Anda di halaman 1dari 3

Olviani Shahnara

0706 278 411


Tugas Pilihan Penyelesaian Sengketa

Peran : Mediator
Pihak yang bersengketa : Egaputra (Nabila)
M. Bhadra Aditya (Nirma)
Priya Lukdani (Najwa)

a. Mediasi yang dilakukan oleh ketiga pihak yaitu Nirma, Nabila dan Najwa mencapai
sebuah kesepakatan diantara para pihaknya sebagai berikut:

1.) Nirma berhak atas 4 (empat) pintu ruko modern yang kepemilikannya adalah atas
nama dirinya sendiri;

2.) Nabila dan Najwa keduanya berhak atas 2 (dua) pintu ruko modern yang
kepemilikannya adalah masing-masing atas nama diri mereka;

3.) Satu pintu ruko milik Nirma telah diikhlaskan oleh Nirma untuk digunakan oleh
Najwa sebagai sanggar tari artis miliknya;

4.) 10% dari keuntungan sanggar tari artis milik Najwa diberikan kepada Nirma;

5.) Terhadap satu pintu ruko lainnya disewakan terhadap pihak ketiga untuk
keuntungan berkelanjutan dan terhadap hasil sewa ruko dibagi untuk ketiga pihak
dengan besar keuntungan masing-masing sebagai berikut:

- Nirma sebesar 40%

- Najwa sebesar 40%

- Nabila sebesar 20%

b. Isu atau permasalahan yang terjadi diantara ketiga kakak beradik ini adalah mengenai
warisan dari ayah mereka yang telah meninggal dunia yaitu 3 (tiga) ruko pintu kayu dan
tanah sisanya. Masing-masing anak mendapat bagian sama rata, akan tetapi terdapat
wasiat dari ayahanda mereka yaitu Pak Arman yang mengatakan bahwa sisa dari tanah
yang ada tersebut akan diberikan pada anak yang mengurus dan merawatnya sebelum
beliau meninggal dunia. Oleh karena yang merawat Pak Arman hingga beliau meninggal
dunia, maka sesuai dengan wasiat dari Pak Arman tersebut, sisa tanah maka menjadi milik
Nirma.

Setelah Pak Arman meninggal dunia, ketiga anaknya tersebut sepakat untuk membangun
ruko tersebut menjadi ruko modern sebanyak 8 (delapan) pintu ruko. Masing-masing anak
mendapatkan 2 (dua) pintu ruko, dan terhadap 2 (dua) pintu ruko sisanya yang paling
berhak memilikinya adalah Nirma karena ia yang mendapatkan tanah sisa ruko
sebelumnya. Akan tetapi hal tersebut mendapat pertentangan dari kedua saudara Nirma.
Mereka menuntut bagian yang sama dan adil atas ruko-ruko tersebut.

Permasalahan yang paling penting dalam kasus ini adalah penyelesaian terhadap 2 (dua)
pintu ruko sisanya yang harus dicari jalan keluar yang dapat mengakomodir kepentingan
para pihak yang bersengketa.

Mediasi ini telah berjalan sesuai dengan agenda yang disepakati hanya terhadap proses
mediasi mengalami sedikit adu argumen diantara para pihak.

c. Pada tahap awal mediasi seperti perkenalan diantara para pihak, penjelasan tentang
mediasi itu apa, hingga penyusunan agenda mediasi berjalan cukup lancar. Akan tetapi
pada tahap penyampaian masalah, Nirma dan Najwa sempat cukup emosi karena
keduanya merasa benar dan memiliki cerita sendiri-sendiri. Nabila yang justru tampak
tenang dan lebih mengalah ketika mediasi. Lalu saya sebagai mediator coba untuk
menenangkan kedua belah pihak dan meminta mereka bergantian bicara menyampaikan
permasalahan. Sedikit demi sedikit mereka mulai mengungkapkan kepentingan masing-
masing melalui proses tanya-jawab yang cukup panjang dan alot.

Ketika saya mulai dapat menemukan kepentingan yang mereka bawa masing-masing, saya
mulai mencoba memberikan sebuah saran atau solusi yang mungkin dapat mengakomodir
kepentingan para pihak. Awalnya terdapat penolakan oleh Nirma dan Najwa, lalu saya
coba memberikan nasihat-nasihat kehidupan kepada mereka berdua hingga keduanya
mulai melunak dan mau berpikir lebih jernih. Barulah kemudian mereka dapat menerima
dan menyepakati solusi yang ditawarkan oleh saya dan setiap pihaknya cukup puas dengan
solusi tersebut. Barulah kemudian dibuat sebuah kesepakatan tertulis yang disepakati oleh
ketiga belah pihak tersebut.