P. 1
Perda Jasa Usaha No.1 Tahun 2011

Perda Jasa Usaha No.1 Tahun 2011

|Views: 420|Likes:
Dipublikasikan oleh Adji Andjono

More info:

Published by: Adji Andjono on Apr 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN

YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT,

Menimbang :

a.

bahwa dalam rangka meningkatkan kapasitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, maka daerah dituntut untuk dapat meningkatkan kemandiriannya sehingga mampu mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi daerah; bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pelayanan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat; bahwa kebijakan retribusi jasa usaha dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah; bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, maka semua Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat tentang Retribusi Jasa Usaha perlu dilakukan penyesuaian; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Usaha; Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 ten,tang Pembentukan Daerah Daerah Otonomi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 1106); Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209); Undang - Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3274);

b.

c.

d.

e.

Mengingat :

1.

2.

3.

-1-

4.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3478); Undang- Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3482); Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4043); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

5.

6.

7.

8.

9.

10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); 12. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849); 13. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); 14. Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);

-2-

15.

Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

16. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negera Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 Pembenihan Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3616); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 20. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2010 tentang Usaha Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5106); 21. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161) ; 22. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5108); 23. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; 24. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 1986 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 1986 Nomor 60 Seri C Nomor 1); 25. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2006 tentang Pengawasan dan Pengendalian Kelebihan Muatan Angkutan Barang Provinsi Kalbar (Lembaran Daerah Provinsi Kalbar Tahun 2006 Nomor 3);

-3-

organisasi sosial politik atau organisasi lainnya. kongsi. persekutuan. Perikanan dan Pertenakan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apapun. 6. Penjualan Produksi Usaha Daerah adalah penjualan hasil produksi usaha daerah yang dilakukan oleh Dinas dan/atau Unit Pelaksana Teknis di bidang Pertanian. Kekayaan Daerah adalah kekayaan yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah. Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalbar Nomor 7). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 4. dana pensiun. koperasi. 27. 5. Gubernur adalah Gubemur Kalimantan Barat. yayasan. Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalbar Nomor 3). . 8. perseroan komanditer. 7.26. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT dan GUBERNUR KALIMANTAN BARAT MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA. Daerah adalah Daerah Provinsi Kalimantan Barat. karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh Sektor Swasta. 2. Perkebunan. perseroan lainnya. lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha meliputi Perseroan Terbatas. perkumpulan. baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. organisasi masa. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan satu kesatuan. Jasa Usaha adalah jasa yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip-prinsip komersial. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Provinsi Kalbar (Lembaran Daerah Provinsi Kalbar Tahun 2008 Nomor 9. Kas Daerah adalah Kas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Kalbar Tahun 2008 Nomor 4. -4- 3. firma.

Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan /atau sanksi administrasi berupa bunga da/atau denda. Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan adalah pungutan atas pelayanan jasa kepelabuhanan. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk menggunakan. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai kapal bersandar. Benih tanaman adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakkan tanaman. Wajib Retribusi Daerah adalah orang pribadi atau badan yang menurut Peraturan Perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. adalah Surat Ketetapan retribusi yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau seharusnya tidak terutang. dimiliki. menaikan dan menurunkan orang dan/atau barang serta perpindahan moda angkutan. dan fasilitas lainnya dilingkungan terminal. 21. Retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas penggunaan. 15. memakai dan memanfaatkan kekayaan daerah. 13. Penyeberangan Di Air adalah penyeberangan orang atau barang dengan menggunakan kendaraan di air yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. 17. -5- . 10. naik turun penumpang. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRD. Perikanan dan Pertenakan. termasuk fasilitas lainnya di lingkungan pelabuhan yang disediakan. dan/atau bongkar muat barang. dimiliki. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. 20. 19. 18. Retribusi Terminal adalah pungutan atas pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum. 12. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. 11. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB. Retribusi Penjualan Produksi Daerah adalah pungutan atas penjualan hasil produksi usaha daerah di bidang Pertanian. Terminal adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan. termasuk pemungut dan atau pemotong retribusi tertentu. berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. yang disediakan. Retribusi Penyeberangan di Air adalah pungutan atas pelayanan penyeberangan orang atau barang dengan menggunakan kendaraan di air yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. 16. Perkebunan.9. 14. adalah Surat Ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. pemakaian dan pemanfaatan kekayaan yang dimiliki dan / atau dikuasai oleh pemerintah Daerah dan yang ditujukan untuk dikormersialkan. tempat kegiatan usaha. 22.

Gudang dan/atau lapangan penumpukan. d. b. b. yang selanjutnya disingkat SPdORD adalah surat yang digunakan oleh Wajib Retribusi untuk mendaftarkan Obyek Retribusi yang digunakan. Surat Pendaftaran Obyek Retribusi Daerah. Dikecualikan dari objek pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah. d. Peralatan dan Bahan Laboratorium. Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan. Ruang Asrama dan/atau kamar. g. untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang Retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya. Retribusi Terminal. Objek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. -6- . e. memakai dan memanfaatkan kekayaan daerah. Objek dan subjek Pasal 3 Dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dipungut retribusi atas penggunaan. Tanah Hak Pakai dan Tanah Hak Guna Bangunan pada Tanah Hak Pengelolaan. f. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. BAB II JENIS RETRIBUSI Pasal 2 Jenis retribusi terdiri dari : a. Bangunan gedung dan/atau Aula. c. pemakaian dan pemanfaatan kekayaan yang dimiliki dan/atau dikuasai Pemerintah Daerah. Alat Berat dan Kendaraan Angkut. Peralatan Elektronik. pemakaian dan pemanfaatan kekayaan yang dimiliki dan/atau dikuasai pemerintah daerah. c. 24.23. e. Retribusi Penyeberangan di Air. Penyidikan tindak pidana di Bidang Retribusi Daerah adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut penyidik. Pasal 4 (1) Obyek Retribusi adalah setiap penggunaan. (2) (3) Pasal 5 Subyek Retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Bagian Kesatu Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Paragraf 1 Nama.

dan jangka waktu pemakaian yang ditetapkan. g. dan prosesnya melalui perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan Pengguna Jasa. luas.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 6 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah didasarkan pada jenis kekayaan daerah. Besarnya tarif retribusi. harga satuan dan jangka waktu pemakaian kekayaan daerah. -7- . Ruang Asrama dan/atau kamar. Alat Berat dan Kendaraan Angkut. Penggunaan lahan untuk Reklame dan/atau sejenisnya ditetapkan tarif berdasarkan luas permeter persegi. untuk perpanjangan hak ditetapkan tarifnya sebesar 5% (lima persen) dan peralihan hak sebesar 3% (tiga persen) dari dasar perhitungan harga tanah. Peralatan dan Bahan Laboratorium. Gudang dan/atau lapangan penumpukan. Penggunaan ruang untuk keperluan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan ruangan komersial lainnya ditetapkan tarif berdasarkan luas permeter persegi. Paragraf 3 Prinsip Penetapan Tarif Retribusi Pasal 7 Prinsip Penetapan besarnya tarif retribusi didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. Tanah Hak Guna Bangunan pada Tanah Hak Pengelolaan. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 8 (1) Struktur Retribusi digolongkan berdasarkan jenis. Proses pemungutan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. (2) (3) (4) (5) Pasal 9 Tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2). dan prosesnya melalui perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan Pengguna Jasa. c. 10 tahun sebesar 2.5% dan 5 tahun sebesar 1. tercantum dalam lampiran I yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. digolongkan atas : a.5% dari dasar perhitungan harga tanah. frekuwensi pemakaian. dikenakan setiap perpanjangan atau peralihan Hak Atas Tanah. Peralatan Elektronik. f. 15 tahun sebesar 3. b. untuk 20 tahun ditetapkan tarifnya sebesar 5% (tiga persen). Tanah Hak Pakai pada masing-masing Unit Kerja.75%. d. e.

b. Benih tanaman di Bidang Pertanian. c. Pasal 12 Subjek Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pembelian atas produksi hasil usaha daerah. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 15 (1) Struktur retribusi Penjualan Produksi Usaha daerah terdiri dari : a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 13 Cara mengukur tingkat pengunaan jasa berdasarkan jenis dan klasifikasi usaha produksi daerah. Benih. bibit dan/atau induk ikan. Jasa penjualan benih tanaman di Bidang Pertanian. dan d. dan pihak swasta. serta sarana dan prasarana yang digunakan. -8- . Benih di Bidang Perkebunan. Paragraf 3 Prinsip Penetapan Tarif Retribusi Pasal 14 Prinsip Penetapan besarnya tarif retribusi didasarkan pada biaya produksi benih.Bagian Kedua Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Paragraf 1 Nama. Objek dan Subjek Pasal 10 Dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah dipungut retribusi atas penjualan hasil produksi usaha daerah. Jasa penjualan benih di Bidang Perkebunan. bibit dan/atau induk dengan memperhatikan biaya operasional dan biaya perawatan serta keuntungan yang layak. BUMD. Bibit ternak dan bibit hijauan makanan ternak. b. BUMN. (2) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penjualan produksi dan Pemerintah. Pasal 11 (1) Objek Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah adalah hasil penjualan meliputi : a.

serta sarana dan prasarana yang digunakan. tercantum dalam lampiran II yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Pelayanan penyeberangan yang dikelola oleh Pemerintah. dengan tingkat Bagian Ketiga Retribusi Penyeberangan di Air Paragraf 1 Nama. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 20 Cara mengukur tingkat pengunaan jasa penyeberangan berdasarkan pada frekuensi penggunaan jasa penyeberangan terhadap orang atau barang. Pasal 18 (1) Objek Retribusi Penyeberangan di Air adalah pelayanan penyeberangan orang atau barang dengan menggunakan kendaraan di air yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. BUMD. dan pihak swasta. -9- . Objek dan Subjek Pasal 17 Dengan nama Retribusi Penyeberangan di Air dipungut retribusi atas pelayanan penyeberangan orang atau barang. bibit dan/atau induk ikan. Pasal 19 Subyek retribusi adalah orang atau badan yang menggunakan jasa pelayanan penyeberangan di atas air. Jasa penjualan bibit ternak dan bibit hijauan makanan ternak. Pasal 16 Tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2). Paragraf 3 Prinsip Penetapan Tarif Retribusi Pasal 21 Prinsip Penetapan besarnya tarif retribusi didasarkan biaya operasional. dan d.c. BUMN. Jasa penjualan benih. dan biaya perawatan serta keuntungan yang layak. (2) Besarnya tarif retribusi dihitung dengan cara mengalikan tarif penggunaan jasa.

serta sarana dan prasarana yang digunakan. b. Besarnya tarif retribusi dihitung dengan cara mengalikan tarif penggunaan jasa. BUMD. Objek dan Subjek Pasal 24 Dengan nama Retribusi Terminal dipungut retribusi atas penggunaan jasa pelayanan terminal. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 27 Cara mengukur tingkat pengunaan jasa terminal berdasarkan frekuensi penggunaan jasa tempat parkir dan penggunaan tempat kegiatan usaha maupun fasilitas lainnya. Pasal 25 (1) Objek Retribusi Terminal adalah pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum. Pasal 23 Tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2). dan fasilitas lainnya dilingkungan terminal. BUMN. dimiliki.Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 22 (1) Struktur retribusi penyeberangan di Air terdiri dari: a. dan pihak swasta. tercantum dalam lampiran III yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pasal 26 Subjek Retribusi adalah orang atau badan yang memperoleh jasa pelayanan terminal. dengan tingkat (2) Bagian Keempat Retribusi Terminal Paragraf 1 Nama. Jasa penyeberangan orang. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. yang disediakan. (2) Dikecuali dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah terminal yang disediakan. tempat kegiatan usaha. -10- . dimiliki. Jasa penyeberangan barang.

BUMD.Jasa tempat parkir. (2) (3) -11- .Paragraf 3 Prinsip Penetapan Tarif Retribusi Pasal 28 Prinsip Penetapan besarnya tarif retribusi didasarkan biaya operasional. Pasal 32 (1) Objek Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan adalah pelayanan jasa kepelabuhanan. termasuk fasilitas lainnya di lingkungan pelabuhan.Jasa tempat kegiatan usaha. b. Doking Kapal Perikanan. dengan tingkat (2) Bagian Kelima Pelayanan Kepelabuhanan Paragraf 1 Nama. dan biaya pemeliharaan serta keuntungan yang layak. Objek dan Subjek Pasal 31 Dengan nama Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan dipungut retribusi atas pelayanan jasa kepelabuhanan. Crane House dan Crane Beroda. dan pihak swasta. Kantin. termasuk fasilitas lainnya di lingkungan pelabuhan yang disediakan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Gedung Cold Storage. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 29 (1) Struktur retribusi terminal terdiri dari: a. dimiliki.Pengguna kios/toko. Fasilitas lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Gudang Penampungan. BUMN. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Pelayanan jasa kepelabuhan yang disediakan. Besarnya tarif retribusi dihitung dengan cara mengalikan tarif penggunaan jasa. dan d. c. serta tempat parkir. tercantum dalam lampiran IV yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pasal 33 Subjek Retribusi adalah orang atau badan yang memperoleh jasa pelayanan kepelabuhanan. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah. Pasal 30 Tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2).Pengguna kamar mandi/wc.

