Anda di halaman 1dari 23

SISTEM GERAK MANUSIA

Disusun Oleh :

Arie Kapindra Dharma, Ngurah (04)


Brawiswa Putra, I Gede (06)
Nugraha Agung, I Gusti Ngurah (17)
Rosvitha Amanda, Ni Luh Putu (24)

Pembina :

Drs. Nyoman Sudarma

SMA Negeri 1 Denpasar


KATA PENGANTAR

c
Puji skukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya
lah, kami dapat menyelesaikan penyusunan Paper
Biologi yang bertemakan Sistem Gerak pada
Manusia.

Adapun, Paper ini dibuat atas dasar untuk


memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Pembina
atau Guru Biologi kami. Pembuatan Paper ini juga
didasari oleh keinginan kami untuk menambah
wawasan dalam ilmu Biologi. Dalam kesempatan
kali ini, tak lupa kami mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Pembina Biologi kami yang telah
member sumbangan materi dalam penyusunan Paper
ini.

Kami menyadari bahwa Paper ini masih jauh


dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami
mengarapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun. Akhir kata, semoga Paper ini dapat
bermanfaat dalam pembelajaran mata pelajaran
Biologi.

Denpasar, 6 April 2011

Penyusun

c
c
cc

c
Seperti yang kita ketahui salah satu ciri
dari makhluk hidup adalah bergerak, seperti
halnya manusia. Bagian atau organ tubuh yang
menyebabkan manusia bergerak adalah tulang dan
otot. Kerja dari otot-otot tubuh agar dapat
menimbulkan gerak harus diatur oleh dan
dikoordinasikan oleh sistem saraf. Otot dapat
mengerut (berkontraksi) dan mengendur
(berelaksasi) sehingga disebut alat gerak aktif.
Tulang merupakan alat gerak pasif karena
bergantung pada kerja otot.

c
c
c c

 ccc
c
1.c LETAK DAN FUNGSI RANGKA
1.1c PENJELASAN
Rangka adalah sistem penyokong organisme.
Sistem penyokong ini bertindak sebagai
bingkai tubuh yang tegar dan biasanya
tersusun atas zat kalsium. Tulang adalah
bagian penyusun rangka. Hubungan antar
tulang ini yang kemudian disebut sendi
(artikulasi).

Gerakan manusia sebenarnya merupakan


hasil kerja sama dari rangka dan otot. Otot
adalah bagian tubuh yang mampu
berkontraksi, sedangkan rangka tidak
mempunyai kemampuan seperti itu.
Jika otot berkontraksi, secara otomatis
rangka juga ikut bergerak karena otot
terletak melekat erat dengan rangka. Oleh
sebab itu dapat dikatakan bahwa otot adalah
alat gerak aktif, sedangkan rangka
merupakan alat gerak pasif.

Berdasarkan letak susunannya, rangka dapat


dibedakan menjadi dua.
1. Rangka O OO yaitu rangka yang
terletak di dalam tubuh

c
2. Rangka OOO  rangka ini
terletak di luar tubuh.

Rangka endoskeleton terdapat pada


golongan vertebrata, sedangkan rangka
eksoskeleton terdapat pada hewan
invertebrata
1.2c FUNGSI RANGKA PADA MANUSIA
Beberapa fungsi rangka adalah
1.c Sebagai alat gerak pasif
Rangka biasanya bergerak apabila ada
kontraksi otot, sehingga dapat dikatakan
bahwa otot merupakan alat gerak pasif
2.c Tempat melekatnya otot rangka

Otot melekat pada rangka. Otot dan rangka


letaknya berdekatan dan berdampingan

3.c Memberi bentuk tubuh

Bagaiman bentuk rangka kita begitu juga


bentuk tubuh kita. Mulai dari kepala,
lengan, tangan dan kaki memiliki bentuk
yang berbeda-beda menyerupai rangka tubuh
kita

4.c Memberi kekuatan dan menunjang tubuh


5.c Melindungi organ tubuh yang lemah
Tulang yang mempunyai fungsi ini terutama
yang menyusun tulang dada, tulang

c
rusuk,dan tulang belakang. Dengan adanya
tulang-tulang tersebut, organ tubuh yang
vital seperti jantung dan paru-paru dapat
terlindungi.
6.c Tempat pembentukan sel darah
Sel darah dibentuk pada sumsum tulang.
Sumsum tulang ini terletak di bagian
rongga dalam tulang.

2.c MACAM-
MACAM TULANG DAN STRUKTURNYA
2.1c JENIS
TULANG SECARA UMUM
a.c Tulang
Rawan (Kartilago)
Tulang rawan tersusun dari sel-sel
tulang rawan. Ruang antar sel tulang
rawan banyak mengandung zat perekat
dan sedikit zat kapur, sehingga
menyebabkan tulang ini bersifat
lentur.

Tulang rawan banyak terdapat pada


tulang anak kecil dan pada orang
dewasa banyak terdapat pada ujung
tulang rusuk, laring, trakea,

c
bronkus, hidung, telinga, antara
ruas-ruas tulang belakang.

Tulang rawan pada embrio dan anak-


anak berasal dari sel-sel —OO  —.
Pada embrio, bagian dalam tulang
rawan berongga dan berisi sel-sel
pembentuk tulang yang disebut
O
 .

Tulang rawan pada orang dewasa


terbentuk dari selaput rawan yang
disebut perikondrium, yang banyak
mengandung sel-sel pembentuk tulang
rawan yang disebut   
 .
Proses perubahan tulang rawan menjadi
tulang keras, disebut osifikasi

b.c Tulang
Sejati (Osteon)
Tulang keras dibentuk oleh sel
pembentuk tulang (osteoblas)ruang
antar sel tulang keras banyak
mengandung zat kapur, sedikit zat
perekat, sehingga menyebabkan tulang
ini bersifat keras.

c
·at kapur tersebut dalam bentuk
kalsium karbonat dan kalsium fosfat
yang diperoleh atau dibawa oleh
darah.

Tulang sejati bersifat keras dan


matriksnya banyak mengandung kalsium
dan fosfat. Matriks tulang juga
banyak mengandung zat perekat. Di
dalamnya terdapat jaringan-
jaringanseperti sarang lebah yang
sangat keras dan kuat, pada bagian
tengah tulang terdapat sumsum tulang
yang bertugas membuat sel darah merah
dan sel darah putih.

Setiap satuan seltulang disebut


dengan sistem Havers. Sistem Havers
ini melingkari pembuluh darah dan
saraf.
2.2c JENIS
TULANG BERDASARKAN MATRIKSNYA
Berdasarkan matriks penyusuunnya, tulang
dapat dibedakan menjadi tulang kompak dan
tulang spons
a.c Tulang
Kompak

c
Tulang kompak memiliki matriks yang padat
dan rapat. Tidak dijumpai adanya celah
tanpa matriks dalam rongga tulang ini,
misalnya terdapat pada tulang pipa

b.c Tulang
Spons

Tulang spons memiliki matriks yang


berongga. Misalnya, terdapat pada tulang
pipih dan pendek.

2.3c BENTUK
-BENTUK TULANG
Bentuk tulang dapat kita klasifikasikan
menjadi tiga yaitu, tulang pipa, tulang
pipih dan tulang pendek.
a.c Tulang
Pipa
Tulang pipa bekerja sebagai alat
ungkit dari tubuh dan memungkinkan
adanya pergerakan. Di bagian tengah
terdapat rongga besar yang berisi
sumsum kuning dan banyak mengandung
zat lemak. Contoh tulang pipa adalah
tulang lengan atas, tulang hasta,

c
tulang pengumpil, tulang telapak
tangan, dan tulang betis.
Bagian-bagian dari tulang pipa,
antara lain sebagai berikut.
1) |  , yaitu kedua ujung
tulang.
2)   , yaitu bagian tengah
tulang
3)   O  , yaitu sambungan
epifisis dan diafisis
4) Tulang rawan daerah sendi.
5)    —O , yaitu rongga
memanjang di dalam diafisis yang
diisi oleh sumsum tulang kuning.
6) O O—, yaitu selaput yang
menyelimuti bagian luar tulang.
Periosteum mengandung O
  (sel
pembentuk jaringan tulang), jaringan
ikat, dan pembuluh darah. Periosteum
merupakan tempat melekatnya otot-otot
skeleton ke tulang dan berperan dalam
nutrisi, pertumbuhan dan reparasi
tulang rusuk.

b.c
Tulang Pipih

c
Tulang pipih berbentuk pipih dan
lebar. Tulang pipih terdiri atas dua
lapisan jaringan tulang keras dan di
tengahnya berupa lapisan tulang
seperti bunga karang (spons) yang di
dalamnya berisi sumsum merah sebagai
tempat pemben-tukan selsel darah.
Tulang-tulang pipih berperan dalam
melindungi organ tubuh. Tulang pipih
terdapat pada tulang tengkorak,
belikat, rusuk, dan tulang wajah.

c.c Tulang
Pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan
berukuran pendek, tidak beraturan,
misalnya terdapat pada tulang
pergelangan tangan, pergelangan kaki,
telapak tangan, dan telapak kaki.
Tulang pendek diselubungi jaringan
padat tipis. Tulang pendek sebagian
besar terbuat dari jaringan tulang
jarang karena diperlukan sifat yang
ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka
tulang pendek mampu mendukung bagian
tubuh seperti terdapat pada tulang
pergelangan tangan.

c
3.c Sistem
Rangka
Pada dasarnya kerangka manusia dikelompokkan
menjadi dua yaitu rangka aksial dan rangka
apendikuler
3.1c Rangka
Aksial
Rangka ini merupakan rangka yang tersusun
atas tulang tengkorak, tulang belakang,
tulang rusuk (iga), dan tulang dada
Bagian-bagian Rangka Aksial digambarkan
dengan bagan berikut ini

c
3.2c Rangka
Apendikuler
Rangka ini tersusun atas tulang-tulang
bahu, tulang panggul, dan tulang anggota
gerak atas dan bawah
Rangka Apendikuler dapat digambarkan dengan
bagan berikut ini

4.c PERKEM
BANGAN TULANG
Pada rangka manusia, rangka yang pertama
kali terbentuk adalah tulang rawan
(kartilago) yang berasal dari jaringan
mesenkim dan terbentuk sejak kita masih
dalam bentuk janin, kurang lebih bulan
ketiga dari proses kehamilan. Kemudian akan
terbentuk osteoblas atau sel-sel pembentuk
tulang. Osteoblas ini akan mengisi rongga-
rongga tulang rawan.

c
Sel-sel tulang dibentuk terutama dari
arah dalam ke luar (konsentris). Setiap
satuan-satuan sel-sel tulang ini melingkari
pembuluh darah dan saraf membentuk suatu
saluran yang disebut saluran Havers.
Pada saluran Harvers terdapat pembuluh
darah yang berhubungan dengan pembuluh darah
pada periosteum (selaput yang menyelimuti
bagian luar tulang), yang bertugas
memberikan zat makanan ke bagian-bagian
tulang. Sekeliling sel-sel tulang ini
terbentuk senyawa protein yang akan menjadi
matriks tulang. Kelak ke dalam senyawa
protein ini akan terdapat pula zat kapur dan
fosfor, sehingga matriks tulang akan
mengeras. Makin keras tulang makin berkurang
zat perekatnya.

5.c HUBUNGAN ANTAR TULANG


Hubungan antar tulang lazim disebut
persendian/artikulasi. Secara garis besar,
sendi-sendi tersebut dapat dibedakan menjadi
3 macam,

a.c Amfiartosis
Amfiartosis adalah persendian dimana
geraknya sangat terbatas. Misal : hubungan

c
antartulang rusuk dengan ruas-ruas tulang
belakang
b.c Sinartrosis
Persendian Sinartrosis tidak memungkinkan
adanya gerakan. Persendian ini dibedakan
menjadi dua yaitu,
. Sinartrosis Sinkondrosis : Pada
persendian ini penghubungnya adalah tulang
rawan. Misal ; hubungan antara tulang rusuk
dan dada serta antara ruas-ruas tulang
belakang
. Sinartrosis Sinfibrosis : Pada persendian
ini penghubungnya adalah serabut jaringan
ikat. Misal : hubungan antara tulang
tengkorak
c.c Diartrosis
Pada persendian ini, gerakan yang terjadi
banyak dan leluasa. Macam-macam persendian
diartrosis yaitu sebagai berikut
a.c Sendi
Peluru
Adalah hubungan antartulang di mana kedua
ujung tulang membentuk bongkol dan lekuk
sehingga memungkinkan pergerakan yang
bebas.

c
Contoh : Hubungan antara tulang belikat
dan tulang lengan atas, antara tulang
paha dan tulang pinggul
b.c Sendi
Pelana
Adalah hubungan antartulang yang
memungkinkan gerakan kedua arah.
Contoh : Persendian antara tulang telapak
tangan dengan tulang pergelangan tangan
c.c Sendi
Engsel
Adalah hubungan antartulang di mana
ujung-ujungnya seperti engsel dan
berbentuk lekukan. Gerakan sendi ini
memilik satu poros.
Contoh : Persendian antara siku, lutut,
dan jari.
d.c Sendi
Putar
Adalah hubungan antartulang dimana tulang
yang satu berputar terhadap tulang yang
lain. Gerakan rotasi dari sendi putar
memiliki satu poros.
Contoh: tulang hasta dan tulang
pengumpil, antara tulang kepala dan
tulang atlas dan antara tulang betis dan
tulang kering

c
e.c Sendi
Luncur
Adalah hubungan antartulang yang
memungkinkan gerakan tulang badan
membungkuk dan menggeliat. Sendi ini
tidak berporos
contoh : hubungan antar ruas tulang
belakang, persendian antar pergelangan
tangan, dan tulang pengumpil.
f.c cSendi
geser
Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan pada satu bidang
saja atau gerakan bergeser.
Contoh : ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-
ruas Os. Metatarsal dan ruas-ruas Os.
Metacarpal.
g.c Sendi
gulung
Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan
tulangnya seolah-olah mengitari tulang
yang lain.
Contoh : hubungan Os. Metacarpal dengan
Os. Radius.
h.c Sendi
ovoid

c
Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan berporos dua, dengan
gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju
dan mundur; gerakan muka/depan dan
belakang. Ujung tulang yang satu
berbentuk ovaldanmasuk ke dalam suatu
lekuk yang berbentuk elips.
Contoh : hubungan Os. Radius dengan Os.
Carpal.

c c

 cc  c  c
1.c SISTEM OTOT DAN FUNGSINYA
Sistem otot adalah sistem tubuh yang
memiliki fungsi sebagai alat penyokong tubuh
menyimpan glikogen, menentukan postur tubuh
dan membantu homeostatis.

c
Otot merupakan alat gerak aktif yang
mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut
setelah mendapat rangsangan. Sel otot
mempunyai kemampuan untuk berkontraksi
(memendek dan menebal) dan relaksasi
(kembali ke keadaan semula).
Otot tidak hanya berfungsi untuk
menggerakkan rangka tubuh, tapi juga
berperan penting bagi gerak organ dalam
tubuh manusia.

2.c JENIS - JENIS OTOT MANUSIA


Secara umum, otot manusia dibedakan menjadi
3 jenis berdasarkan struktur dan tempatnya,
yaitu :
1.c Otot Polos (—   O)
Otot polos merupakan otot yang bekerja di
luar kesadaran karena tidak dipengaruhi
oleh sistem saraf pusat. Otot ini
berbentuk seperti gelendong yang ujungnya
runcing, di bagian tengah otot ini
terdapat 1 buah nukleus (inti). Otot ini
bekerja pada organ bagian dalam seperti
sistem reproduksi dan ekskresi.
2.c Otot Lurik (— O)

c
Otot lurik bekerja dibawah pengaruh
system saraf pusat, artinya otot lurik
bekerja di bawah kendali. Otot ini
tersusun oleh kumpulan —
. Otot
lurik mempunyai banyak nucleus pada sisi-
sisinya.
Otot lurik yang kecil dan mengeras serta
melekat pada rangka disebut O  .
Tendon yang melekat pada tulang yang
bergerak disebut O   , sedangkan
tendon yang melekat pada tulang tidak
bergerak disebut  .
Otot lurik
3.c Otot Jantung (—   )
Otot jantung terletak pada jantung
manusia, otot ini bekerja secara tidak
sadar. Inti sel pada otot ini terdapat di
tengah dan struktur otot ini bercabang.
Otot jantung berkontraksi tidak menurut
kehendak, gerakannya lambat, ritmis dan
tidak mudah lelah.

3.c MACAM GERAKAN OTOT DAN SIFATNYA


3.1c GERAK OTOT
Otot mempunyai kemampuan untuk memanjang
dan memendek, sehingga otot disebut alat

c
gerak aktif. Gerakan memanjang dan memendek
tersebut diantaranya,
a.c Kontraksibilitas, yaitu kemampuan
otot untuk menjadi lebih pendek dari
ukuran semula
b.c Ekstensibilitas, yaitu kempuan otot
untuk menjadi lebih panjang dari ukuran
semula
c.c Elastisitas, yaitu kemampuan otot
untuk kembali ke semula setelah
mengalami kontraksibilitas atau
ekstensibilitas.

3.2c SIFAT KERJA OTOT

Menurut sifat kerjanya, gerak otot


dibedakan menjadi 2 macam yaitu antagonis
dan sinergis. Kedua gerakan itu dipengaruhi
oleh kontraksi otot.

a.c Antagonis, yaitu gerak otot


berlawanan. Jika satu otot
berkontraksi, otot yang lainnya
relaksasi.
Contoh : Otot Bisep dan Trisep
Arah gerak Antagonis dibedakan menjdi 4
yaitu :

c
1.c Ekstensor ‫ څ‬Fleksor
(meluruskan dan membengkokkan)
2.c Abduktor ‫ څ‬Adduktor (menjauhkan
dan mendekatkan)
3.c Depresor ‫ څ‬Elevator (ke
bawah dan ke atas)
4.c Supinator ‫ څ‬Pronator
(menengadah dan menelungkup)

b.c Sinergis, yaitu gerakan otot yang


bekerja sama dalam satu arah gerak
Contoh : Gerak otot pronator teres dan
otot pronator kuadratus pada lengan
bawah (Gerak Pronasi)

cc

c