Anda di halaman 1dari 8

TinjauanPustaka

OSTEOSARKOMA
DIAGNOSIS DAN PENANGANANNYA

SikiKawiyana
SubBagian/SM FOrthopaedidanTraumatologi
BagianBedahFK Unud/RSUPSanglahDenpasar
e-mai
l:si
ki_kawi
yana@ hot
mai
l.com

SUM M ARY
OSTEOSARCOM A
DIAGNOSISAND TREATM ENT

Osteosarcomai st hesecond mostcommon bonemal ignantneoplasm.Occursbet ween 5 – 30 yearsol d,mostoft en


between10–20yearsol d.Iti sl ocat
edatl ongbonemet aphyseswhi chhasrapidgrowt hrate,thereforeitismostoft enfoundi n
theknee.It sdiagnosisisestablishedbasedoncl inicalfi
ndings,laborat
oryexami nat
ion,radiographicexami nati
onsuchaspl ainx-
rayphot o,CT-scan,M RI,bonescan,angi ographyandbi opsyhistopat
hologicexamination.Theost eosarcomaprognosi sdepends
on itsstage and treatmenteffectivity.The osteosarcoma currently ismanaged by giving chemotherapy atpre-operative
(inducti
on=neoadj uvantchemot herapy)andpost-operative(adj
uvantchemot herapy).”Limbsal vage”i stheexpectedobjectivein
surgicaltreat
mentforost eosarcoma.Post -operati
vefol l
ow upi sverycrucialinmanagi ngpatientwi thosteosarcoma.

Keywords:Ost
eosarcoma,di
agnosi
s,t
reat
ment

PENDAHULUAN talfemur,proksi maltibiadanfi bula,proksi


malhumerus
dan pelvis.Pada orang tua umurdiatas 50 tahun,
Ost eosarkomadi sebutj ugaost eogenik sarkoma osteosarkomabi saterjadiaki batdegenerasiganasdari
adalah suatu neoplasma ganasyang berasaldarisel paget’s disease,denganprognosi ssangatjelek. 1,
3,4

primitf(poorly differentiated cells) didaerahmet


i afi
se Osteosarkomaadal ahtumort ulangdenganangka
1
tul
angpanj angpadaanak-anak.Di sebutosteogeni koleh kematian 80% setelah 5 tahun di diagnosis.
karenaperkembangannyaberasaldariseriost eobl ast
i k Ost eosarkomakl asikdi definisi
kandengansarkomasel
selmesensim primitif.Osteosarkoma merupakan spindeldenganderaj atmal i
gnansitinggidansangatkhas
neoplasma primerdaritulang yang tersering nomer memproduksimat ri
ksost eoid.Osteosarkomadi dapat kan
1-3
setel
ahmyel omamul t
ipel. kira-kira3orangper10. 000diUni tedSt 5
ates.
Osteosarkoma biasanya terdapatpada metafisis Penyebab osteosarkoma masih belum jelas
tul
angpanj angdimanal empengpert umbuhannya(epi- diketahui.Adanyahubungankekel uargaanmenj adisuat u
physeal growthplate) yangsangatakt i
f;yaitupadadi s-

