Anda di halaman 1dari 13

c 

 î 

c   c   c
  

î î  !"#" 



Untuk mengkalkulasikan berat digunakan data ± data yang telah ditentukan
sebelumnya, dapat dimulai untuk mengkalkulasikan total jarak yang telah ditempuh
tangga dan jumlah step yang dibutuhkan (1)

a. Total jarak yang ditempuh („)

  
      ‘ -¦
 ¦ ¦ ¦ 

Rumus diatas diambil berdasarkan jarak tempuh rantai, dimana :



= Panjang lintasan (m)
= Panjang lintasan bagian bawah (m)
 = panjang lintasan bagian atas (m)
 = keliling diameter sproket (m)

b. Jumlah step yang dibutuhkan


?
? ¦?
?
¦?
?
!?
? ?

aambar 12.1. Jarak Pergeseran Step

Berdasarkan gambar diatas :


Maka jumlah step yang dibutuhkan adalah :

„ =
!
Dimana :
„ = Jumlah step
„ = Total jarak yang ditempuh (m)
 = Panjang diagonal step (m)


c c        

cc  c ? î
?
c 

b. Berat total step


Untuk masing ± masing step diasumsikan mempunyai berat †?
Maka berat total step adalah :

    - ‘

Dimana :
† = Berat total step (N)
„ = Jumlah step
† = Berat masing-masing step (N)

c. Berat Penumpang (†)


Untuk satu kali lintasan, jumlah step
Maka berat total penumpang †

2 †? ?† ? ?† ? ? ? ?

Dimana : ?
† = Berat setiap step 2 orang dewasa (@75 kg) (kg)
† = Sisa dari kapasitas adaah jumlah anak ± anak (kg)
?

d. Berat Handrail († )
Data untuk hand rail ini tidak ada, sehingga penulis mengasumsikan
berat keseluruhan 1 satu unit adalah † = 180 kg

e. Berat rantai (†


Untuk pemilihan rantai diambil kekuatan tarik yang besar dan jarak yang
tidak terlalu panjang, untuk jaminan kekuatan sambungan.

a. Untuk berat total rantai (†)adalah :

†?= Jarak tempuh rantai (m) x Berat rantai (kg/m)

1. Berat  (†?)


Didalam mekanisme escalator ini dibedakan macam sproket menurut fungsinya :
1. Sproket (Sp1) yang berada pada reducer dan berfungsi sebagai penggerak.
2. Sproket (Sp2) adalah sproket yang digerakkan sproket (Sp1)
3. Sproket (Sp3) dan (Sp4) sebagai penggerak rantai dan step, begitu pula dengan
sproket yang digerakkan oleh Sp3 dan Sp4 yaitu Sp5 dan Sp6
Semua keterangan mengenai sproket diatas dapat dilihat mekanismenya pada
gambar 3.3.


c c        

cc  c ? 

?
c 

ƒrame

SP5 SP4

motor

SP6 SP3

SP2
SP1

aambar 12.2 mekanisme sistem penggerak

Pada sproket ± sproket diatas, „ ? tidak perlu dihitung beratnya karena tidak
ditumpu oleh frame maupun menambah beban bagi motor (sangat kecil sehingga
dapat diabaikan)
Selanjutnya dalam perhitungan berat sproket diameter yang dipakai adalah
diameter kepala. Diameter sproket dapat dilihat pembahasannya pada perhitungan
mekanisme penggerak .
à ¦
Rumus berat sproket (massa) † = - -- Ô

a. Berat sproket „ = †
b. Untuk diameter kepala dari sproket penggerak step
„? ?„? ?„? ?„
Sehingga berat total sproket sebesar :
†? = † ? ?†? ? ? ? ? ? ?
Untuk kesalahan perhitungan serta gesekan ± gesekan yang menimbulkan
kerugian maka :

†? ?†???? ?†??? ? ? ? ?

î   $"  
   "## $

î  î%" !"

Pada pemilihan rantai sudah kita ketahui ukuran dan kekuatannya, serta tipenya
adalah OCM HC.
?


c c        

cc  c ? X
?
c 

?
ƒr

?
ƒ

?


aambar 12. aaya Rantai

Karena rantai penggerak step terbagi menjadi dua, sehingga gaya masing ±
masing rantai adalah :



å
¦
Dimana :
ƒ = aaya masing-masing rantai (N)
† = Berat beban (N)
ƒr = ƒ sin 600

Untuk pemilihan motor :

-
=
!

