Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH METODE PENGUKURAN FISIKA

“ Macam – Macam Alat Ukur Panjang, Massa dan Temperatur “

Oleh :

FARAH AULIA R. / 1110100026

FISIKA – FMIPA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA
2

PENDAHULUAN

Dalam Fisika dikenal berbagai macam besaran. Besaran tersebut


dikelompokkan dalam 2 kategori yakni besaran pokok/dasar dan besaran turunan. Semua
besaran fisik dapat dinyatakan dalam beberapa satuan pokok. Pemilihan satuan standar
untuk besaran pokok menghasilkan suatu sistem satuan. Sistem satuan yang digunakan
secara universal dalam masyarakat ilmiah adalah Sistem Internasional (SI).

Pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari


objek dan kejadian dunia nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur
benda atau kejadian tersebut. Penggunaan alat ukur pada setiap pengukuran sangat
ditentukan oleh macam kegunaan, batas ukur dan ketelitian alat ukurnya. Sebagai contoh
untuk mengukur massa suatu benda yang diperkirakan sebesar 50 kg, maka alat yang harus
digunakan haruslah timbangan dengan batas ukur minimal senilai massa benda itu.
Timbangan tersebut harus memiliki ketepatan pengukuran yang baik, sehingga hasil
pengukuran sesuai dengan keadaan sesungguhnya.

ALAT UKUR PANJANG

Panjang 1 meter didefinisikan sebagai jarak dari kutub utara ke garis


kathulistiwwa melalui Paris dibagi menjadi 10 juta meter. Kemudian dibuat suatu meter
standar dari batang yang terbuat dari campuran platina-iridium.Tetapi, meter standar ini
sangat susah dibuat ulang dan sangat rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, dibuat suatu
definisi baru dari satu meter, yaitu, sama dengan 1 650 761.73 kali panjang gelombang sinar
jingga yang dipancarkan oleh atom-atom krypton- 86 dalam ruang hampa pada satu loncatan
listrik. Pada perkembangan berikutnya, panjang satu meter didefinisikan sebagai jarak yang
ditempuh oleh cahaya tampak (dalam ruang vakum) dalam selang waktu 1/299 792 458
sekon. Meter adalah satuan dasar untuk ukuran panjang dalam sistem SI. Satuan meter
disingkat menggunakan simbol “m”.

 Macam Alat Ukur Panjang :

 Mistar ( Penggaris )

Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga
terdapat penggaris yang dapat dilipat. Ada berbagai jenis mistar sesuai dengan
skalanya. Mistar yang skala terkecilnya 1 mm kita sebut mistar berskala mm. Mistar
3

yang skala terkecilnya 1 cm kita sebut mistar berskala cm. Mistar yang biasa anda
gunakan disekolah adalah mistar yang berskala mm. Satu bagian skala terkecil mistar
ini adalah 1 mm atau 0,1 cm.

Kegunaan Mistar :
• Mengukur panjang suatu benda.
• Alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus.

Ketelitian Mistar :

Ketelitian mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm.

Prosedur Penggunaan Mistar dan Pembaca Data :


1. Letakan benda yang akan diukur pada tepi skala mistar.
2. Pastikan bahwa benda telah sejajar dengan mistar dan salah satu ujung
benda tepat berada di angka nol (0).

3. Baca skala mistar yang terletak diujung lain benda (bukan ujung yang
di titik nol mistar). Contoh, benda di atas menunjukan angka 6 cm + 3 mm.
Dengan demikian panjang benda tersebut adalah 6,3 cm atau 63 mm.

 Jangka Sorong

Jangka sorong terdiri dari dua bagian, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala
utama tidak dapat digerak–gerakkan sedangkan skala nonius dapat digeser.
Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian
pengguna maupun alat. Jangka sorong terbaru sudah dilengkapi dengan bacaan
digital.
4

Skala tetap ( skala utama ) pada jangka sorong memiliki batas skala 10 cm.
Sedangkan skala geser ( skala nonius ) memiliki batas skala10 mm.

Kegunaan Jangka Sorong :


• Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
• Untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada
pipa, maupun lainnya)
• Untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara
"menancapkan/menusukkan" bagian pengukur.

Ketelitian Jangka Sorong :

Ada 2 jenis jangka sorong, yakni jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,05 mm
dan yang memiliki ketelitian 0,1 mm.

