Anda di halaman 1dari 10

PEMBUATAN AQUADM (AQUADEMINERALIZED) DARI AIR AC (AIR

CONDITIONER) MENGGUNAKAN RESIN KATION DAN ANION


Laila Mustahiqul Falah, Drs. Gunawan, M.Si, Drs. Abdul Haris, M.Si
Laboratorium Kimia Analitik, Jurusan Kimia
Universitas Diponegoro
Semarang, Februari 2009

ABSTRAK
Aqua DM (demineralisasi) merupakan air yang bebas ion atau tanpa mineral, aqua DM
diperoleh dari air mineral yang mengandung ion yang dilewatkan dalam beberapa kolom resin
sehingga mineral yang terbawa tertahan pada kolom resin. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk memanfaatkan air buangan AC sebagai bahan dasar pembuatan aqua DM. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengalirkan air AC pada resin penukar kation dan
anion. Resin kation diaktifkan dengan HCl dan resin anion diaktifkan dengan NaOH. Untuk
mengetahui karakteristik kerja resin penukar ion dilakukan pengukuran konduktivitas, TDS
(Total Dissolve Solid), serta pH pada keluaran kolom resin penukar kation dan anion. Dan kadar
Pb dalam keluaran kolom resin penukar kation dan anion dengan Spektrofotometer Serapan
Atom. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan pH serta penurunan konduktivitas dan
TDS dari air keluaran kolom resin penukar kation dan anion. Data yang diperoleh pada sampel
studio foto Walet di Setiabudi (±15 meter dari jalan raya) memiliki konduktivitas 4,1 µS, TDS
2,3 ppm dan pH 7,42. Sampel di pabrik CocaCola Ungaran (±50 meter dari jalan raya) nilai
konduktivitasnya 3,1 µS, TDS 1,7 ppm dan pH 7,09. Dan tempat isi ulang air minum Fine di Jati
Raya Banyumanik (±8 km dari jalan raya) nilai konduktivitasnya 5,87 µS, 2,88 ppm dan pH
7,71. Kadar Pb sebesar 0,03 ppm hanya terdapat pada sampel pabrik CocaCola Ungaran dan
dapat dihilangkan dengan resin.

Kata kunci: air AC (Air Conditioner), aquaDM (aquademineralized), penukar ion

PENDAHULUAN air murni dapat diketahui dengan


Air AC (Air Conditioner) merupakan pengukuran konduktivitas (Boulanger,
suatu modifikasi pengembangan teknologi 1997). Suatu air dapat dikatakan air bebas
mesin pendingin yang dimanfaatkan untuk mineral apabila batas maksimal
berbagai tujuan terutama yang bertempat konduktivitasnya 5 µS (Lestari, 2007).
Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan
tinggal di wilayah subtropis. AC membantu
memberikan udara yang sejuk dan percobaan dengan menggunakan resin
menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi penukar ion untuk menurunkan nilai
konduktivitas, TDS, pH serta kadar logam
tubuh.
Dalam prosesnya, AC menghasilkan yang terdapat dalam air AC yang diambil
air yang merupakan hasil kondensasi atau dari pabrik Cocacola Ungaran, studio foto
Walet Setiabudi dan Fine Jati Raya
pengembunan udara dari lingkungan sekitar
sehingga mengandung sedikit mineral dan Banyumanik sehingga didapatkan air yang
memiliki suhu rendah. Pada penelitian bebas mineral.
Pertukaran ion merupakan proses
terdahulu air bebas mineral digunakan
sebagai pemasok air pendingin primer pertukaran kimia yaitu zat yang tidak dapat
Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy atau larut memisahkan ion bermuatan positif atau
negatif dari larutan elektrolit dan
RSG-GAS (Lestari, 2007), dan karakteristik
melepaskan ion bermuatan sejenis ke dalam Sebanyak 30 gram resin dilarutkan
larutan yang secara kimiawi jumlahnya dalam 100 mL aqua DM dan kocok selama
sama. Proses pertukaran ion ini tidak beberapa menit. Dekantasi cairan segera
menyebabkan perubahan struktur fisik dari setelah partikel-partikel yang lebih kasar
resin penukar ion (Grinstead dan Pallman, turun ke bawah. Volume resin harus kira-
1993). kira 25 mL. Cuci resin dengan aqua DM,
biarkan turun dan dekantasi cairan
METODE PENELITIAN supernatan. Proses diulangi hingga diperoleh
Sampel cairan supernatan yang jernih. Pindahkan
Sampel yang digunakan adalah air buangan campuran resin ke dalam buret kemudian
AC (Air Conditioner) yang di dapat di ditambah air ke dalam sebuah buret yang
Kecamatan Banyumanik, Kabupaten terdapat glasswool dibagian bawahnya.
Semarang, Jawa Tengah meliputi air AC Pastikan tidak ada gelembung udara yang
yang berasal dari pabrik Cocacola di terbentuk di dalam resin. Cuci resin dalam
Ungaran (±50 meter dari jalan raya), studio kolom 1 kali dengan aqua DM. Permukaan
foto Walet di Setiabudi (±15 meter dari jalan cairan jangan sampai turun dibawah
raya), dan tempat air isi ulang Fine di Jati permukaan atas dari resin. Permukaan cairan
Raya Banyumanik (±8 km dari jalan raya). sebaiknya kira-kira 1 cm di atasnya.

