Anda di halaman 1dari 2

Bab 2

Pembahasan

Relasi makna
Dalam setiap bahasa,termasuk bahasubungan Indonesia,seringkali kita temui adanya
hubungan kemaknaan atau relasi semantik antara sebuah kata atau satuan bahasa lainya
dengan kata atau satuan bahasa lainya.Hubungan atau relasi kemaknaan ini mungkin
menyangkut hal kesamaan makna(sinonim),kebalikan makna (antonym), kegandaan
makna(polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponim), kelebihan makna(redudansi),
dan sebagainya. Berikut ini akan dibicarakan masalah tersebut satu per satu.

1. Sinonim
Secara etimologi kata sinonim berasal dari bahasa yunani kuno,yaitu anoma yang
berarti”nama”,dan syn yang berarti “dengan”.Maka secara harfiah kata sinonimi berarati”nama
lain untuk benda atau hal yang sama”. Secara semantik Vehaar(1978) mendefinisikan sebagai
ungkapan(bisa berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan
makna ungkapan lain. Umpamanya kata buruk dan jelek adalah dua buah kata yang
bersinonim;bunga, kembang, dan puspa adalah tiga buah kata bersinonim;mati,
wafat,meninggal, dan mampus adalah empat buah kata yang bersinonim.

Menurut teori Verhaar yang sama tentu adalah informasinya; padahal informasi ini
bukan makna karena informasi bersifat ekstralingual sedangkan makna bersifat intralingual.
Atau kalau kita mengikuti teori analisis komponen yang sama adalah bagian atau unsure tentu
saja dari makna itu yang sama.Misalnya kata mati dan meninggal.Kata mati memiliki komponen
makna(1) tidak bernyawa (2) dapat dikenakan terhadap apa saja(manusia,binatang,pohon dsb).
Sedangkan meninggal memiliki komponen makna(1) tidak bernyawa(2) hanya dikenakan pada
manusia. Maka dengan demikian kata mati dan meninggal hanya bersinonim pada komponen
makna(1)tidak bernyawa. Karena itu,jelas bagi kita kalau Ali,kucing dan pohon bisa mati; tetapi
yang bisa meninggal hanya Ali sedangkan kucing dan pohon tidak bisa.
7. Redudansi
Istilah redudansi sering diartikan sebagai berlebih-lebihan pemakaian unsur segmental
dalam suatu bentuk ujaran. Secara semantik masalah redudansi sebetulnya tidak ada, sebab
salah satu prinsip dasar semantic adalah bila bentuk berbeda maka makna pun akan berbeda.
makna adalah suatu fenomena dalam ujaran (utterance,internal phenomenon) sedangkan
inpormasi adalah sesuatu yang luar ujaran (utterance-external).