Anda di halaman 1dari 4

c c

  






    

Suatu kelompok dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan dari dua orang atau lebih
individu, yang saling berinteraksi satu sama lain, sama ± sama bergabung untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.

Menurut Schein kelompok yang mempunyai ikatan psikologis adalah sejumlah orang yang saling
berhubungan, saling memperhatikan, dan menerima kenyataan sebagai suatu kelompok.

Terhadap rumusan tersebut, Hammer dan Organ menambahkan bahwa adanya 4 hal penting dari
kelompok, adanya saling berhubungan (interaksi), saling memperhatikan, merasa sebagai satu
kelompok dan untuk mencapai tujuan bersama.

Rumusan yang serupa yang dikemukakan oleh Duncan, yaitu suatu kelompok terdiri dari dua
orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama, interaksi tersebut bersifat
relative tetap dan mempunyai struktur tertentu. Berdasarkan rumusan tersebut, Duncan
menyebutkan ermpat cirri utama kelompok, yaitu :

1. uommon motive leading to group interaction, anggota suatu kelompok, paling tidak
harus mempunyai satu tujuan yang bersama.
2. Members who are affected differently by their interaction. Hubungan dalam suatu
kelompok harus member pengaruh kepada setiap anggotanya.
3. Group structure with different degrees of status. Dalam kelompok selalu ada perbedaan
tingkat/status, karena akan selalu ada pimpinan dan pengikut.
4. Standard norms and values. Karena kelompok terbentuk untuk mencapai tujuan bersama,
maka biasanya pembentukannya disertai oleh tingkah laku dan system nilai bersama.

Dalam kelompok ada dua bentuk, yaitu :

 

Merupakan pengelompokan orang ± orang yang telah direncakan, terstruktur, mempunyai tujuan
yang jelas dan kegiatannya terarah dengan program kerja atau kegiatan sebagai operasionalnya.
Tuntunan dan proses organisasi mengarah pada pembentukan jenis ± jenis kelompok yang
berbeda ± beda , dengan demikian muncul dua jenis kelompok formal, yang dikenal sebagai
kelompok komando (command group) dan kelompok tugas (task group).

  

Merupakan pengelompokan orang ± orang secara alamiah dalam suatu situasi kerja sebagai
tanggapan terhadap kebutuhan social. Dengan kata lain kelompok informal tidak muncul sebagai
hasil rencana yang disengaja tetapi berkembang secara alamiah. Ada dua jenis kelompok
informal, yaitu kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok persahabatan (friendship
group).

 
    

Kelompok formal dan informal terbentuk karena berbagai alasan. Alasan itu antara lain:
kebutuhan, kedekatan, tujuan, dan ekonomis.

   yaitu keinginan memuaskan kebutuhan dapat menjadi motivasi kuat
yang menjurus pada pembentukan kelompok.

      merupakan interaksi antar ± pribadi dapat menimbulkan
pembentukan kelompok. Dua segi yang penting dari interaksi antar ± pribadi adalah kedekatan
dan daya tarik. Kedekatan menyangkut jarak fisik antara karyawan yang melaksanakan suatu
pekerjaan. Daya tarik melukiskan ketertarikan orang satu sama lain karena kesamaan konsep,
sikap, prestasi, dan motivasi.

!  . Jika dipahami dengan jelas, dapat menjelaskan mengapa seseorang tertarik
pada suatu kelompok. Sebagai contoh, seseorang mungkin memasuki suatu kelompok yang
berkumpul setelah jam kerja agar mengenal sistem suatu computer baru.

  . Dalam banyak hal, kelompok terbentuk karena individu percaya mereka dapat
memperoleh kemanfaatan ekonomi yang lebih besar dari pekerjaan mereka jika mereka
berorganisasi. Sebagai contoh, karyawan yang bekerja pada sisi yang berbeda dari suatu lini
perakitan mungkin dibayar atas dasar insentif kelompok dimana produksi kelompok tersebut
menentukan besaran upah masing ± masing anggotanya.


"      

Dalam pertengahan dasawarsa 1960-an, Tuckman mengidentifikasi ada empat tahap dalam
terbentuknya kelompok, yaitu tahap pembentukan (forming), pancaroba (storming), penormaan
(norming), berprestasi (performing).

   merupakan tahapan dalam mana seseorang melakukan beberapa


pengujian terhadap anggota lainnya tentang hubungan antar-perorangan yang bagaimana yang
dikehendaki oleh kelompok.

   #merupakan tahap dimulainya konflik dalam kelompok, tiap anggota mulai
menampilkan pribadinya masing ± masing, anggota yang satu mulai eksplosif terhadap anggota
lainnya atau malah terhadap pimpinan kelompok.

    Norma yaitu masing ± masing menjadi lebih kenal dengan keadaan
sesungguhnya anggota yang lain. Suasana seperti ini membantu bagi terciptanya keamanan
perasaan, pengembangan keakraban, penentuan ukuran ± ukuran, dan peranan baru.

 c  yakni tahap pada hubungan antar ± perorangan berperan sebagai alat
untuk melaksanankan pekerjaan. Peranan seseorang menjadi lebih luwes dan makin fungisional.
Luwes, karena setiap anggota mulai mempunyai keinginan untuk membantu yang lain,
sementara masing ± masing tetap berusaha melaksanakan tugas sebaik ± baiknya.

$  

Mengingat kelompok terdiri dari sejumlah orang dan biasanya dengan latar belakangnya
yang berbeda, maka sangat dimungkinkan di dalam kelompok itu terdapat masalah ± masalah.
Hal ini perlu sekali mendapat perhatian. Diantara masalah ± masalah itu yang terpenting adalah :

%&     
Masalah kepemimpinan sangat strategis sifatnya, karena dapat menentukan efektif
tidaknya proses kelompok. Dalam praktek, masalah kepemimpinan sangat pelik.

Œ&       # 


Biasanya merupakan inti tugas atau misi kelompok. Pengambilan keputusan kelompok di
dalam praktek lebih banyak sulitnya daripada mudahnya. Namun demikian, harus diakui
bahwa pengambilan keputusan kelompok secara umum telah diakui lebih banyak
kualitasnya daripada keputusan individual.
£&  
Karena kelompok merupakan kumpulan dari para individu yang berinteraksi satu sama
lain, maka masalah komunikasi saling memegang peranan yang sentral. Melalui
komunikasi saling pengertian diciptakan yang pada akhirnya akan memperkuat kohesi
dan tercapainya tujuan ± tujuan kelompok.

þ&  
Perbedaan kepentingan dan harapan ± harapan yang ada di dalam kelompok boleh jadi
tidak dapat dihindari. Hal ini akan menjadi potensi konflik, sehingga sasaran yang telah
ditetapkan gagal dapat dicapai, dan bahkan bias memporak ± porandakan kelompok itu
sendiri. Untuk itum selain memusatkan perhatian keberadaan potensi konflik ini, juga
berusaha mengendalikannya agar proses kelompok dapat berlangsung efektif.