Prosedur Penggunaan Jangka Sorong :


• Sebelum melakukan pengukuran bersihkan jangka sorong dan benda yang
akan diukurnya.
• Sebelum jangka sorong digunakan, pastikan skala nonius dapat bergeser
dengan bebas.
• Sewaktu mengukur usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan
skala utama. Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran
yang kurang akurat.
5

• Tempatkan jangka sorong tegak lurus dengan benda yang diukur.


• Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat, karena akan menyebabkan
terjadinya pembengkokan pada rahang ukur maupun pada lidah pengukur
kedalaman. Jika sudah pas, kencangkan baut pengunci agar rahang tidak
bergeser, tetapi jangan terlalu kuat karena akan merusak ulir dari baut pengunci.
• Dalam membaca skala nonius upayakan dilakukan setelah jangka sorong
diangkat keluar dengan hati-hati dari benda ukur.
• Untuk mencegah salah baca, miringkan skala nonius dampai hampir sejajar
dengan bidang pandangan, sehingga akan memudahkan dalam melihat dan
menentukan garis skala nonius yang segaris dengan skala utama.
• Untuk mencegah karat, bersihkan jangka sorong dengan kain yang dibasahi
oleh oli setelah dipakai.

Pembacaan Data :
Misal :

• Angka yang ditunjukan oleh skala utama sebelum angka 0 nonius adalah 1,2
cm = 12 mm.
• Garis yang berhimpit antara skala utama dan nonius berada di angka 8 nonius
setelah dikalikan 0,01 diperoleh 0,08
• Tambahkan angka utama dengan angka nonius : 1,2 + 0,08 = 1,28 cm atau
12,80 mm.
• Sehingga hasil pengukuran yang didapat adalah pengukuran tunggal = (12,80 ±
0,5 NST) = (12,80 ± (0,5.0,01) = ( 2,80 ± 0,005) cm.
 Mikrometer sekrup

Mikrometer sekrup disebut juga mikrometer ulir. Mikrometer sekrup memiliki 3


jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :

• Mikrometer Luar, digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisan-lapisan,


blok-blok dan batang-batang.
• Mikrometer dalam, digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu
benda
6

• Mikrometer kedalaman , digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-


langkah dan slot-slot.

Mikrometer sekrup umumnya digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda.


Misalnya tebal kertas. Selain mengukur ketebalan kertas, mikrometer sekrup
digunakan untuk mengukur diameter benda kecil.

Mikrometer sekrup punya 2 yaitu skala utama dan skala nonius. Skala Nonius
ditunjukkan oleh selubung luarnya. Bila selubung berputar satu kali, maju atau
mundur akan memiliki nilai 0,5 mm. Skala pada selubung dibagi menjadi 50 bagian
yang sama besar, sehingga tiap bagian skala pada selubung yang tergeser sama
dengan : 1/50 x 0.50 mm = 0,01 mm atau 0,001 cm.

Kegunaan Mikrometer Sekrup :

Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur diameter atau tebal benda – benda
berukuran milimeter atau beberapa centimeter.

Ketelitian Mikrometer Sekrup :

Mikrometer sekrup hanya ada satu macam, yakni yang berketelitian 0.01 mm.

Prosedur Penggunaan Mikrometer Sekrup :


7

1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka.


2. Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar sehingga benda dapat
dimasukkan ke rahang.
3. Letakkan benda yang akan di ukur pada rahang dan putar sampai tepat.
4. Putar pengunci sampai skala putar tak dapat digerakkan dan berbunyi ‘klik’.
5. Lihat angka pada skala utama sebelum batang nonius.
6. Perhatikan skala putar berada pada angka berapa skala utama, misalkan panjang
benda adalah X mm.
7. Perhatikan penunjukkan skala putar.Angka pada skala putar berimpit dengan garis
mendatar pada skala utama misalnya angka yang didapat adalah Y.
8. Maka hasil pengukuran adalah = (X + (Yx 0,01)

Pembacaan Data :

Misal :

• Angka yang ditunjukan oleh skala utama sebelum batang nonius adalah 5,5
mm.
• Garis yang berhimpit antara skala utama dan nonius berada di angka 2 nonius
setelah dikalikan 0,01 maka menjadi 0,02 dengan satuan mm.
• Tambahkan angka utama dengan angka nonius : 5,5 mm + 0,02 mm = 5,52
mm.
• Jadi hasil pengukuran tunggal dapat dilaporkan = (5,52 ± 0,5 NST) = (5,52 ±
(0,5.0,01) = ( 5,52 ± 0,005) mm.

