PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN

Gambar III. Kota Palembang mampu dijangkau oleh kapal-kapal dari luar negeri. sangat menguntungkan. Terutama dengan adanya Dermaga Tangga Buntung dan Dermaga Sei Lais. Dan juga ditambah lagi dengan adanya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. seperti Beteng Kuto Besak yang bahkan menjadi polemik karena dijadikan tempat perniagaan. rawa-rawa pun ditimbun lalu ketika hujan turun. Sungai Musi Sebagai Sentra Transportasi Gambar III. yang pernah menjadi pusat pendidikan agama Budha. bahkan tertutup. genangan air dan banjir terjadi di mana-mana. Selain itu Kota Palembang terkenal sebagai Kota tua. Dan banyak terdapat peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang tersebar di seluruh kota dan sekitarnya. 11. seharusnya lebih tepat menjadi kota sungai (Venice from the East). sehingga dibentuk sedemikian rupa menjadi kota daratan sebagaimana kota-kota lain di Pulau Jawa. Kurang baiknya penataan kota adalah masalah utama Kota Palembang yang dampaknya membias kemana-mana misalnya masalah sosial seperti maraknya . dan situs-situs ini masih belum terurus. Posisi geografis Palembang yang terletak di tepian Sungai Musi dan tidak jauh dari Selat Bangka. Suasana Kali Lima di Pasar 16 Ilir Kota Palembang yang khas karena dibelah dan dikelilingi Sungai Musi dan anak-anak sungainya. Walaupun tidak berada di tepi laut. Aliran sungai menjadi sempit. 10. namun sayangnya pola pembangunan pada era lalu sangat kuat dengan visi penyeragaman .KOTA PALEMBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Palembang terkenal sebagai kota industri dan kota perdagangan.

17 10.92 6. Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Ilir Timur II. Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu kecamatan Sukarami (98.45 42. PENDUDUK Sebaran dan Kepadatan Penduduk Jumlah penduduk Kota Palembang tahun 2002 sebanyak 1. TABEL III.61 km2 dengan jumlah penduduk 1451.78 19.725 jiwa. Kepadatan penduduk rata-rata Kota .92 42.776 jiwa.69 17.50 9. sedangkan jumlah penduduk terendah di Kecamatan Gandus sebanyak 52.451. 21.61 Km² dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kabupaten Banyuasin Batas Selatan : Kabupaten Ogan Komering Ilir Batas Timur : Kabupaten Banyuasin Batas Barat : Kabupaten Banyuasin Kota Palembang terdiri dari 14 kecamatan seluas 400. sampai arus lalu lintas yang di beberapa tempat terasa semrawut tidak terlepas dari soal penataan kota yang sejak awal kurang tepat. tersebar pada empat belas kecamatan.00 25.pengemis jalanan. sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk terendah yaitu kecamatan Gandus (766 jiwa/km2). berbagai permasalahan sosialpun muncul. No.56 km2).56 400. LUAS WILAYAH KOTA PALEMBANG Kecamatan Luas (Km²) 15.56 68.62 1 Plaju 2 Seberang Ulu II 3 Seberang Ulu I 4 Kertapati 5 Gandus 6 Ilir Barat I 7 Ilir Barat II 8 Bukit Kecil 9 Ilir Timur I 10 Kemuning 11 Ilir Timur II 12 Kalidoni 13 Sako 14 Sukarami TOTAL 2002 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Palembang.3º 5’ LS dan 104º 37’ .5 98.882 jiwa/km2).707 jiwa.22 9. Akibatnya ketika desakan penduduk dan aktivitas ekonomi menuntut kota dikembangkan semakin pesat. Kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Ilir Timur I (13. PKL yang sulit ditertibkan.5 km2.776 jiwa. sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu kecamatan 6.58 27. yaitu sebanyak 178. 2002 Orientasi Wilayah Secara geografis wilayah Kota Palembang berada antara 2º 52’ .104º52” BT dengan luas wilayah 400.77 6.

TABEL III.267 157.725 89.707 117.275 101.578 1999 44 499 1. Keadaan ini bisa menjad indikator rendahnya penanaman investasi untuk pengembangan usaha di kota Palembang. 2.22 9.034 2. Latar belakang pendidikan formal para pencari kerja itu sebagian besar adalah tamatan SLTA (SMU dan SMK).073 54.149 300 5.618 16.451.910 2001 127 316 1.386 1.936 12.56 400. 1.439 52. Jumlah peenduduk dan kepadatannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. tampaknya mereka yang belum bekerja dengan latar belakang pendidikan formal relatif tinggi jumlahnya masih sangat banyak dan terus bertambah meskipun ada diantara mereka yang bekerja tidak rutin dan bekerja di luar profesi atau pendidikan formalnya.465 Sumber: BPS Kota Palembang Dalam Angka Tahun 2002 Dari data yang ada ternyata para pencari kerja yang berhasil ditempatkan pada 4 tahun terakhir jumlahnya relatif kecil.78 19.987 3. 6.624 jiwa per km2.427 170. 5.58 27.69 17.17 10.654 Tahun 2000 83 147 1. LUAS WILAYAH DAN JUMLAH DAN KEPADATAN PENDUDUK KOTA PALEMBANG NO KECAMATAN LUAS (Km²) 15.197 2.035 90.593 86.882 10.56 68. JUMLAH PENCARI KERJA MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN 1998-2002 No.77 6.61 PENDUDUK JUMLAH 91.062 5. 7.361 7.079 25.251 242 2.00 25.610 64.565 6.720 24.297 1. meskipun mereka yang latar belakang pendidikan sarjana juga cukup banyak.717 6.5 98.856 30.234 95.245 56.937 11.163 100 1. . 3.50 9. 22. sehingga perlu ada peninjauan kembali mengenai aturan-aturan yang ada maupun ketersediaan kebutuhan – kebutuhan dasar industri seperti listrik dan air.354 75.267 92. 23.887 2002 108 363 14.083 178.006 47. TABEL III.728 3.624 1 Plaju 2 Seberang Ulu II 3 Seberang Ulu I 4 Kertapati 5 Gandus 6 Ilir Barat I 7 Ilir Barat II 8 Bukit Kecil 9 Ilir Timur I 10 Kemuning 11 Ilir Timur II 12 Kalidoni 13 Sako 14 Sukarami TOTAL Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Palembang. 2002 Tenaga Kerja Berdasarkan data yang ada jumlah penduduk yang mendaftar mencari pekerjaan dalam 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan dan pencarian lapangan kerja tertinggi yaitu pada tahun 2001.031 766 5.447 13.132 79.022 16.110 390 2. 4.774 6.776 KEPADATAN 6.45 42.92 6.631 9.401 18.Palembang adalah 3.016 8.92 42.954 173 3. Tingkat Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SMTA D1/D2 Sarjana Muda Sarjana Jumlah 1998 158 339 1.

mengalami penurunan. Sebagian besar nilai industri pengolahan tersebut disumbang oleh industri pupuk PT Pupuk Sriwijaya yang mampu menyerap 36 persen dari 50. 3. 1.23% 0. gas rata-rata 3-4%. industri non migas memberi kontribusi sebesar 61 %. 2. 5.07% Pertanian Industri Pengolahan 40. Sedangkan sektor lainnya (13.961 2001 7 169 106 27 478 Sumber: BPS Kota Palembang Dalam Angka Tahun 2001 EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah Pertumbuhan ekonomi Kota Palembang cenderung meningkat di sektor tersier yang kerap disebut usaha jasa.23%) yaitu industri makanan seperti empek-empek.27% Perdagangan. Sebagian besar disumbang oleh industri pupuk PT Pupuk Sriwijya. Tingkat Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SMTA D1/D2 Sarjana Muda Sarjana Jumlah 1998 11 37 121 1. Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Palembang. yang berdiri megah di tepi Sungai Musi.07%). karena akan menimbulkan permasalahan lain yang berkaitan dengan keamanan masyarakat secara umum. Dalam lapangan usaha ini. listrik. 4. dan Jasa 6.25%). JUMLAH PENCARI KERJA YANG BERHASIL DITEMPATKAN DARI TAHUN 19982001 No. Persew aan. 6.59% 14.Pertumbuhan lapangan kerja yang rendah.21% Keuangan. dan Restoran 22. sektor pengangkutan dan komunikasi (14.24%) meliputi sektor pertambangan.221 103 157 2. 24.687 166 1. 7. apabila dibiarkan secara alami akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Hotel. pertanian dan. sektor jasa-jasa (10.950 orang tenaga kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang. juga industri tenun songket.25% Dari data tahun 2002. bangunan. Industri nonmigas memberi kontribusi sebesar 61 persen. Dengan demikian permasalahan ini menjadi salah satu permasalahan kota yang sangat penting ditanggulangi.087 5 50 1.311 Tahun 1999 2 29 1. kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian Kota Palembang yaitu sektor industri pengolahan dan penggalian (40. hotel dan restoran (22.66% Jasa – jasa 10. krupuk ikan dan kemplang. 2002 .21%). DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI 2002 Bangunan 4.834 2000 102 378 2.72% Listrik Gas. TABEL III. Sedangkan pertumbuhan kegiatan ekonomi di sektor sekunder dengan industri pengolahan sebagai lokomotifnya. dan Pengangkutan Air Bersih dan Komunikasi 1. Kemudian diikuti oleh sektor perdagangan.

