P. 1
DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011

DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011

|Views: 3,381|Likes:
Dipublikasikan oleh MEDIA DATA RISET, PT
Sebagai negara berbasis agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas dengan aneka ragam komoditas pertanian. Oleh karena itu, Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi industri sarana produksi pertanian seperti benih/bibit, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian.

Sejak diberlakukannya kebijakan deregulasi di bidang pendaftaran pestisida pada tahun 2001, jumlah dan jenis pestisida yang beredar di pasaran semakin meningkat. Hingga tahun 2010, jumlah pestisida yang terdaftar untuk pertanian mencapai 2.628 formulasi. Menurut data Asosiasi Perusahaan Pestisida Multinasional (Appem), saat ini pasar pestisida nasional mencapai Rp6 triliun per tahun. Namun, 12% dari total market itu dikuasai pestisida palsu. Peredaran pestisida palsu maupun ilegal tidak hanya mengancam industri obat-obatan pembasmi hama, namun juga merugikan petani dan membahayakan kesehatan serta keamanan lingkungan. Dampak terhadap pertanian, yaitu merusak tanaman, menghancurkan produksi pangan serta kegiatan ekspor komoditas akan terhenti.

Berpijak pada kondisi tersebut, semua pihak terkait mulai dari produsen pestisida, pemerintah, distributor, hingga petani sebagai pengguna produk tersebut harus mewaspadai produk palsu dan ilegal. Regulasi yang ada harus bisa memastikan dan mengawasi setiap jenis dan merek dagang pestisida yang beredar di pasar agar memenuhi persyaratan teknis maupun ekonomis yang ditetapkan pemerintah. Produk Pestisida harus terdaftar pada instansi yang berwenang (Kementerian Pertanian). Selain itu, produk pestisida harus terdaftar di Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga baik bahan, formula maupun kemasan produknya telah memenuhi aturan dan persyaratan.

Berbagai regulasi tentang pestisida telah diterbitkan Pemerintah, baik langsung berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Surat Keputusan (SK) dan/atau peraturan menteri-menteri terkait (Permentan). Regulasi-regulasi tersebut perlu disosialisasikan secara intensif sehingga menyentuh seluruh stakeholders.

Dalam rangka mendukung upaya sosialisasi regulasi tentang pestisida di Indonesia, PT Media Data Riset telah menghimpun peraturan-peraturan yang berlaku dan menyusunnya dalam bentuk buku ‘Kumpulan Peraturan Pestisida Indonesia.’ Buku ini disusun sekitar 430 halaman dan ditawarkan kepada lembaga/instusi terkait (stakeholders) dengan harga Rp 4.500.000 (Empat juta lima ratus ribu rupiah) per copy. Bagi yang berminat dapat menghubungi PT. Media Data Riset, Jakarta, melalui Telepon (021) 809-6071, 809-3140, Fax.: (021) 809-6071 atau e-mail: sales@mediadata.co.id. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama ini.

Jakarta, Mei 2011
PT. MEDIA DATA RISET



Drh. H. Daddy Kusdriana M.Si
Direktur Utama


DAFTAR ISI
DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011
Mei, 2011


1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Istilah-istilah

2. TINJAUAN UMUM PESTISIDA
2.1. Sejarah Singkat Penemuan dan Penggunaan Pestisida
2.2. Klasifikasi Pestisida
2.2.1. Klasifikasi berdasarkan fungsi atau sasaran penggunaan
2.2.2. Klasifikasi berdasarkan fungsi dan asal katanya
2.2.3. Klasifikasi berdasarkan sifat bahan kimia
2.3. Formulasi dan Bahan Aktif Pestisida
2.3.1. Formulasi
2.3.2. Bahan aktif
2.3.3. Bahan aktif yang dilarang
2.4. Pestisida Terbatas
2.5. Perkembangan Pestisida
2.6. Pasar Pestisida

3. DAFTAR PERATURAN
3.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1973 Tentang Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan Dan Penggunaan Pestisida
3.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2010 Tentang Usaha Budidaya Tanaman
3.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 Tentang Perlindungan Tanaman
3.4. Keputusan Menteri Perdagangan Dan Koperasi Nomor 349 Tahun 1982 Tentang Larangan Mengimpor, Memperdagangkan Dan Mengedarkan Pestisida Pentakhlorofenol Dan Garamnya
3.5. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 944 Tahun 1984 Tentang Pembatasan Pendaftaran Pestisida
3.6. Keputusan Menteri Pertani
Sebagai negara berbasis agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas dengan aneka ragam komoditas pertanian. Oleh karena itu, Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi industri sarana produksi pertanian seperti benih/bibit, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian.