Paragraf 3 Prinsip Penetapan Tarif Retribusi Pasal 35 Prinsip Penetapan besarnya tarif retribusi didasarkan biaya operasional. Pasal 37 Tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2). dengan tingkat (2) BAB III Golongan Retribusi Pasal 38 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 36 (1) Struktur retribusi pelayanan kepelabuhan terdiri dari: a. Pas Masuk Pelabuhan. serta sarana dan prasarana yang digunakan. Besarnya tarif retribusi dihitung dengan cara mengalikan tarif penggunaan jasa. Jasa fasilitas lainnya. Retribusi Penyeberangan di Air. dan c. Jasa tambat labuh. jangka waktu penggunaan fasilitas lain di lingkungan pelabuhan. b. tercantum dalam lampiran V yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. BAB IV Wilayah Pungutan Pasal 39 Retribusi yang terutang di pungut di Wilayah Daerah tempat pelayanan di berikan. Retribusi Terminal dan Retribusi Pelayanan Kepelabuhan digolongkan dalam jenis Retribusi Jasa Usaha.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 34 Cara mengukur tingkat pengunaan jasa pelayanan kepelabuhanan berdasarkan frekuensi penggunaan jasa pelayanan kepelabuhan. -12- . dan biaya pemeliharaan serta keuntungan yang layak.

Gudang dan atau lapangan penumpukan adalah satuan perhari. dan Hak Guna Bangunan pada Tanah Hak Pengelolaan paling lama untuk jangka waktu 20 tahun atau setiap kali terjadi peralihan hak atas tanah yang bersangkutan. c. per parameter uji. (3) BAB VII Masa Retribusi Pasal 42 (1) Masa retribusi yang digunakan sebagai dasar penetapan batasan waktu penggunaan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) ditetapkan sebagai berikut : a. c. tempat Parkir adalah setiap kali penggunaan. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. per titik uji. Fasilitas lainnya adalah setiap kali penggunaan. Masa retribusi terminal sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat (1) dihitung berdasarkan: a. d. b. g. Peralatan dan Bahan Laboratorium adalah satuan per sampel uji. Pas Masuk Pelabuhan adalah Per Orang/hari dan per kendaraan/hari. Fasilitas lainnya adalah setiap kali penggunaan. per meter uji. Masa retribusi penyeberangan di air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) adalah setiap kali penggunaan fasilitas penyeberangan di air. Tambat Labuh adalah GT/hari. Pemakaian Tanah Hak Pakai. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. b. f. Pemakaian Bangunan Gedung/Aula adalah satuan perhari/satuan perbulan/satuan pertahun. e.BAB V Peninjauan Tarif Retribusi Pasal 40 (1) (2) Tarif retribusi ditinjau paling lama 3 (tiga) tahun sekali. c. b. Pemakaian Ruangan Asrama/Kamar adalah satuan perhari/ satuan perbulan. BAB VI Saat Retribusi Terutang Pasal 41 Retribusi terutang terjadi pada saat diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Peralatan Elektronik adalah satuan perjam/ satuan perhari. penggunaan tempat usaha adalah satuan perbulan atau pertahun. Masa retribusi Pelayanan Kepelabuhanan adalah: a. Alat Berat dan Kendaraan Angkut adalah satuan perhari. (2) (3) (4) -13- .

(3) (4) Pasal 44 (1) Berdasarkan SPdORD sebagaimana dimaksud pada Pasal 43 ayat (1) ditetapkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. isi dan penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. penyetoran. Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD. isi serta tata cara pengisian dan penyampaian SPdORD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur . Retribusi yang terutang dilunasi selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sejak diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Seluruh penerimaan retribusi disetorkan ke Kas Daerah. SPdORD yang telah diisi oleh Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan bukti pendaftaran objek Retribusi.BAB VIII Tata Cara Pendaftaran dan Penetapan Retribusi Pasal 43 (1) (2) Wajib refribusi diwajibkan mengisi SPdORD. Bentuk. Pasal 46 (1) (2) Pembayaran retribusi yang terutang harus dilunasi sekaligus. (2) BAB IX Tata Cara Pemungutan dan Pembayaran Pasal 45 (1) (2) (3) Pemungutan retribusi tidak dapat diborongkan. SPdORD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diisi dengan jelas. Tata cara pemungutan retribusi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Bentuk. (3) (4) (5) -14- . Tata cara pembayaran. benar dan lengkap serta ditandatangani oleh Wajib Retribusi atau kuasanya. tempat pembayaran retribusi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Gubernur atas permohonan wajib retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada wajib retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran retribusi dengan dikenakan bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan.

BAB X Sanksi Administrasi Pasal 47 Dalam hal wajib retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. Tata cara pelaksanaan penagihan retribusi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar retribusi dan pelaksanaan penagihan retribusi. dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari retribusi yang terutang atau kurang dibayar. sehingga tidak dipertimbangkan. wajib retribusi harus melunasi retribusinya yang terutang. wajib retribusi harus dapat membuktikan ketidakbenaran ketetapan retribusi tersebut. (2) (3) (4) (5) BAB XII Keberatan Pasal 49 (1) Wajib retribusi dapat mengajukan keberatan hanya kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. dan ditagih dengan menggunakan STRD. kecuali apabila wajib retribusi dapat menunjukan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. atau kurang membayar retribusi terutang sampai saat jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 ayat (1) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk dapat melaksanakan penagihan atas retribusi yang terutang dengan menggunakan STRD atau surat lain yang sejenis. Pengeluaran STRD atau surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan retribusi dikeluarkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran. Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia disertai alasan-alasan yang jelas. -15- (2) (3) (4) (5) (6) . Dalam hal wajib retribusi mengajukan keberatan atas ketetapan retribusi. BAB XI Tata Cara Penagihan Pasal 48 (1) Apabila Wajib Retribusi tidak membayar. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan diterbitkan. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah STRD atau surat lain yang sejenis diterbitkan. Keberatan yang tidak memenuhi peresyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) tidak dianggap sebagai surat keberatan. Penagihan retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan surat teguran.

(2) (3) BAB XIII Pengurangan. harus memberikan keputusan. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Gubernur tidak memberikan suatu keputusan. Pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. wajib retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Gubernur. Keringan dan Pembebasan Retribusi Pasal 51 (1) (2) Gubernur dapat memberikan pengurangan. Keputusan Gubernur atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. Gubernur memberikan imbalan bungan sebesar 2 % (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan retribusi. Tata cara pengurangan.Pasal 50 (1) Gubernur dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal surat keberatan diterima harus memberikan keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. keringan dan pembebasan retribusi. (2) (3) (4) (5) (6) -16- . (3) (4) BAB XIV Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pasal 52 (1) Atas kelebihan pembayaran retribusi. keberatan yang diajukan dianggap dikabulkan. kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaskud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang retribusi tersebut. Pembebasan retribusi sebagaimana dimaskud pada ayat (1) antara lain diberikan kepada masyarakat yang tertimpa bencana alam dan/atau kerusuhan. keringan dan pembebasan retribusi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. keringan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan kemampuan wajib retribusi. Gubernur dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Gubernur tidak memberikan keputusan. menolak atau menambah besarnya retribusi yang terutang. Pemberian pengurangan. Apabila wajib retribusi mempunyai utang retribusi lainnya. permohonan pengembalian kelebihan retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. Apabila pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat jangka waktu 2 (dua) bulan.

alasan yang singkat dan jelas. masa retribusi. ada pengakuan utang retribusi dari wajib retribusi. (2) BAB XV Kedaluwarsa Penagihan Pasal 55 (1) Hak untuk melakukan penagihan retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutanngnya retribusi. atau. (2) (3) (4) (5) Pasal 56 (1) Retribusi yang tidak mungkin di tagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. Pengakuan utang retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh wajib retribusi.Pasal 53 (1) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 (ayat (1) diajukan secara tertulis kepada Gubernur dengan sekurang-kurangnya memuat : a. b. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut. Kedaluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika : a. Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi disampaikan secara langsung atau melalui pos tercatat. kecuali jika wajib retribusi melakukan tindak pidana di bidang retribusi. -17- . Bukti penerimaan oleh Pejabat Daerah atau bukti pengiriman pos tercatat merupakan bukti saat permohonan diterima oleh Gubernur. besarnya kelebihan pembayaran. d. b. Pengakuan utang retribusi secara langsung sebagaiman dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah wajib retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang retribusi dan belum melunasinya. (2) (3) Pasal 54 (1) Pengembalian kelebihan retribusi dilakukan dengan menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Retribusi. pembayaran dilakukan dengan cara pemindahbukuan dan bukti pemindahbukuan juga berlaku sebagai bukti pembayaran. Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaskud pada ayat (2) huruf a. Apabila kelebihan pembayaran retribusi diperhitungkan dengan utang retribusi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4). c. diterbitkan Surat Teguran. nama dan alamat wajib retribusi.

pencatatan. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut.(2) Penghapusan retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. menerima. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi. Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Gubernur. mencari. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi. dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi. menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana perpajakan Daerah. (2) (3) -18- . d. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. memeriksa buku. (2) (3) BAB XVII PENYIDIKAN Pasal 58 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah. (3) BAB XVI Insentif Pemungutan Pasal 57 (1) Instansi yang melaksanakan pemungutan retribusi daerah dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. catatan. g. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. ditetapkandengan Keputusan Gubernur. dan dokumen lain. Pemberian insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur sesuai dengan peraturan perundangundangan. f. mencari. b. mengumpulkan. dan/atau dokumen yang dibawa. c. meneliti. benda. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. pencatatan. j. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi. menghentikan penyidikan. s. i. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. catatan. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. r. dan/atau dokumen yang dibawa. p. menerima. dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. memeriksa buku. mengumpulkan. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi. benda. -19- . melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. m. t. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana perpajakan Daerah. dan dokumen lain. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana perpajakan Daerah dan Retribusi. l. o. menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. n. dan/atau k. u. q. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan Daerah dan Retribusi agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UndangUndang Hukum Acara Pidana. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. menghentikan penyidikan. dan/atau v. mencari. mencari. meneliti. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana perpajakan Daerah dan Retribusi. BAB XVIII KETENTUAN PIDANA Pasal 59 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.h.

sepanjang mengenai peraturan pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Retribusi Pengujian Mutu Hasil Perikanan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2006 Nomor 5). f. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2008 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008 Nomor 14. Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 4). b. Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 63 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku maka : a. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan daerah (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008 Nomor 5. g. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Retribusi Pengujian Mutu Kontruksi Lingkungan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2005 Nomor 5). Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2007 tentang Angkutan Laut.Pasal 60 Denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 merupakan penerimaan Negara. masih tetap berlaku sampai dengan berakhirnya masa Retribusi dan/atau Kontrak Perjanjian. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2006 tentang Retribusi Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah Di Lokasi Jembatan Timbang (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2006 Nomor 11). Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 9). e. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Retribusi Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2005 Nomor 6). BAB XIX Ketentuan Peralihan Pasal 61 Kekayaan Daerah yang telah disewakan atau digunakan sebelum berlakunya Peraturan Daerah ini. c. d. BAB XX Ketentuan Penutup Pasal 62 Hal. -20- . Sungai dan Penyeberangan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2007 Nomor 9. Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 10).hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini.

