Anda di halaman 1dari 20

PENCEMARAN AIR OLEH MERKURI (Hg)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas
limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga laporan ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Pencemaran
Lingkungan jurusan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin tahun 2010.

Meskipun telah berusaha semaksimal mungkin, penyusun tetap menyadari


bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang sifatnya konstruktif sangat penyusun harapkan demi perbaikan karya
selanjutnya.

Ucapan terima kasih penyusun haturkan atas segala bantuan dari dosen
pembimbing yang telah memberikan materi perkuliahan dan arahan dalam mata
kuliah ini, dan teman-teman kelompok 1 (satu) yang bekerjasama serta mendukung
selesainya makalah ini. Akhir kata penyusun berharap agar makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Makassar, Mei 2010

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………... .i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………..ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……………………………………………………………..1

B. Rumusan Masalah…………………………………………………………..2

C. Tujuan Percobaan……..…………………………………………………....2

BAB II PEMBAHASAN

A.Definisi Merkuri (Hg)....................................................................................3

B. Sifat dan Kegunaan Merkuri (Hg).................................................................7

C. Sumber Merkuri (Hg)....................................................................................

D. Solusi dan Dampak Merkuri (Hg).................................................................

BAB III ANALISI DATA

A. Tabulasi data………………………………………..…………………….9

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan…………………………………………………….. ………13

B. Saran…………………..…………………………………………………13

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………... ……..

2
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Kadar merkuri yang tinggi pada perairan umumnya diakibatkan oleh
buangan industri (industrial wastes) dan akibat sampingan dari penggunaan senyawa-
senyawa merkuri di bidang pertanian. Merkuri dapat berada dalam bentuk metal,
senyawasenyawa anorganik dan senyawa organic. Terdapatnya merkuri di perairan
dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu pertama oleh kegiatan perindustrian seperti
pabrik cat, kertas, peralatan listrik, chlorine dan coustic soda; kedua oleh alam itu
sendiri melalui proses pelapukan batuan dan peletusan gunung berapi. Namun
pencemaran merkuri yang disebabkan kegiatan alam pengaruhnya terhadap biologi
maupun ekologi tidak significant.
Di antara beberapa sumber polutan yang menyebabkan penimbunan
merkuri di lingkungan laut, menurut MANDLLI di dalam PORTMANN (1976) yang
terpenting adalah industri penambangan logam, industri biji besi, termasuk metal
plating, industri yang memproduksi bahan kimia, baik organic maupun anorganik,
dan offshore dumping sampah domestik, Lumpur dan lain-lain.
Telah lama diketahui bahwa merkuri dan turunannya sangat beracun,
sehingga kehadirannya di lingkungan perairan dapat mengakibatkan kerugian pada
manusia karena sifatnya yang mudah larut dan terikat dalam jaringan tubuh
organisme air. Selain itu pencemaran perairan oleh merkuri mempunyai pengaruh
terhadap ekosistem setempat yang disebabkan oleh sifatnya yang stabil dalam
sendimen, kelarutannya yang rendah dalam air dan kemudahannya diserap dan
terkumpul dalam jaringan tubuh organisme air, baik melalui proses bioaccumulation
maupun biomagnification yaitu melalui food chain. Dikatakan pula bahwa fluktuasi
merkuri di lingkungan laut, terutama di daerah estuarin dan daerah pantai ditentukan
oleh proses precification, sedimentation, floculation dan reaksi adsorpsi desorpsi.
Akumulasi merkuri di dalam tubuh hewan air, yaitu phytoplankton (Chlorella sp),

3
Mussel (genus Vivipare) dan ikan herbivore Gyrinocheilus aymonieri (fam.
Gyrinochelidae) karena up take rate merkuri oleh organisme air lebih cepat
dibandingkan proses eksresi.

B.Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari merkuri (Hg)
2. Apa sifat dan kegunaan dari merkuri (Hg)
3. Darimanakah sumber pencemaran merkuri (Hg)
4. Bagaimana dampak dan upaya penanggulangan pencemran merkuri (Hg)

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dari merkuri (Hg)
2. Untuk mengetahui sifatdan kegunaan dari merkuri (Hg)
3. Untuk mengetahui sumber pemcemaran merkuri (Hg)
4. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dan upaya penanggulangan dari
pencemaran merkuri (Hg)

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Merkuri (Hg)