Sejak diberlakukannya kebijakan deregulasi di bidang pendaftaran pestisida pada tahun 2001, jumlah dan jenis pestisida yang beredar di pasaran semakin meningkat. Hingga tahun 2010, jumlah pestisida yang terdaftar untuk pertanian mencapai 2.628 formulasi. Menurut data Asosiasi Perusahaan Pestisida Multinasional (Appem), saat ini pasar pestisida nasional mencapai Rp6 triliun per tahun. Namun, 12% dari total market itu dikuasai pestisida palsu. Peredaran pestisida palsu maupun ilegal tidak hanya mengancam industri obat-obatan pembasmi hama, namun juga merugikan petani dan membahayakan kesehatan serta keamanan lingkungan. Dampak terhadap pertanian, yaitu merusak tanaman, menghancurkan produksi pangan serta kegiatan ekspor komoditas akan terhenti.

Berpijak pada kondisi tersebut, semua pihak terkait mulai dari produsen pestisida, pemerintah, distributor, hingga petani sebagai pengguna produk tersebut harus mewaspadai produk palsu dan ilegal. Regulasi yang ada harus bisa memastikan dan mengawasi setiap jenis dan merek dagang pestisida yang beredar di pasar agar memenuhi persyaratan teknis maupun ekonomis yang ditetapkan pemerintah. Produk Pestisida harus terdaftar pada instansi yang berwenang (Kementerian Pertanian). Selain itu, produk pestisida harus terdaftar di Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga baik bahan, formula maupun kemasan produknya telah memenuhi aturan dan persyaratan.

Berbagai regulasi tentang pestisida telah diterbitkan Pemerintah, baik langsung berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Surat Keputusan (SK) dan/atau peraturan menteri-menteri terkait (Permentan). Regulasi-regulasi tersebut perlu disosialisasikan secara intensif sehingga menyentuh seluruh stakeholders.

Dalam rangka mendukung upaya sosialisasi regulasi tentang pestisida di Indonesia, PT Media Data Riset telah menghimpun peraturan-peraturan yang berlaku dan menyusunnya dalam bentuk buku ‘Kumpulan Peraturan Pestisida Indonesia.’ Buku ini disusun sekitar 430 halaman dan ditawarkan kepada lembaga/instusi terkait (stakeholders) dengan harga Rp 4.500.000 (Empat juta lima ratus ribu rupiah) per copy. Bagi yang berminat dapat menghubungi PT. Media Data Riset, Jakarta, melalui Telepon (021) 809-6071, 809-3140, Fax.: (021) 809-6071 atau e-mail: sales@mediadata.co.id. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama ini.

Jakarta, Mei 2011
PT. MEDIA DATA RISET



Drh. H. Daddy Kusdriana M.Si
Direktur Utama


DAFTAR ISI
DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011
Mei, 2011


1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Istilah-istilah

2. TINJAUAN UMUM PESTISIDA
2.1. Sejarah Singkat Penemuan dan Penggunaan Pestisida
2.2. Klasifikasi Pestisida
2.2.1. Klasifikasi berdasarkan fungsi atau sasaran penggunaan
2.2.2. Klasifikasi berdasarkan fungsi dan asal katanya
2.2.3. Klasifikasi berdasarkan sifat bahan kimia
2.3. Formulasi dan Bahan Aktif Pestisida
2.3.1. Formulasi
2.3.2. Bahan aktif
2.3.3. Bahan aktif yang dilarang
2.4. Pestisida Terbatas
2.5. Perkembangan Pestisida
2.6. Pasar Pestisida

3. DAFTAR PERATURAN
3.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1973 Tentang Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan Dan Penggunaan Pestisida
3.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2010 Tentang Usaha Budidaya Tanaman
3.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 Tentang Perlindungan Tanaman
3.4. Keputusan Menteri Perdagangan Dan Koperasi Nomor 349 Tahun 1982 Tentang Larangan Mengimpor, Memperdagangkan Dan Mengedarkan Pestisida Pentakhlorofenol Dan Garamnya
3.5. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 944 Tahun 1984 Tentang Pembatasan Pendaftaran Pestisida
3.6. Keputusan Menteri Pertani

More info:

Published by: MEDIA DATA RISET, PT on May 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

PENAWARAN DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011 Mei, 2011

Sebagai negara berbasis agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas dengan aneka ragam komoditas pertanian. Oleh karena itu, Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi industri sarana produksi pertanian seperti benih/bibit, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian. Sejak diberlakukannya kebijakan deregulasi di bidang pendaftaran pestisida pada tahun 2001, jumlah dan jenis pestisida yang beredar di pasaran semakin meningkat. Hingga tahun 2010, jumlah pestisida yang terdaftar untuk pertanian mencapai 2.628 formulasi. Menurut data Asosiasi Perusahaan Pestisida Multinasional (Appem), saat ini pasar pestisida nasional mencapai Rp6 triliun per tahun. Namun, 12% dari total market itu dikuasai pestisida palsu. Peredaran pestisida palsu maupun ilegal tidak hanya mengancam industri obat-obatan pembasmi hama, namun juga merugikan petani dan membahayakan kesehatan serta keamanan lingkungan. Dampak terhadap pertanian, yaitu merusak tanaman, menghancurkan produksi pangan serta kegiatan ekspor komoditas akan terhenti. Berpijak pada kondisi tersebut, semua pihak terkait mulai dari produsen pestisida, pemerintah, distributor, hingga petani sebagai pengguna produk tersebut harus mewaspadai produk palsu dan ilegal. Regulasi yang ada harus bisa memastikan dan mengawasi setiap jenis dan merek dagang pestisida yang beredar di pasar agar memenuhi persyaratan teknis maupun ekonomis yang ditetapkan pemerintah. Produk Pestisida harus terdaftar pada instansi yang berwenang (Kementerian Pertanian). Selain itu, produk pestisida harus terdaftar di Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga baik bahan, formula maupun kemasan produknya telah memenuhi aturan dan persyaratan. Berbagai regulasi tentang pestisida telah diterbitkan Pemerintah, baik langsung berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Surat Keputusan (SK) dan/atau peraturan menteri-menteri terkait (Permentan). Regulasi-regulasi tersebut perlu disosialisasikan secara intensif sehingga menyentuh seluruh stakeholders. Dalam rangka mendukung upaya sosialisasi regulasi tentang pestisida di Indonesia, PT Media Data Riset telah menghimpun peraturan-peraturan yang berlaku dan menyusunnya dalam bentuk buku ‘Kumpulan Peraturan Pestisida Indonesia.’ Buku ini disusun sekitar 430 halaman dan ditawarkan kepada lembaga/instusi terkait (stakeholders) dengan harga Rp 4.500.000 (Empat juta lima ratus ribu rupiah) per copy. Bagi yang berminat dapat menghubungi PT. Media Data Riset, Jakarta, melalui Telepon (021) 809-6071, 809-3140, Fax.: (021) 809-6071 atau e-mail: sales@mediadata.co.id. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama ini. Jakarta, Mei 2011 PT. MEDIA DATA RISET

Drh. H. Daddy Kusdriana M.Si Direktur Utama

DAFTAR ISI DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011 Mei, 2011
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Istilah-istilah 2. TINJAUAN UMUM PESTISIDA 2.1. Sejarah Singkat Penemuan dan Penggunaan Pestisida 2.2. Klasifikasi Pestisida 2.2.1. Klasifikasi berdasarkan fungsi atau sasaran penggunaan 2.2.2. Klasifikasi berdasarkan fungsi dan asal katanya 2.2.3. Klasifikasi berdasarkan sifat bahan kimia 2.3. Formulasi dan Bahan Aktif Pestisida 2.3.1. Formulasi 2.3.2. Bahan aktif 2.3.3. Bahan aktif yang dilarang 2.4. Pestisida Terbatas 2.5. Perkembangan Pestisida 2.6. Pasar Pestisida 3. DAFTAR PERATURAN 3.7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 258/MENKES/PER/III/1992 Tentang Persyaratan Kesehatan Pengelolaan Pestisida 3.8. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 541 Tahun 1996 Tentang : Pendaftaran Dan Pemberian Izin Tetap Pestisida 3.9. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 544 Tahun 1996 Tentang : Pendaftaran Dan Pemberian Izin Bahan Teknis Pestisida 3.10. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 546 Tahun 1996 Tentang Pemberian Izin Dan Perluasan Penggunaan Pestisida 3.11. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 763 Tahun 1998 Tentang Pendaftaran Dan Pemberian Izin Tetap Pestisida 3.12. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 764 Tahun 1998 Tentang Pendaftaran Dan Pemberian Izin Sementara Pestisida

3.13. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 949 3.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tahun 1998 Tentang Pestisida Terbatas Nomor 7 Tahun 1973 Tentang Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan Dan 3.14. Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 342/Kpts/OT.160/9/2005 Tentang Komisi Penggunaan Pestisida Pestisida 3.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2010 Tentang Usaha 3.15. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/OT.140/10/2006 Tentang Budidaya Tanaman Pedoman Budidaya Tanaman Pangan 3.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Yang Baik Dan Benar ( Good Agriculture Nomor 6 Tahun 1995 Tentang Practices) Perlindungan Tanaman 3.16. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3.4. Keputusan Menteri Perdagangan Dan 61/Permentan/OT.160/11/2006 Tentang Koperasi Nomor 349 Tahun 1982 Tentang Pedoman Budidaya Buah Yang Baik Larangan Mengimpor, Memperdagangkan (Good Agriculture Practices) Dan Mengedarkan Pestisida 3.17. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : Pentakhlorofenol Dan Garamnya 01/Permentan/OT. 140/1/2007 Tentang 3.5. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 944 Daftar Bahan Aktif Pestisida Yang Tahun 1984 Tentang Pembatasan Dilarang Dan Pestisida Terbatas Pendaftaran Pestisida 3.18. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 3.6. Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 536 07/Permentan/SR.140/2/2007 Tentang Tahun 1985 Tentang Pengawasan Pestisida

Syarat Dan Pestisida

Tata

Cara

Pendaftaran

3.19. Keputusan Menteri Pertanian Nomor:42/Permentan/SR.140/5/2007 Tentang Pengawasan Pestisida 3.20. Keputusan Menteri Pertanian Nomor:81/Kpts/SR.140/2/2007 Tentang Perubahan Nama Formulasi, Nama Bahan Aktif, Dosis Aplikasi, Dan Jenis Pestisida 3.21. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 515/Kpts/SR. 140/9/2007 Tentang Pendaftaran Pestisida Untuk Ekspor 3.22. Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 517/Kpts/SR.140/9/2007 Tentang Perubahan Nama Formulasi, Kadar Bahan Aktif Pestisida 3.23. Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 544/Kpts/KP.320/9/2007 Tentang Pendelegasian Wewenang Kepada Pejabat Tertentu Untuk Atas Nama Menteri Pertanian Menandatangani Penunjukan Pengawas Pestisida 3.24. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 276/Kpts/OT.160/4/2008 Tentang Komisi Pestisida 3.25. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 35/Permentan/OT.140/7/2008 Tentang Persyaratan Dan Penerapan Cara Pengolahan Hasil Pertanian Asal Tumbuhan Yang Baik (Good Manufacturing Practices) 3.26. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 27/Permentan/PP.340/5/2009 Tentang Pengawasan Keamanan Pangan Terhadap Pemasukan Dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan 3.27. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2010 Tentang Penggunaan Sistem Elektronik Registrasi Bahan Berbahaya Dan Beracun Dalam Kerangka Indonesia National Single Window Di Kementerian Lingkungan Hidup
***

3.28. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 812/KMK.04/1985 Tentang Tata Cara Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Atas Pupuk Dan Pestisida Bersubsidi 3.29. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 812/KMK.04/1985 Tentang Tata Cara Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Atas Pupuk Dan Pestisida Bersubsidi 3.30. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 579/KMK.04/1996 Tentang Penunjukan Direktorat Jenderal Anggaran Sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Pupuk Dan Pestisida Bersubsidi 3.31. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 02/PJ.51/1997 Tentang Penunjukan Dit.Jen Anggaran Sebagai Pemungut PPN Atas Penyerahan Pupuk Dan Pestisida Bersubsidi (Seri PPN 3995). 3.32. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.011/2011 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 Tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor 3.33. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 65/PMK.011/2011 Tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/Pmk.010/2006 Tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor 3.34. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 80/PMK.011/2011 Tentang Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/Pmk.010/2006 Tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor

FORMULIR PEMESANAN
PT MEDIA DATA RISET Jl. SMA XIV, No. 12 A Cawang–UKI, Jakarta 13630 Phone : (021) 809-6071, 809-3140 Fax : (021) 809-6071, Website : www.mediadata.co.id e-mail : sales@mediadata.co.id PENAWARAN DAFTAR PERATURAN PESTISIDA INDONESIA, 2011 Mei, 2011 Edisi Bahasa Indonesia Nama (Mr/Mrs/Ms) Position Nama Perusahaan NPWP No. Alamat

WS

Telepon Tanda Tangan Tanggal

Fax :

Harga : Edisi Bhs. Indonesia - Rp 4.500.000 (Empat juta lima ratus ribu rupiah) Catatan : Harga belum termasuk pajak (10% PPn) Di luar Jakarta dan luar negeri; ditambah biaya pengiriman (Jasa Kurir) Pembayaran ( √ ) : Cash Cheque Transfer to - PT MEDIA DATA RISET AC. NO. 070 000 534 0497 BANK MANDIRI CAB. DEWI SARTIKA JAKARTA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->