Anda di halaman 1dari 21

PENENTUAN KADAR ASPIRIN

MENGGUNAKAN METODE KONDUKTOMETRI

Nama Kelompok:
 Rio Nugraha Putra 6209051
 Kevin Nurhady 6209053
 Verawati 6209055
 Saint Calvin 6209057
Kelas : E
Definisi

 Konduktometri merupakan metode analisis kimia


yang didasarkan pada daya hantar listrik suatu larutan
analat. (biasanya merupakan prosedur titrasi)
 Sering digunakan dalam industri untuk penentuan
kadar aspirin dalam tablet/sampel dan juga
memisahkan logam-logam berbahaya yang ada dalam
air
 Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada
jenis dan konsentrasi ion di dalam larutan
Definisi

Konduktansi (G) didefinisikan sebagai :

Luas permukaan
1 A elektroda
G k
R l
Daya hantar Jarak antar elektroda
listrik (ohm-1)
Tahanan listrik (ohm)
Definisi

Hukum ohm menyatakan:


I = current (ampere)
E = electromotive force (volts)
R = resistance (ohms)

Nilai resistansi dari sampel berisi materi homogen,


1 = panjang (m)
a = luas penampang (m2)
 = Spesific Resistance(dalam  m)
Definisi

Konduktivitas Molar (, lambda) Dari sebuah elektrolit


didefinisikan sebagai konduktivitas untuk 1 Mol sebagai
berikut :

C = konsentrasi larutan mol L-1,


V = Volume dari 1 mol elektrolit
K mempunyai dimensi  -1 cm-1,
 Mempunyai dimensi  -1 cm2 mol-1.
Definisi
Daya hantar ekivalen (o, equivalence conductance):
daya hantar 1 gram ekivalen zat terlarut diantara kedua
elektroda yang berjarak 1 cm.

Berat ekivalen:
berat molekul / jumlah muatan
1000
1 A A
G k dan C
R l
C = konsentrasi
1000k = berat ekivalen/cm3
 
o

C
Dengan jarak antar elektroda l = 1 cm
Definisi
Konstanta sel () didefinisikan:

1

A
Sehingga berlaku:

1 1
G  (C A A  C A A  ....  C N N )
0 0 0

R 1000
Definisi
Data perhitungan:
1 1
G  (C A A  C A A  ....  C N N )
0 0 0

R 1000
Sifat-sifat Aspirin

 Formula                        :C9H8O4


 BM                              : 180,2
 Titik didih                     : 140 0C
 Titik lebur                     : 138 0C – 140 0C
 Berat jenis                    : 1.40 g/cm³
 Sinonim                        : 2-acetyloxybenzoic acid
 Kelarutan dalam air       : 10 mg/mL (20 °C)
Alat yang digunakan

 Konduktometer
 Salah satu bagian penting dari
konduktometer adalah sel yang
terdiri dari sepasang elektroda yang
terbuat dari bahan yang sama
 elektroda berupa logam yang
dilapisi logam platina untuk
menambah efektifitas permukaan
elektroda
Alat yang digunakan

 Titrasi ini sangat berguna bila hantaran sebelum


dan sesudah reaksi cukup banyak berbeda, namun
titrasi ini kurang bermanfaat untuk larutan dengan
konsentrasi ionik yang terlalu tinggi.
Bahan yang digunakan

 Tablet aspirin
 Akuades
 Etanol
 Larutan standar NaOH 0,1 N
 HCl 0,1 N
 Larutan cuplikan CH3COONa
Prinsip Kerja

 Prinsip kerja : penentuan kadar sampel berdasarkan


pada perbedaan harga konduktansi masing-masing
ion
 Note:
 Konduktivitas (daya hantar listrik) berbanding lurus
dengan jenis dan jumlah ion per cm³ larutan.
 Pada saat pengenceran, reaksi penetralan, reaksi
pengendapan, konduktivitas akan menurun akibat lebih
sedikitnya ion yang terdapat per cm³ larutan.
Penentuan Kadar
Aspirin

 Aspirin dibuat dari reaksi asam salisilat dengan


anhidrida asetat
Penentuan Kadar
Aspirin

 Menimbang Satu tablet aspirin, kemudian


menghaluskan dan menimbang kembali
 Setelah ditimbang, dimasukkan dalam beker gelas dan
diencerkan dengan akuades serta diaduk
 Menambahkan larutan aspirin etanol sebanyak 30 ml
dan diaduk sampai homogen
 Mengencerkan larutan aspirin kembali dengan aquadest
sampai volume 250 ml dan diaduk
 Mengambil larutan 100 ml dan dimasukkan ke dalam
erlenmeyer
Penentuan Kadar
Aspirin

 Aspirin dititrasi dengan NaOH sampai titik ekivalen


 Nilai Konduktansi dicek setiap titrasi 0,5 mL
 Titik ekivalen diketahui saat nilai konduktansi sebelum
dan sesudah Reaksi NaOH dengan Aspirin

C9H8O4 + NaOH >> C9H7O4Na + H2O

(Aspirin) + (NaOH) >>(Sodium Salisilat) + (Air)


 berbeda jauh
Penentuan Kadar
Aspirin

 Pada awal titrasi, nilai konduktansi akan menurun


karena pembentukan garam sodium salisilat dan
ion berkurang.
 Aspirin/Asam Asetil Salisilat=Asam ;
 NaOH=Basa

C9H8O4 + NaOH >> C9H7O4Na + H2O

(Aspirin) + (NaOH) >>(Sodium Salisilat) + (Air)


Penentuan Kadar
Aspirin

 Penentuan titik akhir titrasi (ekivalensi) diketahui


saat nilai konduktansi mulai naik disebabkan di
titik ini garam tidak lagi terbentuk sehingga NaOH
terus terakumulasi
 Note : Saat NaOH terus terakumulasi berarti
jumlah ion kembali meningkat
Aplikasi

Dalam berbagai titrasi asam basa:


Asam kuat dg basa kuat (1-2)
Asam kuat dg basa lemah(1-3)
Aplikasi
b. Asam lemah dengan basa kuat
c. Asam lemah dengan basa lemah