Merkuri adalah unsur yang mempunyai nomor atom (NA) 80 serta
mempunyai masa molekul relatif (MR =200,59).Merkuri diberikan simbol kimia Hg
yang merupakan singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargyricum ,yang berarti
cairan perak .Bentuk fisik dan kimianya sangat menguntungkan karena merupakan
satu-satunya logam yang berbentuk cair dalam temperatur kamar (25°C),titik bekunya
paling rendah (-39°C),mempunyai kecenderungan yang lebih besar ,mudah
bercampur dengan logam lain menjadi logam campuran (Amalgam/Alloi),juga dapat
mengalirkan arus listrik sebagai konduktor baik tegangan arus listrik tinggi maupun
tegangan arus listrik rendah.
Merkuri merupakan salah satu unsur kimia yang biasa digunakan pada proses
pemisahan emas dengan unsur logam ikutan lainnya. Merkuri termasuk logam berat
berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun.Merkuri merupakan
logam yang dalam keadaan normal berbentuk cairan berwarna abu-abu, tidak berbau
dengan berat molekul 200,59. Tidak larut dalam air, alkohol, eter, asam hidroklorida,
hydrogen bromida dan hidrogen iodide; Larut dalam asam nitrat, asam sulfurik panas
dan lipid. Tidak tercampurkan dengan oksidator, halogen, bahan-bahan yang mudah
terbakar, logam, asam, logam carbide dan amine.
Merkuri dilepaskan ke atmosfer melalui pelbagai kegiatan manusia, utamanya
berasal dari pembakaran sampah rumah tangga dan limbah industri, dan khususnya
pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara. Asap yang mengandung merkuri
dapat dengan mudah ditrasportasikan melalui udara dan mengendap di daratan serta
air.

5
B. Sifat dan Kegunaan Merkuri
Logam merkuri atau air raksa mempunyai nama kimia hydragyrum yang
berarti perak cair (Palar, 1994). Merkuri dan senyawa-senyawanya tersebar luas di
alam, mulai dari batuan, air, udara dan bahkan dalam tubuh organisme hidup. Di alam
merkuri biasanya dijumpai dalam bentuk logam merkuri dan ion-ion merkuri.
Secara umum logam merkuri mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Berwujud cair pada suhu kamar (25 oC) dengan titik beku paling rendah sekitar -
39 oC, sehingga mudah menyebar di permukaan air dan sulit dikumpulkan.
b. Masih berwujud cair pada suhu 396 oC. Pada temperatur 396 oC ini telah terjadi
pemuaian secara menyeluruh.
c. Merupakan logam yang paling mudah menguap jika dibandingkan dengan logam
yang lain.
d. Tahanan listrik yang dimiliki sangat rendah, sehingga menempatkan merkuri
sebagai logam yang sangat baik untuk menghantarkan daya listrik.
e. Dapat melarutkan bermacam-macam logam untuk membentuk alloy yang disebut
dengan amalgam.
f. Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua makhluk hidup, baik itu
dalam bentuk unsur tunggal (logam) ataupun dalam bentuk persenyawaan (Palar,
2004).
Duffus (1980), menjelaskan bentuk dan penggunaan merkuri. Merkuri berada
dalam bentuk senyawa, satu di antaranya yang paling utama adalah Sinabar (HgS)
yang sudah ditambang sejak 700 SM. Pada saat ini digunakan dalam industri dalam
tiga bentuk : senyawa logam, senyawa organik, dan senyawa anorganik. Penggunaan
paling besar adalah dalam produksi alat elektronik. Penggunaan terbesar kedua adalah
dalam industri kloro-alkali, yang memproduksi klorin dan soda kaustik dengan cara
elektroforesis larutan sodium klorida dengan menggunakan merkuri sebagai katoda
dalam sel elektrolisis. Penggunaan terbesar ketiga di dunia adalah dalam fungisida
termasuk pelindung benih (seed dressings), meskipun perlu dicatat bahwa di beberapa
negara penggunaanny telah dilarang.

6
Merkuri merupakan logam yang dalam keadaan normal berbentuk cairan
berwarna abu abu, tidak berbau dengan berat molekul 200,59. Tidak larut dalam air,
alkohol, eter, asam hidroklorida, hidrogen bromida dan hidrogen iodide; Larut dalam
asam nitrat, asam sulfurik panas dan lipid. Tidak tercampurkan dengan oksidator,
halogen, bahan-bahan yang mudah terbakar, logam, asam, logam carbide dan amine.
Toksisitas merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya merkuri inorganik
bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri bersifat
toksis pada sistim syaraf pusat.
Dikenal 3 bentuk merkuri, yaitu:
1. Merkuri elemental (Hg):
terdapat dalam gelas termometer, tensimeter air raksa, amalgam gigi, alat
elektrik, batu batere dan cat. Juga digunakan sebagai katalisator dalam produksi soda
kaustik dan desinfektan serta untuk produksi klorin dari sodium klorida. Merkuri ini
terdapat dalam gelas termometer, tensimeter air raksa, amalgam gigi,alat elektrik,
batu batere dan cat. Juga digunakan sebagai katalisator dalam produksi soda kaustik
dan desinfektan serta untuk produksi klorin dari sodium klorida.
Mempunyai tekanan uap yang tinggi dan sukar larut di dalam air .Pada suhu
kamar kelarutannya kira-kira 60 mg/l dalam air dan antara 5-50 mg/l dalam
lipida.Bila ada oksigen ,merkuri diasamkan langsung ke dalam bentuk ionik .Uap
merkuri wujud (hadir) dalam bentuk monoatom yang apabila terserap ke dalam tubuh
akan dibebaskan ke dalam alveolar.
Bentuk merkuri ini mudah melalui sawar otak dan plasenta. Di otak ia akan
berakumulasi di korteks cerebrum dan cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi
bentuk merkurik (Hg++) ion merkurik ini akan berikatan dengan sulfhidril dari
protein enzim dan protein seluler sehingga menggangu fungsi enzim dan transport
sel. Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif
pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernafasan.

7
2. Merkuri inorganik:
dalam bentuk Hg++ (Mercuric) dan Hg+ (Mercurous) Misalnya:
Merkuri klorida (HgCl2) termasuk bentuk Hg inorganik yang sangat
toksik, kaustik dan digunakan sebagai desinfektan
Mercurous chloride (HgCl) yang digunakan untuk teething powder dan
laksansia (calomel)
Mercurous fulminate yang bersifat mudah terbakar.
Dalam bentuk Hg++ (Mercuric) dan Hg+ (Mercurous) : Merkuri
anaorganik terdiri dari raksa unsur dan garam merkurous dan merkurik
yang dapat terurai.Beberapa jenis Merkuri anaorganik :
3. Merkuri organik: terdapat dalam beberapa bentuk, a.l. :
Metil merkuri dan etil merkuri yang keduanya termasuk bentuk alkil
rantai pendek dijumpai sebagai kontaminan logam di lingkungan.
Misalnya memakan ikan yang tercemar zat tsb.
dapat menyebabkan gangguan neurologis dan kongenital.
Merkuri dalam bentuk alkil dan aryl rantai panjang dijumpai sebagai
antiseptik dan fungisida.
Merkuri organik merupakan merkuri yang bersifat molekul dan terikat dengan
atom karbon.Merkuri organik (RHg, R2Hg, ArHg) merupakan bentuk senyawa
merkuri yang paling berbahaya. Sebagian besar peristiwa keracunan merkuri
disebabkan oleh senyawa ini. Merkuri organik digunakan secara luas pada industri
pertanian, industri pulp dan kertas, dan dalam bidang kedokteran. Senyawa ini juga
dapat terbentuk dari metabolisme merkuri metalik atau dari merkuri anorganik
dengan bantuan mikroorganime tertentu baik dalam lingkungan perairan ataupun
dalam tubuh manusia.

8
Merkuri organik terdapat dalam beberapa bentuk, antara lain. :
a. Metil merkuri
Metil merkuri merupakan merkuri organik yang selalu menjadi perhatian
serius dalam toksiologi .Ini karena metil merkuri dapat diserap secara langsung
melalui pernapasan dengan kadar penyerapan 80 % .Uapnya dapat menembus
membran paru-paru dan apabila terserap ke tubuh ,ia akan terikat dengan protein
sulfurhidril seperti sistein dan glutamine.Di dalam darah ,90% dari metil merkuri
diserap kedalam sel darah merah dan metil merkuri juga dijumpai dalam
rambut.Menurut Irving et al.(1975),jumlah merkuri yang dimasukkan ke dalam akar
rambut adalah berbanding dengan kepekatan metil merkuri di didalam darah.
Metil merkuri merupakan senyawa organik yang paling berbahaya yang telah
dipelajari oleh manusia. Metilasi merkuri dapat terjadi dalam tubuh organime
manapun, termasuk manusia. Metil merkuri dapat berikatan dengan basa adenine.
Posisi ikatan metil merkuri pada basa adenin bergantung pada pH (Kaim; 1951).
Variasi posisi metil merkuri ini dapat menjelaskan bagaimana merkuri sangat
berbahaya terhadap kesehatan manusia. Dalam jaringan tubuh manusia terdapat 30
% adenina, 30 % timina, 20 % sitosina dan 20 % guanina Merkuri yang terikat pada
adenina dapat mengganggu enzim, mengganggu biosintesis protein dan lemak serta
merusak DNA dan RNA.
b. Merkuri dalam bentuk alkil dan aryl rantai panjang dijumpai sebagai antiseptik
dan fungisida

C. sumber merkuri
Merkuri merupakan elemen dari kerak bumi. Manusia tidak dapat membuat
atau memusnahkan merkuri. Merkuri murni adalah logam cair, kadang-kadang
disebut sebagai raksa yang mudah menguap. Secara tradisional telah digunakan untuk
membuat produk seperti termometer, tombol, dan beberapa bola lampu.
Sumber utama Merkuri (Hg) di atmosfer adalah penguapan Hg dari tanah dan
air, disamping itu pembakaran "fossil-fuels" terutama batu bara. Kadar Hg diudara

9
akan naik dapat disebabkan oleh pembuangan sampah padat seperti termometer Hg,
Switch listrik, dan battery juga pemakaian cat yang mengandung Hg, anti jamur dan
pestisida serta pembakaran limbah minyak. Sumber utama pada air adalah dari
buangan industri (terutama industri tambang emas) dan proses pelapukan batuan
karena pengaruh iklim
Merkuri walaupun mengambil bentuk cairan sebenarnya masuk dalam
kategori logam. Toksisitas merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya
merkuri inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti
metil merkuri bersifat toksis pada sistim syaraf pusat. Tidak seperti unsur logam
lainnya misalnya Besi (Fe) atau Magnesium (Mg) yang dibutuhkan tubuh untuk
penguatan tulang. Merkuri sama sekali tidak dibutuhkan kehadirannya dalam tubuh
kita
Merkuri ditemukan dalam banyak batu termasuk batu bara. Bila batu bara
dibakar, Merkuri dilepaskan kedalam lingkungan. Coal-burning power plants terbesar
manusia adalah yang disebabkan oleh sumber emisi Merkuri ke udara di Amerika
Serikat, yang memberikan kontribusi lebih dari 40 persen pada semua manusia-lokal
yang disebabkan oleh emisi merkuri. EPA telah memperkirakan bahwa sekitar
seperempat dari emisi AS akibat dari pembakaran batu bara pembangkit tenaga listrik
didepositkan di Amerika Serikat dan perbatasan, sisanya masuk ke siklus global.
Pembakaran limbah berbahaya, yang memproduksi khlor, memecahkan produk
bermerkuri, dan tumpahan merkuri, serta penanganan pengobatan dan pembuangan
limbah atau produk yang mengandung merkuri, juga dapat melepaskannya ke dalam
lingkungan. Perkiraan sekarang adalah bahwa kurang dari separuh dari semua
endapan merkuri di AS berasal dari sumber-sumber AS.
Eksposur ke merkuri. Mercury di udara akhirnya menempati kedalam air atau
tanah dimana ia dapat melarut ke dalam air. Setelah tersimpan, mikroorganisme
tertentu dapat mengubahnya menjadi methylmercury, bentuk yang sangat beracun
yang terdapat pada ikan, kerang dan hewan yang makan ikan. Kerang dan ikan
adalah sumber utama methylmercury eksposur ke manusia. Methylmercury terbentuk

10
lebih banyak pada beberapa jenis ikan dan kerang daripada yang lain. Tingkat
methylmercury di kerang dan ikan tergantung pada apa yang mereka makan, berapa
lama mereka hidup dan berapa tinggi mereka dalam rantai makanan.
D. Dampak Merkuri bagi kesehatan
Sebagian besar merkuri yang terdapat di alam ini dihasilkan oleh sisa industri
dalam jumlah + 10.000 ton setiap tahunnya.Penggunaan merkuri sangat luas dimana
+ 3.000 jenis kegunaan dalam industri pengelolaan bahan-bahan kimia ,proses
pembuatan obat-obatan yang digunakan oleh manusia serta sebagai bahan dasar
pembuatan insektisida untuk pertanian (Cristian et al.,1970).Semua komponen
merkuri baik dalam bentuk yang masuk ke dalam tubuh manusia secara terus menerus
akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak ,hati ,dan ginjal (Roger et
al.,1984)
Tragedi “minamata disease“ (penyakit minamata) ,berdasarkan penelitian
ditemukan penduduk di sekitar kawasan tersebut memakan ikan yang berasal dari
buangan sisa indutri plastik (Pervaneh,1979).Gejala keanehan mental dan cacat saraf
mulai tampak terutama pada anak-anak.Namun baru sekitar 25 tahun kemudian sejak
gejala penyakit tersebut tampak (ditemukan ) ,pemerintah Jepang menghentikan
pembuangan Hg .Untuk menghilangkan sisa-sisa bahan pencemar dan melakukan
rehabilitasi penduduk yang terkena dampak menahun (kronik) ,Negara ini telah
membayar sangat mahal jauh melebihi keuntungan yang diperoleh dari hasil
pengeoperasian perusahaan Chisso Corporation
Gejala yang timbul oleh merkuri sebagai berikut :
Gangguan saraf sensoris : Paraesthesia ,kepekaan menurun dan sulit
menggerakkan jari tangan dan kaki ,penglihatan menyempit,daya pendengaran
menurun serta rasa nyeri pada lengan dan paha.
Gangguan saraf motorik :lemah,sulit berdiri,mudah jatuh
,ataksia,tremor,gerakan lambat ,dan sulit berbicara.
Gangguan lain :gangguan mental,sakit kepala dan hipersalivasi