ALAT UKUR MASSA

Massa adalah sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan
untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda. Dalam sistem SI, massa
diukur dalam kilogram. Berbeda dengan berat, massa disetiap tempat selalu sama.
Misalnya: massa kita ketika di bumi dan di bulan sama, akan tetapi berat kita di bumi
berbeda jika dibandingkan di bulan. Mula-mula satuan massa didefinisikan sebagai
massa 1 liter air murni pada suhu 4 derajat Celcius. Setelah itu, ditetapkan standar
massa satu kilogram dalam SI sama dengan massa sebuah silinder platinum iridium
yang disimpan di lembaga berat dan ukuran Internasional di Prancis.
8

 Macam Alat Ukur Massa :

Timbangan/neraca adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa suatu benda.
Timbangan/neraca dikategorikan kedalam sistem mekanik dan juga elektronik.
Timbangan adalah suatu alat yang sangat penting keberadaannya dalam kehidupan
sehari-hari kita.

*gambar macam-macam alat ukur massa :

 Neraca Pegas

Neraca pegas adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai alat
untuk menentukan massa benda yang diukurnya. Neraca pegas (seperti timbangan
badan) mengukur berat, defleksi pegasnya ditampilkan dalam skala massa (label
angkanya sudah dibagi gravitasi). Prinsipnya pegas tertekan sehingga pegas menciut.
Pegas tersebut dihubungkan dengan jarum penunjuk. Sehingga ketika pegas tertekan,
jarum penunjuk berputar. Di ujung jarum penunjuk terdapat angka-angka. Semula
akan dituliskan angka-angka ini dalam satuan newton, karena memang yang diukur
9

adalah gaya. Namun, angka-angka itu dibagi dengan besar medan gravitasi bumi atau
g. Kemudian angka-angka itu dalam satuan kilogram yang merupakan satuan dari
massa.

 Neraca lengan tunggal (beam balance)

Neraca lengan tunggal masih umum digunakan di laboratorium untuk mengukur


massa sampai dengan 200 gram. Neraca ini memiliki ketelitian 0,01 gram. Untuk
menimbang, letakkan benda di timbangan yang berada di sebelah kiri neraca. Lalu
geser kedua beban yang disebut beban penyeimbang pada lengan horizontal dan
putar tombol penyetel sampai diperoleh keseimbangan ditunjukkan dengan lengan
mendatar. Massa benda dibaca pada skala yang terdapat di lengan neraca.

 Neraca dua lengan

Neraca dua lengan atau neraca berlengan sama biasa digunakan di laboratorium.
Benda diletakkan di salah satu timbangan, sedangkan beberapa massa standar
diletakkan pada timbangan lainnya sedemikian sehingga terjadi keseimbangan yang
ditunjukkan dengan lengan mendatar. Massa benda yang diukur sama dengan jumlah
massa standar yang seimbang dengannya.

 Neraca tiga lengan

Neraca tiga lengan juga banyak digunakan di laboratorium. Untuk menggunakan


neraca ini pertama-tama kita harus menggeser semua penunjuk ke sisi yang paling
kiri. Hal ini berarti bahwa neraca menunjukkan skala nol. Kemudian letakkan benda
pada timbangan, geser ketiga penunjuk sedemikian sehingga tercapai keseimbangan.
Massa benda sama dengan jumlah nilai yang ditunjukkan oleh ketiga penunjuk. Bila
massa benda lebih dari 610 gram, sebuah beban tambahan dipasang si lengan
terbawah sebelah kanan.

 Neraca elektronik
10

Papan timbangan berbentuk lingkaran pada neraca elektronik dikelilingi oleh kaca
agar benda yang ingin diketahui massanya menjadi terlindung dari angin. Massa
benda dapat terukur secara akurat dan ditampilkan dalam bentuk angka-angka digital.
Neraca elektronik dapat membaca dengan ketelitian sampai 0,01 gram bahkan ada
yang teliti sampai 0,001 gram. Neraca elektronik umum dijumpai di supermarket
atau hypermarket dan dapat mengukur massa sampai beberapa kilogram.

ALAT UKUR TEMPERATUR

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu
benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang
dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu
dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi
atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu juga disebut temperatur
yang diukur dengan alat termometer.

 Macam Alat Ukur Temperatur

 Termometer Air Raksa

Gambar termometer air raksa

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Termometer analog bisa juga disebut
sebagai termometer manual, karena cara pembacaannya masih manual. Penggunaan
air raksa sebagai bahan utama thermometer karena koefisien muai air raksa terbilang
konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir
selalu sama. Air raksa akan membeku pada suhu -38.83 °C (-37.89 °F) dan hanya
dapat digunakan pada suhu diatasnya. Air raksa, tidak seperti air, tidak mengembang
saat membeku sehingga tidak memecahkan tabung kaca, membuatnya sulit diamati
11

ketika membeku. Jika termometer mengandung nitrogen, gas mungkin mengalir


turun ke dalam kolom dan terjebak disana ketika temperatur naik. Jika ini terjadi
termometer tidak dapat digunakan hingga kembali ke kondisi awal. Untuk
menghindarinya, termometer air raksa sebaiknya dimasukkan ke dalam tempat yang
hangat saat temperatur di bawah -37 °C (-34.6 °F). Pada area di mana suhu
maksimum tidak diharapkan naik di atas - 38.83 ° C (-37.89 °F) termometer yang
memakai campuran air raksa dan thallium mungkin bisa dipakai. Termometer ini
mempunyai titik beku of -61.1 °C (-78 °F).

Cara kerja Termometer Air Raksa

Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan
air raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa
sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik
ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai
dengan skala yang telah ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah sebagai
berikut :

1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal.
2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan
perubahan volume.
3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut
jika suhu menurun.
4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.

 Termometer Digital

Gambar termometer digital

Fungsi Termometer Digital


12

Termometer merupakan salah satu alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui suhu
objek (benda/tubuh).

Prinsip kerja Termometer Digital

Termometer digital, biasanya menggunakan termokopel sebagai sensornya untuk


membaca perubahan nilai tahanan. Secara sederhana termokopel berupa dua buah
kabel dari jenis logam yg berbeda yang ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan
(dilas). Titik penyatuan ini disebut hot junction. Prinsip kerjanya memanfaatkan
karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan temperatur. Setiap jenis logam,
pada temperatur tertentu memiliki tegangan tertentu pula. Pada temperatur yang
sama, logam A memiliki tegangan yang berbeda dengan logam B, terjadilah beda
tegangan (kecil sekali, miliVolt) yang dapat dideteksi. Jadi dari input temperatur
lingkungan setelah melalui termokopel terdeteksi sebagai perbedaan tegangan (volt).
Beda tegangan ini kemudian dikonversikan kembali nilai arusnya melalui
pengkomparasian dengan nilai acuan dan nilai offset di bagian komparator,
fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan amper ke dalam satuan volt kemudian
dijadikan besaran temperatur yang ditampilkan melalui layar/monitor berupa seven
segmen yang menunjukkan temperatur yang dideteksi oleh termokopel.

Termokopel ini macam-macam, tergantung jenis logam yang digunakan. Jenis logam
akan menentukan rentang temperatur yang bisa diukur (termokopel suhu badan
(temperatur rendah) berbeda dengan termokopel untuk mengukur temperatur tungku
bakar (temperatur tinggi)), juga sensitivitasnya.Secara terperinci prinsip kerja
termometer digital dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Sensor yg berupa PTC atau NTC dengan tingkat sensitifitas tinggi akan
berubah nilai tahanannya jika terjadi sebuah prubahan suhu yg mengenainya.
2. Perubahan nilai tahanan ini linear dengan perubahan arus, sehingga
nilai arus ini bisa dikonversi ke dalam bentuk tampilan display
3. Sebelum dikonversi, nilai arus ini di komparasi dengan nilai acuan dan
nilai offset di bagian komparator, fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan
amper ke dalam satuan volt yg akan dikonversi ke display.
13

Pembacaan Pengukuran Termometer Digital

Pembacaan pengukuran termometer ini dilakukan langsung dari nilai display dengan
memperhatikan garis segmen yang ada.

 Termometer Infra Merah

Gambar Termometer Infra Merah

Termometer Infra Merah menawarkan kemampuan untuk mendeteksi temperatur


secara optik – selama objek diamati, radiasi energi sinar infra merah diukur, dan
disajikan sebagai suhu. Mereka menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat
dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh – situasi ideal dimana
objek bergerak cepat, jauh letaknya, sangat panas, berada di lingkungan yang bahaya,
dan/atau adanya kebutuhan menghindari kontaminasi objek (seperti makanan/alat
medis/obat-obatan/produk atau test, dll.). Produk pengukur suhu infra merah tersedia
di pasaran, Mulai dari yang fleksibel hingga fungsi-fungsi khusus/Termometer
standar (seperti gambar), hingga sistem pembaca yang lebih komplek dan kamera
pencitraan panas. Ini adalah citra/gambar dari termometer infra merah khusus
14

industri yang digunakan memonitor suhu material cair untuk tujuan quality control
pada proses manufaktur.

Termometers Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam


(biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer laser
jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer
tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak
jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek
dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan.

Desain utama terdiri dari lensa pemfokus energi infra merah pada detektor, yang
mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit
temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. Konfigurasi
fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan
demikian, termometer infra merah berguna mengukur suhu pada keadaan dimana
termokopel atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan
suhu yang akurat untuk beberapa keperluan.

Penggunaan Termometer Infra Merah

Beberapa kondisi umum adalah objek yang akan diukur dalam kondisi bergerak;
objek dikelilingi medan elektromagnet, seperti pada pemanasan induksi; objek
berada pada hampa udara atau atmosfir buatan; atau pada aplikasi di mana
dibutuhkan respon yang cepat.

Termometers Infra red dapat digunakan untuk beberapa fungsi pengamatan


temperatur. Beberapa contoh, antara lain:

• Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh.

• Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran hotspot

• Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi

• Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian


listrik

• Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran


15

• Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll

• Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material, untuk penelitian dan


pengembangan atau quality control pada manufaktur

Ada beberapa jenis alat pengukur temperatur infra merah yang tersedia saat ini,
termasuk desain konfigurasi untuk penggunaan fleksibel dan portabel, selain desain-
desain khusus untuk fungsi tertentu pada posisi tetap dalam jangka waktu yang lama

Beberapa spesifikasi sensor portabel tersedia untuk pengguna rumahan termasuk


tingkat keakuratannya (biasanya kurang lebih satu-dua derajad), plus beberapa
derajad dibawahnya untuk pengukuran umum. Rasio Jarak:Titika Api (D:S)
menunjukkan perbandingan diameter luas pengukuran panas dengan jarak alat
terhadap permukaan objek. Contoh, apabila luas permukaan objek anda satu cm
persegi dan anda tidak dapat lebih dekat daripada 12 cm ke objek, anda
membutuhkan sensor dengan D:S 12:1 atau lebih. Fungsi yang lain ialah ada sensor
yang memakai emisivitas konstan ada pula yang harus diatur. Untuk yang konstan,
anda tidak dapat mengatur keakuratan pembacaan pada permukaan yang terang
(sebagian besar sensor dirancang untuk permukaan gelap). Sensor emitivitas konstan
dapat dipakai pada permukaan terang hanya dengan menambahkan pita gelap pada
permukaan benda atau mengecatnya.

Jenis Sensor

• Termometers Infra Merah Titik, disebut juga Pyrometer Infra Merah, didesain
untuk memonitor luasan sempit atau titik tertentu.

• Sistem Pencitraan Garis Infra Merah, biasanya membantu menentukan titik api
yang penting pada pencerminan putar, untuk secara terus-menerus memindai
permukaan yang luas pada ruang. Alat ini banyak digunakan pada manufaktur
yang melibatkan konveyer atau proses jaring-jaring, seperti lembaran kaca
besar atau logam yang keluar dari tungku, pabrik dan kertas, atau tumpukan
material yang terus menerus sepanjang sabuk konveyer.

• Kamera Infra Merah, Termometer infra merah yang didesain khusus sebagai
kamera, memonitor banyak titik pada saat yang sama, hasilnya berupa gambar
2 dimensi, di mana tiap pixel menunjukkan temperatur. Teknologi ini
16

umumnya membutuhkan banyak prosesor dan software daripada sistem


sebelumnya, digunakan memindai area yang luas. Aplikasi yang umum
termasuk untuk memonitor batas negara bagi militer, pengawasan kualitas
pada proses manufaktur, dan pengawasan peralatan atau ruang kerja yang
panas/dingin untuk tujuan keselamatan dan pemeliharaan.

 Termometer Bimetal Mekanik

Termometer bimetal adalah termometer yang memiliki dua buah kepingan logam
yang dipelat menjadi satu. Kata bi berarti dua sedangkan kata metal berarti logam.

Termometer bimetal sengaja didesain memiliki dua buah logam karena dapat
berfungsi sebagai penunjuk suhu melalui kelengkungannya. Sehingga ketika terjadi
perubahan suhu pada logam, kedua keping akan melengkung ke satu arah. Apabila
suhu tinggi, maka keping akan melengkung ke arah logam yang koefisien muainya
lebih kecil. Sedangkan ketika suhu menjadi rendah, kedua keping akan melengkung
ke arah logam yang koefisien muainya lebih besar.