68
predisposisi, begitu pula adanya hereditery 1. Osteosarkoma klasik.
retinoblastoma dan sindrom Li-Fraumeni. Dikatakan 2. Osteosarkoma hemoragi atau telangektasis.
beberapa virus dapat menimbulkan osteosarkoma pada 3. Parosteal osteosarkoma.
hewan percobaan.5 Radiasi ion dikatakan menjadi 3% 4. Periosteal osteosarkoma.
penyebab langsung osteosarkoma, begitu pula alkyleting 5. Osteosarkoma sekunder.
agent yang digunakan pada kemoterapi.2,5,6 Akhir-akhir 6. Osteosarkoma intrameduler derajat rendah.
ini dikatakan ada dua tumor suppressor gene yang 7. Osteosarkoma akibat radiasi.
berperan secara signifikan terhadap tumorigenesis pada 8. Multifokal osteosarkoma.
osteosarkoma, yaitu protein p53 (kromosom 17) dan Rb
(kromosom 13).3 Lokasi tumor dan usia penderita pada Osteosarkoma Klasik
pertumbuhan pesat dari tulang memunculkan perkiraan Osteosarkoma klasik merupakan tipe yang paling
adanya pengaruh dalam patogenesis osteosarkoma. sering dijumpai. Tipe ini disebut juga: osteosarkoma
Mulai tumbuh bisa di dalam tulang atau pada permukaan intrameduler derajat tinggi (High-Grade Intramedullary
tulang dan berlanjut sampai pada jaringan lunak sekitar Osteosarcoma).Tipe ini sering terdapat di daerah lutut
tulang. Epifisis dan tulang rawan sendi bertindak sebagai pada anak-anak dan dewasa muda, terbanyak pada di-
barier pertumbuhan tumor ke dalam sendi. 3 stal dari femur.8 Sangat jarang ditemukan pada tulang-
Osteosarkoma mengadakan metastase secara tulang kecil di kaki maupun di tangan, begitu juga pada
hematogen, paling sering ke paru atau pada tulang kolumna vertebralis. Apabila terdapat pada kaki biasanya
lainnya dan didapatkan sekitar 15%-20% telah mengenai tulang besar pada kaki bagian belakang (hind
mengalami metastase pada saat diagnosis ditegakkan. foot) yaitu pada tulang talus dan calcaneus, dengan
Metastase secara limpogen hampir tidak terjadi.3 prognosis yang lebih jelek.2,9,10
Penderita biasanya datang karena nyeri atau
GEJALA KLINIS adanya benjolan. Pada hal keluhan biasanya sudah ada
3 bulan sebelumnya dan sering kali dihubungkan dengan
Osteosarkoma lebih sering ditemukan pada laki- trauma. Nyeri semakin bertambah, dirasakan bahkan saat
laki, timbul pada dekade kedua, yaitu antara umur 5 istirahat atau pada malam hari dan tidak berhubungan
sampai 30 tahun, terbanyak pada umur 10 – 20 tahun.7 dengan aktivitas.
Akan tetapi bisa juga pada akhir usia dewasa yang Terdapat benjolan pada daerah dekat sendi yang
berhubungan dengan penyakit Paget (Paget’s disease). sering kali sangat besar, nyeri tekan dan tampak
Secara umum osteosarkoma timbul pada metafisis tulang pelebaran pembuluh darah pada kulit di permukaannya.
panjang yang pertumbuhannya pesat, yaitu lokasi Tidak jarang menimbulkan efusi pada sendi yang
tersering pada distal femur, proksimal tibia dan fibula, berdekatan. Sering juga ditemukan adanya patah tulang
dan proksimal humerus. Osteosarkoma jarang pada patologis.5,11,12
tulang pipih. Di Massachusetts General Hospital (MGH) Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan
di Amerika didapatkan osteosarkoma terbanyak di peningkatan alkaline phosphatase dan lactic
daerah lutut (distal femur 32% dan proksimal tibia dehydrogenase, yang mana ini dihubungkan dengan
16%).5 Berdasarkan atas gradasi, lokasi, jumlah dari kepastian diagnosis dan prognosis dari osteosarkoma
lesinya, penyebabnya, maka osteosarkoma dibagi atas tersebut.
beberapa klassifikasi atau variasi yaitu:2,8 Gambaran klasik osteosarkoma pada plain foto

