Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin

)

ANALISIS KINERJA BANK DEVISA DAN BANK NON DEVISA DI INDONESIA
Oleh: dan Rahadian Zulfadin2

Anita

Febryani1

Abstraksi
Analisis mengenai perbandingan tingkat efisiensi pada industri perbankan yang dilakukan dengan melakukan pengujian empiris terhadap tingkat efisiensi antara bank pemerintah, bank swasta nasional dan swasta asing serta bank publik menunjukkan bahwa bank publik mempunyai tingkat efisiensi di atas rata-rata seluruh bank, sedangkan tingkat efisiensi bank pemerintah dan bank swasta nasional secara keseluruhan berada di bawah rata-rata seluruh bank, (Ventje, 1993). Penelitian lain mengenai perbandingan kinerja industri perbankan pada bank devisa dan non devisa yang didasarkan pada Return on Equity, Return on Assets dan Loan to Deposit Ratio juga pernah dilakukan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja bank devisa dan non devisa sebelum krisis ekonomi, (Wijaya, 1998). Tulisan ini memberikan gambaran perbandingan kinerja bank devisa dan bank nondevisa dengan menggunakan metode yang sama dengan yang dilakukan oleh Wijaya. Kesimpulan tulisan ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kinerja Bank Devisa dan Bank Non Devisa dalam jika dilihat dari variabel Return on Equity dan Return on Asset. Perbedaan kinerja terlihat nyata jika dilihat dari variabel Loan to Deposit Ratio.

I. Latar Belakang
Pada pertengahan tahun 1980-an berbagai macam deregulasi dikeluarkan oleh pemerintah untuk menggairahkan industri perbankan. Diawali dengan diluncurkannya Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (PAKTO) yang mencakup bidang keuangan, moneter dan perbankan. Kebijakan di bidang perbankan antara lain meliputi pemberian kemudahan-kemudahan dalam membuka kantor bank, dan Lembaga Keuangan Bukan Bank, memperkenankan pendirian bank-bank swasta baru antara lain dengan penetapan syarat modal disetor minimal Rp10 milyar, juga memberikan kesempatan untuk mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan modal minimum Rp50 juta, dan memperingan persyaratan bagi bank menjadi bank devisa. Setelah diluncurkannya deregulasi tersebut, dalam kurun waktu 1988-1996 bisnis perbankan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada akhir tahun 2002 perbankan menguasai sekitar 90,46%
1 2

Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Trisakti. Staf pada Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan. Desember 2003

Kajian Ekonomi dan Keuangan, Vol. 7, No. 4 38

sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan lancar. Beberapa indikator kunci perbankan dalam tahun 1998 berada pada kondisi yang sangat buruk. 1993). (Ventje. sedangkan tingkat efisiensi bank pemerintah dan bank swasta nasional secara keseluruhan berada di bawah rata-rata seluruh bank.01 persen.20 persen.65 persen.38 persen. dan pegadaian 0. Sebagai lembaga intermediasi antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana. Variabel independen dalam penelitian tersebut adalah total biaya perbankan. 1997). Vol. Profit Margin dan Return on Equity.46 persen pangsa pasar keuangan di Indonesia. Berdasarkan data Biro Riset InfoBank. Pertumbuhan yang pesat itu ternyata tidak dapat mendorong terciptanya industri perbankan yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank publik mempunyai tingkat efisiensi di atas rata-rata seluruh bank. Beberapa penelitian tentang perbandingan kinerja bank pada industri perbankan yang didasarkan pada rasio-rasio dari laporan keuangan perbankan pernah dilakukan sebelumnya. Antara lain adalah penelitian mengenai perbandingan tingkat efisiensi pada industri perbankan yang dilakukan dengan melakukan pengujian empiris terhadap tingkat efisiensi antara bank pemerintah. Di Indonesia pernah juga dilakukan penelitian terhadap efisiensi perbankan dengan menggunakan pendekatan frontier economic. ratio profit per jumlah tenaga kerja dan ratio profit per modal. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian tersebut terdiri dari Return on Assets. (Goeltom. tingkat keuntungan industri perbankan berada pada titik minus 18 persen. diikuti oleh industri asuransi 3.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) pangsa pasar sektor keuangan di Indonesia. industri perbankan menguasai 90. No. sekuritas 0. Malaysia. 7. 2003). Krisis keuangan yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 memberi dampak yang sangat buruk pada sektor perbankan. dana pensiun 3. saving deposit. Kinerja industri perbankan nasional pada waktu itu jauh lebih buruk dibandingkan kondisi perbankan di beberapa negara Asia yang juga mengalami krisis ekonomi. loan. dan Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan kondisi minus 15 persen. industri pembiayaan 2. Non Performing Loan (NPL) bank-bank komersial mencapai 50 persen. seperti Korea Selatan. (Supriyanto.32 persen. Terpuruknya sektor perbankan akibat krisis ekonomi memaksa pemerintah melikuidasi bank-bank yang dinilai tidak sehat dan tidak layak lagi untuk beroperasi. sedangkan variabel dependennya antara lain adalah demand deposit. Philipina dan Thailand. 1999). (Hawkins. Kajian Ekonomi dan Keuangan. time deposit. bank swasta nasional dan swasta asing serta bank publik. 4 39 Desember 2003 . Hal ini mengakibatkan timbulnya krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap industri perbankan. diperlukan bank dengan kinerja keuangan yang sehat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perbankan Indonesia secara umum menjadi makin efisien setelah adanya deregulasi 1988.

