Anda di halaman 1dari 11

EKSPERIMENT 6

KEDALAMAN KRITIS - “SPESIFIK ENERGI”

1. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk menyelidiki hubungan spesifik energi dengan kedalaman air.

2. PERALATAN
• Multi Purpose Teaching Flume
• Hook and Point Gauge
• Perangkat Pitot Tube
• Adjustable Undershot Weir.
• Jangka Sorong
• Stopwatch

3. DASAR TEORI

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
Di dalam aliran seragam, kedalaman air di sepanjang saluran adalah konstan yang dikenal
dengan kedalaman normal. Garis tenaga adalah sejajar dengan permukaan air dan dasar
saluran. Demikian juga kecepatan di sepanjang saluran juga konstan, jadi profil muka air
dapat diperoleh dengan hanya menghitung kedalaman aliran di suatu tampang.

Di dalam aliran tidak seragam, garis tenaga tidak sejajar dengan garis muka air dan dasar
saluran. Kedalaman dan kecepatan aliran di sepanjang saluran tidak konstan. Pengaliran
ini terjadi apabila tampang lintang sepanjang saluran tidak konstan, seperti sungai, atau
juga di saluran seragam (irigasi) di daerah dekat bangunan (bendung) atau di ujung
saluran. Analisis aliran tidak seragam biasanya bertujuan untuk mengetahui profil aliran
di sepanjang saluran atau sungai. Analisis ini banyak dilakukan di dalam perencanaan
perbaikan sungai atau penanggulangan banjir, terutama didalam menentukan elevasi
puncak tanggul, daerah genangan, elevasi jembatan, dan sebagainya. Meskipun aliran
banjir di sungai merupakan aliran tidak mantap (unsteady flow), tetapi sering analisis
profil muka air di sepanjang saluran dilakukan berdasarkan aliran mantap dengan
menggunakan debit puncak dari hidrograf banjir. Dalam hal ini analisis aliran menjadi
jauh lebih mudah dan hasil hitungan akan lebih aman, karena debit yang diperhitungkan
adalah debit puncak yang sebenarnya terjadi sesaat, tetapi dalam analisis ini dianggap
terjadi dalam waktu lama.

Energi spesifik dalam suatu penampang saluran dinyatakan sebagai energi air
setiap beratnya pada setiap penampang saluran, diperhitungkan terhadap dasar saluran.

V2
E = y+
2g

Persamaan di atas menunjukkan bahwa energi spesifik sama dengan jumlah


kedalaman air dan tinggi kecepatan. Karena V = Q/A. Persamaan energi spesifik di atas
dapat dituliskan sebagai berikut:

Q2
E = y+
2.g . A2

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
Untuk harga debit yang konstan, harga kedalaman kritis yc pada saat energi
apesifik adalah minimum. Emin, dapat ditentukan dengan persamaan:

δE
=0
δy
Q2
1− 3
=0
g .b 2 . yc
dan
Q2
yc = 3
g .b 2

Jika Qb=q → yc=3q2g


Energi sepesifik minimum Ec sehubungan dengan kondisi kritis adalah :
Ec=yc+Q22g*b2yc2 ......... (1)
Jika : q2g=yc3 → q2=yc3*g ......... (2)
Substitusi persamaan (2) ke persamaan (1) :
Ec=yc+Q22g*b2*yc2=yc+q22g*yc2
=yc+yc3*g2g*yc2
Ec=yc+yc2=32yc

Harga energi spesifik minimum dapat juga dinyatakan sebagai berikut:

3
Emin = . yc
2

Itu berarti bahwa kondisi pengaliran kritis terjadi apabila tinggi energy spesifik 1,5
kali kedalaman pengaliran untuk menyatakan suatu pengaliran dapat juga digunakan
Froud Number (Fr).
dimana kondisi aliran kritis :
Fr=Vcyc*g=1
Jika :
Fr = 1 ………. aliran kritis
Fr > 1 ………. aliran superkritis
Fr ≤ 1 ………. aliran subkritis

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
4. PROSEDUR PERCOBAAN
a. Pastikan bahwa flume sudah horizontal.
b. Tempatkan Adjustable Undersot Weir pada flume secara vertical dengan tepi
bawahnya 20 mm di atas dasar flume.
c. Alirkan air ke dalam flume sampai setinggi y0.
d. Dengan air setinggi y0, ukurlah debit (Q), y1.
e. Naikkan weir secara bertahap menjadi 40 mm dan seterusnya, dengan tetap menjaga
ketinggian y0 seperti ketinggian semula (dengan cara merubah debit).
f. Pada masing-masing tinggi bukaan Gate itu, ukur dan catatlah harga-harga Q, y1.

3. PERHITUNGAN

DEBIT DI BAWAH SELUICE GATE


Yg Yo Y1 Q Ao A1 Vo V1
No
(mm) (mm) (mm) (L/dtk) (bxYo) (bxY1) (Q/Ao) (Q/A1)
1 10 110 10 0,5 8360 760 59,809 657,895
2 15 110 14 0,75 8360 1064 89,713 704,887
3 20 110 18 0,95 8360 1368 113,636 694,444
4 25 110 19.5 1,1 8360 1482 131,579 742,240
5 30 110 23 1,39 8360 1748 166,268 795,195

Eo E1 Yc Emin Vc Nf
110,182 32,060 16,401 24,602 401,121 1
110,410 39,324 21,492 32,238 459,169 1
110,658 42,580 25,160 37,741 496,813 1
110,882 47,580 27,744 41,615 521,694 1
111,409 55,229 32,427 48,641 564,014 1

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
Lebar Weir : 76 mm

Data no.1
Yg = 10 mm
Yo = 110 mm
Y1 = 10 mm
Q = 0.5 L/dtk = 0,5 × 106 mm3/dtk
B = 76 mm
g = 9810 mm/dtk2

Perhitungan Data I :
Ao = b × Yo A1 = b × Y1
= 76 × 110 = 76 × 10
= 8360 mm2 = 760 mm2

V0=QA0 V1=QA1
= 0.5 × 106 = 0.5 × 106
8360 760
= 59,809 mm/dtk = 657,895 mm/dtk

Eo = Yo + Vo2 E1 = Y1 + V12
2×g 2×g
= 110 + ( 59,809 )2 = 10 + (657,895)2
2 (9810) 2 (9810)
= 110,182 mm = 32,060 mm

Yc=3Q2g*b2
=3(0,5*106)29810(76)2
= 16,401 mm

Emin=32yc=32*16,401=24,602 mm

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
Vc=Emin-Yc2g=24,602-16,4012(9810)=401,121 mm/dtk

Nf =Froude Number
=Vcyc*g=401,12116,401*9810=1
Data no.2
Yg = 15 mm
Yo = 110 mm
Y1 = 14 mm
Q = 0.75 L/dtk = 0,75 × 106 mm3/dtk
B = 76 mm
g = 9810 mm/dtk2

Perhitungan Data II :
Ao = b × Yo A1 = b × Y1
= 76 × 110 = 76 × 14
= 8360 mm2 = 1064 mm2

V0=QA0 V1=QA1
= 0,75 × 106 = 0,75 × 106
8360 1064
= 89,713 mm/dtk = 704,887 mm/dtk

Eo = Yo + Vo2 E1 = Y1 + V12
2×g 2×g
= 110 + ( 89,713 )2 = 14 + (704,887)2
2 (9810) 2 (9810)
= 110,410 mm = 39,324 mm

Yc=3Q2g*b2
=3(0,75*106)29810(76)2
= 21,492 mm

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
Emin=32yc=32*21,492=32,238 mm

Vc=Emin-Yc2g=32,238-21,4922(9810)=459,169 mm/dtk

Nf =Froude Number
=Vcyc*g=459,16921,492*9810=1
Data no.3
Yg = 20 mm
Yo = 110 mm
Y1 = 18 mm
Q = 0.95 L/dtk = 0,95 × 106 mm3/dtk
B = 76 mm
g = 9810 mm/dtk2

Perhitungan Data III :


Ao = b × Yo A1 = b × Y1
= 76 × 110 = 76 × 18
= 8360 mm2 = 1368 mm2

V0=QA0 V1=QA1
= 0,95 × 106 = 0,95 × 106
8360 1368
= 113,636 mm/dtk = 694,444 mm/dtk

Eo = Yo + Vo2 E1 = Y1 + V12
2×g 2×g
= 110 + ( 113,636 )2 = 18 + (694,444)2
2 (9810) 2 (9810)
= 110,658 mm = 42,580 mm

Yc=3Q2g*b2
=3(0,95*106)29810(76)2

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
= 25,160 mm/dtk

Emin=32yc=32*25,160=37,741 mm

Vc=Emin-Yc2g=37,741-25,1602(9810)=496,813 mm/dtk

Nf =Froude Number
=Vcyc*g=496,81325,160*9810=1

GRAFIK
Grafik hubungan antara Emin dengan Yc

Grafik hubungan antara Yg dengan Yc

Grafik hubungan antara Eo dengan Yo

Grafik hubungan antara E1 dengan Y1

Grafik gubungan antara Yc dengan Vc

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
6. KESIMPULAN
• Semakin tinggi bukaan pintu (Yg), maka energi spesifik semakin besar.
• Nilai / harga dari E0 dan E1 seharusnya sama, tetapi dalam percobaan ini berbeda jauh.
Hal ini mungkin disebabkan karena kurang teliti dalam melakukan percobaan ataupun
terdapat kesalahan pada alat.
• Losses akibat weir sangat kecil.
• Didapat Bilangan Froude rata-rata, Nf=1,00.
• Makin besar bukaan pintu (Yg), maka makin besar pula kedalaman kritis (Yc).
• Makin bedar kedalaman kritis (Yc), maka makin besar energi spesifik kritis (Emin).
• Walaupun Y0 tetap, tetapi E0 semakin bertambah besar. Hal ini disebabkan karena
bukaan pintu yang semakin besar sehingga untuk mempertahankan ketinggian Yo,
maka debit diperbesar.
• Semakin besar Y1, maka semakin besar pula E1.
• Kurva / grafik energi spesifik terbentuk dari komponen energi potensial yang
mempunyai kemiringan 450 dan kurva energi kinetik yang terbentuk dengan
menghubungkan nilai E0-Y0, Ec-Yc, dan E1-Y1.

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
7. DOKUMENTASI

Multi Purpose Teaching Flume

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :
Multi Purpose Teaching Flume dan praktikan yang bersangkutan

KEDALAMAN KRITIS – “SPECIFIC ENERGY“

ZULKARNAIN HELEN NJO NURIAMAN


06 0404 026 06 0404 068 06 0404 108

Hal :

Anda mungkin juga menyukai