demand nya belum setinggi supply. Dalam bahasa ekonomi.648. Meskipun demikian.Daya tarik aktivitas perdagangan yang jauh lebih kuat untuk menarik investor ketimbang berbagai kendala yang ada.800 0 23.885 453.037. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu 2.1 milyar dari sekitar 453.115 100. 2002 JUMLAH (Rp) 7.765. Bagian Pinjaman daerah 5. baik dari penerimaan sektor pajak maupun perusahaan daerah. sedangkan untuk belanja pembangunan. Bagian Pendapatan Asli Daerah 3.792.8 milyar.753. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2002 PENERIMAAN 1. 25. jasa dan fasilitas yang terbilang mewah tersebut. Belanja Pembangunan TOTAL Sumber : Pemerintah Kota Palembang.000 352. anggaran terbesar. Penerimaan PAD Kota Palembang perlu ditingkatkan seiring dengan berlakunya UU tentang Otonomi Daerah melalui optimalisasi sumber-sumber pendanaan yang selama ini ada.358. dialokasikan hanya sebesar 100 milyar atau sekitar 22%.059.806.700 453. penerimaan daerah yang berasal dari Dana Perimbangan merupakan yang terbesar yaitu sekitar 85% atau sekitar 387.250.765.400 36.855.726. karena kondisi riil sebagian besar masyarakat Palembang sesungguhnya belum terlalu membutuhkan berbagai produk. Hal ini bisa terlihat dari maraknya pembangunan ruko. Keuangan Daerah TABEL III. selain berusaha menciptakan sumber-sumber pendanaan baru.259. salah satu pertimbangan yang dipakai dalam menentukan kebijakan pengelolaan anggaran belanja seperti sebagai berikut.000 Dari sisi penerimaan APBD kota Pelembang pada tahun 2002. Belanja pembangunan difokuskan pada sektor yang bersifat cost recovery.100 387. Bagian Dana Perimbangan 4. dan hotel.6 milyar. Yang potensial akan terjadi adalah banyaknya ruko dan mal tidak bisa memberikan pemasukan yang semestinya. berbagai pembangunan tempat-tempat kegiatan ekonomi kurang didukung dengn perhitungan yang nyata mengenai sampai seberapa banyak tempat itu dibutuhkan. . Gairah ekonomi di Kota Palembang pun kian terpacu begitu menyadari kota ini jauh tertinggal dari kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dengan alokasi dana pembangunan yang cukup kecil dibanding dengan alkasi untuk belanja rutin.756. mal. Bagian Lain – lain Penerimaan yang Sah TOTAL PENGELUARAN 1.034. sedangkan penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah menyumbang sekitar 7% atau sekitar 36 milyar.292.648. diperuntukan bagi belanja rutin yaitu hampir sekitar 77% atau sekitar 352.400 2. Belanja rutin Pos DPRD 458. pusat perbelanjaan. Dari sisi pengeluaran.

. 3.7 1:13.407 Guru 718 5.4 murid/sekolahnya. sementara sekolah dasar swasta 304.FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Pendidikan Lembaga pendidikan formal umum dan kejuruan serta lembaga pendidikan luar sekolah di Kota Palembang ini ada yang diselenggarakan oleh masyarakat sendiri dengan berbagai motivasi baik ekonomi.5 1:11.5 1:20.3 1:18.247 23.813 14. KONDISI PENDIDIKAN DI KOTA METROPOLITAN PALEMBANG No. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tiap-tiap sekolah hanya memiliki murid 281 orang. 5.061 2.5 orang.3 1:16. 26. TABEL III.749 42. sekolah negeri lebih banyak diminati masyarakat yaitu 790.666 37.957 590 855 Rasio Guru/Murid 1:15. Kesenjangan prestasi hasil belajar pada lembaga pendidikan formal negeri dengan swasta terjadi pada jenjang pendidikan SLTP ke atas.742 12.729 6. 2.1 murid/sekolah dan SLTP Swasta hanya 242. Jenis Pendidikan Taman Kanak-kanak SD Negeri SD Swasta SMTP Negeri SMTP Swasta SMU Negeri SMU Swasta SMK Negeri SMK Swasta Sekolah 203 561 78 54 156 19 102 7 44 Murid 11. 4. Untuk Sekolah Menengah Umum (SMU) negeri tiaptiap kelas memiliki murid 764.5 orang/sekolah.6 1:22. Pada Sekolah Dasar Negeri rata-rata memiliki murid sebanyak 235. Sekolah-sekolah swasta pada umumnya terutama yang berada di wilayah pinggiran masih belum mendapat perhatian atau bantuan pemerintah secara layak.4 1:33.4 1:14. padahal murid-murid yang berada di sekolah tersebut umumnya memiliki latar belakang keluarga yang tergolong kurang mampu. sementara untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Prasarana pendidikan di kota satelit pada umumnya masih relatif kurang terutama untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. 1. Berdasarkan data yang ada lembaga pendidikan formal milik pemerintah lebih banyak diminati penduduk sehingga sekolah negeri terutama SLTP dan SMU/SMK lebih banyak memiliki murid ketimbang sekolah-sekolah swasta.7 orang tiap sekolah.5 Sumber: BPS Kota Palembang Dalam Angka 2001 Dengan demikian sekolah dasar swasta di Palembang lebih banyak diminati oleh masyarakat.198 132.899 709 2.531 48. Prasarana pendidikan yang cukup baik terdapat di kota Inderalaya terutama adanya Perguruan Tinggi Universitas Sriwijaya.8 orang dan SMU Swasta hanya memiliki murid 142. sosial maupun keagamaan.845 795 2.

5. Rambutan. TABEL III. 1.993 6.895 liter/detik. 10. Sirkulasi Wilayah C yang meliputi daerah Seberang Ulu. Poligon. 4. 1. dan 3. 2. Oktober 2002 . 6. yang terbanyak adalah Sungai Musi. Sirkulasi Wilayah A meliputi Jalan Sudirman sampai Kenten 2. 4.963 6. Terdapat 7 (tujuh) instalasi di unit PDAM termasuk WTP (Water Treatment Plant) yang menggunakan sumber baku dari beberapa sungai. SUMBER AIR BAKU. Debit dari 7 (tujuh) instalasi terpasang mempunyai kapasitas 2. DAN KAPASITAS TERPASANG PDAM TIRTAMUSI TAHUN 2002 No. 3. 2. 8. 6. 9.427 640 6 1 84. 3. PDAM Tirta Musi membagi dalam 3 (tiga) sistem sirkulasi wilayah.PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirta Musi merupakan satu-satunya perusahaan milik Pemerintah Daerah Kota Palembang dalam memberikan pelayanan air bersih. 27.501 57. 11. 8. 28. Sirkulasi Wilayah B yang meliputi Jalan Sudirman sampai Karang Anyar dan sebagian daerah Kepandean. Taba dan Karang Anyar dan 15 Ulu (rencana akan ada perbaikan dan dihidupkan kembali) menggunakan sumber air baku dari Sungai Musi. TABEL III. yaitu: 1. JUMLAH KATEGORI PELANGGAN AIR MINUM PDAM TIRTAMUSI TAHUN 2002 No. Instalasi Instalasi 3 Ilir Instalasi Rambutan Instalasi Borang Instalasi Poligon Instalasi Taba Instalasi Ogan Instalasi Karang Anyar Instalasi 15 Ulu (rencana dihidupkan kembali) Sumber : PDAM Tirta Musi. Kategori Pelanggan Sosial A Sosial B Sosial Khusus Rumah Tangga Sederhana A Rumah Tangga Sederhana B Rumah Tangga Menengah/Kantor Niaga Kecil Niaga Besar Niaga Khusus Beng–Ang dan LP Total Pelanggan Sambungan / SL 230 572 271 12. Instalasi 3 Ilir. JUMLAH INSTALASI. 2002 Sumber Air BAku Sungai Musi Sungai Musi Sungai Borang Sungai Musi Sungai Musi Sungai Ogan Sungai Musi Sungai Musi Kapasitas (liter/detik) 830 720 90 30 25 600 600 150 Untuk mempermudah pengelolaan air bersih. 7. 5.559 Sumber : PDAM Tirtamusi.

Disamping instalasi tersebut.561 77.639 4. 1.29% saja. Agustus 2004 . PERSEBARAN PELANGGAN PDAM TIRTA MUSI DI WILAYAH KECAMATAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2002 No. TABEL III.045 938 7. 4.814 60.873 154. 5.737 36. Dari sejumlah 84. Padahal sumber mata air untuk Palembang sangat melimpah karena Sungai Musi dan beberapa anak sungai mengelilingi kota ini.606 0 7.030 10.270 14. untuk mencukupi pelayanan air minum warga masyarakat telah dipasang sebanyak 65 buah Hidrant Umum yang memiliki instalasi air tersendiri dan terdapat 220 Terminal Air yang tersebar dengan suplai air memakai mobil tangki air.654 3.043 87. 8. 30.545 81.532 81.690 17. sehingga banyak drainase tersumbat akibat pipa distribusi rumah tangga. 3. 12.572 19.612 36.582 76. 2.521 141.541 77. Total Kecamatan Ilir Barat I Ilir Barat II Ilir Timur I Ilir Timur II Bukit Kecil Gandus Sako Kemuning Kalidoni Sukarami Seberang Ulu I Seberang Ulu II Kertapati Plaju Kelurahan/ Desa 6 7 11 12 6 5 6 6 5 9 10 7 6 7 103 Jumlah RT 250 201 263 344 162 134 277 187 190 441 408 230 232 223 3. TABEL III.060 153.977 18. 4. 3.555 176 2.559 sambungan langganan.685 Jumlah KK 24. 6.874 4. 13. 29.948 19. rata-rata rekening terbayar setiap bulannya hanya sekitar 60%-70%. Hal ini perlu mendapat perhatian dari PDAM Tirtamusi untuk mengevaluasi penyebab dari rekening-rekening yang tidak membayar.262.977 20. 7.262.927 19. 2. Kategori Pelanggan Rumah Tangga Niaga Industri Sosial Terminal Air Jumlah Sambungan / SL 84055 9362 6 1167 231 94585 Sumber: Laporan PDAM Kota Palembang.006 2.764 21. Sistem distribusi dari terminal ke pelanggan rumah tangga dilakukan dengan menarik pipa.310 10.090 Sumber: Palembang Dalam Angka 2002 (BPS) dan PDAM Tirtamusi Januari 2002 Kota Palembang dengan jumlah penduduk sebanyak 1.350 16. 10. Itupun kualitas air di sejumlah tempat masih sering dikeluhkan warga karena keruh dan bau.292 45.245 47. JUMLAH KATEGORI PELANGGAN AIR MINUM PDAM TIRTAMUSI TAHUN 2004 No.587 11.542 Jumlah Penduduk 104.945 3. 14.668 Pelanggan PDAM 6.724 81. 11. 5.739 310.576 73. 9.359 32.500 1.682 jiwa yang terlayani kebutuhan air bersihnya dari PDAM Tirtamusi baru sekitar 62. 1.

maka kebutuhan air bersih untuk Kota Palembang disajikan dalam tabel berikut ini. SARANA PENGANGKUTAN SAMPAH No. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk x 185 l/orang/hari.710 m3.216.05 Sampah yang terangkut saat ini 4.088.0035 m3/orang/hari Perkiraan timbulan sampah total 5.Dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Metropolitan sebesar 15%.216.150. yaitu kebutuhan air bersih 185 l/dt/org.0035 m3/orang/hari. 32.128.955 Selisih (Lt//hr) 22.955 Sumber: Analisis Sesuai dengan standar kota Metropolitan.000 l/hari. TABEL III.088. . Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk m3/orang/hari. Jenis Sarana Dump truck Arm roll truck Convector Truck Kapasitas 6 m3 Jumlah (unit) 44 22 14 Keterangan Terdapat dua lokasi tempat pembuangan akhir sampah. dan kebutuhan ideal adalah 185 liter/orang/hari.443. x 0.698 Selisih 452.05 Sumber:Analisis Sesuai dengan standar kota Metropolitan. Dari timbunan sampah tersebut hanya sekitar 54-58% saja yang dapat dikelola dari total sampah secara keseluruhan.128.471. yaitu TPA Karya Jaya dengan luas sekitar 40 hektar dan TPA Sukabangun dengan luas 25 hektar.471. Jumlah Arm Roll sebanyak 22 buah yang tersebar di wilayah kota. Kota Palembang dengan jumlah penduduk menghasilkan 5150. TABEL III.955 lt/hr.471.443 membutuhkan 272. rata-rata timbunan sampah setiap harinya mencapai 4.05 m3. Masih rendahnya pengelolaan sampah ini. 3.443 Kapasitas Produksi Eksisting l/dt 2895 l/hari 250.000 Kebutuhan ideal Kota Metropolitan 185 l/orang/hari Kebutuhan Total (Lt//hr) 272. karena terbatasnya prasarana dan sarana yang dimiliki oleh Dinas Pasar dan Dinas Kebersihan Kota. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA PALEMBANG Jumlah Penduduk 1. Kota Palembang dengan jumlah penduduk 1.52 m3 sebanyak 1. Namun sampah yang dapat terangkut saat ini sebanyak Sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 452. Komponen Persampahan Jumlah sampah secara kuantitas setiap harinya mengalami kenaikan.698 m3.0035 5. Sarana pengumpulan dan pengangkutan sampah dikelola dengan Dump Truck sebanyak 44 buah ( masingmasing Dump Truck dapat mengangkut sampah sebanyak 6 m3 sekali angkut ).443 Timbulan Sampah Kota Metro 0. sedangkan Convertor Truck yang dimiliki sebanyak 14 buah. yaitu tingkat timbulan sampah 0. 31. KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA AIR BERSIH KOTA PALEMBANG Jumlah Penduduk 1. Kapasitas kedua TPA ini diperkirakan mencapai 10 tahun dengan sistem pengelolaan Dumping atau Semi Sanitary Lanfill.955 l/hr. Sehingga masih dibutuhkan kapasitas produksi sebanyak 22. TABEL III. 33. Namun PDAM Kota Palembang baru dapat memproduksi sebanyak 250.471. 1. 2.

34. Sungai Komering dan Sungai Kramasan) dan Anak-anak sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut serta struktur tanah yang tidak menyerap air sehingga menjadi Sumber: Perencanaan Masterplan Drainase dan DED Tahap I kendala bagi tata air kota Palembang. Berdasarkan identifikasi (laporan Akhir: Skenario Pengembangan Kota.519. kemacetan di jalan-jalan utama sering terjadi yang disebabkan kapasitas jalan tidak sesuai lagi dengan jumlah kendaraan. Pengelolaan air limbah yang terdiri dari 283.376. wilayah komersial dan lahan–lahan kosong. 5.91 12. Sistem drainase di daerah Seberang Ulu merupakan bagian hilir dari daerah sekitarnya. TABEL III. POLDA KR.590. 2000) terdapat 19 Daerah Pengaliran Sungai dengan sistem saluran drainase di Kota Palembang. Sungai Ogan. Genangan air ini terjadi di jalan-jalan Arteri.Komponen Sanitasi/Limbah Cair Pengelolaan air limbah atau sanitasi di Kota Metropolitan Palembang masih belum dikelola dengan terpadu terutama untuk pengelolaan limbah rumah tangga. pengelolaan air limbah tersebut masih mengikuti pola aliran air dalam rangka penampungan air hujan. . Beberapa sistem drainase terkait dengan daerah di luar kota Palembang yang memerlukan koordinasi dengan Kota Satelit. No. Terdapat sungaisungai besar (Sungai Musi. Program yang perlu dilaksanakan adalah normalisasi dan lineasi pada daerah-daerah yang masih mengalami genangan seperti pada sistem drainase Bendung. IBA Luas (m2) 6.997. Seduduk Putih KR. Sistem Gasing dan sistem Borang yang terkait dengan Perda Kabupaten Banyuasin. Beberapa diantaranya masih berupa saluran yang belum diperbaiki dan belum dilengkapi dengan kolam retensi. 1. 2. DAS Bendung Kondisi demikian.741 rumah yang ada di Kota Palembang belum termasuk dalam sistem yang baik. Sukabangun KR. 3.10 22. jalan lingkungan. LUAS KOLAM RETENSI PADA DAS BENDUNG Kota Palembang memiliki keadaan geografis kawasan yang yang landai. Perkembangan kota Palembang telah mengarah pada semua kecamatan terutama Kecamatan Sako.84 10.93 17.92 Komponen Jalan dan Transportasi Salah satu prasarana yang penting dalam perkembangan perumahan dan permukiman adalah jaringan jalan. Talang Aman KR.b 4. 2. Pada saat ini. Nama Kolam KR.024. Komponen Drainase Sistem drainase yang ada belum seluruhnya dikelola dengan baik. Pada saat ini. Hal ini memerlukan koordinasi dalam penanganannya dengan Perda Kabupaten OKI dan Kabupaten Banyuasin. menyebabkan terjadinya genangan air di banyak tempat pada saat hujan ataupun sungai pasang.a 3.27 14.324. permukiman. Ario Kemuning KR. dan Kercamatan Sukarame. pengaturan pipa jaringan air minum yang banyak melintang di atas saluran drainase karena dapat menghambat pengaliran air dan sebagainya. Sistem drainase tersebut adalah: 1.

5 Persentase (%) 41.844 40.Jenis Jalan Jalan Arteri Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Sekunder Jalan Kolektor dan Jalan Lokal II.94 27. Uraian I.390 170.27 51. 35. terutama pada jam-jam sibuk. 3. Belum adanya sub-sub terminal di dalam kota 4. Kondisi Jalan Baik Sedang Buruk Panjang (m) 119. Terpusatnya tempat-tempat perdagangan di sekitar jalan Sudirman dan Jalan Kol. Angkutan bus antar kota-antar propinsi dan angkutan bus antar kota-dalam propinsi masih melewati sebagian jalan-jalan utama di dalam kota.TABEL III. 1.13 10. fasilitas penyeberangan kurang memadai.37 58.741.60 Permasalahan jalan di Kota Palembang: 1. 8.69 38.454 79. Rute angkutan umum sebagian besar menuju pusat kota dan beberapa wilayah di dalam kota yang belum terlayani oleh angkutan umum. pengaturan dan koordinasi lampu lalu lintas di persimpangan jalan tidak baik. 2. Halte bus kota di pusat kota kurang 6. 10. b. 9. . Mobil angkutan barang yang keluar masuk pusat perdagangan yang makin menambah tidak teraturnya arus lalu lintas. Sering terjadi kemacetan lalu lintas pada jalan-jalan utama di dalam kota.30 13. Atmo. Becak-becak yang beroperasi di jalan-jalan utama kota. Kurang berfungsinya rute-rute jalan alternatif sehingga timbul kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Pergerakan pejalan kaki di pusat kota kurang aman: trotoar kurang baik. 7.5 148. membuat pergerakan di dalam kota tidak efektif dan efisien. 2.330 30. 1. JENIS DAN KONDISI JALAN DI PALEMBANG No. 3.057. 2. 5.285 111. a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful