Anda di halaman 1dari 6

TEMU MANGGA

Curcuma mangga Val

Pendahuluan1,5
Temu mangga termasuk tanaman tahunan bersosok semak dengan tinggi 50-70 cm.
Daunnya berbentuk lonjong dengan ujung yang runcing dan panjangnya 30-45 cm. Bunganya
muncul dari ujung batang. Rimpangnya berasa manis, agak sedikit pahit, dan beraroma
mangga segar atau kweni. Helaian daun temu mangga berwarna hijau. Kulit rimpang
berwarna putih kekuningan pada kondisi segar dan menjadi kuning pada kondisi kering.
Daging rimpang berwarna kuning muda dengan aroma yang harum seperti buah mangga
kweni (Sudewo, 2006).
Cara pembiakan tanaman ini adalah dengan rimpang atau anakan rimpang yang telah
berumur 9 bulan. Pembiakan dengan rimpang muda akan mudah terserang penyakit.
Tanaman ini tumbuh subur jika ditanam di media 5
tanam atau tanah gembur yang mengandung bahan organik tinggi dan sinar matahari yang
cukup atau di tempat yang terlindung (Sudewo, 2006). Temu mangga seperti halnya temu-
temuan lain dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai pada
ketinggian 1000 m di atas permukaan air laut, dan ketinggian optimum 300-500 m. Kondisi
iklim yang sesuai untuk budidaya temu mangga yaitu dengan curah hujan 1000-2000 mm
(Gusmaini et al., 2004).
Temu mangga disebut pula kunir putih. Kunir putih memiliki nama ilmiah Curcuma
alba Linn. Atau Curcuma mangga Val. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah temu
lalab, temu pauh, koneng joho, koneng lalab, koneng pare, temu bayangan, dan temu paoh.
Kunir putih adalah tanaman yang berbeda dengan kunyit putih atau temu gombyok
(Kaempferia rotunda) dan temu putih Curcuma zedoaria Berg), meskipun ketiganya
termasuk ke dalam famili Zingiberaceae.
Ciri-ciri spesifik kunir putih adalah helaian daunnya berwarna hijau muda sampai
hijau tua. Kulit rimpang berwarna putih saat masih segar dan menjadi kuning kecoklatan
setelah kering. Daging rimpang berwarnakuning muda dengan aroma harum seperti buah
mangga. Berbeda dengan rimpang temu putih, rimpang kunir putih sangat mudah dipatahkan
(getas), rasanya tidak pahit, dan rimpang muda enak dimakan sebagai lalapan. Bagian
tanaman yang digunakan untuk obat adalah rimpangnya.

1
Perbanyak tanaman menggunakan rimpang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti
tanaman lain dibutuhkan dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban
tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang teduh.

Gambar 1.
Rimpang Curcuma mangga Val

Gambar 2. Tanaman Curcuma mangga Val

Klasifikasi 1,2
Temu mangga diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma alba L.
Sinonim : Curcuma mangga Val ( Gusmaini et al., 2004)

2
Nama daerah : kunyit putih, kunir putih, temu bayangan, temu poh (Jawa), temu pao
(Madura), temu mangga, temu putih (Melayu), koneng joho, koneng lalap,
konneng pare (Sunda).
Di daerah Jawa temu mangga sering disebut juga dengan nama kunir putih, temu
bayangan dan temu poh. Di daerah Madura dikenal dengan nama temu pao. Orang Melayu
sering menyebutnya temu mangga dan temu putih. Sedangkan didaerah Sunda menyebutnya
dengan nama koneng joho, koneng lalap dan koneng pare (Hariana, 2006). Tanaman ini
dikenal dengan nama daerah temu mangga atau temu putih, di yogyakarta disebut kunir putih
yang berbeda dengan kunyit putih ( Kaemferia rotunda L ) yang biasa disebut temu
gombyok.

Penggunaan Secara Tradisional3


Rimpang Temu mangga digunakan sebagai lalap. Selain itu, direbus atau dijus,
kemudian airnya diminum.

Kandungan Kimia1,3,6
Temu mangga kaya kandungan kimia seperti tanin, kurkumin, gula, minyak atsiri,
damar, flavonoid, dan protein toksis yang dapat menghambat perkembangbiakan sel kanker
(Hariana, 2006).
Kandungan kimia yang sudah diketahui dalam kunir putih antara lain saponin,
polifenol, curcumin, 2-norbomane, 3-methylene, caryophylen oxide, cyclopentane
acetaldehyde, caryophylen, dan cinnamyltiglate.
Kunyit Putih (curcuma mangga), sebagai anggota keluarga besar Curcuma,
mengandung zat kurkumin. Dalam buku Encyclopedia of Medical Plants dinyatakan,
kurkumin mempunyai khasiat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Bahkan khasiat anti-
oksidannya lebih kuat dari vitamin E, sedangkan khasiat anti-inflamasinya lebih kuat
daripada hidrokortison kimia/sintetis.
Menurut laporan American Institute of Cancer Report yang dimuat The New York
Times akhir Juli 1999, kanker dapat dicegah dengan kunyit. Zat anti-oksidan pada kunyit
berfungsi mencegah kerusakan asam deoksiribonukleat (senyawa yang menyusun gen),
karena kerusakan gen adalah salah satu penyebab terjadinya kanker.
Sedangkan kurkumin bersama feruloyl dan 4-hydroxy-cinnamoyl adalah senyawa anti-
inflamasi yang terdapat pada rimpang kunyit.

3
Kesimpulannya, kedua kandungan kurkumin tersebut sangat berperan dalam
memerangi kanker, yaitu mencegah kerusakan gen sekaligus mencegah peradangan
(inflamasi), karena pada penyakit kanker selalu terjadi inflamasi.

Gambar . Struktur kimia kurkumin

Efek Farmakologi1,2
Temu mangga berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik), penangkal racun
(antitoksik), pencahar (laksatif), dan antioksidan. Khasiat lainnya untuk mengatasi kanker,
sakit perut, mengecilkan rahim setelah melahirkan, mengurangi lemak perut, menambah
nafsu makan, menguatkan syahwat, gatal-gatal pada vagina, gatal-gatal (pruritis), luka, sesak
napas (asma), radang saluran napas (bronkitis), demam, kembung, dan masuk angin (Hariana,
2006).
Berdasarkan beberapa literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari
berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai
berikut : 2

1. Mengecilkan rahim.2
Rimpang segar 100 g dicuci, diperas, saring. Hasil saringan minum sekaligus. Saran
penggunaan kapsul sehari 3x3 kapsul, minum banyak air.

2. Menambah nafsu makan.2


Rimpang 25 gram ditumbuk, tambah air 2 gls, saring, minum sebanyak 2 X. Saran
penggunaan kapsul sehari 3 kali 2 kapsul, minum banyak air.

3. Menghambat pertumbuhan sel kanker. 2,4

4
Minum ½ sendok teh serbuk kunir putih, sehari 3 kali. Saran penggunaan kapsul
sehari 3 x 3 kapsul, minum banyak air. Untuk pencegahan kanker saran penggunaan kapsul
sehari 3 x 1 kapsul, minum banyak air.
Salah satu antitumor promoter adalah curcumin (rimpang kunyit dan temu-temuan
seperti temu putih). Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS, dan Lin JK dari Toxicology
College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan dan
juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan
disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat
aktif antioksidan, antiradang, dan antitumor. Menurut hasil penelitian mereka, curcumin
menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi
rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila
dosisnya ditingkatkan.
Prof Dr dr Sjamsuridjal Djauzi, direktur utama RS Kanker Dharmais (RSKD)
mengatakan, penelitian berbagai terapi untuk kanker terus dilakukan. "Kami terus mencoba
melakukan penelitian terhadap berbagai bahan dan metode untuk terapi kanker. Salah satunya
seperti yang dilakukan di Kuba yang kami berminat untuk menerapkannya di sini, seperti
lewat vaksin." Langkah penelitian lainnya, lanjut Sjamsuridjal, adalah yang dilakukan oleh
RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas
Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi
Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby, Mirna, dan Ade Novi. Penelitian mereka berupaya menekan
tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia ini
mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya toksositasnya rendah
sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Pengujian potensi sitotoksik
beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel line.
Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma domestica (kunyit), dan
Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa Boerl. (mahkota dewa).
Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai potensi
kematian sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi 50, 100, 150, dan
200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih (ZF kapsul) mempunyai potensi
kematian sel kanker di bawah 50 persen pada dosis yang sama. Sementara itu, daging buah
segar mahkota dewa memiliki potensi kematian sel kanker di atas 50 persen pada konsentrasi
100, 150, dan 200 mikrogram/ml.

4. Sakit maag, nyeri lambung.

5
Minum ½ sendok serbuk kunir putih sebelum makan, 3 x sehari Saran penggunaan
kapsul sehari 3 kali 2 kapsul, minum banyak air.

5. Antimalaria1
Penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol rimpang temu mangga memiliki
pengaruh pada penghambatan pertumbuhan Plasmodium berghei yang diinfeksikan pada
mencit putih jantan dengan dosis 250 mg/kg BB. Hasil penelitian tersebut menunjukkan
hambatan terhadap perkembangan parasitemia sebesar 48,56% (Fitriantini, 2005).

Efek samping:
Aman dikonsumsi, tidak dilaporkan adanya efek samping

Daftar Pustaka
1. Indriawan Nur Cholis. 2009. Aktivitas Antiplasmodium Fraksi Semipolar Ekstrak
Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma Mangga Val.) Terhadap Plasmodium
Berghei Secara In Vivo, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah
Surakarta, Surakarta.
2. Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id
3. http://books.google.co.id/books?
id=j5aJlun605QC&pg=PA50&lpg=PA50&dq=efek+farmakologi+curcuma+mangga
&source=bl&ots=dutHORUnZu&sig=JLWFyYPyZhCXCpTfo2k3uto8OXs&hl=id&e
i=EGutTeTSK4iIvgOns5HfCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=9&ved=0
CEMQ6AEwCDgU#v=onepage&q&f=false

4. http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1102403985,42580
5. http://www.familyherba.web.id/2010/11/kunir-putih-curcuma-alba-l.html

6. http://www.free-files.net/fx/uncategorized/koneng-bodas-atau-kunyit-putih-curcuma-
mangga/