Anda di halaman 1dari 9

Komunikasi Data

DB didefinisikan sebagai sebuah kumpulan pin dan soket yang digunakan secara
meluas dalam perangkat komunikasi dan peranti komputer.
Contohnya, penghubung jenis DB-9 digunakan untuk soket pertama yaitu COM1 yang
biasanya menghubungkan mouse.Konektor jenis DB-25 digunakan untuk soket kedua yaitu
COM2 yang kerap digunakan untuk menghubungkan modem.
Konektorjenis DB-15 digunakan untuk soket VGA monitor pada computer peribadi
anda. Keluarga DB ini disediakan dengan beberapa konfigurasi yaitu 9, 15, 25, 37 dan 50 pin.
Penghubung DB yang berdensitas tinggi akan disenaraikan sebagai HDDB, manakala dua
jenis penghubung mininya dinamakan sebagai 50DB dan 68DB.

I. Serial port dengankonektor DB9


Serial port bersifat asinkron, Pada prinsipnya, komunikasi serial ialah komunikasi
dimana pengiriman data dilakukan per bit, sehingga lebih lambat dibandingkan
komunikasi parallel seperti pada port printer yang mampu mengirim 8 bit sekaligus dalam
sekali detak. Port yang digunakan biasanya menggunakan konektor DB9. Data serial
dikirim melalui saluran komunikasi seperti telefon, saluran kabel TV atau koaksial, serat
optic atau satelit. Beberapa contoh komunikasi serial ialah mouse, scanner dan system
akuisisi data yang terhubung ke port COM1/COM2.
Peralatan Komunikasi Serial :
Device pada komunikasi serial port dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu Data
Communication Equipment (DCE) dan Data Terminal Equipment (DTE). Contoh dari
DCE ialah modem, plotter, scanner dan lain lain, sedangkan contoh dari DTE ialah
terminal dikomputer. Spesifikasi elektronik dari serial port merujuk pada
Telecommunications Industry Association(TIA)/Electronic Industry Association (EIA) :
1. “Space” (logika 0) ialahteganganantara + 3 hingga +25 V.
2. “Mark” (logika 1) ialahteganganantara –3 hingga –25 V.
3. Daerah antara + 3V hingga –3V tidakdidefinisikan /tidakterpakai
4. Tegangan open circuit tidakbolehmelebihi 25 V.
5. Arushubungansingkattidakbolehmelebihi 500m
Male Female
KETERANGAN
· Pin 1 = Data Carrier Detect (DCD)
· Pin 2 = Received Data (RxD)
· Pin 3 = Transmitted Data (TxD)
· Pin 4 = Data Terminal Ready (DTR)
· Pin 5 = Signal Ground (common)
· Pin 6 = Data Set Ready (DSR)
· Pin 7 = Request To Send (RTS)
· Pin 8 = Clear To Send (CTS)
· Pin 9 = Ring Indicator (RI)

Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB9 adalah sebagai berikut :
1. Receive Line signal detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada
terminal masukkanada data masuk.
2. Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE.
3. Transmit Data, digunakan DTE mengirimkan data ke DCE.
4. Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya.
5. Signal Ground, saluran ground.
6. Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa sebuah stasiun
menghendaki berhubungan dengannya.
7. Clear To Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai
mengirim data.
8. Request To Send, dengan saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE.
9. DCE Ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudah siap.
II. Pararel port dengankonektor DB25
Paralel port dapat mengirimkan 8 bit data sekaligus / serentak dalam satu waktu, lebih
cepat dibanding serial port. Paralel port ini menggunakan konektor DB25. Panjang kabel
maksimum yang diperlukan / diperbolehkanadalah 15 feet. Contoh peralatan yang
menggunakan parallel port adalah: printer, scanner, external driver dsb. Standar port parallel
yang baru ialah IEEE 1284 dimana dikeluarkan tahun 1994.
Standar ini mendefinisikan 5 mode operasi sebagai berikut :
1. Mode kompatibilitas
2. Mode nibble
3. Mode byte
4. Mode EPP (enhanced parallel port)
5. Mode ECP (Extended capability port)
Tujuan dari standar yang baru tersebut ialah untuk mendesain driver dan peralatan yang
baru yang kompatibel dengan peralatan lainnya serta standar paralel port sebelumnya (SPP)
yang diluncurkan tahun 1981. Mode Compatibilitas, nibble dan byte digunakan sebagai
standar perangkat keras yang tersedia di port parallel orisinal dimana EPP dan ECP
membutuhkan tambahan hardware dimana dapat berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Mode kompatibilitas atau (“Mode Centronics”) hanya dapat mengirimkan data pada arah
maju pada kecepatan 50 KBytes per detik hingga 150 KBytes per detik. Untuk menerima
data, anda harus mengubah mode menjadi mode nibble atau byte. Mode nibble dapat
menerima 4 bit (nibble) pada arah yang mundur, misalnya dari alat ke computer. Mode byte
menggunakan fitur bi-directional parallel untuk menerima 1 byte (8 bit) data pada arah
mundur. IRQ (Interrupt Request) pada port parallel biasanya pada IRQ5 atau IRQ7.
Hal ini membatasi kecepatan data. Sedangkan EPP dan ECP mengizinkan hardware
mengecek jika printer sibuk dan mengeluarkan sinyal strobe atau handshaking lainnya. Ini
berate hanya 1 instruksi I/O yang harus dilakukan yang akan meningkatkan kecepatan Port
ECP juga mempunyai kelebihan menggunakan saluran DMA dan buffer FIFO, jadi data
dapat digeser tanpa menggunakan instruksi I/O.
Protokol EPP mempunyai 4 macam siklus transfer data yang berbeda yaitu :
1. Siklusbaca data (Data read)
2. Siklusbacaalamat (Address Read)
3. Siklustulis data (data write)
4. Siklustulisalamat (address write)
Siklus data digunakan untuk mentrasfer data antara host dan peripheral. Siklus alamat
digunakan untuk mengirimkan alamat, saluran (channel) atau informasi perintahdan control.

KETERANGAN
· Control pins
v Pin 4 = Request To Send
v Pin 5 = Clear to send
v Pin 6 = DCE Ready
v Pin 8 = received line signal detector
v Pin 12 = secondary received line signal
detector
v Pin 13 = secondary clear to send · Other pins
v Pin 19 = secondary request to send v Pin 1 = shield
v Pin 20 = DTE ready v Pin 7 = signal ground / common return
v Pin 9 = reserved (testing)
· Timing pins v Pin 10 = reserved (testing)
v Pin 15 = transmitter signal element timing v Pin 11 = unassigned
(DCE-DTE) v Pin 18 = local loopback
v Pin 17 = receiver signal element timing (DCE- v Pin 21 = remote loopback & signal quality
DTE) detector
v Pin 24 = transmitter signal element timing v Pin 22 = ring indicator
(DTE-DCT) v Pin 23 = data signal rate select
v Pin 25 = test mode
v Pin 2 = transmit data
v Pin 3 = receive data
Konektor DB-25 adalah yang paling banyak ditemukan pada port parallel komputer,
sedangkan konektor Cenonics banvak dijumpai pada pencetak. Standar IEEE. 1284
menetapkan 3 macam jenis konektor yang berbeda, yaitu:
 1284 Tipe A adalah konektor DB-25 yang banyak kita jumpai pada komputer-komputer
saat ini.
 1284 Tipe B adalah konektor Centronics 34 pin yang banyak dijumpai pada alat print.
 1284 Tipe C adalah konektor 36 pin yang mirip dengan Centronics, namun lebih kecil.
Konektor ini diklaim memiliki pengunci (latch) jenis klip (clip), sifat elektrik yang lebih
baik serta mudah dirakit. Juga mengandung dua pin tambahan yang dapat digunakan untuk
mendeteksi apakahpiranti yang terpasang memiliki daya atau tidak. Konektor tipe ini
disarankan untuk rancangan-rancangan baru.
II. Ethernet Cabel / UTP (Unshielded Twisted Pair) RJ-45
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatukabel yang digunakan sebagai media
penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP merupakan
salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat jaringan computer.
Dibandingkan dengan kabel lain kabel UTP merupakan kabel yang sering di pakai untuk
membuat jaringan computer. Kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya
dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan .Keempat pasang kabel (delapan
kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator . Kabel ini tidak
dilengkapi dengan pelindung (unshilded) sehingga kurang tahan terhadap interferensi
elektromagnetik. Yang dimaksud dengan kabel UTP adalah hanya kabelnya, sedangkan untuk
menhubungkan dengan computer di butuhkan suatu connector. Konnectors (8P8C) yang
biasa disebut RJ-45 (RJ=register jack) merupakan pasangan dari kabel UTP. Kabel UTP
memiliki karakteristik yaitu: Konektor yang dipakai pada ujung kabel (semua jenis /
category) UTP adalah RJ45 terdiridari 4 pasang (pair) kabel yang dipilin (twisted).
1 pasang untuk Tx (mengiriminformasi) yaitu pada pin nomor 1 (TX+) dan 2 (TX-).
1 pasang untuk Rx (menerimainformasi) yaitu pada pin nomor 3 (RX+) dan 6 (RX-).
2 pasang tidak terpakai (Not Connected), yang dapat digunakan untuk mengirim daya listrik
(power over Ethernet) untuk mencatu perangkat yang ada di ujungkabel UTP
kabel straight: jika ujung A terkoneksi langsung dengan ujung B (TXA-TXB, RXA-RXB).
kabel cross: jika ujung A terkoneksi silang dengan ujung B (TXA-RXB, RXA-TXB).
kabel straight digunakan untuk menghubungkan computer dengan hub (switch)
kabel cross digunakan untuk menghubungkan hub (switch) dengan hub (switch) lainnya.
Maksimum panjang kabel UTP yang dapat dipakai untuk menyalurkan informasi adalah 50
meter. Kabel UTP mempunyai delapan pin (4 pasang). (Standart T568A)
· Pin1 dengan warna hijau-putih (TD+)
· Pin2 dengan warna hijau (TD-)
· Pin3 dengan warna orange-putih (RD+)
· Pin4 dengan warna biru (NC)
· Pin5 dengan warna biru-putih (NC)
· Pin6 dengan warna orange (RD-)
· Pin7 dengan warna coklat-putih (NC)
· Pin8 dengan warna coklat (NC)
TIA/EIA Standart

Ada tigacarapemasangankabel UTP:

1. Straigh Through
Pengkabelan jenis ini biasanya diperuntukkan untuk menghubungkan peralatan yang
berbeda jenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan hub, switch dan router, switch dan
PC dan sebagainya.
2. Cross Over
Pengkabelan jenis ini biaanya digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis. Misal
untuk menghubungkan PC dengan PC, hub dengan hub dan sebagainya.

3. Rollover
Pengkabelan jenis ini merupakan pengkabelan khusus. Misalnya untuk menghubungkan
antar switch.

LAN Switch HUB

User

Server

Router
II. RJ-11