Anda di halaman 1dari 19

13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

priwitono.co.cc

TATA CARA PENDAFTARAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA
Posted on 2 September 2009 by priwit

Untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan konsumen,
pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
keamanan pangan. Salah satunya adalah peraturan mengenai kewajiban pendaftaran produk pangan olahan
seperti yang tercantum dalam PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah
yang bertanggungjawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan
Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) RI.

Semua produk makanan dan minuman yang akan dijual di wilayah Indonesia, baik produksi lokal maupun
impor, harus didaftarkan dan mendapatkan nomor pendaftaran dari Badan POM, sebelum boleh diedarkan
ke pasar. Peraturan ini berlaku bagi semua produk pangan yang dikemas dan menggunakan label sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi Badan POM, nomor pendaftaran ini berguna
untuk mengawasi produk-produk yang beredar di pasar, sehingga apabila terjadi suatu kasus akan mudah
ditelusuri siapa produsennya.

Jenis Nomor Pendaftaran

Apabila kita melihat pada produk-produk makanan dan minuman yang beredar di supermarket, toko, warung
dan pasar, maka nomor pendaftaran dapat kita temukan di bagian depan label produk pangan tersebut
dengan kode SP, MD atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan,
merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan
pengawasan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, sebatas penyuluhan.

Nomor MD diberikan kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu
untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan nomor
ML, diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor, baik berupa
kemasan langsung maupun dikemas ulang.

Bagi produsen yang mempunyai beberapa lokasi pabrik yang berlainan, namun memproduksi produk yang
sama, maka nomor MD yang diberikan adalah berdasarkan kode lokasi produk. Sehingga dapat terjadi suatu
produk pangan yang sama, akan tetapi mempunyai nomor MD yang berbeda karena diproduksi oleh pabrik
yang berbeda.

Hal ini dimaksudkan untuk meringankan produsen bila terjadi suatu kasus terhadap suatu produk dari merek
tertentu, yang mengharuskan terjadinya menghentian produksi atas produk tersebut. Maka yang terkena
penghentian produksi hanyalah di lokasi yang memproduksi produk MD yang terkena masalah.

Nomor pendaftaran tetap berlaku sepanjang tidak ada perubahan yang menyangkut komposisi, perubahan
proses meupun perubahan lokasi pabrik pengolah dan lain-lain. Apabila terjadi perubahan dalam hal-hal
tersebut di atas, maka produsen harus melaporkan perubahan ini kepada Badan POM, dan bila perubahan ini
terlalu besar, maka harus diregistrasi ulang.

Akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang menggunakan jasa produksi dari pabrik lain, atas istilah tol
manufaktur atau maclon. Dalam kasus ini, nomor MD adalah diberikan kepada pobrik yang memproduksi
produk tersebut. Sehingga apabila produsen tersebut akan mengalihkan produksinya ke pabrik lain, maka
…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 1/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
harus mendaftar ulang kembali ke Badan POM.

Proses Pendaftaran

Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh
Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin
industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Formulir Pendaftaran dapat diperoleh di Bagian
Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM, Gedung D Lantai III, Jalan Percetakan
Negara No. 23 Jakarta Pusat, Telp. 021-4245267. Setelah formulir ini diisi dengan lengkap, kemudian
diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan.

Penilaian untuk mendapatkan nomor pendaftaran disebut penilaian keamanan pangan. Pada dasarnya
klasifikasi penilaian pangan ada dua macam, yaitu penilaian umum dan penilaian ODS (One Day Service).
Penilaian umum adalah untuk semua produk beresiko tinggi dan produk baru yang belum pernah
mendapatkan nomor pendaftaran. Penilaian ODS adalah untuk semua produk beresiko rendah dan produk
sejenis yang pernah mendapatkan nomor pendaftaran.

Tatacara dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran tersebut adalah sebagai berikut
:

1. Produk Dalam Negeri

Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD :

Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi
Penanaman Modal (BKPM).

Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat
yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil
analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.

Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor
pendaftaran. Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk
arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Umum

Berkas makanan, minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter berwarna merah;

Berkas makanan diet khusus dalam map snellhecter berwarna hijau;

Berkas makanan fungsional, makanan rekayasa genetika dalam map snellhecter berwarna biru.

b. ODS

Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru;

Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 2/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

2. Produk Luar Negeri (Impor)

Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML :

Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).

Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan
sedangkan yang fotokopi dilampirkan).

Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat
yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil
analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.

Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor
pendaftaran.

Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen
dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

b. Umum

Berkas semuja produk dalam map snellhecter berwarna kuning;

c. ODS

Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning

Jika produsen sudah memenuhi syarat kelengkapan formulir pendaftaran, maka produsen harus melakukan
pembayaran ke bank BNI 46 nomor rekening 037.000.240799001 dengan biaya yang ditetapkan sesuai
dengan PP No. 17 tahun 2001 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada
Badan POM.

Terhadap semua formulir pendaftaran, baik ODS maupun Umum, dilakukan evaluasi yang keputusannya
dapat berupa : ditolak, disetujui dengan syarat (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui.
Keputusan untuk Umum diperoleh paling lambat 3 bulan, sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling
lambat 1 hari.

Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri

Untuk mendaftarkan makananproduksi Dalam Negeri, pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan
kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3
rangkap. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi :

1. Permohonan pendaftaran

yang terdiri dari Formulir A, B, C, D yang diisi dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman dan
dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 3/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
2. Formulir A (dilip di Formulir A)

- Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada

- Rancangan /desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang
bersangkutan

- Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM

- Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa)

- Untuk produk suplemen makanan melampirkan fotokopi ijin produksi farmasi dan sertifikat CPOB.

- Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag.

- Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal.

- Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya

3. Formulir B (diklip di form B)

- Spesifikasi bahan baku dan BTM

- Asal pembelian bahan baku dan BTM

- Standar yang digunakan pabrik

- Sertifikat wadah dan tutup

- Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan

4. Fomulir C (diklip di form C)

- Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi

- Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan

- Denah dan peta lokasi pabrik

5. Formulir D (diklip di form D)

- Struktur organisasi

- Sistem pengawasan mutu, sarana dan peralatan pengawasan mutu

- Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM (sesuai dengan
masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan cemaran logam

- Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang
digunakan dengan melampirkan daftar peralatan laboratorium yang dimiliki

Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi, agar
menyebutkan metoda yang digunakan.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 4/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

- “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi

Pendaftaran Produk Makanan Impor

Untuk mendaftarkan makanan, pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan
pendaftaran kepada Direktur Jenderal Pengawasan Obatn dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Kelengkapan
permohonan pendaftaran adalah meliputi :

1. Permohonan pendaftaran

terdiri dari Formulir A, B, C, D, E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang
dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

2. Formulir A (diklip di Formulir A)

a. Sertifikat merk dari badan yang berwenang bila ada.

b. Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah negara asal asli atau copy yang dilegalisir

c. Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan SK Menkes. No. 00474/B/II/87 tentang menyertakan Sertifikat
Kesehatan dan bEbas Radiasi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan haisl olahannya, buah &
sayur segar atau terolah, ikan & hasil laut segar atau terolah, daging dan produk daging, air mineral, sereal
termasuk tepung, jagung dan barley).

d. Surat penunjukkan dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir.

e. Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang
bersangkutan.

3. Formulir B (diklip di form B)

a. Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir

b. Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal.

c. Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal.

d. Standar yang digunakan pabrik asal.

e. Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan baku.

4. Formulir C (diklip di form C)

a. Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi

5. Formulir D (diklip di form D)

a. Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau foto kopi yang dilegalisir

b. Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM atau Bahan
Tambahan Makanan (sesuai dngan masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan cemaran logam

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 5/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
c. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yag
digunakan dengan melampirkan datar peralatan laboratorium dimiliki

d. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi,
agar menyebutkan metoda yang digunakan.

e. “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi

6. Contoh makanan yang bersangkutan 3 kemasan

7. Selain yang dimaksud di atas bila dianggap perlu, pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat
menunjang penilaian permohonan dalam rangkap 3.

ONE DAY SERVICE (ODS)

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian, Subdit
Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistim pelayanan dan penilaian cepat dan
penerbitan persetujuan pendaftaran dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk
makanan yang beresiko rendah, baik produk lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Ditjen POM.

Daftar produk yang beresiko rendah dapat dilihat pada Tabel 2. Persyaratan produk yang berisiko rendah
adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut,
berkadar gula tinggi, aktivitas air (Aw) rendah dibawah 0,85, berkemasan tinggi (pH di bawah 4,5).

Parameter Penilaian Produk ODS

1. Formulir A diisi oleh prmohon dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman.

2. Lampiran untuk produk dalam negeri :

- Ijin industri atau tanda pendaftaran industri dari Depperindag (untuk pabrik baru dan jenis baru)

- Sertifikat merek dagang/paten untuk produk yang menggunakan tanda “ R” (nomor paten) pada nama
dagang.

- Sertifikat SNI untuk garam beryodium atau produk yang diklaim sesuai dengan SNI

- Desain label (Sesuai dengan peraturan label)

- Contoh produk 3 buah

- Untuk Pabrik pengemas kembali, dilampiri dengan surat keterangan dari pabrik asal

- Untuk pabrik berlisensi, dilampiri keterangan pabrik pemberi lisensi dari negara asal.

3. Lampiran untuk produk impor :

- Surat penunjukkan importir dari pabrik negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan
menunjukkan aslinya.

- Sertifikat Kesehatan /Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya.

- Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia
…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 6/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

- Contoh produk 3 buah

4. Label

- Desain label sesuai dengan produk yang akan diedarkan rangkap 3.

- Pada bagian utama label minimal harus memuat: nama produk, berat bersih/isi bersih/netto, nama dan
alamat produsen/importir (minimal nama kota, kode pos dan Indonesia atau alamat lengkap) dan nomor
pendaftaran.

- Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan, golongan BTM, nama pemanis, pengawet,
pewarna lengkap dengan indeks warna (apabils digunakan), masa kedaluarsa, kode produksi, tanggal produksi
keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan.

5. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlag bahan baku dan BTP yang digunakan,
nama BTP dan kegunaannya, khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI), asal bahan baku dan BTP yang
digunakan.

6. Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembuatan dan skema proses produksi

7. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli.

8. Waktu pendaftaran : jam 09.00 – 13.00

Sumber : Subdit. Evaluasi dan Registrasi, DITWAS Makanan & Minuman, DITHEN POM,
DEPKES RI.

This entry was posted in Sebaiknya Anda Tahu and tagged Badan POM RI, MD, ML, perijinan makanan dan minuman, persyaratan, tata cara. Bookmark the permalink.