Sedangkan berdasarkan SK Menteri Keuangan RI Nomor 792 tahun 1990 pengertian bank adalah: “Bank merupakan suatu badan yang kegiatannya di bidang keuangan melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan”. sedangkan pendekatan pengukuran kinerja yang digunakan adalah Return on Asset (ROA). Sampel dibatasi pada 30 buah bank devisa dan 37 buah bank non devisa yang tercatat di Bank Indonesia dengan periode analisis dari tahun 2000-2001.1) adalah: Bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana. 1998). Vol. Dengan kata lain. bank devisa memiliki kinerja yang lebih baik daripada bank non devisa. 7. II.1 Pengertian Bank Menurut Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 pengertian bank adalah sebagai berikut: Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. (Wijaya.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Penelitian mengenai perbandingan kinerja industri perbankan pada bank devisa dan non devisa yang didasarkan pada Return on Equity. Landasan Teori 2. Pengertian di atas memiliki kandungan filosofis yang tinggi. Return on Equity (ROE) dan Loan to Deposit Ratio (LDR). No. 4 40 Desember 2003 . Dengan kata lain bank adalah suatu Kajian Ekonomi dan Keuangan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja bank devisa dan non devisa sebelum krisis ekonomi. Return on Assets dan Loan to Deposit Ratio juga pernah dilakukan. Tulisan ini mencoba melihat perbedaan kinerja antara Bank Devisa dengan Bank Non Devisa pada periode krisis ekonomi. Berdasarkan definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bank adalah lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada masyarakat yang memiliki fungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Pengertian yang lebih teknis dapat ditemukan pada Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 792 Tahun 1990. Pengertian bank menurut PSAK Nomor 31 dalam Standar Akuntansi Keuangan (1999: 31.

(Irmayanto. adalah bank yang tidak dapat melakukan transaksi internasional atau dengan kata lain hanya dapat melakukan transaksi dalam negeri saja. namun sedapat mungkin tetap disusun menurut tingkat likuiditas dan jatuh tempo. Menurut transaksinya bank dapat dibedakan menjadi Bank Devisa dan Bank Non Devisa. Vol. 2002). No. 4 41 Desember 2003 . Bank Devisa adalah bank yang dapat mengadakan transaksi internasional seperti ekspor dan impor. baik yang bersifat tagihan maupun kewajiban pada tanggal laporan.2 Laporan Keuangan Bank Sesuai dengan SK Direksi Bank Indonesia No. 27/119/KEP/DIR tanggal 25 Januari 1995 laporan keuangan bank terdiri dari (i) neraca. Komitmen adalah suatu ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. jual beli valuta asing. (ii) laporan komitmen dan kontijensi. dan (v) catatan atas laporan keuangan.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit serta jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Setiap aktiva produktif disajikan di neraca sebesar jumlah bruto dari tagihan atau penempatan bank dikurangi dengan penyisihan penghapusan yang dibentuk untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul dari masing-masing aktiva produktif yang bersangkutan. 2. Laporan Komitmen dan Kontijensi Laporan ini wajib disajikan secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran mengenai posisi komitmen dan kontijensi. Neraca Dalam penyajiannya. (iii) laporan laba/rugi. Sedangkan Bank Non Devisa. Laporan Laba/Rugi Perhitungan laba/rugi bank wajib disusun sedemikian rupa agar dapat memberikan gambaran mengenai hasil usaha bank dalam suatu periode tertentu. (iv) laporan arus kas. dll. Cara Kajian Ekonomi dan Keuangan. Kontijensi adalah tagihan atau kewajiban bank yang kemungkinan timbulnya tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang. 7. aktiva dan kewajiban dalam neraca bank tidak dikelompokkan menurut lancar atau tidak lancar. Laporan laba/rugi bank disusun dalam bentuk berjenjang (multiple step) yang menggambarkan pendapatan atau beban yang berasal dari kegiatan utama bank dan kegiatan lainnya.

