Anda di halaman 1dari 12

PEMANFAATAN METODE PHOTON PENGHISAP UNTUK

MEMBERSIHKAN SEDIMEN DI REGULATING POND PLTA RENUN

I. LATAR BELAKANG

PLTA Renun berlokasi di kabupaten Dairi, Propinsi Sumatera Utara yang berada
sebelah barat laut Danau Toba. Desain PLTA Renun merupakan tipe Run of River
dengan Regulating Pond harian dengan operasi beban puncak selama 5 jam. Air
diperoleh dari Mainstream sungai Renun dan 11 Tributary Intake untuk
menggerakkkan generator yang selanjutnya dialirkan ke Danau Toba.

PLTA Renun yang berada sekitar 100 km dari kota Medan, menyediakan listrik untuk
kota Medan dan daerah sekelilingnya yang akan menjadi daerah perindustrian. PLTA
merupakan pembangkit dengan biaya operasi termurah jika dibandingkan dengan
pembangkit-pembangkit listrik lainnya, sehingga PLTA merupakan pembangkit
andalan PLN untuk menekan biaya operasi PLN secara nasional.

II. PERMASALAHAN

Sedimentasi di Regulating Pond


Regulating Pond merupakan kolam pengumpul air sehingga air dapat dipakai saat
PLTA Renun beroperasi. Regulating Pond mengumpulkan air dari sungai Renun dan
8 anak sungai. Sedimentasi yang terjadi pada Regulating Pond menyebabkan volume
air yang terkumpul tidak maksimal atau volume air berkurang, sehingga sebagian air
terbuang dan PLTA Renun beroperasi beban penuh tidak lama. Dengan kata lain lebih
banyak air terbuang, semakin banyak kWh yang tidak diproduksi atau terbuang.

III.SOLUSI PERMASALAHAN

Sedimen yang ada harus dibuang untuk mengembalikan kapasitas Regulating Pond
seperti desainnya, sehingga diharapkan tidak ada air yang terbuang dan secara
maksimal diubah menjadi kWh. Salah satu cara untuk membuang sedimen dengan
menggunakan Photon Penghisap.

1. Gambaran Photon Penghisap

a. Pengertian Phonton Penghisap

Phonton Penghisap adalah merupakan sebuah perahu yang di desain sebagai alat
kerja yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan khusus untuk melakukan
penghisapan lumpur. Phonton ini berukuran 600 cm x 360 cm, dan peralatan-
peralatan yang ada di atas phonton antara lain :

1
Engine Diesel Slurry Pump Selang Hisap

Generator
Panel 380 V 30 Hp Gear Motor
Kendali
Manuver Winch Belalai Penghisap

Gbr. P. Atas Phonton & Peralatan


b. Fungsi & Peralatan Kerja yang ada di atas Phonton

1. Slurry Pump c/w Engine Diesel : Sebagai pompa penghisap lumpur.


2. Engine Diesel : Sebagai penggerak Pompa.
3. Generator 380 V 30 Hp : Sebagai penggerak manuver winch dan
peralatan Belalai penghisap.
4. Manuver winch : Sebagai penggerak phonton maju mundur
dengan penghubung sling cable.
5. Belalai penghisap : Sebagai peralatan bantu pengontrol dalam
melakukan penghisapan di dasar air yang di
lengkapi dengan peralatan pengaduk lumpur,
dan dapat bergerak naik turun dengan
kemiringan +/- 70° dari permukaan air sampai
ke dasar waduk.
6. Selang in Ø 8 inchi x 9 meter : Sebagai saluran penghisapan lumpur
7. Selang Out Ø 6 inchi x 400 meter: Sebagai saluran pembuangan lumpur
(flaxible hose).
8. Pelampung : Sebagai penimbul selang out agar tetap berada
di atas permukaan air.
9. Panel kendali : Sebagai alat pengendali peralatan-peralatan
penggerak.
10. Atap : Sebagai pelindung peralatan-peralatan yang
berada di atas phonton.
11. Alat Penegang & pengendur Cable : Sebagai alat Bantu untuk memindahkan
phonton pada jalur-jalur penghisapan.

2. Metode Penghisapan

2
a. Pemilihan Pompa Penghisap Lumpur

Dalam pembersihan sedimentasi pada dasar air sebuah waduk ini, pompa penghisap
lumpur adalah alat kerja yang sangat penting dalam proses pengerjaannya, dalam
proses ini di butuhkan pompa penghisap yang dapat bekerja sesuai dengan kondisi
Regulating Pond yang akan di bersihkan antara lain :

- Luas Reg. Pond : 400 meter x 200 meter


- Jarak Output sampai ke penampungan : 400 meter
- Kedalaman hisap : 7 meter
- Endapan lumpur pada dasar waduk : 1 meter

Pemilihan pompa penghisap lumpur yang sesuai dari kondisi diatas adalah
Centrifugal End Suction c/w Diesel.

1. Spesifikasi Pompa
Model : Centrifugal End Suction
Merk : Ebara
Cap : 7000 liter/min.
Head : 85 meter
In/Out : 8”x 6”
Power : 190 Hp – 3 phase – 380V – 50 Hz

2. Spesifikasi penggerak Engine Diesel


Type : 6JB1
Merk : Isuzu
Rated output : 62.0/3000
Battery : Starter motor
Cooling : Radiator
Fuel : Solar
Weight : 240 K

Perhitungan efisiensi pada pompa


Ø : Diameter selang out = 6 inchi = 0.15 mtr
ℓ : Jarak selang out = 400 mtr
Q : Kapasitas pompa = 7000 liter/min
µ : Piskositas Lumpur = 0.025

Head Loos pada pipa :


H1 = µ × ℓ/ø × Q/ h1-h2
= 0.025 × 400/0.15 × 1.2/10-0
= 7.9 mtr

Kemungkinan terjadi Head Loos akibat belokan :


H2 (belokan 90 ) = +/- 1 mtr
H2 = 1 mtr × 5 belokan = 5 mtr
Total Head Loos = H1 pada pipa + H2 pada belokan
H Total = 7.9 + 5 =12.9 mtr
= 12.9 × SF (1.5)

3
= 19.35 mtr
Minimum Head Pompa = 19.35 + 10
= 29.35 mtr

Dari spesifikasi Head pompa = 85 mtr dan perhitungan Head Loos = 29.35 mtr, maka
jenis pompa Centrifugal End Suction dinyatakan sesuai, karena head pompa masih
lebih besar dari head loos.

b. Metode Belalai Penghisap

Belalai penghisap adalah : suatu alat yang dirancang khusus untuk melakukan
penghisapan dengan cara mengaduk lumpur yang telah terendap pada dasar waduk
dengan alat cangkul pengaduk dengan putaran 7,5 Rpm/min, dan lumpur yang telah di
aduk dapat langsung dihisap oleh pompa melalui corong hisap.

Komponen- komponen pada belalai penghisap :


1. Cangkul Pengaduk : Sebagai alat pengaduk lumpur dengan putaran 7,5
Rpm/min.

2. Corong hisap : Sebagai corong penghisap lumpur.


3. Roda penjejak lantai : Roda pembatas agar kepala corong hisap dan cangkul
pengaduk tidak bersentuhan dengan lapisan aspal pada
dasar waduk.

4. Warm gear kedap air : Sebagai roda gigi penggerak cangkul pengaduk.
5. Gear motor : Sebagai roda gigi penggerak.
6. As penggerak : Sebagai alat transmisi penggerak Warm gear.
7. Bushing : Sebagai alat transmisi penggerak Warm gear..
8. Tiang control hisap : Sebagai alat pengontrol peralatan penghisapan,
9. Winch tiang derek : Sebagai alat penarik naik turun tiang control hisap
10. Gear Motor c/w Generator : Sebagai penggerak As dan peralatan muncung
pengaduk.

Bushing

Selang hisap
As penggerak

Foot valve Corong hisap

O 60 cm
O 40 cm
cangkul pengaduk
Warm gear 100 cm

Roda penjejak lantai

Lantai
10 cm

Gbr. Pot. Belalai Penghisap

c. Metode Pergerakan Phonton

4
Untuk melakukan penghisapan, Phonton bergerak sesuai jalur- jalur yang telah di
tentukan dengan tiang-tiang tambatan yang di pasang di lokasi luar waduk. Metode
pergerakannya antara lain :

1. Phonton digerakkan maju mundur oleh Generator yang di hubungkan dengan Gear
motor pada Manuver Winch yang telah dililitkan seling cable Ø 5/8” pada sisi
kanan dan kiri phonton.

Gear
Motor

Tiang Tambatan
Tiang Tambatan

Gbr. Manuver Winch pada sisi kanan phonton

2. Seling cable yang telah dililitkan pada winch tersebut ujungnya


di ikatkan pada tiang –tiang tambatan yang terpasang di lokasi luar waduk dengan
menggunakan pengikat klem dan alat penegang winch cable yang berada di lokasi
luar waduk.

3. Untuk memindahkan Phonton pada jalur penghisapan selanjutnya, maka kedua


utas seling cable manuver di pindahkan dari tiang satu ke tiang berikutnya dengan
menggunakan Alat penegang dan pengendur sling.

Tonggak Tambatan

Manuver Winch Phonton

Gbr. P. Samping Alat penegang dan Pengendur sling

5
4. Dan proses pemindahannya, Sling cable tersebut harus di
kendorkan terlebih dahulu menggunakan alat pengencang dan pengendur sling dan
geserkan alat tersebut kemudian barulah seling cable dapat diikatkan pada tiang
berikutnya dan di kencangkan kembali, sehingga Phonton dapat ikut bergeser pada
jalur berikutnya.

3. Metode Pembuangan Lumpur

a. Sistem Waduk Penampungan Lumpur.

Sistem pembuangan lumpur dalam pekerjaan ini harus sangat di perhatikan,


pembuangan lumpur tidak dapat langsung di alirkan ke sungai yang ada di lokasi luar
Reg. Pond, dikarenakan aliran air sungai tersebut digunakan untuk keperluan irigasi
pertanian masyarakat. Dalam hal ini dapat dipilih system pembuangan yang aman
yaitu dengan penyediakan waduk penampungan lumpur.

Sistem waduk penampungan lumpur ini dibuat di area dalam dan luar pagar lokasi PT
PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pandan dengan luas tanah di dalam pagar 4000
m2 + luar pagar 4000 m2, dan dibagi atas 3 (tiga) bagian, dengan alasan untuk
mengendapkan dan memisahkan lumpur dengan air, yaitu waduk penampungan A,B
dan C masing-masing waduk berukuran 64m x 12.5m x 4m, pada kedalaman 2 m
dipasangkan pipa 10 inchi sebagai selang saluran pembuangan air, yang berfungsi
mengembalikan air yang telah terpisah dengan lumpur ke Reg. Pond setelah
mengalami proses pengendapan selama 6 hari.

b. Sistem Kerja Pembuangan Lumpur Pada Waduk Penampungan

- Kapasitas penghisapan = 6 m3/menit = 360 m3/jam


- Dalam satu hari kerja = 360 m3/jam x 6 jam
= 2,160 m3
Jadi untuk mengisi satu buah waduk membutuhkan waktu = 6,400 m3 / 2,160 m3 =
+/- 3 hari
Proses pembuangan lumpur dan proses pengendapan dapat dilakukan secara terus-
menerus :

1. Waduk penampungan A, isikan lumpur hingga penuh selama 3 hari


kerja (dari hari -1 s/d hari ke-3).
2. Untuk melanjutkan pengisian maka pindahkan selang buang ke waduk
penampungan B, isikan hingga penuh selama 3 hari kerja (dari hari ke-4 s/d hari
ke 6). Selama pengisian pada waduk penampungan B hari ke-4 s/d ke-6, maka
dengan bersamaan pada waduk A akan dilakukan proses pengendapan dan
pengembalian air ke Reg. Pond.
3. Setelah waduk B penuh dan proses pengendapan pada waduk A telah
selesai maka pengisian dilanjutkan ke waduk penampungan C pada (hari ke-7 s/d
ke-9), maka dengan bersamaan pada waduk B akan dilakukan proses pengendapan
dan pengembalian air ke Reg. Pond.
4. Setelah waduk C penuh dan proses pengendapan pada waduk B telah
selesai, maka dengan proses yang sama ulangi pengisian pada waduk
penampungan A samapai selesai.

6
4. Langkah Kerja Keseluruhan

1. Tiang besi tambatan dipasangkan di pinggir waduk sejajar dengan arah


panjang waduk, yang berjarak 2 m x 100 buah pada sisi kanan dan kiri waduk,
sebagai langkah-langkah jalur penghisapan.
2. Kemudian ikatkan sling cable pada tiang besi tambatan yang berada di
pinggir waduk dan dihubungkan dengan Manuver winch sisi kiri dan sisi kanan
pada phonton
3. Sebelum memulai penghisapan, pemeriksaan kembali persiapan seluruh
peralatan kerja yang ada di atas phonton
4. Operasikan Pompa lumpur c/w Diesel.
5. Menurunkan belalai penghisap ke dasar waduk.
6. Kemudian memulai langkah penghisapan pompa dengan
mengoperasikan Manuver winch untuk menggerakkan phonton searah maju
dengan jarak tempuh 3 m/ min.
7. Membuang sediment yang telah di hisap ke waduk penampungan
8. Untuk melanjutkan langkah penghisapan pada jalur berikutnya, maka
kendurkan sling dengan alat penegang dan pengendur seling dan geserkan alat
tersebut kea rah tiang berikutnya, ikatkan kembali peda tiang kemudian
kencangkan sling maka secara bersamaan phonton akan ikut bergeser dan siap
untuk melakukan penghisapan kembali.
9. Pemeriksan kembali hasil yang telah dikerjakan dengan Stick pengukur.

IV. JUSTIFIKASI TEKNIS DAN EKONOMI

1. Justifikasi Teknis

Pemanfaatan metode Photon Penghisap mempunyai beberapa kelebihan jika


dibandingkan secara manual dengan Excavator membersihkan sedimentasi. Beberapa
kelebihannya antara lain :

1. Pembersihan dilakukan tanpa merusak struktur dasar Reg. Pond yang dilapisi
dengan aspal. Pemakaian Excavator kemungkinan dapat merusak dasar Reg. Pond
2. Pembersihan dilakukan tanpa menghentikan operasi pembangkit

2. Justifikasi Ekonomis

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan photo penghisap dapat dilakukan kajian dengan
pendekatan keputusan - keputusan nilai yang didiskontokan seperti berikut:

A. Discountted Payback Periode


B. Net Present Value (NPV)
C. Internal Rate Return (IRR)

7
Perhitungan biaya dilakukan dengan data-data real dan asumsi sebagai berikut :

• Elevasi minimal Reg. Pond pembangkit operasi : EL. 1368 M


• Volume Reg. Pond saat EL 1368 M : 330.600 M3
• Volume Sedimentasi : 63.840 M3
• Volume Air saat EL 1368 M : 266.760 M3
• SWC (estimasi tahun 2008) : 0,8996 M3/kWh
• Waktu Pengeringan Reg. Pond : 3 hari
• Waktu Pengisian Reg. Pond : 2 hari
• Kapasitas sediment setiap pengerukan Excavator : 0,8 m3
• Estimasi waktu satu kali pengerukan Excavator : 2 menit
• PS dan Losses kWh sampai ke Pelanggan : 11,85 %
• Harga jual listrik : 630 Rp/kWh
• Biaya Pengerukan secara manual/Excavator : 10.500 Rp./m3
• Beban saat pembangkit operasi : 82.000 MW
• Lama operasi harian pembangkit : 6 jam/hari
• Lahan untuk Waduk Penampung : 10.000 m2
• Biaya Pembebasan Lahan untuk Waduk Penampung: Rp. 48.036.879
• Biaya Pembersihan dengan Photon Penghisap : Rp. 4.098.481.145
• Tingkat bunga pinjaman : 14 %
• Umur manfaat Peralatan : 5 tahun.

A. Biaya Pembersihan dengan Photon Penghisap . ,

Dari asumsi diatas dapat dihitung besarnya pembersihan sedimen dengan photon
penghisap sebagai berikut:

Biaya Total Photon Penghisap = Pembebasan Lahan x Pembersihan Sedimen


= Rp. 48.036.879 x Rp. 4.098.481.145
= Rp. 4.146.518.024
.
B. Analisa Biaya

Dasar perhitungan analisa biaya ini dilakukan berdasarkan asumsi-asumsi seperti ,


• terdapat biaya langsung pembersihan sedimen secara manual
• terdapat biaya tidak langsung, yaitu cost oppurtunity air yang
sebenarnya dapat
• menghasilkan kWh, terbuang saat pengeringan Reg. Pond,
Pengisian air dan
• pembersihan sedimen
Maka perhitungan analisa biaya dapat dilakukan seperti table dibawah ini :

8
NO U R A I A N SATUAN BIAYA
3
1 Volume air yang dibuang M Vbuang= Volume Air EL. 1368 M
saat pengeringan Reg. Pond = 266.760 M3
2 kWh air yang dibuang untuk kWh = Vbuang (M3) : SWC M3/kWh)
pengeringan sedimen. = 266.760 : 0,8996
= 296.532 kWh
3 kWh padam saat kWh = Beban (kW) x Operasi Harian
pengeringan Reg. Pond (jam/hari) x lama pembuangan
(hari)
= ( 82.000 x 6 x 3)
= 1.476.000 kWh
4 Lama Pekerjaan hari = Volume sediment (M3) :
Pembersihan Sedimen Kapasitas sekali keruk (M3) x
dengan Manual Waktu Sekali Keruk (Menit)
= ( 63.840 : 0,8 x 2)
= 159.600 menit = 111 hari
5 kWh padam saat kWh = Beban (kW) x Operasi Harian
pembersihan sedimen dengan (jam/hari) x lama pembersihan
manual (hari)
= ( 82.000 x 6 x 111)
= 54.612.000 kWh
6 kWh padam saat pengisian kWh = Beban (kW) x Operasi Harian
air di Reg. Pond (jam/hari) x lama pengisian (hari)
= ( 82.000 x 6 x 2)
= 984.000 kWh
7 kWh produksi total yang kWh =(2+3+5+6)
hilang = ( 296.532 + 1.476.000 +
54.612.000 + 984.000)
= 57.368.532 kWh
8 kWh pelanggan yang hilang kWh = kWh Prod. Total (kWH) – [kWh
Prod. Total (kWH) x Losses (%)
= ( 57.368.532 – (57.368.532 x
11,85))
= 50.570.361 kWh
9 Cost Oppurtinity yang hilang Rupiah = kWh Pelanggan. Total (kWH) x
TDL (Rp)
= ( 50.570.361 x 630)
= Rp.859.327.288

10 Biaya Pengerukan sedimen Rupiah = Volume sedimen (M3) x Biaya


dengan manual (Rp/M3)
= ( 63.840 x 10.500)
= Rp. 670.320.000

11 Biaya Langsung dan Tidak Rupiah = ( 9 + 10 )


langsung pembersihan secara

9
manual = Rp. 32.529.647.288

12 Biaya Total pembersihan Rupiah = Rp. 4.146.518.024


sedimen dengan Photon
Penghisap
13 Jadi Total biaya yang dapat Rupia = (11 – 12 )
disaving per tahun dengan h
metode Photon Penghisap = Rp. 28.383.129.264

C. Discounted Payback Periode

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka perhitungan discounted payback periodic


dihitung sebagai berikut :

Biaya Pembersihan dengan Photon Penghisap = Rp. 4.146.518.024


Masa manfaat efektif Investasi = 5 Tahun
Tingkat bunga pinjaman bank = 14 % ( flat)

Thn Penghematan biaya Fak. Dis Nilai Sekarang Nilai Akumulasi


1 28.383.129.264 0, 877 24.892.004.364 24.892.004.364
28.383.129.264 21.826.626.40
2 0, 769 4 46.718.630.768
3 28.383.129.264 0, 675 19.158.612.25
3 65.877.243.021
4 28.383.129.264 0,592 16.802.812.52
4 82.680.055.546

Sebelum 1 (satu) tahun sudah tertutup sebesar Rp. 24.892.004.364,- sehingga ;

Rp. 4.146.518.024,-
= ------------------------- = 0,17 tahun = 2 bulan
Rp. 24.892.004.364,.-

Maka Discounted back periodenya setelah = 2 bulan.

D. Metode Nilai Sekarang Netto (NPV)

Bila Perhitungan berdasarkan NPV ini nilainya positif maka pekerjaan ini dapat
diterima. Masa manfaat perlatan tersebut telah diasumsikan efektif 5 tahun maka
perhitungan NPV yang didiscontokan dari investasi tersebut dapat dilihat seperti
dibawah ini ;

NPV = PV cash inflow – PV cash outflow

Present Value cash inflow merupakan asumsi biaya-biaya yang dapat dihemat selama
masa manfaat efektif peralatan , seperti tabel di atas.
PV cash out flow merupakan besar biaya investasi

10
Thn Penghematan Fak. Dis Nilai Sekarang Nilai Akumulasi
biaya
1 28.383.129.264 0, 877 24.892.004.364 24.892.004.364
2 28.383.129.264 0, 769 21.826.626.404 46.718.630.768
3 28.383.129.264 0, 675 19.158.612.253 65.877.243.021
4 28.383.129.264 0,592 16.802.812.524 82.680.055.546
5 28.383.129.264 0,519 14.730.844.088 97.410.899.634

NPV = 97.410.899.634 - 4.146.518.024


= 93.264.381.610

NPV bernilai positif untuk kedua kondisi diatas sehingga Investasi Layak
diterima.

E. Tingkat Hasil Internal ( IRR)

Tingkat hasil internal (IRR) juga disebut sebagi tingkat hasil yang menjadikan biaya
Investasi sama dengan nilai sekarang dari biaya – biaya diasumsikan dapat dihemat
atau NPV = nol., Bila IRR nilainya lebih besar dari biaya investasi, maka proyek
dapat diterima.

PV Cash inflow selama 5 tahun dengan discount rate 14 % seperti asumsi diatas
adalah :
NPV cash inflow = biaya Investasi

Asumsi biaya dapat dihemat x tahun disconto = biaya investasi


Maka :

28.383.129.264 x Faktor Disconto = 82.680.055.546

82.680.055.546
Fak. Disc = ----------------------------- = 2,91
28.383.129.264

(dengan cara interpolasi, nilai IRR 25,83 %)

dari tabel (factor disconto) tarlampir dapat dilihat bahwa nilai untuk kedua kondisi
tersebut diatas adalah 20 % pada masa manfaat 5 (lima) tahun. Karena nilai IRR lebih
besar dari bunga 14 % maka Proyek Pembersihan Sedimen ini dapat disetujui.

11
V. KESIMPULAN

Berdasarkan justifikasi teknis, pemanfaatan motode Phonton Penghisap mempunyai


keuntungan- keuntungan sebagai berikut :
1. Pembersihan dilakukan tanpa merusak struktur dasar Reg. Pond yang dilapisi
dengan aspal. Pemakaian Excavator kemungkinan dapat merusak dasar Reg. Pond
2. Pembersihan dilakukan tanpa menghentikan operasi pembangkit

Dari justifikasi ekonomi, pemanfaatan motode Photon Penghisap sangat


menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari :
1. Dana Pembersihan Rp. 4.146.518.024
2. Akan didapatkan Break Event point pada tahun ke-0 bulan ke-2 jika
dibandingkan pembersihan secara manual
3. Dari Penilaian NPV (Net Present Value), pada tahun ke-5 akan mendapatkan
keuntungan Rp. 93.264.381.610 jika dibandingkan secara manual
4. Didapat prosentase nilai IRR sebesar 25,83 % atau lebih besar dari nilai bunga
pinjaman sebesar 14 %.

Penilaian teknis dan ekonomi menunjukkan bahwa investasi pembangunan


”Pembersihan Sedimen dengan Metode Photon Penghisap” layak diimplementasikan
di Regulating Pond PLTA Renun jika dibandingkan dengan pembersihan secara
manual.

12