Alat Penukaran Kation Asam Kuat


Alat-alat yang digunakan yaitu: kolom Resin yang telah dimasukkan ke
penukar ion, buret, peralatan gelas dalam kolom ditambah dengan HCl 2 M
laboratorium, pipet tetes, pH meter Hach dengan volume 250 mL dan dialirkan
EC20, statif, konduktometer PL-600, neraca melalui kolom selama 25 – 30 menit.
analitis Mettler AT 200l, AAS PE 3110. Kelebihan asam dialirkan keluar sampai
diatas permukaan resin dan sisa asam yang
Bahan tertinggal dibilas dengan aqua DM dengan
Bahan-bahan yang digunakan yaitu: resin perbandingan volume kira-kira 6 : 1
zerolit 225 (bentuk-Na) sebagai penukar ion terhadap volume lapisan resin. Proses selesai
asam kuat, resin zerolit FF (bentuk-Cl) jika 10 mL efluen terakhir memerlukan
sebagai penukar ion basa kuat, HCl 2 M, kurang dari 1 tetes NaOH 0,02 M. Resin
NaOH 1 M, aqua DM, Na2SO4 0,25 M, kemudian dapat digunakan untuk
NaOH 0,1 M, HCl 0,1M. menukarkan ion-ion hidrogennya dengan
kation-kation pada larutan sampel.
Penanganan Sampel Penukaran Anion Basa Kuat
Pengukuran Uji daya hantar, TDS, pH, Resin yang telah dimasukkan ke
dan Temperatur dalam kolom ditambah dengan NaOH 1 M
Sebanyak 25 mL air AC (Air dengan volume 100 mL dan dialirkan
Conditioner) diukur daya hantar dan TDS melalui kolom selama 10 – 15 menit. Resin
(Total Dissolve Solid) dengan kemudian dibilas agar bebas dari alkali
konduktometer PL-600, suhu serta pH dengan aqua DM yang bebas CO2 sebanyak
dengan menggunakan pH meter Hach EC20 2 liter untuk 100 gram resin untuk mencegah
serta kadar Pb dengan AAS PE 3110. resin berubah ke bentuk karbonat. Terjadi
pertambahan volume sebanyak 20 % pada
Preparasi Resin Penukar Ion Dalam proses pengubahan resin dari bentuk klorida
Kolom ke bentuk hidroksida.
Sebagian dari sebuah kolom kecil
Penentuan Kapasitas Resin Penukar diisi dengan aqua DM dengan menjaga agar
Kation semua udara yang terjebak dari bawah
Resin yang dihasilkan dari proses cakram kaca terdesak keluar. Ditimbang 1
diatas, diletakkan dalam cawan penguapan gram resin anion kering dan dipindahkan ke
dan ditutup dengan kaca arloji yang dalam kolom. Tambahkan aqua DM
ditopang dua batang kaca, selanjutnya secukupnya sampai menutupi resin.
disimpan pada temperatur 25 – 35 oC selama Gelembung udara yang terbentuk
3 – 4 hari. Kapasitas resin yang dihasilkan dikeluarkan dengan karet penghisap.
akan tetap konstan selama jangka waktu Permukaan pada pipa keluar diatur sehingga
yang lama jika disimpan dalam botol cairan dalam kolom turun kira-kira sampai 1
tertutup. cm di atas permukaan resin.
Sebagian kolom kecil diisi dengan Sebanyak Na2SO4 0,25 M ± 250 mL
aqua DM dengan menjaga agar semua udara diteteskan dengan laju 2 mL/menit dan
yang terjebak dari bawah cakram kaca kumpulkan efluen dalam erlenmeyer 250
terdesak keluar. Ditimbang 0,5 gram resin mL. Kapasitas resin ditentukan dalam
kation kering dan dipindahkan ke dalam miliekuivalen per gram dengan rumus bv/W,
kolom. Tambahkan aqua DM secukupnya b merupakan molaritas NaOH, v merupakan
sampai menutupi resin. Gelembung udara volume NaOH yang digunakan dalam titrasi
