Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia 1.

Bom Bali I ( 12 Oktober 2002 ) Bom Bali terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di kota kecamatan Kuta di pulau Bali, Indonesia, mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Beberapa orang Indonesia telah dijatuhi hukuman mati karena peranan mereka dalam pengeboman tersebut. Abu Bakar Baashir, yang diduga sebagai salah satu yang terlibat dalam memimpin pengeboman ini, dinyatakan tidak bersalah pada Maret 2005 atas konspirasi serangan bom ini, dan hanya divonis atas pelanggaran keimigrasian. 2. Bom Bali II ( 1 Oktober 2005 ) Pengeboman Bali 2005 adalah sebuah seri pengeboman yang terjadi di Bali pada 1 Oktober 2005. Terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Pada acara konferensi pers, presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan telah mendapat peringatan mulai bulan Juli 2005 akan adanya serangan terorisme di Indonesia. Namun aparat mungkin menjadi lalai karena pengawasan adanya kenaikan harga BBM, sehingga menjadi peka. Menurut Kepala Desk Antiteror Kantor Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Inspektur Jenderal (Purn.) Ansyaad Mbai, bukti awal menandakan bahwa serangan ini dilakukan oleh paling tidak tiga pengebom bunuh diri dalam model yang mirip dengan pengeboman tahun 2002. Serpihan ransel dan badan yang hancur berlebihan dianggap sebagai bukti pengeboman bunuh diri. Namun ada juga kemungkinan ransel-ransel tersebut disembunyikan di dalam restoran sebelum diledakkan. 3. Tragedi Semanggi Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka - luka. Jumlah masyarakat dan mahasiswa yang bergabung diperkirakan puluhan ribu orang dan sekitar jam 3 sore kendaraan lapis baja bergerak untuk membubarkan massa membuat masyarakat melarikan diri, sementara mahasiswa mencoba bertahan namun saat itu juga terjadilah penembakan membabibuta oleh aparat ketika ribuan mahasiswa sedang duduk di jalan. Saat itu juga beberapa mahasiswa tertembak dan meninggal seketika di jalan. Salah satunya adalah Teddy Wardhani Kusuma, mahasiswa Institut Teknologi Indonesia yang merupakan korban meninggal pertama di hari itu. Mahasiswa terpaksa lari ke kampus Universitas Atma Jaya untuk berlindung dan merawat kawan-kawan seklaligus masyarakat yang terluka. Korban kedua penembakan oleh aparat adalah Wawan, yang nama lengkapnya adalah Bernardus Realino Norma Irmawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya, Jakarta, tertembak di dadanya dari arah depan saat ingin menolong rekannya yang terluka di pelataran parkir kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta[2]. Mulai dari jam 3 sore itu sampai pagi hari sekitar jam 2 pagi terus terjadi penembakan terhadap mahasiswa di kawasan Semanggi dan penembakan ke dalam kampus Atma Jaya.

Suwono (satpam CPS) mengeksekusinya. Putusan Mahkamah Agung RI tersebut. lalu dibawa lagi dengan Suzuki Carry putih ke rumah Yudi Susanto di Jalan Puspita. Tanggal 30 September 1993 telah dibentuk Tim Terpadu Bakorstanasda Jatim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Dia dibawa ke pabrik. Kasus ini menjadi catatan ILO (Organisasi Buruh Internasional). Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggul Angin Sidoarjo. menyimpulkan. Yudi Susanto divonis 17 tahun penjara. Haroen Atmodirono (Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993. Akhirnya. dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat. Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. dikenal sebagai kasus 1713. Catur Putra Surya (CPS) Porong. Surabaya. Marsinah tewas akibat penganiayaan berat. Karyawan PT. Haryono (pegawai kamar jenazah RSUD Nganjuk) dan Prof. Catur Putera Surya (PT. Suprapto (pekerja di bagian kontrol CPS) menjemput Marsinah dengan motornya di dekat rumah kos Marsinah. Soetomo Surabaya). Marsinah adalah salah seorang karyawati PT. Sidoarjo. Catur Putera Perkasa yang aktif dalam aksi unjuk rasa buruh.7. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya. . Hasil penyidikan polisi ketika menyebutkan. 50/Th. . CPS) Porong membahas surat edaran No. Mulai tanggal 6. setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah "direkayasa". Marsinah memperoleh Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama. Setelah tiga hari Marsinah disekap. Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). sedangkan sejumlah stafnya yang lain itu dihukum berkisar empat hingga 12 tahun. Kasus Marsinah Marsinah (10 April 1969?±Mei 1993) adalah seorang aktivis dan buruh pabrik PT.8. Dalam proses selanjutnya pada tingkat kasasi. namun mereka naik banding ke Pengadilan Tinggi dan Yudi Susanto dinyatakan bebas. Dua orang yang terlibat dalam otopsi pertama dan kedua jenazah Marsinah. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp 1700 menjadi Rp 2250. Mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong Kecamatan Wilangan Nganjuk. Di pengadilan. Pada pertengahan April 1993. karyawan PT. Dr.4.

