terhadap diri sendiri.
Profesi Konsultan, Psikolog, Konselor, Pengajar, Marketing, HRD,
Event Coordinator,Entertainer, Penulis, Motivator
16 ENTJ • Tegas, asertif, to the point, jujur terus terang, obyektif,
(Pemimpin Alami) kritis, & punya standard tinggi.
• Dominan, kuat kemauannya, perfeksionis dan kompetitif.
• Tangguh, disiplin, dan sangat menghargai komitmen.
• Cenderung menutupi perasaan dan menyembunyikan

31
kelemahan.
• Berkarisma, komunikasi baik, mampu menggerakkan
orang.
• Berbakat pemimpin.
Pasangan: INTP atau ISTP
Pengembangan • Belajarlah untuk relaks. Tidak perlu perfeksionis dan
selalu kompetitif dengan semua orang.
• Ungkapkan perasaan Anda. Menyatakan perasaan
bukanlah kelemahan.
• Belajarlah mengelola emosi Anda. Jangan mudah marah.
• Belajarlah untuk menghargai dan mengapresiasi orang
lain.
• Jangan terlalu arogan dan menganggap remeh orang lain.
Lihat sisi positifnya. Jangan hanya melihat benar dan
salah saja.
Profesi Entrepreneur, Pengacara, Hakim, Konsultan, Pemimpin
Organisasi, Business Analyst, Bidang Finansial
(MBTI, e book)

Penelitian-penelitian dengan MBTI


MBTI secara luas digunakan dan telah banyak diteliti (Wyman, 1998). Tes ini telah
banyak digunakan untuk mempelajari isu-isu seperti gaya komunikasi (Loffredo & Opt,
1998), pemilihan karir (McCaulley & Martin, 1995), persepsi emosional (Martin, Berry,
Dobransky, Orne, et al, 1996), kepemimpinan (Fitzgerald, 1997), dan self-efficacy (Tuel &
Betz, 1998. MBTI bahkan telah banyak digunakan untuk mempelajari hubungan antara

32
kepribadian dan kesuksesan finansial (Mabon, 1998) serta sensitivitas dan tujuan dalam hidup
(Doerries & Ridley, 1998 dalam Kaplan & Saccuzzo, 2005).
Salah satu penelitian yang baru di dalam Jurnal Online Springerlink bahkan
menyebutkan bahwa dengan acuan MBTI dapat ditemukan pengaruh yang signifikan antara
preferensi kepribadian menurut MBTI dengan Computer-Aided Instruction (CAI). Latar
belakang dari penelitian ini ingin menguji hipotesis bahwa preferensi kepribadian yang
berhubungan dengan gaya belajar, dapat mempengaruhi penggunaan aplikasi Computer-
Aided Instruction (CAI) yang dikembangkan khusus bagi para sarjana medis sebagai sarana
pembelajaran tambahan. Metode penelitian ini menggunakan skala MBTI serta aplikasi
Computer-Aided Instruction (CAI) yang berisi berbagai aplikasi berbasis website forum
diskusi dan tutorial tentang ilmu pengetahuan dasar pada anatomi manusia. Masing-masing
data login diurutkan berdasarkan preferensi kepribadian dan data statistik dianalisis dengan
ANOVA dua jalur dan dicari korelasinya. Hasilnya terdapat dua perbedaan signifikan dalam
tingkat dan pola penggunaan kedua Computer-Aided Instruction (CAI). Mahasiswa dengan
preferensi “sensing” cenderung menggunakan kedua aplikasi tersebut melebihi “intuitive”,
serta preferensi penggunaan salah satu progam (diskusi ataupun tutorial) juga dipengaruhi
oleh level “judging-perceiving”.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/mbti-basics/c-g-jungs-theory.asp
Kaplan, R. M., Saccuzzo, D. P. 2005. Psychological Testing: Principles, Application, and
Issues (6th Ed). Belmont; Thomson Wadsworth.

33
McNulty, J. A., Espiritu, B., Halsey, M., Mendez, M. (2006). Personality preference
influences medical student use of specific computer-aided instruction (CAI). BMC
Medical Education, 6, 1-5.

Quenk, L. Naomi dkk. 2009. Essentials of Myers Briggs Type Indicator Assessment 2nd
edition. New Jersey : John Willey & Sons, Inc.

34
LAMPIRAN JURNAL
PENELITIAN

35