yang terbentuk dikeluarkan dengan karet dalam satuan mL, dan W merupakan bobot
penghisap. Permukaan pada pipa keluar resin dalam satuan gram.
diatur sehingga cairan dalam kolom turun
kira-kira sampai 1 cm di atas permukaan Pertukaran Kation-Anion Sampel dengan
resin. Resin
Sebanyak Na2SO4 0,25 M ± 250 mL Resin dalam kolom dipastikan siap
diteteskan dengan laju 2 mL/menit dan digunakan. Dialirkan 50 mL sampel melalui
kumpulkan efluen dalam erlenmeyer 250 kolom dengan laju 2 mL/menit dan buang
mL. Kapasitas resin ditentukan dalam efluen. Selanjutnya 100 mL sampel dialirkan
miliekuivalen per gram dengan rumus av/W, melalui kolom dengan laju sama dan
a merupakan molaritas HCl, v merupakan tampung efluen yang terbentuk.
volume HCl yang digunakan dalam titrasi Konduktivitas, pH, dan TDS efluen diukur
dalam satuan mL, dan W merupakan bobot dan dibandingkan hasilnya dengan
resin dalam satuan gram. konduktivitas, pH, dan TDS akuades,
aquabides, dan aqua DM. Sebaiknya efluen
Penentuan Kapasitas Resin Penukar dalam kolom penukar kation dialirkan
Anion terlebih dahulu baru kemudian dialirkan ke
Resin dalam bentuk klorida dalam kolom penukar anion.
diletakkan dalam cawan penguapan dan
ditutup dengan kaca arloji yang ditopang HASIL DAN PEMBAHASAN
dua batang kaca sehingga melindungi dari Preparasi Penukaran Resin Kation dan
debu sambil memberi kesempatan udara Anion
beredar yang selanjutnya disimpan pada Pertukaran resin anion dan kation
temperatur 25 – 35 oC selama 3 – 4 hari. dengan menggunakan kolom dengan
Kapasitas resin yang dihasilkan akan tetap panjang 50 cm dan diameter 2 cm yang
konstan selama jangka waktu yang lama jika berisi 30 gram resin. Resin yang digunakan
disimpan dalam botol tertutup. yaitu resin kation dan anion yang memiliki
diameter manik resin 0,61 ± 0,05 mn dan Resin kering yang didapat pada resin
diatur pada kecepatan alir konstan 2 kation berbeda dengan resin anion. Resin
mL/menit. Volume yang digunakan kering kation terbentuk selama 3 hari
sebanyak 300 mL akuades. sedangkan resin kering anion terbentuk
Setelah resin kation dialiri HCl yang selama 4 hari. Ini mengalami perbedaan
terdapat dalam kolom, resin kation masa pengeringan diakibatkan karena
mengalami perubahan warna yang semula volume air yang berada pada gelas beker
berwarna coklat menjadi coklat tua. pada resin tersebut berbeda, sehingga lama
Perubahan warna yang terjadi ini disebabkan pengeringan juga berbeda.
oleh HCl, HCl sendiri merupakan asam kuat. Pada penentuan kapasitas resin
Diharapkan agar efluen yang keluar dari kation dengan mengalirkan Na2SO4 250 mL
kolom harus sangat asam terhadap indikator dan dititrasi dengan NaOH dihentikan pada
jingga metil, sehingga resin dapat digunakan saat volume 25 mL karena menunjukkan
untuk menukarkan ion-ion hidrogen dengan perubahan warna menjadi merah muda.
kation-kation yang ada dalam larutan Sehingga diperoleh nilai kapasitas resin
tersebut. kation sebesar 1,5 miliekuivalen/gram. Ini
Pada kolom yang berbeda, resin menunjukkan bahwa kapasitas resin kation
anion dialiri NaOH yang bersifat sebagai semakin asam.
basa kuat. Kemudian resin dibilas dengan air Resin anion kering dimasukkan ke