Osteosarkoma Disgnosis dan Penganannya 69


Siki Kawiyana
menunjukkan lesi yang agresif pada daerah metafise thallium Tl 201. Thallium scantigraphy digunakan juga
tulang panjang. Rusaknya gambaran trabekule tulang untuk memonitor respons tumor terhadap pengobatan
dengan batas yang tidak tegas tanpa reaksi endoosteal. kemoterapi dan mendeteksi rekurensi lokal dari tumor
Tampak juga campuran area radio-opak dan radio-lusen, tersebut.7
oleh karena adanya proses destruksi tulang (bone Angiografi merupakan pemeriksaan yang lebih
destruction) dan proses pembentukan tulang (bone invasif. Dengan angiografi dapat ditentukan diagnose
formation).5,8 Pembentukan tulang baru pada periosteum, jenis suatu osteosarkoma, misalnya pada High-grade
pengangkatan kortek tulang, dengan pembentukan: osteosarcoma akan ditemukan adanya neovaskularisasi
Codman’s triangle,dan gambaran Sunburst dan disertai yang sangat ekstensif. Selain itu angiografi dilakukan
dengan gambaran massa jaringan lunak, merupakan untuk mengevaluasi keberhasilan pengobatan preopera-
gambaran yang sering dijumpai. Plain foto thoraks perlu tive chemotheraphy,yang mana apabila terjadi
juga dibuat untuk menentukan adanya metastase pada mengurang atau hilangnya vaskularisasi tumor
paru. menandakan respon terapi kemoterapi preoperatif
CT (Computed Tomographic) dan MRI (Magnetic berhasil.7
Resonance Imaging) dikerjakan untuk mengetahui Biopsi merupakan diagnosis pasti untuk
adanya ekstensi dari tumor ke jaringan sekitarnya, menegakkan osteosarkoma. Biopsi yang dikerjakan tidak
termasuk juga pada jaringan neurovaskuler atau benar sering kali menyebabkan kesalahan diagnosis
invasinya pada jaringan otot.4,8 CT pada thoraks sangat (misdiagnosis) yang lebih lanjut akan berakibat fatal
baik untuk mencari adanya metastase pada peparu.4,7,13 terhadap penentuan tindakan. Akhir-akhir ini banyak
Sesuai dengan perilaku biologis dari osteosarkoma, yang dianjurkan dengan biopsi jarum perkutan (percutaneous
mana osteosarkoma tumbuh secara radial dan needle biopsy) dengan berbagai keuntungan seperti:
membentuk seperti bentukan massa bola. Apabila tu- invasi yang sangat minimal, tidak memerlukan waktu
mor menembus kortek tulang menuju jaringan otot penyembuhan luka operasi, risiko infeksi rendah dan
sekitarnya dan membentuk seolah-olah suatu kapsul bahkan tidak ada, dan terjadinya patah tulang post biopsi
(pseudocapsul) yang disebut daerah reaktif atau reac- dapat dicegah.7 Pada gambaran histopatologi akan
tive zone. Kadang-kadang jaringan tumor dapat invasi ditemukan stroma atau dengan high-grade sarcomatous
ke daerah zone reaktif ini dan tumbuh berbetuk nodul dengan sel osteoblast yang ganas, yang akan membentuk
yang disebut satellites nodules. Tumor kadang bisa jaringan osteoid dan tulang. Pada bagian sentral akan
metastase secara regional dalam tulang bersangkutan, terjadi mineralisasi yang banyak, sedangkan bagian
dan berbentuk nodul yang berada di luar zone reaktif perifer mineralisasinya sedikit. Sel-sel tumor biasanya
pada satu tulang yang disebut dengan skip lesions. anaplastik, dengan nukleus yang pleomorphik dan
Bentukan-bentukan ini semua sangat baik dideteksi banyak mitosis. Kadang-kadang pada beberapa tempat
dengan MRI.7 dari tumor akan terjadi diferensiasi kondroblastik atau
Bone scan (Bone Scintigraphy): seluruh tubuh fibroblastik diantara jaringan tumor yang membentuk
bertujuan menentukan tempat terjadinya metastase, osteoid.5 Secara patologi osteosarkoma dibagi menjadi
adanya tumor yang poliostotik, dan eksistensi tumor high-grade dan low-grade variant bergantung pada
apakah intraoseous atau ekstraoseous. Juga dapat untuk selnya yaitu pleomorfisnya, anaplasia, dan banyaknya
mengetahui adanya skip lesions, sekalipun masih lebih mitosis. Secara konvensional pada osteosarkoma
baik dengan MRI. Radio aktif yang digukakan adalah ditemukan sel spindle yang ganas dengan pembentukan

