Anda di halaman 1dari 52

Titrasi Nitrimetri

Kata Kunci: amina primer, senyawa organik, titrasi nitrimetri


Ditulis oleh Zulfikar pada 30-12-2010
Titrasi nitrimetri merupakan titrasi yang dipergunakan dalam analisa senyawa-senyawa organik,
khususnya untuk persenyawaan amina primer. Penetapan kuantitas zat didasari oleh reaksi antara
fenil amina primer (aromatic) dengan natrium nitrit dalam suasana asam menbentuk garam
diazonium. Reaksi ini dikenal dengan reaksi diazotasi, dengan persamaan yang berlangsung
dalam dua tahap seperti dibawah ini :
NaNO2 + HCl → NaCl + HONO
Ar- NH2 + HONO + HCl → Ar-N2Cl + H2O
Reaksi ini tidak stabil dalam suhu kamar, karena garam diazonium yang terbentu mudah
tergedradasi membentuk senyawa fenol dan gas nitrogen. Sehingga reaksi dilakukan pada suhu
dibawah 15oC. Reaksi diazotasi dapat dipercepat dengan panambahan garam kalium bromida.
Reaksi dilakukan dibawah 15 oC, sebab pada suhu yang lebih tinggi garam diazonium akan
terurai menjadi fenol dan nitrogen. Reaksi diazonasi dapat dipercepat dengan menambahkan
kalium bromida.
Titik ekivalensi atau titik akhir titrasi ditunjukan oleh perubahan warna dari pasta kanji iodide
atau kertas iodida sebagai indicator luar. Kelebihan asam nitrit terjadi karena senyawa fenil
sudah bereaksi seluruhnya, kelebihan ini dapat berekasi dengan yodida yang ada dalam pasta
kanji atas kertas, reaksi ini akan mengubah yodida menjadi iodine diikuti dengan perubahan
warna menjadi biru. Kejadian ini dapat ditunjukkan setelah larutan didiamkan selama beberapa
menit. Reaksi perubahan warna yang dijadikan infikator dalam titrasi ini adalah :
KI +HCl → KCl + HI
2 HI + 2 HONO → I2 + 2 NO + H2O
I2 + Kanji yod (biru)
Penetapan titik akhir dapat juga ditunjukkan dengan campuran tropiolin dan metilen blue sebagai
indikator dalam larutan. Titik akhir titrasi juga dapat ditentukan dengan teknik potensiometri
menggunakan platina sebagai indikator elektroda dan saturated calomel elektroda sebagai
elektroda acuan.

PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARBARU
2008
PERCOBAAN III

KOMPLEKSOMETRI

I. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan percobaan praktikum ini adalah menentukan kesadahan total, kesadahan tetap,
dan kesadahan sementara.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Titrasi kompleksometri yaitu titrasi berdasarkan pembentukan persenyawaan


kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion), Kompleksometri merupakan
jenis titrasi dimana titran dan titrat saling mengkompleks, membentuk hasil berupa
kompleks. Reaksi–reaksi pembentukan kompleks atau yang menyangkut kompleks banyak
sekali dan penerapannya juga banyak, tidak hanya dalam titrasi. Karena itu perlu
pengertian yang cukup luas tentang kompleks, sekalipun disini pertama-tama akan
diterapkan pada titrasi. Contoh reaksi titrasi kompleksometri :

Ag+ + 2 CN- Ag(CN)2

Hg2+ + 2Cl- HgCl2

Salah satu tipe reaksi kimia yang berlaku sebagai dasar penentuan titrimetrik
melibatkan pembentukan (formasi) kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit
terdisosiasi. Kompleks yang dimaksud di sini adalah kompleks yang dibentuk melalui
reaksi ion logam, sebuah kation, dengan sebuah anion atau molekul netral (Basset, 1994).

Titrasi kompleksometri juga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi pembentukan
ion-ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan.
Persyaratan mendasar terbentuknya kompleks demikian adalah tingkat kelarutan tinggi.
Selain titrasi komplek biasa seperti di atas, dikenal pula kompleksometri yang dikenal
sebagai titrasi kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA. Gugus-yang
terikat pada ion pusat, disebut ligan, dan dalam larutan air, reaksi dapat dinyatakan oleh
persamaan :

M(H2O)n + L = M(H2O)(n-1) L + H2O


(Khopkar, 2002).

Asam etilen diamin tetra asetat atau yang lebih dikenal dengan EDTA, merupakan
salah satu jenis asam amina polikarboksilat. EDTA sebenarnya adalah ligan seksidentat
yang dapat berkoordinasi dengan suatu ion logam lewat kedua nitrogen dan keempat gugus
karboksil-nya atau disebut ligan multidentat yang mengandung lebih dari dua atom
koordinasi per molekul, misalnya asam 1,2-diaminoetanatetraasetat (asametilenadiamina
tetraasetat, EDTA) yang mempunyai dua atom nitrogen – penyumbang dan empat atom
oksigen penyumbang dalam molekul (Rival, 1995).

Suatu EDTA dapat membentuk senyawa kompleks yang mantap dengan sejumlah
besar ion logam sehingga EDTA merupakan ligan yang tidak selektif. Dalam larutan yang
agak asam, dapat terjadi protonasi parsial EDTA tanpa pematahan sempurna kompleks
logam, yang menghasilkan spesies seperti CuHY-. Ternyata bila beberapa ion logam yang
ada dalam larutan tersebut maka titrasi dengan EDTA akan menunjukkan jumlah semua ion
logam yang ada dalam larutan tersebut (Harjadi, 1993).

Selektivitas kompleks dapat diatur dengan pengendalian pH, misal Mg, Ca, Cr, dan
Ba dapat dititrasi pada pH = 11 EDTA. Sebagian besar titrasi kompleksometri
mempergunakan indikator yang juga bertindak sebagai pengompleks dan tentu saja
kompleks logamnya mempunyai warna yang berbeda dengan pengompleksnya sendiri.
Indikator demikian disebut indikator metalokromat. Indikator jenis ini contohnya adalah
Eriochrome black T; pyrocatechol violet; xylenol orange; calmagit; 1-(2-piridil-azonaftol),
PAN, zincon, asam salisilat, metafalein dan calcein blue (Khopkar, 2002).

Satu-satunya ligan yang lazim dipakai pada masa lalu dalam pemeriksaan kimia adala
ion sianida, CN-, karena sifatnya yang dapat membentuk kompleks yang mantap dengan
ion perak dan ion nikel. Dengan ion perak, ion sianida membentuk senyawa kompleks
perak-sianida, sedagkan dengan ion nilkel membentuk nikel-sianida. Kendala yang
membatasi pemakaian-pemakaian ion sianoida dalam titrimetri adalah bahwa ion ini
membentuk kompleks secara bertahap dengan ion logam lantaran ion ini merupakan ligan
bergigi satu (Rival, 1995).

Titrasi dapat ditentukan dengan adanya penambahan indikator yang berguna sebagai
tanda tercapai titik akhir titrasi. Ada lima syarat suatu indikator ion logam dapat digunakan
pada pendeteksian visual dari titik-titik akhir yaitu reaksi warna harus sedemikian sehingga
sebelum titik akhir, bila hampir semua ion logam telah berkompleks dengan EDTA, larutan
akan berwarna kuat. Kedua, reaksi warna itu haruslah spesifik (khusus), atau sedikitnya
selektif. Ketiga, kompleks-indikator logam itu harus memiliki kestabilan yang cukup, kalau
tidak, karena disosiasi, tak akan diperoleh perubahan warna yang tajam. Namun, kompleks-
indikator logam itu harus kurang stabil dibanding kompleks logam-EDTA untuk menjamin
agar pada titik akhir, EDTA memindahkan ion-ion logam dari kompleks-indikator logam
ke kompleks logam-EDTA harus tajam dan cepat. Kelima, kontras warna antara indikator
bebas dan kompleks-indikator logam harus sedemikian sehingga mudah diamati. Indikator
harus sangat peka terhadap ion logam (yaitu, terhadap pM) sehingga perubahan warna
terjadi sedikit mungkin dengan titik ekuivalen. Terakhir, penentuan Ca dan Mg dapat
dilakukan dengan titrasi EDTA, pH untuk titrasi adalah 10 dengan indikator eriochrome
black T. Pada pH tinggi, 12, Mg(OH)2 akan mengendap, sehingga EDTA dapat dikonsumsi
hanya oleh Ca2+ dengan indikator murexide (Basset, 1994).

Kesulitan yang timbul dari kompleks yang lebih rendah dapat dihindari dengan
penggunaan bahan pengkelat sebagai titran. Bahan pengkelat yang mengandung baik
oksigen maupun nitrogen secara umum efektif dalam membentuk kompleks-kompleks
yang stabil dengan berbagai macam logam. Keunggulan EDTA adalah mudah larut dalam
air, dapat diperoleh dalam keadaan murni, sehingga EDTA banyak dipakai dalam
melakukan percobaan kompleksometri. Namun, karena adanya sejumlah tidak tertentu air,
sebaiknya EDTA distandarisasikan dahulu misalnya dengan menggunakan larutan
kadmium (Harjadi, 1993).
III. ALAT DAN BAHAN

A. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah buret, statif,

erlenmeyer, pipet volum 10 mL, gelas ukur 10 mL, gelas ukur 100 mL, gelas

arloji, neraca analitik, kertas saring, pipet volum 50 mL, pembakar bunsen.

B. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah larutan ZnCl

0,01 M, larutan buffer pH 10, aquades, indikator EBT-NaCl, larutan EDTA

0,01 M, cuplikan air sumur.

IV. PROSEDUR KERJA


A. Pembentukan Larutan EDTA

1. Dimasukkan 10 ml larutan ZnCl2 ke dalam labu Erlenmeyer 250ml

2. Ditambahkan 2 ml larutan buffer pH = 10 dan 40 ml akuades

3. Ditambahkan 0,05 gram indikator EBT – NaCl

4. Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai larutan berubah warna dari
merah ke biru dengan sangat jelas

5. Dilakukan duplo

B. Penentuan Kesadahan Total

1. Dipipet 50,0 ml cuplikan air (air sumur)

2. Ditambahkan 1 ml larutan buffer pH = 10

3. Ditambahkan 0,05 gram indikator EBT – NaCl

4. Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai warna larutan berubah dari
merah menjadi biru

5. Dilakukan duplo

C. Penentuan Kesadahan Tetap

1. Diambil 250 ml cuplikan air (air sumur) dan memasukkan dalam gelas beker

2. Dididihkan selama 30 menit

3. Didinginkan, menyaring dengan kertas saring

4. Ditampung filtrat kedalam labu Erlenmeyer 250 ml tanpa pembilasan kertas


saring

5. Diambil 50 ml filtrat dan ditambahkan 1 ml larutan buffer pH =10

6. Ditambahkan 0,05 gram EBT – NaCl

7. Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M hingga larutan berwarna biru jelas

8. Dilakukan duplo

D. Penentuan Kesadahan Sementara

1. Kesadahan sementara diperoleh dari kesadahan total dikurangi kesadahan


tetap.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil dan Perhitungan
1. Hasil

No. Langkah Percobaan Hasil Percobaan

1. * Penentuan Kesadahan Total Titrasi 1 :

2. - 25,0 ml cuplikan air sumur di Volume EDTA = 0,3 ml


pipet+ 1 ml buffer pH 10 + 50 mg Titrasi 2
campuran EBT-NaCl. Dikocok
Volume EDTA = 04 ml
dengan baik.
Vrata-rata = 0,35 ml
- Menitrasi dengan larutan baku
EDTA. Perubahan warna = Ungu – Biru
muda
- Dititrasi secara duplo
Titrasi 1 :
* Penentuan Kesadahan Tetap
Volume EDTA = 0,3 ml
- 125 ml cuplikan air diambil ke
dalam gelas kimia dan Titrasi 2
mendidihkan selama 30 menit. Volume EDTA = 0,3 ml
Mendinginkan larutan ini.
Vrata-rata = 0,3 ml
- Disaring g filtrat ke dalam labu
Perubahan warna = Ungu – Biru
takar 250 ml tanpa pembilasan
muda
kertas saring.

- Dititrasi secara duplo

2. Perhitungan

a. Pembakuan larutan ZnCl2

Diketahui : massa ZnCl2 = 0,6814 gram

Volume larutan = 500 ml = 0,5 L

BM ZnCl2 = 136,38 gr/mol

Ditanya : Molaritas ZnCl2

Jawab : Molaritas ZnCl2 =

= 0,0099 M
b. Pembakuan EDTA

———-

c. Penentuan Kesadahan Total


Diketahui : VEDTA = 0,35mL = 0,00035 L
M EDTA = 0,01 M
Vsampel = 10 mL = 0,01 L
BM CaO = 56,08 g/mol
Ditanya : Kesadahan total sebagai CaO = … ?
Jawab : Berat CaO = M EDTA x V EDTA x BM CaO
= 0,01 x 0,00035 x 56,08
= 1,9628 x 10-4 g
= 0,19628 mg
Berat CaO
ppm CaO =
Vsampel
= 0,19628

= 0,01
= 19,628 ppm

d. Penentuan Kesadahan Tetap


Diketahui : Vsampel = 10 mL = 0,01 L
Molaritas EDTA = 0,01 M
VEDTA = 0,3 mL = 0,00003 L
BM CaO = 56,08 g/mol
Ditanya : Kesadahan Tetap sebagai CaO = … ?
Jawab : Berat CaO = M EDTA x VEDTA x BM CaO
= 0,01 x 0,0003 x 56,08
= 1,6824x 10-4g
= 0,16824 mg
Berat CaO
ppm CaO =
Vsampel
0,16824
=
0,01
=
= 16,824 ppm
e. Penentuan Kesadahan Sementara
Diketahui : Kesadahan Total = 19,628 ppm
Kesadahan Tetap = 16,824 ppm
Ditanya : Kesadahan Sementara = … ?
Jawab :
Kesadahan Sementara = Kesadahan Total – Kesadahan Tetap
= 19,628 - 16,824
= 2,804 ppm

B. Pembahasan

Pada percobaan ini mencoba menentukan tingkat kesadahn suatu sampel air dengan menggunakan
reaksi pembentukkan ion kompleks. Mula-mula melakukan standarisasi titran dalam hal ini adalah EDTA. Titran
ini distandarisasi menggunakan larutan ZnCl2 yang volume dan molaritasnya telah diketahui. Dari hasil titrasi
ternyata molaritas EDTA yang terukukur adalah 6,986.10 -3
M. Langkah selanjutnya adalah penentuan
kesadahan cuplikan air yaitu pada kesadahan tetap, kesadahan sementara, dan kesadahan total dari air sumur
yang diamati. Pada penentuan kesadahan tetap didapatkan nilai CaO sebesar 1,2145 mg dengan nilai ppm
sebesar 24,29. Sedangkan kesadahan total didapatkan massa CaO sebesar 3,761 mg dan nilai ppm CaO
sebesar 75,22, dan yang terahkir kesadahan sementara dalam air sumur sebagai CaO didaptkan nilia ppm
yang didapatkan dari kesadahan tetap dengan kesdahan total sebesar 50,93 ppm. Dalam air sumur selalu
terlarut sejumlah garam kalsium dan atau magnesium baik dalam bentuk garam klorida maupun garam sulfat.
Adanya garam-garam ini menyebabkan air menjadi sadah yaitu tidak dapat menghasilkan busa jika dicampur
dengan sabun. Ukuran kesadahan air dinyatakan dalam ppm (satu per sejuta bagian). Bila ion kalsium dititrasi
dengan EDTA, terbentuk suatu kompleks kalsium yang relatif stabil.

Ca2+ + H2Y2- CaY2- + 2H+

Pada percobaan ini seharusnya larutan sampel jika dititrasi akan mengalmi
perubahan warna dari merah menuju biru. Hal itulah yang menjadi bukti bahwa
terdapat kesadahan di dalm sampel air yang digunkana. Namun ternyata pda
percobaan ini, air sampel yang digunakan langsung berubah menjadi biru setelah
ditambahkan indikator EBT-NaCl. Titrasi in sendiri seharusnya dilakukan pada pH 10
dan konstan sepanjang titrasi. Sedangkan EBT-NaCl itu sendiri dapat menjadi
indikator logam dapat juga mnejadi indiktor pH. Oleh karena itu, pH larutan perlu
dijaga dengan menambahkan larutan buffer pada larutan yang akan dititrasi.
Seperti kita ketahui air ayang sadah berarti mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. Ion
Ca2+ akan lebih dahulu bereaksi dan kemudian disusul dengan ion Mg2+ sehingga
menimbulkan perubahan warna darimerah menjai biru. Reaksi pada ion Mg2+ yang
akan terjadi sandainya dialakukan penitrasian adalah :

MgD- (merah) + H2Y2- MgY2- + HD2- (biru) + H+

Adanya perubahan warna dari merah menjadi biru pada tanpa penitrasian pada percobaan ini
mungkin disebabkan oleh adanya pengompleks yang lebih kuat di alam (dalam sampel air
sumur), atau mungkin juga memang di dalam sampel tersebut tidak memiliki atau mengandung
ion Ca2+ dan Mg2+.

VI. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :

1. Kesadahan merupakan besar konsentrasi Ca dan Mg dalam air ataupun dapat diartikan
sebagai daya serap air untuk mengendapkan sabun.

2. Kesadahan total dari sampel air sumur pada percobaan ini sebesar 75,22 ppm.

3. Kesadahan tetap dari sampel air sungai sumur sebesar 24,29 ppm.

4. Kesadahan sementara diperoleh dari selisih besarnya kesadahan total dengan kesadahan
tetap yaitu sebesar 50,93 ppm.

TITRASI KOMPLEKSOMETRI
Judul : TITRASI KOMPLEKSOMETRI
(REAKSI PEMBENTUKAN KOMPLEKS)

Tujuan : Praktikan mampu mengidentifikasi zat dalam suatu sampel serta mampu
menetapkan kadarnya menggunakan prinsip reaksi pembentukan kompleks.
Dasar Teori

Titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa kompleks


antara kation dengan zat pembentuk kompleks. Salah satu zat pembentuk
kompleks yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah garam
dinatrium etilendiamina tetraasetat (dinatrium EDTA). Senyawa ini dengan banyak
kation membentuk kompleks dengan perbandingan 1 : 1, beberapa valensinya:

M++ + (H2Y)= (MY)= + 2 H+


M3+ + (H2Y)= (MY)- + 2 H+
M4+ + (H2Y)= (MY) + 2 H+

Kompleksometri merupakan jenis titrasi dimana titran dan titrat saling


mengkompleks, membentuk hasil berupa kompleks. Reaksi–reaksi pembentukan
kompleks atau yang menyangkut kompleks banyak sekali dan penerapannya juga
banyak, tidak hanya dalam titrasi. Karena itu perlu pengertian yang cukup luas
tentang kompleks, sekalipun disini pertama-tama akan diterapkan pada titrasi.
Contoh reaksi titrasi kompleksometri :

Ag+ + 2 CN- Ag(CN)2


Hg2+ + 2Cl- HgCl2
(Khopkar, 2002).

Salah satu tipe reaksi kimia yang berlaku sebagai dasar penentuan titrimetrik
melibatkan pembentukan (formasi) kompleks atau ion kompleks yang larut namun
sedikit terdisosiasi. Kompleks yang dimaksud di sini adalah kompleks yang dibentuk
melalui reaksi ion logam, sebuah kation, dengan sebuah anion atau molekul netral.

(Basset, 1994).

Titrasi kompleksometri juga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi


pembentukan ion-ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang
terdisosiasi dalam larutan. Persyaratan mendasar terbentuknya kompleks demikian
adalah tingkat kelarutan tinggi. Selain titrasi komplek biasa seperti di atas, dikenal
pula kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi kelatometri, seperti yang
menyangkut penggunaan EDTA. Gugus-yang terikat pada ion pusat, disebut ligan,
dan dalam larutan air, reaksi dapat dinyatakan oleh persamaan :

M(H2O)n + L = M(H2O)(n-1) L + H2O


(Khopkar, 2002).

Asam etilen diamin tetra asetat atau yang lebih dikenal dengan EDTA, merupakan
salah satu jenis asam amina polikarboksilat. EDTA sebenarnya adalah ligan
seksidentat yang dapat berkoordinasi dengan suatu ion logam lewat kedua nitrogen
dan keempat gugus karboksil-nya atau disebut ligan multidentat yang mengandung
lebih dari dua atom koordinasi per molekul, misalnya asam 1,2-
diaminoetanatetraasetat (asametilenadiamina tetraasetat, EDTA) yang mempunyai
dua atom nitrogen - penyumbang dan empat atom oksigen penyumbang dalam
molekul.

Suatu EDTA dapat membentuk senyawa kompleks yang mantap dengan sejumlah
besar ion logam sehingga EDTA merupakan ligan yang tidak selektif. Dalam larutan
yang agak asam, dapat terjadi protonasi parsial EDTA tanpa pematahan sempurna
kompleks logam, yang menghasilkan spesies seperti CuHY-. Ternyata bila beberapa
ion logam yang ada dalam larutan tersebut maka titrasi dengan EDTA akan
menunjukkan jumlah semua ion logam yang ada dalam larutan tersebut.

(Harjadi, 1993).

Selektivitas kompleks dapat diatur dengan pengendalian pH, misal Mg, Ca, Cr, dan
Ba dapat dititrasi pada pH = 11 EDTA. Sebagian besar titrasi kompleksometri
mempergunakan indikator yang juga bertindak sebagai pengompleks dan tentu saja
kompleks logamnya mempunyai warna yang berbeda dengan pengompleksnya
sendiri. Indikator demikian disebut indikator metalokromat. Indikator jenis ini
contohnya adalah Eriochrome black T; pyrocatechol violet; xylenol orange;
calmagit; 1-(2-piridil-azonaftol), PAN, zincon, asam salisilat, metafalein dan calcein
blue.

(Khopkar, 2002).

Satu-satunya ligan yang lazim dipakai pada masa lalu dalam pemeriksaan kimia
adala ion sianida, CN-, karena sifatnya yang dapat membentuk kompleks yang
mantap dengan ion perak dan ion nikel. Dengan ion perak, ion sianida membentuk
senyawa kompleks perak-sianida, sedagkan dengan ion nilkel membentuk nikel-
sianida. Kendala yang membatasi pemakaian-pemakaian ion sianoida dalam
titrimetri adalah bahwa ion ini membentuk kompleks secara bertahap dengan ion
logam lantaran ion ini merupakan ligan bergigi satu.

(Rival, 1995).

Titrasi dapat ditentukan dengan adanya penambahan indikator yang berguna


sebagai tanda tercapai titik akhir titrasi. Ada lima syarat suatu indikator ion logam
dapat digunakan pada pendeteksian visual dari titik-titik akhir yaitu reaksi warna
harus sedemikian sehingga sebelum titik akhir, bila hampir semua ion logam telah
berkompleks dengan EDTA, larutan akan berwarna kuat. Kedua, reaksi warna itu
haruslah spesifik (khusus), atau sedikitnya selektif. Ketiga, kompleks-indikator
logam itu harus memiliki kestabilan yang cukup, kalau tidak, karena disosiasi, tak
akan diperoleh perubahan warna yang tajam. Namun, kompleks-indikator logam itu
harus kurang stabil dibanding kompleks logam-EDTA untuk menjamin agar pada
titik akhir, EDTA memindahkan ion-ion logam dari kompleks-indikator logam ke
kompleks logam-EDTA harus tajam dan cepat. Kelima, kontras warna antara
indikator bebas dan kompleks-indikator logam harus sedemikian sehingga mudah
diamati. Indikator harus sangat peka terhadap ion logam (yaitu, terhadap pM)
sehingga perubahan warna terjadi sedikit mungkin dengan titik ekuivalen. Terakhir,
penentuan Ca dan Mg dapat dilakukan dengan titrasi EDTA, pH untuk titrasi adalah
10 dengan indikator eriochrome black T. Pada pH tinggi, 12, Mg(OH)2 akan
mengendap, sehingga EDTA dapat dikonsumsi hanya oleh Ca2+ dengan indikator
murexide. (Basset, 1994).

Kesulitan yang timbul dari kompleks yang lebih rendah dapat dihindari dengan
penggunaan bahan pengkelat sebagai titran. Bahan pengkelat yang mengandung
baik oksigen maupun nitrogen secara umum efektif dalam membentuk kompleks-
kompleks yang stabil dengan berbagai macam logam. Keunggulan EDTA adalah
mudah larut dalam air, dapat diperoleh dalam keadaan murni, sehingga EDTA
banyak dipakai dalam melakukan percobaan kompleksometri. Namun, karena
adanya sejumlah tidak tertentu air, sebaiknya EDTA distandarisasikan dahulu
misalnya dengan menggunakan larutan kadmium.

(Harjadi, 1993).
M adalah kation (logam) dan (H2Y)= adalah garam dinatrium edetat.
Kestabilan dari senyawa kompleks yang terbentuk tergantung dari sifat kation dan
pH dari larutan, oleh karena itu titrasi dilakukan pada pH tertentu. Pada larutan
yang terlalu alkalis perlu diperhitungkan kemungkinan mengendapnya logam
hidroksida.

Penetapan titik akhir titrasi digunakan indikator logam, yaitu indikator yang dapat
membentuk senyawa kompleks dengan ion logam. Ikatan kompleks antara indikator
dan ion logam harus lebih lemah dari pada ikatan kompleks antara larutan titer dan
ion logam. Larutan indikator bebas mempunyai warna yang berbeda dengan larutan
kompleks indikator. Indikator yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri
adalah:

a. Hitam eriokrom

Indikator ini peka terhadap perubahan kadar logam dan pH larutan. Pada pH 8 -10
senyawa ini berwarna biru dan kompleksnya berwarna merah anggur. Pada pH 5
senyawa itu sendiri berwarna merah, sehingga titik akhir sukar diamati, demikian
juga pada pH 12. Umumnya titrasi dengan indikator ini dilakukan pada pH 10.

b. Jingga xilenol
Indikator ini berwarna kuning sitrun dalam suasana asam dan merah dalam suasana
alkali. Kompleks logam-jingga xilenol berwarna merah, karena itu digunakan pada
titrasi dalam suasana asam.

c. Biru Hidroksi Naftol


Indikator ini memberikan warna merah sampai lembayung pada daerah pH 12 –13
dan menjadi biru jernih jika terjadi kelebihan edetat.
Titrasi kompleksometri umumnya dilakukan secara langsung untuk logam yang
dengan cepat membentuk senyawa kompleks, sedangkan yang lambat membentuk
senyawa kompleks dilakukan titrasi kembali.

Ion logam dapat menerima pasangan elektron dari donor elektron membentuk
senyawa koordinasi atau ion kompleks. Zat yang membentuk senyawa kompleks
disebut ligan. Ligan merupakan donor pasangan elektron logam merupakan
akseptor pasangan elektron.
Mn+ + : L (M : L)n+
Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA) merupakan ligan yang mempunyai lebih
dari satu tempat untuk berikatan. Rumus molekul zat tersebut dinyatakan sebagai
berikut:

HOO-CH2 CH2-COOH

N- CH2- CH2 N

HOOC-CH2 CH2-COOH
EDTA ini dapat membentuk lingkaran yang menjepit ion logam dan senyawa yang di
hasilkan disebut sepit (chelate)

HOO-CH2 CH2-COOH

N- CH2- CH2 N

CH2 CH2

C- O- M- O- C
OO
Bentuk asam dari EDTA dapat ditulis sebagai H4Y

Jika asam ini dapat direaksikan dengan basa, misalnya NaOH, akan di netralkan
dalam berbagai tingkatan menjadi H3Y-, H2Y2-, HY3-,dan akhirnya Y4-.
Asam yang bebas H4Y dan gsram NaH3Y tidak cukup larut dalam air, sedangkan
NaH2Y melarut dengan baik dalam air. Selama titrasi ion logam dengan Na2H2Y
selalu terjadi ion hidrogen.

Mg2+ + H2Y2- MgY2- + 2H+


Ca2+ + H2Y2- CaY2- + 2H+
Al3+ + H2Y2- AlY- + 2H+

Secara umum dapat ditulis:


Mn+ + H2Y2+ MY(n-m)+ 2H+
Oleh karena terbentuknya ion H+ selama titrasi, maka untuk mencegah perubahan
pH harus dipergunakan larutan penyangga.
Dari reaksi diatas terlihat bahwa ion logam bereaksi dengan EDTA denagan
perbandingan molar 1: 1.
Suatu hal penting dalam perkembangan titrasi EDTA, yaitu penemuan indikator
logam, yang memungkinkan titrasi ini dilakukan dalam larutan untuk konsentrasi
yang sangat encer.
Saat ini dikenal berbagai macam indikator logam antara lain Erichrome Black T
(Selechrome Black/ EBT/ Erio T). Struktur indikator ini adalah sebagai berikut:

OH OH

-O3S - N= N-

NO2

Indikator ini dapat membentuk kompleks bewarna hampir semua logam. Erio T
adalah asam berbasa tidak yang dapat ditulis sebagai berikut:
H2Ind Hind2- Ind3-
Merah pH 5,3- 7,3 Biru pH 10- 11 Jingga

Pada pH Hind2- berwarna biru. Bentuk indikator ini bereaksi dengan magnesium
membentuk kompleks yang berwarna merah. Kompleks Mg Ind lebih lemah dari
pada MgY2- . Dengan demikian Mg dari Mg Ind membetuk kompleks MgY2-.
Mg Ind + H2Y2- MgY2- + H Ind2- + H+
Merah tidak berwarna Biru

Salah satu jenis reaksi kimia yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan
secara titrimetri adalah pembentukan suatu zat yang dikenal sebagai senyawa
kompleks, yang mempunyai sifat larut dengan baik tetapi hanya sedikit terdisosiasi.
Ion logam dapat menerima pasangan elektron dari gugus donor elektron
membentuk senyawa koordinasi atau ion kompleks. Ion dalam logam dalam
kompleks tersebut dinamakan atom pusat sedangkan zat yang dapat membetuk
seyawa kompleks dengan atom pusat ini disebut ligan, da gugus yang terikat pada
atom pusat disebut bilangan koordinasi.
Contoh:
Ag+ + 2 CN Ag(CN)

Dalam kompleks Ag(CN) ini, perak merupakan atom pusat dengan bilangan
koordinasi dua sianida adalah ligannya.

Molekul atau ion yang berfungsi sebagai ligan pada umumnya mempunyai atom
elektronegatif seperti nitrogen, oksigen atau halogen. Ligan dalam senyawa
kompleks adalah suatu atom atau gugus yang mempunyai satu atau lebih
pasangan elektron bebas. Molekul air, amoniak, ion klorida da io sianida merupakan
contoh dari ligan yang sederhana yang membentuk kompleks dengan banyak ion
logam.
Titrasi dengan ligan polidentat
Ion logam dengan beberapa ligan polidentat dapat membentuk kompleks yang larut
dalam air. Berbeda dengan ligan monodentat yang dapat bereaksi hanya dalam
beberapa tahap, ligan polidentat ini bereaksi hanya dalam satu tahap pada
pembentukan kompleks. Selain itu reaksinya pun sederhana yaitu membentuk
komplek 1:1 telah dikenal berbagai ligan polidentat tetapi yang akan dibicarakan
adalah titrasi ion logam dengan ligan asam etilendiamin tetra asetat (EDTA)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kurva titrasi
pH Larutan
pada bagian 4 telah dituliskan bahwa harga derajat

disosiasi 4 padaα 4, bergantung pada pH laruta seprti pada tabel 10.3 harga
α EDTA, berbagai pH dihitung berdasarkan rumusan yang telah diuraikan pada
bagian 4. dari tabel 10.3 terlihat bahwa semakin besar harga pH maka 4 pun
semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besarα harga harga pH
semakin besar konsentrasi Y4- dalam larutan.

Harga Kf

Pengaruh harga Kf terhadap pM pada pH 7. sebelum titik ekivalen semua ion logam
mempunyai harga pM yang semua karena semua ion logam mempunyai
konsentrasi yang sama sedangkan harga Kf belum berpengaruh pada saat ini.
Ketika titik ekivalen tercapai, harga Kf mulai berperan mempengaruhi harga pM.