71 Responses to TATA CARA PENDAFTARAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BADAN POM


REPUBLIK INDONESIA

solarsedayu says:
24 September 2009 pukul 4:01 pm

rumit banget…
kalo untuk yang di daerah gmn bos?

rudy ardiansyah says:


22 Oktober 2009 pukul 3:04 pm

untuk produck yg sudah beredar di indonesia POM ML an PT.A.No.RegMl..


kemudian diimport an PT.B No ..bisa prosesnya ods or penlaian umum contoh biscuit..
thk

priwit says:
24 Oktober 2009 pukul 10:06 am

Makasih mas atas kunjungannya. Karena produknya sdh pernah beredar dan jenis produk tsb tentunya sdh mendapat nomer
pendaftaran, mestinya ya masuk kategori ODS, sehgga tak perlu penilaian umum. Tapi lebih jelasnya bisa konsult langsung ke
website nya POM DepKes yg berwenang. Matur nuwun.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 7/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

priwit says:
24 Oktober 2009 pukul 10:10 am

Untuk yg di daerah kalau usahanya msh berskala UKM, ya cukup didaftarkan ke Dinas Kesehatan setempat untuk
mendapatkan No PIRT saja. Tidak perlu harus ke Depkes Pusat. Tapi kalau skalanya sudah usaha besar, ya memang harus
memiliki Nomer MD dan itu wewenangnya ada di DepKes Pusat. Begitu mas, terima kasih atas kunjungannya. Untuk info
lebih jelas tentang Pengurusan Nomer PIRT, silahkan kunjungi artikel lainnya di blog ini.

Bambang Tj says:
11 November 2009 pukul 1:03 pm

Dear p.Priwit,
Terima kasih ulasannya.
Untuk produk AMDK skala UKM/rumah tangga apa bisa cukup dari DEPKES saja?
Karena saya memperoleh info dari depkes setempat nomor tsb.tidak boleh dituliskan dalam kemasan.

Terima kasih atas penjelasan lebih lanjut perihal ini.

Salam,
Bambang

priwit says:
12 November 2009 pukul 5:37 pm

Mas Bambang terima kasih kunjungannya. Kalau hubungannya dg keamanan pangan dari produk yg dipasarkan di
masyarakat, setahu saya ya hanya ijin dari Depkes atau Dinas Kesehatan setempat, karena instansi tsb yg diberi
kewenangan. TETAPI, kalau yang berhubungan dg legalitas usahanya ya mestinya ijin dari instansi lain seperti Dinas
Perindustrian dan Perdagangan; terus kalau yg berhubungan dg kehalalan produk, ya mestinya dari MUI , dan sebagainya.
Lha yg dimaksud mas Bambang yg bagaimana, saya kurang bisa menangkapnya dg jelas. Semoga jawaban diatas cukup
memberikan gambaran lebih jelas. Terima kasih.

Muh Chudori says:


13 November 2009 pukul 1:53 pm

Thanks ya infonya. Oya kalau biaya pendaftaran untuk MD, ML, atau ODS berapa ya? Terus kalau misalkan kita sudah dapat
halal terus mau dicantumkan ke kemasan prosedurnya bagaimana? kalau ada formnya juga boleh…he..he.. thanks bgt ya…

priwit says:
20 November 2009 pukul 9:36 am

maaf mas Chudori, kalau yang berkaitan dg soal beaya saya tidak tahu mas… Kalau soal prosedur khususnya, spertinya gak
ada mas. Kalau kita sdh mendapat sertifikat halal dari MUI, berarti tugas kita untuk mensosialisasikan produk kita ke
masyarakat, antara lain langsung pada kemasan. Kalau kemasan produk yg lama masih banyak dan akan ditambahi informasi
halal, bisa pakai sticker saja (tinggal ditempel saja). Apabila sdh habis kemasan lamanya dan mau cetak pengemas baru, ya
tinggal di tambahi saja di desain kemasannya logo halal dari MUI beserta Nomer Sertifikat Halalnya. Demikian mas, semoga
cukup jelas..

loviany says:
20 November 2009 pukul 2:13 pm

infonya ok banget !
sy denger kalo produknya tidak dalam kemasan tertutup dan tidak bertahan selama min 7 hari dalam suhu ruang (misalnya

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 8/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
makanan burger, creps, kebab dll tidak perlu daftar ke BPOM. cukup daftar mereknya aja ke HKI or depperindak, betul
nggak ?

priwit says:
20 November 2009 pukul 7:17 pm

betul. sepertinya begitu mbak loviany. contohnya pd produk2 jajanan pasar (makanan basah atau setengah basah), tidak
perlu pakai ijin depkes.

nevy says:
24 November 2009 pukul 6:37 pm

Halo, apakah ada yg menawarkan jasa pengurusan ijin makanan impor?

Hidayat says:
5 Desember 2009 pukul 9:26 am

Mas Priwit salam kenal, infonya sangat berguna sekl buat saya, saya mo tau yg kode SP, kalo sudah ada kode tsb apakah kita
sdh bs berjualan, minimal untuk wilayah sendiri. thanks atas jawabannya.

iman juniawan says:


7 Desember 2009 pukul 10:54 am

terimakasih atas kesempatannya.saya kebetulan meproduksi makanan ringan dalam kemasan masih dalam skala kecil bisa
dibilang UKM. giman caranya agar saya bisa bisa mendapatkan lebel halal, dan no dep kes. apa yang pertama kali harus saya
lakukan, dan kemana saya harus mendaftar.tks atas waktunya

Deno says:
12 Desember 2009 pukul 12:31 am

Menarik sekali…sekalian mau bertanya…apabila PT. A di negara A impor dari negara B….produk dari PT. A akan dimasukkan
ke indonesia..artinya saya impor dari PT. A…apakah prosesnya atau syarat yang diperlukan sama dan apakah bisa ODS??
suwun..

bunda.randy says:
13 Desember 2009 pukul 9:30 pm

dear pak priwit..saya ingin sharing info saja..

sepertinya form yg digunakan sudah berubah(bukan ABCD lagi ). Form terbaru lebih simpel. Tapi lampirannya sama
aja..tebell ..

syarat lab. uji quality sbg kelengkapan form haruslah lab yg disetujui BPOM (lab terakreditasi ISO 17025). klo engga
prosesnya bs lama, ribet secara jd banyak pertanyaan.(sumpee looo..hehe). Lab yg accredited dpt diliat di situs KAN (BSN)

bayar registrasi murah. hanya sekitar 250rb . kecuali bila ada klaim 2.5jt perklaim (klo ga salah). bayarnya di bni cab
percetakan negara.

produsen harus punya izin penggunaan raw material (misalnya pewarna dlsb). izin dpt diurus di dir.inspeksi & sertifikasi
pangan.BPOM percetakan negara.

untuk No.ML jg dilakukan audit site (lokasi gudang)oleh POM setempat. Dokumen audit dilampirkan saat pengurusan no ML.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 9/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
Perubahan kemasan (misal nambahin logo halal, komposisi dll) harus melaporkan terlebih dulu ke BPOM. Mengisi form. Dan
ada surat keterangan terkait (misal keterangan dari
LPOMMUI yg ditujukan ke Dir,. Registrasi BPOM)

dll…ribet memang..tapi beginipun BPOM masih sering kecolongan dgn beredarnya produk berbahaya di pasaran..

langitbirucerah.wordpress.com

priwit says:
24 Desember 2009 pukul 8:32 am

Terima kasih banyak bunda Randy atas info dan berbagi pengalamannya. Menurut saya, artikel ini sangat penting dan
dibutuhkan banyak orang terutama yg terjun di bidang bisnis. Oleh karenannya saya menginformasikannya lewat blog ini.
Tapi maaf banget, saya bukan orang dari instansi perindustrian dan perdagangan, sehingga saya tidak tahu persis tentang
aturan yg baru tsb. Kalau boleh, tolong dong aturan yg baru tsb bisa dikirim ke email saya (priwitono@gmail.com) untuk bisa
diupdate dan dishare ke pembaca lainnya. Terima kasih atas bantuannya. Semoga bermanfaat bagi pembaca lainnya.

Wulan says:
30 Desember 2009 pukul 6:45 pm

hi, tolong tanya apa ada biro jasa yg bisa bantu urus pengajuan ke Badan POM? Kalau untuk pendaftaran impor obat
tradisional apa bapak punya infonya juga?
terima kasih.

priwit says:
2 Januari 2010 pukul 8:05 pm

maaf mbak Wulan, saya tidak tahu tentang ada tidaknya biro jasa yg dimaksud. Terima kasih kunjungannya.

lilian says:
7 Januari 2010 pukul 3:13 pm

Dear Pak Priwit,

Sy mau bertanya untuk import produk luar negeri. terkait certifikasi kandungan logam pada makanan , apakah bapak tahu
aturan BPOM yang mengacu atau membahas lebih lanjut untuk sertifikasi ini?

Terima kasih sebelumnya .

Sean says:
9 Januari 2010 pukul 10:34 pm

Salam Sejahtera Pak/ Bu,.

saya mau tanya, kira kira berapa lama masa pengurusan DepKes MD dari penyerahan formulir sampai diterbitkannya
sertifikat DepKes MD nya. Apakah bisa cepat jadi nya?
Mohon informasi nya.

Terima kasih

Agus says:
12 Januari 2010 pukul 11:49 am

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 10/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
untuk produk sabun cuci piring, proses pendaftaran ke Badan POM gimana?

Anonymous says:
12 Januari 2010 pukul 1:34 pm

wah bagus sekali informasinya, kalau badi yang ada di daerah mau ngecek bahwa hasil pertaniannya bebas pestisida apa saja
saratnya dan harus ke mana???makasih ya

muhtar says:
12 Januari 2010 pukul 1:35 pm

wah bagus sekali informasinya, kalau badi yang ada di daerah mau ngecek bahwa hasil pertaniannya bebas pestisida apa saja
saratnya dan harus ke mana???makasih ya

henni says:
20 Januari 2010 pukul 2:14 pm

Dear pa/bu,

Saya mau tanya, apakah kalau kita mau membuat usaha makanan/minuman di gerobak2 seperti yg sekarang ini sedang
marak (seperti jual jagung rebus, pizza, kebab dsb) jg harus tetap didaftarkan di Badan POM ?

Trims ya.

ary says:
21 Januari 2010 pukul 4:53 pm

saya mau tanya klo, usaha susu kedelai bubuk , ya skala rumahan . kemana aku harus minta izin. cukup depkes aja atau
kemana. harus uji laboratorium dulu nggak? dipasarkan hanya diwilayah sekitar aja. thanksss. klo nggak minta saran
bagaimana baiknya.

SETYAGAR says:
22 Januari 2010 pukul 11:30 am

Mas/Mbak priwit : Kalau untuk produk air minum kemasan, ijinnya ribet ngga? Apa juga ke BPOM pusat? kalau syaratnya
lengkap kira2 berapa lama ya?

hanifah says:
8 Februari 2010 pukul 10:45 pm

tolong bantu caranya agar jahe merah instan bu hany dapat sertifikasi nya, dalam beberapa hari

gunawan. says:
27 Februari 2010 pukul 1:19 pm

mas priwit yang terhormat, terimakasih atas infonya.

saya sekarang sedang berbisnis madu. madu yang saya pasarkan adalah madu asli tanpa campuran apapun. dan kerjaan saya
adalah membeli dari petani, mengemas dan memasarkan. pertanyaan saya, apakah madu yang sedang saya pasarkan ini
termasuk makanan/minuman olahan atau bukan?

terimakasih mas…

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 11/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

Deddy says:
28 Februari 2010 pukul 4:10 pm

Biayanya berapa ya untuk ngurus PIRT?

Terima Kasih

Browniesku says:
2 Maret 2010 pukul 5:32 pm

terimakasih informasinya sangat berguna bagi kami UKM yang mencoba mendirikan usaha kuliner. Sekali lagi terimakasih.

deddy says:
7 Maret 2010 pukul 1:36 pm

berapa biayanya untuk pendaftaran PIRT?

Terima Kasih

icha says:
8 Maret 2010 pukul 7:33 pm

mau nanya dong.,.


kalo kita ingin mendaftarkan minuman berenergi ke BPOM ada klasifikasi nya ga? maksudnya apakah minuman tersebut
dikategorikan jenis makanan biasa? atau minuman biasa? walaupun di luar negeri klasifikasinya adalah.. single unit dose
supplement
ada peraturan nya? saya ga nemu nih..
mohon bantuannya ya…

priwit says:
10 Maret 2010 pukul 6:06 am

Menurut hemat saya, madu tdk termasuk makanan atau minuman olahan, sehingga masalah perijinan tidak termasuk dalam
wilayah PIRT.
Sepertinya madu lebih condong masuk ke obat atau jamu (dari khasiatnya). Oleh karenanya, soal perijinan sepertinya ada di
wilayah Badan POM , bukan Dinas Kesehatan dengan PIRT nya.

priwit says:
10 Maret 2010 pukul 6:17 am

wahh… kalau model sulapan “serba cepat-kilat” begini bisa gak ya… Silahkan hubungi Dinas Kesehatan setempat bu…

priwit says:
10 Maret 2010 pukul 6:28 am

wahh… bingung juga nih…. Kalau melihat bahan bakunya kedele, itu cukup ijin PIRT saja -karena produk itu akan sekelas dgn
Tahu, Tempe, Kecap. Tapi kalau melihat produknya SUSU, sepertinya berada di wilayah Badan POM. Yg dimaksud susu
kedele bubuk disini ada tambahan susu sapi tidak mas ? Atau hanya kedele bubuk saja ? Kalau bahannya murni hanya kedele
(tidak ada tambahan Susu), sepertinya cukup PIRT saja. Tapi lebih jelasnya silahkan berhubungan dg badan POM atau Dinas
kesehatan setempat.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 12/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

priwit says:
10 Maret 2010 pukul 6:32 am

Kalau usaha makanan/minuman segar yg langsung dikonsumsi konsumen seperti warung makan, angkringan, gerobak
keliling, dsb sepertinya tidak perlu ada PIRT. Cuman yg harus diingat faktor keamanan konsumen harus diutamakan. Kalau
usahanya menetap disuatu tempat, mungkin yg diperlukan adalah ijin usaha.

Joe says:
27 Maret 2010 pukul 8:21 am

Pak Priwit,

Kalau untuk produk non makanan seperti sabun cair kemana saja harus saya urus agar dapat beredar dipasaran.

Terima kasih
Joe

Doni says:
28 Maret 2010 pukul 5:51 pm

sepertinya agak rumit yah untuk dapat surat izin edar makananannya? klo unutk daerah Bali dimna ya alamat BPOM?
gimana prosedurnya? apapkah harus mengeluarkan uang juga ya? kira kira brp lg yg harus dikeluarkan biayanya? thanks
sebelumnya mas

budi says:
28 Maret 2010 pukul 10:35 pm

saya agak bingung dengan tata cara yang dicantumkan di sini.


kenapa setelah memberikan hasil analisa lab, kok malah minta contoh dari makanan yang dibuatkan sertifikasinya?
buat apa itu?
kenapa ga dibuat satu nomor MD buat satu perusahaan saja sih? seperti ijin PIRT.
merepotkan buat yang pny banyak produk

Dian Fitriani says:


29 April 2010 pukul 2:58 pm

berarti untuk MD dan ML dokumennya harus bikin 4 rangkap yaaa….

Rachmaniah says:
6 Mei 2010 pukul 11:01 am

Sekedar sharing….

Di Badan POM ada 3 loket Pendaftaran


1). Obat 2). Obat Tradisional & Produk Komplemen (mis. Multivitamin) 3). Kosmetika
Semua produk tersebut di atas baik lokal (dari seluruh Indonesia dan berskala besar/ekspor) maupun impor HARUS di
daftarkan ke Badan POM di Jakarta, bisa datang langsung atau via pos dan dikenakan biaya tergantung jenis produknya.
Untuk lama proses, tergantung dari kelengkapan dokumen tapi umumnya jika dokumen lengkap waktu sekitar 60 hari kerja.

Untuk produk makanan & minuman dalam skala kecil/industri RT cukup di daftarkan ke Dinas Kesehatan setempat untuk
mendapatkan PIRT.

Skala usaha di lihat dari besarnya modal peralatan (perlu di cek lagi ke dinas perindustrian), krn untuk produk skala besar
perusahaan harus memiliki TDI (Tanda Daftar Industri) sbg salah satu syarat dari Badan POM.
…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 13/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

Sedangkan untuk makanan & minuman dengan masa kadaluarsa < 7 hr tidak perlu di daftarkan baik ke Badan POM maupun
ke Dinas Perindustrian.

Cek saja website http://www.pom.go.id, informasi yang diberikan cukup jelas kok

Sedangkan produk selain yang di daftarkan ke Badan POM misal sabun cair, tissue, pembersih lantai, alat-alat kesehatan dan
kedokteran harus di daftarkan ke loket pendaftaran Alat Kesehatan & Perbekalan RT di DEPKES (kalau yang ini saya kurang
bisa memberikan info lebih banyak karena tidak berpengalaman).

Semoga bermanfaat.

priwit says:
9 Mei 2010 pukul 9:19 am

Terima kasih mbak Rachmaniah atas informasinya. Semoga menambah kejelasan bagi para pegunjung yang lain, sebab
karena keterbatasan pengetahuan tetang PIRT dan perijinan BPOM, saya tdk mampu menjawab semua pertanyaan yg
disampaikan.
Sekali lagi terima kasih sehingga dapat menjawab pertanyaan2 yang telah disampaikan dalam blog ini.
Salam dari jogja.

priwit says:
9 Mei 2010 pukul 9:23 am

Untuk informasi lebih jelas, silahkan kunjungi website http://www.pom.go.id . smoga bermanfaat.

Diah C says:
18 Juni 2010 pukul 2:08 pm

Hi mas Priwit,
terimakasih ya untuk info dan semua penjelasan.

salam,
Diah C

adhi hardian says:


24 Juni 2010 pukul 3:58 am

Pak priwit,
bagaimana cara ijin AMDK.. ijin lokal semua sudah maupun dari lab surabaya..
terima kasih,

salam kenal
hardian

priwit says:
24 Juni 2010 pukul 9:14 pm

@ Mas Ardhi H, setahu saya ijin AMDK adalah wewenang BPOM. Silahkan menghubungi BPOM terdekat disini
http://www.pom.go.id/public/balai/default.asp . Terima kasih.

@ mbak Diah : Terima kasih kunjungannya. Semoga bermanfaat.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 14/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
Keky says:
8 Juli 2010 pukul 7:31 pm

Trims bangat infonya, kalau saya mau jualan madu import, jenis ijin+persyaratan apa yang harus saya ajukan dan tempat
pengajuannya di BPOM Pusat/Propinsi/Kabupaten ….. ????????. Tolong Infonya

wawan says:
11 Juli 2010 pukul 2:18 am

klo setahu saya produk import harus dibadan pom pusat..


untuk sekedar shering aja.. n klo salah tolong diperbaiki
ijin yang yang diperlukan untuk pendaftaran:
1. surat penunjukan dari perusahaan tempat anda mengimport.
2. spesifikasi bahan, kemasan,
3.cara produksi ( pemberian kode produksi juga tanggal kadaluarsa)
4.surat kuasa dari perusahaan anda untuk orang yg mendaftarkan produk anda di bpom
5.health sertifikat atau free sale dari negara asal (lebih enak pake free sale)
6.halal.. (klo ada, seandainya dilabel ada logo halal)
7. rancangan label beredar harus ada bahasa indonesianya ya…
oh iya klo mau import madu pada saat pengeluaran barang dari pelabuhan harus ada ijin dari departemen pertanian
karantina digedung c lantai 8 untuk minta spp nya minta ijinnya 2minggu sebelum barang sampai dipelabuhan ya takutnya
lama so kadang petugasnya or dirjen yg tanda tangan dinas diluar jadi antisipasi aja biasanya spp berlaku 6 bulan januari -juni
trus juli – desember ..
harga untuk pendaftaran bulan ini naik sebesar 25.000

wawan says:
11 Juli 2010 pukul 2:21 am

oh iya lupa hasil lab madu dari lab yang terakreditasi oleh bpom..
untuk dijakarta ada sukofindo(hasil lab cepet tapi harga mahal)
dibogor ada saraswanti(sama juga mahal)
bbia dibogor
bbkk dijakarta
biasanya kantor saya pakai bbkk sama saraswanti

wawan says:
11 Juli 2010 pukul 2:24 am

ada lagi yg ketinggalan..


jika saat melakukan pendaftaran sudah memiliki no ml difotocopy untuk dilampirkan, jika belum(pertama kali daftar) gudang
harus siap2 diaudit ya…

wawan says:
11 Juli 2010 pukul 2:33 am

untuk harga pendaftaran tergantuk produk, paling murah 75.000 paling mahal 2750000 tergantung dari jenis makanan itu
sendiri…
di BPOM untuk bagian makanan lantai 3, terdapat 3 penilaian jenis makanan yaitu
1. makmin
2. pot
3. pk/btp
dateng aja ke bpom untuk mengambil brosur yang tersedia di bpom agar para pelaku usaha lebih mengerti dan lebih jelas
dalam proses pendaftaran makanan.
untuk kosmetik lantai 2 yang saya tahu harus daftar anteran dulu satu hari hanya dapat 20 antrean dan prosedur untuk
kosmetik lebih ribet dibandingkan dengan makanan.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 15/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
untuk lantai 1 obat dan suplemen juga termaksud susah dalam prosedur pendaftaran

Nino says:
22 Juli 2010 pukul 10:15 pm

Boleh Nanya,

Saya lagi ngurusin untuk dapat import skin care dan kosmetika buatan perancis full organic, ini sudah di export di seluruh
eropa, di amerika , jepang taiwan, saudi arabia..ini produk yang terkenal sebagai benar2 organic

Pertama yang saya mau nilai berapa lama dan biaya( Biaya sertiifcati,biaya uji, biaya pendaftaran,…).Gimana kalau sudah ada
lab dari luar negeri , tidak bisa digunakan ?