Agar setiap orang mengetahuinya.ZEET HAMDY ASSOVIE LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2011 NOMOR 1 -21- . TTD M. TTD CORNELIS Diundangkan di Pontianak pada tanggal 22 Februari 2011 SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Ditetapkan di Pontianak pada tanggal 22 Februari 2011 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT.Pasal 64 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada saat tanggal diundangkan.

maka dalam peraturan daerah ini diatur ketentuan-ketentuan pokok yang memberikan pedoman bagi pungutan retribusi jasa usaha agar pelasanaannya dapat berjalan tertib. Dalam Pasal 1 angka 64 Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 disebutkan bahwa retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Selanjutnya dalam peraturan daerah ini mengatur beberapa hal yaitu : jenis-jenis retribusi jasa usaha. Jadi syaratnya adalah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dengan orang atau suatu badan. Oleh sebab itu. sekaligus menetapkan pengaturan untuk menjamin penerapan prosedur umum perpajakan dan retribusi daerah. Dalam kaitanya dengan hal tersebut. lancer. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dengan pembentukan peraturan daerah. Retribusi Terminal dan Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan. Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu. aman serta dapat berdayaguna dan berhasil guna secara optimal. Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan beberapa Peraturan Daerah tentang Retribusi yang digolongkan dalam Retribusi Jasa Usaha. tata cara pemungutan dan -22- . Retribusi Jasa Usaha merupakan jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip-prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sector swasta. UMUM Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah merupakan ketentuan-ketentuan yang memberikan pedoman kebijakan dan arahan bagi daerah dalam pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi. semangat untuk menggali potensi dari jasa usaha yang dimiliki Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah terus dilakukan secara intensif guna lebih meningkat pelayanan kepada masyarakat. maka seluruh produk Peraturan Daerah yang tersebar tersebut. Secara yuridis pemungutan retribusi harus dengan alas hak berupa peraturan daerah. masa retribusi. Retribusi Penyeberangan Di Air. Ke 5 (lima) jenis Retribusi Jasa Usaha tersebut merupakan jenis retribusi jasa usaha yang sampai pada saat ini dianggap potensial untuk dilakukna pemungutan retribusinya. akan disesuaikan dalam satu bentuk Peraturan Daerah yang mengatur keseluruhan jenis-jenis Retribusi Jasa Usaha. Adapun jenis-jenis Retribusi Jasa Usaha yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah ini meliputi : Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. peninjauan tarif retribusi. Hal ini didasarkan pada pertimbangan pada kemampuan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat untuk menyediakan pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pengguna jasa seperti syarat untuk dapat dilakukna pemungutan retribusi. Makna yang tersirat dalam pengertian retribusi ini adalah adanya kewajiban bagi pemerintah daerah untuk memberikan jasa pelayanan kepada orang atau suatu badan. Khusus mengenai retribusi telah ditetapkan jenis-jenis retribusi yang diperbolehkan untuk dipungut oleh daerah yang meliputi Retribusi Jasa Umum.PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA I. dimana peraturan daerah merupakan instrumen sah dan legal bagi Pemerintah Daerahuntuk menetapkan tarif retribusi atas pelayanan yang telah diberikan sehingga pembayaran yang dilakukan oleh orang atau suatu badan dapat ditentukan secara pasti. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. sehingga masyarakat dapat dikenakan retribusi. tata cara pendaftaran dan penetapan retribusi.

sansksi administrasi. Pasal 7 Yang dimaksud dengan keuntungan yang layak adalah keuntungan yang diperoleh apabila pelayanan jasa usaha dilakukan secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. Pasal 12 Cukup Jelas. Pasal 6 Cukup Jelas. Pasal 4 Cukup Jelas. tata cara penagihan. Pasal 11 Cukup Jelas. Pasal 9 Cukup Jelas. Pasal 10 Cukup Jelas. Pasal Demi Pasal Pasal 1 Cukup Jelas. keberatan. Pasal 14 Cukup Jelas. Pasal 13 Cukup Jelas. -23- . Pasal 17 Cukup Jelas. II. beserta ketentuan lain yang menyangkut retribusi daerah. Pasal 16 Cukup Jelas. Pasal 2 Cukup Jelas. Pasal 5 Cukup Jelas. Pasal 15 Cukup Jelas.pembayaran. Pasal 8 Cukup Jelas. Pasal 3 Cukup Jelas.

Pasal 30 Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup Jelas. kios. gudang penampungan sementara. -24- . Pasal 28 Cukup Jelas. Huruf d Cukup Jelas. Huruf b Cukup Jelas. Pasal 20 Cukup Jelas. Pasal 26 Cukup Jelas. Pasal 31 Yang dimaksud dengan fasilitas lainnya adalah fasilitas yang ada di lingkungan pelabuhan yaitu kantin. Pasal 19 Cukup Jelas. cold storage dan sewa cren beroda/house. gudang. Pasal 29 Ayat (1) Huruf a Cukup Jelas. Pasal 23 Cukup Jelas. Pasal 27 Cukup Jelas. Huruf c Yang dimaksud fasilitas lain adalah fasilitas yang disediakan dan berada dilingkungan terminal. Pasal 24 Cukup Jelas. Pasal 21 Cukup Jelas. Pasal 25 Cukup Jelas. doking kapal.Pasal 18 Cukup Jelas. Pasal 22 Cukup Jelas.

Pasal 47 Cukup Jelas. Pasal 48 Cukup Jelas. Pasal 44 Cukup Jelas. Pasal 46 Cukup Jelas. Pasal 39 Cukup Jelas. Pasal 34 Cukup Jelas. Pasal 37 Cukup Jelas. Pasal 41 Dokumen lain yang dipersamakan dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan sarana administrasi yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan pemungutan retribusi. Pasal 35 Cukup Jelas. Pasal 43 Cukup Jelas. Pasal 42 Cukup Jelas.Pasal 32 Cukup Jelas. Pasal 40 Cukup Jelas. Pasal 33 Cukup Jelas. Pasal 49 Ayat (1) Cukup Jelas. -25- . Pasal 38 Cukup Jelas. Pasal 36 Cukup Jelas. Pasal 45 Cukup Jelas.

Pasal 61 Cukup Jelas. Pasal 57 Cukup Jelas. Ayat (5) Cukup Jelas. Pasal 52 Cukup jelas . Pasal 62 Cukup Jelas.Ayat (2) Yang dimaksud dengan alasan-alasan yang jelas adalah keberatan yang diajukan disertai dengan data atau bukti bahwa jumlah retribusi yang terutang atau lebih bayar yang tertuang dalam dokumen ketetapan adalah tidak tepat. Ayat (6) Cukup Jelas. Pasal 56 Cukup Jelas. Pasal 54 Cukup Jelas. Pasal 50 Cukup Jelas. Pasal 55 Cukup Jelas. Pasal 51 Cukup Jelas. -26- . Pasal 59 Cukup Jelas. Pasal 60 Cukup Jelas. Ayat (3) Cukup Jelas. Pasal 58 Cukup jelas. Pasal 53 Cukup Jelas. Ayat (4) Cukup Jelas.

Pasal 63 Cukup Jelas. TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 1 -27- . Pasal 64 Cukup Jelas.

LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Nomor : 1 Tahun 2011 Tanggal : 22 Februari Tahun 2011 ________________________________________________________ BESARAN TARIF RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH NO 1 1. 3 jam) 2. Aula untuk kegiatan pesta Aula untuk kegiatan Pelatihan/Seminar Per hari Per hari 400.) 4 b. 3 jam) Per bulan Per bulan 250.000 3. Swasta Kursi 1. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat a. Pemerintah 2. Kursi lipat bermeja/ rangka stainless/jok busa . Rangka Stainles/Jok Busa .000 1.000 400. c. Malam (1 x /minggu. Kursi lipat .000 700. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar a.Pemerintah . Per hari Per hari Per orang/ hari Per orang/ hari 300. INSTANSI / OBJEK RETRIBUSI 2 Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi Kalimantan Barat a.000 150. b.Swasta 3.000 -28- .000 c.000 2. Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari 2. Pemerintah 2. Swasta Kamar AC (Kamar mandi di dalam) 1. Pemerintah 2. d.000 40.Swasta Pendopo 1 Pemerintah 2.000 g.500 1.Pemerintah .500 2.000 10. b. Swasta Ruang kelas 1. Swasta Aula II Kapasitas 40 orang 1. Aula I Kapasitas 150 orang 1.000 1000 1500 e.000 500. Aula untuk kegiatan Seminar/Pertemuan di luar lingkungan Dinas Kantin I Lapangan Tenis 1. Swasta Per hari Per Hari Per hari Per Hari 1.Pemerintah . Swasta LCD 1.000 SATUAN 3 TARIF (Rp.750.000 150.500. Per hari Per hari 100. Per lima jam Per lima jam 2. Pemerintah 2. Siang ( 1 x / minggu.000 500.000 Per hari Per bulan 250.000 400.000 400.Swasta 2.000 250. Pemerintah 2.

000 8.000 Per Hari Per Hari Per Jam Per bulan 7.000 50.000 17. Kelas AC 6. d. Asrama AC 2. Asrama VIP b.000 20. e.Kalbar) Aula untuk kegiatan Per hari 300.000 9.000 10. f. Promosi dan Investasi Aula untuk kegiatan pesta Per hari 1. Untuk kegiatan Swasta 1.000 100.000 15.000 -29- . Aula untuk kegiatan rapat. Aula untuk kegiatan pesta Kantin/kios Ruang Kelas AC Kamar Asrama + AC (Kamar Mandi di Dalam) Kamar Asrama + Kipas Angin (Kamar Mandi di Dalam) Dapur Laboratorium Bahasa LCD Sewa Lapangan Futsal Per hari Per bulan Per Hari Orang/Hari Orang/Hari 550.500 10. b. 4. dll Aula untuk kegiatan pesta Per hari Per hari 500. i.000. Auditorium I 4. Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat a. Unit Pelatihan Kesehatan (UPELKES) Pontianak a. b.000 60.000 175. Kerjasama.000 1. b.000 100. UPLKB Jungkat (Dinas Pendidikan Prov. c.000 Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalbar Aula untuk kegiatan pelatihan/seminar Per hari 700. seminar. Untuk kegiatan Pemerintahan 1.000 4.000 750. b. h. d.000 5. Unit Pelatihan Transmigrasi Provinsi Kalbar a. Ruang Kelas AC Asrama I (Kamar mandi di dalam) Asrama II (Kamar mandi di luar) Per hari Per hari Per hari 250.000 6. c.000 11. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat a.000 17.000 60.000 250.000 200.000.000 150.000 Per orang per hari Per orang per hari Per 4 Jam Per 4 Jam Per hari Per orang per hari 50. Auditorium II 5. Asrama Non AC 3. g.000. Asrama AC Per orang per hari 60. c.500 40. d. Kantin Gedung Kerajinan Rakyat di Sambas Per bulan Per tahun 150.c.500 10.000 250. Aula Kamar Asrama (AC) Kamar Asrama (Kipas Angin) Ruang Belajar Per hari Per orang per hari Per orang per hari Per hari 250. Balai Latihan Koperasi Provinsi Kalbar a. Badan Koperasi UKM.

000 50.000 200.000 20. d.000 300. c. b. Auditorium II 5.000 20.000 150. j.000 40. f.000 15.000 30. h. c. d. Kantor Perwakilan Daerah Kalbar a.000 55. e. c. o.000 14. r.000 70.000 3. b. Kamar (VIP-A) Kamar (VIP-B) Kamar (VIP-C) Standar I Per orang per hari Per 4 Jam Per 4 Jam Per hari Per orang per hari 30. k.000 85.000 20. p. Aula untuk kegiatan perkawinan Asrama Ruang Teori Ruang makan Dumn Truck Box PS 100 Cold Storage Gergaji Belah Bundar Mesin Bor Vertical Gergaji Potong Mesin Jahit Haigh Speed Mesin Pelobang Kancing Mesin Jahit Biasa Cutting Plat Trafo Las Listrik Mesin Bubut Mesin Schraf Mesin Bor Vertical Mesin Frais Laboratorium Bahasa Per hari Per hari Per orang per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari 450. UPT.000 20. Unit Latihan Kerja Industri (ULKI) Provinsi Kalbar a.000 40. s.000 30.000 10.000 15. Asrama VIP 12.000 15.000 Per kamar per hari Per orang per hari Per orang per hari Per orang per hari 155. Kelas AC 6.000 20. q.000 15. l.000 15. Auditorium I 4. Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Provinsi Kalbar -30- . Asrama Non AC Kelas Non AC Kelas AC Mess/Gues House Per orang per hari Per hari Per hari Per orang perhari 5. d. n.000 200. g.2. i.000 15.000 Balai Pendidikan dan Latihan Penyuluhan Pertanian Provinsi Kalbar a. m.000 100.000 50. Asrama Non AC 3.000 5. b.000 150. 13.

000 500.000 100.000 Per hari Per hari 250. Over Houl Mesin d. Balancing h. Umum 2. Cuci Mobil J.000 75. Unit Pengelola Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong Provinsi Kalbar Kios (12 Pintu) 18. Gedung Teater Terbuka 1.000 Per unit/Hari Per M / Bulan Per Unit/ Hari Per Unit/ Hari 2 Per hari Per hari 9. Jasa Penggunaan Lapangan Penumpukan setiap M3/Ton b. UPT.a.000 15. Sanggar b. Pengelasan l. Tune Up Mesin Karbulator e.000 100. Jasa Penggunaan Gudang setiap M3/Ton 2.000 300.000 150. Bidang Perhubungan Darat 1. Umum 2. Echosounder 4.000 50.000 1. Malam Hari Per Hari Per Hari 400.000 400. Sewa Kapal Kapasitas 50 sit( AC) 2. Roda 4 dan 6 r. Kantin 3.000 50.000 -31- .000. Sanggar 20. UPT. Siang Hari 2.000 100. Bubut p. Bidang Perhubungan laut 1.000 Per bulan 250.000 50. Gedung Teater Tertutup 1.000 100.000 50.000 150.000 50. UPT. Jasa Penggantian Suku Cadang q.000 Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit 500. Truck 17. Pengecatan c. GPS 16. Cek Fisik Kendaraan bermotor 1. Unit Taman Budaya a. Balai Perbaikan dan Pemeliharaan Kendaraan Bermotor a. Pick Up 2.000. Tes Emisi Gas Buang n. Roda 2 2. Tune Up Mesin Injeksi f.000 100. Rubah Bentuk 1. Body Repair b.000 150. Spooring g. Modifikasi m. Cuci Motor k.000 25.000 100.000 1. Museum Pontianak a.000 100.000 5. Kelistrikan i.000 Per hari Per hari 250.000 5. Gedung Pertemuan/Auditorium 1.000 100.