Dimana :
 = Daya motor (W)
† = gaya yang diterima (N)
?= kecepatan jalan (30m/menit)
! = efisiensi motor = 0.85
Dengan :
† = berat total x kerugian-kerugian (15 %) + berat total
Sebagai contoh Spesifikasi motor yang ada di pasaran adalah :
Didapat motor BONƒ a O R DUTTOR ( taly):
Dipilih :
!— = 900 rpm
tipe : AS 35/p dan AS 35/ƒ


c c        

cc  c ? U
?
c 

Dimana :

›„ = riduttore/gearbox
 = diameter poros reducer
 = foot mounting (pengikat kaki)
ƒ = flange mounting (pengikat flens)
Daya motor = 5.1 HP = 3.8 kW
Ratio Reducer ( ) = 12.62
Momen output () = 480 Nm
Putaran output () = 71 rpm

î X "#  "



 ƒungsi utama rem adalah menghentikan poros, mengatur putaran poros dan
juga mencegah putaran yang tidak dikehendaki. Efek pengeremen secara mekanis
diperoleh dengan gesekan dan secara listrik dengan serbuk magnet, arus pusar, fasa
yang dibalik, arus searah yang dibalik atau penukaran kutub.
Rem gesekan dapat diklasifikasikan :
1. Rem blok (tunggal atau ganda )
2. Rem drum
3. Rem cakram
4. Rem pita
Pada perhitungan ini yang akan digunakan adalah rem blok ganda. Pada
escalator ini akan dipasang dua unit rem blok ganda, satu unit dibaian atas dan 1 unit
dibagian bawah, sehingga pengereman dapat berjalan dengan baik.

Rem

aambar 12.4. etak Rem


c c        

cc  c ? â
?
c 

Torsi pengereman :
  â
à=

Dimana :
à = Torsi (Nm)
 = Daya yang hendak di rem (Watt)
 = Putaran poros (rpm)
Atau
à? ?m?????
Dimana :
T = Torsi (Nm)
m? Koefisien gesek
Q = Reaksi rem (N)
D = Diameter pengereman (m)
Sehingga didapat reaksi rem Q :

? ?=
Om
?
^?
?
?
? ?
?

aambar 12.5 blok Rem

Maka :
H = D sin (c/2)
A = sudut kontak biasanya antara 500 s/d 700, diambil c = 600
Tekanan kontak p (N/mm2) dari permukaan rem blok rem adalah :

Q
=
b h

Dalam reaksi rem  (N), diperlukan pula ukuran ± ukuran pendukung lainnya
termasuk gaya berat ƒ?(pemberat).
Dimana :

 Î  ë Î ë
? ?ƒ? - -
  ë


c c        

cc  c ? l
?
c 

Sedangkan mekanismenya adalah sebagai berikut :


Tuas A ditumpu oleh piston b dari silinder otomatis. Jika udara tekan di B
dibuang ke atmosfir , A akan jatuh karena pemberat ƒ. Dengan demikian B akan tertarik
ke bawah dan memutar tuas C ( disebut engkol bel). aerakan ini akan menarik D dan E
ke kanan, dan mendorong E kekiri.
Disini dianggap gaya Q yang dikenakan dari drum pada E adalah sama dengan
gaya Q¶ pada E.
?

î U  !"#"


&$ " 

Oa ee o

a a un a

eba

a a pun a p

aambar 12.6. Rantai ganda

1. Momen puntir rencana  ) :

à?= 9.74 x 105 x


O
? Dimana :
Tr = Momen puntir rencana (Nm)
Pd = Daya rencana (W)
nR = Putaran reducer (rpm)

2. Bahan poros dipilih SNCM 25 †^ = 120 (N/mm2)


Pemilihan bantalan, tabel baja poros
„ ?= (faktor keamanan untuk bahan S-c dan baja paduan )
„ = (faktor kekasaran permukaan, harga antara 1.3 ± 3.0)