yang terdeionisasi yang bebas dari karbon dalam kolom dan dialiri dengan Na2SO4,
dioksida untuk mencegah resin berubah ke resin yang berada di atas permukaan
bentuk karbonat. Kemudian terjadi berubah warna sebagian menjadi warna
penambahan volume resin sebanyak 2 % hijau, dan diperoleh nilai kapasitas resin
pada pengubahan resin dari bentuk klorida kation sebesar 5 miliekuivalen/gram. Ini
ke bentuk hidroksida. menunjukkan bahwa kapasitas resin anion
semakin basa. Kapasitas pertukaran ion total
Penentuan Kapasitas Resin Penukar dari suatu resin bergantung pada jumlah
Kation dan Anion total gugus-gugus aktif ion per satuan bobot
Kapasitas resin penukar ion adalah bahan itu dan semakin banyak jumlah ion-
bilangan yang menyatakan jumlah ion itu, semakin besar kapasitasnya (Vogel,
banyaknya ion yang dapat dipertukarkan 1994).
untuk setiap 1 (satu) gram resin atau tiap
mililiter. Dengan berjalannya waktu Pertukaran Kation-Anion Sampel dengan
penggunaan resin penukar ion, kemampuan Resin
tukar resin penukar ion semakin berkurang Aplikasi teknik kolom yang
dan lama kelamaan tidak mampu lagi digunakan pada pertukaran kation dan anion
terhadap sampel air AC dengan
mempertukarkan ion-ion pengotor didalam
air dengan H+ maupun OH- dari resin menggunakan kolom dengan panjang 50 cm
penukar ion. Sehingga dilakukan regenerasi, dan diameter 2 cm yang berisi 30 gram
resin. Volume yang digunakan sebanyak 300
dimana regenerasi berlangsung menurut
reaksi sebagai berikut : ml sampel air AC dengan kecepatan alir
konstan 2 mL/menit yang dialirkan keluar
Na- resin + HCl H-resin + NaCl kolom sehingga diperoleh efluen-efluen
(resin penukar kation) yang ditampung dalam botol film.
Cl- resin + NaOH OH-resin + NaCl Kemudian dapat ditentukan nilai
(resin penukar anion) konduktivitasnya, pH, dan TDS.
Air AC keluaran dari kolom diukur nilai konduktivitasnya memiliki nilai
dilakukan uji dengan konduktometer untuk 74,5 µS dan nilai “total dissolved solid”
mengetahui keberhasilan regenerasi tersebut. atau TDS 37,1 ppm dengan pH 5,20.
Pengukuran konduktivitas suatu larutan Terlihat bahwa air AC memiliki nilai
bertujuan untuk mengetahui seberapa besar konduktivitas yang cukup tinggi dan setelah
kemampuan larutan untuk mengalirkan arus sampel air AC melewati resin, baik resin
listrik. Kemampuan ini tergantung pada kation maupun resin anion sampel air AC
kehadiran ion-ion, konsentrasi total ion, mengalami penurunan nilai konduktivitas
mobilitas, dan valensi, serta temperatur pada 4,1 µS, TDS 2,3 ppm dan pH menjadi 7,42.
saat pengukuran. Penghantaran arus listrik Nilai “total dissolved solid” berjalan
terjadi karena perpindahan ion-ion mengikuti konduktivitas, apabila
bermuatan. Oleh karena itu, dengan konduktivitas tinggi maka padatan terlarut
mengetahui besaran konduktivitas akan akan tinggi. Hasil pengukuran konduktivitas,
diperoleh gambaran atau perkiraan kadar TDS dan pH pada sampel studio foto Walet
ion-ion yang terlarut dalam air. di Setiabudi ditampilkan pada gambar 4.1
Konduktivitas air keluaran kolom resin dan 4.2.
penukar anion harus memiliki harga <5 50
K onduktivitas  (uS )