70
osteoid.7 Pada telengiektasis osteosarkoma pada lesinya umur lebih tua dari osteosarkoma klasik, yaitu pada umur
didapatkan adanya kantongan darah yang dikelilingi oleh 20 sampai 40 tahun. Bagian posterior dari distal femur
sedikit elemen seluler yang mana elemen selulernya merupakan daerah predileksi yang paling sering, selain
sangat ganas sekali.8 bisa juga mengenai tulang-tulang panjang lainnya.14
Tumor dimulai dari daerah korteks tulang dengan dasar
Staging dari Osteosarkoma yang lebar, yang makin lama lesi ini bisa invasi kedalam
Pada tumor muskuloskeletal stagingnya korteks dan masuk ke endosteal.5 Pengobatannya adalah
memakai Enneking System, yang telah dipakai oleh dengan cara operasi, melakukan eksisi dari tumor dan
Musculoskeletal Tumor Society, begitu juga pada survival ratenya bisa mencapai 80 – 90%.5,14
osteosarkoma. Staging ini berdasarkan gradasi histologis
dari tumor (ada low-grade dan high-grade), ekstensi Periosteal Osteosarkoma
anatomis dari tumor (intrakompartmental atau Periosteal osteosarkoma merupakan
ekstrakomparmental), dan ada tidaknya metastase (Mo osteosarkoma derajat sedang (moderate-grade) yang
atau M1).8 Sesuai dengan Enneking System maka Staging merupakan lesi pada permukaan tulang bersifat
dari Osteosarkoma adalah sebagai berikut:3,7,8 kondroblastik, dan sering terdapat pada daerah proksimal
tibia.5 Sering juga terdapat pada diafise tulang panjang
Stage I. Low-grade Tumor seperti pada femur 8 dan bahkan bisa pada tulang pipih
I A. Intracompartmental seperti mandibula.15 Terjadi pada umur yang sama
I B. Extracompartmental dengan pada klasik osteosarkoma. Derajat metastasenya
lebih rendah dari osteosarkoma klasik yaitu 20% – 35%
Stage II High-grade terutama ke paru-paru. 5,8 Pengobatannya adalah
II A Intracompartmental dilakukan operasi marginal-wide eksisi (wide-margin
II B Extracompartmental surgical resection), dengan didahului preoperatif
kemoterapi dan dilanjutkan sampai post-operasi.
Stage III Any Grade with metastase
III A Intracompartmental Telangiectasis Osteosarkoma
III B Extracompartmental Telangiectasis osteosarkoma pada plain
radiografi kelihatan gambaran lesi yang radiolusen
Staging system ini sangat berguna dalam perencanaan dengan sedikit kalsifikasi atau pembentukan tulang.5
strategi, perencanaan pengobatan dan memperkirakan Dengan gambaran seperti ini sering dikelirukan dengan
prognosis dari osteosarkoma tersebut. lesi binigna pada tulang seperti aneurysmal bone cyst.
Terjadi pada umur yang sama dengan klasik
BEBERAPA VARIASI DARI OSTOSARKOMA osteosarkoma. Tumor ini mempunyai derajat keganasan
yang sangat tinggi dan sangat agresif. Diagnosis dengan
Parosteal Osteosarkoma biopsi sangat sulit oleh karena tumor sedikit jaringan
Parosteal osteosarkoma yang tipikal ditandai yang padat, dan sangat vaskuler. Pengobatannya sama
dengan lesi pada permukaan tulang, dengan terjadinya dengan osteosarkoma klasik, dan sangat resposif
diferensiasi derajat rendah dari fibroblas dan membentuk terhadap adj uvant chemotherapy.
woven bone atau lamellar bone. Biasanya terjadi pada

Osteosarkoma Disgnosis dan Penganannya 71


Siki Kawiyana
Osteosarkoma Sekunder keganasannya sangat tinggi dengan prognosis jelek
Osteosarkoma dapat terjadi dari lesi jinak pada dengan angka metastasenya tinggi.6.
tulang, yang mengalami mutasi sekunder dan biasanya
terjadi pada umur lebih tua, misalnya bisa berasal dari Multisentrik Osteosarkoma
paget’s disease, osteoblastoma, fibous dysplasia, benign Disebut juga Multifocal Osteosarcoma. Variasi
giant cell tumor.2 Contoh klasik dari osteosarkoma ini sangat jarang yaitu terdapatnya lesi tumor yang secara
sekuder adalah yang berasal dari paget’s disease yang bersamaan pada lebih dari satu tempat. Hal ini sangat
disebut pagetic osteosarcomas. Di Eropa merupakan sulit membedakan apakah sarkoma memang terjadi
3% dari seluruh osteosarkoma dan terjadi pada umur bersamaan pada lebih dari satu tempat atau lesi tersebut
tua. Lokasi yang tersering adalah di humerus, kemudian merupakan suatu metastase.5 Ada dua tipe yaitu: tipe
di daerah pelvis dan femur. Perjalanan penyakit sampai Synchronous dimana terdapatnya lesi secara bersamaan
mengalami degenerasi ganas memakan waktu cukup pada lebih dari satu tulang. Tipe ini sering terdapat pada
lama berkisar 15 – 25 tahun dengan mengeluh nyeri pada anak-anak dan remaja dengan tingkat keganasannya
daerah inflamasi dari paget’s disease. Selanjutnya rasa sangat tinggi. Tipe lainnya adalah tipe Metachronous
nyeri bertambah dan disusul oleh terjadinya destruksi yang terdapat pada orang dewasa, yaitu terdapat tumor
tulang. Prognosis dari pagetic osteosarcoma sangat jelek pada tulang lain setelah beberapa waktu atau setelah
dengan five years survival rate rata-rata hanya 8%.2 Oleh pengobatan tumor pertama. Pada tipe ini tingkat
karena terjadi pada orang tua, maka pengobatan dengan keganasannya lebih rendah.2
kemoterapi tidak merupakan pilihan karena toleransinya
rendah. DIAGNOSIS BANDING

