VISI, MISI, TUJUAN

Senin, 16 Agustus 2010 00:03 Administrator

VISI :
Menjadi Rumah Sakit Pilihan dan Kebanggaan Masyarakat Kota Bekasi

MISI :
1. Mewujudkan Pelayanan Kesehatan prima, merata, dan terjangkau oleh masyarakat 2. Menjadi pusat layanan, pendidikan, dan penelitian kesehatan 3. Membangun komitmen bersama di antara stakeholder pemerintah Kota Bekasi

TUJUAN:
1. Meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat; 2. Meningkatkan sarana dan prasarana Rumah Sakit sesuai dengan pelayanan yang berkembang; 3. Meningkatkan kualitas pelayanan pada keluarga miskin; 4. Meningkatkan kualitas tenaga Rumah Sakit yang profesional; 5. Meningkatkan jenis pelayanan dan pendukung/penunjang pelayanan kesehatan; 6. Meningkatkan kerja sama pelayanan kesehatan dengan pihak ketiga; 7. Meningkatkan pengelolaan manajemen Rumah Sakit; 8. Meningkatkan pendapatan Rumah Sakit;

SEJARAH
Rabu, 12 Mei 2010 04:36 Administrator

y

Pada tahun 1939 daerah Bekasi masih merupakan daerah terpencil dan merupakan bagian dari Karisedenan Jatinegara.Seorang tuan tanah terketuk hatinya untuk menolong sesamanya yang sedang sakit, dengan membangun balai kesehatan berukuran 6 x 18 meter di atas tanah seluas 400 m persegi yang dihibahkan untuk kepentingan umum;

y

Tahun 1942 saat pendudukan Jepang mendapat perhatian dan dikembangkan menjadi Poliklinik Bekasi yang dipimpin oleh seorang patriot pejuang kemerdekaan bernama Bapak Jasman. Tahun 1945 poliklinik tersebut dijadikan basis perlengkapan P3K;

y y

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, berubah status menjadi RS Pembantu, tepatnya pada tanggal 24 Juli 1946; Pada tahun 1956 kepemimpinan digantikan oleh seorang juru rawat dari RS Pembantu Banjaran, bernama Bapak S Wijaya. Pada saat kepemimpinannya berubah menjadi RSU Kab. Bekasi dengan kapasitas 10 tempat tidur dan penambahan bangunan untuk perawat dan bidan;

y

Kemudian pada Tahun 1960 Bp S Wijaya pensiun dan digantikan oleh Bp. H. Nadom Miadi;

P Pemerintah Kota Bekasi B Non Pendidikan 24 Juli 1946 IGD 24 Jam Senin. 16 Agustus 2010 01:19 Administrator Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai salah satu unit terpenting dari RSUD KOTA BEKASI berfungsi sebagai unit yang siap melayani berbagai kegawat-daruratan dan berbagai masalah kesehatan pada setiap elemen masyarakat. y Pada tahun 2001 dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Penetapan RSUD Kota Bekasi menjadi Unit Swadana. MKM dr. y Pada tanggal 30 November 2000 ditetapkan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 12 tahun 2000 tentang Pembentukan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Nomor 12 Tahun 2000 tentang Pembentukan Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi sekaligus dengan peningkatan status menjadi RSUD kelas B Non Pendidikan Pemerintah Kota Bekasi oleh Walikota. RM dr. DIREKSI Senin. Instalasi Gawat Darurat melayani pasien Emergency Surgery dan Medical / non Surgery selama 24 jam. 16 Agustus 2010 00:57 Administrator Direktur Wadir Umum dan Keuangan Wadir Pelayanan Kepemilikan Type/Kelas Diresmikan : : : : : : dr. berdasarkan SK Menkes Republik Indonesia nomor 051/Menkes/SK/II/1979 tentang pengelolaan rumah sakit umum pemerintah.251-Org/VII/2009 tentang RSUD Kota Bekasi menjadi DLUD dengan status penuh. . Pada 1 April 1999 RSU diserahkan oleh pemda Kabupaten Bekasi kepada Pemda Kabupaten Bekasi kepada Pemda Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi. Selanjutya. untuk melengkapi Dasar Hukum dalam operasional Rumah Sakit ditetapkanlah Perda Nomor 21 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan RSUD Kota Bekasi. R. y Pada tahun 2009 dikeluarkan Peraturan Walikota Nomor 060/Kep. Sp. Sp. Jenis Pelayanan Emergency Yang Paling Sering Dilakukan y Tindakan penyelamatan jiwa pada pasien henti napas dan henti jantung. Antony D Tulak.y Kepemimpinan Rumah Sakit pada tahun 1973 dipimpin oleh seorang dokter dibantu beberapa tenaga medis dan non medis. dalam perkembangannya Rumah Sakit ditetapkan sebagai rumah sakit kelas C. Iman. Titi Masrifahati. Sejak saat itu organisasi dan tata laksana RSUD ditetapkan.

