Anda di halaman 1dari 8

Transaksi Murabahah Nontunai

Pada tanggal 1 Januari 2010 Pak Salim (penjual) membeli dari pemasok barang yang nantinya akan dijual kepada Pak Hakim sebagai pembeli.
Pak Salim membeli barang tersebut sebesar Rp 2.000.000,00 dari pemasok. Sesuai akad penyerahan barang akan dilakukan kepada Pak Hakim
pada tanggal 1 Maret 2010. Pak Salim menjual barang tersebut kepada Pak Hakim seharga Rp 2.500.000,00. Pembayaran oleh Pak Hakim
diangsur sebanyak 2 kali. Jurnal yang harus dibuat oleh Pak Salim dan Pak Hakim adalah:
Jurnal Pak
Salim Jurnal Pak Hakim
1 Januari 2010 Pak Salim membeli barang kepada
pemasok
Aset Rp2.000.
Murabahah 000 (Tidak ada jurnal)
Rp2.000.
Kas 000

1 Maret 2010 Penyerahan barang dari Pak Salaim ke Pak


Hakim
Piutang Rp2.500. Rp2.000.
Murabahah 000 Aset 000
Keuntungan Rp500.00 Rp500.0
tangguhan 0 Beban ditangguhkan 00
Utang 2.500.0
Aset Murabahah 2.000.000 Murabahah 00

1 Maret 2011 pembayaran angsuran 1


Rp1.250. Rp1.250.
Kas 000 Utang Murabahah 000
Beba
Keuntungan tangguhan 250.000 n 250.000
Piutang Rp1.250. Rp250.0
Murabahah 000 Beban ditangguhkan 00
1.250.0
Keuntungan 250.000 Kas 00
1 Maret 2012 pembayaran angsuran ke-2
(pelunasan)
Rp1.250. Rp1.250.
Kas 000 Utang Murabahah 000
Beba
Keuntungan tangguhan 250.000 n 250.000
Piutang Rp1.250. Rp250.0
Murabahah 000 Beban ditangguhkan 00
1.250.0
Keuntungan 250.000 Kas 00

Transaksi Salam
Pada tanggal 1 Januari 2010 seorang pembeli memberikan modal salam kepada penjual senilai Rp 10.000.000,00 untuk beberapa mesin
produksi. Pengiriman barang akan dilakukan 1 Februari 2010. Jurnal yang perlu dicatat adalah:

Penjual Pembeli
1 Januari 2010 Pembeli memberikan modal salam kepada
penjual
Rp10.000.0
Kas Rp10.000.000 Piutang Salam 00
Utang Rp10.000.00 Rp10.000.
Salam 0 Kas 000

1 Februari 2010 Barang dikirim oleh penjual sesuai akad


Rp10.000.0
Utang Salam Rp10.000.000 Aset Salam 00
Rp10.000.00 Piutang Rp10.000.
Penjualan 0 Salam 000

Transaksi Istishna’
Seorang pengusaha melakukan akad istishna’ dengan bank syariah untuk pembiayaan pembangunan gedung yang akan digunakan sebagai
kantor. Akad yang dilakukan adalah Biaya perolehan sebesar Rp10.000.000,00; margin keuntungan Rp2.000.000, sehingga nilai tunai saat
penyerahan nantinya adalah Rp12.000.000,00. Penagihan kepada bank syariah dilakukan empat kali. Jurnal yang harus dibuat oleh Bank Syariah
adalah:

Sebelum akad, dikeluarkan biaya sebesar Rp2.500.000 untuk melakukan


survei lokasi, bahan baku, dan lain-lain
Beban pra Akad ditangguhkan Rp2.500.000
Kas Rp2.500.000

Pada saat pelaksanaan akad


Biaya Istishna' Rp2.500.000
Biaya pra Akad ditangguhkan Rp2.500.000

Pengerjaan telah selesai 25%, bank syariah menerima tagihan ke-1 dari
pemasok
Aset Istishna' dalam penyelesaian Rp2.500.000
Utang istihsna' Rp2.500.000

Penjual melakukan pembayaran ke-1 ke pemasok


Utang Istishna' Rp2.500.000
Kas 2.500.000

Pengerjaan telah selesai 50%, bank syariah menerima tagihan ke-2 dari
pemasok
Aset Istishna' dalam penyelesaian Rp2.500.000
Utang istihsna' Rp2.500.000

Penjual melakukan pembayaran ke-2 ke pemasok


Utang Istishna' Rp2.500.000
Kas 2.500.000

Pengerjaan telah selesai 75%, bank syariah menerima tagihan ke-3 dari
pemasok
Aset Istishna' dalam penyelesaian Rp2.500.000
Utang istihsna' Rp2.500.000

Penjual melakukan pembayaran ke-3 ke pemasok


Utang Istishna' Rp2.500.000
Kas 2.500.000

Pengerjaan telah selesai 100%, bank syariah menerima tagihan ke-4 dari
pemasok
Aset Istishna' dalam penyelesaian Rp2.500.000
Utang istihsna' Rp2.500.000

Penjual melakukan pembayaran ke-4 ke pemasok


Utang Istishna' Rp2.500.000
Kas 2.500.000

Penjual menagih ke pembeli akhir(pengusaha)


Rp12.000.00
Piutang istishna' 0
Rp12.000.00
Termin istishna' 0

Penjual menerima kas atas penagihan kepada pembeli


Termin Istishna' Rp12.000.00
0
Rp12.000.00
Aset Istishna' dalam penyelesaian 0
Ka Rp12.000.00
s 0
Rp12.000.00
Piutang Istishna' 0

Transaksi Mudharabah

Bank Islam Syariah (BIS) melakukan kerjasama bisnis dengan Ibu Yeni, seorang pedagang buku di Toko Buku Malang menggunakan akad
mudharabah (BIS sebagai pemilik dana dan Ibu Yeni sebagai pengelola dana). BJS memberikan modal kepada Yolanda sebesar Rp 50.000.000
sebagai modal usaha pada Tanggal 1 Januari 2010 dan berakhir 31 Pebruari 2010 dengan nisbah bagi hasil : Yeni : BJS = 75%: 25%. Jurnal-
jurnal yang dibutuhkan:
Jurnal BSI (pemilik dana) Jurnal Ibu Yeni (pengelola Dana)
1. penyerahan modal 1. penyerahan modal
Rp50.000. Rp50.000.0
investasi murabahah 000 Kas-Mudharabah 00
Rp50.000.
Kas 000 Dana Syirkah Modren Rp50.000.000
Pada tanggal 31 Januari 2010, hasil usaha Ibu Yeni, adalah:
Pendapatan : Rp5.000.000
Biaya : Rp1.000.000

2. Jurnal sebelum bagi laba sesuai nisbah (dicatat dengan metode cash
2. Jurnal sebelum bagi laba sesuai nisbah basis)
Rp5.000.00
Kas 0
(tidak ada jurnal) Pendapatan Rp5.000.000
jurnal di akhir bulan untuk menutup pendapatan ketika akan dilakukan bagi
hasil
Rp5.000.00
Pendapatan 0
Biaya Rp1.000.000
Pendapatan yang belum dibagikan 4.000.000
3. Jurnal pada saat penyerahan bagi hasil dari pengelola dana 3. Jurnal pada saat penyerahan bagi hasil dari pengelola dana ke pemilik
ke pemilik modal modal
Ka Rp1.000.0 Rp1.000.00
s 00 Biaya bagi hasil 0
Rp1.000.0
Pendapatan bagi hasil 00 Kas-Mudharabah Rp1.000.000
4. Jurnal untuk mencatat hasil perhitungan bagi hasil hak
Pengelola dana 4. Jurnal untuk mencatat hasil perhitungan bagi hasil hak Pengelola dana
Rp3.000.00
Biaya bagi hasil 0
(tidak ada) Kas-Mudharabah Rp3.000.000
Jurnal untuk pembukuan pengelola dana untuk kepentingan sendiri:
Rp3.000.00
Kas 0
Pendapatan bagi hasil Rp3.000.000
5, Jurnal penutup untuk bagi hasil tersebut pada 31 Januari
2009. 5, Jurnal penutup untuk bagi hasil tersebut pada 31 Januari 2009.
Rp4.000.00
Pendapatan yang belum dibagikan 0
(tidak ada jurnal) Biaya bagi hasil Rp4.000.000

Selama bulan Februari 2010, hasil pengelolaan dana