Osteosarkoma Intrameduler Derajat Rendah Beberapa kelainan yang menimbulkan bentukan


Tipe ini sangat jarang dan merupakan variasi massa pada tulang sering sulit dibedakan dengan
osseofibrous derajat rendah yang terletak intrameduler. osteosarkoma, baik secara klinis maupun dengan
Secara mikroskopik gambarannya mirip parosteal pemeriksaan pencitraan. Adapun kelainan-kelainan
osteosarkoma. Lokasinya pada daerah metafise tulang tersebut adalah:
dan terbanyak pada daerah lutut. Penderita biasanya 1. Ewing’s sarcoma
mempunyai umur yang lebih tua yaitu antara 15 – 65 2. Osteomyelitis
tahun, mengenai laki-laki dan wanita hampir sama.2 Pada 3. Osteoblastoma
pemeriksaan radiografi, tampak gambaran sklerotik pada 4. Giant cell tumor
daerah intrameduler metafise tulang panjang. Seperti 5. Aneurysmal bone cyst
pada parosteal osteosarkoma, osteosarkoma tipe ini 6. Fibrous dysplasia
mempunyai prognosis yang baik dengan hanya
melakukan lokal eksisi saja.2 PENATALAKSANAAN

Osteosarkoma Akibat Radiasi Belakangan ini Osteosarkoma mempunyai prog-


Osteosarkoma bisa terjadi setelah mendapatkan nosis yang lebih baik, disebabkan oleh prosedur
radiasi melebihi dari 30Gy.2 Onsetnya biasanya sangat penegakkan diagnosis dan staging dari tumor yang lebih
lama berkisar antara 3 – 35 tahun, dan derajat baik, begitu juga dengan adanya pengobatan yang lebih