21.000 5% x 1. Untuk 20 Tahun 2. Pemeriksaan Serologi : a) HA / HI Test Avian Influenza b) HA / HI Test ND c) Rose Bengel Test (RBT) d) Uji Aglutinasi Pullorum e) Uji Aglutinasi Mycoplasma f) Milik Ring Test g) Complemen Fixation Test (CFT) h) Elisa 2. Setiabudi Gedung Kartini : 1.500.500. Penggunaan ruang untuk ATM Sewa lahan untuk papan reklame/ baliho 1. Kantin Sat. h. 23.000 -32- . 000.000/M2 3% x 1. 2.000.000 Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan Per Pemeriksaan 1.000 500 30.000.000 2. c.000 5.b.200.000 7.000 10.500.000 7.500 3. c.000 2. f. Tipe A (5x 10 M2 s/d 8 x 16 M2) Tipe B (4x 6 M2 s/d 4 x 8 M2) Tipe C (2 x 3 M2 s/d 3 x 4 M2) Per M2/thn Per M2/thn Per M2/thn Per bulan Per hari Per hari Per M /thn 2 Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Per bulan Per bulan Per tahun Per tahun 22.000 200 1. Pelayanan Laboratorium Kesehatan Hewan 1. Kantin Handayani Kantin Restoran Sari Bento Sewa Lahan Baliho/ Papan Reklame 1.500. Untuk 15 Tahun 3.000 15.500 1.Kultur Jamur c) Isolasi Penyebab Penyakit Virus : 1) Kultur pada telur tertunas/kultur 2) Kultur Jaringan Identifikasi 3) Diagnosa rabies 4) Uji Biologis Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 43. b.000 20.5% x 1. 3.000.000.000/M2 2. e.000 31.000/M2 450.000.000 30. Untuk kegiatan promosi h.5% x 1.000/M2 1. Untuk 10 Tahun 4.000 300.000 1.000/M2 5% x 1. Bappeda Provinsi Kalbar Kantin Unit Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesmavet (ULKHPT) a.000. Untuk 5 Tahun c.000 Biro Pengelolaan Asset Setda Provinsi Kalbar a. g.000 Per pemeriksaan 15. Untuk kegiatan pesta 2. Tipe B (4x 6 M2 s/d 4 x 8 M2) Per bulan Per bulan Per bulan PerM2/thn Perpanjangan hak 1.000 45. Pemberian Hak Guna Bangunan di atas tanah HPL Tanah Hak Pakai untuk kegiatan usaha (BOT) : 1.000.000 2.000 24.000/M2 3.000 450.500.000 Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 20. d.000 1.75% x 1.000. Pemeriksaan Mikrobiologi : a) Isolasi Penyebab Penyakit Bakteri : 1) Kultur dan jaringan/swab/air susu 2) Uji sensitif Thd.500.000 4. Antibiotik 3) Isolasi Salmonella b) Isolasi Penyebab Penyakit Jamur : .500. i.000 150. PP Kantin Dharman Wanita Ruko Jalan Antasari Ruko Jalan Dr. Pol.000 450.

000 5. Pemeriksaan Darah (Hematologi) : a) PCV (Packet Cell Volume) b) HB (Haemoglobine) c) RBC (Red Blood Cell) d) WBC (White Blood Cell) e) BUN (Blood Ureum Nitrogen) f) SGPT/SGOT g) Total Protein h) Cholesterol 5.000 8.000 8.Injeksi tetes mata/hidung Diagnosa kebutingan pemeriksaan reproduksi Hewan kecil Unggas Pemeriksaan Reproduksi : Sewa Kandang : -33- .000 10.000 500 150 75.000 8.Hematokrit Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor 5. domba.000 300.000 d) Distemper Hepatitas Parvolity Parainfluenza + Laptospira e).000 2. Pemeriksaan / Pengobatan : a) Hewan Besar (sapi. Tindakan Bedah : a) Tindakan Bedah Mayor b) Tindakan Bedah Minor c) Potong Telinga d) Potong Kuku e) Potong Ekor f) Caesar anjing/kucing 3.500 125.000 7.000 25. babi) c) Unggas d) Hewan kesayangan 2.000 5.000 12.000 8.000 400.000 10.000 Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor 75.000 8.000 15. Pelayanan Kesehatan Hewan 1.500 30.000 100. Distemper Hepasitas Pravolity Parainfluenza Laptospira Rabies f) g) h) 4.000 5.000 300.000 25.000 15. kerbau) b) Hewan Kecil (kambing.3. Vaksinasi : a) b) c) Rabies Hog Cholera Distemper Hepatitas Parvolity Parainfluenza (DHPP) Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor / hari Per ekor / hari 50. a) b) Felinefa/Vaksin Kucing ND / Tetelo : .000 8.000 4. Pemeriksaan Parasit : a) Ulas darah b) Tinja mikroskop/identifikasi telur c) Kulture Tinja .000 500.000 75.500 Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor Per ekor 500.000 8.000 8. a) b) 5.000 150. Pemeriksaan Patologi Anatomi : a) Hewan besar b) Hewan kecil c) Unggas d) Hewan lainnya b.000 130.000 130.

h. b. j.600. Tipe A (5x 10 M2 s/d 8 x 16 M2) Tipe B (4x 6 M2 s/d 4 x 8 M2) Tipe C (2 x 3 M2 s/d 3 x 4 M2) i. Kios Pemakaian halaman untuk parkir Sewa Lahan Baliho 1.Abdurachman : 1.000 50.700 429. 000. 3.000 5.000 65.500.000 122.000 7.000 300. Halaman Gedung Olah Raga (GOR) Pangsuma Kolam Renang Lapangan Sepak Bola Sultan Sy.000 5000 1.050 393.000 Per sampel 150. dan Peralatan a) b) c) Hewan Kecil Unggas Hewan kesayangan Per ekor Per ekor Per ekor 50. Hewan kesayangan Hewan lainnya Per ekor / hari Per ekor / hari 15.000.000 122.050 500 1. g.000 500.Kalbar a. a.000 1.000 271.250 336.000 24.000 12. Pemeriksaan Kualitas Daging & Susu a) b) 2.515 Camara Mikrobia : a) TPC b) E.000 6.000. Untuk Kegiatan Musik c.c) d) 6. Kegiatan sepak bola 2. Uji Mutu Produk Peternakan : 1. Pakan.000 c.500 Biaya Rawat Inap (Tidak termasuk Obat. Coll c) Coll form d) Salmonella e) Jamur 3. Fisik (pH/Warna/Baru) Kimiawi Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel 5.000 336. Tanah untuk tanaman bunga Gedung Olah Raga (GOR) Pangsuma : 1.000. d. Residu Obat : a) Residu Antibiotika : b) Uji Tapis c) Konfirmasi Golongan : > PC’ s > TC’ s > ML’ s > AG’ s d) Residu hormone e) Residu logam berat Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per M2 Per bulan Per hari Per hari Per hari Per hari Per bulan Per kegiatan Per Jam Per bulan Per hari Per Tahun Per M2 / tahun Per M2 / tahun Per M2 / tahun 10. Sewa sintetik track f.000 5.000 750. 2. e. 25. Dinas Pemuda dan Olah Raga Prov.000 750.449.000 100.000 15.700 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat -34- .000 2. Sewa Kantin Lapangan Golf Penggunaan Lapangan Event Gres Track Sewa fasilitas untuk kegiatan mengemudi Asphalt Mixing Plant 30 ton/jam Per Bulan Per Event Per Hari/kegiatan Per hari 500.050 336. k. Untuk Kegiatan Olah Raga 2.000 17.000 70.000 86.000.

900 943. dd.8 m) Compressor 100 liter / menit Concrete Mixer 0. x. i. u. c. vv. g. kk. Asphalt Finisher 20 ton /jam Asphalt Sprayer 1000 liter Bulldozer (2. f.600 Crane On Track/ On Whell 40 ton Excavator On Track/On Whell 0.500 859. l.200 352.900 481.500 396.000 276. s.2 ton Jack Hammer 100 kg Pile Driver Hammer 50 kg Pile Driver Hammer 100 kg Pile Driver Hammer 250 kg Pile Driver Hammer 500 kg Pile Driver Hammer 1 Ton Pile Driver Hammer 2 Ton Pile Driver Hammer 3.600 1.700 74.500 757.000 147.5 Ton Pile Driver Hammer 5 Ton Pile Driver Hammer 10 Ton Pile Driver Hammer 15 Ton Pile Driver Hammer 20 Ton Pick Up Truck 1 m 3 Paddle Mixer 500 liter Concrete Pump 4 m /jam Concrete Mixer Truck 2.046. mm.400 165. jj. e. j. w. z.000 714. ee.000 315. r.800 232. y. cc. ii. n.200 92. ll.600 404.600 52.000 397.900 694. aa.300 553.900 13.8 m Wheel Loader/Track 1. rr.5 m 3 Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari 3 Tandem/Three Wheel Roller 1-2 T Tandem /Three Roller 3-4 T Tandem/Three Roller 6-8 T Vibratory Roller 8-10 T Vibratory Roller 2. oo.500 256.5 ton Generator Set 100 kva Motor Grader 2.500 14. tt.900 119.900 9.600 67. h.000 31.600 396.900 109.900 150. aaa.300 26. pp. qq. yy. gg. nn. ff.800 191.600 396.600 172.600 711. k. ww.400 908.900 297. uu. t.200 149. hh. m.000 355.88 m x 0.25 m Pan Mixer 400 liter Motor Scraper 10 m / jam 3 3 3 Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Concrete Cutter 250 mm / jam -35- .400 273.500 8. 25 m Dump Truck 3-4 m Dump Truck 6-8 m 3 3 3 3 Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari 529.5 m Flat Bed Truck Whell Crane 2.5 m Mesin Las Ponton 1000 ton Tug Boat 2 ton Crane On Portal 25 ton Chain Blok 20 ton Tanker Truck 6000 liter Trailer Truck 20 ton Aspal Mixing Pan (Kuali Aspal) o.600 14.3 – 0. p.700 75.100 297. d.600 12.5 T(tdk ada dalam usulan PU) Concrete Vibrator Stone Crusher 1 ton 30 ton / jam Water Pump 70-100 mm Pedestrian Roller 1 ton Stamper 0.500 256. q.400 676.b. o. bb. ss. p.500 104.400 663.

000 175.700 1. Alat Saringan Timbangan Electric kapasitas 6000 Gr Sleve Shaker Timbangan Manual Kapasitas 20 kg Picnometer Backet/keranjangan Perendaman Oven Mol/Tabung Kapasitas 5ltr Mol/Tabung Kapasitas 2ltr Gelas ukur Timbangan Kapasitas 20 kg Saringan No.300 18.000 55.000 55.000 100. ddd.000 10.000 35.400 5.000 5. ccc.000 5.300 Unit Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan Provinsi Kalbar Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 75.000 10.000 100.bbb.000 175.000 65.000 40. Los Angles/Mesin Abrasi -36- . Pneumatic Tyred Roller 6-8 Ton Cold Milling Machine 1 m / jam Bored Pile Machine D=1.000 750.000 55.000 31.000 40.000 60.250.000 5.000 5.000 90. fff. 500 mm Scale Bridge 35 Ton Survey Equepment Alat Bidang Bahan dan Pengkerasan jalan 1.053.000 50. 26 a.000 60.590.000 5. k.000 5.12 2 Per hari Per hari Per hari Per hari Per hari 819. f.000 50. Alat Agregat Kasar dan Halus untuk Campuran Beton Aspal dan Semen a. j.200 34.000 45. g.000 350.000 Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 10. i. Alat Pengujian Aspal a) Destilasi b) Penetrasi dengan jarum c) Penetrasi dengan konus d) Ketahanan terhadap leleh e) Titik lembek f) Titik Nyala g) Daktilitas h) Loss On Heating (LOH) i) Penetrasi LOH j) Titik Lembek LOH k) Daktilitas LOH l) Kelarutan dalam Trochloor Etyleen (C2HCL) m) Berat Jenis n) Kekentalan o) Kadar Air p) Parameter malthene (PA) q) Kelekatan r) Kadar Air s) Viscositas absolut t) Penurunan Suhu u) Dinamic Shear Rheometer (DSR) v) Presure Ageomg Vasel (PAV) w) Perkiraan suhu pencampuran dan pemadatan x) Alat Ekstraksi (Pro Analys) y) Alat Ekstraksi (Teknis) z) rosilent Modulus 2. b.000 30. h.000 500.000 900.000 m. eee.000 1.000 25. e.000 35. c.000 35. d. l.000 35.000 38.

000 580. Alat Pembuatan Lubang Uji c. Alat Spliter Agregat ff. x.000 5.Alat Vibrator Concrete 3. y.000 45.000 5.000 110. Alat Organik Impurities aa.000 60.000 45. Alat Hidrometer Alat Shinkage Limit Per sampel Per sampel 19.000 285.000 Alat Bantu Pengujian di Laboratorium a.000 45. t. Gelas Ukur f. v. Index Plastis a.000 10.000 100.000 66.000 75. s.Alat Vacum Pump cc.000 100. h.000 -37- .000 5.000 w.000 10.200 Alat Angularity Alat Plosing Stone Value Alat Sand exuivalent Alat Atterbeg Limit Alat Angularity Alat Marshal test Electric Alat Pemadat Modified Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Hari Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 30. Alat Bidang Geoteknik Jalan 1. Alat Spatula e. c.000 35.000 5.000 45. g.000 5. Alat lampu Sorot Aspal Alat Impact Alat Crushing Alat Kepipihan Alat Saringan no. Alat Axtruder / Alat Bantu Mengeluarkan Sample Tanah 5.000 105. 4. Alat Pengambilan Sampel Inti (Core driilAspal) < 3 Cm. u.Alat Kompor Gas ee.000 10.000 45. z. Alat Palu Karet Untuk Penghancur c. Alat Califomia Bearing Ratio (CBR) in situ (tanpa penggalian) f.000 25.000 35.000 125. Alat Pengambilan Sampel Inti (Core driilAspal) < 3 Cm. Alat Colifomia bearing ratio (CBR) asli dengan silinder (tanpa Pengga e.000 45. o. Alat Kepadatan dengan Rubber Baloon Per titik Per titik Per titik Per titik Per titik Per titik Per titik Per titik Per titik Per titik 45. Alat Benkelman Beam b. r. Alat Pengambilan Sampel Blok i. q.Alat CBR Modified bb. p.000 b. b. Alat Las Listrik h. b.Alat Pan/Alat Pengeringan Sampel dd. Alat Pengujian Perkerasan di Lapangan a. Alat Dinamic Cone Penetrimeter (DPCP) d.000 5.000 100. Alat Tanah Dan Sub Grade a. Agregat Tanah d.n.000 50. Alat Sand cone j. Alat Pemadatan standar Alat CBR standar Alat UCS 25.000 110.000 110.000 17.000 45.000 5.000 10.000 85. Sendok Agregat Kasar dan Halus g. Alat Sendok Semen b.

Alat Teodilit v.000 40.900. Mechanical Properties (Sifat Teknis) a. Alat Kuat tekan Bebas b.000 75. Alat Standar Penetration test (SPT) q. Alat Konsolidasi Manual i.000 40. Soil Compaction a.000 3.000 55.000 145.000 600. Alat Triaxial unconsolidated undrained Manual e.000 210.2. Alat Kuat Geser Langsung Manual c.000 30. Alat Piston sampling e.000 35. Alat Peat Augering g. Alat Pemboran mesin tanah<10m j. Alat Sodir Berat. Alat Triaxial consokidated undrained Automatik h. Alat Permeability Faling Head o. Kapasitas 2. Alat Pengambilan contoh tanah dengan tabung/mesin.000 75.000 100. Alat Sodir Ringan. kapasitas 5 Ton i.000 64.000 320. n.000 150. Alat Konsolidasi Automatik j.000 45. Alat Triaxial consokidated Manual g.000 65.000 40. Alat Pengambilan contoh batuan p. Alat Piezocon c. Alat Pemboran mesin tanah>10m k.000 40. Alat Rowe cell diameter 75 mm l.5 ton h.000 35.000 50.000 60. o.000 40. Alat Swealing pressure m. f.000 30.000 10.000 80.000 50. Alat Triaxial unconsolidated undrained Automatik f. Alat Pengambilan contoh tanah dengan tabung/manual. e. Alat Seismic t. c. Alat Permeability Constans Head 4. Alat Pengujian tanah dan Batuan di Lapangan a. Alat Piezocon dispasi per 4 jam d. Alat Pemboran mesin batuan<10m m.000 75. Alat CBR Lapangan b. d. Alat sumur uji s. b.000 40.000 1. Alat Water Pass (Pemetaan Geoteknik) -38- .000 100.000 80. Alat Geolostrik u. Alat Vane Test n.000 280. Alat Pemboran Tangan r.000 240.000 500.000 100.000 60.000 240.000 350.000 100.500 125. Alat CBR standar Soaked Alat CBR Standar unsoaked Alat CBR Modified Soaked Alat CBR Modified unsoaked Alat Ressistivity test Alat Sub Grade modified resilent Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per sampel Per titik Per titik Per bacaan Per sampel Per sampel Per sampel Per titik Per titik Per meter Per meter Per meter Per meter Per tabung Per tabung Per tabung Per uji Per meter Per titik Per meter Per titik Per Hektar Per Hektar 50. Alat Kuat Geser Langsung otomatik d.000 25. Alat Pemboran mesin batuan<10m l. Alat Rowe cell diameter 250 mm k.000 70. Alat Peat Sampling f.

000 645.000 35. Alat Bidang Jembatan dan Bangunan Jalan a) Bahan Pendukung 1) pH 2) Rasa 3) Bau 4) Bahan tersuspensi (TSS) 5) Bahan Padat (TDS) 6) Kadar Minyak 7) Bikarbonat 8) Ion sulfat 9) Ion Chlor 10)Ion Magnesium b) Alat Pengujian Semen untuk Campuran Beton 1) Alat Saringan Kehalusan 2) Alat Vikat Waktu Pengikatan 3) Alat Mesin Kuat Tekan c) Alat Pengujian Baja 1) Alat Mesin Kuat Tarik 2) Alat Kuat Tekuk 3) Alat Ketebalan Cat d) Alat Pengujian Mutu Beton 1) Alat Kuat Tekan untuk silinder Beton 2) Alat Mesin Kuat Tarik 3) Alat Mesin Kuat Lentur 2.000 15.000 90.000.000.000 125.000 90.000 195.000 9.000 40.000 375.500. Alat Pengujian Beton dan jembatan di Lapangan a) Alat Pengujian Mutu Beton dan Cacat Beton 1) Alat Hammer test manual 2) Alat Pundit 3) Alat Impact Echo 4) Alat Windsore Probe b) Alat Korosi Beton 1) Karbonsasi Beton 2) Resistyvity c) Alat Stress Relief Test Core driil + demec d) Alat Pengujian Kekuatan Jembatan 1) Lendutan 2) Regangan 3) Getaran 4) Alat Pengujian Cover Meter 5) Pengukuran Selimut Beton 6) Pengukuran O tulangan Beton 7) Pengukuran jarak tulang beton e) Alat Pengujian Tiang Pancang dengan Alat PDA dan Loading Test daya Dukung Tiang Per Uji Per titik Per titik Per titik 120.000 7.000 600.000 11.000 53.000 9. Alat Vane Sheare test x.000 135.000 Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 17.000 53. Alat Mesin Loading Test 1) 0 s/d 50 ton 2) 51 s/d 100 ton 3) 101 s/d 200 ton c.000 15.000 35.w.000 13.000 90.000 35. 1.000.000 90.000 113.000 68.000 25.000 Per Titik Per Titik Per Titik Per Titik Per Titik Per Titik Per Titik Per Bentang Per titik Per Bentang Per titik Per titik Per titik Per Tiang 38.000 10.500.500.000 18.000 68.000 68.000 90.000 -39- .000 3.000 40.000 53.

Penangas Air 28.000 10.000 5.f) Alat Pengujian Cacat Las Dengan Alat Ultrasonic 1) Alat Mesin Core Drill Beton (Struktur Beton Bertulang) 2) Alat Mesin Core Drill Beton (Struktur Beton tanpa tulangan) Per Meter 75. Magnet Stirer 18. Spektro Porteble 38.000 5. 9. Kolom Penukar Ion ukp:20cm dan d:1.000 10. Probe Ion Selektif Meter 31. Tabung Reaksi Sentrifuse 43.000 g) Alat Pengambil Sampel Per titik Per titik 450.000 10. Membran Filtation Unit 21.000 20. Tabung Gas Asitilen 40.000 10.000 25. Probe pH Meter 32. Salinity Meter 34. Pemanas dgn Lubang@ Penyangga Tabung 27.000 10.000 10. 4. Probe Salinitymeter 33. Laminar Flaw 13. Mercury Analizer 22. Bidang Rekayasa Lingkungan Keairan 1.000 3.000 3.000 5.000 10.000 2.000 15.000 15. Alat penyuling sianida Autoclave Botol BOD/COD Botol Winkler Coloni Counter Corong Pemisah Hand Protector un Heater Hot Plate Inkubator Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter Parameter 10. Tabung Gasa Agon 42. pH Meter 29. Lemari Pengeram BOD 17. Spektrometer serapan atom (SAS) 37.000 2.000 20. Neraca Analitik 25.000 2.000 300. Sentrifugasi 35. 8.000 3. 6. Lampu Hollow Catoda 14.000 2. Microview 24. Lampu Spritus 15. 3.000 3.000 3.000 5.000 5.000 3. Spektrofotometer UV-Vis 39.000 5.000 d.000 2. Shaker 36. pH Universal 30. Oven 26.000 3. Marking Pewn Colony Counter 19.000 5.000 10.000 5.000 3. Tabung Gas CO2 41.000 15.000 10.000 5.3cm 11. 2.000 3. Kompresor 12. 5.45 mikron 20.000 5.000 5. Termometer -40- .000 5.000 2. Mercury Vapour Unit 23. Membran Filter Diameter 47 mm 0.000 15. 7. Lemari Asam 16.

000 200 3. HgSO4 37.200 600 11.000 100 2. C6H5OH 99. DPD Total Chlorine Reagent Powder Pillows 10 ml sample 25.300 3. Diphenyl 1 Carbazone Powder Pillows for 100ml sample 21. Turbidimeter 45.400 4.000 4. DPD Free Chlorine Reagent Powder Pillows 10 ml sample 24. Amino Acid F Regent Powder pillows for 10 ml sample (APDK 4%) Amonium Pirolidin Ditio Karbamat (MIDK) Metil Iso Butil Keton (NaAsO2) Ag2So4 Asam Borat Asam Salisilat ASPADNS Batu didih Parameter Parameter Parameter 5. Ferrover iron Reagent Powder Pillows 10 ml sample 28. Curcumin 19.200 3.200 11. 5. Buffer Powder Pillows Citrate TYPE for manganes 13.000 5. H2SO4 31. Gas Argon 29. 9. 8.9% 14. Vacum Pump 46. Bromphenol Blue Indicator Powder Pillows 12. H3PO4 33. HNO3 -41- .000 1. Dissolved Oxygen 2 Reagent Powder Pillows for 60 ml sample 23.500 7.000 4. 7.200 11. HCl 34.955 4. HgNO3 36. Dissolved Oxygen 1 Reagent Powder Pillows for 60 ml sample 22. Cuver 1 Copper Reagent Powder Pillows for 10 ml sample 20.100 3.200 2. Ethil Alkohol 95 % 26. Water Bath e. H3BO3 32.500 2. HgCl 35.300 1.850 1.200 89. 6.100 700 5.000 112.000 7.900 4. Chromaver 3 Chromium Reagent Powder Pillows 17.200 1. Gas Asitilen 30.000 6. Bahan Pendukung Pengujian Lingkungan Keairan 1.600 3. Ferro ammonium Sulfat 27.200 30. 2.44. Bromcresol Green-Methyl Red Indicator Powder Pillows 11. 4. CHC13 16.000 3.800 400 Test Gram Ml Gram Gram Gram Gram Ml Gram Test Test Test Gram Test Ml Test Test Gram Test Test Test Test Test Test Ml Gram Test Kit/Tabung Kit/Tabung Ml Gram Gram Ml Gram Gram Gram Gram Ml 10.000 5.000 32. Citric Acid Powder Pillows for 10 ml sample 18. Hidrosilamin Hidroklorida 38.000 7. 3.200 1. CAlver 2 Calcium Indikator Powder Pillows 15.300 500 24.

Larutan Induk Hg 1000 mg/l 60. Larutan Induk Zn 100 mg/l 64.200 4.200 1.5H2O 75. Larutan Induk Pb 100 mg/l 62. Na2C2O4 73. KOH 53.200 2. Larutan Induk fe 100 mg/l 59. Nitri Ver 5 Nitrate Reagent Powder Pillos 25 ml sample Gram Gram Gram Gram Ml Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Ml Ml Ml Ml Ml Ml Ml Ml Ml Ml Ml Ml Gram Test Gram Gram Gram Gram Ml Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Test Gram Gram Ml Test Test 11.500 11. MaAsO2 66.500 8.200 42.800 1. Larutan Induk As 1000 mg/l 54. K2Cr2O7 41.300 2. NaSO4 77. Indikator Rhodamin 40. Larutan Induk Se 1000 mg/l 63. K2HPO4 42. NED Dihidroklorida 81.39.000 10. KH (IO3)2 48.700 1. K2S2O8 43.800 2.000 1.200 1.800 11. K4Fe (CN)6 44. KBr 45.800 2.200 4.200 11. Larutan Induk Ba 1000 mg/l 65.200 11. MnSO4.100 2.400 1. KHP (HOOCC6H4COOK) 50.200 2. Larutan Induk Cd 1000 mg/l 55.400 1.600 1. MnSO4 anhidrat 70.200 3.200 2. N-Heksan 85.000 3. Larutan Induk Cu 1000 mg/l 58.4H2O 71. KH2PO4 49.900 600 6. Larutan Induk Cr 1000 mg/l 57.000 8.100 11.200 1.240 41.9H2O 74.200 5. NH2SO3H 83. MTBE (Methil Tert Butil Ether) 72. ManVer 2 Hardness indicator Powder Pillows 67. NH4Cl 84.200 1.000 -42- . KNO3 52.200 1. Neutralizing Reagent Powder Pillows 82.300 1. MgC12 69. Na2SO3 76.200 1. Methil jingga 68.900 1. NaOH 80. Kl 51.200 6.100 11.200 3.200 3.900 2.250 60. Larutan Induk Co 100 mg/l 56. Larutan Induk Mn 100 mg/l 61.800 3. Na2S203.400 11. Na2S. KCN 47.400 1. Nitra Ver 5 Nitrate Reagent Powder Pillos 25 ml sample 86. NaN3 79. KBrO3 46. Naf 78.

Unit Pelayanan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalbar a. NaCl 105.500 22.000 300.000 60.600 4.000 40. KMnO4 102.2H2O 98.500 5. Sulfanilamida (H2NC6H4 SO2NH2) 94. 3.000 60.000 65. Pengujian emisi forklift (solar) Pengujian emisi sumber bergerak (bensin) Pengujian kualitas udara lingkungan kerja dan ambien (pengambilan sampel selama 1 jam) a) Nitrogen dioksida (NO2) b) Sulfur dioksida (SO2) c) Karbonmonoksida (CO) d) Hidrogen Sulfida (H2S) Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Titik Per Titik Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 60. Phenolphtalein indicator Powder Pillows 89.000 40.000 60.000 60.000 Pengujian Kualitas Udara Lingkungan -43- .200 1. Pelatihan Hiperkes dan KK bagi dokter Perusahaan 2.000 40.000 60. Pelatihan Hiperkes dan KK 1.400 800 300 2.200 1.000 300. Asam Asetat 99% 104.000 1.500 200 1. Pengujian Kualitas Udara Emisi 1. Sodium Periodate Powder Pillows for 10 ml sample 93. c.000 60. Vaselin 96.000 3. 1.400 800 1.000 40. BaCl.000 60.000 400. Asam Oksalat (COOH)2. Pelatihan Hiperkes dan KK bagi paramedik b.87. Phos Ver 3 Nitrate Reagent Powder Pillos 10 ml sample 90. Magnesium Klorida Hexahydrat 100. Na2SO4 99. Natrium Asetat Trihydrat 101. Phenol Ptalein 88.000 Per Orang Per Orang 1.000 5.000 80. ZnSO4 97.000 5.200 7.200 600 25.500. Potassium Persulfate Powder Pillows 91. Sulfa Ver 4 Sulfate Reagent Powder Pillows for 25 ml sample 95. SnCl 92.800 1.2H2O 103.500. Silika Gel Gram Test Test Test Gram Test Gram Test Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Gram Ml Gram Gram 40. Pengujian emosi sumber tidak bergerak a) Nitrogen dioksida (NO2) b) Sulfur dioksida (SO2) c) Hidrogen Sulfide (H2S) d) Ammonia (NH3) e) Hidrogen Clorida (HcCL) f) Total Partikel g) Timah Hitam (Pb) h) Seng (Zn) i) Arsen (As) j) Antomon (Sb) k) Cadmium (Cd) l) Opasitas 2.000 40.

000 -44- .000.000 75.000 300. UPT .5 l) Personal dust sampler 2.000 50. 4.000 65.000 750.000 75.000 20.000 65.000 100.000 10.000 80.000 200. Co darah 14. 2.000 180.000 60. Intensitas kebisingan sesaat 4.000 5.000 30. Iklim Kerja 7. Intensitas penerangan 9. Kebisingan ambient 24 jam 2. Pengujian kualitas udara ambien 24 jam a) Nitrogen dioksida (NO2) b) Sulfur dioksida (SO2) c) Karbonmonoksida (CO) d) Hidrogen Sulfide (H2S) e) Ammonia (NH3) f) Total Partikulat (TSP) g) Hidrokarbon 3. 9.000 8.000 10.000 60. 6.000 180.000 100. 2.000 30.000 100.Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (UPT – LPPMHP) a. Darah rutin 15.000 150.000 180. Konture kebisingan areal luas 6.000 65. Konture kebisingan luas areal sedang 5.000 35.000 150. Ventilasi 8. Daya dengar Fungsi paru Kelelahan Antropometri ECG Gizi kerja Kesehatan umum (hb. Uji Organoleptik Uji Mikrobiologi 1. Pemeriksaan Kesehatan Kerja 1.000 80. Radiasi GEM & UV e.000. Staphylococcus aureus Total plate count aerob Per Sampel Per Sampel Per Sampel 5. Phenol urine 13.000 20.000 180.000 20.000 40.000 200. 7.000 3.000 200.000 65. tensi) Urine rutin Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per titik Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 60. d. Cholinesterase 12.000 Per Sampel Per Sampel Per Sampel Areal Areal Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel 600.e) Ammonia (NH3) f) Oksidan (Ox) g) Formaldehyd (HCHO) h) Hidrokarbon (1 Parameter) i) Timah Hitam (Pb) j) Total Partikulat (TSP) k) Kadar debu PM2. Intensitas kebisingan (penggunaan niose dosimeter) 3.000 75. 3. Pb Darah 11. HB 26.000 40.000 40. Visus mata/buta warna 10. b. Pengujian kadar debu PM10:4 Jam Pengujian Faktor Fisik Lingkungan 1.000 100. 5.

10. 5. 6.000 10.000 25.000 25.500 7. 11.000 35.000 5.500 8.000 50. f. 5.000 15.000 40. g. 4. 0139 Vibrio parahaemolitycus Salmohella Shiqella Listeria Eschericia coli Clostridium botulinum Coliform Filth Stabilitas Suhu pusat Bobot tuntas APW Kadar air Chlortetra cycline Free fatty acid Garam Histamin Lemak Mercury Oxytetra cycline / Tetra cycline Protein Trymethylamine Total volatile base Antibiotik HPLC / Hightech instrument PH Logam berat Formalin Borax Rhodamin Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Vol.3.000 70. produk (Kg) Per Sampel 15. 7. 10.000 25. 9.000 25.000 20. 4. 7. 14.500 7. 3. Ereitros: Hutang Jumlah TrombositL Hitung Jumlah Haemoglobin/Hb Hematokrit Lekosit: Hitung Jumlah Lekosit: Hitung Jenis MCV MCH MCHC Laju Endap Darah /LED Unit Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 7. 2. 8.000 12. 12. c. e. 11. 6.000 5. 3.000 7.500 4.000 25.500 7.000 30.000 100. 2. 9. 8. 1.000 45.500 7.000 50. 13.000 7. 12.000 25.000 40. Total plate anaerob Vibrio cholerae Vibrio cholerae 01.000 25.000 60.500 8.000 25. 27. a. 3. 4. 10. 8. d. 2.000 50. 1. 5.000 35. 7. 4.000 Uji Fisika Uji Kimia B3 (Bahan Beracun Berbahaya) Jasa Inspeksi (Pengawas Mutu) Residu Pestisida Bidang Hermatologi 1. 2.000 100 100.000 20. 1.000 -45- . 3.000 300.000 25. 15. 6.000 40.500 50. 9.

500 11. 16. 18. 6.000 9. 13. 34. 15. 21.500 12.000 7. 5.500 Kimia Klinik/Urina Lisa 1. 9.500 13. 2.000 4.500 10. 17.500 13.000 7. 17. 28. 29.000 4. 31.000 7.500 14. 7.500 11.500 12.000 4. 12. 3.500 c. 22. 4.500 4.500 11.500 11. 11. 14. 13.11.000 13.000 12. 8.500 13.000 4. 14. 19.000 4.000 4.000 4.200 10.000 20. 10.000 14.500 9. 20.000 29. 16.500 12. 15. 27.500 11.500 7. 32. 21.500 4. b.000 12. 18.500 6.000 4.500 11. Masa pendarahan Masa pembekuan Hitung Jumlah Eosinofil Hitung Jumlah Eosinofil Protombium Plasma Sel LE Retraksi Bekuan Morfologi Sel Penetapan golongan darah Analisa Sperma Paket Hematologi Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 4. 24. Bidang Mikrobiologi 1. -46- .000 11. 20. 26. 23.000 20.500 12. 12. 33.500 10. 19. 25.000 20.000 12. Abumin Asam Urat/Uric Acid Bilirubin Total (Dirck-Indireck) Globulin Kreatinin Protein total Urium/Urea N /Bun Glukose HDL LDL Kholesterol Lipid Total Trigliserida Alkalifosfatase Thmol Turbidy Test Kalium Khlorida Natrium LDH SGOT SGPT Gamma GT HBDH Takata Ara Fisik Urine (warna) Kekeruhan Berat Jenis urin Protein Urin Glukose urine Bilirubin urin Urobilinogen urin Sedimen Urine Ph Urine Analisa Batu Jamur superfisial/subutan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 11. 30.

500 7. Jamur Subentasn – Mikrosik Jamur kepang/biakan Plasmodium malaria Mikroskopis BTA Paru Biakan BTA Filaria/Lepra – MH Telur Cacing Candida – Mikroskopis Faeces – Mikroskopis Trichomonas – Mikroskopis Sarcoptes Scabei Schistosoma Test Kepekaan/Resistensi test GO/Mikroskopis GO/Biakan Angka Kuman Coli Form Total (Air bersih)/Biakan Coli Form Total (Air sungai – air baku) E.500 7.000 23.000 42.500 23.000 23. 26. 6. 12. 15.000 25. 13.500 d.500 23. 35.000 23.000 7.500 35. 36. 18. 21. 34. 45. 31.000 42. 4.500 23..500 23. 16. 14. 5. 10. 23.500 23. 33.500 25. Anti Toxo IgM Dengue Bloot (DBD) Anti HIV (Rapid) Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 18. 27. 41.000 23.500 23.000 22.000 -47- . ASTRO Salmonella/Widal Toxoplasma.500 23. 4.500 42. 25.500 23.500 24. 38.500 45. 37. Anti Toxo IgG Toxoplasma.000 35.500 60.500 42.500 23.2.500 7.000 38.500 25000 7. Bidang Immunologi 1. 8. 42.500 95. 22.500 7. 11. 39. 32. Coli Vibiro Cholera/Paraemoly Tic Streptococcus SPP Staphyloccoccus SPP Acinetobacter Aeromonas Bacilus SPP Citobakter Edwarsigila Listeria Serratia Entobakter Fusabakterium Bakteriodes Yersina Salmonela SPP Shigella Mycobacterium Camphylobacter Clossterdium Corinebakterium Pseuduomonas Proteus Resistensi test Klebsiella Bacillus anthraxis Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 7.500 7. 20. 28. 40. 19.500 7. 43. 6.500 7. 9.000 23. 3.500 23. 2. 3.000 50.000 35. 29.000 50.000 7. 17. 44. 24.500 23. 5.000 23. 7. 30.500 60.500 24.000 95.

1.00 95.00 55. 6.500.00 10. 10.000 95. 5. 14. 15.500 15. 10. 8.000.00 130. 12.000 72.500 38.000.00 180.00 10.000 4. 7. 24.500 20. 4.500.000. 18.500 38.000 95.00 37.000 4.Reaksi Warna Karbon Monoksida (CO) / Reaksi Sianida (CN ) Reaksi Sulfida (S ) Reaksi Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 67.000. 23.000 12.500.00 25.000.500 95.000 4. 9.00 95. 14.500 12. 16.000 37.500. 21. 18.00 110. 13.00 10.000 4. 11.000 4.500. 13. 8.500.7. Bau Rasa Suhu Warna Daya Hantar Listrik / DHL Kejernihan / Kecerahan Zat Terendap Benda Terapung Kekeruhan Kebasahan Padatan / Zat Tersuspensi Khlor Bebas / CL 2 Aluminium / Spectro Aluminium / A A S -48- .00 180.500 14. 2.00 37. 12.000 4.000.500 4.500. 3. 17.000 Bidang Toksilogi 19.00 142. e.00 37. 5. 11. 16. 8.500. 7. Methil Alkohol Kimia Lingkungan 1.500. 11. 3. 6.00 10. 14. f. 9. 22.000 38.00 110.000 72.000 4. 20.000 4.00 10.500. 9. 2.500 38.000. 15. 19.500. 17.000 22.000 95.000 72.500.000 18. 13.000 95.00 4.000 4. 10. Anti HIV (Elisa) Anti H Bs Ag Anti H Bs Ag (Elisa) HBS Ag – Hepatitis B HBS Ag – Hepatitis B / Elisa Anti H B C (Anti Hepatitis B) Anti H V C Anti H C V (Elisa) Rhemotoid Faktor / RF Alfafeto Protein / AFP Tes Kehamilan TPHA VDRL T3 T4 FT3 FT4 TSHS Golongan Canabis Golongan Canabis ( KLT GC) Golongan Meth Amphitamin Golongan Meth Amphitamin ( KLT GC) Golongan Morphin / Opium Golongan Morphin / Opium ( KLT GC) Golongan Kokain Golongan Kokain ( KLT GC) Pestisida Spesimen Manusia / KLT Pestisida Spesimen Non Manusia / KLT Karbamat / KIT GC Organofosfat / KLT GC A r s e n/ G C Nitrat ( N03-N) Reaksi Warna Nitrat(N02-N) . 4. 12.500 45.

