Anda di halaman 1dari 5

Kerangka Acuan Seminar

Penguatan Keterlibatan Laki-Laki dalam Penegakan


Keadilan Gender dan Pencegahan Kekerasan Berbasis
Gender di Aceh

Kerjsama Yayasan Pulih dan UN Women


Banda Aceh, 26 April 2011

A. Latar Belakang
Inisiatif seputar pentingnya keterlibatan laki-laki dalam
menegakkan keadilan gender sudah lama dilakukan, dan saat ini
sudah semakin berkembang. Di Indonesia, upaya tersebut sudah
mulai digagas setidaknya sejak tahun 1999 oleh Jurnal
Perempuan melalui, di antaranya, Deklarasi Cowok Cowok Anti
Kekerasan (Cantik) dan menerbitkan buku Feminis Laki-laki.
Beberapa kemungkinan bentuk kerjasama dan strateginya sudah
mulai direalisasikan dalam berbagai program, seperti
pengarusutamaan gender, gender budgeting dan penghapusan
kekerasan terhadap perempuan. Keterlibatan laki-laki
merupakan sebuah strategi yang tidak bisa dilepaskan dari
upaya lain dalam gerakan perempuan sendiri sebagai
“pemimpin” gerakan dalam perjuangan untuk meraih keadilan
gender dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Keterlibatan laki-laki dalam agenda hak-hak perempuan dapat
secara signifikan meruntuhkan stigma bahwa agenda hak-hak
perempuan sekedar urusan perempuan saja.

Pandangan laki-laki sebagai ‘musuh’, kini sudah berubah menjadi


laki-laki sebagai ‘partner’ di mana laki-laki menunjukkan minat
dan tanggung jawabnya dalam upaya meraih keadilan gender
bersama-sama perempuan. Laki-laki yang berperan sebagai
partner dan sahabat ini menyadari bahwa budaya patriarki yang
menempatkan laki-laki lebih dominan daripada perempuan
seringkali membuat laki-laki bertindak sebagai pelaku tindak
kekerasan terhadap perempuan. Konstruksi maskulinitas dalam
budaya patriarki juga disadari telah menempatkan laki-laki, tidak
saja perempuan, sebagai pihak yang turut mengalami akibat
negatif dari konstruksi sosial yang tidak adil gender.

Sambutan atas perkembangan positif ini tampak pada


menguatnya kelompok laki-laki yang terlibat dalam agenda hak-
hak perempuan. Di beberapa kota di Indonesia, juga sudah mulai
muncul forum khusus laki-laki yang memiliki perspektif terhadap
hak-hak perempuan, sebagai bagian dari partisipasi mereka
terhadap agenda pemberdayaan perempuan. Yang lebih penting,
atas dasar kemitraan, kemunculan forum-forum tersebut atau
indvidu laki-laki yang terlibat dalam kerja pemberdayaan
perempuan disambut baik oleh para aktifis perempuan berjenis
kelamin perempuan. Lebih jauh, hal ini menginspirasikan sebuah
Kerangka Acuan Seminar
Page 1 of 5
sinergi baru di antara laki-laki dan perempuan, dalam upaya
mempercepat tercapainya agenda hak-hak perempuan dan
keadilan gender.

Forum-forum ini juga bisa mengontrol “anggotanya” untuk tidak


terlibat dalam kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.
Deklarasi forum menjadi kontrol sosial yang membuat
anggotanya yang aktif akan berfikir 100 kali untuk melakukan
sebuah tindak kekerasan terhadap perempuan. Efeknya, forum
ini bisa menjadi contoh bagi laki-laki lain sehingga secara
signifikan akan turut menurunkan angka kekerasan terhadap
perempuan.

Serangkaian pengukuhan keterlibatan laki-laki dalam gerakan


perempuan untuk meraih keadilan gender juga sudah dilakukan.
Aliansi Laki-Laki Baru telah dilansir secara nasional pada tahun
2009, yang diikuti dengan konggres nasional untuk menemukan
struktur dan strategi kerja sama yang paling baik dan sistematis
dengan aktifis perempuan untuk meraih keadilan gender tanpa
mengalihkan tampuk kepemimpinan gerakan perempuan.
Pembentukan Aliansi Laki-Laki Baru ini dimotori oleh Rifka Anissa
Yogjakarta, WCC Bengkulu, Rumah Perempuan Kupang, Men’s
Forum Aceh, Yayasan Jurnal Perempuan, dan Yayasan Pulih
Jakarta.

Ide Men’s Forum Aceh sendiri sudah digagas sejak tahun 2009 di
Aceh, sebagai wadah untuk menguatkan kontribusi laki-laki
dalam berbagai agenda keadilan gender di wilayah ini.
Kemunculan forum laki-laki ini tidak ditujukan untuk mengambil
alih peran para aktifis perempuan berjenis kelamin perempuan;
forum laki-laki ini berusaha mengisi ruang kosong dalam upaya
pemenuhan hak-hak perempuan sehingga kita bisa menjalankan
usaha dan agenda pemenuhan ini secara lebih komprehensif.
Karena itu, kerja sama atas dasar nilai-nilai keadilan, kesetaraan,
anti diskriminasi dan anti kekerasan terus menerus dibangun dan
dikembangkan.

