Anda di halaman 1dari 2

PROSES PEMBUATAN SEMEN (PROSES KERING)

Proses pembuatan semen terdiri dari 2 macam, yaitu proses kering dan proses
basah. Proses basah memiliki keunggulan karena campuran bahan baku semen
menjadi lebih homogen, namun saat ini sudah banyak ditinggalkan karena
memerlukan kalori yang lebih besar dalam proses pembuatannya
dibandingkan dengan proses kering. Selain itu pada proses basah peralatan
yang digunakan lebih kompleks dibandingkan pada proses kering.

Dari segi proses, pembuatan semen meliputi 4 area utama, yaitu:

1. Raw Material Preparation


2. Pyroprocess
3. Cement Grinding
4. Cement Packing & Dispatch

Pada proses kering, proses pembuatan semen dapat diuraikan sebagai berikut:

Raw Material Preparation


Raw Material Preparation (Penyiapan Bahan Baku) dimulai pada area
penambangan (Quarry) Limestone (Batu Kapur) dan Clay (Tanah Liat) sebagai
bahan baku utama pembuatan semen. Penambangan batu kapur dilakukan
dengan proses Blasting (Peledakan), sedangkan tanah liat menggunakan proses
excavation. Kedua material ini masih berupa bongkahan dengan besar
sehingga perlu di re-size menggunakan equipment Limestone serta Clay
Crusher. Setelah di resize, masing masing material diangkut dengan belt
conveyor untuk kemudian disimpan di bangunan storage, baik dalam kondisi
masih murni atau sudah dicampur keduanya (mix pile).

Material yang disimpan di dalam storage memiliki ukuran yang masih


besar/kasar. Untuk keperluan pada proses selanjutnya (Pyroprocess), material
ini harus dihaluskan dengan equipment yang disebut Raw Mill (Raw Material
Grinding) hingga ukurannya menjadi sangat halus (Dust). Raw Material yang
telah dihaluskan ini selanjutnya disimpan dalam suatu silo (Raw Mill Silo)
sebelum masuk ke proses pembakaran (Pyro Process).
Pyro Process (Pembakaran)
Untuk memperoleh semen yang homogen dan berkualitas, dilakukan proses
pembakaran terhadap bahan baku utama semen (Limestone & Clay) yang telah
dihaluskan. Proses ini diawali dengan pemanasan awal pada material
menggunakan Pre-heater. Pre-heater merupakan suatu bangunan terdiri dari
beberapa stage cyclone. Proses pemanasan awal pada cyclone-cyclone
tersebut memanfaatkan gas panas dari kiln. Kiln atau tanur putar merupakan
peralatan utama dalam proses pembakaran bahan baku semen. Pembakaran di
kiln dilakukan dengan kiln burner yang berbahan bakar batu bara yang telah
dilembutkan menggunakan coal grinding. Batu bara yang telah dilembutkan
(coal dust) tersebut disemprotkan melalui burner gun/kiln burner.

Bahan baku semen yang telah dibakar dalam kiln disebut sebagai clinker.
Clinker yang keluar dari kiln selanjutnya melewati equipment clinker cooler
untuk didinginkan secara ekstrim. Melalui proses pendinginan secara ekstrim
ini, selain agar material dapat disimpan, juga agar clinker menjadi rapuh
sehingga memudahkan proses penggilingan. Clinker yang sudah didinginkan
menggunakan clinker cooler ini selanjutnya disimpan dalam clinker dome
berupa material berbentuk granular sebelum dilanjutkan pada proses
selanjutnya (penggilingan).

Cement Grinding
Untuk memperoleh semen jadi, clinker perlu digiling menggunakan equipment
cement grinding sampai ukuran material (mesh) tertentu (salah satu yang
menentukan tipe semen adalah kehalusan/mesh-nya). Jika diperlukan, dalam
proses penggilingan ini dapat ditambahkan beberapa bahan aditif seperti
gypsum dan trass untuk meningkatkan fungsi dan mutu semen. Semen yang
sudah jadi ini selanjutnya disimpan dalam silo semen.

Cement Packing & Dispatch


Semen dari silo semen telah siap didistribusikan, baik dalam bentuk bulk
cement yang langsung diisikan ke dalam bulk truck, atau dalam bentuk
kantong/sak. Proses pengepakan ke dalam sak dilakukan menggunakan
packing machine yang terhubung dengan truck loader untuk distribusi semen
ke berbagai daerah.

Anda mungkin juga menyukai