11
Pengaruh Hg terhadap kesehatan manusia dapat diurai sebagai berikut :
1. Pengaruh terhadap Fisiologis
Pengaruh toksisitas Hg terutama pada Sistem Saluran Pencernaan (SSP) dan
ginjal terutama akibat merkuri terakumulasi.Jangka waktu,intensitas dan jalur
paparan serta bentuk Hg sangat berpengaruh terhadap sistim yang dipengaruhi. Organ
utama yang terkena pada paparan kronik oleh elemen Hg dan organomerkuri adalah
SSP sedang garam merkuri akan berpengaruh terhadap kerusakan ginjal. Keracunan
akut oleh elemen merkuri yang terhisap mempunyai efek terhadap sistim pernafasan
sedang garam merkuri yang tertelan akan berpengaruh terhadap SSP, efek terhadap
sistim cardiovaskuler merupakan efek sekunder.
2. Pengaruh terhadap Sistim Syaraf
Hg yang berpengaruh terhadap sistim syaraf merupakan akibat promer dari
pemajanan uap elemen Hg dan MeHg karena senyawa ini mampu menembus "blood
brain barier" dan dapat mengakibatkan kerusakan otak yang "irreversible"sehingga
mengakibatkan kelumpuhan permanen. MeHg yang masuk dalam pencernaan akan
memperlambat SSP yang mungkin tidak dirasakan pada pemajanan setelah beberapa
bulan sebagai gejala pertama sering tidak spesifik seperti malaes, pandangan kabur
atau pendengaran hilang (ketulian).
Hasil uji sampel terhadap 300 produk tuna kalengan pada tiga besar merek di
Amerika Serikat menunjukkan, lebih dari separuhnya mengandung kadar merkuri
yang tinggi melebihi kadar aman yang disyaratkan Environmental Protection
Agency(EPA).
Para peneliti dari University of Nevada, Las Vegas, AS, menemukan 55
persen sampel mengandung kadar merkuri lebih tinggi dari standar EPA, yakni 0,5
ppm dan sekitar 5 persen dari seluruh sampel memiliki kandungan lebih dari 1.0 ppm
lebih tinggi dari kadar aman untuk ikan kalengan yang disyaratkan Food and Drug

12
Administration.
Kadar merkuri yang berlebihan bisa berpengaruh pada kerusakan sistem saraf pusat
serta gangguan pendengaran dan penglihatan.
3. Pengaruh terhadap Ginjal
Apabila terjadi akumulasi pada ginjal yang diakibatkan oleh masuknya garam
inorganik Hg atau phenylmercury melalui SSP akan menyebabkan naiknya
permiabilitas epitel tubulus sehingga akan menurunkan kemampuan fungsi ginjal
(disfungsi ginjal). Pajanan melalui uap merkuri atau garam merkuri melalui saluran
pernafasan juga dapat mengakibatkan kegagalan ginjal karena terjadinya proteinuria
atau nephrotik sindrom dan tubular nekrosis akut.
4.Pengaruh terhadap Pertumbuhan
Terutama terhadap Bayi dari ibu yang terpajan oleh MeHg, dari hasil studi
membuktikan ada kaitan yang signifikan bayi yang dilahirkan dari ibu yang makan
gandum yang diberi fungisida, maka bayi yang dilahirkan mengalami gangguan
kerusakan otak yaitu retardasi mental, tuli, penciutan lapangan pandang,
microcephaly, cerebral palsy, ataxia, buta dan gangguan menelan
Di antara semua unsur logam berat,Merkuri (Hg) menduduki urutan pertama
dalam hal sifat racunnya, kemudian diikuti oleh logam berat antara lain Cd, Ag, Ni,
Pb, As, Cr, Sn, dan Zn.Merkuri walaupun mengambil bentuk cairan sebenarnya
masuk dalam kategori logam. Tidak seperti unsur logam lainnya misalnya Besi (Fe)
atau Magnesium (Mg) yang dibutuhkan tubuh untuk penguatan tulang. Merkuri sama
sekali tidak dibutuhkan kehadirannya dalam tubuh kita.Oleh sebab itu, kehadiran
merkuri dalam tubuh walaupun sedikit atau berada di bawah ambang batas toleransi
tetap membahayakan kesehatan.
Ketika akumulasi merkuri dalam tubuh sudah melewati ambang batas
toleransi yang bisa diterima oleh kesehatan tubuh akan timbul gejala keracunan
merkuri dalam bentuk kerusakan ginjal dan gangguan kerja syaraf baik otak maupun
tulang belakang. Pada gilirannya gejala ini akan menimbulkan kematian bagi yang
mengalaminya. Bahkan senyawa merkuri tertentu seperti metil merkuri dalam dosis

13
dua tetes saja yang jatuh mengenai kulit sudah cukup untuk membawa kita kepada
kematian dalam jangka waktu 2 hari saja.

Upaya Penanggulangan
Hingga saat ini belum ditemukan antidote maupun obat untuk menangani
keracunan kronis Hg. Untuk keracunan kronis Hg. Untuk keracunan akut, bisa
diberikan BAL (British Anti Lewisite), senyawa yang mengandung 2,3-merkapto
propanol (H2SC-CSH-CH2OH), atau Ca-EDTA (kalsium etilendiamin tetra asetat)
dan NAP (N-Asetil-d,-penicilamin). Senyawa tersebut akan membentuk kompleks
dengan Hg serta meningkatkan ekskresi Hg melalui urin. Hewan yang keracunan Hg
bisa diberi BAL (dimercaptopropanol, dimercaprol, dithioglycerol) atau D-
penicillamine sebagai antidot bagi manusia, sedangkan sebagai pertolongan pertama
bisa diberikan pencuci alat pencernaan berupa larutan yang mengandung protein,
seperti susu atau putih telur.

14
BAB III
ANALISIS DATA

STUDI PENCEMARAN MERKURI DAN DAMPAKNYA TERHADAP


KESEHATAN MASYARAKAT DI DAERAH MUNDU KABUPATEN
INDRAMAYU
Oleh A. Tri Tugaswati, Athena F.B. agustina Lubis

Kabupaten Indramayu Jawa barat merupakan daerah eksplorasi minyak


dan gas bumi sejak tahun 1969. Daerah eksplorasi minyak dan gas bumi yang sampai
sekarang masih aktif ada di 6 kecamatan. Daerah Mundu yang terletak di kecamatan
karang ampel merupakan daerah eksplorasi dengan kapasitas produksi cukup tinggi
yaitu 650 m3/hari untuk minyak dan 680 m3/hari untuk gas.
Untuk melihat kemungkinan adanya dampak pencemaran merkuri
terhadap masyarakat, penelitian ini dilakukan pada bulan juli-oktober 1992. Daerah
penelitian meliputi desa Kedokan Bunder Wetan (Kecamatan Karangampel) sebagai
daerah studi, dan Desa Rambatan Wetan (Kecamatan Sindang) sebagai daerah
control. Desa Rambatan Wetan (R) merupakan daerah yang tidak aktif lagi sebagai
daerah eksplorasi minyak bumi , dan terletak cukup jauh dari desa kedokan bunder
wetan (+ 30 km), sehingga daerah ini diambil sebagai daerah control. Dari desa
kedokan bunder wetan sebagai daerah studi, dipilih 2 kampung yaitu Truwuli (T) dan
Cemeti (C). Sebagian besar penduduk di lokasi penelitian bekerja sebagai petani yang
banyak mengkonsumsi makanan yang berasal dari daerah setempat, seperti beras,
sayuran dan ikan sungai.