Seminar ini sendiri dilaksanakan salah satunya sebagai bentuk


keberlanjutan dari inisiatif forum laki-laki di Aceh ini dan Aliansi
Laki-Laki Baru (LLB) untuk mengundang lebih banyak orang
untuk terlibat. Seminar ini utamanya bertujuan untuk
menguatkan keterlibatan laki-laki di Aceh dalam meraih keadilan
gender, mempercepat pemenuhan hak-hak perempuan dan
pencegahan kekerasan berbasis gender. Lebih rinci akan dibahas
dalam seminar ini oleh beberapa narasumber mengenai:
1. Gerakan Laki-Laki Baru (LLB) ; Sejarah dan

Kerangka Acuan Seminar


Page 2 of 5
Perkembangannya di Dunia Internasional dan di Indonesia.
2. Pentingnya keterlibatan dan kontribusi laki-laki dalam
agenda keadilan gender dan penghapusan Kekerasan
Terhadap Perempuan di Aceh, i.e. mengapa hal ini penting,
bagaimana menguatkannya, apa saja tantangannya, dan
bagaimana mengatasi tantangan tersebut.
3. Kajian Kritis - Akademis tentang Rekonstruksi
pandangan menjadi laki-laki/maskulinitas, i.e menjadi laki-laki
tidak harus atau tidak hanya dengan kekerasan, laki-laki baru
memilih berperspektif berbagi (sharing) dan anti kekerasan.

B. Tujuan Seminar
1. Membangun pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan
dan kontribsui laki-laki dalam agenda keadilan gender dan
penghapusan kekerasan pada perempuan, termasuk berbagai
strategi yang dibutuhkan.
2. Membangun pemahaman berdasarkan hasil penelitian
akademik mengenai konstruksi maskulinitas di Aceh dan
dampaknya terhadap kekerasan.
3. Membangun pemahaman tentang pentingnya rekonstruksi
maskulinitas yang mempromosikan laki-laki anti kekerasan
dan berperspektif bekerja sama dan berbagi/sharing.
4. Membangun kesadaran lebih banyak pihak, terutama laki-laki
untuk peduli, bertanggung jawab dan terlibat secara aktif
bersama perempuan mengupayakan keadilan gender dan
mencegah kekerasan pada perempuan.
5. Pengukuhan keterlibatan laki-laki di Aceh melalui pembacaan
deklarasi.

C. Narasumber :
1. Nur Hasyim (Koordinator Rifka Annisa Yogyakarta)
2. Dian Marina (Koordinator Pulih Aceh)
3. Rasyidah, MAg (Kepala Pusat Study Wanita IAIN Ar Raniry)

D. Tempat dan Waktu :


Tempat : Musium Aceh, Jl. Sultan Mahmud Syah, Banda Aceh.
Waktu : 08.30 WIB – 12-30 WIBTerlampirAgenda Seminar

E. Penutup
Demikianlah ToR ini dibuat, semoga dapat bermanfaat dalam
mengikuti kegiatan seminar ini.

Kerangka Acuan Seminar


Page 3 of 5
Susunan Acara Seminar
Penguatan Keterlibatan Laki-Laki dalam Penegakan
Keadilan Gender dan Pencegahan Kekerasan Berbasis
Gender di Aceh
Dan Diskusi Reguler I Aliansi Laki-Laki Baru (ALLB) Aceh

Waktu Kegiatan Keterangan


Panitia Pelaksana
08: 30 – 09: 00
Pendaftaran Peserta Kegiatan
WIB
MC (Ikhwani)
Pembukaan Acara
Panitia
Pengajian Alquran
Rukiyah Hanum
Kata-kata Sambutan Dari Pulih (Koordinator
Aceh Program)

Aisyah (Direktur
Kata-Kata Sambutan Dari
UNWOMEN Aceh)
UNWOMEN
Kata-kata Sambutan, dan
09: 00 – 10: 00 Pembukaan Resmi Seminar Laki-
Amrina Habibi
WIB Laki Baru “Pelibatan Laki-laki
(Badan
Dalam Upaya Pencegahan
Pemberdayaan
Kekerasan Terhadap Perempuan
Perempuan dan
di Aceh”. Sekaligus
Perlindungan Anak)
Pendeklarasian Aliansi Laki-Laki
Baru Aceh
Bapak Shafwani. S.
Penutupan serta Pembacaan Doa Ag

Diskusi Panel
Kerangka Acuan Seminar
Page 4 of 5
Gerakan Laki-laki Baru (LLB); Nur Hasyim
Sejarah dan perkembangannya di (Koordinator Nasional
dunia internasional dan indonesia. Aliansi Laki-Laki
Baru)
Pentingnya keterlibatan dan
kontribusi laki-laki dalam agenda Dian Marina (Aktivis
keadilan gender dan Perempuan)
penghapusan kekerasan terhadap
10: 00 – 12: 30
perempuan di Aceh.
WIB
Rasyidah (Akademi
Kajian kritis- akademis tentang
Pusat Study Wanita
rekontruksi pandagan menjadi
IAIN Ar-raniry)
laki-laki/ maskulinitas
Panitia Pelaksana
12: 30- 13: 00 WIB Penyelesaian Administrasi
kegiatan
Diskusi Reguler untuk Tahap I
13: 00 – 14: 30 Panitia Pelaksana
ISHOMA
Wib Kegiatan
14: 30 – 16: 30 Panitia Pelaksana
Diskusi Reguler Tahap I
Wib Kegiatan
16: 30 – 16: 45 Panitia Pelaksana
Penyelesaian Administrasi
Wib Kegiatan

Kerangka Acuan Seminar


Page 5 of 5