72
canggih. Dalam penanganan osteosarkoma modalitas dapat ditambah dengan ifosfamide. Dengan
pengobatannya dapat dibagi atas dua bagian yaitu dengan menggunakan pengobatan multi-agent ini, dengan dosis
kemoterapi dan dengan operasi. yang intensif, terbukti memberikan perbaikan terhadap
survival rate sampai 60 – 80%.7
Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pengobatan yang sangat Operasi
vital pada osteosarkoma, terbukti dalam 30 tahun Saat ini prosedur Limb Salvage merupakan tujuan
belakangan ini dengan kemoterapi dapat mempermudah yang diharapkan dalam operasi suatu osteosarkoma.
melakuan prosedur operasi penyelamatan ekstremitas Maka dari itu melakukan reseksi tumor dan melakukan
(limb salvage procedure) dan meningkatkan survival rekonstrusinya kembali dan mendapatkan fungsi yang
rate dari penderita.1,4,7 Kemoterapi juga mengurangi memuaskan dari ektermitas merupakan salah satu
metastase ke paru-paru dan sekalipun ada, keberhasilan dalam melakukan operasi. Dengan
mempermudah melakukan eksisi pada metastase memberikan kemoterapi preoperatif (induction =
tersebut.7 neoadjuvant chemotherpy) melakukan operasi
Regimen standar kemoterapi yang dipergunakan mempertahankan ekstremitas (limb-sparing resection)
dalam pengobatan osteosarkoma adalah kemoterapi dan sekaligus melakukan rekonstruksi akan lebih aman
preoperatif (preoperative chemotherapy) yang disebut dan mudah, sehingga amputasi tidak perlu dilakukan
juga dengan induction chemotherapy atau neoadjuvant pada 90 sampai 95% dari penderita osteosarkoma.7
chemotherapy dan kemoterapi postoperatif (postopera- Dalam penelitian terbukti tidak terdapat perbedaan sur-
tive chemotherapy) yang disebut juga dengan adjuvant vival rate antara operasi amputasi dengan limb-sparing
chemotherapy.4,5,7 resection.17 Amputasi terpaksa dikerjakan apabila
Kemoterapi preoperatif merangsang terjadinya prosedur limb-salvage tidak dapat atau tidak
nekrosis pada tumor primernya, sehingga tumor akan memungkinkan lagi dikerjakan.
mengecil. Selain itu akan memberikan pengobatan Setelah melakukan reseksi tumor, terjadi
secara dini terhadap terjadinya mikro-metastase. kehilangan cukup banyak dari tulang dan jaringan
Keadaan ini akan membantu mempermudah melakukan lunaknya, sehingga memerlukan kecakapan untuk
operasi reseksi secara luas dari tumor dan sekaligus merekonstruksi kembali dari ekstremitas tersebut.
masih dapat mempertahankan ekstremitasnya. 7 Biasanya untuk rekonstruksi digunakan endo-prostesis
Pemberian kemoterapi postoperatif paling baik dari methal.18-20 Prostesis ini memberikan stabilitas
dilakukan secepat mungkin sebelum 3 minggu setelah fiksasi yang baik sehingga penderita dapat menginjak
operasi.16 (weight-bearing) dan mobilisasi secara cepat,
Obat-obat kemoterapi yang mempunyai hasil memberikan stabilitas sendi yang baik, dan fungsi dari
cukup efektif untuk osteosarkoma adalah: doxorubicin ekstremitas yang baik dan memuaskan. Begitu juga
(Adriamycin®), cisplatin (Platinol®), ifosfamide (Ifex®), endoprostesis methal meminimalisasi komplikasi post-
mesna (Mesnex ®), dan methotrexate dosis tinggi operasinya dibanding dengan menggunakan bone graft.
(Rheumatrex®). Protokol standar yang digunakan adalah
doxorubicin dan cisplatin dengan atau tanpa methotrex- Follow-up Post-operasi
ate dosis tinggi, baik sebagai terapi induksi Post operasi dilanjutkan pemberian kemoterapi
(neoadjuvant) atau terapi adjuvant. Kadang-kadang obat multiagent seperti pada sebelum operasi. Setelah

Osteosarkoma Disgnosis dan Penganannya 73


Siki Kawiyana
pemberian kemoterapinya selesai maka dilakukan Philadeiphia: Lippincott W illiams & W ilkins;
pengawasan terhadap kekambuhan tumor secara lokal 1999.p.400-3.
maupun adanya metastase, dan komplikasi terhadap
2. Skinner, Harry B. Current diagnosis & treatment
proses rekonstruksinya. Biasanya komplikasi yang
in orthopaedics. Lange Medical Book. 3rd ed. New
terjadi terhadap rekonstruksinya adalah: longgarnya
York: McGraw-Hill; 2003.p.312-8.
prostesis, infeksi, kegagalan mekanik. Pemeriksaan fisik
secara rutin pada tempat operasinya maupun secara 3. Patterson FR. 2008. Osteosarcoma. In: Timothy
sistemik terhadap terjadinya kekambuhan maupun AD, editor. Orthopaedic Surgery essential. oncol-
adanya metastase. Pembuatan plain-foto dan CT scan ogy and basic science. Philadelphia: Lippincott
dari lokal ekstremitasnya maupun pada paru-paru W illiams & W ilkins; 2008.p.177-87.
merupakan hal yang harus dikerjakan. Pemeriksaan ini 4. Solomon L, Warwick D. Nayagam S. Apley’s sys-
dilakukan setiap 3 bulan dalam 2 tahun pertama post tem of orthopaedics and fractures. 8 th ed.
opersinya, dan setiap 6 bulan pada 5 tahun berikutnya.7 NewYork: Oxford University Press Inc;
2001.p.185-218.
RINGKASAN 5. Gebhardt, Mark C, Hornicek, Francis J. Osteosa-
rcoma. Orthopaedic knowledge update muscu-
Osteosarkoma merupakan tumor ganas ke dua loskeletal tumors. American Academy of Ortho-
dari tulang. Didapatkan pada umur antara 5-30 tahun, paedic Surgeons. 1st ed. New York: McGraw-Hill;
dan terbanyak pada umur 10 – 20 tahun. Terdapat pada 2002.p.175-82.
metafise tulang panjang yang pertumbuhannya cepat,
6. Bechler JR, Robertson W W, Meadows AT, Womer
terbanyak pada daerah lutut. Diagnose ditegakkan
RB. Osteosarcoma as a second malignant neo-
dengan gejala klinis, pemeriksaan laboratorium,
plasm in children. J Bone Joint Surg Am
pemeriksaan radiografi seperti plain foto, CT scan, MRI,
1992;74:1079-83.
bone scan, angiografi dan dengan pemeriksaan
histopatologis melalui biopsi. Prognosis osteosarkoma 7. W ittig, James C, Bickels J, Priebat D, et al.
tergantung pada staging dari tumor dan efektif-tidaknya Osteosarcoma: a multidisciplinary approach to
penanganan. Penanganan osteosarkoma saat ini diagnosis and treatment. A peer reviewed Journal
dilakukan dengan memberikan kemoterapi, baik pada of American Academic of Family Physicians
preoperasi (induction=neoadjuvant chemotherapy, dan 2002.
pascaoperasi (adjuvant chemotherapy). Pengobatan 8. Frassica, Frank J, Frassica, Deborah A, McCarthy,
secara operasi, prosedur Limb Salvage merupakan tujuan Edward F. Orthopaedic pathology. In: Miller,
yang diharapkan dalam operasi suatu osteosarkoma. Mark D, editors. Review of orthopaedics. 4th ed.
Follow-up post-operasi pada penderita osteosarkoma Philadelphia: Saunder; 2004.p.440-58.
merupakan langkah tindakan yang sangat penting. 9. Tsuji Y, Kusuzaki K, Kanemitsu K, et al. Calca-
neal osteosarcoma associated with werner syn-
DAFTAR RUJUKAN drome. The Journal of Bone and Joint Surgery
2000;82:9-12.
1. Salter, Robert B. Textbook of disorders and inju-
10. Katagiri H, Takahashi M, Takagi T, Nakagawa
ries of the musculoskeletal system. 3 rd ed.

74
M. Osteosarcoma of the talus treated successfully 16. Imran H, Enders F, Krailo M, et al. Effect of time
with limb-sparing surgery. A case report. J Bone to resumption of chemotherapy after definitive
Joint Surg Am 2008;90:869-74. surgery on prognosis for non-metastatic
11. Scully SP, Ghert MA, Zurakowski D, Thompson osteosarcoma. J Bone Joint Surg Am
RC, Gebhardt MC. Pathologic fracture in osteosa- 2009;91:604-12.
rcoma: prognostic importance and treatment im- 17. Simon MA, Aschliman MA, Thomas N, Mankin
plications. J Bone Joint Surg Am 2002;84:49-57. HJ. Limb-salvage treatment versus amputation for
12. Bacci G, Scully SP, Ghert MA, et al. Pathologic osteosarcoma of the distal end of the femur. J Bone
fracture in osteosarcoma. J Bone Joint Surg Am Joint Surg Am 2005;87:2822.
2003;85:1848-9. 18. Muscolo DL, Ayerza MA, Aponte-Tinao LA.
13. Palmerini E, Staals EL, Ferrari S, et al. Ranalletta M. Partial epiphyseal preservation and
Nonresectable multiple lung metastases of high- intercalary allograft recostruction in high-grade
grade osteosarcoma of the humerus: stable after metaphyseal osteosarcoma of the knee. J Bone
twelve years. A case report. J Bone Joint Surg Am Joint Surg Am 2004;86:2686-93.
2008;90:2240-4. 19. Chun Li W, Sen Yang R, Yih Tsauo J. Knee prop-
14. Lewis VO, Gebhardt MC, Springfield DS. rioception in patients with osteosarcoma around
Parosteal osteosarcoma of the posterior aspect of the knee after modular endoprosthetic reconstruc-
the distal part of the femur. J Bone Joint Surg Am tion. J Bone Joint Surg Am 2005;87:850-6.
2000;82:1083. 20. Hoffmann C, Gosheger G, Gebert C, Jurgens H,
15. Koyama J, Ito J, Hayashi T. Periosteal osteosar- Winkelmann. Fanctional results and quality of life
coma of the mandibule. Dentomaxillofascial Ra- after treatment of pelvic sarcoma involving the
diology 2002;31:63-4. acetabulum. J Bone Joint Surg Am 2006;88:575-82.

Osteosarkoma Disgnosis dan Penganannya 75


Siki Kawiyana