15
A. Tabulasi data
Tabel 1. Hubungan antara kadar Hg pada makanan yang dikonsumsi pendonor
dengan kadar Hg pada rambut pendonor di kampung TC dan Desa R. Wetan

Kampung TC Ds. R. Wetan


Parameter Kadar Hg pada rambut Kadar Hg pada rambut
Berkisar (5,94-7,83) Berkisar (2,4-3,49)

Kadar Hg pada sayuran 21,35 25,75

Kadar Hg Ikan 9,45 6,65

Sumber : Data Sekunder


Keterangan :
Kampung (T+C) = Truwali dan Cemeti
Desa (R) = Rambatan Wetan

Pembahasan :
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara kadar Hg
pada donor rambut dengan asupan makanan yang mengandung kadar Hg.
Berdasarkan peraturan kesehatan tahun 1989 ditetapkan bahwa batas maksimum
kadar Hg total ikan dan hasil olahannya adalah 0,5 mg/kg atau 500 ug/kg sedangkan
pada sayuran dan hasil olahannya adalah 0,03 mg/kg atau 30 ug/kg. Dari data pada
tabel di atas diperoleh rata-rata kadar Hg pada sayur 21,35 ug/kg di kampong TC dan
25,75 ug/kg pada Desa R. Wetan sedangkan kadar Hg pada ikan sebesar 9,45 ug/kg di
kampong TC dan 6,65 ug/kg pada Desa R. Wetan kemudian dihubungkan dengan
kadar Hg pada rambut pendonor di kampong TC berkisar 5,94-7,83 dan pada Ds.
R.Wetan berkisar 2,4-3,49. Berdasarkan data tersebut kami melihat bahwa pada
konsumsi ikan memiliki hubungan dengan kadar Hg pada rambut pendonor, Hg dari
kegiatan tambang mempengaruhi kehidupan ikan di sungai wilayah tersebut. Namun

16
hal ini tidak akan berpengaruh jika kadar Hg dilingkungan masih sesuai dengan
NAB. Ketika ikan dikonsumsi oleh masyarakat, masyarakat akan terpajan Hg melalui
ikan. Indikator pajanan Hg dari ikan adalah kadar Hg dalam rambut dan darah.
Sehingga akan lebih baik lagi jika dilakukan pemeriksaan pada darah pendonor.
Merkuri (Hg) merupakan senyawa bersifat toksik untuk makhluk hidup bila
memajan manusia dalam jumlah yang cukup dan dalam waktu yang lama. Senyawa
Hg akan tersimpan secara permanen di dalam tubuh, Yaitu terjadi inhibisi enzyme
dan kerusakan sel sehingga kerusakan tubuh dapat terjadi Secara permanen (WHO,
1976).
Pencemaran air oleh merkuri mempunyai pengaruh terhadap ekosistem
setempat yang disebabkan oleh sifatnya yang stabil dalam sedimen, kelarutannya
yang rendah dalam air dan kemudahannya diserap dan terakumulasil dalam jaringan
tubuh organism air, baik yang melalui proses bioaccumulation maupun
biomagnifications yaitu melalui rantai makanan.
Senyawa alkil mekuri diabsorbsi melalui jalur pencernaan, pernapasan dan
Kulit. Hampir 90% diabsorpsi melalui jalur Pencernaan dan ini sangat berbeda
dengan Hg anorganik dan penil merkuri yang hanya sedikit diserap melalui jalur
pencernaan. Alkil merkuri dikonsentrasikan dalam liver, darah, otak, rambut. Waktu
paruhnya 70– 90 hari. Pengaruh negatifnya adalah terhadap system syaraf pusat.
Ekskresi melalui empedu dan direabsorpsi oleh darah. Hanya 10% yang
diekskresikan melalui urine (Bryson D.Peter, 1989).
Hg dari kegiatan tambang mempengaruhi kehidupan ikan di sungai wilayah
tersebut. Kadar Hg tertinggi dalam ikan mencapai 5.960 ng/g. Ketika ikan
dikonsumsi oleh masyarakat, masyarakat akan terpajan Hg melalui ikan. Indikator
pajanan Hg dari ikan adalah kadar Hg dalam rambut dan darah. Pajanan uap Hg
(Hg°) menggunakan biomarker Hg dalam urine sedangkan pajanan MeHg dari ikan
menggunakan biomarker Hg alam rambut atau darah.