Nino

wawan says:
25 Juli 2010 pukul 11:01 pm

untuk hasil lab yang digunakan adalah lab yang diakreditasi di indonesia..
untuk dipendaftaran kosmetik memakan waktu cukup lama..
perhari hanya 20 orang pendaftar waktu mendaftar 1 minggu sebelumnya..

agung prahara says:


28 Juli 2010 pukul 9:35 pm

kalao untuk industri kecil di bidang makanan kemasan atau suplement gimana bos

Arief Wibowo says:


7 Agustus 2010 pukul 11:45 am

Salam hormat untuk bapak/ ibu pengelola. Saya mempunyai produk minyak ikan yang saya olah pemurnian dan pejernihan
sendiri di rumah dengan memproses bahan baku dari minyak ikan Lemuru. proses produksinya tidak menggunakan bahan
pembantu dari bahan kimia murni tetapi menggunakan bahan dari tumbuhan. Sudah saya periksakan di Laboratorium UGM
dan hasilnya bebas bahan/zat berbahaya karena tidak terkandung bahan metal apapun atau zat yang bersifat beracun. Sudah
saya coba pemanfaatannya yaitu dapat menyembuhkan mertua saya (saat ini usia 78th) yang telah bertahun-tahun
menderita serangan jantung koroner. mertua saya telah dua kali Anfal sehingga sudah tidak mampu beraktifitas apapun. jalan
sehatpun sudah tidak kuat jadi tidak diperbolehkan oleh dokter Romdhoni Spesialis Jantung di Surabaya yang saaat itu
menjabat sebagai direktur RS. Haji Surabaya. Setelah mengkonsumsi minyak ikan dengan dosis tertentu setiap hari selama 6
bulan sejak itu mertua saya sudah dapat beraktifitas apapun, jalan sehat, nyopir keluar kota dan aktifitas fisik lain, bahkan
saat sakit diare parah dan saat terpeleset jatuh di tangga sampai kakinya retak juga sedikitpun jantungnya tidak terpengaruh
sama sekali, padahal saat itu sudah hampir 5 tahun tidak minum minyak ikan lagi. Minyak ikan yang mengandung EPA dan
DHA ternyata selain dapat menghilangkan plak lemak jenuh yang menyumbat pembuluh darah jantung tenyata juga dapat
menyembuhkan penyakit Liver, Luka Terbuka Baru atau Bernanah, Luka Bakar, penyakit kulit dan kutu air, semua dengan
proses penyembuhan yan cepat dan sangat sempurna. bahkan pada luka bakar/ terbuka tidak meninggalkan bekas. Ada
keinginan saya memproduksinya walau dengan skala kecil di rumah karena tidak cukup modal untuk membuatnya langsung
besar. Selama ini yang mampu memproses minyak ikan dengan bahan natural belum ada dimanapun karena semua masih
melibatkan kimia murni walaupun itu produk luar negeri, saya menemukan metode ini sendiri di rumah. Tergolong produk
apakah yang dipakai untuk jantung dan liver ? dan tergolong apakah yang dipakai untuk luka terbuka dan luka bakar serta
penyakit kulit kutu air dll ? Arief Wibowo Email : fish_o_2007@yahoo.com mengucapkan terima kasih atas bantuannya
semoga sambung silaturahmi dan semoga bapak/ibu sehat serta panjang umur.

Iman says:
17 Agustus 2010 pukul 3:48 pm

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 16/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
tolong kasih penjelasan untuk P.IRT apa saja syaratnya?

bachtiar says:
19 Agustus 2010 pukul 3:59 pm

Pak, saya mau mengemas hasil kopi perkebunan sendiri, tolong dibantu bagaimana cara pendaftarannya serta kira kira
berapa biayanya..makasih banyak..

priwit says:
19 Agustus 2010 pukul 8:53 pm

mas Iman dan mas Bachtiar, info selengkapnya silahkan simak tata cara pengurusan PIRT disini :
http://priwit.wordpress.com/2008/12/24/tata-cara-pengajuan-permohonan-spp-ir/

untuk beayanya, silahkan hubungi Dinas Kesehatan setempat. Mengenai berapa lama pengurusannya, sangat ditentukan oleh
kecepatan diadakannya Bimbingan Teknis penyuluhan IRT. Biasanya proses ini menunggu sejumlah pendaftar tertentu
(sekitar 20 – 30 peserta). Info lengkap lainnya silahkan simak pada diskusi di artikel tentang tata cara pengurusan PIRT.
Semoga cukup jelas, terima kasih.

ilhas teguh says:


21 September 2010 pukul 2:34 pm

apa bisa jenis makanan nugget menggunakan ijin PIRT?. karena kami masih usaha dalam sekala kecil..

Ari Budi Yanto says:


23 September 2010 pukul 11:23 am

Ada Info Baru yang paling Update, bahwa untuk product Import (ML)
* surat kuasa harus tertera nama jenis product yang akan di daftarkan ke loket bermatrai 6000
* lampirkan Surat pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen serta nilai gizi sesuai dengan Label. bermatrai 6000
* label harus berbahasa indonesia. isi bersih/berat bersih, BPOM RI ML No. Di import Oleh ….Untuk…. Harus sudah tercetak
pada bagian utama packing sample fisik pada saat pendaftaran. (tidak boleh di tempel pakai stiker)
gambar rancangan Label sesuai dengan sample Fisik(packaging)

untuk lebih keterangan lebih lanjut email ke ari_aliest@yahoo.co.id


* pada saat pendaftaran label harus sudah tercetak pada packing Sample product (tidak di tempel lagi)

Ari Budi Yanto says:


23 September 2010 pukul 2:31 pm

tambahsatu lagi surat pernyataan bermatrai 6000

format nya sbb:

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama :
Jabatan : Direktur
Alamat :

Dengan ini menyatakan bahwa akan mematuhi semua ketentuan terkait pelebelan produk pangan yaitu:

1. Mencantumkan label pangan dengan menggunakan bahasa Indonesia


2. Mencantumkan label pangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
3. Mematuhi perlabelan yang berlaku

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 17/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…

Untuk produksi kami yang telah beredar di pasaran akan kami sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku paling lambat
tanggal 1 Maret 2011.
Apabila kami melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana disebutkan diatas, kami bersedia dikenakan sangsi
berupa pencabutan persetujuan pendaftaran pruduk pangan.

Demikian surat pernyataan ini kami buat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinnya.

Jakarta 23 September 2010

mr….
direktur

Ari Budi Yanto says:


24 September 2010 pukul 3:41 pm

A. JENIS DAN BATAS MAKSIMUM CEMARAN MIKROBA DALAM MAKANAN


anda bisa lihat di http://spesifikasidanparameter.blogspot.com/

Kinto says:
25 September 2010 pukul 12:19 pm

Mas Priwit yth.


Saya ada rencana usaha penjualan makanan ringan produk orang lain yang saya kemas ulang dan saya pasarkan memakai
label/merk saya.
Pertanyaannya, apakah usaha ini memerlukan ijin. Kalau ya, apa nama/jenis ijinnya dan ngurusnya kemana.
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Wass. Kinto

Aly says:
27 September 2010 pukul 7:00 am

Ada link/ website tuk memeriksa nomor Izin Depkes / Halal ga? tuk memeriksa nomor produk makanan/ minuman yg sering
kita minum agar kita yakin kalo nomor registernya benar adanya dan bukan ngibulin konsumen… Regards

Claudia says:
5 Oktober 2010 pukul 12:38 pm

Mas, mau tanya dimana bisa test lab untuk nutrition fact?
Apa harus di Sucofindo? Biayanya mahal sekali.

Terima kasih.

Agriani says:
6 Oktober 2010 pukul 3:20 pm

Salam Kenal Pak,


kebetulan saya lg pusing ngurusin nomor ML untuk perusahaan bos saya, selama ini saya punya org yg mengurus keperluan
dan persyaratan untuk ML. Lagi pusing buka2 internet ketemu blog ini, mudah2an bisa membantu.
Begini pak saya sedang mengurus ML dengan nama PT baru, tentu saja harus dilakukan aduit gudang oleh Balai setempat.
Permasalahannya, ternyata auditnya rumit sekali. Saya tanya pada orang BPOM katanya mereka tidak bisa menerima
pendaftaran sebelum ada hasil audit dari BAlai, sedangkan orang Balai tidak mau melakukan audit gudang sebelum ada
nomor pendaftaran dari BPOM Jakarta. saya jd pusing menanganinya, secara saya tdk berpengalaman untuk ini. Bos saya
tidak mau d urus oleh orang lain (orang sewaan saya) maunya saya yang mengurus. Gmana ya pak, mungkin bapak bisa

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 18/19
13/11/2010 TATA CARA PENDAFTARAN MAKANA…
memberikan solusi untuk saya. terima Kasih

yanto says:
8 Oktober 2010 pukul 9:33 am

saya ingin tanya mengenai produk es krim dengan merk Mr Cool dan Camelo, apakah produk ini sudah ada ijin dari bp pom?
soalnya warung di kampung-kampung sudah banyak beredar dan anak-anak pada suka. saya lihat di internet katanya ada ijin
dari depkes, tapi saya lihat di situsnya http://www.mr-cool.web.id/ cara pembuatannya kok di injek kemudian ditutup pakai
lem, apakah ini higienis? Trims.

Tony says:
8 Oktober 2010 pukul 5:59 pm

Saya mau tanya kalau pendaftaran untuk produk minuman beralkohol golongan A dengan kadar alkohol dibawah 5% dengan
skala industri rumah tangga apakah cukup ke Dinas Kesehatan setempat atau harus ke BPOM Pusat? Thanks.

Anonymous says:
24 Oktober 2010 pukul 11:41 am

saya mau tanya jika saya mau membuat produk minuman dengan merk XXX ( masih rahasia ) dan pemasarannya hanya
disekitar daerah tempat tinggal atau hanya 1 wilayah kota / kabupaten apakah itu harus registrasi terlebih dahulu?dan
dimana tempat pendaftaran tersebut yang kebetulan saya bedomisili di GRESIK??/ trims

ryo ( gresik ) says:


24 Oktober 2010 pukul 11:42 am

saya mau tanya jika saya mau membuat produk minuman dengan merk XXX ( masih rahasia ) dan pemasarannya hanya
disekitar daerah tempat tinggal atau hanya 1 wilayah kota / kabupaten apakah itu harus registrasi terlebih dahulu?dan
dimana tempat pendaftaran tersebut yang kebetulan saya bedomisili di GRESIK?? trims

Dedy Kurniawan says:


5 November 2010 pukul 9:47 am

kalau ada yang mau daftarin produknya tapi gak mau ribet , .. coba deh hubungi saya via e- mail , mudah-mudhana sya bisa
bantu ngurusin di BPOMnya . thanks

priwitono.co.cc
Blog pada WordPress.com.

…wordpress.com/…/tata-cara-pendafta… 19/19