Anda di halaman 1dari 23



   


   
m 
[ [

Pabrik gula Cinta Manis adalah salah satu pabrik gula


yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara VII
(Persero).

Pabrik gula Cinta Manis memiliki areal seluas 20.304


Ha dengan alokasi penggunaan areal untuk kebun
tebu giling dan kebun bibit tebu seluas 14.483,3 Ha.
ntuk kantor, pabrik, perumahan seluas 236,6
Ha, jalan produksi seluas 763,5 Ha dan areal
rawa serta rendahan seluas 4.856,6 Ha.

Selain itu dukungan pabrik yang terdiri dari dua


stasiun utama yaitu stasiun pengolahan dan
stasiun pendukung dengan kapasitas giling
saat ini adalah 5.913 Ú  (TDC)
 


Tebu adalah tanaman yang


ditanam untuk bahan baku
gula. Tebu ini termasuk jenis
rumput-rumputan. Tanaman
tebu dapat tumbuh hingga 3
meter di kawasan yang
mendukung. mur tanaman
sejak ditanam sampai bisa
dipanen mencapai kurang
lebih 1 tahun.
2
[ 2   

Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula


dimulai dari; penanaman tebu, proses ektrasi,
pembersihan kotoran, penguapan, kristalisasi,
afinasi, karbonasi, penghilangan warna,
pendidihan, pengolahan sisa dan sampai
proses pengepakan sehingga sampai ketangan
konsumen
[
[

þ Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau


sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin
penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya.
Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan @ 
Jus yang
dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari
lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit
tanaman, semuanya bercampur di dalam gula.

þ Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air, 15% gula


dan serat residu, dinamakan bagasse, yang mengandung 1 hingga
2% gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari
lahan yang disebut sebagai ´abuµ.
2  2 
  2
  

þ Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur


(˜  ) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin
kotoran , kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan.
Proses ini dinamakan .

þ Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan  untuk


mengoptimalkan proses penjernihan. Kapur berupa kalsium
hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan
perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur
ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi:
sebuah tangki penjernih (

).
þ Jus mengalir melalui 

dengan kelajuan yang rendah sehingga
padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang
jernih.

þ Kotoran berupa lumpur dari 



masih mengandung sejumlah
gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring
vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur
tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan, dan hasilnya
berupa cairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian
dikembalikan ke proses.
2  2  2
[

þ Setelah mengalami proses , proses 


˜
dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan
cara menguapkan air menggunakan uap panas (˜ ).
Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering
langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya
pembersihan lagi
þ Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula
tetapi cairan (
) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan
dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga
80%. Evaporasi dalam ¶evaporator majemuk· (  


yang dipanaskan dengan steam merupakan cara
yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati
kejenuhan (˜ 
˜.
2 
[ [[

Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang


sangat besar untuk dididihkan. Di dalam wadah ini air diuapkan
sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai.
Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal
ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan
dan larutan induk ( 

) diputar di dalam alat sentrifugasi
untuk memisahkan keduanya, bisa diumpamakan seperti pada proses
mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Kristal-kristal
tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan
þ 6arutan induk hasil pemisahan dengan ˜
˜ masih mengandung
sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali.
Sayangnya, materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat
menghambat kristalisasi. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-
gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan
sukrosa. Oleh karena itu, tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin
sulit, sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak
mungkin lagi dilanjutkan.

þ Sebagai tambahan, karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya,
maka terbuatlah produk samping (b 
 ) yang manis:  ˜˜˜.
Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke
industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Belakangan ini molases
dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan
kandungan etanol sampai 99,5%.
[  

þ Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan


dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal
dengan proses yang dinamakan dengan ´afinasiµ. Gula kasar dicampur
dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit
lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan
kristal, tetapi hanya sekeliling cairan (coklat).
þ Campuran hasil (¶magma·) di-sentrifugasi untuk memisahkan
kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula
dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses
karbonatasi.

Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci


mengandung berbagai zat warna, partikel-partikel halus, gum
dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini
semua dikeluarkan dari proses.

 [

þ Tahap pertama pengolahan cairan (


) gula berikutnya bertujuan untuk
membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan
gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut
hilang.

Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan


karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/
lime [kalsium hidroksida, Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan
gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut.
þ Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-
partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan
berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Supaya gabungan-
gabungan padatan tersebut stabil, perlu dilakukan pengawasan yang ketat
terhadap kondisi-kondisi reaksi.

þ Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan


sebanyak mungkin materi-materi non gula, sehingga dengan menyaring
kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut
dikeluarkan. Setelah proses ini dilakukan, cairan gula siap untuk proses
selanjutnya berupa penghilangan warna.
2    


Mda dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Salah
satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular
activated carbon, GMC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat
warna. GMC merupakan cara modern setingkat ´@  
µ, sebuah
granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan.
Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah
secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat
aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas
dimana warna akan terbakar keluar dari karbon
þ Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang
menghilangkan lebih sedikit warna daripada GMC tetapi juga
menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara
kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.

þ Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk
dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan
dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh
karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci
kristalisasi
2 

þ Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat
untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam
cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah
tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan
diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.
þ Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam
mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan
dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk
didistribusikan.
2   [[ 



þ Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan
pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang.
Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (
 
) yang beroperasi
seperti pengolahan gula kasar, bertujuan untuk membuat gula dengan mutu
yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi.

þ Seperti pada pengolahan gula lainnya, gula yang ada tidak dapat seluruhnya
diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni.
Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke
pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol.
 
2
[ [
2
[ [ 

[