17
B. Grafik

KADAR Hg Pada Rambut

29 Wanita k. TC
(7,83)
49
Wanita Ds. R.W
(2,4)

Grafik 1. Kadar Hg pada rambut Wanita di kampong TC dan Desa RW

Pembahasan :
Dari grafik diatas dapat dijelaskan bahwa kadar Hg total dalam rambut
pendonor yang terdeteksi paling tinggi terdapat pada kelompok donor rambut wanita
dari kampong TC, yaitu sebesar 7,83 ug/g daripada kadar Hg total rambut wanita dari
desa R. Wetan. Perbedaan ini cukup bermakna dengan p= 0,03.
Berdasarkan laporan WHO batas kadar Hg pada rambut untuk menimbulkan
gejala parasthesia adalah 88,0 ug/g. kadar maksimum yang terdeteksi masih jauh
lebih rendah untuk dapat menimbulkan gejala keracunan merkuri yang teringan
seperti parasthesia.
Mengingat bahwa merkuri bersifat akumulatif, maka lama tinggal dan usia
mempengaruhi kadar Hg total dalam rambut dimana wanita yang menjadi pendonor
rata-rata berusia 39 tahun dan memenuhi criteria lama tinggal dimana dalam teorinya
semakin lama seseorang tinggal didaerah yang tercemar merkuri akan semakin tinggi
kandungan merkuri dalam rambutnya. Namun dikatakan bahwa hasil uju statistik
tidak menunjukkan adanya hubungan, hal ini bisa dikarenakan kandungan merkuri di
lingkungan masih rendah yang mengakibatkan tingkat pemajanan terhadap manusia
juga rendah.

18
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Merkuri adalah unsur yang mempunyai nomor atom (NA) 80 serta mempunyai
masa molekul relatif (MR =200,59).Merkuri diberikan simbol kimia Hg yang
merupakan singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargyricum yang berarti
cairan perak.
2. Sifat- sifat merkuri yaitu berwujud cair pada suhu kamar (25 oC) dengan titik
beku paling rendah sekitar -39 oC, sehingga mudah menyebar di permukaan air
dan sulit dikumpulkan. Merupakan logam yang paling mudah menguap jika
dibandingkan dengan logam yang lain. Merkuri dibagi menjadi 3 jenis yaitu
merkuri elemental.merkuri anaorganik dan merkuri organic.
3. Sumber utama Merkuri (Hg) di atmosfer adalah penguapan Hg dari tanah dan
air, disamping itu pembakaran "fossil-fuels" terutama batu bara. Kadar Hg
diudara akan naik dapat disebabkan oleh pembuangan sampah padat seperti
termometer Hg, Switch listrik, dan battery juga pemakaian cat yang
mengandung Hg, anti jamur dan pestisida serta pembakaran limbah minyak.
Sumber utama pada air adalah dari buangan industri (terutama industri tambang
emas) dan proses pelapukan batuan karena pengaruh iklim.
4. Dampak merkuri dapat berupa gangguan fisiologis, ganggunan sistim syaraf,
gangguan pertumbuhan, dan gangguan terhadap ginjal. Hingga saat ini belum
ditemukan antidote maupun obat untuk menangani keracunan kronis Hg. Untuk
keracunan kronis Hg. Untuk keracunan akut, bisa diberikan BAL (British Anti
Lewisite).
5. Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada studi kasus pencemaran merkuri
dan dampaknya terhadap kesehatan maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat
hubungan antara kadar Hg pada donor rambut dengan Asupan makanan donor
rambut serta adanya hubungan bermana antara kadar Hg dengan jenis kelamin,
tempat dan lama tinggal.

19
DAFTAR PUSTAKA

Alfian Zul.2006.Merkuri : Antara Manfaat dan Efek Penggunaanya Bagi Kesehatan


Manusia dan Lingkungan.Universitas Sumatera Utara :Medan

Anonim.2000. Merkuri dan Dampaknya Terhadap Manusia.[online]


http://www.google.co.id ( diakse tanggal 8 Mei 2010)

Anonim.2009.Keracunan Merkuri.[online]
http://www.ahliwasir.com/news/42/Keracunan-Merkuri (diakses tanggal 8 Mei 2010)

Budiono, Achmad .2002. Pencemaran Merkuri Terhadap Biota Air.[online]


http://www.google.co.id\ (diakses tanggal 8 Mei 2010)

Rohmana.2006.Pendataan penyebaran unsur merkuri pada wilayah Pertambangan


emas daerah gunung gede, Kabupaten bogor, provinsi jawa barat .[online]
http://www.google.co.id (diakses tanggal 8 Mei 2010)

Tugaswati, A Tri. 1997.Studi Pencemaran merkuri Dan Dampaknya Terhadap


Kesehatan Masyarakat Di Daerah Mundu Kecamatan Indramayu.[online]
http://www.google.co.id (diakses tanggal 11 Mei 2010)

Wurdiyanto Gatot :Merkuri, Bahayanya dan Pengukurannya .Divisi Jasa Teknologi


Kostranda, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi :BATAN.
http://www.m3sultra.wordpress.com. (diakses tanggal 8 Mei 2010)

20