upah. No. Metodologi Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah metode uji hipotesis yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan Kajian Ekonomi dan Keuangan. 4 42 Desember 2003 . 2. Laporan Arus Kas Laporan ini harus disusun berdasarkan kas selama periode laporan dan harus menunjukkan semua aspek penting dari kegiatan bank tanpa memandang apakah transaksi tersebut berpengaruh langsung pada kas.3 Pengertian Kinerja Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI. Vol. pergerakan harga sekuritas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. agar membuahkan tindakan dan hasil yang diharapkan. Standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran. Kinerja merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan di manapun. penitipan harta dan penyaluran kredit pengelolaan. Catatan Atas Laporan Keuangan Disamping hal-hal yang wajib diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sebagaimana dijelaskan dalam standar akuntansi keuangan. III. 7. bank juga wajib mengungkapkan dalam catatan tersendiri mengenai posisi devisa netto menurut jenis mata uang serta aktifitas-aktifitas lain seperti kegiatan wali amanat. unsur pendapatan dan beban harus dibedakan antara pendapatan beban yang berasal dari kegiatan operasional dan non operasional. Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya. Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja di masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai seperti pembayaran dividen. karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. 1996) Kinerja perusahaan dapat diukur dengan menganalisa dan mengevaluasi laporan keuangan.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) penyajian laporan laba/rugi bank antara lain wajib memuat secara rinci unsur pendapatan dan beban.

ROA dapat diperoleh dengan cara menghitung rasio antara laba setelah pajak dengan total aktiva (Net Income dibagi Total Assets). LDR dapat diperoleh dengan cara menghitung rasio antara total loan dengan total deposit (Total Loan dibagi Total Deposit). Sumber data dari bank devisa dan non devisa yang dijadikan sampel adalah laporan keuangan periode tahun 2000-2001 yang berupa neraca dan laporan laba rugi yang diperoleh dari Bank Indonesia. 4 43 Desember 2003 . c. b. yaitu indikator kemampuan perbankan untuk memperoleh laba atas sejumlah aset yang dimiliki oleh bank.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) kinerja keuangan antara bank devisa dan non devisa. Objek dari penelitian ini adalah bank-bank devisa dan non devisa yang tercatat di Bank Indonesia. Kajian Ekonomi dan Keuangan. Indikator-indikator3 yang digunakan antara lain adalah: a. No. Vol. yaitu suatu prestasi atau hasil yang telah dicapai oleh manajemen perusahaan dalam menjalankan fungsinya. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala rasio. Return on Assets (ROA). yaitu indikator kemampuan perbankan dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapatkan laba bersih. Loan to Deposit Ratio (LDR).3 Jenis dan Analisis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Jakarta: Salemba Empat. 3. yaitu indikator kemampuan perbankan dalam membayar semua dana masyarakat dan modal sendiri dengan mengandalkan kredit yang telah didistribusikan ke masyarakat. Yang 3 Harahap. 3. Return on Equity (ROE). 3. Sofjan Safrie. 7.2 Definisi Operasional Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian tentang kinerja keuangan bank devisa dan non devisa pada bank yang tercatat di Bank Indonesia adalah kinerja keuangan.1 Variabel dan Pengukurannya Variabel dari penelitian ini adalah kinerja keuangan bank devisa dan non devisa yang tercatat di Bank Indonesia dan indikator-indikator yang digunakan untuk menilai kinerja bank adalah rasio-rasio keuangan yang terdiri dari rasio rentabilitas yaitu Return on Assets dan Return on Equity serta rasio likuiditas yaitu Loan to Deposit Ratio. 1999 Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. ROE dapat diperoleh dengan cara menghitung rasio antara laba setelah pajak dengan total ekuitas (Net Income dibagi Total Equity).

Setelah menghitung rasio ROA. 7.X2 Zo = σ12 n1 σ22 + n2 Keterangan: X1 X2 σ12 4 = = = Rata-rata ROA. No. 1 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara return on assets bank devisa dan non devisa setelah krisis perbankan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin tinggi likuiditas penyaluran kredit dari bank. Vol. Dalam hal ini hipotesis yang diajukan adalah: • Ho. Desember 2003 Kajian Ekonomi dan Keuangan. Kemudian menghitung Loan to Deposit (LDR) dari masing-masing bank. maupun loan to deposit ratio antara bank devisa dan non devisa setelah krisis perbankan. ROE. dengan resiko kredit macet yang juga semakin besar. Tingkat significant yang digunakan adalah 5%. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktifitas aset dalam memperoleh keuntungan bersih. • • • • Kemudian menentukan nilai t-statistik (sampel besar) untuk sample t-test uji beda dua rata-rata4 masing-masing untuk tahun 2000 dan 2001: X1 . 4 44 .Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) pertama dilakukan dalam analisis data adalah menghitung Return on Assets (ROA) dari masing-masing bank. maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengujian hipotesis yang membandingkan kinerja keuangan bank devisa dan non devisa. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin baik produktifitas modal sendiri dalam memperoleh laba. Langkah kedua adalah menghitung Return on Equity (ROE) dari masing-masing bank. ROE. dan LDR Bank Devisa Dajan. 1996. Ha. = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan baik dalam return on assets. 3 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara loan to deposit ratio bank devisa dan non devisa setelah krisis perbankan. dan LDR Bank Non Devisa Varian ROA. dan LDR Bank Devisa Rata-rata ROA. Pengantar Metode Statistik. return on equity. Ha. ROE dan LDR dari masing-masing bank. ROE. Ha. LP3ES. Anto. Jakarta. 2 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara return on equity bank devisa dan non devisa setelah krisis perbankan.

Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) σ22 n1 n2 = = = Varian ROA. sehingga dapat mengukur profitabilitas yang dicapai oleh bank yang bersangkutan.553725 0.498429 0.623499 0. ROE. Analisis dan Pembahasan Perhitungan rasio untuk mengetahui kinerja keuangan perbankan yang terdiri dari rasio rentabilitas dan rasio likuiditas didasarkan pada data laporan keuangan masing-masing bank per 31 Desember 2000 dan per 31 Desember 2001.242459 3.241436 2001 1.54699 1. Tabel 1 Hasil Perhitungan ROA Bank Devisa Tahun 2000 – 2001 ROA (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 NAMA BANK Antar Daerah Arta Niaga Kencana Tbk Artha Graha BCA Tbk BII Tbk Buana Indonesia Tbk Bukopin Bumi Arta Bumiputera Tbk CIC Internasional Tbk Danamon Indonesia Tbk Ekonomi Raharja 2000 0.546514 0.873506 0.904856 0.545419 -1. Tabel 1 menunjukkan hasil perhitungan ROA bank devisa tahun 2000-2001.19499 1. 4.139749 1.022264 -13. 7.4307 2.144764 Kajian Ekonomi dan Keuangan.05 maka Ho ditolak jika sig t-statistik > 0.955927 1.837279 2.574115 0. No.718853 0. dan LDR Bank Devisa Jumlah sampel Bank Devisa Jumlah sampel Bank Non Devisa Kesimpulan yang mungkin di dapat adalah: • jika t-statistik > t-tabel maka Ho ditolak jika t-statistik < t-tabel maka Ho tidak dapat ditolak Atau • jika sig t-statistik < 0.1 Perhitungan Rentabilitas Rasio Rentabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba atas sejumlah modal dan aktiva yang dimilikinya.372246 1.019829 0.05 maka Ho tidak dapat ditolak IV. Vol.117467 1.652808 0. 4 45 Desember 2003 .37874 2.

Hasil perhitungan Return on Equity bank devisa dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini.038251 7.55223 4.3333 24.8794 17. Tabel 2 Hasil Perhitungan ROE Bank Devisa Tahun 2000 – 2001 ROE (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 NAMA BANK Antar Daerah Arta Niaga Kencana Tbk Artha Graha BCA Tbk BII Tbk Buana Indonesia Tbk Bukopin Bumi Arta Bumiputera Tbk CIC Internasional Tbk Danamon Indonesia Tbk Ekonomi Raharja 2000 9.684912 -1.14484 6.00159 7.66716 0.433164 3.6807 19.844236 0.966042 25.681257 2.480303 1.332172 0.610063 -1.84411697 Sumber: Bank Indonesia. No. Vol.958149 1.35123 3.17341 -16.137758 0.88636 20.43772 14.02646 31.802660 2.343243 1.150955 0.679656 1.5722 1.42048 Kajian Ekonomi dan Keuangan.066554 -1.58094 29.854206 0.52811 12. diolah.72485 11.007276 1.864109 0.72285 2001 14.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Lanjutan Tabel 1 Hasil Perhitungan ROA Bank Devisa Tahun 2000 – 2001 ROA (%) NO 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA BANK Ganesha Haga Halim Indonesia IFI Kesawan Lippo Tbk Maspion Indonesia Mayapada Internasional Tbk Mestika Dharma Metro Ekspress Niaga Tbk NISP Tbk Nusantara Parahyangan Tbk PAN Indonesia Tbk Pikko Tbk Shinta Swadesi Tbk Windu Kentjana RATA-RATA 2000 0. 7.009356 0.762314 0.8277 25.41784 0.021941 5.13632 0.26551 1.113346 0.341975 4.72279 6.4520705 2001 0.509502 21.91538 187.26131 29.311855 0. 4 46 Desember 2003 .310313 1.871475 1.533388 -91.255459 1.160121 21.871017 1.275056 0.089026 0.739171 6.

536737 17.626439 0.346011 0.76218 -0.532194 0. 4 47 Desember 2003 .90563 1.7395 0. Hasil perhitungan Return on Assets bank non devisa bisa dilihat pada Tabel 3 di bawah ini.572513 9.728448 6.94969 5.741422 -12.95132 17.203516 2.6105 Sumber: Bank Indonesia. diolah.36568 14.82292 0.699722 9.62337 8.339374 4.52162 2.699151 10.4823 19.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Lanjutan Tabel 2 Hasil Perhitungan ROE Bank Devisa Tahun 2000 – 2001 ROE (%) NO 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA BANK Ganesha Haga Halim Indonesia IFI Kesawan Lippo Tbk Maspion Indonesia Mayapada Internasional Tbk Mestika Dharma Metro Ekspress Niaga Tbk NISP Tbk Nusantara Parahyangan Tbk PAN Indonesia Tbk Pikko Tbk Shinta Swadesi Tbk Windu Kentjana 2000 4.3414 19.015385 4.962392 79.479934 -12.89683 16.55106 2.960575 Kajian Ekonomi dan Keuangan.592317 1.539227 -0. Tabel 3 Hasil Perhitungan ROA Bank Non Devisa Tahun 2000 – 2001 ROA (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 NAMA BANK Agroniaga Akita Alfindo Sejahtera Artos Indonesia Asiatic Bisnis Internasional BTPN Centratama Nasional Danpac Tbk Dipo Internasional Djasa Arta Eksekutif Internasional Tbk Fama Internasional 2000 3. No.554883 -3.898 7.55867 12.878904 0.4516 14.455802 0.503317 1.896042 1.09042 21.722575 1.06338 4. Vol.074092 0.331863 0.895884 10.52852 9.27518 6.9067 -8. 7.8813 41.631431 0.671114 0.082075 1054.916485 15.49388 -30.052865 2001 5.148905 -10.637181 2001 1.676473 6.80453 -0.9983 18.86628 20.91457 0.