Kamis Jumat Sabtu Biaya Pendaftaran 07.11.11. pasien kecelakaan.00 -. Mis.000 y y Poliklinik VCT Poliklinik MCU/Umum Biaya Pendaftaran y Poliklinik PTRM Rp80. pasien keracunan. dll.00 -. pasien tidak sadar.. pasien dengan sakit perut hebat. 16 Agustus 2010 01:19 Administrator RAWAT JALAN Waktu Pendaftaran Senin -.00 wib Rp 20.00 wib 07. cidera kepala. pasien dengan luka-luka.y y y y y y y y y y y Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan Penanganan pasien sesak napas.000 y y y y y y y Spesialis Anak Spesialis Kesehatan Jiwa Spesialis Penyakit Dalam Spesialis Jantung Spesialis Kebidanan dan Kandungan Spesialis Bedah Orthopedy Spesialis Rehabilitasi Medik Biaya Pendaftaran y y y y y y Spesialis Kulit dan Kelamin Spesialis THT Spesialis Syaraf Spesialis Paru Spesialis Bedah Umum Spesialis Bedah Syaraf Rp 15.00 wib 07. cedera tulang. Penanganan medis korban bencana / di sa ster Senin. pasien kejang dan kejang demam pada anak. serangan jantung/Payah Jantung.000 y Poliklinik Eksekutif . pasien cidera.10.00 -. kasus Stroke. pasien dengan pendarahan.

16 Agustus 2010 01:44 Administrator JENIS RUANGAN BIAYA PERHARI FASILITAS Ruang ICU Rp 195.RAWAT INAP Senin.000 1 Kamar Tidur TV AC Ruang Utama Rp130.000 AC Kulkas Ruang Executif Rp 200.000 4 Kamar Tidur .000 2 Kamar Tidur TV AC Ruang Kelas I Rp 97.500 3 Kamar Tidur TV AC Ruang Kelas II Rp 65.

dan lain lain sebelum dilakukan tindakan operasi. Radiologi. Rawat Inap dan ODC. Kamar Bedah RSUD Kota Bekasi dapat melayani pasien dari IGD. termasuk Bedah Jantung. Bedah Saraf dan Bedah Pembuluh Darah. dan pasien sudah harus diperiksa oleh Dokter Bedah. Didukung oleh Dokter Bedah Umum. Pasien yang akan dioperasi harus menjalani serangkaian pemeriksaan meliputi laboratorium. bedah Tumor.500 KAMAR BEDAH Rabu. Rawat Jalan. 16 Agustus 2010 07:07 Administrator PELAYANAN MEDIS ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Lab Patologi Klinik Lab Patologi Anatomi Radiologi Pemulasaraan Jenazah Ambulance/Kereta Jenazah Rehabilitasi Medik . 18 Agustus 2010 23:25 Administrator Terdiri dari 3 kamar operasi yang lengkap untuk semua jenis operasi. Bedah Saluran Cerna. Bedah Anak. Bedah Jantung-Thorax. Pelayanan Medis Senin.Ruang Kelas III Rp 26. Bedah Orthopedi.

serta perkembangan sosial budaya dan ekonomi.‡ ‡ Bedah Sentral Bedah One Day Care PELAYANAN NON MEDIS ‡ ‡ ‡ ‡ Diklat Sterilisasi K3LRS Service: laundry. efisien. pelayanan instalasi dan pelayanan perawatan secara rawat jalan. Respon pihak swasta untuk membuka usaha industri jasa kesehatan dalam bentuk rumah sakit sejak kewenangan perizinan ada di tingkat kota. Rumah sakit sebagai salah satu infrastruktur kesehatan masyarakat merupakantempat pelayanan yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar dan spesialistik. menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap gaya hidup masyarakat dalam harapan mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman. aman dan standar pelayanan yang memuaskan. Dalam jangka waktu 6 tahun . PSRS. Hal ini membuka pihak swasta untuk menghadapi tantangan peluang industri jasa kesehatan atau perumahsakitan dengan menciptakan suatu pelayanan kesehatan profesional. Begitu juga dengan perumahsakitan di Kota Bekasi sejak bergulirnya otonomi daerah. rawat inap dan rawat darurat. dan kualitas yang tinggi. Seiring dengan laju perkembangan era globalisasi dimana salah satunya ditandai dengan perkembangan/pertumbuhan penduduk yang pesat. Adapun yang menjadi dasar hukum pelaksanaan perizinan tersebut adalah Perda Kota Bekasi No.central air bersih. generator set. pengelolaan air limbah MASIH PERLUKAH RUMAH SAKIT BARU DI KOTA BEKASI ? Tujuan dari pembangunan kesehatan adalah peningkatan derajat kesehatan setinggi-tingginya secara merata. 07 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta. boiler. izin uji coba menyelenggarakan maupun izin tetap menyelenggarakan. program dan memenuhi harapan masyarakat. Efisien dalam arti penggunaan biaya untuk kegiatan yang tepat sasaran. Merata berarti setiap pelayanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. musholla. Sedangkan kualitas dalam arti kualitas layanan kesehatan sesuai dengan standar keilmuan. pelayanan penunjang medik. work shop. baik izin mendirikan.

. Namun demikian bukan berarti bahwa rumah sakit dapat dibiarkan terus bertambah tanpa kajian dari berbagai aspek apakah rumah sakit tersebut memang benar-benar masih dibutuhkan masyarakat Kota Bekasi atau tidak. Dampak positifnya adalah membantu Pemerintah Daerah jikadalam menyediakan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi rumah sakit dapat memenuhi tiga hal seperti merata. kemudahan akses masyarakat terutama masyarakat miskin dan masyarakat kurang mampu terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit. diantaranya adalah rasio antara jumlah penduduk dengan jumlah tempat tidur. kemampuan membayar masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit serta sampai sejauh mana rumah sakit dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Bekasi. kurang mampu/kurang ahli/terampil. Banyak hal yang dapat dijadikan sebagai alasan rumah sakit baru masih diperlukan atau tidak. Swasta) menjadi 35 rumah sakit pada tahun 2008 (1 RSUD dan 34 RS Swasta). sehingga secara langsung menyebabkan kerugian . dan pelaksanaan operasional rumah sakit yang tidak sesuai standar baik bila tindakan dokter tak sesuai dengan standar perawatan. bayi. Rumah sakit sudah menyebar di semua kecamatan di Kota Bekasi. Dimana di Kecamatan Bekasi Timur sudah ada 8 buah rumah sakit dan di Kecamatan Bekasi Selatan sudah ada 7 buah rumah sakit. kelalaian. dimana salah satu indikatornya adalah jumlah kematian neonatus.jumlah rumah sakit yang ada di Kota Bekasi meningkat tajam yaitu dari 11 rumah sakit pada tahun 2001 (1 RSUD dan 10 RS. pemanfaatan pelayanan kesehatan rumah sakit oleh masyarakat. Banyaknya jumlah rumah sakit tentu saja memberikan dampak baik positif maupun negatif. limbah padat medis. limbah padat non medis polusi akibat incenerator yang pengelolaannya memerlukan pengawasan. 2 izin mendirikan dan 5 baru mendapatkan rekomendasi walikota. Dimana dari 34 RS Swasta terdiri dari 27 sudah memiliki izin operasional. limbah B3. balita dan ibu. meskipun distribusi tersebut tidak merata karena rumah sakit terpusat di Bekasi Timur dan Bekasi Selatan. dan kualitas yang tinggi. Selain itu dampak negatif akibat operasionalnya rumah sakit tidak kalah kompleksnya dan salah satu yang perlu menjadi sorotan kita adalah limbah rumah sakit baik limbah cair infeksius. efisien. Sedangkan di Kecamatan yang lain tersebar antara 1-4 rumah sakit.

dimana dalam undang-undang tersebut jumlah tempat praktek dokter dibatasi hanya tiga saja. Hal ini sangat mengkhawatirkan. Artinya bahwa kebutuhan penyediaan sarana rumah sakit di Kota Bekasi sudah terpenuhi bahkan sudah melebihi kebutuhan jika dibandingkan dengan standar ratio yang dianjurkan oleh Departemen Kesehatan adalah 1 tempat tidur berbanding 1500 jiwa sedangkan rasio yang dianjurkan oleh WHO adalah 1 tempat tidur berbanding 1000 jiwa. mau tidak mau sudah terjadi di Kota Bekasi. . Bahkan untuk Kecamatan Bekasi Selatan ratio sudah mencapai 1 : 203 dan Bekasi Timur 1 : 445 . Untuk itu seyogyanya hal ini sudah memerlukan perhatian khusus untuk dibenahi. Jadi dari uraian tadi saya menyimpulkan bahwa : 1. Besar BOR rata-rata tingkat Kota dari tahun 2001 sampai 2006 tidak mengalami kenaikan. BOR rata-rata tertinggi hanya dapat mencapai 47. Rumah Sakit di Kota Bekasi jumlahnya sudah melebihi yang dibutuhkan hal ini ditunjukkan dengan ratio antara jumlah tempat tidur dengan jumlah penduduk yang sudah melebihi nilai ideal yang ditentukan Depkes/WHO. Indikator lain adalah hasil kegiatan rumah sakit diketahui bahwa pemanfaatan rumah sakit di Kota Bekasi masih rendah. Ketiga masalah ketenagaan dokter spesialis sebagai implikasi diberlakukannya Undang-Undang No.17 pada tahun 2004 sedangkan BOR ideal yang ditetapkan oleh Depkes adalah 60%.92% pada tahun 2001 dan BOR rata-rata terendah adalah 34. Kenapa? Karena tidak tersedianya dokter spesialis pada rumah sakit sangat mempengaruhi mutu dari pelayanan rumah sakit yang bersangkutan.Sampai saat ini jumlah tempat tidur rumah sakit di Kota Bekasi adalah 2645 tempat tidur (belum termasuk jumlah tempat tidur yang direncanakan oleh rumah sakit yang baru memiliki rekomendasi walikota) sehingga rasio antara tempat tidur dengan jumlah penduduk adalah 1 tempat tidur berbanding 700 jiwa. agar dampak negatif tidak merugikan masyarakat. Tujuan mulia dari undang-undang ini agar dokter dalam memberikan pelayanannya optimal dan bemutu ternyata dipandang sebagai ancaman oleh sebagian besar rumah sakit karena dampaknya banyak rumah sakit yang kehilangan dokter dan sulit sekali memperoleh dokter pengganti. Dimana salah satu indikator yang dapat dijadikan acuan adalah pemanfaatan tempat tidur rumah sakit yang disebut bed occupacy rate (BOR). Akibatnya pembajakan tenaga dokter spesialis baik dokter spesialis 4 besar maupun dokter spesialis yang memang jarang. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Karena itu saya sangat tidak sependapat dengan pernyataan biarkan rumah sakit tumbuh dan diserahkan kepada pasar biar alam yang menyeleksi. . terutama untuk Bekasi Selatan dan Bekasi Timur 2. Swasta. Sehingga semua proses pelayanan di rumah sakit harus memenuhi standar. Yang harus dilakukan saat ini adalah pembenahan melalui pembinaan terhadap rumah sakit baik pemerintah maupun swasta agar mutu pelayanan dapat ditingkatkan. siapa yang bisa bertahan itulah yang menang. norma. prosedur dan kriteria yang ditentukan baik oleh peraturan perundangan maupun suatu pedoman. orang yang sedang membutuhkan pertolongan secara gawat darurat. serta hal penting lainnya adalah perbaiki image RSUD karena menurut saya RSUD memiliki potensial yang luar biasa terlebih lagi ditunjang oleh dokter-dokter spesilis yang handal yang notabene saat ini mereka menjadi rebutan RS. 3. serta semua pelayanan di rumah sakit mengandung risiko yang sangat tinggi karena berkaitan dengan nyawa dan keselamatan seseorang. Bisnis rumah sakit sangat berbeda dengan bisnis mall atau hotel.Karena itu penambahan rumah sakit di Kota Bekasi sudah tidak diperlukan lagi. karena yang dilayani adalah orang susah akibat penyakit yang dideritanya.