sebagian ³dikubur´ di sawah milik keluarganya di tepi Kali Gluthak Desa Mranggen. Suciwati." katanya. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. ³Sehari-hari dia kan berdagang rokok. . mendadak terkenal. Dongkrak mobil juga menjadi salah satu alat yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi kekerasan tersebut.5. dikoleksi Babe. Kasus Babeh Baekuni Nama Bakeuni alias Babe. Di mata anak-anak itu. Kasus Munir ( Pejuang HAM ) Munir Said Thalib (lahir di Malang. Setelah ditangkap polisi. Korban terkena pukulan dan tubuhnya juga diinjak. kenaikan reguler tiap tahun. persoalan nasib TKI nantinya juga pasti menyangkut kesejahteraan serta perlindungannya. Penganiayaan TKI oleh Kepolisian Malaysia Kabar mengenai peredaran video dugaan penganiayaan terhadap seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) oleh polisi Malaysia ditanggapi menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno. penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar. beredar luas di kalangan masyarakat di Pontianak. belakangan muncul pengakuan. bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini. yang sebagian kini beranjak dewasa. Dan tanda dari Babe itu baru diketahui polisi. Erman menjamin. Kalimantan Barat. yang belakangan diketahui bernama Ardiansyah 10 tahun. Semuanya dimasukkan dalam kardus air mineral. Saat menjabat Koordinator Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. nama Babe sebetulnya hanya dikenal di kalangan terbatas: Anak-anak jalanan dan beberapa penggiat anak-anak jalanan. dan air mineral. "Kita sudah membentuk tim dan sudah berjalan. Ada yang dibuang di Jakarta. Kota Batu. Setelah Soeharto jatuh. 8 Desember 1965 ± meninggal di Jakarta jurusan ke Amsterdam. Dalam video tersebut terlihat jelas aksi kekerasan yang dilakukan preman Malaysia yang juga didukung oknum personel Polisi Malaysia. paspor bagi TKI sudah ada persetujuan. Babe atau yang dikenal juga dengan sebutan Bungkih ditangkap dan diduga sebagai pelakunya. 7. gaji standar minimum. Babe adalah dewa penolong. lelaki berusia 50 tahun itu diduga menjadi pelaku pembunuhan dan mutilasi anak-anak jalanan di Jakarta. 6. Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum. sebuah rekaman video penganiayaan terhadap TKI yang dilakukan warga Malaysia plus aparat Kepolisian Malaysia di kawasan Bintulu. Sebelum namanya terkenal karena kasus pembunuhan itu. Jakarta Timur tapi Babe juga melindungi anak-anak itu. Dari mulut Babe. jumlah korban yang dibunuhnya bisa lebih 10 orang. Pulogadung. Babe memang berasal dari desa itu. Sebelumnya. Malaysia. Jawa Timur. join working group sebagai kesepakatan usulan Indonesia dengan pemerintah Malaysia tentang hari libur. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Pelaku juga ada yang membawa senjata tajam mirip samurai. Caranya.Istri Munir. 7 September 2004 pada umur 38 tahun) adalah pria keturunan Arab yang juga seorang aktivis HAM Indonesia. Menaker berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Magelang. Jawa Tengah.´ kata Rangga. Bukan saja dia menyediakan tempat menginap di kontrakannya di Gang Mesjid RT 06/02. awal Januari silam: Sebuah kardus air mineral ditemukan berisi potongan tubuh seorang bocah. selalu dia letakkan dalam kardus air mineral. setiap korban yang dibunuh.