P engambilan
µS/cm. Jika harga konduktivitas air keluaran 40 s ampel air AC
melalui res in kation
kolom resin penukar ion <5 µS/cm, 30
P engambilan
menunjukan indikasi keberhasilan 20 s ampel air AC
melalui res in anion
10
regenerasi resin penukar ion dan air ini 0
P engambilan
s ampel air AC
dapat dikatakan air yang bebas mineral, 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330
melalui res in kation
dan anion
yang artinya air AC memiliki daya hantar Volume  P e ng ambilan

listrik yang rendah. Jika nilai konduktivitas Gambar. 4.1 Grafik hubungan konduktivitas dengan
volume pengambilan pada sampel air AC di Walet
lebih besar dari 5 µS/cm, ini menunjukkan Setiabudi
bahwa air AC tersebut tidak dapat (kecepatan alir 2mL/menit dengan sampel awal = 74,5 µS)
digunakan sebagai air yang bebas mineral
karena memiliki kemampuan mengantarkan 25 P engambilan
s ampel air AC
daya listrik yang besar. Dalam hal ini resin 20 melalui res in kation
T D S  (ppm)

P engambilan
penukar ion telah aktif kembali dan mampu 15
s ampel air AC
10 melalui res in anion
mempertukarkan ion pengotor yang ada di 5 P engambilan
dalam air AC. 0
s ampel air AC
melalui kation dan
Sampel yang digunakan adalah 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330
Volume P eng ambilan
anion

sampel yang berbeda untuk membandingkan Gambar. 4.2 Grafik hubungan TDS dengan volume
seberapa besar pengaruh letak pengambilan pengambilan pada sampel air AC di Walet Setiabudi
air AC dari jalan raya serta nilai (kecepatan alir 2mL/menit dengan sampel awal = 37,1
ppm)
konduktivitas pada air AC tersebut. Yaitu
sampel air AC yang berasal dari pabrik
Cocacola di Ungaran (±50 meter dari jalan Dari grafik yang diperoleh terlihat
raya), studio foto Walet di Setiabudi (±15 bahwa air AC yang telah melewati resin
meter dari jalan raya), dan tempat air isi kation kemudian diteruskan ke resin anion
ulang Fine di Jati Raya Banyumanik (±8 km memiliki hasil yang baik dibandingkan
dari jalan raya). apabila hanya melewati resin kation maupun
Hasil data yang diperoleh dari anion saja. Air AC yang masih memiliki
penelitian pada sampel studio foto Walet di nilai konduktivitas yang tinggi memiliki
Setiabudi, air AC sebelum melewati resin sifat menghantarkan listrik dalam air dan
sifat ini dipengaruhi dengan jumlah
kandungan ion bebas. Nilai konduktivitas (kecepatan alir 2mL/menit dengan sampel awal = 39,1
ppm)
yang rendah menunjukkan bahwa air AC
merupakan air yang bebas kandungan ion
Sampel yang diperoleh dari air
sehingga tidak mengantarkan arus listrik dan
minum isi ulang Fine Jati Raya Banyumanik
air AC ini dapat dikatakan air murni atau air
menunjukkan hasil konduktivitas 9,8 µS,
bebas mineral.
19,7 ppm dan pH 6,74. Setelah dilewati
Sampel yang diambil dari pabrik
resin baik resin anion maupun kation
Cocacola di Ungaran menunjukkan hasil
menghasilkan konduktivitas 5,87 µS, 2,88
yang cukup baik, dimana air AC sebelum
ppm dan pH 7,71. Hasil pengukuran
dilewati resin memiliki nilai konduktivitas
konduktivitas, TDS dan pH pada sampel
78,16 µS, padatan terlarut atau TDS 39,1
Fine Jati Raya Banyumanik ditampilkan
ppm dan pH 5,80 dimana pH menunjukkan
pada gambar 4.5 dan 4.6.
sifat larutan air AC asam. Setelah melewati
20 P engambilan
resin anion dan kation nilai konduktivitas 18 s ampel air AC

K onduktivitas (uS )
16 melalui res in kation
turun menjadi 3,1 µS, TDS 1,7 ppm dan pH 14
12 P engambilan
10
7,09. Pada saat pengambilan pertama efluen 8
6
s ampel air AC
melalui res in anion

air AC bersifat basa, ini terjadi karena air 4


2
P engambilan
0 s ampel air AC
AC mendapatkan ion hidroksida dari NaOH 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330
melalui res in kation
dan anion
yang terdapat pada resin anion, ion Volume  P e ng ambilan

hidroksida yang terikat pada resin menempel Gambar. 4.5 Grafik hubungan konduktivitas dengan
volume pengambilan pada sampel air AC di air isi ulang
pada air AC sehingga efluen air AC menjadi Fine Banyumanik
basa. Dan kemudian setelah mencapai titik (kecepatan alir 2mL/menit dengan sampel awal = 19,7 µS)
kesetimbangan air AC memilki pH ± 7.
Hasil pengukuran konduktivitas, TDS dan 10 P engambilan
s ampel air AC
pH pada sampel pabrik Cocacola di Ungaran 8 melalui res in kation

ditampilkan pada gambar 4.3 dan 4.4.


T D S  (ppm)

6 P engambilan
s ampel air AC
4 melalui res in anion
2 P engambilan
60 P engambilan
s ampel air AC s ampel air AC
0
50 melalui res in kation melalui res in kation
0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330
dan anion
K onduktivitas (uS )

40
P engambilan Volume P eng ambilan
30 s ampel air AC
20 melalui res in anion Gambar. 4.6 Grafik hubungan TDS dengan volume
10 P engambilan pengambilan pada sampel air AC di air isi ulang Fine
s ampel air AC
0
melalui res in kation
Banyumanik
0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330
Volume  P e ng ambilan
dan anion (kecepatan alir 2mL/menit dengan sampel awal = 9,8 ppm)
Gambar. 4.3 Grafik hubungan konduktivitas dengan
volume pengambilan pada sampel air AC di CocaCola Dari ketiga sampel air AC
Ungaran menunjukkan bahwa harga konduktivitas air
(kecepatan alir 2mL/menit dengan sampel awal = 78,16 µS)
keluaran kolom penukar kation maupun
anion cenderung tinggi tetapi selang
P engambilan
30
s ampel air AC
beberapa waktu akan mengalami penurunan
25 melalui res in kation
hingga didapatkan suatu harga yang stabil.
T D S  (ppm)

20
P engambilan
15 s ampel air AC
Hal ini disebabkan belum terpenuhinya
10 melalui res in anion
waktu kontak antra resin dengan air
5 P enagmbilan
0 s ampel air AC
sehingga reaksi pertukaran ion antara kation
0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 melalui res in kation
dan anion
dan anion dari air dengan kation dan anion
Volume P eng ambilan
resin penukar ion belum terjadi. Setelah
Gambar. 4.4 Grafik hubungan TDS dengan volume selang beberapa waktu air keluaran dari
pengambilan pada sampel air AC di CocaCola Ungaran
kolom penukar ion cenderung stabil. dibandingkan sampel pada Walet Setiabudi
Sebagai indikasi regenerasi resin penukar dan Fina Banyumanik. Ini disebabkan
ion pada air AC adalah harga konduktivitas karena resin yang bekerja pada proses
keluaran kolom resin penukar anion. pertukaran anion dan kation berjalan dengan
Dari data yang didapat pH air optimal sehingga didapatkan air dengan
keluaran kolom penukar kation mengalami konduktivitas yang rendah. Ketiga sampel
penurunan (air bersifat asam). Hal ini tersebut masih dapat dikatakan sebagai air
disebabkan karena setelah air melalui kolom yang bebas mineral karena memenuhi syarat
resin penukar kation, semua pengotor kation kualitas air demineralized. Secara
air akan dipertukarkan dengan H+ dari resin keseluruhan hasil pengukuran kualitas air
penukar kation, sehingga terjadi pelepasan AC pada tahap pembuatan air bebas mineral
H+ dari resin penukar kation dan air ditampilkan pada tabel 4.1 serta grafiknya
keluaran kolom resin penukar kation bersifat diberikan pada gambar 4.7.
asam. Pada pH air keluaran kolom resin
penukar anion mengalami kenaikan. Hal ini Tabel 4.1. Perbandingan Sampel Setelah Melewati
disebabkan pada saat air melalui kolom resin Resin Kation dan Anion
penukar anion, anion pengotor air akan TDS Konduktivitas
Sampel pH
(ppm) (µS)
dipertukarkan dengan OH- dari resin Pabrik 1,7 3,1 7,09
penukar anion, sehingga terjadi pelepasan Cocacola di
OH- dari resin penukar anion. Oleh karena Ungaran
itu air setelah melewati kolom resin penukar Studio foto 2,3 4,1 7,42
anion mempunyai pH mendekati pH netral Walet di
Setiabudi
atau sedikit basa.
Tempat isi 2,88 5,87 7,71
Konduktivitas air keluaran kolom ulang air
penukar kation mengalami kenaikan. Hal ini minum Fine
disebabkan karena air pada saat melewati di Jati Raya
kolom resin penukar kation terjadi Banyumanik.
pertukaran kation pengotor air dengan H+ Aquades 1,86 3,73 6,7
AquaDM 1,98 3,79 7,4
dari resin penukar kation, sehingga terjadi
Aquabides 0,81 1,62 7,1
pelepasan ion H+ dari resin penukar kation
yang mempunyai daya hantar lebih kecil
daripada kation pengotor air. Oleh karena itu 7,09 7,42 7,71 7,4 7,1
5,87 6,7
konduktivitas air keluaran kolom resin 3,1 2,3
4,1
2,88 3,73 3,79
1,7 1,86 1,98
penukar kation mengalami kenaikan. 0,811,62

Konduktivitas air setelah melewati kolom


Cocacola Walet Fine Aquades AquaDM Aquabides
resin penukar anion mengalami penurunan. Ungaran Setiabudi Banyumanik
Hal ini disebabkan karena pada saat air
melewati kolom resin penukar anion terjadi TDS (ppm) konduktivitas (uS) pH
pertukaran kation pengotor air dengan ion
Gambar. 4.7 Tabel 4.1 Diagram Perbandingan Sampel Air
OH- dari resin penukar anion. AC, Aquades, Aqua DM, dan Aquabides Setelah Melewati
Hasil data yang diperoleh dari ketiga Resin Kation dan Anion
sampel menunjukkan perbedaan nilai
konduktivitas, TDS dan pH. Dari ketiga Dari gambar diatas terlihat bahwa
sampel yang digunakan, sampel air AC dari sampel air AC di Cocacola Ungaran
pabrik Cocacola Ungaran memiliki nilai memiliki nilai yang terbaik dengan nilai
konduktivitas yang sangat rendah konduktivitas rendah serta pH 7,09, namun
secara keseluruhan aquabides lebih baik
dibandingkan aquades dan aqua DAFTAR PUSTAKA
demineralized. Anonim, 2008, Aqua demineralized,
Sampel air AC yang diperoleh Diadaptasi dari
dianalisis dengan menggunakan AAS untuk (http:/www.wikipedia.org/
mengetahui seberapa besar kandungan Search?aqua demineralisasi/11062008).
logam Pb yang terdapat pada sampel air AC,
baik sebelum melewati resin maupun setelah Anonim, 2009, Water Purifier, Diadaptasi
melewati resin. Analisis Pb dilakukan dari (http:/www.indiamart.com/
karena dimungkinkan logam yang terdapat search?aquafilsep/water-
pada air AC adalah Pb, Pb ini berasal dari purifier/15022009).
polusi udara yang berasal dari kendaraan
tempat sampel air AC tersebut diambil. Asijati, W. E, 2004, Ion Exchanger, Diktat
Hasil analisis kadar Pb menggunakan pada National Training Course on Water
instumentasi AAS dapat dilihat pada tabel Chemistry of Nuclear Reaktor Sistem,
4.2. August 30 Sptember 2004, Dept Kimia
FMIPA, Universitas Indonesia.
Kadar Pb (ppm)
Atkins, P. W, 1990, Physical Chemistry,
No. Sampel Sebelum Setelah
melewati melewati Oxford University Press.
resin resin
1. Pabrik Cocacola 0,03 negatif Boulanger, L, 1997, Observations on
di Ungaran Variations in electrical conductivity of
2. Studio foto negatif negatif pure demineralized water: modification
Walet di
of conductivity by low-frequency
Setiabudi
3. Tempat isi negatif negatif alternativing electric fields,International
ulang air minum Committee for Research and Study o
Fine di Jati Environmental Factors, Universite Libre
Raya de Bruxelles.
Banyumanik.
Tabel 4.2. Hasil Analisis Kadar Pb dengan AAS Bureau of Energy Efficiency, 2004, Ministry
of Power, HVAC and Refrigeration
Dari tabel 4.2 dapat dilihat, sampel Systems, In:Energy Efficiency in
air AC pada pabrik Cocacola di Ungaran Electrical Utilities. India.
sebelum melewati resin terdapat Pb sebesar
0,03 ppm yang mengartikan bahwa dalam CO150 Conductivity Meter – Instruction
air AC tersebut terdapat logam Pb. Dan Manual.
setelah melewati resin kation dan anion
sampel air AC tersebut tidak terdapat logam Christian, Gory, D, 1986, Analytical
Pb sehingga air tersebut merupakan air yang Chemistry, John Wiley and Sans Inc,
bebas mineral. Sedangkan pada sampel air Now York.
AC Walet Setiabudi dan Fine Banyumanik
sebelum melewati resin dan setelah Dorfner, K, 1991, Ion Exchangers, Wather
melewati resin tidak terdapat logam Pb, ini de Gruyter and Co, Berlin.
mengartikan bahwa di dalam air AC tersebut
bebas dari logam sehingga dapat dikatakan
air bebas mineral atau air demineralized.
Dorfner, K dan Hartono, J. A, 1995, Iptek Makhbub, M. J, 2005, Sistem Kelistrikan Air
Penukar Ion, Andi Offset , Edisi I, Conditioner Pada Mobil, Proyek Akhir
Yogyakarta. teknik mesin DIII Fakultas Teknik
Universitas Negeri Semarang.
Gokhle, A. S, Mathor, P. K and
Venkateswarhu, K. S, 1987, Ion Mittinen, J. K, 1977, Inorganic Trace
Exchange Resin for Water Purification; Element as Water Pollutant to Healkt
Properties and Characteristion, Water and Aquatic Biota dalam F. Coulation
chemestry Division, Bhabha Atomic. an E. Mrak, Ed. Water Quality Procced
Research Centre. Bombay, India. of an Int. Forum, Academic Press, New
York.
Grebeyuk, V. D and Mazo. A. A, 1980,
Demineralization of Water with Ion- Sastrawijaya, A. Tresna, 1991, Pencemaran
Exchage Resins. Journal. In Russian, Lingkungan, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Khimiya, Mescow.
Sugiharto, 1987, Dasar-dasar Pengelolahan
Grinstead dan Pallman, 1993, Metal Ion Air Limbah, Edisi Pertama, UI Press,
Scavenging from Water with Fine Mesh Jakarta.
Ion Exchange and Micropous
Membranes, Environmental Progress. Sutrisno, Totok.C, 2004, Teknologi
Penyediaan Air Bersih, Edisi Baru,
Harrizul, Rivai, 1995, Asas Pemeriksaan Penerbit Rineka Cipta, Surabaya.
Kimia, UI Press, Jakarta.
Vogel, 1994, Kimia Analisis Kuantitatif
Hendayana, S, dkk, 1993, Kimia Analitik Anorganik, Alih Bahasa: Pudjatmaka
Instrumen, IKIP Press, Semarang. dan Setiono, Penerbit Buku Kedokteran
EGC, Jakarta.
Khopkar, S. M, 1990, Konsep Dasar Kimia
Analitik. a.b: Saptorahardjo, A., UI Wertenbach, Jurgen, 2003, Energy Analysis
Press, Jakarta. of Refrigerant Cycles, SAE Cooperative
Research, Scottsdale, AZ.
Lestari, D. E, 2006, Kimia Air, Diktat
Penyegaran Operator dan Supervisor KESIMPULAN DAN SARAN
Reaktor, Pusbang Teknologi Reaktor
Kesimpulan
Riset.
1. Sampel air AC dari studio foto Walet di
Lestari, D. E and Utomo, S. B, 2007, Setiabudi memiliki nilai konduktivitas
Karakteristik Kinerja Resin Penukar Ion 4,1 µS, TDS 2,3 ppm dan pH menjadi
pada Sistem Air Bebas Mineral (GCA) 7,42. Sampel pabrik CocaCola di
RSG-GAS, Pusat Reaktor Serba Guna Ungaran 3,1 µS, TDS 1,7 ppm dan pH
Batan, Banten. 7,09. Dan air minum isi ulang Fine Jati
Raya Banyumanik konduktivitas 5,87
Manahan, S. E, 1977, Environmental µS, 2,88 ppm dan pH 7,71.
Chemistry, Second Ed, Williard Press, 2. Kadar Pb sebesar 0,03 ppm hanya
Boston. terdapat pada sampel pabrik Cocacola
Ungaran dan dapat dihilangkan dengan
resin sehingga menjadi 0 ppm.
3. Air AC yang telah melalui pertukaran
ion memiliki nilai konduktivitas dibawah
5 µS dan tidak mengandung logam Pb
sehingga dapat digunakan sebagai bahan
dasar pembuatan aqua DM
(aquademineralized).