62.000 38. 24.00 25.500 38.500 45. 31.000 15.00 18.00 18.000 38. 32.000 40.00 -49- . 63. 52.500 17.500 18. 22. 49. 51. 59. Arsen / Spectro Arsen / A A S Besi (Fe) / Spectro Besi (Fe) / A A S Barium / A A S Cobalt (Co) A AS Crom ( C r ) A A S Fluorida ( F ) / Spectro Kadmium (Cd ) A A S Krom Valensi 6 Mangan (Mn) / A A S Mangan (Mn) / Spectro Natrium (Na) / A A S Lapisan Minyak Oksigen Terlarut Oksigen Terabsorbsi Oksigen (02 ) Ozon Perak (Ag) Spectro Perak (Ag) / A A S Raksa (Hg) / Spectro Raksa /Merkuri (Hg) Selenium ( Se ) / Spectro Selenium (Se) / A A S Seng (Zn) / Spectro Seng (Zn) / A A S Timbal (Pb) / Spectro Timbal (Pb) / A A S Tembaga (Cu ) / Spectro Kesadahan Ca C03 Derajat Keasaman / PH Amoniak Bebas / CH3-N C 02 Agresip / Spectro Sulfat ( SO4 ) / TLC Cuprum (Cu) / A A S Keb. 57.000 45.500. 18.00 25.500 45.000 45.500 45. 60. 33 34.500. 19. 17.000 38. 30.00 25.000. 64.500.00 18.00 18. 66. 45. 23. 53.500. 38. 58.00 18.000 38.000. 21. 36.000 17.500.500 45.000. 35.000 18. 40. 20. 26.500 38. 65.00 18.500.000 8.000 38.500.00 18.000 18.000 38.00 22. 47.500. 39.00 18.00 18. 43. 63. 54.500. 16. 29. 25. 37. Kimia Oksigen / C 0 D Keb.15.500.500.500 45. 55 56.000 18.00 22.500 38. Biologi Oksigen / BOD Kalium ( K) / A AS Clorida ( Cl) / Spectro Nitrat ( N03) Nitrit (N02) Salinitas Sisa Khlor KM N04 (Zat Organik) Sulfida sebagai H2S Sianida (Cn ) / Spectro Fenol / Spectro Hidrokarbon ( HC) Methil Alkohol Diterjen / Uji Biru Metelin Asam Salisilat / Total Asam Debu ( Udara) Karbon Dioksida (C02) Kebisingan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan 18.500 17. 48.500.000.500 17. 42. 27 28. 44. 50.500 22.000.000 18.500 35. 67.500 45.000 18.000 45.500 17.00 20. 46.00 18.000 7. 41.500 45.

68. 69. 70. 71. 72. 73. 28.

Kelembaban N02 0X S02 Zat Pengawet

Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan Per pemeriksaan

25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00

Per pemeriksaan Timbal/Udara Unit Pelayanan Jasa Standarisasi Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Barang I 1. Jasa Pengambilan Contoh Komoditi Pertanian a Standar Indonesia Rubber (SIR) b. Karet Konvensional c. Kayu lapis d. Gaplek e. Lada Putih f. Lada Hitam g. Kopi h. Biji Kakao 2. Produk Lain a. Pengambilan Contoh Padatan/Produk b. Pengambilan Contoh Semi Padatan/Produk c. Pengambilan Contoh Cair/Produk d. Pengambilan Contoh Bulk/Produk II 1 Jasa Pengujian Standar Indonesia Rubber (SIR) a. SIR 10,SIR 20 b. SIR 3 CV 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Crude palm Oil (CPO) Pretreated Palm Olein Refined Bleached Deodorised Crude Palm Stearin Preteayed palm olein Refined bleach deoderised palm stearin Palm Acid Oil Refined bleach deoderised palm kemel oil Crude palm kemel oil MinyakKelapa Inti Kelapa Sawit Bahan Olah Karet Kayu Lapis Penggunaan Umum Biji Tengkawang Biji Kakao Biji Pinang Arang Tempurung / Kelapa Lada Putih / Campuran Lada Hitam / Enteng Jahe Segar Air minum dalam Kemasan Minyak Pelumas / Solar Garam Microbiologi / Jenis Money Viscomater Karet Konvensional Plastik Kemasan Sir Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Kemasan Kemasan Kemasan Kemasan Ton Bale Panel Ton Ton Ton Ton Ton

6.000 3.000 12.000 3.000 27.000 27.000 27.000 27.000 3.000 5.000 5.000 5.000

45.000 65.000 175.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 65.000 120.000 120.000 120.000 50.000 50.000 85.000 85.000 85.000 275.000 170.000 85.000 150.000 75.000 50.000 50.000

-50-

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81

Gaplek Biji Kopi Minyak Kelapa sawit Minyak Tengkawang BungkilKopra Kopra Cuka Makan Sirup Kecap Mie Instan Dodol Amonium Sulfat Triple Super Pospat (TSP) TSP Plus Zn NPK Padat Aminoum Klorida Dolomit Kalium Klorida Monoammonium postat Urea amunium postat Diammonium postat Super postat (SP-36) SP-36 Plus Zn Borat Pupuk cair sisa proses asam amino Gula kristal merah Tepung Terigu Latek Air sumur Air sungai Air minum Air Limbah Industri Soda Air Limbah Industri Baterai Air Limbah Industri Pelapis Logam Air Limbah Industri KayuLapis Air Limbah Industri Minyak Sawit Air Limbah Industri Pupuk dan Kertas Air Limbah Industri Karet Air Limbah Industri Bir Air Limbah Industri Penyamakan Kulit Air Limbah Industri sabun/ditergen dan produk minyak nabati Dodol Sirsak Dodol Nenas Lempok Durian Gula Aren Gula Kelapa Gula Palma Gula semut Jagung Kopi Bubuk Madu Mie Basah Mie Kering

Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh

50.000 35.000 175.000 175.000 175.000 55.000 150.000 200.000 80.000 150.000 200.000 190.000 250.000 200.000 100.000 190.000 190.000 190.000 190.000 190.000 310.000 55.000 45.000 190.000 190.000 150.000 200.000 100.000 210.000 300.000 210.000 160.000 160.000 160.000 160.000 160.000 160.000 160.000 160.000 160.000 160.000 310.000 310.000 290.000 290.000 290.000 290.000 290.000 290.000 275.000 270.000 390.000 390.000

-51-

82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 29. 1

Roti Tawar Tahu Tapioka Tauco Tempe Tepung Beras Tepung Sagu Udang Beku Udang Kering Tepung Gula Tepung Jagung Tepung Hunkwe Minyak Goreng Jasa Kalibrasi Labu Ukur / Pipet Gondok Buret, Pipet, Gelas Ukur Buret Automatic Mikcropipet Digital Micro Pipet Timbangan Kasar (200g) Top Loading Balance/Timbangan Duduk Electric Balance Analitical Balance Weight Set / Anak Timbangan (0-200g) Oven Muffle Furnance Incubator Waterbath Thermometer Gelas Thermocouple / Dryer Autoclove Jangka Sorong (150 mm) Micrometer (25 mm) Thickness/Dial Gauge Mistar Baja Penggaris Blending Mill/Lab. Mill Platimeter Cera Tester Methode Destilasi Cera Tester Methode Oven PH. Meter Moisture Meter Thermohygrometer Pressure / Puss Gaugge Viscometer Mooney Tensile Strengh/Uji Geser Viscotester Conductivity Salinity Aula Gedung Administrasi

Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Contoh Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Alat Per Hari

390.000 240.000 120.000 150.000 180.000 300.000 315.000 300.000 240.000 350.000 350.000 350.000 350.000 125.000 150.000 150.000 150.000 200.000 250.000 250.000 250.000 250.000 150.000 220.000 200.000 200.000 200.000 250.000 250.000 195.000 150.000 150.000 150.000 150.000 100.000 200.000 200.000 140.000 200.000 100.000 200.000 150.000 200.000 225.000 275.000 150.000 100.000 100.000 100.000

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso

-52-

000 5.Pemeriksaan lapangan awal untuk benih dalam bentuk biji/mata temple/anak semai/ bahan sambungmbung/ stek/ okulasi.000 45. Pengujian Ulang d. grafting/sambungan susunan/cangkok d. Pengujian Ulang d.KALBAR PENGUJIAN DAN PEMERIKSAAN LAPANGAN TANAMAN PANGAN A.000 500. Pemeriksaan Lapangan b. Pengujian benih untuk keperluan pengujian khusus 4.Tanaman Buah-buahan a.Kalbar 1 2 Lahan Bongkar Muat Penggunaan Gudang Sewa Aula Sewa Kamar VIP Standar Kelas Per kamar perhari Per kamar perhari Per kamar perhari 60. 32. Pengujian Ulang d.Kalbar 1 2 34. PENGUJIAN DAN PEMERIKSAAN LAPANGAN TANAMAN HOLTIKULTURA 1. Pemeriksaan Lapangan b. Determinasi Pohon Induk b. Pengujian Ulang d. Pengujian benih untuk keperluan pengujian khusus Per Hektar Per Kg Per contoh benih Per contoh benih Per Hektar Per Kg Per contoh benih Per contoh benih Per Hektar Per Kg Per contoh benih Per contoh benih Per Hektar Per Kg Per contoh benih Per contoh benih Per Hektar Per Kg Per contoh benih Per contoh benih 3. Perumahan Abas Permai Lahan Parkir Per Hari Per Bulan Per Bulan 25. UNIT PENGAWASAN DAN SERTFIKASI TANAMAN PENGAN DAN HOLTIKULTURA PROV.000 1. Pengujian benih untuk keperluan pengujian khusus 3.000 6 6.000 Per Hektar Per Kg Per contoh benih Per contoh benih 4. Kacang Tanah Pemeriksaan Lapangan b.000 M3 / per hari M / perhari Per hari 2 30.000 4.2 30.000 -53- .000 1.000 5. Kacang Hijau Pemeriksaan Lapangan b. Pengujian benih untuk keperluan pengujian khusus 6. Pengujian Ulang d. Pengujian Benih c. Pengujian Benih c.000 1. Pemeriksaan Lapangan b.000 30.000 6. Pengujian Benih c.500 5 5.500 6 6.000 6 6.000 Unit Pemeriksaan Penyakit Paru-Paru Dinas Pendapat Daerah Lahan Parkir Unit Pengelola Terminal Agribisnis Terpadu (UPTAT) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Pemeriksaan lapangan akhir Per Batang Per unit Per 25 batang 1. Pengujian Benih c. Determinasi Rumpun Induk c.500 5 5. PENGUJIAN DAN PEMERIKSAAN LAPANGAN TANAMAN PANGAN 1.000 200.000 10.000 250 1. Korpri Prov. Kedelai Pemeriksaan Lapangan b. Pengujian Benih c. 31.000 500 Per 25 batang e. Pengujian benih untuk keperluan pengujian khusus 2.000 6.000 6. Pengujian Ulang d.000 B. Pengujian benih untuk keperluan pengujian khusus 5. Pengujian Benih c.000 33.500 5 5. Jagung Hibrida a. Pemeriksaan lapangan awal untuk benih anakan/ Per unit 500 5.000 5.000. Jagung Bersari Bebas a. Padi a.

000 2. Buah dan Polong Benih dalam bentuk biji a.000 2. Sayuran daun a. a. Tanaman sayuran Umbian Benih dalam Bentuk Umbian a.000 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT. TTD CORNELIS -54- . Pemeriksaan lapangan akhir bentuk anakan/rumpun 2. Pemeriksaan umbian di gudang c.000 3. Pemeriksaan Lapangan b.rumpun f. Pengujian Benih Khusus c.000 Per unit Per Hektar Per Kemas Per Contoh benih 3. Pengujian benih b. Pengujian Benih c.000 80.000 3. Kacang-kacangan a. Sayuran Buah. Pengujian benih 3. Pengujian benih 5.000 2.000 3. Pemeriksaan Lapangan b. Pemeriksaan lapangan b.000 15. Pemeriksaan lapangan b.000 Per Hektar Per contoh Benih Per Hektar Per contoh Benih Per contoh Benih Per Hektar Per contoh Benih 2.

000 30. Ikan Baung -55- . JENIS PRODUKSI 2 BIDANG PERIKANAN Ikan Mas SATUAN 4 Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Ekor Per Ekor Per kor Per kor Per Kg Per Kg Per Kg Per kor Per kor PerEkor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg TARIF RETRIBUSI (Rp.000 15.000 15.000 30 80 200 250 25.000 15.) 5 40 90 150 200 25. Ikan Patin 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm Per kor Per kor PerEkor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Ekor Per Ekor Per Ekor 80 100 200 250 28.000 2.000 40 80 150 200 25.000 80 100 200 5. Ikan Gurame 7.000 15.000 15.000 90 110 200 250 28. Ikan Jelawat 4.000 80 100 200 250 28. 1.000 30. Ikan Nila 3.000 30.000 30.000 30.Lampiran II : PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 1 Tahun 2011 TANGGAL : 22 Februari Tahun 2011 BESARAN TARIF RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH UKURAN / KLASIFIKASI 3 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir NO 1 I.000 15. Ikan Lele 6.000 30.

10.000 15. ITIK POTONG Telor itik BIBIT HIJAU MAKANAN TERNAK 12. 11. Itik Afkir a.000 30.000 8. III. PELAYANAN DAN PENGAWASAN MUTU BIBIT (DOC)DI BREEDER BIDANG PERKEBUNAN Pemanfaatan Mata Klon ajuran Enters Karet Bibit Kakao Umur Bibit : 5 Bulan Benih Kakao Per mata Per Batang Per butir 50 4.d 18 Bulan Betina Umur : S. 1.d.000 19. Ikan Tengadak 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 1-3 cm 3-5 cm 5-8 cm 8-12 cm Induk Jantan Induk Betina Apkir 9. 18 Bulan Betina Jantan Karkas Day Old Duck (DOD) Jantan Betina Dara : 22 Minggu a. 7.000 15.000 90 110 200 250 28. II.d.000 30.000 55.000 35.d 9 Bulan Jantan Umur : S.Glyricida sepim (gamal) Klon Anjuran Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg Per Kg / BB Per Kg / BB Per Kg / BB Per Ekor Per Ekor Per Ekor Per Kg Per Kg Per butir Per Stek Per Stek Per Pols Per Stek Per Ekor 250 28. 3. 12 Bulan Jantan Umur : S.8.000 45.000 55.000 55. 2. Bibit Pinang Kemurnian : 100 % Daya Kecambah : min 80 % Kadar Air : 30-40 % Umur Bibit : 6-8 bulan Per batang 3.250 500 500 500 500 50 8. 1. Benih Kerapu Macan Benur Udang Benih Ikan Bandeng BIDANG PETERNAKAN BABI BIBIT Starter Betina Starter Jantan Grower Betina Grower Jantan Induk Induk Afkir BABI POTONG BIBIT KAMBING P E BIBIT KAMBING KACANG BIBIT KAMBING PE BOER BIBIT KAMBING KACANG BOER KAMBING POTONG Betina Umur : S.000 5.000 40.d.000 40.000 30.000 35.000 1.650 -56- . 3.000 45.000 18.000 35.000 13.450 425 4.000 50. 18 Bulan Betina Umur : S.d 15 Bulan Betina Umur : S. Pennisetum purphoides (rumput raja) c. 2. Itik Potong b.000 20.000 300 12 12 35.000 50. Setaria Splendida d.d 12 Bulan Jantan Umur : S.000 50. 6. ITIK BIBIT 9.d 12 Bulan Jantan Umur : S. Euichaena 56exicana (rumput mexico) b. 5. 10.000 12. 4.000 45. 11.

000 5. 7. Benih Pinang 6. 3.5. 9.500 6. 2.450 2.250 3.350 400 28.500 2. 5.100 6. 8.000 4. 15. 11. 6.500 Umur Bibit : 4-6 bulan Umur = 6 bulan Label ungu Label Biru Afkiran Label Ungu Label Biru Afkiran Label Ungu Label Biru Afkiran Label Ungu Label Biru Afkiran Label Ungu Label Biru Afkiran Label Ungu Label Biru Label Ungu Label Biru Okulasi Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Stek Stek Stek Stek Stek Mata Entries 5. 7.000 5. Jeruk Siam Pontianak Okulasi Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 4. 19. 8. 11.500 7. 12. Jeruk Wangkang Okulasi Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 4.700 7.000 6.800 2.500 1.500 2.500 6.000 2.500 300 250 300 250 50 TANAMAN HORTILKULTURA Entries Jeruk 2. 4. 10. 10. 17. 18.000 3.500 2. V 1. IV 1. Bibit Kelapa Dalam Benih Kelapa Dalam Stek Lada Bibit Tebu BIbit Kelapa Sawit Karet (OPAS) Jarak Pagar TANAMAN PANGAN Padi Padi Padi Jagung Jagung Jagung Kacang Kedelai Kacang Kedelai Kacang Kedelai Kacang Tanah Kacang Tanah Kacang Tanah Kacang Hijau Kacang Hijau Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Kayu Ubi Jalar Ubi Jalar Kemurnian : 100% Daya Kecambah : min 80 % Kadar Air : 30-40 % Umur Bibit : 8-9 bulan Umur Buah Umur Bibit Umur bibit Umur Bibit : 11 bulan : > 3 bulan : > 3 bulanBentuk : 9 bulan Per Butir 400 Per Batang Per Butir Per Batang Per Bagal Per Batang Per Batang Per Batang 7. 9.500 4. 14.250 -57- . 13. 16. 12.

000 7.000 9.500 -58- .000 14. Lengkeng Satu Jari Graffting Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10. Lengkeng Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 5.000 16.4.250 5. Lengkeng Chicambu Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 10.000 11. Lengkeng Pimpong Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 10.000 17. Lengkeng Itoh Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 10. Jeruk Pamelo Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 4.000 8.000 13.000 10.000 12. Entries Lengkeng Cangkok Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Pucuk 200 18. Lengkeng Diamond River Graffting Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10. Lengkeng Satu Jari Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10. Lengkeng Pimpong Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10. Lengkeng Diamond River Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10. Lengkeng Chicambu Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10.000 6. Jeruk JC Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 2.000 15. Lengkeng Itoh Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 10. Durian Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 3.

Rambutan Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 5.000 29. Langsat Cangkok Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 7. Langsat Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 7.500 31. Rambutan Graffting Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 5.500 32.500 25.000 34. Durian Okulasi Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 5. Jambu Air Cincalok Seedling Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 3.000 20.000 -59- . Langsat Seedling Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 5.19. Mangga Graffting Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 7.000 23. Mangga Seedling Umur : 12 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Batang 5. Jambu Air Citra Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 5.500 22. Sawo Cangkok Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 7.000 33.000 24. Jambu Air Cincalok Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 5.000 27.500 30. Sawo Seedling Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 5. Sawo Graffting Umur : 8 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 7.000 21. Jambu Air Cincalok Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 5.500 28.500 26. Rambutan Seedling Umur : 8 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 3.

Belimbing Cangkok Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 5. Sirsak Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Batang 5.00 41.000 48. Jambu Biji Graffting Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 5.500 -60- . Alpukat Graffting Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 7.000 5.500 43.000 36.000 38. Jambu Air Citra Cangkok Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 5.000 40.000 45.35. Jambu Air King Ros Jambu Air King Ros Jambu Air King Ros Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 15 cm Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang Per Batang Per Batang 3. Melinjo Seedling Umur : 8 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 3. Jambu Biji Seedling Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 30 cm Per Batang 3.500 44.500 5. Matoa Seedling Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 3. 37.500 46. Jambu Biji Cangkok Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 5.000.000 42.500 39. Belimbing Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 3. 37. Sirsak Seedling Umur : 8 bulan Panjang Tunas : 15 cm Per Batang 3. Alpukat Seedling Umur : 6 bulan Panjang Tunas : 20 cm Per Batang 5.500 47.

500 5. 54.000 51. TANAMAN HIAS Aglonema Ananas Comasum Anthurium Bunga Begonia Bogenville Kecil Bogenville Besar Bromelia Caladium Calate Makioyana Dieffenbachia SP Euphorbia Lili Paris Philodendron Sansivera Hijau Sansivera Kuning Singanium Podophylium NEPHENTES Umur 6 bln/Tinggi 20 cm Umur 4 bln/Tinggi 15 cm Umur 6 bln/TInggi 15-25 cm Umur 6 bln/TInggi 20-30 cm Umur 4 bln/TInggi 25-30 cm Umur 1 Thn/Tinggi > 30 cm Umur 6 bln/Tinggi 20-25 cm Umur 3 bln/Tinggi 15-30 cm Umur 6 bln/Tinggi > 25 cm Umur 4 bln/Tinggi 25-30 cm Umur 6 bln/Tinggi 20 cm Umur 4 bln/Tinggi 15 cm Umur 6 bln/Tinggi 20-30 cm Umur 8 bln/Tinggi > 30 cm Umur 8 bln/Tinggi > 30 cm Umur 8 bln/Tinggi > 25 cm 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Polybag 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 15. 74.000 VI 53. Melinjo Graffting Umur : 5 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Batang 5. Ampulazria Hijau N. Mirabillis N. 75. Rafflesiana Umur 1 Thn/Tinggi 15 cm Umur 1 Thn/Tinggi 15 cm Umur 1 Thn/Tinggi 15 cm Umur 1 Thn/Tinggi 20 cm Umur 1 Thn/Tinggi 30 cm Umur 1 Thn/Tinggi 20-25 cm Umur 1 Thn/Tinggi 20-25 cm 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 1 Pot 25. 65.000 -61- .000 10.000 10.000 20.000 7.000 10. 73.000 69.000 10.000 25.000 10. 58. 57. 63.000 10.000 15. 67.000 20. 60. Manggis Seedling Umur : 8 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Batang 7. 66. 59. 72. 68.000 15.000 10.000 15.000 10.000 7. Bicalcarata N. 56.000 25.500 52. N.000 20. 70. Manggis Cangkok/Okulasi Umur : 3 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Batang 5. Sukun Seedling Umur : 8 bulan Panjang Tunas : 25 cm Per Batang 5. 71. Ampularia Bibir Merah N.000 50.49. 62. 55.000 25. 64.500 15. Ampularia Merah N. 61. Gracillis N.

83.000 10.000 15. 82. Medusae Ceologyne Cymbidium Eria Golden Shower Liparis Pomatocalpa Phalaenopsis Bellina Vanda Hokreana Umur 8 Bln/Tinggi 15-20 cm Umur 6 Bln/Tinggi daun 15 cm Umur 8 Bln/Tinggi 10 cm Umur 8 Bln/Tinggi 10 cm Umur 8 Bln/Tinggi 25-40 cm Umur 6 Bln/Tinggi 30-50 cm Umur 6 Bln/Tinggi 20-30 cm Umur 8 Bln/Tinggi 10-15 cm Umur 8 Bln/Tinggi 15-25 cm Umur 8 Bln/Tinggi 24-40 cm Umur 8 Bln/Tinggi 10 cm Umur 6 Bln/Tinggi 30 cm 1 Tanaman 1 Daun 1 Tanaman 1 Tanaman 1 Tanaman 3 Bln 1 Tanaman 1 Tanaman 1 Tanaman 1 Tanaman 1 Tanaman 1 Tanaman 10.000 10.500 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT. 77.000 10.000 10. Lobbi B. 87.000 7.000 15. 81.76. TTD CORNELIS -62- . ANGGREK Aerides Odorata Bulbophyllm Beccari B.000 20. 78. 79.000 10.000 10. 85. 86. 80.000 10. 84.

000 60.000 3. 5. 4.Telok Batang Tiket Pemumpang Sei Raya-Telok Batang .Telok Batang Dusun Besar Angkutan Telok batang .000 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT. Per Koli 40.Dusun Besar Tiket Penumpang Telok batang .LAMPIRAN III : PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 1 Tahun 2011 TANGGAL : 22 Februari Tahun 2011 BESARAN RETRIBUSI PENYEBERANGAN DI AIR NO 1 1.Telok Batang Angkutan Barang Lintasan Sei Raya . TTD CORNELIS -63- .Dusun Besar Angkutan Barang Lintasan Sei Raya . OBJEK RETRIBUSI 2 Tiket Penumpang Lintasan Sei Raya .Dusun Besar SATUAN 3 Per Orang Per Orang BESARAN TARIF(Rp) 4 50. Per Orang Per Koli Per Koli 25.000 75.000 40. 2.000 6.

5. Bus AKDP c. Pemanfaatan Ruang Tunggu SATUAN 3 Sekali masuk Sekali masuk BESARAN TARIF(Rp) 4 500 500 2. TTD CORNELIS -64- . BAB c. 6. 7. Pick – Up b. DKDK ( Dalam Kota Dalam Kabupaten) Mobil Bus a. BAK b.LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 1 Tahun 2011 TANGGAL : 22 Februari Tahun 2011 BESARAN TARIF RETRIBUSI TERMINAL NO 1 1. Bus ( bermalam) e. AKDP (Oplet) b.000 1500 3. Mikro Bus d. OBJEK RETRIBUSI 2 Mobil Penumpang a. Truk Sedang Sepeda Motor Mobil Pribadi Pengguna Kios/Toko Pengguna Kamar Mandi/ WC a. Per Orang Per Orang Per Orang 500 1000 200 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT. Sekali masuk Sekali masuk Sekali masuk Sekali masuk Sekali masuk Per M2/Bulan 1500 3000 2000 500 1000 5000 4. Bus Cepat ALBN b. Sekali masuk Sekali masuk Sekali masuk Sekali masuk Sekali masuk 3000 1000 500 50. Taksi Mobil Barang a. Truk Besar c.

c. Orang b.000 b. e. g.000 6.000 4.000 6. Mobil Per Orang Per Motor Per Rit 500 1. OBJEK RETRIBUSI 2 Tambat Labuh < 10 GT 10 – 30 GT 31 – 45 Gt 46 – 60 GT 61 – 100 GT > 100 GT Sewa Lahan Gudang Penampungan Sewa Lahan Kantin Sewa Crane House dan Cren Beroda Sewa Cold Storage Docking Kapal Perikanan Pas Masuk Pelabuhan Perikanan a. f.000 12. TTD CORNELIS -65- .000 18.000 6.000 20.000 500 750 1. GUBERNUR KALIMANTAN BARAT. d.000 SATUAN 3 Per Hari Per Hari Per Hari Per Hari Per Hari Per Hari Per M2 Per Tahun Per M2 Per Tahun Per Blong Per Kg Per Hari Per Hari BESARAN TARIF(Rp) 4 1.500 3. Motor c.LAMPIRAN V : PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TANGGAL : 22 Februari Tahun 2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 BESARAN TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KEPELABUHAN NO 1 a.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->