Indikator ion logam


Indikator ion logam adalah suatu zat warna organik
Yang membentuk kelat berwarna dengan ion logam pada rentang pM. Beberapa
kriteria yang perlu dijadikan acuan dalam memilih indikator ion logam antara lain:
ikatan zat warna dengan ion logam harus lebih pernah dari pada ikatan ion logam
dengan EDTA dan perubahan warna harus mudah diamati mata.
Kebanyaka indikator ion logam mengandung gugs fungsi azo. Salah satu indikator
ion logam yang paling banyak digunakan adalah eriochrome black T (EBT) yang
mempunyai rumus struktur molekul berikut:

OH OH

-O3S N= N

O2N

Alat Dan Bahan


Alat
Gelas Kimia Erlenmeyer Gelas Ukur Pipet Tetes
Corong Buret Labu Takar Statif Dan Klem
Bahan
1.EDTA 0,01 M
2.NaOH 0,1 M
3.Murexid (0,2 gram EBT + 50 gram HC
Prosedur Kerja
Standarisasi Larutan EDTA

Di timbang dengan teliti dan di keringkan sebelumnya suhu 100 ˚C


Dituangkan zat padat pada labu takar 1000 ml dengan menggunakan air suling
Diencerkan sampai tanda batas
Dipipet larutan tersebut kedalam erlenmeyer sebanyak 25 ml
Ditambahkan 2 ml larutan buffer pH 10 dan + 50 mg EBT
Titrasi dengan EDTA
Diulangi secara duplo

Penetapan kadar nikel dalam nikel sulfat

Dimasukan kedalam erlenmeyer


Ditambahkan 5 ml NaOH 0,1 M
Sehingga pH berkisar 12-13
Ditambahkan seujung sendok mureksid
Dititrasi perlahan dengan EDTA yang telah dibakukan hingga warna indikator
berubah

Hasil pengamatan dan perhitungan


a. Standarisasi larutan EDTA

V EDTA(ml)
Perubahan warna

Awal
akhir
36,7 ml
Merah muda
ungu

Perhitungan
a.Molaritas EDTA
V1. M1 = V2.M2
M2 = V1. M1
V2 = 25 ml x 0,01 M
36,7 mL
= 0,006 M
Konsentrasi Ca
N Ca (mg/L) = A X B X 1000 X Ar Ca
mL sampel
= 36,7 mL x 0,006 M x 40,08 mg/mmol
25 ml
= 0,0367 L X 0,006 mol /L X 40,08 gr/mol
0,025 L
= 0,35 N
b.Penentuan Nikel Secara Kompleksometri
M EDTA (ml)
Volume EDTA(mL)
V EDTA Perubahan warna

Rata-rata Awal
akhir
0,01 M
3 mL
2 mL
2 + 3 Merah ungu
2 Merah ungu
= 2,5 mL
Biru
Biru
Diketahui :
Vsampel = 25 mL
Molaritas EDTA = 0,01 M
VEDTA = 2,5 mL
Be Ni = 29,35 g/ek
Ditanya : Kadar Nikel dalam larutan sampel …?
Penye : Berat Ni = N EDTA x VEDTA x Be Ni
= 0,01 N x 2,5 mL x 29,35 g/ek
= 0,01 ek/L X 0,0025 L X 29,35 gr/ek
= 73,37 gr
Kadar Ni = N EDTA x VEDTA x Be Ni x 100%
mL sampel
= 0,01 N x 2,5 mL x 29,35 g/ek x 100%
25 ml
= 0,01 ek/L X 0,0025 L X 29,35 gr/ek x 100%
25 ml
= 2,935 %

Pembahasan
Titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa kompleks
antara kation dengan zat pembentuk kompleks. Salah satu zat pembentuk
kompleks yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah garam
dinatrium etilendiamina tetraasetat (dinatrium EDTA). Senyawa ini dengan banyak
kation membentuk kompleks dengan perbandingan 1 : 1, beberapa valensinya:

M++ + (H2Y)= (MY)= + 2 H+


M3+ + (H2Y)= (MY)- + 2 H+
M4+ + (H2Y)= (MY) + 2 H+
M adalah kation (logam) dan (H2Y)= adalah garam dinatrium edetat.

Kestabilan dari senyawa kompleks yang terbentuk tergantung dari sifat kation dan
pH dari larutan, oleh karena itu titrasi dilakukan pada pH tertentu. Pada larutan
yang terlalu alkalis perlu diperhitungkan kemungkinan mengendapnya logam
hidroksida.

Salah satu jenis reaksi kimia yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan
secara titrimetri adalah pembentukan suatu zat yang dikenal sebagai senyawa
kompleks, yang mempunyai sifat larut dengan baik tetapi hanya sedikit terdisosiasi.
Ion logam dapat menerima pasangan elektron dari gugus donor elektron
membentuk senyawa koordinasi atau ion kompleks. Ion dalam logam dalam
kompleks tersebut dinamakan atom pusat sedangkan zat yang dapat membetuk
seyawa kompleks dengan atom pusat ini disebut ligan, da gugus yang terikat pada
atom pusat disebut bilangan koordinasi.

Contoh:
Ag+ + 2 CN Ag(CN)
Dalam kompleks Ag(CN) ini, perak merupakan atom pusat dengan bilangan
koordinasi dua sianida adalah ligannya.

Ligan dalam senyawa kompleks adalah suatu atom atau gugus yang mempunyai
satu atau lebih pasangan elektron bebas. Molekul air, amoniak, ion klorida da io
sianida merupakan contoh dari ligan yang sederhana yang membentuk kompleks
dengan banyak ion logam.

Titrasi dengan ligan polidentat

Ion logam dengan beberapa ligan polidentat dapat membentuk kompleks yang larut
dalam air. Berbeda dengan ligan monodentat yang dapat bereaksi hanya dalam
beberapa tahap, ligan polidentat ini bereaksi hanya dalam satu tahap pada
pembentukan kompleks. Selain itu reaksinya pun sederhana yaitu membentuk
komplek 1:1 telah dikenal berbagai ligan polidentat tetapi yang akan dibicarakan
adalah titrasi ion logam dengan ligan asam etilendiamin tetra asetat (EDTA)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kurva titrasi
pH Larutan
pada bagian 4 telah dituliskan bahwa harga derajat

disosiasi 4 padaα 4, bergantung pada pH laruta seprti pada tabel 10.3 harga
α EDTA, berbagai pH dihitung berdasarkan rumusan yang telah diuraikan pada
bagian 4. dari tabel 10.3 terlihat bahwa semakin besar harga pH maka 4 pun
semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besarα harga harga pH
semakin besar konsentrasi Y4- dalam larutan.

Harga Kf

Pengaruh harga Kf terhadap pM pada pH 7. sebelum titik ekivalen semua ion logam
mempunyai harga pM yang semua karena semua ion logam mempunyai
konsentrasi yang sama sedangkan harga Kf belum berpengaruh pada saat ini.
Ketika titik ekivalen tercapai, harga Kf mulai berperan mempengaruhi harga pM.

Indikator ion logam


Indikator ion logam adalah suatu zat warna organik

Yang membentuk kelat berwarna dengan ion logam pada rentang pM. Beberapa
kriteria yang perlu dijadikan acuan dalam memilih indikator ion logam antara lain:
ikatan zat warna dengan ion logam harus lebih pernah dari pada ikatan ion logam
dengan EDTA dan perubahan warna harus mudah diamati mata.
Kebanyakan indikator ion logam mengandung gugs fungsi azo. Salah satu indikator
ion logam yang paling banyak digunakan adalah eriochrome black T (EBT) yang
mempunyai rumus struktur molekul berikut:
Penetapan titik akhir titrasi digunakan indikator logam, yaitu indikator yang dapat
membentuk senyawa kompleks dengan ion logam. Ikatan kompleks antara indikator
dan ion logam harus lebih lemah dari pada ikatan kompleks antara larutan titer dan
ion logam.

Dalam percobaan dalam kompleksometri ini, dimana kita melakukan atau mencoba
standarisasi larutan EDTA dan juga penetapan kadar nikel dalam nikel sulfat ().
Telebih dahulu kita menimbang dengan teliti 0,5 gram CaCO3 yang murni dan telah
dikeringkan sebelumnya pada suhu 100˚C. Setelah mencapai 100 ˚C kita
memindahkan zat padat tadi pada labu takar 1000 ml dengan menggunakan air
suling dan menambahkan setetes demi setetes 1:1 sampai berhenti bergelegak dan
larutan menadi jernih. Mengencer sampai pada batas dan mengocok sampai
homogen.

Setelah itu larutan yang kita masukkan kedalam lubu takar tadi kita mengambil
dengan pipet 25 ml dan masukkan ke erlenmeyer, dan tambahkan 2 ml larutan
Buffer dengan pH 10 dan tambahkan 50 mg EBT. Setelah penambahan maka
anjurkan dengan titrasi dengan menggunakan EDTA sampai teradi perubahan
warna dari merah unggu ke biru.setelah itu mengulangi pengeraan yang sama 2
atau 3 kali. Setelah selesai melakukan pekerjaan maka menghitung molaritas dari
EDTA.

Cara yang kedua dalam percobaan ini, dimana pertama-tama kita masukan air
kedalam erlenmeyer dengan berukuran 25 ml, kemudian kita menambahkan 5 ml
larutan NaOH 0,1 M sehingga pH larutan berkisar 12-13 kemudian menambahkan
seujung sendok indikator murexid, setelah menambahkan indikato kita lanjutkan
titrasi pelahan-lahan dengan larutan EDTA yang telah di bakukan hingga warna
indikator berubah dari warna merah ungu menjadi biru..

Dari hasil percobaan diatas maka kita bisa mengetahui konsentrasi dari masing-
masig percobaan tadi

Kesimpulan
Dari percobaan diatas maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa:

1. Titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa


kompleks antara kation dengan zat pembentuk kompleks.
2. Ligan dalam senyawa kompleks adalah suatu atom atau gugus yang
mempunyai satu atau lebih pasangan elektron bebas. Molekul air, amoniak,
ion klorida da io sianida merupakan contoh dari ligan yang sederhana yang
membentuk kompleks dengan banyak ion logam.

Kemungkinan kesalahan
a. Kurangnya konsentrasi prakiktkan selama proses praktikum berlangsung
b. Kurang teliti dalam mencampurkan larutan
c. Kurang teliti dalam membersikan alat praktikum
PENETAPAN KADAR KALSIUM
Pada percobaan ini akan diukur kandungan kalsium dalam sampel
menggunakan metode gravimetri. Kalsium diendapkan sebagai kalsium
oksalat, CaC2O4.H2O, dalam keadaan asam (HCl) dan panas dengan
amonium oksalat, secara perlahan dinetralkan dengan larutan amonium
hidroksida. Reaksi yang terjadi saat pengendapan:
Ca2+ + C2O42- + H2O → CaC2O4.H2O
Endapan dicuci dengan larutan amonium oksalat kemudian
ditimbang dalam bentuk:
1. Sebagai CaC2O4.H2O bila endapan dikeringkan pada suhu 100-105 oC selama 1- 2 jam. Cara
ini kurang teliti karena sifat CaC2O4.H2O
yang higroskopis dan kopresipitasi dari amonium oksalat pada suhu
rendah sulit untuk dihilangkan.
2. Sebagai CaCO3 bila endapan dipijarkan pada suhu 475-525 oC. Cara
ini lebih memuaskan karena CaCO3 tidak higroskopis. Reaksi yang
terjadi saat pemijaran:
CaC2O4 → CaCO3 + CO
3. Sebagai CaO bila endapan dipijarkan pada suhu 1200 oC. Metode ini
lebih sering digunakan, akan tetapi CaO memiliki massa molekul
relatif kecil dan bersifat higroskopis, pencegahan harus dilakukan
untuk mencegah terjadinya absorbsi uap air (dan karbon dioksida).
Reaksi yang terjadi saat pemijaran:
CaC2O4 → CaO + 2 CO2
Kalsium oksalat memiliki kelarutan antara 0,0067 dan 0,0140 gram
per liter pada 25 – 95 oC. Kelarutannya labih kecil dalam larutan netral
yang mengandung amonium oksalat karena adanya pengaruh ion senama.
Prosedur pengerjaan analisis kuantitatif metode gravimetri:
1. Penyiapan sampel
2. Penyiapan larutan pereaksi
3. Perlakuan terhadap sampel
4. Proses pengendapan
5. Proses penyaringan dan pencucian
6. Proses pemanasan endapan
7. Perhitungan berdasarkan data analisis
8. Pelaporan hasil praktikum
Tes Formatif 1
Jawablah soal di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan kondisi pemijaran yang tepat bila sampel garam Ca2+
hendak dianalisis secara gravimetri dan ditimbang sebagai CaCO3!
2. Mengapa penetapan kadar kalsium secara gravimetri dengan bentuk
zat yang ditimbang sebagai CaC2O4 tidak dianjurkan?
Kunci Jawaban Tes Formatif 1
1. Gravimetri adalah analisa kuantitatif yang menggunakan massa
(berat) sebagai langkah utama dalam melaksanakan analisanya.
2. Cara ini kurang teliti karena sifat CaC2O4 yang higroskopis dan
kopresipitasi dari amonium oksalat pada suhu rendah sulit untuk
dihilangkan.
+

Lembar Kerja
Peralatan:
- Neraca analitis
- Botol timbang
- Gelas kimia
- Pipet ukur
- Batang pengaduk
- Pipet tetes
- Penangas air
- Corong panjang
- Tiang penyaring
- Botol semprot
- Cawan
- Oven
- Pembakar bunsen
- Kassa
- Segitiga porcelen
Bahan:
- Sampel garam kalsium
- Larutan HCl 1:1
- Larutan NH4OH 7 N
- Indikator metil merah
- Larutan amonium oksalat 0,1 %
- Aquadest
- Kertas saring
Prosedur Kerja :
• Timbang teliti + 0,2 gram contoh garam kalsium, masukkan ke
dalam gelas kimia 400 mL.
• Larutkan contoh garam barium dengan 200 mL aquadest.
• Tambahkan 15 mL larutan HCl 1:1 kemudian panaskan hingga
larut dan didihkan beberapa menit untuk menghilangkan CO2.
• Hentikan pemanasan lalu encerkan hingga 200 mL kemudian
tambahkan 2 tetes metil merah 0,1 %.
• Panaskan hingga hampir mendidih, kemudian tambahkan larutan
panas amonium oksalat (2 gram dalam 50 mL air) perlahan ke
dalam larutan sampel.
• Netralkan larutan dengan NH4OH 7 N sambil diaduk hingga
warna larutan menjadi kuning.
• Biarkan endapan dan larutannya (digest) minimal 1 jam, kemudian
tes kesempurnaan pengendapan.
• Saring endapan dengan cara dekantasikan melalui kertas saring
yang sesuai.
• Cuci endapan dengan larutan amonium oksalat 0,1 % dingin
hingga bebas ion Cl-.
• Keringkan pada 100-120 oC, kemudian arangkan dan abukan
kertas saring dengan api kecil.
• Pijarkan endapan, biarkan mendingin dalam eksikator, dan
timbang endapan sebagai CaCO3.
• Lakukan pengerjaan ini beberapa kali (dengan pemijaran selama
15 menit) sampai diperoleh berat yang konstan
• Hitung kadar barium sebagai endapan CaCO3.
Materi Tes
1. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada penentuan kadar kalsium
secara gravimetri!
2. Jelaskan tujuan penambahan HCl pada saat malarutkan sampel garam
kalsium!
3. Jelaskan tujuan dari proses menetralkan larutan dengan NH4OH!
4. Bagaimana cara mengetahui kesempurnaan pengendapan kalsium?
Jawaban Tes
1. Persamaan reaksi yang terjadi:
Ca2+(aq) + C2O4
2-(aq) + H2O(l) → CaC2O4.H2O(s)
CaC2O4(s) → CaCO3(s) + CO(g)
2. Tujuan penambahan HCl saat melarutkan sampel garam kalsium adalah
untuk menyempurnakan proses pelarutan sampel garam kalsium.
3. Larutan harus dinetralkan dengan menambahkan NH4OH bertujuan agar
kelarutan endapan CaC2O4 tidak menjadi lebih besar. Jika tidak
dinetralkan, dikhawatirkan kelarutan endapan akan menjadi lebih besar
karena di dalam larutan mengandung HCl yang asam. Kelarutan CaC2O4
dipengaruhi oleh keasaman larutan karena oksalat merupakan anion drai
asam lemah.
4. Kesempurnaan endapan diuji dengan menambahkan beberapa tetes
amonium oksalat. Endapan telah sempurna bila saat diteteskan amonium
oksalat tidak lagi terbentuk endapan yang baru. Jika saat diteteskan
amonium oksalat masih terbentuk endapan berarti larutan amonium
oksalat harus ditambahkan lagi hingga semua Ca2+ terendapkan sebagai
CaC2O4.
Parasetamol
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari
Paracetamol Parasetamol
Systematic ( IUPAC ) name Sistematik ( IUPAC ) nama
N -(4-hydroxyphenyl)acetamide N - (4-hidroksifenil) asetamida

Identifiers Pengidentifikasi
CAS number Nomor
103-90-2 103-90-2
CAS
ATC code Kode ATC N02 BE01 N02 BE01
PubChem PubChem CID 1983 CID 1983
DrugBank DrugBank DB00316 DB00316
ChemSpider Y Y
1906 1906
ChemSpider
Y Y
UNII UNII 362O9ITL9D 362O9ITL9D
Y Y
KEGG KEGG D00217 D00217
ChEBI ChEBI CHEBI:116450 CHEBI: 116450
Y Y
ChEMBL ChEMBL CHEMBL112 CHEMBL112
Chemical data Kimia data
Formula Rumus C8H9NO2C8H9NO2
Mol. Mol. mass massa 151.17 g/mol 151,17 g / mol
eMolecules & PubChem
SMILES SMILES
eMolecules & PubChem
InChI Inchi [show]
• InChI=1S/C8H9NO2/c1-6(10)9-7-2-4-8(11)5-3-
7/h2-5,11H,1H3,(H,9,10) Inchi =
1S/C8H9NO2/c1-6 (10) 9-7-2-4-8 (11) 5-3-7/h2-5,
11H, 1H3, (H, 9,10) Y Y

Key: RZVAJINKPMORJF-UHFFFAOYSA-N
Kunci: RZVAJINKPMORJF-UHFFFAOYSA-N
Y Y

Physical data Data fisik


Density Kepadatan 1.263 g/cm³ 1,263 g / cm ³
169 °C (336 °F) [ 2 ] [ 3 ] 169 ° C (336
Melt. Melt. point titik
° F) [2] [3]
Solubility in water 12.78 [ 1 ] mg/mL (20 °C) 12,78 [1]
Kelarutan dalam air mg / mL (20 ° C)
Pharmacokinetic data Data farmakokinetik
Bioavailability
~100% ~ 100%
Bioavailabilitas
Metabolism 90 to 95% Hepatic 90 sampai 95%
Metabolisme hati
Half-life Paruh 1–4 h 1-4 h
Excretion Pengeluaran Renal Ginjal
Therapeutic considerations Terapi pertimbangan
Licence data Lisensi
US FDA : link US FDA : link
data
Pregnancy cat. A ( AU ) B ( US ) safe A ( AU ) B ( AS )
Kehamilan kucing. yang aman
U nscheduled ( AU ) GSL ( UK ) OTC ( US
Legal status Status
) U nscheduled ( AU ) GSL ( Inggris ) OTC
hukum
( US )

Oral , rectal , intravenous Oral ,


Routes Rute
dubur , intravena

Y (what is this?) (verify) Y (apa ini?) (memverifikasi)


Paracetamol ( INN ) (pronounced /ˌpærəˈsiːtəmɒl/ , /ˌpærəˈsɛtəmɒl/ ) or acetaminophen ( /ə
ˌsiːtəˈmɪnɵfɨn/ ( Parasetamol ( INN ) (dilafalkan / ˌ təmɒl pærəsi ː / , / ˌ pærəsɛtəmɒl / ) atau
acetaminophen ( / ə ˌ si ː təmɪnɵfɨn / ( listen ) ) ( USAN ) is a widely used over-the-counter
analgesic (pain reliever) and antipyretic (fever reducer). dengarkan )) ( USAN ) adalah banyak
digunakan over-the-counter analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). It is
commonly used for the relief of headaches , other minor aches and pains, and is a major
ingredient in numerous cold and flu remedies. Hal ini biasanya digunakan untuk menghilangkan
sakit kepala , nyeri dan nyeri kecil lainnya, dan merupakan bahan utama dalam berbagai dingin
dan flu solusi. In combination with opioid analgesics , paracetamol can also be used in the
management of more severe pain such as post surgical pain and providing palliative care in
advanced cancer patients. [ 4 ] The onset of analgesia is approximately 11 minutes after oral
administration of paracetamol, [ 5 ] and its half-life is 1–4 hours. Dalam kombinasi dengan opioid
analgesik , parasetamol juga dapat digunakan dalam pengelolaan nyeri yang lebih berat seperti
nyeri pasca bedah dan menyediakan perawatan paliatif pada pasien kanker tingkat lanjut. [4]
Onset analgesia adalah sekitar 11 menit setelah pemberian oral parasetamol, [ 5] dan yang
setengah-hidup adalah 1-4 jam.
While generally safe for use at recommended doses ( 1,000 mg per single dose and up to 4,000
mg per day for adults, up to 2,000 mg per day if drinking alcohol), [ 6 ] acute overdoses of
paracetamol can cause potentially fatal liver damage and, in rare individuals, a normal dose can
do the same; the risk is heightened by alcohol consumption . Paracetamol toxicity is the foremost
cause of acute liver failure in the Western world , and accounts for most drug overdoses in the
United States, the United Kingdom, Australia and New Zealand. [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] Sedangkan
umumnya aman untuk digunakan pada dosis yang dianjurkan (1.000 mg per dosis tunggal dan
sampai 4.000 mg per hari untuk orang dewasa, sampai 2.000 mg per hari jika minum alkohol), [6]
akut overdosis parasetamol dapat menyebabkan fatal kerusakan hati dan, pada individu langka,
dosis normal dapat melakukan hal yang sama, risiko akan meningkat dengan konsumsi alkohol .
toksisitas Parasetamol adalah penyebab utama dari gagal hati akut di dunia Barat , dan account
untuk overdosis obat yang paling di Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Selandia Baru. [7] [8]
[9] [10]

It is the active metabolite of phenacetin , once popular as an analgesic and antipyretic in its own
right, but unlike phenacetin and its combinations, paracetamol is not considered to be
carcinogenic at therapeutic doses. [ 11 ] The words acetaminophen (used in the United States,
Canada, Japan, South-Korea, Hong Kong, and Iran [ 12 ] ) and paracetamol (used elsewhere) both
come from chemical names for the compound: para - acet yl aminophen ol and par a - acet yl
am inophen ol . Ini adalah metabolit aktif dari phenacetin , pernah populer sebagai analgesik dan
antipiretik dalam dirinya sendiri, tetapi tidak seperti phenacetin dan kombinasinya, parasetamol
tidak dianggap karsinogenik pada dosis terapi. [11] The acetaminophen kata (digunakan di
Amerika Serikat , Kanada, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Iran [12] ) dan parasetamol
(digunakan di tempat lain) keduanya berasal dari nama kimia untuk senyawa: para - aminophen
ol il acet dan par - il acet am inophen ol. In some contexts, it is simply abbreviated as APAP ,
for a cetyl- p ara- a mino p henol. Dalam beberapa konteks, itu hanya disingkat sebagai APAP,
untuk p ara-a-Mino henol p setil.

Contents Isi
[hide]
• 1 Medical uses 1 Medis menggunakan
○ 1.1 Fever 1.1 Demam
○ 1.2 Pain 1.2 Sakit
• 2 Adverse effects 2 Dampak buruk
○ 2.1 Overdose 2.1 Overdosis
• 3 Classification 3 Klasifikasi
• 4 Mechanism of action 4 Mekanisme kerja
• 5 Structure and reactivity 5 Struktur dan reaktivitas
• 6 Synthesis 6 Sintesis
• 7 Reactions 7 Reaksi
• 8 Metabolism 8 Metabolisme
• 9 History 9 Sejarah
• 10 Available forms 10 Tersedia bentuk
• 11 Veterinary use 11 Hewan gunakan
• 12 References 12 Referensi
• 13 External links 13 Pranala luar

[ edit ] Medical uses [ sunting ] Medical menggunakan


[ edit ] Fever [ sunting ] Demam
Paracetamol is approved for reducing fever in people of all ages. [ 13 ] The World Health
Organization (WHO) recommends that paracetamol only be used to treat fever in children if their
temperature is greater than 38.5 °C (101.3 °F). [ 14 ] The efficacy of paracetamol by itself in
children with fevers has been questioned [ 15 ] with it being less effective than ibuprofen . [ 16 ]
Paracetamol has a well-established role in paediatric medicine as an effective analgesic and
antipyretic. Parasetamol telah disetujui untuk mengurangi demam pada orang-orang dari segala
usia. [13] The World Health Organization (WHO) merekomendasikan parasetamol hanya bisa
digunakan untuk mengobati demam pada anak-anak mereka jika suhu lebih besar dari 38,5 ° C
(101.3 ° F). [14 ] Efektivitas parasetamol dengan sendirinya pada anak-anak dengan demam telah
dipertanyakan [15] dengan itu menjadi kurang efektif dibanding ibuprofen . [16] Parasetamol
memiliki peran mapan baik dalam obat-obatan anak-anak secara efektif analgesik dan antipiretik.
[ edit ] Pain [ sunting ] Rasa
Paracetamol is used for the relief of and pains associated with many parts of the body.
Parasetamol digunakan untuk menghilangkan dan nyeri yang terkait dengan banyak bagian
tubuh. It has analgesic properties comparable to those of aspirin , while its anti-inflammatory
effects are weaker. Ini memiliki analgesik sifat sebanding dengan aspirin , sedangkan anti-
inflamasi efek lebih lemah. It is better tolerated than aspirin in patients in whom excessive
gastric acid secretion or prolongation of bleeding time may be a concern. Itu lebih baik
ditoleransi daripada aspirin pada pasien yang berlebihan asam lambung sekresi atau
perpanjangan pendarahan waktu dapat menjadi perhatian. Available without a prescription, it has
in recent years increasingly become a common household drug. [ 17 ] Tersedia tanpa resep, itu
dalam beberapa tahun terakhir semakin menjadi obat rumah tangga biasa. [17]
Paracetamol can relieve pain in mild arthritis but has no effect on the underlying inflammation,
redness, and swelling of the joint. Parasetamol dapat menghilangkan rasa sakit di artritis ringan
tetapi tidak berpengaruh pada kemerahan, peradangan yang mendasari, dan pembengkakan
sendi. It is as effective as the nonsteroidal anti-inflammatory drug ibuprofen in relieving the pain
of osteoarthritis of the knee. Hal ini sama efektifnya dengan obat anti-inflamasi nonsteroid
ibuprofen dalam mengurangi rasa sakit osteoarthritis lutut.
Paracetamol has relatively little anti-inflammatory activity, unlike other common analgesics such
as the NSAIDs aspirin and ibuprofen . Parasetamol relatif sedikit anti-inflamasi aktivitas, seperti
analgesik umum lainnya seperti NSAID aspirin dan ibuprofen .
Regarding comparative efficacy , studies show conflicting results when compared to NSAIDs .
Mengenai perbandingan khasiat , studi menunjukkan hasil yang bertentangan jika dibandingkan
dengan NSAIDs . A randomized controlled trial of chronic pain from osteoarthritis in adults
found similar benefit from paracetamol and ibuprofen . [ 18 ] [ 19 ] A controlled trial acak rasa sakit
kronis dari osteoarthritis pada orang dewasa menemukan manfaat yang sama dari parasetamol
dan ibuprofen . [18] [19]
The efficacy of paracetamol when used in a combination form with weak opioids (such as
codeine) has been questioned by recent data studies; the small amount of data available have
made reaching a conclusion hard. Khasiat parasetamol bila digunakan dalam bentuk kombinasi
dengan opioid lemah (seperti kodein) telah dipertanyakan oleh studi data terakhir, jumlah kecil
data yang tersedia telah mencapai kesimpulan keras. Combination drugs of paracetamol and
strong opioids like morphine have been shown to reduce the amount of opioid used and improve
analgesic effect. [ 20 ] Kombinasi obat-obatan dan kuat parasetamol opioid seperti morfin telah
ditunjukkan untuk mengurangi jumlah opioid digunakan dan meningkatkan efek analgesik. [20]
A randomized controlled trial of acute musculoskeletal pain in children found that the standard
over-the-counter dose of ibuprofen gives greater relief of pain than the standard dose of
paracetamol. [ 21 ] [ unreliable source? ] Sebuah percobaan terkontrol acak nyeri muskuloskeletal akut pada
anak-anak menemukan bahwa dosis over-the-counter standar ibuprofen memberikan bantuan
lebih besar dari nyeri dari dosis parasetamol standar. [21] [ sumber tidak bisa diandalkan? ]
[ edit ] Adverse effects [ sunting ] Efek samping
In recommended doses, paracetamol does not irritate the lining of the stomach, affect blood
coagulation as much as NSAIDs, or affect function of the kidneys . [ citation needed ] However, some
studies have shown that high dose-usage (greater than 2,000 mg per day ) does increase the risk
of upper gastrointestinal complications such as stomach bleeding . [ 22 ] The researchers found that
heavy use of aspirin or paracetamol – defined as 300 grams a year (1 g per day on average) – was
linked to a condition known as small, indented and calcified kidneys. [ 23 ] Until 2010 paracetamol
was believed to be safe in pregnancy (as it does not affect the closure of the fetal ductus
arteriosus as other NSAIDs can. [ 24 ] ) However, in a study published in October 2010 it has been
linked to infertility in the posterior adult life of the unborn. [ 25 ] Like NSAIDs and unlike opioid
analgesics, paracetamol has not been found to cause euphoria or alter mood although recent
research show some evidence that paracetamol can ease psychological pain. [ 26 ] Unlike aspirin, it
is safe for children, as paracetamol is not associated with a risk of Reye's syndrome in children
with viral illnesses. [ 27 ] In 2008, the largest study to date on the long-term side-effects of
paracetamol in children was published in The Lancet . Dalam dosis yang dianjurkan, parasetamol
tidak mengganggu lapisan lambung, mempengaruhi darah pembekuan sebanyak NSAID, atau
mempengaruhi fungsi ginjal . [ rujukan? ] Namun, beberapa studi telah menunjukkan bahwa
penggunaan dosis tinggi (lebih dari 2.000 mg per hari) tidak meningkatkan risiko komplikasi
pencernaan bagian atas seperti pendarahan perut . [22] Para peneliti menemukan bahwa berat
penggunaan aspirin atau parasetamol - didefinisikan sebagai 300 gram per tahun (1 g per hari
rata-rata) - dikaitkan dengan kondisi yang dikenal sebagai, indentasi dan kalsifikasi ginjal kecil.
[23]
Sampai 2010 parasetamol diyakini aman pada kehamilan (karena tidak mempengaruhi janin
penutupan ductus arteriosus sebagai NSAID lainnya bisa. [24] ) Namun, dalam penelitian yang
diterbitkan dalam Oktober 2010 itu telah dikaitkan dengan infertilitas dalam kehidupan dewasa
posterior yang belum lahir itu. [25] Suka NSAID dan tidak seperti opioid analgesik, parasetamol
belum ditemukan menyebabkan euforia atau mengubah suasana hati meskipun penelitian terbaru
menunjukkan beberapa bukti bahwa parasetamol bisa meringankan rasa sakit psikologis . [26]
Tidak seperti aspirin, aman bagi anak-anak, sebagai paracetamol tidak terkait dengan risiko
Sindrom Reye pada anak dengan penyakit virus. [27] Pada tahun 2008, studi terbesar hingga saat
ini pada jangka samping-efek panjang parasetamol pada anak-anak telah diterbitkan dalam The
Lancet . Conducted on over 200,000 children in 31 countries, the study found that the use of
paracetamol for fever in the first year of life was associated with an increase in the incidence of
asthmatic symptoms at 6–7 years, and that paracetamol use, both in the first year of life and in
children aged 6–7 years, was associated with an increased incidence of rhinoconjunctivitis and
eczema . [ 28 ] The authors acknowledged that their "findings might have been due to confounding
by indication", ie, that the association may not be causal but rather due to the disease being
treated with paracetamol, and emphasized that further research is needed. Dilakukan pada lebih
dari 200.000 anak di 31 negara, studi ini menemukan bahwa penggunaan parasetamol untuk
demam pada tahun pertama kehidupan dikaitkan dengan peningkatan kejadian asma gejala pada
6-7 tahun, dan bahwa penggunaan parasetamol, baik dalam tahun pertama kehidupan dan pada
anak usia 6-7 tahun, dikaitkan dengan peningkatan insiden rhinoconjunctivitis dan eksim . [28]
Para penulis mengakui bahwa mereka "temuan mungkin telah disebabkan oleh pengganggu oleh
indikasi", yaitu, bahwa hubungan tersebut dapat tidak kausal melainkan karena penyakit yang
sedang diobati dengan parasetamol, dan menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan.
Furthermore a number of editorials, comments, correspondence, and their replies have been
published in The Lancet concerning the methodology and conclusions of this study. [ 29 ] [ 30 ] [ 31 ]
[ 32 ] [ 33 ] [ 34 ] [ 35 ]
The UK regulatory body the Medicines and Healthcare products Regulatory
Agency , also reviewed this research and published a number of concerns over data
interpretation, and offer the following advice for healthcare professionals, parents, and care-
givers: "The results of this new study do not necessitate any change to the current guidance for
use in children. Paracetamol remains a safe and appropriate choice of analgesic in children.
There is insufficient evidence from this research to change guidance regarding the use of
antipyretics in children." [ 36 ] Selanjutnya sejumlah editorial, komentar, korespondensi, dan
jawaban mereka telah dipublikasikan dalam The Lancet tentang metodologi dan kesimpulan dari
penelitian ini. [29] [30] [31] [32] [33] [34] [35] The Inggris badan pengawas Obat dan Kesehatan produk
Badan Pengatur , juga ditinjau penelitian ini dan menerbitkan sejumlah kekhawatiran atas
interpretasi data, dan menawarkan saran berikut untuk profesional kesehatan, orang tua, dan
perawatan-pemberi: "Hasil studi baru ini tidak mengharuskan perubahan dengan pedoman saat
ini untuk digunakan pada anak-anak tetap. Parasetamol dan sesuai pilihan aman analgesik pada
anak-anak. Ada bukti yang cukup dari penelitian ini untuk mengubah panduan tentang
penggunaan antipiretik pada anak-anak ". [36]
One study published in 2011 found that usage of paracetamol and other "mild painkillers" in
Danish women during pregnancy, especially during the second trimester, increases the risk of
mild cryptorchidism in male newborns. [ 37 ] Satu penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011
menemukan bahwa penggunaan parasetamol dan lainnya "obat penghilang rasa sakit ringan"
pada wanita Denmark selama kehamilan, terutama selama trimester kedua, meningkatkan risiko
ringan kriptorkismus pada bayi baru lahir laki-laki. [37]
[ edit ] Overdose [ sunting ] Overdosis
Main article: Paracetamol toxicity Artikel utama: toksisitas Parasetamol
Paracetamol hepatotoxicity is, by far, the most common cause of acute liver failure in both the
United States and the United Kingdom. [ 10 ] [ 38 ] Paracetamol overdose results in more calls to
poison control centers in the US than overdose of any other pharmacological substance. [ 39 ]
Signs and symptoms of paracetamol toxicity may initially be absent or vague. hepatotoksisitas
Parasetamol adalah, sejauh ini, yang umum menyebabkan sebagian besar gagal hati akut di
Amerika Serikat dan Inggris. [10] [38] hasil overdosis Parasetamol dalam panggilan lebih banyak
untuk pusat pengendalian racun di Amerika Serikat ketimbang overdosis lain farmakologis
substansi. [39] Tanda dan gejala keracunan parasetamol awalnya mungkin tidak ada atau samar-
samar. Untreated overdose can lead to liver failure and death within days. overdosis tidak diobati
dapat menyebabkan kegagalan hati dan kematian dalam beberapa hari. Treatment is aimed at
removing the paracetamol from the body and replacing glutathione. Activated charcoal can be
used to decrease absorption of paracetamol if the patient presents for treatment soon after the
overdose. Pengobatan ditujukan untuk menghilangkan parasetamol dari tubuh dan menggantikan
glutation. Arang aktif dapat digunakan untuk mengurangi penyerapan parasetamol jika pasien
hadiah untuk perawatan segera setelah overdosis. While the antidote, acetylcysteine , (also called
N-acetylcysteine or NAC) acts as a precursor for glutathione, helping the body regenerate
enough to prevent damage to the liver, a liver transplant is often required if damage to the liver
becomes severe. [ 7 ] Sedangkan, penawar asetilsistein , (juga disebut N-acetylcysteine atau NAC)
bertindak sebagai prekursor glutathione, membantu tubuh menumbuhkan cukup untuk mencegah
kerusakan hati, suatu transplantasi hati sering diperlukan jika kerusakan hati menjadi berat. [7 ]
There are tablets available (brandname in the UK Paradote) that combine paracetamol with an
antidote (methionine), to protect the liver in case of an overdose. Ada tablet tersedia (brandname
di Paradote Inggris) yang menggabungkan parasetamol dengan penangkal (metionin), untuk
melindungi hati dalam kasus overdosis.
In June 2009, a US Food and Drug Administration (FDA) advisory committee recommended that
new restrictions should be placed on paracetamol usage in the United States to help protect
people from the potential toxic effects. Pada bulan Juni 2009, US Food and Drug Administration
(FDA) komite penasihat merekomendasikan bahwa pembatasan baru harus ditempatkan pada
penggunaan parasetamol di Amerika Serikat untuk membantu melindungi orang dari efek racun
potensial. The maximum dosage to be consumed at any given time would be decreased from
1000 mg to 650 mg, while combinations of paracetamol and narcotic analgesics would be
prohibited. Dosis maksimum untuk dikonsumsi pada waktu tertentu akan berkurang dari 1000
mg sampai 650 mg, sedangkan kombinasi parasetamol dan narkotika analgesik akan dilarang.
Committee members were particularly concerned by the fact that the present maximum dosages
of paracetamol had been shown to produce alterations in hepatic function. [ 40 ] On January 13,
2011, the FDA asked manufacturers of prescription combination products containing
paracetamol to limit the amount of paracetamol to no more than 325 mg per tablet or capsule and
began requiring manufacturers to update the labels of these products to warn of the potential risk
for severe liver damage. [ 41 ] [ 42 ] [ 43 ] [ 44 ] Manufacturers will have three years to limit the amount
of acetaminophen in their prescription drug products to 325 mg per dosage unit. [ 42 ] [ 44 ] The
FDA also is requiring manufacturers to update labels of all prescription combination
acetaminophen products to warn of the potential risk for severe liver injury. [ 41 ] [ 42 ] [ 44 ] Anggota
Komite sangat peduli dengan kenyataan bahwa dosis maksimum parasetamol kini telah terbukti
untuk menghasilkan perubahan dalam hati fungsi. [40] Pada tanggal 13 Januari 2011, FDA
meminta produsen produk kombinasi resep yang mengandung parasetamol untuk membatasi
jumlah parasetamol tidak lebih dari 325 mg per tablet atau kapsul dan mulai meminta produsen
untuk memperbarui label produk tersebut untuk memperingatkan tentang potensi resiko
kerusakan hati yang parah. [41] [42] [43] [44] Produsen akan memiliki tiga tahun untuk membatasi
jumlah asetaminofen dalam obat resep produk mereka sampai 325 mg per unit dosis. [42] [44] FDA
juga mewajibkan produsen untuk memperbarui label semua produk kombinasi asetaminofen
resep untuk memperingatkan potensi risiko cedera hati yang berat. [ 41] [42] [44]
[ edit ] Classification [ sunting ] Klasifikasi
Paracetamol is part of the class of drugs known as " aniline analgesics"; it is the only such drug
still in use today. [ 45 ] It is classified as a nonsteroidal anti-inflammatory drug ( NSAID ) by some
sources, [ 46 ] and not as an NSAID by others, [ 47 ] while most sources implicitly distinguish them,
for example by mentioning both NSAIDs and paracetamol in the same sentence. [ 48 ] [ 49 ]
Paracetamol has few anti-inflammatory effects in comparison to NSAIDs. Parasetamol adalah
bagian dari kelas obat yang dikenal sebagai " anilin analgesik "; adalah satu-satunya obat masih
seperti yang digunakan saat ini. itu [45] Hal ini diklasifikasikan sebagai obat anti-inflammatory
drugs ( NSAID ) oleh beberapa sumber, [46] dan bukan sebagai NSAID oleh orang lain, [47]
sementara sumber yang paling implisit membedakan mereka, misalnya dengan menyebutkan
baik NSAID dan parasetamol dalam kalimat yang sama. [48] [49] Parasetamol memiliki efek anti-
inflamasi sedikit dibandingkan dengan NSAIDs. However, aspirin , paracetamol and other
NSAIDs all act by the same mechanism (inhibition of prostaglandin synthesis) and all show
varying levels of analgesic, anti-inflammatory, antipyretic and antiplatelet actions. [ 50 ] Namun,
aspirin , parasetamol dan NSAID lain semua bertindak dengan mekanisme yang sama
(penghambatan prostaglandin sintesis) dan semua menunjukkan berbagai tingkat analgesik,
inflamasi, antipiretik dan antiplatelet tindakan anti. [50]
[ edit ] Mechanism of action [ sunting ] Mekanisme kerja

AM404 —a metabolite of paracetamol AM404 -suatu metabolit parasetamol

Anandamide —an endogenous cannabinoid Anandamide -an cannabinoid endogen


The main mechanism of action of paracetamol is considered to be the inhibition of
cyclooxygenase (COX), and recent findings suggest that it is highly selective for COX-2 . [ 51 ]
While it has analgesic and antipyretic properties comparable to those of aspirin or other
NSAIDs , its peripheral anti-inflammatory activity is usually limited by several factors, one of
which is high level of peroxides present in inflammatory lesions. Mekanisme utama dari
tindakan parasetamol dianggap penghambatan siklooksigenase (COX), dan temuan baru-baru ini
menunjukkan bahwa sangat selektif COX-2 . [51] Meskipun telah analgesik dan antipiretik sifat
sebanding dengan aspirin atau NSAID , anti-inflamasi kegiatan perifer biasanya dibatasi oleh
beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya tingkat peroksida hadir dalam inflamasi lesi.
However, in some circumstances, even peripheral anti-inflammatory activity comparable to other
NSAIDs can be observed. Namun, dalam beberapa keadaan, bahkan aktivitas anti-inflamasi
perifer sebanding dengan lain NSAIDs dapat diamati.
Because of its selectivity for COX-2 it does not significantly inhibit the production of the pro-
clotting thromboxanes . [ 51 ] Karena selektivitas untuk COX-2 itu tidak signifikan menghambat
produksi pro-pembekuan tromboksan . [51]
The COX family of enzymes are responsible for the metabolism of arachidonic acid to
prostaglandin H 2 , an unstable molecule that is, in turn, converted to numerous other pro-
inflammatory compounds. Keluarga COX enzim bertanggung jawab untuk metabolisme asam
arakidonat untuk prostaglandin H 2 , suatu molekul tidak stabil yang, pada gilirannya, diubah
menjadi berbagai senyawa pro-inflamasi lainnya. Classical anti-inflammatories such as the
NSAIDs block this step. Klasik antiperadangan seperti NSAID blok langkah ini. Only when
appropriately oxidized is the COX enzyme highly active. [ 52 ] [ 53 ] Hanya ketika tepat teroksidasi
adalah enzim COX sangat aktif. [52] [53]
Paracetamol reduces the oxidized form of the COX enzyme, preventing it from forming pro-
inflammatory chemicals. [ 54 ] [ 55 ] This leads to a reduced amount of Prostaglandin E2 in the
CNS, thus lowering the hypothalamic set-point in the thermoregulatory centre. Parasetamol
mengurangi bentuk teroksidasi enzim COX, mencegah dari pembentukan bahan kimia pro-
peradangan. [54] [55] Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah E2 Prostaglandin dalam SSP,
sehingga menurunkan set-point hipotalamus di pusat thermoregulatory.
Paracetamol also modulates the endogenous cannabinoid system . [ 56 ] Paracetamol is
metabolized to AM404 , a compound with several actions; what is most important is that it
inhibits the uptake of the endogenous cannabinoid/vanilloid anandamide by neurons.
Parasetamol juga memodulasi sistem cannabinoid endogen . [56] Parasetamol dimetabolisme
untuk AM404 , suatu senyawa dengan beberapa tindakan, apa yang paling penting adalah bahwa
hal itu menghambat serapan dari cannabinoid endogen / vanilloid anandamide oleh neuron.
Anandamide uptake would result in the activation of the main pain receptor (nociceptor) of the
body, the TRPV1 (older name: vanilloid receptor). serapan anandamide akan mengakibatkan
aktivasi dari reseptor nyeri utama (nociceptor) dari tubuh, TRPV1 (nama lama: reseptor
vanilloid). Furthermore, AM404 inhibits sodium channels, as do the anesthetics lidocaine and
procaine. [ 57 ] Either of these actions by themselves has been shown to reduce pain, and are a
possible mechanism for paracetamol. Selanjutnya, AM404 menghambat saluran natrium, seperti
melakukan anestesi lidokain dan prokain. [57] Salah satu dari tindakan ini sendiri telah
ditunjukkan untuk mengurangi rasa sakit, dan mekanisme yang mungkin untuk parasetamol.
However, it has been demonstrated that, after blocking cannabinoid receptors with synthetic
antagonists, paracetamol's analgesic effects are prevented, suggesting its pain-relieving action
involves activation of the endogenous cannabinoid system. [ 58 ] Namun, telah ditunjukkan bahwa,
setelah memblokir reseptor cannabinoid dengan antagonis sintetis, analgesik efek's parasetamol
akan dicegah, penghilang rasa sakit menunjukkan aksinya melibatkan aktivasi dari sistem
cannabinoid endogen. [58]
The exact mechanisms how COX is inhibited in various circumstances is still subject of
discussion. Mekanisme yang tepat bagaimana COX dihambat dalam berbagai keadaan ini masih
topik diskusi. Because of differences in the activity of paracetamol, aspirin, and other NSAIDs, it
has been postulated that further COX variants may exist. Karena perbedaan dalam kegiatan
parasetamol, aspirin, dan AINS lainnya, telah mendalilkan bahwa lebih COX varian mungkin
ada. A recently discovered COX-1 splice variant termed COX-3 was considered to explain some
of the knowledge gap but newer findings do not support the hypothesis that it plays any
significant role in the functioning of paracetamol. [ 51 ] Sebuah ditemukan baru-baru ini COX-1
varian sambatan disebut COX-3 dianggap untuk menjelaskan beberapa kesenjangan pengetahuan
tetapi temuan yang lebih baru tidak mendukung hipotesis bahwa itu memainkan peranan yang
berarti dalam fungsi parasetamol. [51]
Aspirin is known to inhibit the cyclooxygenase (COX) family of enzymes and, because
paracetamol's action is partially similar to aspirin's, [ clarification needed ] much research has focused on
whether paracetamol also inhibits COX. Aspirin diketahui menghambat siklooksigenase (COX)
keluarga enzim dan, karena itu tindakan parasetamol sebagian mirip dengan aspirin's, [ klarifikasi
diperlukan ]
banyak penelitian difokuskan pada apakah parasetamol juga menghambat COX. It is now
clear that paracetamol acts via at least two pathways. [ 45 ] [ 54 ] [ 59 ] [ 60 ] Sekarang jelas bahwa
parasetamol bertindak melalui setidaknya dua jalur. [45] [54] [59] [60]
One theory holds that paracetamol works by inhibiting the COX-3 isoform of the COX family of
enzymes. Satu teori menyatakan bahwa bekerja parasetamol dengan menghambat COX-3
isoform dari keluarga enzim COX. When expressed in dogs, this enzyme shares a strong
similarity to the other COX enzymes, produces pro-inflammatory chemicals, and is selectively
inhibited by paracetamol. [ 61 ] However, some research has suggested that, in humans and mice,
the COX-3 enzyme is without inflammatory action. [ 59 ] Another possibility is that paracetamol
blocks cyclooxygenase (as in aspirin), but that is in an inflammatory environment where the
concentration of peroxides is high, and the high oxidation state of paracetamol prevents its
actions. Ketika disajikan pada anjing, ini saham enzim kesamaan kuat untuk enzim COX lainnya,
menghasilkan bahan kimia pro-peradangan, dan secara selektif dihambat oleh parasetamol. [61]
Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa, pada manusia dan tikus, COX-3 enzim
adalah tanpa tindakan inflamasi. [59] Kemungkinan lain adalah bahwa blok parasetamol
siklooksigenase (seperti dalam aspirin), tapi itu adalah di lingkungan inflamasi di mana
konsentrasi peroksida tinggi, dan keadaan oksidasi tinggi parasetamol mencegah tindakannya.
This would mean that paracetamol has no direct effect at the site of inflammation, but instead
acts in the CNS where the environment is not oxidative, to reduce temperature, etc. [ 61 ] The exact
mechanism by which paracetamol is believed to affect COX-3 is disputed. Ini berarti
parasetamol yang tidak memiliki efek langsung di lokasi peradangan, tetapi bertindak dalam SSP
dimana lingkungan tidak oksidatif, untuk menurunkan suhu, dll [61] Mekanisme yang tepat
dimana parasetamol diyakini mempengaruhi COX-3 masih diperdebatkan.
[ edit ] Structure and reactivity [ sunting ] Struktur dan
reaktivitas

PSA of the paracetamol molecule PSA dari molekul parasetamol


Paracetamol consists of a benzene ring core, substituted by one hydroxyl group and the nitrogen
atom of an amide group in the para (1,4) pattern . [ 62 ] The amide group is acetamide
(ethanamide). Parasetamol terdiri dari benzena inti cincin, diganti oleh satu hidroksil kelompok
dan nitrogen atom suatu amida kelompok dalam butir tersebut (1,4) pola . [62] Kelompok amida
adalah asetamida (ethanamide). It is an extensively conjugated system , as the lone pair on the
hydroxyl oxygen, the benzene pi cloud, the nitrogen lone pair, the p orbital on the carbonyl
carbon, and the lone pair on the carbonyl oxygen are all conjugated. Ini adalah luas sistem
konjugasi , sebagai pasangan elektron bebas pada oksigen hidroksil, awan pi benzena, pasangan
satunya nitrogen, orbital p pada karbonil karbon, dan pasangan elektron bebas pada oksigen
karbonil semua terkonjugasi. The presence of two activating groups also make the benzene ring
highly reactive toward electrophilic aromatic substitution. Kehadiran dua kelompok
mengaktifkan juga membuat cincin benzena sangat reaktif terhadap elektrofilik substitusi
aromatik. As the substituents are ortho,para-directing and para with respect to each other, all
positions on the ring are more or less equally activated. Sebagai substituen adalah orto, para-para
dengan memimpin dan menghormati satu sama lain, semua posisi pada cincin lebih atau kurang
sama diaktifkan. The conjugation also greatly reduces the basicity of the oxygens and the
nitrogen, while making the hydroxyl acidic through delocalisation of charge developed on the
phenoxide anion . konjugasi juga sangat mengurangi kebasaan dari oksigen dan nitrogen,
sedangkan membuat asam hidroksil melalui delokalisasi biaya dikembangkan pada phenoxide
anion .
[ edit ] Synthesis [ sunting ] Sintesis
Industrial preparation of paracetamol usually proceeds from nitrobenzene . [ 63 ] In the laboratory,
paracetamol is easily prepared by nitrating phenol with sodium nitrate , separating the desired p
-nitrophenol from the ortho - byproduct, and reducing the nitro group with sodium borohydride .
Industri persiapan parasetamol biasanya hasil dari nitrobenzena . [63] Di laboratorium,
parasetamol mudah disiapkan oleh nitrating fenol dengan natrium nitrat , memisahkan yang
diinginkan p-nitrofenol dari orto itu - produk sampingan, dan mengurangi nitro dengan
borohidrida natrium . The resultant p -aminophenol is then acetylated with acetic anhydride . [ 64 ]
In this reaction, phenol is strongly activating, thus the reaction requires only mild conditions (cf.
the nitration of benzene): Resultan p aminofenol- kemudian asetilasi dengan anhidrida asetat . [64]
Pada reaksi ini, fenol sangat mengaktifkan, sehingga reaksi hanya memerlukan kondisi ringan
(bdk. nitrasi benzena):

[ edit ] Reactions [ sunting ] Reaksi


p -Aminophenol may be obtained by the amide hydrolysis of paracetamol. p -Aminophenol
prepared this way, and related to the commercially available Metol , has been used as a
developer in photography by hobbyists. [ 65 ] This reaction is also used to determine paracetamol
in urine samples: After hydrolysis with hydrochloric acid, p -aminophenol reacts in ammonia
solution with a phenol derivate eg salicylic acid to form an indophenol dye under oxidization by
air. [ 66 ] p-aminofenol dapat diperoleh oleh amida hidrolisis parasetamol,. p-aminofenol ini
mempersiapkan jalan dan terkait dengan tersedia secara komersial Metol , telah digunakan
sebagai pengembang dalam fotografi oleh penggemar. [65] Reaksi ini juga digunakan untuk
menentukan parasetamol pada sampel urin: Setelah hidrolisis dengan asam klorida, p-aminofenol
bereaksi dalam larutan amonia dengan derivat fenol misalnya asam salisilat untuk membentuk
indophenol zat warna di bawah oksidasi oleh udara. [66]
[ edit ] Metabolism [ sunting ] Metabolisme

Main pathways of paracetamol metabolism (click to enlarge). Jalur utama metabolisme


parasetamol (klik untuk memperbesar). Pathways shown in blue and purple lead to non-toxic
metabolites; the pathway in red leads to toxic NAPQI . Jalur ditunjukkan dalam dan ungu biru
mengarah ke non-toksik metabolit, jalur dalam mengarah merah beracun NAPQI .
Paracetamol is metabolised primarily in the liver , into non-toxic products. Parasetamol adalah
dimetabolisme terutama di hati , ke-beracun produk non. Three metabolic pathways are notable:
Tiga jalur metabolisme yang terkenal:
• Glucuronidation is believed to account for 40% to two-thirds of the metabolism of
paracetamol. [ 67 ] Glucuronidation dipercaya untuk memperhitungkan 40% untuk dua
pertiga dari metabolisme parasetamol. [67]
• Sulfation (sulfate conjugation) may account for 20–40%. [ 67 ] Sulfation (konjugasi sulfat)
dapat account untuk 20-40%. [67]
• N-hydroxylation and rearrangement, then GSH conjugation, accounts for less than 15%.
N-hidroksilasi dan penataan ulang, kemudian konjugasi GSH, menyumbang kurang dari
15%. The hepatic cytochrome P450 enzyme system metabolizes paracetamol, forming a
minor yet significant alkylating metabolite known as NAPQI ( N -acetyl- p -benzo-
quinone imine). [ 68 ] NAPQI is then irreversibly conjugated with the sulfhydryl groups of
glutathione . [ 68 ] Para hati sitokrom P450 sistem enzim memetabolisme parasetamol,
membentuk metabolit belum signifikan alkilasi kecil dikenal sebagai NAPQI (-asetil-p-
benzo-kuinon imina N). [68] NAPQI kemudian ireversibel terkonjugasi dengan kelompok
sulfhidril dari glutathione . [68]
All three pathways yield final products that are inactive, non-toxic, and eventually excreted by
the kidneys. Ketiga jalur menghasilkan produk akhir yang sudah tidak aktif, tidak beracun, dan
akhirnya diekskresikan oleh ginjal. In the third pathway, however, the intermediate product
NAPQI is toxic. Pada jalur ketiga, bagaimanapun, produk setengah jadi NAPQI beracun. NAPQI
is primarily responsible for the toxic effects of paracetamol; this constitutes an example of
toxication . NAPQI terutama bertanggung jawab atas efek racun parasetamol, ini merupakan
contoh dari keracunan .
Production of NAPQI is due primarily to two isoenzymes of cytochrome P450: CYP2E1 and
CYP1A2 . Produksi NAPQI ini terutama disebabkan oleh dua isoenzim dari sitokrom P450:
CYP2E1 dan CYP1A2 . The P450 gene is highly polymorphic , however, and individual
differences in paracetamol toxicity are believed to be due to a third isoenzyme, CYP2D6 . Gen
P450 sangat polimorfisme , bagaimanapun, dan perbedaan individu dalam toksisitas parasetamol
diyakini karena isoenzyme ketiga, CYP2D6 . Genetic polymorphisms in CYP2D6 may
contribute to significantly different rates of production of NAPQI. polimorfisme genetik dalam
CYP2D6 dapat berkontribusi secara signifikan untuk berbagai tingkat produksi NAPQI.
Furthermore, individuals can be classified as "extensive", "ultrarapid", and "poor" metabolizers
(producers of NAPQI), depending on their levels of CYP2D6 expression. Selanjutnya, individu
dapat diklasifikasikan sebagai "ekstensif", "" ultrarapid "", dan "miskin" metabolisme (produsen
NAPQI), tergantung pada tingkat mereka CYP2D6 berekspresi. Although CYP2D6 metabolises
paracetamol into NAPQI to a lesser extent than other P450 enzymes, its activity may contribute
to paracetamol toxicity in extensive and ultrarapid metabolisers, and when paracetamol is taken
at very large doses. [ 69 ] At usual doses, NAPQI is quickly detoxified by conjugation. [ 68 ]
Following overdose, and possibly also in extensive and ultrarapid metabolizers, this
detoxification pathway becomes saturated, and, as a consequence, NAPQI accumulates.
Meskipun CYP2D6 metabolisme parasetamol ke NAPQI ke tingkat yang lebih rendah daripada
enzim P450 lainnya, kegiatannya dapat menyebabkan toksisitas parasetamol dan "ultrarapid"
metabolisme yang luas, dan ketika parasetamol diambil pada besar dosis yang sangat. [69] Pada
dosis biasa, NAPQI cepat didetoksifikasi oleh konjugasi. [68] Setelah overdosis, dan mungkin juga
dalam dan "ultrarapid" metabolisme yang luas, jalur ini detoksifikasi menjadi jenuh, dan, sebagai
akibatnya, NAPQI terakumulasi.
[ edit ] History [ sunting ] Sejarah

Bernard Brodie and Julius Axelrod (pictured) demonstrated that acetanilide and phenacetin are
both metabolized to paracetamol, which is a better tolerated analgesic. Bernard Brodie dan Julius
Axelrod (foto) menunjukkan bahwa acetanilide dan phenacetin keduanya dimetabolisme untuk
parasetamol, yang merupakan analgesik yang lebih baik ditoleransi.
Acetanilide was the first aniline derivative serendipitously found to possess analgesic as well as
antipyretic properties, and was quickly introduced into medical practice under the name of
Antifebrin by A. Cahn and P. Hepp in 1886. [ 70 ] But its unacceptable toxic effects, the most
alarming being cyanosis due to methemoglobinemia , prompted the search for less toxic aniline
derivatives. [ 45 ] Harmon Northrop Morse had already synthesized paracetamol at Johns Hopkins
University via the reduction of p -nitrophenol with tin in glacial acetic acid in 1877, [ 71 ] [ 72 ] but it
was not until 1887 that clinical pharmacologist Joseph von Mering tried paracetamol on patients.
[ 45 ]
In 1893, von Mering published a paper reporting on the clinical results of paracetamol with
phenacetin , another aniline derivative. [ 73 ] Von Mering claimed that, unlike phenacetin,
paracetamol had a slight tendency to produce methemoglobinemia. Acetanilide adalah turunan
anilin pertama kebetulan ditemukan memiliki analgesik serta sifat antipiretik, dan cepat
diperkenalkan dalam praktek medis di bawah nama Antifebrin oleh A. Cahn dan P. PLTA pada
1886. [70] Tapi beracun tidak dapat diterima dampaknya pada yang paling mengkhawatirkan
karena sianosis karena methemoglobinemia , diminta pencarian kurang turunan anilina beracun.
[45]
Harmon Northrop Morse sudah disintesis parasetamol di Johns Hopkins University melalui
pengurangan p-nitrofenol dengan timah di glasial asam asetat pada tahun 1877, [71] [72] tetapi itu
tidak sampai 1887 yang klinis farmakologis Joseph von Mering mencoba parasetamol pada
pasien. [45] Pada tahun 1893, von Mering menerbitkan kertas melaporkan hasil klinis parasetamol
dengan phenacetin , lain turunan anilina. [73] Von Mering menyatakan bahwa, tidak seperti
phenacetin, parasetamol memiliki kecenderungan sedikit untuk menghasilkan
methemoglobinemia. Paracetamol was then quickly discarded in favor of phenacetin.
Parasetamol kemudian cepat dibuang mendukung phenacetin. The sales of phenacetin
established Bayer as a leading pharmaceutical company. [ 74 ] Overshadowed in part by aspirin ,
introduced into medicine by Heinrich Dreser in 1899, phenacetin was popular for many decades,
particularly in widely advertised over-the-counter "headache mixtures," usually containing
phenacetin, an aminopyrine derivative of aspirin, caffeine, and sometimes a barbiturate . [ 45 ]
Penjualan phenacetin didirikan Bayer sebagai perusahaan farmasi terkemuka. [74] dibayangi
sebagian oleh aspirin , diperkenalkan ke dalam obat oleh Heinrich Dreser pada tahun 1899,
phenacetin populer selama beberapa dekade, terutama di diiklankan secara luas over-the-counter
"campuran sakit kepala, "biasanya mengandung phenacetin, sebuah aminopyrine turunan dari
aspirin, kafein, dan kadang-kadang barbiturat . [45]
Von Mering's claims remained essentially unchallenged for half a century, until two teams of
researchers from the United States analyzed the metabolism of acetanilide and paracetamol. [ 74 ]
In 1947 David Lester and Leon Greenberg found strong evidence that paracetamol was a major
metabolite of acetanilide in human blood, and in a subsequent study they reported that large
doses of paracetamol given to albino rats did not cause methemoglobinemia. [ 75 ] In three papers
published in the September 1948 issue of the Journal of Pharmacology and Experimental
Therapeutics , Bernard Brodie , Julius Axelrod and Frederick Flinn confirmed using more
specific methods that paracetamol was the major metabolite of acetanilide in human blood, and
established it was just as efficacious an analgesic as its precursor. [ 76 ] [ 77 ] [ 78 ] They also
suggested that methemoglobinemia is produced in humans mainly by another metabolite,
phenylhydroxylamine . Mering's klaim Von dasarnya tetap tak tertandingi selama setengah abad,
sampai dua tim peneliti dari Amerika Serikat menganalisis metabolisme acetanilide dan
parasetamol. [74] Pada tahun 1947 David Lester dan Leon Greenberg menemukan bukti kuat
bahwa parasetamol merupakan metabolit utama acetanilide di darah manusia, dan dalam studi
selanjutnya mereka melaporkan bahwa dosis parasetamol besar diberikan kepada tikus albino
tidak menyebabkan methemoglobinemia. [75] Dalam tiga makalah yang diterbitkan dalam edisi
1948 September dari Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics , Bernard
Brodie , Julius Axelrod dan Frederick Flinn dikonfirmasi menggunakan metode yang lebih
spesifik yang parasetamol adalah metabolit utama dari acetanilide dalam darah manusia, dan
mendirikan itu hanya sebagai berkhasiat analgesik sebagai prekursor. [76] [77] [78] Mereka juga
menyarankan bahwa methemoglobinemia diproduksi di manusia terutama oleh yang lain,
metabolit phenylhydroxylamine . A followup paper by Brodie and Axelrod in 1949 established
that phenacetin was also metabolized to paracetamol. [ 79 ] This led to a "rediscovery" of
paracetamol. [ 45 ] It has been suggested that contamination of paracetamol with 4-aminophenol ,
the substance from which it was synthesized by von Mering, may be the cause for his spurious
findings. [ 74 ] Sebuah kertas ikutan oleh Brodie dan Axelrod pada tahun 1949 menetapkan bahwa
phenacetin juga dimetabolisme untuk parasetamol. [79] Hal ini menyebabkan "penemuan kembali"
parasetamol. [45] Ia telah mengemukakan bahwa kontaminasi parasetamol dengan 4-aminofenol ,
substansi dari yang disintesis oleh von Mering, mungkin menjadi penyebab temuan palsu itu. [74]
Paracetamol was first marketed in the United States in 1953 by Sterling-Winthrop Co. , which
promoted it as preferable to aspirin since it was safe to take for children and people with ulcers.
[ 74 ]
The best known brand today for paracetamol in the United States, Tylenol , was established
in 1955 when McNeil Laboratories started selling paracetamol as a pain and fever reliever for
children, under the brand name Tylenol Children's Elixir—the word "tylenol" was a contraction
of para -ace tyl aminoph enol . [ 80 ] In 1956, 500 mg tablets of paracetamol went on sale in the
United Kingdom under the trade name Panadol, produced by Frederick Stearns & Co, a
subsidiary of Sterling Drug Inc. Parasetamol pertama kali dipasarkan di Amerika Serikat pada
tahun 1953 oleh Sterling-Winthrop Co , yang dipromosikan sebagai lebih baik untuk aspirin
karena itu aman untuk dikonsumsi untuk anak-anak dan orang dengan bisul. [74] merek yang
paling dikenal hari ini untuk parasetamol di Amerika Amerika, Tylenol , didirikan pada tahun
1955 ketika McNeil Laboratories mulai menjual parasetamol dan demam pereda nyeri untuk
anak-anak, di bawah nama merek Tylenol Children's Elixir-kata "Tylenol" adalah kontraksi Tyl
aminoph enol-ace butir. [80] Pada tahun 1956, 500 mg tablet parasetamol mulai dijual di Inggris
dengan nama dagang Panadol, diproduksi oleh Frederick Stearns & Co, sebuah anak perusahaan
dari Sterling Obat Inc Panadol was originally available only by prescription, for the relief of pain
and fever, and was advertised as being "gentle to the stomach," since other analgesic agents of
the time contained aspirin, a known stomach irritant. Panadol awalnya hanya tersedia dengan
resep dokter, untuk menghilangkan rasa sakit dan demam, dan diiklankan sebagai "lembut ke
perut," karena agen analgesik lain waktu berisi aspirin, suatu zat iritasi perut yang dikenal. In
1963, paracetamol was added to the British Pharmacopoeia , and has gained popularity since
then as an analgesic agent with few side-effects and little interaction with other pharmaceutical
agents. [ 72 ] Concerns about paracetamol's safety delayed its widespread acceptance until the
1970s, but in the 1980s paracetamol sales exceeded those of aspirin in many countries, including
the United Kingdom. Pada tahun 1963, parasetamol ditambahkan ke Pharmacopoeia Inggris ,
dan telah mendapatkan popularitas sejak saat itu sebagai agen analgesik dengan efek samping
sedikit dan sedikit interaksi dengan agen farmasi lainnya. [72] Kekhawatiran tentang Teman
keamanan parasetamol tertunda diterima secara luas sampai tahun 1970-an, tetapi pada tahun
1980 penjualan parasetamol aspirin melebihi orang-orang di banyak negara, termasuk Inggris.
This was accompanied by the commercial demise of phenacetin, blamed as the cause of
analgesic nephropathy and hematological toxicity. [ 45 ] Hal ini disertai dengan kematian
komersial phenacetin, dituding sebagai penyebab nefropati analgesik dan toksisitas hematologi.
[45]

The US patent on paracetamol has long expired, and generic versions of the drug are widely
available under the Drug Price Competition and Patent Term Restoration Act of 1984, although
certain Tylenol preparations were protected until 2007. AS paten pada parasetamol telah lama
berakhir, dan versi generik obat yang banyak tersedia di bawah Harga Obat Paten Persaingan dan
Jangka Restorasi Act of 1984, meskipun beberapa Tylenol persiapan yang dilindungi sampai
2007. US patent 6,126,967 filed September 3, 1998 was granted for "Extended release
acetaminophen particles". [ 81 ] US patent 6126967 diajukan September 3, 1998 ini diberikan
untuk "partikel asetaminofen rilis Extended". [81]
[ edit ] Available forms [ sunting ] bentuk Tersedia
See also: List of paracetamol brand names Lihat juga: Daftar nama-nama merek parasetamol
Paracetamol is available in a tablet , capsule , liquid suspension, suppository , intravenous , and
intramuscular form. Parasetamol tersedia dalam tablet , kapsul , suspensi cair, suppositoria ,
intravena , dan intramuskular bentuk. The common adult dose is 500 mg to 1000 mg. Dosis
umum dewasa adalah 500 mg sampai 1000 mg. The recommended maximum daily dose, for
adults, is 4000 mg. Dosis maksimum harian yang direkomendasikan, untuk orang dewasa, adalah
4000 mg. In recommended doses, paracetamol generally is safe for children and infants, as well
as for adults, [ 82 ] although rare cases of acute liver injury have been linked to amounts lower than
2500 mg per day. [ 83 ] Dalam dosis yang dianjurkan, parasetamol umumnya aman untuk anak-
anak dan bayi, serta untuk orang dewasa, [82] meskipun kasus yang jarang terjadi cedera hati akut
telah dikaitkan dengan jumlah yang lebih rendah dari 2500 mg per hari. [83]
Panadol , which is marketed in Africa, Asia, Europe, Central America, and Australasia , is the
most widely available brand of paracetamol, sold in over 80 countries. Panadol , yang
dipasarkan di Afrika, Asia, Eropa, Amerika Tengah, dan Australasia , adalah merek yang paling
banyak tersedia parasetamol, dijual di lebih dari 80 negara. In North America, paracetamol is
sold in generic form (usually labeled as acetaminophen) or under a number of trade names, for
instance, Tylenol ( McNeil-PPC, Inc. ), Anacin-3 , Tempra , Datril , and Ofirmev . Di
Amerika Utara, parasetamol yang dijual dalam bentuk generik (biasanya dilabeli sebagai
acetaminophen) atau di bawah sejumlah nama dagang, misalnya, Tylenol ( McNeil-PPC, Inc ),
Anacin-3 , Tempra, Datril, dan Ofirmev. While there is brand named paracetamol available in
the UK (eg Panadol), unbranded or generic paracetamol is more commonly sold. Acamol , a
brand name for paracetamol produced by Teva Pharmaceutical Industries in Israel , is one of the
most widely used drugs in that country. Meskipun ada nama merek parasetamol tersedia di
Inggris (misalnya Panadol), atau generik bermerek parasetamol lebih umum dijual. Acamol ,
nama merek parasetamol diproduksi oleh Teva Pharmaceutical Industries di Israel , adalah salah
satu obat yang paling banyak digunakan di negara . In the Philippines, the largest-selling
paracetamol brand is Biogesic, manufactured by the drug giant United Laboratories. Di Filipina,
merek parasetamol terbesar-jual Biogesic, diproduksi oleh raksasa obat Serikat Laboratories.
Biogesic tablet sales reach nearly a billion units each year in the country alone, not including
liquid suspension formats. penjualan tablet Biogesic mencapai hampir satu miliar unit setiap
tahun di negeri ini saja, tidak termasuk format suspensi cair. The brand is also available in most
of the ASEAN countries where the drug giant has market presence. Merek juga tersedia di
sebagian besar negara-negara ASEAN di mana raksasa obat telah kehadiran pasar. In Europe, the
most common brands of paracetamol are Efferalgan and Doliprane . Di Eropa, merek yang
paling umum parasetamol adalah Efferalgan dan Doliprane. In India, the most common brand
of paracetamol is Crocin manufactured by Glaxo SmithKline Asia. Di India, merek yang paling
umum adalah crocin parasetamol diproduksi oleh Glaxo SmithKline Asia. In Bangladesh the
most popular brand is Napa manufactured by Beximco Pharma. Di Bangladesh yang populer
merek yang paling adalah Napa diproduksi oleh Beximco Pharma. In China paracetamol is sold
over the counter as Duiyixiananjifenpian (对乙酰氨基酚片). [ 84 ] Likewise in Japan it is sold
under the name Acetaminophen (アセトアミノフェン). Di Cina parasetamol yang dijual di atas
meja sebagai Duiyixiananjifenpian (对乙酰氨基酚片). [84] Demikian juga di Jepang itu dijual di
bawah nama Asetaminofen (アセトアミノフェン). In North Korea the DPRK-Swiss joint
venture PyongSu Pharma markets the drug as PyongSu Cetamol. Di Korea Utara dalam-Swiss
joint venture DPRK PyongSu Pharma pasar obat sebagai PyongSu Cetamol.
In some formulations, paracetamol is combined with the opioid codeine , sometimes referred to
as co-codamol ( BAN ). Dalam beberapa formulasi, parasetamol dikombinasikan dengan opioid
kodein , kadang-kadang disebut sebagai co-codamol ( BAN ). In the United States and Canada,
this is marketed under the name of Tylenol #1/2/3/4, which contain 8–10 mg, 15 mg, 30 mg, and
60 mg of codeine , respectively. Di Amerika Serikat dan Kanada, ini dipasarkan dengan nama
Tylenol 1/2/3/4, # yang mengandung 8-10 mg, 15 mg, 30 mg, dan 60 mg kodein , masing-
masing. In the US, this combination is available only by prescription, while the lowest-strength
preparation is over-the-counter in Canada, and, in other countries, other strengths may be
available over the counter. Di AS, kombinasi ini tersedia hanya dengan resep, sementara
persiapan terendah-kekuatan adalah over-the-counter di Kanada, dan, di negara lain, kekuatan
lain mungkin tersedia di atas meja. There are generic forms of these combinations as well. Ada
bentuk generik dari kombinasi ini juga. In the UK and in many other countries, this combination
is marketed under the names of Tylex CD and Panadeine. Di Inggris dan di banyak negara lain,
kombinasi ini dipasarkan di bawah nama Tylex CD dan Panadeine. Other names include Captin,
Disprol, Dymadon, Fensum, Hedex, Mexalen, Nofedol, Paralen, Pediapirin, Perfalgan, and
Solpadeine. Nama lainnya termasuk Kapten, Disprol, Dymadon, Fensum, Hedex, Mexalen,
Nofedol, Paralen, Pediapirin, Perfalgan, dan Solpadeine. Paracetamol is also combined with
other opioids such as dihydrocodeine , referred to as co-dydramol ( BAN ), oxycodone or
hydrocodone , marketed in the US as Percocet and Vicodin , respectively. Parasetamol juga
dikombinasikan dengan opioid lain seperti dihydrocodeine , disebut sebagai co-dydramol (
BAN ), oksikodon atau xanax , dipasarkan di Amerika Serikat sebagai Percocet dan Vicodin ,
masing-masing. Another very commonly used analgesic combination includes paracetamol in
combination with propoxyphene napsylate , sold under the brand name Darvocet . Lain
digunakan analgesik kombinasi umum sangat mencakup parasetamol dalam kombinasi dengan
napsylate propoxyphene , dijual dengan nama merek Darvocet . A combination of paracetamol,
codeine, and the calmative doxylamine succinate is marketed as Syndol or Mersyndol.
Kombinasi parasetamol, kodein, dan yg menenangkan suksinat doxylamine dipasarkan sebagai
Syndol atau Mersyndol. The efficacy of paracetamol/codeine combinations have been questioned
by recent research. [ 20 ] Khasiat parasetamol / kombinasi kodein telah dipertanyakan oleh
penelitian baru-baru ini. [20]
Paracetamol is commonly used in multi-ingredient preparations for migraine headache, typically
including butalbital and paracetamol with or without caffeine , and sometimes containing
codeine. Parasetamol yang umum digunakan dalam multi-bahan persiapan untuk migrain sakit
kepala, biasanya termasuk Butalbital dan parasetamol dengan atau tanpa kafein , dan kadang-
kadang mengandung kodein.


Tylenol Rapid Release tablets ( US ) Tylenol Rapid Release tablet ( US )


Panadol 500 mg tablets ( AU ) Panadol 500 mg tablet ( AU )


Panado 500 mg tablets ( SA ) Panado 500 mg tablet ( SA )


PyongSu Cetamol 250 mg tablets ( KP ) PyongSu Cetamol 250 mg tablet ( KP )
[ edit ] Veterinary use [ sunting ] gunakan Hewan
Paracetamol is extremely toxic to cats. [ 85 ] Cats lack the necessary glucuronyl transferase
enzymes to safely break paracetamol down, and minute portions of a tablet may prove fatal. [ 85 ]
Initial symptoms include vomiting, salivation, and discolouration of the tongue and gums.
Parasetamol sangat beracun untuk kucing. [85] Cats kekurangan yang diperlukan transferase
glucuronyl enzim untuk memecah parasetamol aman bawah, dan bagian menit tablet mungkin
fatal. [85] Gejala awal termasuk muntah, air liur, dan perubahan warna lidah dan gusi . Unlike an
overdose in humans, liver damage is rarely the cause of death; instead, methemoglobin formation
and the production of Heinz bodies in red blood cells inhibit oxygen transport by the blood,
causing asphyxiation ( methemoglobemia and hemolytic anemia ). [ 86 ] Treatment with N-
acetylcysteine , [ 85 ] methylene blue or both is sometimes effective after the ingestion of small
doses of paracetamol. Tidak seperti overdosis pada manusia, kerusakan hati jarang penyebab
kematian, melainkan methemoglobin pembentukan dan produksi badan Heinz dalam sel darah
merah menghambat transportasi oksigen oleh darah, menyebabkan sesak napas (
methemoglobemia dan anemia hemolitik ). [86] Pengobatan dengan N-acetylcysteine , [85] metilen
biru atau keduanya kadang-kadang efektif setelah menelan dosis kecil parasetamol.
Although paracetamol is believed to have no significant anti-inflammatory activity, it has been
reported to be as effective as aspirin in the treatment of musculoskeletal pain in dogs. [ 87 ] A
paracetamol-codeine product (trade name Pardale-V) [ 88 ] licensed for use in dogs is available on
veterinary prescription in the UK. [ 88 ] It should be administered to dogs only on veterinary
advice. [ 88 ] The main effects of toxicity in dogs is liver damage. [ 85 ] [ 89 ] [ 90 ] [ 91 ] N-acetylcysteine
treatment is efficacious in dogs when administered within a few hours of paracetamol ingestion. [
85 ] [ 87 ]
Walaupun parasetamol diyakini tidak memiliki aktivitas anti-inflamasi yang signifikan,
telah dilaporkan seefektif aspirin dalam pengobatan nyeri muskuloskeletal pada anjing. [87] A-
kodein produk parasetamol (nama dagang Pardale-V) [88] lisensi untuk digunakan pada anjing
tersedia pada resep dokter hewan di Inggris. [88] Ini harus diberikan pada anjing hanya pada saran
dokter hewan. [88] Pengaruh utama keracunan pada anjing adalah kerusakan hati. [85] [89] [90 ] [91]
-acetylcysteine pengobatan N manjur pada anjing bila diberikan dalam beberapa jam menelan
parasetamol. [85] [87]
Paracetamol is also lethal to snakes, and has been suggested as a chemical control program for
the brown tree snake ( Boiga irregularis ) in Guam . [ 92 ] [ 93 ] Parasetamol juga mematikan bagi
ular, dan telah diusulkan sebagai program pengendalian kimia untuk pohon coklat ular
(irregularis Boiga) di Guam . [92] [93]


• Drugs A to Z Obat A sampai Z
• Pill Identifier Pil Identifier
• Interactions Checker Interaksi Checker
• News & Alerts Berita & Alerts
○ FDA Medwatch Drug Alerts Obat Medwatch FDA Alerts
○ FDA Labeling Changes FDA Pelabelan Perubahan
○ Daily MedNews for Consumers Harian MedNews untuk Konsumen
○ Pharmaceutical Industry News Industri Farmasi Berita
○ Clinical Trial News Clinical Trial Berita
○ New Drug Approvals Obat Baru PERSETUJUAN
○ New Drug Applications (Pipeline) Obat Baru Aplikasi (Pipeline)
○ Get News via RSS Dapatkan Berita melalui RSS
○ Get News via Twitter Dapatkan Berita melalui Twitter
○ Drugs.com Blog Drugs.com Blog
• Health Professionals Kesehatan Profesional
○ Professional Resource Center Profesional Resource Center
○ Prescribing Information Resep Informasi
○ A to Z Drug Facts for the Professional A sampai Z Fakta Obat untuk
Profesional
○ Drug Interactions Checker Interaksi Obat Checker
○ Patient CareNotes for the Professional Pasien CareNotes untuk
Profesional
○ Natural Products Database Database Produk Alam
○ Medical Dictionary Kamus Kedokteran
○ Medical Encyclopedia Ensiklopedia Medis
○ Phonetic Drug Search Fonetik Obat Search
○ Symptom Checker (New) Gejala Checker (Baru)
○ Drugs.com Mobile Edition for the Professional Drugs.com Mobile Edition
untuk Profesional
• Community Komunitas
○ Ask Medical Questions Ajukan Pertanyaan Medis
○ Join Support Groups Gabung Kelompok Dukungan
○ Forum - Discussion Boards Forum - Forum Diskusi
• Mednotes Mednotes
• Drugs A to Z Obat A sampai Z
• Drugs by Condition Obat menurut Kondisi
• Drugs by Class Obat menurut Kelas
• Side Effects Efek Samping
• Dosage Dosis
• Pregnancy Kehamilan
• Natural Products Produk Alam
• Vet Drugs Vet Obat
• Symptom Checker Gejala Checker
• Harvard Health Topics Kesehatan Harvard Topik
• RSS RSS
• Twitter Twitter
• Facebook Facebook
Home › Paracetamol Consumer Information Home > Informasi Konsumen
Parasetamol
aHR0cDovL3d3dy Paracetamol+Info YTo1OntzOjY6Im

Print | Save or Share Cetak | Simpan atau


Berbagi

Paracetamol Parasetamol
Generic Name: paracetamol (oral/rectal) (par RA cet a MOL) Generic Name: parasetamol
(lisan / dubur) (nominal RA cet a MOL)
Alternate Name: acetaminophen (a SEET a MIN oh fen) Nama Alternatif: acetaminophen (SEET
a MIN oh fen)

What is paracetamol ? Apa itu parasetamol?


<script type=text/javascript charset=ISO-8859-1
src=http://as.webmd.com/js.ng/Params.richmedia=yes&amp;transactionID=494629
24&amp;tile=49462924&amp;site=2&amp;affiliate=38&amp;xpg=4067&amp;pos=
121></script>

Related Video Video Terkait


Rheumatoid Arthritis Rheumatoid Arthritis

Learn the signs of RA and how to relieve the pain. Pelajari tanda-tanda RA dan bagaimana untuk
mengurangi rasa sakit.
Paracetamol (acetaminophen) is a pain reliever and a fever reducer. Parasetamol
(acetaminophen) adalah pereda nyeri dan penurun demam. The exact mechanism of action of is
not known. Mekanisme yang tepat dari tindakan tidak diketahui.
Paracetamol is used to treat many conditions such as headache, muscle aches, arthritis, backache,
toothaches, colds, and fevers. Parasetamol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti
sakit kepala, nyeri otot, artritis, sakit punggung, sakit gigi, pilek, dan demam. It relieves pain in
mild arthritis but has no effect on the underlying inflammation and swelling of the joint. Ini
mengurangi nyeri pada arthritis ringan tetapi tidak berpengaruh pada peradangan yang mendasari
dan pembengkakan sendi.
Paracetamol may also be used for other purposes not listed in this medication guide. Parasetamol
dapat juga digunakan untuk tujuan lain yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Important information about paracetamol Informasi penting


tentang parasetamol
There are many brands and forms of paracetamol available and not all brands are listed on this
leaflet. Ada banyak merek dan bentuk parasetamol tersedia dan tidak semua merek terdaftar di
selebaran ini.
Do not use more of this medication than is recommended. Jangan gunakan obat ini lebih banyak
daripada yang direkomendasikan. An overdose of paracetamol can cause serious harm.
Overdosis parasetamol dapat menyebabkan bahaya serius. The maximum amount of paracetamol
for adults is 1 gram (1000 mg) per dose and 4 grams (4000 mg) per day. Jumlah maksimum
parasetamol untuk orang dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per
hari. Taking more paracetamol could cause damage to your liver. Mengambil parasetamol lagi
yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati Anda. If you drink more than three alcoholic
beverages per day, talk to your doctor before taking paracetamol and never use more than 2
grams (2000 mg) per day. Jika Anda minum lebih dari tiga minuman beralkohol per hari,
berbicara dengan dokter Anda sebelum mengambil parasetamol dan tidak pernah menggunakan
lebih dari 2 gram (2000 mg) per hari.
Do not use this medication without first talking to your doctor if you drink more than three
alcoholic beverages per day or if you have had alcoholic liver disease (cirrhosis). Jangan
gunakan obat ini tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda jika Anda minum lebih dari
tiga minuman beralkohol per hari atau jika Anda telah memiliki penyakit hati alkoholik (sirosis).
You may not be able to use paracetamol . Anda mungkin tidak dapat menggunakan parasetamol.
Before using paracetamol , tell your doctor if you have liver disease or a history of alcoholism.
Sebelum menggunakan parasetamol, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki penyakit hati atau
riwayat alkoholisme.
Do not use any other over-the-counter cough, cold, allergy, or pain medication without first
asking your doctor or pharmacist. Jangan menggunakan batuk over-the-counter lain, dingin,
alergi, atau obat nyeri tanpa terlebih dahulu meminta dokter atau apoteker Anda. Paracetamol is
contained in many combination medicines. Parasetamol yang terkandung dalam obat kombinasi
banyak. If you use certain products together you may accidentally use too much paracetamol .
Jika Anda menggunakan produk tertentu bersama Anda secara tidak sengaja dapat menggunakan
parasetamol terlalu banyak. Read the label of any other medicine you are using to see if it
contains paracetamol, acetaminophen or APAP. Baca label dengan obat lain yang Anda gunakan
untuk melihat apakah mengandung parasetamol, asetaminofen atau APAP. Avoid drinking
alcohol while taking this medication. Hindari minum alkohol saat mengambil obat ini. Alcohol
may increase your risk of liver damage while taking paracetamol . Alkohol dapat meningkatkan
risiko kerusakan hati saat mengambil parasetamol.

Before taking paracetamol Sebelum mengambil parasetamol


Do not use this medication if you are allergic to acetaminophen or paracetamol. Jangan gunakan
obat ini jika Anda alergi terhadap acetaminophen atau parasetamol.
Ask a doctor or pharmacist if it is safe for you to take paracetamol if you have: Tanyakan pada
dokter atau apoteker apakah aman bagi Anda untuk mengambil parasetamol jika Anda memiliki:
• liver disease; or penyakit hati; atau
• a history of alcoholism; riwayat alkoholisme;
It is not known whether paracetamol will harm an unborn baby. Hal ini tidak diketahui apakah
parasetamol akan membahayakan bayi yang belum lahir. Before using paracetamol , tell your
doctor if you are pregnant. Sebelum menggunakan parasetamol, beritahu dokter Anda jika Anda
sedang hamil. This medication can pass into breast milk and may harm a nursing baby. Obat ini
dapat masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi yang masih menyusu. Do not use
paracetamol without telling your doctor if you are breast-feeding a baby. Jangan gunakan
parasetamol tanpa memberitahu dokter Anda jika Anda menyusui bayi.

How should I use paracetamol ? Bagaimana seharusnya saya


menggunakan parasetamol?
Use paracetamol exactly as directed on the label, or as prescribed by your doctor. Gunakan
parasetamol persis seperti yang diarahkan pada label, atau seperti yang ditentukan oleh dokter
Anda.
Do not use more of this medication than is recommended. Jangan gunakan obat ini lebih banyak
daripada yang direkomendasikan. An overdose of paracetamol can cause serious harm.
Overdosis parasetamol dapat menyebabkan bahaya serius. The maximum amount for adults is 1
gram (1000 mg) per dose and 4 grams (4000 mg) per day. Jumlah maksimum untuk orang
dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per hari. Using more
paracetamol could cause damage to your liver. Menggunakan parasetamol lagi yang bisa
menyebabkan kerusakan pada hati Anda. If you drink more than three alcoholic beverages per
day, talk to your doctor before taking paracetamol and never use more than 2 grams (2000 mg)
per day. Jika Anda minum lebih dari tiga minuman beralkohol per hari, berbicara dengan dokter
Anda sebelum mengambil parasetamol dan tidak pernah menggunakan lebih dari 2 gram (2000
mg) per hari. If you are treating a child, use a pediatric form of paracetamol . Jika Anda merawat
anak, menggunakan bentuk pediatrik parasetamol. Carefully follow the dosing directions on the
medicine label. Hati-hati mengikuti petunjuk dosis pada label obat. Do not give the medication to
a child younger than 2 years old without the advice of a doctor. Jangan memberikan obat untuk
seorang anak muda dari 2 tahun tanpa nasihat dari dokter.
Measure the liquid form of paracetamol with a special dose-measuring spoon or cup, not a
regular table spoon. Ukur bentuk cair parasetamol dengan dosis sendok ukur khusus atau
cangkir, bukan sendok biasa. If you do not have a dose-measuring device, ask your pharmacist
for one. Jika Anda tidak memiliki perangkat dosis-pengukuran, tanyakan kepada apoteker Anda
untuk satu. You may need to shake the liquid before each use. Anda mungkin perlu untuk
mengguncang cairan tersebut sebelum digunakan masing-masing. Follow the directions on the
medicine label. Ikuti petunjuk pada label obat.
The paracetamol chewable tablet must be chewed thoroughly before you swallow it. Kunyah
tablet parasetamol harus dikunyah dengan seksama sebelum Anda menelannya.
Make sure your hands are dry when handling the paracetamol disintegrating tablet. Pastikan
tangan anda kering bila menangani disintegrasi tablet parasetamol. Place the tablet on your
tongue. Letakkan tablet di lidah Anda. It will begin to dissolve right away. Ini akan mulai larut
segera. Do not swallow the tablet whole. Jangan menelan seluruh tablet. Allow it to dissolve in
your mouth without chewing. Biarkan hingga larut dalam mulut Anda tanpa mengunyah.
To use the paracetamol effervescent granules, dissolve one packet of the granules in at least 4
ounces of water. Untuk menggunakan butiran effervescent parasetamol, melarutkan satu paket
dari butiran dalam setidaknya 4 ons air. Stir this mixture and drink all of it right away. Aduk
campuran ini dan minum semua segera. To make sure you get the entire dose, add a little more
water to the same glass, swirl gently and drink right away. Untuk memastikan Anda
mendapatkan dosis keseluruhan, tambahkan sedikit air lagi ke gelas yang sama, aduk lembut dan
minum segera.
Do not take a paracetamol rectal suppository by mouth. Jangan mengambil supositoria rektal
parasetamol melalui mulut. It is for use only in your rectum. Hal ini untuk digunakan hanya di
dubur Anda. Wash your hands before and after inserting the suppository. Cuci tangan sebelum
dan sesudah memasukkan supositoria.
Try to empty your bowel and bladder just before using the paracetamol suppository. Cobalah
untuk mengosongkan perut dan kandung kemih sebelum menggunakan suppositoria parasetamol.
Remove the outer wrapper from the suppository before inserting it. Lepaskan pembungkus luar
dari supositoria sebelum memasukkannya. Avoid handling the suppository too long or it will
melt in your hands. Hindari penanganan supositoria terlalu lama atau akan meleleh di tangan
Anda.
For best results from the suppository, lie down and insert the suppository pointed tip first into the
rectum. Untuk hasil terbaik dari suppositoria, berbaring dan masukkan supositoria menunjuk Tip
pertama ke dalam rektum. Hold in the suppository for a few minutes. Terus dalam supositoria
selama beberapa menit. It will melt quickly once inserted and you should feel little or no
discomfort while holding it in. Avoid using the bathroom just after inserting the suppository. Ini
akan mencair cepat sekali dimasukkan dan Anda harus merasa tidak nyaman sedikit atau tidak
ada sementara menekannya masuk Hindari menggunakan kamar mandi setelah memasukkan
supositoria.
Stop using paracetamol and call your doctor if: Berhenti menggunakan parasetamol dan hubungi
dokter jika:
• you still have a fever after 3 days of use; Anda masih mengalami demam setelah 3 hari
penggunaan;
• you still have pain after 7 days of use (or 5 days if treating a child); Anda masih memiliki
rasa sakit setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak);
• you have a skin rash, ongoing headache, or any redness or swelling; or Anda memiliki
ruam kulit, sakit kepala berkelanjutan, atau kemerahan atau bengkak, atau
• if your symptoms get worse, or if you have any new symptoms. jika gejala bertambah
buruk, atau jika Anda memiliki gejala baru.
Urine glucose tests may produce false results while you are taking paracetamol . tes glukosa urin
dapat menghasilkan hasil yang palsu saat Anda mengambil parasetamol. Talk to your doctor if
you are diabetic and you notice changes in your glucose levels during treatment. Bicarakan
dengan dokter Anda jika Anda diabetes dan Anda melihat perubahan dalam kadar glukosa Anda
selama pengobatan.
Store paracetamol at room temperature away from heat and moisture. Simpan parasetamol pada
suhu ruang jauh dari panas dan kelembaban. The rectal suppositories can be stored at room
temperature or in the refrigerator. The supositoria rektal dapat disimpan pada suhu kamar atau di
kulkas.

What happens if I miss a dose? Apa yang terjadi jika saya


melewatkan dosis?
Since paracetamol is often used only when needed, you may not be on a dosing schedule. Karena
parasetamol sering digunakan hanya bila diperlukan, Anda mungkin tidak pada jadwal dosis. If
you are using the medication regularly, use the missed dose as soon as you remember. Jika Anda
menggunakan obat secara teratur, gunakan dosis ketinggalan segera setelah Anda ingat. If it is
almost time for your next regularly scheduled dose, skip the missed dose and use your next dose
as directed. Jika hampir waktu untuk dosis berikutnya Anda secara teratur dijadwalkan,
melewatkan dosis yang tidak terjawab dan menggunakan dosis berikutnya Anda seperti yang
diarahkan. Do not use extra medicine to make up for a missed dose. Jangan menggunakan obat
ekstra untuk membuat Facebook dosis tidak terjawab.

What happens if I overdose? Apa yang terjadi jika saya


overdosis?
Seek emergency medical attention if you think you have used too much of this medicine.
Mencari perhatian darurat medis jika Anda berpikir Anda telah menggunakan terlalu banyak obat
ini.
The first signs of an paracetamol overdose include loss of appetite, nausea, vomiting, stomach
pain, sweating, and confusion or weakness. Tanda pertama karena overdosis parasetamol
termasuk hilangnya nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, berkeringat, dan kebingungan atau
kelemahan. Later symptoms may include pain in your upper stomach, dark urine, and yellowing
of your skin or the whites of your eyes. Kemudian gejala mungkin termasuk rasa sakit di perut
bagian atas, urin gelap, dan menguningnya kulit atau putih mata Anda.
What should I avoid while taking paracetamol ? Apa yang harus
saya hindari saat mengambil parasetamol?
Do not use any other over-the-counter cough, cold, allergy, or pain medication without first
asking your doctor or pharmacist. Jangan menggunakan batuk over-the-counter lain, dingin,
alergi, atau obat nyeri tanpa terlebih dahulu meminta dokter atau apoteker Anda. Paracetamol is
contained in many combination medicines. Parasetamol yang terkandung dalam obat kombinasi
banyak. If you use certain products together you may accidentally use too much paracetamol .
Jika Anda menggunakan produk tertentu bersama Anda secara tidak sengaja dapat menggunakan
parasetamol terlalu banyak. Read the label of any other medicine you are using to see if it
contains paracetamol, acetaminophen or APAP. Baca label dengan obat lain yang Anda gunakan
untuk melihat apakah mengandung parasetamol, asetaminofen atau APAP. Avoid drinking
alcohol while taking this medication. Hindari minum alkohol saat mengambil obat ini. Alcohol
may increase your risk of liver damage while taking paracetamol . Alkohol dapat meningkatkan
risiko kerusakan hati saat mengambil parasetamol.

Paracetamol side effects Paracetamol efek samping


Get emergency medical help if you have any of these signs of an allergic reaction to
paracetamol: hives; difficulty breathing; swelling of your face, lips, tongue, or throat.
Mendapatkan bantuan darurat medis jika Anda memiliki salah satu tanda-tanda reaksi alergi
terhadap parasetamol: gatal-gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan pada wajah Anda, bibir,
lidah, atau tenggorokan. Stop using this medication and call your doctor at once if you have a
serious side effect such as: Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda sekaligus
jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:
• low fever with nausea, stomach pain, and loss of appetite; rendah demam dengan mual,
sakit perut, dan kehilangan nafsu makan;
• dark urine, clay-colored stools; or gelap urine, kotoran tanah liat berwarna, atau
• jaundice (yellowing of the skin or eyes). sakit kuning (menguningnya kulit atau mata).
This is not a complete list of paracetamol side effects and others may occur. Ini bukan daftar
lengkap efek samping parasetamol dan lain-lain dapat terjadi. Call your doctor for medical
advice about side effects. Hubungi dokter untuk nasihat medis tentang efek samping. You may
report side effects to FDA at 1-800-FDA-1088. Anda dapat melaporkan efek samping untuk
FDA di 1-800-FDA-1088.

Paracetamol Dosing Information Parasetamol Dosis Informasi


Usual Adult Paracetamol Dose for Fever: Parasetamol Dosis Dewasa biasa untuk Demam:
General Dosing Guidelines: 325 to 650 mg every 4 to 6 hours or 1000 mg every 6 to 8 hours
orally or rectally. Pedoman Umum Dosis: 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg
setiap 6 sampai 8 jam secara lisan atau dubur.

Paracetamol 500mg tablets: Two 500 mg tablets orally every 4 to 6 hours Parasetamol 500mg
tablet: Dua tablet 500 mg oral setiap 4 sampai 6 jam
Usual Adult Paracetamol Dose for Pain: Parasetamol Dosis Dewasa biasa untuk Sakit:
General Dosing Guidelines: 325 to 650 mg every 4 to 6 hours or 1000 mg every 6 to 8 hours
orally or rectally. Pedoman Umum Dosis: 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg
setiap 6 sampai 8 jam secara lisan atau dubur.

Paracetamol 500mg tablets: Two 500 mg tablets orally every 4 to 6 hours Parasetamol 500mg
tablet: Dua tablet 500 mg oral setiap 4 sampai 6 jam
Usual Pediatric Dose for Fever: Biasa Pediatric Dosis untuk Demam:
Oral or Rectal: Oral atau rektal:

<=1 month: 10 to 15 mg/kg/dose every 6 to 8 hours as needed. <= 1 bulan: 10 sampai 15 mg / kg


/ dosis setiap 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan.

>1 month to 12 years: 10 to 15 mg/kg/dose every 4 to 6 hours as needed (Maximum: 5 doses in


24 hours) > 1 bulan sampai 12 tahun: 10 sampai 15 mg / kg / dosis setiap 4 sampai 6 jam sesuai
kebutuhan (Maksimum: 5 dosis dalam 24 jam)

Fever: 4 months to 9 years: Initial Dose: 30 mg/kg (Reported by one study (n=121) to be more
effective in reducing fever than a 15 mg/kg maintenance dose with no difference regarding
clinical tolerance.) Demam: 4 bulan sampai 9 tahun: Dosis awal: 30 mg / kg (Diriwayatkan oleh
satu studi (n = 121) untuk lebih efektif dalam mengurangi demam dari 15 mg / kg dosis
pemeliharaan dengan tidak ada perbedaan tentang toleransi klinis.)

>=12 years: 325 to 650 mg every 4 to 6 hours or 1000 mg every 6 to 8 hours. > = 12 tahun: 325-
650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg setiap 6 sampai 8 jam.
Usual Pediatric Dose for Pain: Biasa Pediatric Dosis untuk Sakit:
Oral or Rectal: Oral atau rektal:

<=1 month: 10 to 15 mg/kg/dose every 6 to 8 hours as needed. <= 1 bulan: 10 sampai 15 mg / kg


/ dosis setiap 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan.

>1 month to 12 years: 10 to 15 mg/kg/dose every 4 to 6 hours as needed (Maximum: 5 doses in


24 hours) > 1 bulan sampai 12 tahun: 10 sampai 15 mg / kg / dosis setiap 4 sampai 6 jam sesuai
kebutuhan (Maksimum: 5 dosis dalam 24 jam)

Fever: 4 months to 9 years: Initial Dose: 30 mg/kg (Reported by one study (n=121) to be more
effective in reducing fever than a 15 mg/kg maintenance dose with no difference regarding
clinical tolerance.) Demam: 4 bulan sampai 9 tahun: Dosis awal: 30 mg / kg (Diriwayatkan oleh
satu studi (n = 121) untuk lebih efektif dalam mengurangi demam dari 15 mg / kg dosis
pemeliharaan dengan tidak ada perbedaan tentang toleransi klinis.)

>=12 years: 325 to 650 mg every 4 to 6 hours or 1000 mg every 6 to 8 hours. > = 12 tahun: 325-
650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg setiap 6 sampai 8 jam.

What other drugs will affect paracetamol ? Apa obat lain akan
mempengaruhi parasetamol?
There may be other drugs that can interact with paracetamol . Mungkin ada obat lain yang dapat
berinteraksi dengan parasetamol. Tell your doctor about all your prescription and over-the-
counter medications, vitamins, minerals, herbal products, and drugs prescribed by other doctors.
Beritahu dokter Anda tentang semua resep dan obat over-the-counter, vitamin, mineral, produk
herbal, dan obat yang diresepkan oleh dokter lain. Do not start a new medication without telling
your doctor. Jangan memulai pengobatan baru tanpa memberitahu dokter Anda.