P. 1
Nekrosis Pulpa

Nekrosis Pulpa

|Views: 1,188|Likes:
Dipublikasikan oleh Rika Permatasari

More info:

Published by: Rika Permatasari on Apr 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

Nekrosis Pulpa

Definisi :
Nekrosis adalah matinya pulpa. Dapat sebagian atau seluruhnya, tergantung pada apakah sebagian atau seluruh pulpa terlibat. Nekrosis, meskipun suatu akibat inflamasi, dapat juga terjadi setelah injuri traumatic yang pulpanya rusak sebelum terjadi reaksi inflamasi. Sebagai hasilnya, suatu infarkasi iskemik dapat berkembang dan dapat menyebabkan suatu pulpa nekrotik dengan gangrene kering. Nekrosis ada dua jenis umum : koagulasi dan likuefaksi/pengentalan dan pencairan.

Jenis :
Pada nekrosis koagulasi, bagian jaringan yang dapat larut mengendap atau diubah menjadi bahan solid. Pengejuan (caseation) adalah suatu bentuk nekrosis koagulasi yang jaringannya berubah menjadi massa seperti keju terdiri terutama atas protein yang mengental, lemak, dan air. Nekrosis likuefaksi terjadi bila enzim proteolitik mengubah jaringan menjadi massa yang melunak, suatu cairan, atau debris amorfus. Hasil akhir dekomposisi pulpa adalah dekomposisi protein, yaitu hydrogen sulfide, ammonia, substansi lemak, indikan, ptomaine, air, dan karbon dioksida. Hasil lanjutan, seperti indol, skatol, putresin, dan kadaverin menambah bau tidak enak yang sering keluar dari suatu saluran akar.

Penyebab :
Nekrosis pulpa dapat disebabkan oleh injuri yang membahayakan pulpa seperti bakteri, trauma, dan iritasi kimiawi. Nekrosis pulpa sebagian besar terjadi oleh komplikasi dari pulpitis baik yang akut

mapun yang kronik yang tidak ditata laksana dengan baik dan adekuat.

Nekrosis juga dapat disebabkan prosedur medik yang dilakukan oleh klinisi.Skema. Menurut Robertson dkk. . dari 617 gigi dari 51 pasien yang dilakukan osteotomi pada fraktur Le Fort I didapatkan 0. Tahap terjadinya Nekrosis Pulpa Trauma dapat menyebabkan pulpitis yang berakhir dengan nekrosis pulpa. pada obliterasi kanal pulpa akibat trauma pada gigi insisivus permanen didapatkan 16% kasus mengalami nekrosis pulpa melalui tes elektrikal pulpa.5% gigi mengalami nekrosis pulpa4. Menurut Poul dkk.

Adanya pulpa nekrotik mungkin ditemukan hanya secara kebetulan. Sering. karena gigi macam itu adalah asimtomatik. Pada kasus lain. Penampilan mahkota yang buram atau opak hanya disebabkan karena translusensi normal yang jelek. diskolorasi gigi adalah indikasi pertama bahwa pulpa mati. diikuti oleh penghentian seluruh rasa sakit yang terjadi sekonyong-konyong. dan pulpanya mati sebagai akibat trauma. Selama waktu ini. Gambar Nekrosis Pulpa yang terlihat diskolorasi keabuan pada mahkota Diagnosis : Radiograf umumnya menunjukkan suatu kavitas atau tumpatan besar. pasien tidak sadar bahwa pulpa . Beberapa gigi tidak mempunyai kavitas ataupun tumpatan. pulpa sudah hampir tamat riwayatnya dan memberi pasien perasaan seolah-olah aman dan sehat. dan radiograf adalah nondiagnostik. karena adanya serabut saraf vital yang melalui jaringan inflamasi di dekatnya. Gigi dengan nekrosis sebagian dapat bereaksi terhadap perubahan termal. dan suatu penebalan ligament periodontal.Gejala-gejala : Gigi yang kelihatan normal dengan pulpa nekrotik tidak menyebabkan gejala rasa sakit. suatu jalan terbuka ke saluran akar. Sedikit pasien mempunyai riwayat rasa sakit parah yang berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam. tetapi kadang-kadang gigi mengalami perubahan warna keabu-abuan atau kecoklat-coklatan yang nyata dan dapat kehilangan kecemerlangan dan kilauan yang biasa dipunyai.

Namun demikian. aerobic dan anaerobic. Gigi dengan pulpa nekrotik tidak bereaksi terhadap dingin. Jaringan periapikal mungkin normal. tes pulpa listrik. pada kasus yang jarang terjadi. Preparasi akses 2. bersama dengan pemeriksaan klinis yang cermat. Suatu korelasi tes dingin dan tes listrik dan suatu riwayat rasa sakit. dan mikroorganisme mungkin terlihat di dalam kavitas pulpa. harus menentukan suatu diagnosis yang tepat. Histopatologi : Jaringan pulpa nekrotik. Ekstirpasi pulpa .telah mati secara perlahan-lahan dan diam-diam. Bakteriologi : Banyak bakteri telah diisolasi dari gigi dengan pulpa nekrotik. debris selular. Perawatan : Perawatan terdiri dari preparasi dan obturasi saluran akar. Pada persentase tinggi kasus-kasus ini. tanpa gejala. Pada pasien lain. saluran akar berisi suatu campuran flora microbial. beberapa serabut saraf apical terus bertahan dan bereaksi dengan cara yang sama. timbul suatu reaksi minimal terhadap arus maksimum tester pulpa listrik bila arus listrik dikonduksi melalui uap lembah yang terdapat pada saluran akar setelah pencairan nekrosis ke jaringan vital tetangganya. Serabut saraf tahan terhadap perubahan inflamasi. preparasi saluran akar : 1. atau menunjukkan sedikit inflamasi yang dijumpai pada ligament periodontal. atau tes kavitas.

Debridement 4. . 3. Obturasi 6. 2. Restorasi Kavitas Oklusal : untuk kavitas kecil dan mahkota yang tersisa banyak. Restorasi Onlay / Uplay : kerusakan melibatkan cusp. Biasanya menggunakan amalgam atau komposit. 4. Preparasi Mahkota : preparasi mahkota ¾ atau mahkota penuh dapat dilakukan jika sisa jaringan gigi tidak memungkinkan pembuatan onlay/uplay.3. Fungsi dari onlay/uplay untuk melindungi gigi dari fraktur. Macam restoasi : 1. Drying 5. Restorasi : disesuaikan dengan kondisi jaringan gigi yang masih ada. Mahkota Intrakoronal : restorasi dimana dibuat retensi tambahan pada bagian kamar pulpa sekaligus sebagai penunjang mahkota ekstra koronal.

Mahkota dengan pasak inti : pasak inti dibuat jika gigi memerlukan kekuatan setelah perawatan dan juga agar struktur mahkota menjadi optimum. Sejumlah klinisi menempatkan pelet kapas yang dibasahi medikamen intrakanal di kamar .5. jika saluran akar yang cukup lebar. Saluran akar tidak boleh diperlebar tanpa mengetahui panjang kerja. kemudian keringkan dengan poin kertas isap (paper point). Oleh karena itu. Jika waktu tidak memungkinkan. diisi dengan pasta kalsium hidroksida dan ditambal sementara. Penatalaksanaan Nekrosis Pulpa tanpa Pembengkakan : Walaupun gigi nekrosis tanpa pembengkakan tidak memberikan respons terhadap stimuli. Setelah pemasangan isolator karet. gigi tersebut mungkin masih mengandung jaringan terinflamasi vital di saluran akar di daerah apeks dan memiliki jaringan periradikuler terinflamasi yang menimbulkan nyeri (periodontitis akut). Selama pembersihan saluran akar dan pada penyelesaian prosedur ini dilakukan irigasi dengan larutan natrium hipokhlorit. demi kenyamanan dan kerja sama pasien. anestesi lokal hendaknya diberikan. dilakukan debridemen parsial pada panjang kerja yang diperkirakan. debridemen yang sempurna merupakan perawatan pilihan.

Lakukan drainase untuk meredakan tekanan dan nyeri serta membuang iritan yang sangat poten yaitu pus. Walton dan Torabinejad. nasihatkan pasien berkumur dengan salin hangat selama tiga menit setiap jam. kavitas akses dapat dibiarkan terbuka untuk drainase lebih lanjut. Pada gigi yang drainasenya mudah setelah pembukaan kamar pulpa. 1988. 1990) . instrumentasi harus dibatasi hanya di dalam sistem saluran akar. jika drainase melalui saluran akar tidak dapat dihentikan. kemudian diisi dengan pasta kalsium hidroksida dan diberi pellet kapas lalu ditambal sementara (Grossman. Bence. akan mengurangi kemungkinan rasa sakit dan pembengkakan yang berlanjut (Grossman. 25. lakukan irigasi dengan natrium hipokhlorit sebanyak-banyaknya. Beberpa klinisi menyarankan. Bila perlu beri resep analgetik dan antibiotik. Biasanya pembengkakan terjadi dengan cepat. Walton and Torabinejad. 2002). 1988. Pada pasien dengan abses periapikal tetapi tidak dapat dilakukan drainase melalui saluran akar. Perawatan abses alveolar akut mula-mula dilakukan buka kamar pulpa kemudian debridemen saluran akar yaitu pembersihan dan pembentukan saluran akar secara sempurna bila waktu memungkinkan. 2002). 1994. Saluran akar dikeringkan dengan poin kertas. Selama dan setelah pembersihan dan pembentukan saluran akar.pulpa sebelum penambalan sementara. Membiarkan gigi terbuka untuk drainase. Penatalaksanaan Nekrosis Pulpa dengan Pembengkakan Terlokalisasi : Gigi nekrosis dengan pembengkakan terlokalisasi atau abses alveolar akut atau disebut juga abses periapikal / periradikuler akut adalah adanya suatu pengumpulan pus yang terlokalisasi dalam tulang alveolar pada apeks akar gigi setelah gigi nekrosis. pus akan keluar dari saluran akar ketika kamar pulpa di buka. maka drainase dilakukan dengan menembus foramen apikal menggunakan file kecil sampai no. sebetulnya pemberian medikamen itu tidak bermanfaat (Tarigan.

. lunak dan menunjukan fluktuasi. 1988. Bence. Foramen apikalis dilebarkan sampai ukuran file no. yaitu suhu pasien naik. Kecepatan penyembuhan bergantung terutama kepada derajat debridement saluran akarnya dan banyaknya drainase yang diperoleh selama kunjungan kedaruratn. 25 agar dapat meningkatkan aliran aksudat. Suatu isolator karet atau kain kasa yang digunakan untuk drainase dimasukkan selama beberapa hari. bila diadakan terapi endodontik yang tepat. Pada bengkak yang difus dan cepat berkembang. mungkin diperlukan insisi malalui jaringan lunak pada tulang. misalnya khlor etil. Bila pembengkakan luas. 2002). kemudian jaringan disemprot dengan anestetik lokal. pembersihan dan pembentukan saluran akar. Kadangkadang timbul tanda-tanda sistemik. Insisi intraoral dibuat melalui pembengkakan lunak yang mengalami fluktuasi ke plat tulang kortikal. pembengkakan yang menyebar berkurang perlahan-lahan dalam periode berkisar 3-4 hari (Walton and Torabinejad. 2002) Prognosis : Prognosis bagi gigi baik. harus diberikan antibiotik dan analgetik. Walton and Torabinejad. 1009. gunakan eritromisin atau klindamisin (Grossman. Karena edema telah menyebar di jaringan. Jika pasien alergi terhadap penisilin.Penatalaksanaan Nekrosis Pulpa dengan Pembengkakan Menyebar : Pada lesi-lesi ini pembengkakan terjadi dengan progresif dan menyebar cepat ke jaringan. Antibiotik pilihan pertamanya adalah penisilin mengingat mikroorganisme penyebab biasanya streptokokus. Pasien disarankan berkumur dengan larutan salin hangat selama 3 sampai 5 menit setiap jam. Penatalaksanaan pertama yang paling penting adalah debridemen yaitu pembuangan iritan. Mukosa di atas daerah yang terkena dikeringkan terlebih dahulu.

Bouquot.Sources : Grossman.pdf Pantera E. p554-5 Neville. Bergenholtz G. Andreasen J. BC Decker inc. In: Schuster G. Endodontic disease.unpad. 3rd ed. Alih Bahasa Rafiah Abiyono. http://resources. dkk. Damm. Second edition.22(10):557-60.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/PENATALAKSANAAN%20KEADAAN. Jakarta : EGC. 1990. editor. 2002. Oral & Maxillofacial Pathology. 1996 Oct. Robertson A. C. Allen. 1995.W.ac. J. Oral microbiology and infectious disease.. D. Abstract. Louis I. .Incidence of pulp necrosis subsequent to pulp canal obliteration from trauma of permanent incisors. Andreasen F. Philadelphia. B. Norén J. J Endod. Ilmu Endodontik Dalam Praktek (edisi ke-11).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->