Anda di halaman 1dari 6

Komplikasi Hepatitis B

Diagnosis komplikasi dari virus Hepatitis B

1. Hepatitis B kronis

Diagnosis hepatitis B kronis dapat dibuat, menurut definisi, hanya setelah enam bulan
dari timbulnya hepatitis B akut. Adalah seringkali sulit untuk mencurigai diagnosis
hepatits B kronis berdasarkan hanya pada gejala-gejala pasien. Penyebab untuk kesulitan
ini adalah bahwa individu-individu yang mengembangkan hepatitis B kronis, seperti
diindikasikan sebelumnya, adalah biasanya individu-individu yang sama yang
mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala untuk mengisyaratkan timbulnya hepatitis
B akut mereka.

Lebih dari itu, kebanyakan individu-individu dengan infeksi hepatitis B kronis tetap
bebas gejala (asimptomatik) bertahun-tahun, bahkan sampai dua atau tiga dekade.
Selama waktu ini, tes-tes darah pasien ini biasanya paling banyak abnormalnya ringan
dan peradangan dan luka parut (fibrosis) hati majunya sedikit, jika memang ada.
Adakalanya, bagaimanapun, individu-individu ini yang jika tidak dengan hepatitis B
kronis yang tidak aktif mungkin mengembangkan pengaktifan-pengaktifan kembali
(flares) dari gejala-gejala akut, tes-tes darah hati yang meningkat, dan peradangan hati.
Pengaktifan-pengaktifan kembali ini menyerupai hepatitis akut, namun mereka dapat
menyebabkan kemajuan dari luka parut (fibrosis) hati yang kronis. Mereka cenderung
terjadi pada pria-pria yang mendapat infeksi kronis pada umur mudanya.

2. Sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B

Pada beberapa titik, bagaimanapun, hepatitis kronis dapat maju ke sirosis (luka parut atau
fibrosis yang parah) hati. Pasien-pasien ini kemudian dapat mengembangkan gejala-
gejala dan tanda-tanda (penemuan-penemuan yang abnormal pada pemeriksaan fisik) dari
sirosis. Contohnya, mereka dapat menjadi lemah, lelah, dan peka terhadap infeksi-infeksi.
Mereka dapat juga kehilangan massa otot, terutama pada pundak-pundak dan kaki-kaki
bagian atas. Faktanya, mereka dapat mengembangkan nutrisi yang buruk dan kehilangan
berat badan dari pencernaan yang abnormal, penyerapan yang kurang baik/malabsorpsi,
atau metabolisme nutrisi hati yang abnormal. Jadi, kekurangan-kekurangan dapat terjadi,
contohnya, dari vitamin A, yang menyebabkan gangguan penglihatan waktu malam, atau
dari vitamin D, yang menyebabkan penipisan tulang belakang (spine) atau tulang-tulang
pinggul (osteopenia). Pasien-pasien dengan sirosis juga seringkali mengembangkan bukti
yang nyata (stigmata) dari sirosis, termasuk payudara-payudara yang bengkak
(gynecomastia), buah-buah pelir yang kecil (atrophic), telapak-telapak tangan yang
merah (palmar erythema), dan pembuluh-pembuluh yang membesar secara karakteristik
pada kulit (spider angioma).
3. Sirosis hati yang lanjut yang disebabkan oleh virus hepatitis B

Akhirnya, kemajuan dari sirosis menjurus pada apa yang disebut sirosis yang telah lanjut,
yang dikarakteristikan oleh perkembangan dari komplikasi-komplikasi tertentu. Sirosis
yang telah lanjut adakalanya dirujuk sebagai stadium akhir sirosis atau gagal hati kronis.
Beberapa dari para ahli juga menggunakan istilah, decompensated cirrhosis, sebagai yang
bersinonim dengan sirosis yang telah lanjut. Yang lainnya, bagaimanapun,
mencadangkan istilah, decompensated cirrhosis, untuk sirosis yang telah lanjut yang
termasuk secara spesifik komplikasi-komplikasi apa saja yang berakibat terutama dari
hipertensi portal (didiskusikan dibawah). Beberapa dari komplikasi-komplikasi sirosis
yang telah lanjut dapat mempunyai beragam penyebab-penyebab. Perbedaan dalam
terminologi ini berarti sedikit karena pertimbangan yang penting dalam segala kasus
tertentu adalah hanya untuk menetapkan mana dari komplikasi-komplikasi sirosis yang
dipakai.

Sesuai dengan itu, komplikasi-komplikasi sirosis yang mengindikasikan kehadiran sirosis


yang telah lanjut didiskusikan dalam dua paragraf berikutnya. Komplikasi-komplikasi ini
termasuk yang berakibat terutama dari hipertensi portal (penahanan cairan,
encephalopathy, perdarahan saluran pencernaan, hypersplenism, dan sindrom
hepatorenal), dan juga coagulopathy, jaundice, dan sindrom hepatopulmonary.

Hipertensi portal adalah istilah untuk tekanan yang meningkat dalam sistim vena portal
yang terjadi pada pasien-pasien dengan sirosis yang telah lanjut. (Sistim vena portal
mengalirkan darah dari organ-organ usus dan perut ke hati). Komplikasi-komplikasi
sirosis yang paling umum yang berasal terutama dari hipertensi portal adalah penahanan
cairan, hepatic (hati) encephalopathy, dan perdarahan saluran pencernaan/gastrointestinal
(GI). Penahanan cairan menjurus pada pergelangan-pergelangan kaki yang bengkak
(edema) dan suatu perut yang bengkak (ascites). Adakalanya, ciaran didalam perut
menjadi terinfeksi (spontaneous bacterial peritonitis) dan menyebabkan demam dan
sakit perut. Hepatic encephalopathy menyebabkan keadaan mengantuk, kebingungan, dan
bahkan koma. Vena-vena yang membesar (varices) dalam kerongkongan dan lambung
yang pecah dapat menyebabkan perdarahan saluran pencernaan. Sebagai akibatnya,
pasien mungkin muntah darah merah yang segar atau mengeluarkan darah yang berwarna
gelap.

Beberapa pasien-pasien mengembangkan hypersplenism, suatu komplikasi yang


disebabkan, paling sedikit sebagian, oleh hipertensi portal. Pasien-pasien mempunyai
suatu limpa yang membesar (splenomegaly), pengurangan sel-sel darah merah (anemia),
pengurangan sel-sel darah puth (leucopenia), dan pengurangan platelet-platelet
(thrombocytopenia). Anemia menyebabkan kelemahan; leucopenia menyumbang pada
infeksi-infeksi; dan thrombocytopenia mengganggu pembekuan darah. Pasien-pasien
dengan hipertensi portal juga dapat mengembangkan suatu persoalan yang serius dengan
kefungsian ginjal-ginjal mereka tanpa kerusakan yang sesungguhnya pada ginjal-ginjal
itu sendiri (hepatorenal syndrome).
Pada sirosis yang telah lanjut, seperti yang telah disebutkan, komplikasi-komplikasi
penting lainnya dapat terjadi diluar dari yang terutama disebabkan oleh hipertensi portal.
Contohnya, beberapa pasien-pasien cenderung mendapat memar dan perdarahan,
sebagian besar karena gangguan fungsi hati menyebabkan kelainan-kelainan dalam
proses pembekuan darah (coagulopathy). Pasien-pasien dengan sirosis yang telah lanjut
dapat juga mengembangkan jaundice karena hati nyang rusak tidak mampu untuk
mengeliminasi/menghilangkan secara memadai suatu senyawa kuning yang disebut
bilirubin. Lebih jarang lagi, beberapa pasien-pasien dapat mengembangkan kesulitan
bernapas karena hormon-hormon tertentu yang dilepas pada sirosis yang telah lanjut
menyebabkan berfungsinya paru-paru yang abnormal (hepatopulmonary syndrome).

4. Kanker Hati Primer Virus Hepatitis B (hepatocellular carcinoma)

Akhirnya, kanker hati dapat berkembang pada pasien-pasien yang terinfeksi virus
hepatitis B kronis sebagai suatu komplikasi dari sirosis yang telah lanjut. Kanker hati
primer (berasal dari hati) ini paling mungkin terjadi pada orang-orang dengan reproduksi
virus hepatitia B yang aktif, terutama pada individu-individu Chinese dan Hitam. Cara
bagaimana kanker berkembang tidak dimengerti sepenuhnya. Diperkirakan,
bagaimanapun, bahwa DNA virus hepatitis B entah bagaimana menjadi menyatu kedalam
DNA sel hati pasien.

Gejala-gejala dan tanda-tanda yang paling umum dari kanker hati adalah sakit perut dan
suatu hati yang bengkak dan membesar, kehilangan berat badan, dan demam. Sebagai
tambahan, tumor-tumor hati dapat menghasilkan dan melepaskan sejumlah senyawa-
senyawa, termasuk satu yang menyebabkan peningkatan sel-sel darah merah
(erythrocytosis), gula darah yang rendah (hypoglycemia), dan kalsium darah yang tinggi
(hypercalcemia). Tes-tes penyaringan (screening) diagnostik yang paling bermanfaat
untuk kanker hati adalah suatu tes darah alpha-fetoprotein dan suatu studi gambar
ultrasound dari hati.

5. Kelibatan virus hepatitis B dari organ-organ diluar hati (extra-hepatic)

Jarang, infeksi hepatitis B kronis dapat menjurus pada kelainan-kelainan yang


mempengaruhi organ-organ lain daripada hati. Endapan dari kompleks-kompleks imun
virus hepatitis B pada beragam organ-organ biasanya menyebabkan kelainan-kelainan ini.
Suatu kompleks imun virus hepatitis B adalah suatu kesatuan yang berakibat dari
pengikatan bersama dari suatu antibodi virus hepatitis B dan suatu antigen virus hepatitis
B. (Suatu antigen adalah suatu senyawa yang adalah asing untuk tubuh dan suatu antibodi
adalah suatu protein khusus yang dihasilkan oleh sel-sel darah putih dalam merespon
pada antigen).

Kompleks-kompleks imun virus hepatitis B yang menempati atau mengendap dalam


arteri-arteri kecil diseluruh tubuh dapat berakibat pada suatu peradangan pembuluh-
pembuluh ini (vasculitis), disebut polyarteritis nodosa. Kondisi ini dapat menyebabkan
suatu batasan yang lebar dari gejala-gejala, termasuk kelemahan otot, kerusakkan syaraf
(neuropathy), borok-borok kulit yang dalam, persoalan-persoalan ginjal dengan
kehilangan protein dalam urin (proteinuria), dan adakalanya gagal ginjal, hipertensi,
demam-demam yang tidak dapat dijelaskan, dan sakit perut. Kompleks-kompleks imun
virus hepatitis B dapat menyebabkan kerusakkan pada ginjal-ginjal dalam cara yang lain.
Yaitu, kompleks-kompleks imun dapat diendapkan dalam glomeruli (elemen-elemen
penyaring) dari ginjal, menyebabkan glomeronephritis, yang adalah suatu penyakit yang
berbeda dari polyarteritis nodosa.

Prognosis
Mortalitas hepatitis B sekitar 10%

10 % lainnya akan berkembang menjadi hepatitis karier atau mengalami hepatitis kronis

Hepatitis B merupakan penyebab utama sirosis dan karsinoma hepatoseluler di seluruh dunia

PROGNOSIS

Hepatitis virus akut bisa menyebabkan berbagai keadaan, bisa berupa sakit ringan yang
menyerupai influenza atau kegagalan hati yang bisa berakibat fatal.

Secara umum, hepatitis B lebih serius dibandingkan hepatitis A dan kadang berakibat fatal,
terutama pada penderita usia lanjut.

Perjalanan penyakit hepatitis C tidak dapat diduga; hepatitis C akut biasanya ringan, tetapi fungsi
hati bisa membaik dan memburuk secara bergantian selama berbulan-bulan.

Penderita hepatitis virus akut biasanya mengalami perbaikan setelah 4-8 minggu, meskipun tidak
mendapatkan pengobatan.

Hepatitis A jarang menjadi kronis. Pada 5-10% penderita, hepatitis B menjadi kronis dan
sifatnya bisa ringan atau berat. Sekitar 75% kasus hepatitis C menjadi kronis.

Hepatitis C biasanya ringan dan tanpa gejala, tetapi sekitar 20% penderita akhirnya mengalami
sirosis.

Penderita hepatitis virus akut bisa menjadi pembawa virus (karier). Pada keadaan ini, tidak
ditemukan gejala tetapi penderita masih terinfeksi.

Karier hanya terjadi pada virus hepatitis B dan C. Pembawa virus A menahun pada akhirnya bisa
menderita kanker hati.

Prognosis
Kebanyakan orang-orang yang menderita hepatitis A atu B sembuh tanpa pengobatan. Lebih dari
85% orang-orang yang menderita hepatitis C, dan sedikit dari orang-orang yang menderita
hepatitis B, mengembangkan hepatitis kronik. Beberapa orang yang menderita hepatitis B
menderita penyakit ini seumur hidup mereka dan dapat menularkan infeksi hepatitisnya ke
orang-orang lain. Orang-orang yang menderita hepatitis C kronik juga bisa menular, dan dapat
menularkan virus ini melalui kontak darah dengan darah.