3. Tegangan ijin †a :
b
†?=
> >¦

- ƒaktor tumbukan i diasumsikan terjadi kejutan atau tumbukan besar, maka
Kt diambil antara1,5 ± 3.0)
- ƒaktor pembebanan lentur ^ antara 1.2 ± 2.3, diambil 1.5.


c c        

cc  c ? Ë
?
c 

4. Poros reducer () :



 â 
 =   ! b
  

5. Poros sprocket :

 â 
 =  L b à
  

6. Diameter sprocket :
2 Diameter lingkaran jarak bagi :
2

=

  M ÿ
2 Diameter lingkaran kepala :
2
 = (0.6 + cos(180/z)-1) . p

2 Diameter lingkaran kaki :


2
? ? . ( cos(180/z)-1) ± 0.76

Dimana ? = pitch (jarak pusat rol rantai )

î â  !"#" 



 Pada perhitungan disini akan dijelaskan perhitungan poros yang meliputi :

1. Poros reducer
2. Poros penggerak atas
3. poros penggerak bawah

î âî   

 Pada perhitungan sebelumnya didapat besarnya poros reducer sementara
adalah 38 mm. pada perhitungan ini ditinjau berdasarkan pengaruh momen torsi dan
momen bendingnya sehingga didapat hasil yang dijamin kekuatannya.
?


c c        

cc  c ? ù
?
c 



 



?
aambar 12.7. Poros reducer

Tegangan geser ijin SNCM 25 †^ = 120 N/mm2

¦
>‘ å N/mm2
‘> ‘> ¦

Dimana :
 ?= faktor pengaruh massa dan baja paduan dipilih 6.0
 ?= factor penggaruh kekasaran permukaan, harga antara 1.2 s/d1.5.

a. Torsi :
 â
å
¦ à 

b. aaya tangensial dari roda gigi :

¦

å
O
c. Momen bending dari pusat roda gigi :

O
å

¦

d. Twisting momen :

àë  à ¦   ¦


c c        

cc  c ? ]
?
c 

atau :
à
Te = >‘ R


e. Tegangan geser :
b
?
‘>

î â  & !"#"  "## $#"  




ƒ ƒ ƒ

ë   
 

aambar 12.8. Poros Penggerak bagian atas

a. Tegangan tarik ijin :


†b
?=
 b

i? factor kejutan/tumbukan yang besar antara 1,5 s/d 3,0


^?= factor akibat beban lentur, antara 1,2 s/d 2,3

b. Berat roda gigi masing ± masing

†? ?† ?
i—?= factor bending akibat kejutan dan fatique dengan kejutan sedang, antara
1.5 s/d 2.0 diambil 2
i? = factor torsi akibat kejutan dan fatique dengan kejutan sedang antara 1.5 s/d
2.0, diambil 2.

c. Torsi :


c c        

cc  c ? î
?
c 

 â
à =
¦ à b
2 aaya tangensial ƒ?
2 ?
àÔ
Ô 
Ô
¦

Beban total pada titik B :


†? ?ƒ
Torsi à ?? ?à?
?
- aaya tangnsial ƒc
à
 

¦

Beban total pada titik C adalah :


†? ?ƒ
Torsi :
 â
à?=
¦ à b

- aaya tangensial ƒ
O

O å
OO
¦

Beban total pada titik C adalah :


†? ?ƒ

î l  !"#" "#



a. Perhitungan berat roda gigi :

 à  
† = ¦ -  §O‘ ¦
 Ô 
   

b. Berat total terhadap poros adalah :


ƒ? ?†


c c        

cc  c ? îî
?
c 

 

aambar 12.9 Poros pada bearing

1. Pertama adalah mencari perbandingan antara panjang dan diameter lubang



å 
R


= 1.6 x D

2. Kemudian kita dapat mengetahui tekanan bearing


O
=

Sedangkan maksimum tekanan bearing 7 s.d 1 N/cm2
??  ?
?
3. Kekentalam mutlak dari lapisan oil
 = 25 centipoise
Modulus bearing pada titik maksimum dari gesekan :

 



M 
å 
  

4. koefisien gesek

    
m=   G
    


Dimana i?= factor koreksi = 0,002


c c        

cc  c ? î 

?
c 

5. Panas yang timbul

m
 å

à R 
å (m/min)

???? = energi panas = 427 N.m/kcal


c c        

cc  c ? îX
?