P. 1
Steroid

Steroid

|Views: 146|Likes:
Dipublikasikan oleh Aditya Herman Purwanto

More info:

Published by: Aditya Herman Purwanto on May 02, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2015

pdf

text

original

STEROID

RURINI RETNOWATI

PENDAHULUAN
‡ Merupakan metabolit sekunder hewan / tumbuhan ‡ Asal usul biogenetik mengikuti pola reaksi pokok sama, menghasilkan kerangka dasar sama = SIKLOPENTANO PERHIDROFENANTREN
18 12 19 1 2 11 9

R1 20
17 16

R2
13

R3
10 5

C
14 8 7

D
15

A
3 4

B
6

H

‡ PENGELOMPOKAN DIDASARKAN ATAS EFEK FISIOLOGIS : Sterol, Asam-asam empedu, Hormon Seks, Hormon Adrenokortikoid, Aglikon Kardiak dan Sapogenin ‡ PERBEDAAN JENIS STEROID DITENTUKAN SUBTITUEN R1, R2, dan R3 ‡ PERBEDAAN DALAM SATU KELOMPOK TERGANTUNG JUGA PADA : Panjang subtituen R1 Gugus fungsi subtituen R1, R2, dan R3 Jumlah dan posisi ikatan rangkap Jumlah dan posisi Oksigen Konfigurasi pusat asimetris inti dasar

‡ STEROID MERUPAKAN MOLEKUL PLANAR, SEHINGGA KEDUDUKAN GUGUS PADA INTI DASAR DAPAT : ‡ di bawah bidang
garis putus-putus ------trans dengan metil C10 dan C13 steroid konfigurasi

‡

di atas bidang
garis penuh sis dengan metil C10 dan C13 steroid konfigurasi psi, tidak jelas kedudukan

‡ SEMUA STEROID ALAM ATOM / GUGUS YANG TERIKAT PADA C10 dan C13 ‡ FUSI CINCIN A ± B Trans / Sis ‡ FUSI CINCIN B ± C & C ± D Trans, kecuali steroid kardiotonik C ± D Sis ‡ KONFIGURASI
X

X Y

A

B

Y

trans fusion

sis fusion

CH3 A B C

CH3 R D

H3C H

CH3 R

Tr

H

i

i

i

CH3 H CH3

H H All - Tr H

BIOSINTESIS
O CH3 C SCoA + O CH3 C SCoA O CH3 C H2 C O C SCoA + O CH3 C SCoA Asetil Coenzim A Asetoasetil CoA

2 NAP+ + CoA-HS O HO C CH2 C H3C H2 CH2 C OH OH

2 NADPH + 2 H+ O HO C CH2 C H3 C O CH2 C OH SCoA

Asam Mevalonat

FHidroksi - FMetil Glutaril CoA

3 ATP 3 ADP O HO C H2 C C H3C OPO3H OOAsam -Posfo-5-Pirofos o Mevalonat H2 C H2 C O O P O O P OH3C -Metil- CO2 H2PO4 H2C C O H2 H2 C C O P OO O P OO-

tenil-Pirofosfat

OPP
ANI PI AT DMAP

OPP

+
IPP

OPP

I DMAP / IPP

P

OPP
ARNESI PIROFOSFAT

SESQUITERPEN

PPO OPP

2MOL FARNESIL PIROFOSFAT

- OPP

H+ O

SKUALEN

2, -EPOKSI SKUALEN

+H H H CH2 H HO HO H H H H

- H+

- H+

HO Si l rt l

HO Lanost rol

-3C

FITOSTEROL

KOLESTEROL HO

H H

HE WA N
R2 HO H LANOSTEROL H H H H
HA BU N

R1

R3

H

STEROID

M TU

HO

H SIKLOARTENOL

‡ DASAR
1. Inkorporasi sikloartenol dengan senyawa fitosterol 2. Sikloartenol ditemukan banyak pada tumbuhan, lanosterol jarang 3. Hati kurang mampu merubah sikloartenol menjadi senyawa lain dibanding lanosterol kolesterol / steroid lain

KEGUNAAN
‡ KONTRASEPTIK, berperan dalam penanggulangan masalah kependudukan bagi negara padat penduduk, esterogen dan progestin (mix) ‡ TERAPI PALIATIF TERHADAP KARSINOMA, kelenjar prostat; dietilbesterol, klorotianisen ‡ MENOPAUSE, fungsi ovarium menurun, siklus haid pada masih terjadi, tapi tidak teratur lagi, karena esterogen dan progesteron endogen menurun, terapi pengganti esterogen

‡ OSTEOPORESIS, hilang kompleks kalsium fosfat & matriks protein sering sebabkan terjadi penipisan dan rapuh, fraktur : esterogen dapat membuat keseimbangan kalsium positif & reabsorpsi tulang menjadi minimal ‡ ENDOMETRIOSIS, progesterin oral & esterogen ‡ TEGANG PRAHAID, progesterin oral & esterogen ‡ ANCAMAN ABORTUS & ABORTUS HABITRALIS, progestin

‡ Amenore sekunder, progesteron & estra-diol benzoat ‡ Anabolik steroid, merangsang pertumbuhan badan, pemberian androgen lebih kebutuhan fisiologis tidak menambah pertumbuhan disebabkan kadar normal androgen pria berlebih ‡ Antiinflamasi, kardiovaskuler, penyakit jiwa (sedatif & anastetik), kosmetik, antibiotik, hemostatik & antialergi

STEROL
‡ ZOOSTEROL, dari hewan terutama vertebrata ‡ PHYTOSTEROL, dari tumbuhan ‡ MYCOSTEROL, dari fungi ‡ MARINE STEROL, dari invertebrata, organisme laut

H

H

H

H HO

H

HO

KOLESTANA

STIGMASTEROL

HO

HO

ERGOSTEROL

ZYMOSTEROL

HO

HO

ASAM EBURIKOAT

F SITOSTEROL

HO PORIFERASTEROL (Bunga Karang)

HO KHALINA STEROL = OSTREASTEROL (Bunga Karang)

HO STELLASTEROL (Ikan Bintang, Echinoderma)

HO DEMOSTEROL (Crustaceae)

HUBUNGAN BIOGENETIK BEBERAPA FITOSTERIL

+ C1

HO SIKLOARTENOL

HO ORIZANOL C - C1

HO

HO SIKLOEUKALENOL + C1

+

HO

HO SITROSTADIENOL

-

HO

HO

F SITOSTEROL

STI MASTEROL

 

BEBERAPA AWALAN PENAMAAN STEROID
1. NOR
CH3 OH CH3 H CH3 OH

O TESTOSTERON

O 19 - NORTESTOSTERON

2. EPI
CH3

CH3 CH3

CH3

¡ 

5F Androstan

5 - EpiandrostanE Androstan

Androstan

¡

3. HOMO
CH3

CH3 O O

O DHomo 17 Oxaandrosta 1,4 dien 3,17 dion

4. SECO
CH3

H 3C CH3 CH3 CH3 CH3

HO 9,10 Secoergosta  ,7,22 3Fol

5. CYCLO
CH3

OH CH3 CH3

O

6. OXA - AZA 

(Cyclopentyloxy)  17  Metilandrosta 3,5 dien 17 ol
CH3 N H3C CH3 O O CH3 CH3 CH3 CH3 OH

CH3 H HO H 20 FF, 22 EF, 25FFtri til, 5E, 27 Azaspirostan  F ol O

H 17F  Hidroksi  oN til 2 oxa5Eandrostan  

¢

¢

¢

VITAMIN - D
‡ Tahun 1920 diketahui bahwa penyakit rakhitis dapat disembuhkan, menjemur matahari /makan minyak ikan. Diduga kolesterol provitamin D, pe-nelitian menunjukkan bahwa ergosterol, provitamin D ‡ Vitamin D3 (kolekalsiferol), dibiosintesis dalam hewan dari 7-dehidrokolesterol, iridasi matahari pada kulit ‡ Vitamin D2 (ergokalsiferol), dibiosintesis pada tumbuhan dan ragi dari ergosterol (Saccharomyces cerevisie)

‡ Defisiensi vitamin D, menyebabkan rakhitis, ka-rena tidak mampu membeku kolagen pertumbuhan tulang tulang rapuh (pada anak) dan osteoporesis disembuhkan sinar m.h ‡ Seco merupakan bentuk derivat 9,10-secokolestana ‡ Vitamin D2 / D3 bukan bentuk aktif, bentuk aktif kalsitriol merangsang absorpsi Ca & PO4 pada usus dan memobilasi Ca ke tulang ‡ Kalsitriol berlebih, efek toksik kadar Ca mening-kat pada serum dan dosis tinggi vitamin D3, hiperkalemia

Biosintesis
H H H HO 7 Dehidroksi Kolesterol OH Prekolekalsiferol UV H

9 8

H
6 5 4 10 7

Hati Oksidasi HO H

1

HO

3 2

Kolekalsiferol (Vitamin D3) Oksidasi

OH

OH

9 8

9 8

H
6 5 4 10 7

Oksidasi injal
4 6 5 10 7

H

1

1

HO

3 2

HO

3 2

OH

Kalsidiol (25 Hidroksi Vitamin D3)

Kalsitriol (1E25 dihidroksi Vitamin D3)

H H HO

UV
H H

Er osterol

Preer osterol

OH

9 8

H
6 5 4 10 7

1

HO

3 2

Er okalsiferol (Vitamin D2)

Senyawa yang berhubungan dengan Vitamin D2 pada penyinaran ergosterol
ERGOSTEROL hv LUMISTEROL

hv

SENYAWA TRANSISI

hv
PRE-VITAMIN D2

hv I2 hv
TAKHISTEROL

VITAMIN D

R CH3 CH3 H HO HO CH3 CH3

ERGOSTERL

LUMISTEROL

R CH3 OH CH3

R CH3

HO

SENYAWA TRANSISI

PRE VITAMIN D2

R CH 3

R CH 3

H 3C

CH 2

OH TAKHISTEROL

HO VITAMIN D

VITAMIN D2

VITAMIN D3

VITAMIN D4

22,23 Dihidrosterol

VITAMIN D5 7-Dehidrositosterol

VITAMIN D6 7-Dehidrosti masterol

VITAMIN D7 7-Dehidrokampesterol

EKDISON DAN BRASSINOSTEROID
Hormon pergantian kulit serangga, perkembangan larva dan metamorfosis Bersifat sangat polar, dengan struktur spesifik : 1. Kerangka steroid, fusi cincin A ± B sis 2. E F Keton tak jenuh pada cincin B (6 ± Keton ± 7) 3. Sejumlah gugus hidroksi; pada posisi, 2 , 14 , 20, 22, 25 dan 26

Kastasteron prekursor hormon tumbuhan, yaitu brassinosteroid memiliki aktivitas pertumbuhan, dibuat dari 24-metil koleste-rol dengan oksidasi Baeyer-Villeger Biosintesis ekdison pada serangga, dari bahan tumbuhan (sitosterol), diubah menjadi kolesterol, 7 ± dehidrokolesterol, ekdison

H H HO SITOSTEROL H

H H HO KOLESTEROL OH R OH H

HO H H HO 7 - DEHIDROKOLESTEROL R R H HO H O H , EEKDISON OH , FEKDISON OH

OH

OH H H HO H HO O HO H H H

24-METILKOLESTEROL

KASTASTERON

OKS OKS OKSIDASI BAEYER-VILLI ER

OH

OH H H H H O O H

HO

BRASSINOLIDA

BEBERAPA SENYAWA EKDISON
OH H OH OH OH HO HO OH OH HO H O EKDISON OH OH OH OH HO H O EKDISTERON OH

OH HO HO OH OH HO H O PONASTERON A OH OH OH OH OH OH HO OH O AJUGASTERON

HO HO OH OH HO H O MAKISTERON A HO H O AMARASTERON A

TRANSFORMASI STEROL DALAM TUMBUHAN
‡ Kolesterol dan senyawa fitosterol dapat mengalami transformasi dalam tumbuhan :
Glikosida Kardiotonik Saponin Steroid

Glikosida Kardiotonik
‡ Pemacu jantung ‡ Hidrolisis asam / enzim ----- aglikon = genin ‡ Rantai samping khas : cincin butenolida, aglikon kardenolida, misal digoksigenin cincin 2-piron, aglikon skiladienolida, (bufadienolida) 2 atom C, aglikon digitenolida, misal diginigenin

O O O OH

O

OH OH HO H DI OKSI ENIN HO SKILARENIN

O O O O CHO O H HO HO OH DI INI ENIN STROFANTHIDIN OH

OH

‡ STROFANTOSIDA, Strophanthus kombe ----KARDENOLIDA, dengan ciri : cincin K lakton, EFtak jenuh, 14 F OH, A / B dan C / D fusi sis, trans 8 F H dan 9 E H cincin B dan C ‡ Penyimpangan : fusi A / B sis (5 E H), atau orientasi Ecincin butenolida pada C17 dan hidroksil C3, oksidasi metil C10 ----- gugus alkohol aldehida --- khas kardenolida gol Strophanthus ‡ Digitalis, sering ada alkohol pada C12 & C16, sisa gula pada C3 (2 ± 5) gula, misal :D - glukosa, L ± rhamnosa, digitoksosa, digitalosa dan simarosa

R

O

O

HO KOLESTEROL (FITOSTEROL)

HO PREGNENOLON O O #

O PROGESTERON

# COOH *
O

*

^

^ CH3

O

HO H

HO H

HO H

DI ITOKSI ENIN

‡ Skiladienolida (bufadienolida, bufatenolida) ---- marga Scilla, ada anggotanya terikat dengan suberilarginina (sekresi dari kulit dan kelenjar ludah telinga katak tertentu) pada 14 F OH, misal bufotoksin dari katak Eropa Bufa vulgaris ‡ Mekanisme cincin 2 piron belum diketahui, tapi dibentuk dari degradasi rantai isooktil, sumber atom C bukan dari asetat tapi dari unit C3 ‡ Kolesterol merupakan intermediat obligatory

PROGESTERON

+

3

O O

?

OCOCH3

OH HO H R = H = B U F A T O L IN R = OOC (CH2)6 COOH CHONCH (CH2)3 NH2 NHC NH = BUFOTOKSIN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->