167752 3.289137 0. Vol.320624 2.111556 -0.33309 1.301135 0.079653 2.186071 -8.134701 0.176599 -3.361323 2.08816 0.72011 2.410405 2.78124 0.362295 Kajian Ekonomi dan Keuangan.636213 6.324387 0.841 0.354645 1.50091 4.262321 2001 15. Hasil perhitungan Return on Equity bank non devisa dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini: Tabel 4 Hasil Perhitungan ROE Bank Non Devisa Tahun 2000 – 2001 ROE (%) NO 1 2 3 4 5 6 NAMA BANK Agroniaga Akita Alfindo Sejahtera Artos Indonesia Asiatic Bisnis Internasional 2000 23. No.378678 0.394333 1.481045 0.07629 -5.642315 2. 4 48 Desember 2003 .0719 0.147536 2.67508 -1.445238 1.26008 1.035071 2001 0.413423 1.144727 Sumber: Bank Indonesia.68879 1.138835 0.661356 0.51021 1.581776 4. diolah.209679 0.88508 1.989666 3. 7.7772 -3.385728 4.73878 9.452172 3.233083 0.203587 0.907975 -7.140351 3.459566 -1.095 -24.396889 0.54931 1.583596 0.263031 -2.744661 3.90382 0.605526 -0.00391 -118.580511 2.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Lanjutan Tabel 3 Hasil Perhitungan ROA Bank Non Devisa Tahun 2000 – 2001 ROA (%) NO 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA BANK Global Tbk Harda Internasional Harfa Harmoni Internasional Ina Perdana Index Selindo Indomonex Jasa Jakarta Kesejahteraan Ekonomi Liman Internasional Mayora Mega Tbk Mitraniaga Multi Arta Sentosa Prima Master Purba Danarta Royal Sinar Harapan Bali Sri Partha Swaguna Umum Tugu UIB Victoria Tbk Yudha Bhakti RATA-RATA 2000 0.

586717 23.8526 5.780076 0.97657 4.727691 5.942463 19.40051 -53.173719 22.75485 32. Berikut adalah tabel hasil perhitungan Loan to Deposit Ratio bank devisa tahun 2000 – 2001: Kajian Ekonomi dan Keuangan.02058 5.0935 20.2 Perhitungan Likuiditas Rasio likuiditas digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah yang telah menanamkan dananya dengan menarik kembali kredit-kredit yang telah diberikan kepada para debiturnya.12953 3.154454 14.042416 2.24671 2.0964 -25.75808 -12.5807 4.185345 15. 4 49 Desember 2003 .866297 3.454158 21.25879 26.50699 191.6282 -35.36395 -4.90399 Sumber: Bank Indonesia.986959 11.586771 7.92434 7.42211 28.74042 14.18102 -86.13935 4.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Lanjutan Tabel 4 Hasil Perhitungan ROE Bank Non Devisa Tahun 2000 – 2001 ROE (%) NO 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA BANK BTPN Centratama Nasional Danpac Tbk Dipo Internasional Djasa Arta Eksekutif Internasional Tbk Fama Internasional Global Tbk Harda Internasional Harfa Harmoni Internasional Ina Perdana Index Selindo Indomonex Jasa Jakarta Kesejahteraan Ekonomi Liman Internasional Mayora Mega Tbk Mitraniaga Multi Arta Sentosa Prima Master Purba Danarta Royal Sinar Harapan Bali Sri Partha Swaguna Umum Tugu UIB Victoria Tbk Yudha Bhakti 2000 50.34848 29.78638 2001 48.81934 7.426944 0.570292 4. 7. No.2669 2.449789 13.0213 13.289 5.277319 7.071755 47.02144 11.49131 -8. diolah.240879 0.083536 19.70693 5. 4.933723 6.66914 17.46314 4.09967 13. Vol.8844 6.489213 -23.7608 -8.91945 -35.45077 15.659312 23.563761 1.1846 52.587185 8.

48536812 63. 4 50 Desember 2003 .39087782 14.133890331 15.40826724 14.49994439 45.51399786 6.869075317 88.640562841 30.99506433 31. 7.42866953 67.19423888 16.91048592 92.61624264 21.76667368 36.85289356 59.03697822 4.52730516 48.70797413 20.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Tabel 5 Hasil Perhitungan LDR Bank Devisa Tahun 2000 – 2001 LDR (%) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA BANK Antar Daerah Arta Niaga Kencana Tbk Artha Graha BCA Tbk BII Tbk Buana Indonesia Tbk Bukopin Bumi Arta Bumiputera Tbk CIC Internasional Tbk Danamon Indonesia Tbk Ekonomi Raharja Ganesha Haga Halim Indonesia IFI Kesawan Lippo Tbk Maspion Indonesia Mayapada Internasional Tbk Mestika Dharma Metro Ekspress Niaga Tbk NISP Tbk Nusantara Parahyangan Tbk PAN Indonesia Tbk Pikko Tbk Shinta Swadesi Tbk Windu Kentjana RATA-RATA 2000 63. Kajian Ekonomi dan Keuangan.280024 9.31576147 75.88891764 4.0380232 60.69379664 17. diolah.89827681 38.07380256 43.7910241 57.95012331 47. No.44452659 40.65956277 2001 65.01561811 68.24533065 14.990094854 Sumber: Bank Indonesia.58310467 37.34846028 38.248526823 53. Tabel 6 menunjukkan hasil perhitungan Loan to Deposit Ratio bank non devisa tahun 2000 – 2001.87912655 29.03133886 70.04878193 61.92979281 8.32892693 16.622324251 18.51649565 66.5228766 55.14392402 22. Vol.47502384 52.11367795 60.80753995 34.90372136 20.66211383 13.44588656 22.65657337 19.56621035 47.21886254 42.50861949 9.31968701 42.76426886 52.50558229 26.08188479 51.15342294 41.51629934 9.95720152 53.26773949 27.

83259221 1 Agroniaga 2 Akita 3 Alfindo Sejahtera 4 Artos Indonesia 5 Asiatic 6 Bisnis Internasional 7 BTPN 8 Centratama Nasional 9 Danpac Tbk 10 Dipo Internasional 11 Djasa Arta 12 Eksekutif Internasional Tbk 13 Fama Internasional 14 Global Tbk 15 Harda Internasional 16 Harfa 17 Harmoni Internasional 18 Ina Perdana 19 Index Selindo 20 Indomonex 21 Jasa Jakarta 22 Kesejahteraan Ekonomi 23 Liman Internasional 24 Mayora 25 Mega Tbk 26 Mitraniaga 27 Multi Arta Sentosa 28 Prima Master 29 Purba Danarta 30 Royal 31 Sinar Harapan Bali 32 Sri Partha 33 Swaguna 34 Umum Tugu 35 UIB 36 Victoria Tbk 37 Yudha Bhakti Sumber: Bank Indonesia.720566593 87.85978295 26. diolah.3 Uji Hipotesis Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja antara bank devisa dan bank non devisa dilakukan uji statistik dengan sample t-test Kajian Ekonomi dan Keuangan.22307718 50.32132943 77. 4 51 Desember 2003 .91371388 16.79380283 53.90554709 2001 92.47032741 48. 7.28950637 83.25844493 67.74887122 71.8744058 49.89580991 70.21545369 15.59515449 62.80079499 54.70363868 25.6138319 47.55798615 34.88521798 26.71117859 36.75798471 71.15289641 65.66041397 24.64722465 16.31775225 66.76154282 33.01552912 75.2471895 77.65029009 51.83369498 25.36035269 19.87257504 49.25424893 23.90645553 74.13014863 3.77949937 90.26121851 38.24785713 78.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Tabel 6 Hasil Perhitungan LDR Bank Non Devisa Tahun 2000 – 2001 LDR (%) NO NAMA BANK 2000 98.41658545 25.95263511 43.50388062 39.46150857 78.99546539 13.6031783 46.58752166 36.00913678 48.90638824 15.88926526 33.78015848 73. 4.45561109 15.89046279 62. No.39271966 67.25174191 60.1180386 22.33780329 39.74754617 19.21428571 69.22878885 26.69249745 67.61680371 33.67229907 34.43964556 41.41747451 56.46110555 56.94292071 32.28669977 34.71210265 41. Vol.91664306 39.75201012 56.60859694 45.11254734 3.83588377 56.

karena probabilita signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.050). Sehingga tidak terdapat perbedaan antara loan to deposit ratio bank devisa dengan bank non devisa. ROE (Return on Equity) Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.050). hal ini berarti tidak signifikan. ROA (Return on Assets) Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.189. Dari hasil pengujian diperoleh hasil sebagai berikut: Tahun 2000 a. LDR (Loan to Deposit Ratio) Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0. hal ini berarti tidak signifikan. Tahun 2001 a.138. b. ROA (Return on Assets) Dari hasil uji (lampiran 1) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.676 > 0.012. ROE (Return on Equity) Dari hasil uji (lampiran 1) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0. c.406.189 > 0.138 > 0.555 > 0. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on assets bank devisa dengan bank non devisa. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on equity bank devisa dengan bank non devisa.050).Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) beda 2 rata-rata atas kinerja 67 bank swasta yang dibagi menjadi dua kelompok. hal ini berarti tidak signifikan. 7. karena probabilita signifikansi lebih kecil dari (α) alpha (0. karena probabilita signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0. hal ini berarti tidak signifikan.406 > 0.050).050). yaitu 30 bank devisa dan 37 bank non devisa. b.555. 4 52 Desember 2003 . c. Vol. No. karena probabilita signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.012 Kajian Ekonomi dan Keuangan. hal ini berarti tidak signifikan.676. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on assets bank devisa dengan bank non devisa. karena probabilita signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0. karena probabilita signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0. LDR (Loan to Deposit Ratio) Dari hasil uji (lampiran 1) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on equity bank devisa dengan bank non devisa.

V. 7. misalnya lima tahun terakhir atau dapat juga dilakukan penelitian lanjutan dengan cara membagi sampel dalam dua periode yaitu periode sebelum krisis dan sesudah krisis. Hasil uji statistik untuk tahun 2001 juga menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara bank devisa dengan bank non devisa jika dilihat dari ROA dan ROE. Kajian Ekonomi dan Keuangan.050). Hal ini kemungkinan terjadi karena bank devisa tidak secara maksimal memanfaatkan peluang memperoleh laba dari transaksi dengan mempergunakan mata uang asing. Dengan kondisi perbankan yang sangat dinamis. Daftar Pustaka Bank Indonesia. hal ini berarti signifikan. 4 53 Desember 2003 . 2. yang diikuti penurunan tingkat suku bunga perbankan sehingga berdampak positif untuk sektor perbankan. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendekati kondisi kinerja perbankan yang up to date perlu dipertimbangkan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan jangka waktu yang lebih panjang. Sedangkan untuk indikator LDR hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja yang cukup signifikan antara bank devisa dan non devisa. Untuk meningkatkan LDR yang masih rendah sebaiknya bank non devisa harus lebih aktif dalam menyalurkan dana yang diterimanya pada pihak ketiga ke sektor riil. Hal ini disebabkan oleh membaiknya kondisi perekonomian Indonesia. hasil pengujian saat ini menunjukkan bahwa pada tahun 2000 tidak terdapat perbedaan kinerja antara bank devisa dan non devisa jika dilihat dari ROA. 2. Simpulan dan Saran 5. 27/KEP/DIR tanggal 25 Januari. sehingga dapat meminimalkan dana menganggur yang ada di bank dan juga bank tidak terlalu terbebani pembayaran bunga dana pihak ketiga. VI.2 Saran 1. Sehingga terdapat perbedaan antara loan to deposit ratio bank devisa dengan bank non devisa. No. 5.. Surat Keputusan No.1 Simpulan Dari uraian terdahulu dapat disampaikan beberapa kesimpulan. Vol. (1995). ROE dan LDR. antara lain: 1. Faktor lain adalah besarnya kredit macet yang dimiliki oleh bank devisa akibat melambungnya tingkat suku bunga bank.Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) < 0.

Agnes. Departemen Keuangan. No. Analisis Laporan Keuangan. Helen. Siamat. (1990). Sutrisno.. Teori dan Aplikasi. (2001). Jakarta: LP3ES. Ikatan Akuntansi Indonesia. Tahun III No. (1999) Financial Management Theory and Practice. Bambang. Orlando. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Republik Indonesia. 4 54 Desember 2003 . (2001).Analisis Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Di Indonesia (Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin) Brigham. Pengantar Metode Statistik. (1998). Jilid II. Manajemen Lembaga Keuangan. Yogyakarta : BPFE. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Sofyan Safrie. Edisi keempat. Eugene F. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Jakarta. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta : Media Ekonomi Publishing-Universitas Trisakti. Ninth Edition. FL : The Dryden Press. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Harahap. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. (1996). S. Yoyakarta : BPFE. Wijaya. Sartono.. “Kinerja Bank Umum Swasta Indonesia Sebelum Krisis Perbankan”. Vol. Gapensky. (1999). (1999). Juli. Edisi keempat. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Anto. Edisi Pertama. 7. Manajemen Keuangan . Edisi Pertama. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Dajan. Jurnal Ekonomi. P. Cetakan keempat. (2001). Edisi keempat. Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 729 Tahun 1990 tentang Perbankan. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang No. (2001). Cetakan keenam. Manajemen Keuangan. Kajian Ekonomi dan Keuangan. Edisi ketiga. Dahlan. (1999). Standar Akuntansi Keuangan. (2000). Riyanto. Yogyakarta : Liberty. Munawir. Agus. 02. 2001. Sawir. Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara. Irmayanto. and Louis C. (2001). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. (1998). Jakarta : Salemba Empat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful