Anda di halaman 1dari 7

MOTOR DC-II

I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengendalikan kecepatan putar Motor DC berdasarkan pengaturan arus armatur.
2. Mengendalikan kecepatan putar Motor DC berdasarkan variasi tegangan sumber.
II. DASAR TEORI
Jenis-jenis Motor DC:
Berdasarkan macamnya, Motor DC terdiri dari:
1. Motor DC Shunt. Motor DC jenis ini mempunyai ciri kumparan penguat medan diparalel
terhadap kumparan armatur. Kelebihan dari Motor DC jenis ini yaitu tidak terlalu
membutuhkan banyak ruangan karena diameter kawat kecil. Sedangkan kelemahannya yaitu
daya keluaran yang dihasilkan kecil karena arus penguatnya kecil.
2. Motor DC Seri. Motor DC jenis ini mempunyai ciri kumparan penguat medan diseri
terhadap kumparan armatur. Kelebihan dari Motor DC jenis ini yaitu daya output yang
dihasilkan besar. Sedangkan kelemahannya yaitu arus beban yang diminta sangatlah besar,
sesuai dengan beban yang dipikulnya, jika tegangan inputnya tidak stabil maka flux magnit
yang dihasilkan oleh kumparan seri tidak stabil pula, sehingga daya output yang dihasilkan
tidak stabil.
3. Motor DC Kompond. Pada umumnya Motor DC Kompond dibuat untuk mengurangi
kelemahan yang terjadi pada Motor DC Shunt maupun Seri. Jenisnya ada dua macam, yaitu
Motor DC Kompond Panjang dan Motor DC Kompond Pendek, ciri khas yang
membedakan keduanya yaitu tata letak kumparan penguat medan tambahan diletakkan seri
dengan kumparan penguat medan pada Motor DC Shunt dan ini desebut Motor DC
Kompond Pendek. Sedangkan pada Motor DC Kompond Panjang, kumparan penguat
medan tambahan diletakkan secara seri antara Kumparan armatur dan kumparan penguat
medan shunt pada Motor DC Shunt.
Pengaturan Kecepatan Motor DC
Besarnya gaya gerak listrik induksi pad kumparan armatur akibatnya berputarnya rotor
yang terletak diantara kutub magnet diperoleh
φ.P.Z .N
Ea = (III.1)
a.60
dimana:
φ : Flux magnit per kutub (waber)
N : putaran rotor (rpm)
atau
E a = C.φ.N (III,2)
dengan
P.Z
C=
a.60
sedangkan
Vt − I a .Ra
N = (III.3)
C.φ

Jadi dari persamaan (III.1) dan (III.3) diperoleh


1 Ea
N = .( )
C φ

Dengan demikian kecepatan putar Motor DC dapat diperoleh dengan mengubah-ubah flux
magnet, pengaturan arus armatur atau dengan pengubahan tegangan sumber.

Pengaturan Kecepatan Putar Motor DC dengan Pengaturan Flux Magnet


Rangkaian listrik pada gambar dibawah menunjukkan kecepatan putar Motor DC akan
minimum apabila Ir minimum. Hal ini terjadi apabila VR maksimum.
Pengaturan kecepatatan motor DC model ini mudah pengerjaannya, murah biayanya dan
panas yang terjadi rendah

Gb. III.

Pengaturan Kecepatan Putar Motor DC dengan Pengaturan Arus Armatur


Pada pengaturan jenis ini, putaran yang dihasilkan semakin besar apabila VR dalam
kondisi minimum. Pengaturan jenis ini jarang digunakan oleh karena rugi panas yang dihasilkan
cukup besar.

Gb. III.6
Pengaturan Kecepatan Putar Motor DC dengan Pengaturan Sumber Tegangan
Sebagaimana telah diketahui bahwa variasi tegangan akan memvariasi arus, kondisi
dimana arus bervariasi akan menebabkan variasi penguatan medan armatur, sehingga akan
memvariasi kecepatan putar.

Gb. III.7

III.METODE PENELITIAN
1. Alat dan Bahan
- Power Supply
- Resistor 100 kOhm
- Potensiometer
- Motor DC
- Multimeter
- Breadboard
- Kabel Buaya
- Kabel biasa
2. Cara Kerja
a) Rangkaian gambar III.6 dirangkai dengan mengambil Rf sebesar 100 k ohm, kemudian
VR diubah.
b) Perubahan perputaran motor diamati.
c) Langkan 1 dan 2 diulangi dengan mengambil sampel pada VR sebanyak 5 kali,
kemudian dimulai untuk perputaran terendah dengan kategori sangat lambat, lambat,
cukup, cepat, sangat cepat. Antara kecepatan putar motor dan posisi VR dikorelasikan,
artinya bagaimana posisi VR ketika putaran motor sangat lambat....dst. Sampai pada
kategori sangat cepat.
d) Percobaan 1 sampai 3 dengan menseri tahanan Rf dengan VR.
e) Gambar III.7 dirangkai.
f) Setelah dirangkai dengan benar, dilakukan variasi tegangan yaitu 0V, 5V dan 12V.
g) Diamati apa yang terjadi pada perputaran motor.
h) Langkan 6 dan 7 diulangi dengan membalik polaritas baterai.
i) Apa yang terjadi pada perputaran motor diamati.
j) Dianalisis dan dibuat kesimpulan hasil eksperimen.

3. Skema
- Percobaan 1

- Percobaan 2

- Percobaan 3

4. Hasil Percobaan

IV. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini, kita akan mempelajari tentang apa yang mempengaruhi
kecepatan putar motor DC. Percobaan pertama yaitu mengatur kecepatan putar motor DC
dengan menangatur flux magnet. Berdasarkan rangkaian gambar III.5 didapatkan bahwa
semakin besar VR, maka semakin cepat perputaran motor DC. Jadi potensio digunakan untuk
memvariasi resistansi pada rangkaian, yang nantinya akan mempengaruhi kecepatan putaran
motor DC.
Percobaan kedua yang dilakukan yaitu, mengatur kecepatan putar motor DC dengan
mengatur arus armatur. Berdasarkan hasil dan percobaan yang dilakukan bahwa semakin besar
arus armatur atau semakin kecil VR, maka perputaran motor DC semakin cepat. Hal itu
dikarenakan Ra dipasang seri dengan motor DC, maka apabila arus yang masuk pada Ra atau
arus armatur semakin besar maka perputaran motor DC semakin cepat pula.
Percobaan ketiga yaitu mengatur kecepatan putaran motor DC dengan mengatur
tegangan sumber. Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh bahwa semakin besar
tegangan sumber, maka perputaran motor DC akan semakin cepat. Hal itu dikarenakan variasi
tegangan akan memvariasi arus dimana arus akan mempengaruhi penguatan medan armatur.
Apabila polaritas baterai dibalik maka akan mempengaruhi arah perputaran motor DC. Pada
saat motor DC belum dibalik perputarannya searah jarum jam, sedangkan setelah dibalik
perputarannya berlawanan arah jarum jam.

V. KESIMPULAN
1. Kecepatan putar motor DC dipengaruhi oleh tiga hal yaitu
a. Besar kecilnya flux magnet
b. Besar kecilnya arus armatur
c. Besar kecilnya tegangan sumber
2. Semakin besar VR (tegangan pada potensio meter), maka semakin cepat pula perputaran
motor DC.
3. Semakin besar arus armatur (VR minimum), maka semakin cepat pula perputaran motor
DC.
4. Semakin besar sumber tegangan yang diberikan, maka semakin cepat pula perputaran motor
DC.
5. Pemasangan polaritas motor DC akan mempengaruhi arah perputaran motor DC.