Pamekasan. Paling sedikit ada 20 ribu anggota dan simpatisan PKI yang ditahan tanpa proses sampai 1979. Penjualan Anak di Jatim Di Jawa Timur. Lina gadis berusia 13 tahun putus sekolah sampai kelas 3 SD ini mengenang. Pihak keamanan masih melacak hal ini. Menurut laporan pembantu BBC Donny Maulana dari Surabaya. pergi kebatam bersama 4 teman seusianya atas tawaran tetangganya bekerja di pabrik roti. dan selama tiga bulan pertama tahun 2005 ini saja kepolisian di Jawa Timur menangani 6 kasus traffiking yang melibatkan 19 orang menjadi korban. Dalam kasus pembantaian 1965. Di desa pelosok Waru Timur. Ia kembali pulang setelah selama 8 bulan di jual di jadikan Pekerja Seks Komersial sebuah lokalisasi di Batam. bisa dipastikan akan menemui ratusan. betapa pun sedikitnya. bahkan ribuan cerita tentang keganasan dan kebrutalan yang dilakukan oleh orang Indoensia terhadap bangsanya sendiri. Dari tujuh orang itu. termasuk 15 ribu yang dibuang ke kamp konsentrasi di pulau Buru. Topik skripsi saya berkaitan dengan sejarah politik Bali. pembunuhan dan teror dijalankan sepenuhnya dengan sengaja. tragedi 1965 Pada tahun 1972 sebagai mahasiswa sarjana yang sedang menulis skripsi. Belum lagi ratusan ribu yang ditahan tanpa proses ± dan sering disiksa ± pada kurun tahun 1965-1968. tiga meninggal ditembak di rumah (juga termasuk anak perempuan Jenderal nasution) dan lainnya memang dieksekusi sama sekali di luar proses hukum." Kerjaan di Batam satu bulan dapat gaji 500 ratus ribu jual kue. Harus dicatat bahwa dari 500 ribu orang lebih yang tewas. saya dimasukkan ke dalam tempat perkosaanlah. Proses pembantaian ini sudah sering sekarang disebut sebagai ³tragedi kemanusiaan 1965´. seolah tak ada kesengajaan di dalamnya. bahkan pelaku pembantaian politik yang terjadi pada tahun 1965. salah satu korban adalah Lina anak berusia 13 tahun dari Pamekasan. Memang pembantaian ini adalah malapetaka buat Indonesia dan jelas juga sesuatu kejadian yang sedih.8." tutur Lina. . Madura inilah Lina kini tinggal. Dia juga menyaksikan sendiri bagaimana seorang elemen anti-komunis memotong kepala aktivis-aktivis ormas Partai Komunis Indonesia (PKI) di desanya dengan menggunakan pedang. Madura yang dilacurkan di Batam. Tetapi pemakaian kata tragedi adalah sebuah penyelewengan sejarah dan seharusnya segera berhenti. yaitu para perwira yang mati dalam aksi keblinger yang dilakukan oleh kelompok Gerakan 30 September. menurut organisasi buruh internasional. Pada saat itulah untuk kali pertama saya mendengar langsung cerita saksi mata. hanya tujuh di antaranya yang dikategorikan anti-komunis. Dia bercerita tentang orang-orang anti-kominus dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang masuk ke penjara di salah satu kabupaten dan menembak mati puluhan tahanan politik menggunakan senapan mesin. 9. tapi ada juga estimasi bahwa yang tewas di atas dua juta orang. Sekira 500 ribu orang tewas dalam tragedi itu. ILO terdapat sekitar empat ribu anak yang dilacurkan di berbagai tempat. Tetapi sebuah tragedi terkesan seolah sebuah kecelakaan. Sampai di Batam. Tragedi diambil dari bahasa Inggris ³tragedy´ yang berarti sebuah peristiwa sedih dan malapetaka. Bagi siapa saja yang berusaha menyelidiki apa yang terjadi pada tahun 1965-1968. saya mengumpulkan materi di Bali. Tapi sesampainya di Batam hanya bohong belaka.

Keken Nurjanah. Keken Nurjanah dibunuh oleh majikannya dengan cara digorok lehernya. . Jawa Barat. Informasi awal soal tewasnya Keken ini disampaikan salah satu relawan Pospertki PDI Perjuangan yang berada di kota Abha. Dalam komunikasi keduanya. TKI asal Cianjur. Keken diketahui sering dianiaya hingga diperkosa. Kamis (18/11/2010). tidak hanya dianiaya. Relawan itu juga melaporkan. tapi dibunuh 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha oleh majikannya di Kota Abha.Belum juga selesai kasus Sumiati. Ketua Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan Sharief Rachmat mengaku langsung menghubungi Konjen RI Jeddah Zakaria sesaat mendengar laporan tersebut.10. begitu pula majikan wanita dan laki laki. sebelum dibunuh. kasus penganiayaan TKI Jakarta . Jenazah Keken ditemukan 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha di sebuah tong sampah umum. Informasi tersebut disampaikan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan lewat rilis yang diterima detikcom. penganiayaan TKI di Arab Saudi kembali terjadi. Dalam laporannya kepada pimpinan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan. Saat ini jenazah Keken sudah diamankan kepolisian setempat. Konjen RI Jeddah membenarkan informasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut.