Anda di halaman 1dari 4

AKRILIK

Akrilik resin atau resin akrilik telah tersedia di beberapa variasi dan bentuk. Selain itu variasi dan bentuknya itu
terbagi atas 3 yaitu :

1. Powder-Liquid. Penggunaan powder liquid dalam betuk bubuk atau cairan. Saat ini tipe powder liquid ini
adalah tipe yang paling popular. Penggunaannya ini juga sangat cukup sederhana dalam hal prosedur
maupun prosesnya, suatu basis gigi tiruan selesai diproses didalam dental laboratorium dengan
menggunakan peralatan yang sederhana.
2. Gels
3. Sheet

Produk-produk ini menunjukkan hanya sebagian kecil saja dari bahan basis gigi tiruan (basis gigi tiruan) yang
tersedia, baru-baru ini The American Dental Association mendaftar bahan basis gigi tiruan yang telah mendapat
pengakuan yang meliputi ; 54 produk heat-accelerator theat curing dan 4 produk chemically accelerator (auto
curing/ cold curing).

Produk dari pabrik ini termasuk yang bening, berpigmen/ berwarna, yang atau karakteristik nampak berserabut
(seperti pembuluh darah kapiler). bahan-bahan ini secara luas digunakan sebagai basis gigi tiruan baik untuk
gigi tiruan penuh (full denture) maupun gigi tiruan sebagian (partial denture)( 1 )

Komposisi Aklirik

Powder Liquid

Poly(methyl methacrylat )/ Methyl mathacrylate /


polimer monomer
Organic peroxide initiator Hidroquinon inhibitor

Titanium dioxide agent Dimethacrylate/cross linked


agent
Inorganic pigments ( for Organic amine accelerator
color )
Dyed synthetic fibers ( for
esthetic)

Proses polimerisasi akrilik dapat dilakukan dengan

1. Heat curing akrilik


2. Self curing akrilik
3. Light curing aklirik

Sifat-sifat aklirik :

1. Cukup elastic dan bila terdapat klamer maka cukup rigid atau keras terhadap tekanan kunyah
2. Dapat menyesuaikan diri dengan cairan mulut
3. Tidak mengiritasi jaringan mulut,
4. Tidak beracun
5. Tidak berasa dan tidak barbau
6. Tidak berubah warna
7. Mudah dipolish

Kebaikan aklirik
1. Warna menyerupai warna gusi
2. Mudah direstorasi bila patah tanpa mengalami distorsi
3. Mudah dibersihkan
4. Mudah pengerjaannya dan manipulasinya
5. Kekuatannya cukup dengan BJ yang berisi
6. Harganya cukup mulrah dan cukup awet/tahan lama

Kejelekan Akrilik :

1. Muatan patah,
2. Menimbulkan macam-macam porositas
3. Suatu termal konduktor yang baik
4. Dapat mengalami perubahan bentuk jika disimpan dalam keadaan kering
5. Toleransi pasien kurang
6. Dapat menimbulkan alergi ( 2 )

Fase-fase perubahan akrilik :

1. Sandy stege / wet sand stage : konsistensi campurannya kasar seperti pasar basah.
2. String stage / sticky stage : monomer akan melarutkan butir-butir polimer sehingga campuran tersebut
melunak, melekat sertaberserabut. Bila dipegang atau ditarik-tarik, campuran tadi masih melekat di
tangan
3. Dough stage / packing stage : monomer makin banyak merembes ke dalam butir-butir polimer
dan ada juga monomer yang menguap sehingga onsistensi makin padat . Pada akhirnya akan menjadi
adonan yang plastis dan tidak tidak melekatv lagi pada tangan kalau dipegang
4. Rubbery stage : bentuk dan campuran pada tingkatan paling akhir ini sudah agak keras,menyerupai
karet , tetapi masih dapat diputuskan dengan jari tangan
5. Hard stage : sudah tidak dapat diputuskan dengan tangan

AKLIRIK

Salah satu penggunaan bahan resin akrilik adalah untuk keperluan kedokteran gigi, yaitu sebagai bahan
pembuat dasar geligi tiruan. Dasar geligi tiruan ini harus mempunyai kualitas tertentu dan salah satu cara yang
dapat digunakan untuk menilai kualitasnya adalah dengan mengukur porositasnya dimana makin kecil
porositasnya berarti makin baik kualitasnya. Untuk membuat bahan resin akrilik biasanya digunakan metoda
adonan, yaitu mencampur cairan monomer dengan bubuk polimer. Hasil adonan ini kemudian dimasukkan ke
dalam cetakan untuk diproses lebih Ianjut. Kualitas yang diperoleh tergantung pada berbagai parameter seperti
temperatur pencampuran, temperatur pemasakan, waktu pemasakan dan tekanan pengepresan. Agar diperoleh
bahan resin akrilik dengan kualitas terbaik perlu diselidiki pengaruh parameter-parameter tersebut terhadap
besarnya porositas. Pengukuran porositas dilakukan dengan menggunakan metoda ultrasonic yang
memanfaatkan ketergantungan kecepatan gelombang ultrasonik terhadap besarnya porositas dari bahan yang
dilaluinya. Pengukuran porositas dengan metoda ultrasonik ini dilakukan pada 40 buah bahan resin akrilik yang
dibuat dengan berbagai perubahan parameter. Dari pengukuran porositas ini, suatu kombinasi parameter yang
akan memberikan hasil terbaik dapat diperoleh.( 4 )Jika dilihat dari komposisi aklirik, maka teknik yang
umumnya digunakan dalam mengerjakan resin gigi tiruan/ resin aklirik yaitu compression molding technique. ( 1
)

Kekuatan dari suatu bahan gigi tiruan juga tergantung pada kekuatan bahan aklirik yaitu molekul dari polimer
yang telah dicuring, jumlah kandungan sisa monomer, banyak dan besarnya porosity dan terdapatnya benda
asing di dalam bahan.( 1 )
Adapun perbandingan polimer dan monomer ( powder dan liquid resin ) yang tepat merupakan hal yang tepat
untuk struktur akhir dari resin. Umumnya lebih banyak polimer yang digunakan, waktu reaksi menjadi lebih
pendek, pengerutan dari resin juga menjadi lebih kecil.Proporsi polimer : monomer umumnya kurang lebih 3 : 1
berdasarkan volum, atau 2 : 1 menurut berat, perbandingan yang demikian ini bilamana dipakai bila powder
yang lebih halus sudah turun dari permukaaan, atau telah terjadi distribusi yang merata dari ukuran partikel-
partikel polimer yang berbeda demikian juga dengan partikel- partikel pigmennya. Fungsi dari monomer
( liquid ) di dalam polimer ( powder ) adalah untuk menghasilkan

Massa plastis yang dapat dimasukkan ke dalam mold. Plastisasi ini dicapai dari sebagian larutan polimer dalam
monomer( 1 )

Harus diketahui dan diingat bahwa kontaminasi liquid monomer pada tempat penyimpanan oleh partikel-
partikel polimer harus dihindari. Sebentar saja bila sejumlah bubuk di dalam liquid akan berakibat terjadiny
pengentalan dan akhirnya akan menjadi lebih keras. Pada perubahan konsistensi campuran selama terjadi
interaksi fisikal dari powder dan liquid dikenal ada empat tahap yaitu sandy stage, stringy stage, dough stage
dan rubbery stage. Pada tahap-tahap ini mempunyai waktu tertentu.

Ada yang dikenal sebagai waktu dough, waktu ini dibutuhkan untuk mencapai stage tiga.( konsistensi liat )
waktu ini dipengaruhi oleh ukuran partikel polimer, berat molekul polimer, terdapatnya plasticier, suhu dan
perbandingan polimer-monomer.

Ada juga yang disebut working time,yatu waktu berlalu antara fase 2 dan permulaan fase 4, atau dengan kata
lain adalah waktu dimana campuran masih tetap dalam konsistensi dough ( 1 )

Acrylic resin adalah salah satu dari plastik (resin) yang dihasilkan oleh reaksi kimia melalui penerapan
polymerization inisiator dan panas ke MMA monomer. Nya adalah nama kimia Poly methyl Methacrylate dan
biasanya disebut resin akrilik atau resin methacrylic. MMA merupakan singkatan nama methyl Methacrylate
dan transparan dan zat warna cairan. Monomer berarti mono molekul dan menjadi polimer (makro molekul),
ketika terikat bersama oleh reaksi kimia. Reaksi kimia ini disebut polymerization. Salah satu karakteristik
utama fitur resin akrilik adalah transparansi tinggi. Transparansi yang merupakan salah satu yang tertinggi di
antara Resins, lebih tinggi dari anorganik gelas, dan dianggap sebagai sesuatu seperti queen of Resins. Dan
dengan kualitas tahan cuaca, tidak mudah menjadi kuning atau hancur oleh sinar matahari. Acrylic resin
digunakan tidak hanya untuk jendela transparan dalam aquariums tetapi juga untuk berbagai item seperti
signboards kenyamanan di tempat-tempat seperti toko, dari mobil belakangnya, tampilan layar ponsel, latar
waveguides optik untuk menampilkan kristal cair (LCD) dan sebagainya.

Polymerization
reaksi kimia

MMA monomer Acrylic resin