Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010

LAPORAN KASUS BAGIAN 1. ASSESMEN

A. ANAMNESIS
1. Identitas Pasien
Nama Umur Sex Pelajar : An. F : 9 tahun : laki-laki : Pekerjaan Tgl Masuk : 16 November 2007 Tgl Kasus : 19 November 2007

Pendidikan : SD Agama : Islam Diagnosis medis : Kolik abdomen suspect gastritis dan nefrolithiasis

2. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit Keluhan Utama Riwayat Penyakit Sekarang Nyeri perut hilang timbul Satu tahun sebelum masuk rumah sakit : Demam (+) naik turun, nyeri perut hilang timbul di daerah pusar, sangat sakit, batuk (-), pilek (-), BAB biasa, BAK warna kuning lancar, jika diberi obat maag sakit perut berkurang. Satu hari sebelum masuk rumah sakit: Demam (+), batuk (+), pilek (+), nyeri perut (+) hilang timbul, Belum BAB selama 4 hari, BAK lancar. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga Asma bronchial

3. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi Data Sosio ekonomi Penghasilan : Rp. 400.000,-/bln Jumlah anggota keluarga : 4 orang Suku : Jawa Aktifitas fisik Jenis pekerjaan : buruh Jumlah jam kerja : 1,5 jam Jenis olahraga Frekuensi : sepakbola : 1 minggu sekali

Jumlah jam tidur sehari : 10 ² 12 jam

Mual (ya). Anoreksia (ya) Yang menganjurkan Masalah gastrointestinal Sakit perut (ya).bayam (1x/minggu).Tempe (1x/bulan) dan tahu (2x/bulan) Sayuran: wortel. ceisin (2x/bulan). Stomatitis (tidak). makanan mentah hanya disimpan di almari Riwayat / pola makan Pola makan sehari 2x Makanan pokok : nasi (2x/hari). bunga kol (1x/bulan).Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Alergi makanan Makanan : udang Penyebab : sakit perut Jenis diet khusus : Alasan ::Muntah (tidak). taoge (2x/bulan) daun singkong (4x/tahun) Buah : pisang (1x/bulan). kembung (ya) Penyakit kronik Jenis penyakit : Modifikasi diet : Jenis dan lama pengobatan : Kesehatan mulut Pengobatan Sulit menelan (tidak). tidak disengaja .pepaya (1x/bulan) Tidak pernah minum susu Pola konsumsi cairan 1500/cc Kesimpulan : : memasak dengan menggunakan kompor :- Berkurang 1 kg lamanya 1 minggu. jagung 1x/minggu kentang (2x/bulan) Lauk hewani: ayam (3x/minggu). Perubahan pengecapan/penciuman (tidak ). Konstipasi (ya). Diare (tidak). jeruk.daging sapi (1x/bulan) telur ayam (1x/bulan) lele (1x/minggu). kol (2x/bulan). kacang panjang (1x/minggu). telur puyuh (1x/bulan). teri (1x/minggu) Lauk nabati : kacang tanah (1x/bulan). Gigi lengkap ( ya) Vitamin/mineral/suplemen gizi lain : Frekuensi dan jumlah Perubahan berat badan Mempersiapkan makanan Fasilitas memasak minyak dan tungku Fasilitas menyimpan makanan : tidak memiliki kulkas. kacang telur (3x/tahun).

Diduga hal yang mendasari adalah sumbatan dari organ perut (batu ginjal) dan gastritis. mual. Masalah gastrointestinal yang dialami pasien adalah sakit perut. 2007). mual. Riwayat penyakit dahulu pasien adalah asma bronchial. Pembahasan Anamnesis Kolik abdomen yang dialami pasien adalah rasa nyeri pada perut yang sifatnya hilang timbul dan bersumber dari organ yang terdapat dalam abdomen (Nito. sehingga dapat disimpulkan status gizi pasien baik karena nilai IMT tersebut berada antara nilai SD -1 dan median. Saat ini pasien mengekuhkan nyeri perut yang hilang timbul. 2007). Hasil wawancara menunjukkan bahwa pola makan pasien kurang baik. nyeri perut yang hilang timbul dan kostipasi. Dalam satu minggu terakhir pasien mangalami penurunan berat badan yang didak disengaja sebesar 1 kg. batuk. y Menurut WHO Reference (2007) IMT dapat digunakan untuk menentukan status gizi anak usia 519 tahun. pola makan dan minum pasien kurang baik. dan konstipasi namun tidak ada masalah kesehatan mulut. Penurunan berat badan pasien dapat disebabkan oleh rasa mual dan anoreksia yang dapat menyebabkan penurunan asupan makan. Pasien memiliki alergi udang. Satu hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami demam. anoreksia.75. BB/U dan IMT dapat disimpulkan bahwa pasien berstatus gizi baik : 19 November 2007 125 cm 23 kg . Konstipasi merupakan suatu keadaan dimana terjadi kesulitan saat buang air besar. sakit perut berkurang jika diberi obat maag. B.Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Pasien berjenis kelamin laki-laki. Rasa nyeri perut telah dirasakan sejah satu tahun yang lalu. 2007). BAB dab BAK pasien normal. Pola konsumsi cairan belum memenuhi kebutuahan cairan pasien. Jika dilihat dari hasil wawancara frekuensi konsumsi. disertai dengan demam yang naik turun. umumnya berhubungan dengan feces yang keras (PERSAGI. IMT pasien adalah 14. suspect gastritis dan nefrolithiasis. y Dari indeks TB/U. y BB/U pasien tergolong normal yaitu antara nilai SD -1 dan median (WHO Reference. Konstipasi yang dialami pasien dapat berkaitan dengan konsumsi serat pasien yang kurang. Tingkat aktifitas pasien ringan dengan jumlah jam tidur 10-12 jam. Frekuensi konsumsi buah dan sayur jarang dan dalam sehari pasien hanya makan dua kali. ANTROPOMETRI Tanggal PB Berat Badan Kesimpulan : y TB/U pasien tergolong normal. Pasien berasal dari keluarga golongan ekonomi menengah kebawah. pilek. Keluhan masalah gastrointestinal pasien adalah konstipasi. yaitu antara nilai SD-1 dan SD -2 (WHO Reference. usia 9 tahun diagnosis kolik abdomen. 2009).

Antacida menetralkan kelebihan HCL dalam getah lambung Penurunan absorbsi Fe karena peningkatan pH lambung dan pe-nurunan absorbsi fosfat (Moore.9 46 57 37. lemak. protein. F.5 Protein (gr) 26. Terapi Medis Jenis Obat/tindakan Obat Dulcolax diberikan pada pasien yang menderita konstipasi untuk mempercepat defekasi. PEMERIKSAAN KLINIS Jenis Pemeriksaan Nadi (menit) Respirasi (menit) Suhu ( oC) Kesimpulan : Pasien mengalami demam (> 37º C).3 19.9 KH (gr) 34.1997) Transfusi Fungsi Interaksi dengan zat gizi 100 1684.3 25 280. karbohidrat dan Fe tidak tercukupi karena asupan yang rendah. 98 35.3 Hasil 92 x/menit 28 x/menit 38 oC Nilai Normal 80 ² 100x/menit 20 ² 40 x/menit 36 ² 37 oC Intepretasi Normal Normal Demam .Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 C.7 10 43 Energi (kal) 504.7 Fe (mg) 4.4 77. ASUPAN ZAT GIZI Hasil Recall 24 jam Tanggal :19 November 2007 Implementasi Asupan oral/enteral Infus Kebutuhan % Asupan Kesimpulan : Kebutuhan energi.2 Lemak (gr) 28. nadi dan respirasi normal D.

45% 500 cc Oksigen : - - .Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Glukosa 5%. Sumber gizi dan energi NaCl 0.

Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 BAGIAN 2. asupan makanan oral tidak adekuat karena nyeri perut. Domain Intake : a. Hipermetabolisme (NI 1. Asupa serat tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dan fungsi serat dibuktikan oleh konstipasi dan hasil anamnesis riwayat makan yang menunjukkan kurangnya fekuensi konsumsi sayur dan buah. Pembahasan Diagnosis gizi Permasalahan gizi pasien masuk dalam domain intake. serta asupan fe.9% P 57% L 77. Asupan makan oral tidak adekuat (NI 2.5) d. Asupan cairan tidak adekuat (NI 3. Domain Behavior :Kesimpulan a. Penurunan berat badan yang tidak disengaja (NC 3.7% c. Perubahan fungsi gastrointestinal (NC 1. E 35. Permasalahan yang berasal dari domain klinis adalah penurunan berat badan sebesar 1 kg dalam satu minggu yang tidak disengaja.3% KH 19.4) b. DIAGNOSIS GIZI Problem Gizi 1.1) b. d. Domain Clinical : a. yaitu hipermetabolisme karena demam.1) 2. g. Kondisi tersebut dapat memperparah kondisi fisiologis pasien dan jika tidak ditangani dengan baik akan memperlambat proses penyembuahan. . Asupan Fe tidak adekuat (NI 55. Hipermetabolisme berkaitan dengan demam dibuktikan oleh peningkatan suhu tubuh menjadi 38 C b. Asupan cairan tidak adekuat berkaitan dengan demam dibuktikan oleh hasil anamnesis pola minum hanya 1500 ml. kembung. dan sakit perut. Asupa serat tidak adekuat (NI 53. serat dan cairan yang tidak mencukupi kebutuhan.1) e. Asupan Fe tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya konsumsi makanan sumber Fe dibuktikan oleh persen pemenuhan kebutuhan Fe hanya 43% e.1) c. f.2) 3. Perubahan fungsi gastrointestinal berkaitan dengan gastritis dibuktikan oleh mual. Asupan makan oral tidak adekuat berkaitan dengan nyeri perut dibuktikan oleh hasil recall yang tidak memenuhi kebutuhan. Penurunan berat badan yang tidak disengaja berkaitan dengan peningkatan kebutuhan energi karena demam dibuktikan oleh penurunan berat badan sebesar 1 kg dalam satu minggu.

20% x basal =b . Perhitungan ini mempertimbangkan kebutuhan untuk aktivitas anak yang dirawat di Rumah Sakit sebesar 25% dan kenaikan kebutuhan energy basal tiap kenaikan 1o C sebesar 13%. serta konsumsi cairan pasien perlu dipantau supaya dapat memenuhi kebutuhan cairannya. INTERVENSI GIZI A. dan zat gizi nya. Kebutuhan energi dihitung dengan metode Seashore. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi Perhitungan kebutuhan energy pasien menggunakan metode Seashore (1984). Terapi Diet Jenis diet : TKTP Bentuk makanan : Biasa (padat) Cara pemberian : oral 2. faktor aktifitas 25%. 2.5g/kgBB c) Lemak cukup. pertumbuhan 50% b) Protein tinggi. Tujuan Diet: a) Mencegah penurunan status gizi pasien status gizi pasien b) Memberikan asupan energi dan zat gizi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan pasien c) Memberikan makanan yang tidak memperberat kerja saluran pencernaan d) Memberikan cairan sesuai kebutuhan pasien e) Membantu menghilangkan masalah kostipasi dengan memberikan konseling mengenai pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat 3. 25% d) Karbohidrat sisa dari kebutuhan total e) Cairan cukup f) Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering serta mudah dicerna g) Tidak mengandung bahan makanan yang bergas dan berbau tajam serta tidak menggunakan bumbu yang tajam 4. ditam bah factor stress demam 13%. Syarat / prinsip Diet: a) Energi tinggi. BAGIAN 3.Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Untuk memecahkan masalah ² masalah tersebut pasien perlu diberi makanan yang dapat memenuhi kebutuhan energi. PLANNING 1.2 x age) x kg = a Maintenance. Rumus perhitungan adalah sebagai berikut: Basal = (55 . maintenance 20%.

1 kkal = 442. 25% x basal =c Demam.5 gr = 230 kkal Kebutuhan lemak = 25% x 1770.5 kkal/9kkal = 49.20)x 20)) = 1560 ml Kebutuhan cairan tambahan = (38-37)x 12% x 1560 = 187.4 g Kebutuhan cairan Kebutuhan normal :1500ml +((BB.5kkal (dari lemak) = 1097.1 kkal .2 g Kebutuhan KH = 1770.5 kkal 1770.6 kkal = 1097.5 kkal = 442.8 kkal 110. tidak menggunakan bumbu yang tajam serta tidak mengandung udang.2 kkal 425. Rencana monitoring dan evaluasi Yang diukur Anamnesis Antropometri BB 3 hari sekali Pengukuran Evaluasi/ target Berat badan . tidak mengandung bahan makanan berbau tajam.20)x 20)) = 1500ml +((23.0 kkal 212. Untuk mengatasi rasa mual makanan diberikan tidak berkuah.2 ml Total= 1747. dalam porsi kecil dan sering serta mudah dicerna.Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Activity. 13%/1oC x basal =d Growth/Anabolism.6 kkal/4 kkal = 274.6 kkal 170. 851.5 gr x 23 = 57. sayuran yang diberikan merupakan sayuran yang tidak menghasilkan gas.2 ml Pembahasan Preskripsi Diet : Diet TETP kerena pasien mengalami demam dan masih dalam masa pertumbuhan.230 kkal (dari protein) ² 442. Diet yang diberikan mengandung sayur dan buah sebagai sumber serat untuk membantu menghilangkan masalah kostipasi. Namun karena pasien mengalami kembung. 50% x basal =e Kebutuhan energi dan zat gizi Basal Aktivitas Demam (12%) Maintenance Pertumbuhan TOTAL Kebutuhan protein = 2.1 kkal Total = a+b+c+d+e 5.

zat gizi dan cairan. Rencana Konsultasi Gizi Sasaran : Orang tua Masalah gizi :Kurangnya asupan energi .4 . mual. Memberikan pemahaman mengenai penyebab konstipasi d.5 49. kembung Tujuan : a. Mendiskusikan cara pemenuhan kebutuhan energi. zat gizi. protein. IMPLEMENTASI 1. serat dan Fe Setiap hari Setiap hari Nyeri menghilang Minimal 75% kebutuhan 6. mual.2 274.Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 tetap Biokimia Klinik Nyeri perut. dan cairan pasien b. kostipasi. dan cairan untuk pasien c. Memberikan pemahaman mengenai kebutuhan energi. lemak. karbohidrat. Meningkatkan pengetahuan mengenai makanan sumber serat f.1 57. konstipasi. Memberikan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi serat untuk mencegah dan menyembuhkan konstipasi e. zat gizi. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit     Jenis Diet : TKTP Bentuk Makanan : Biasa Cara Pemberian : oral Oral nutrisi : Energi (kal) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr) Standar diet RS Kebutuhan (planning) % standar/kebutuhan 1770. Meningkatkan pengetahuan mengenai cara untuk mengatasi mual dan kembung B. kembung Asupan zat gizi Energi.

Standar diet Golongan Bahan Makanan Sumber KH Lauk hewani Lauk nabati Sayur Buah Minyak Gula Susu TOTAL Kebutuhan persen pemenuhan Penukar 4.5 7.2 Waktu makan Golongan Bahan Makanan Sumber KH Lauk hewani Lauk nabati Sayur 1 1/2 1/2 2/5 1/2 1/5 1 1/4 1/2 1/5 1/2 2/7 1 1/4 1/4 1/5 1/5 3/4 3/4 7.5 57.00 17.25 2.00 20.4 99.5 4.75 0 0 25 0 7 49.1 99.25 1.75 213.00 12.9 Protein 17 22.25 49.5 0 0 0 7 58.00 .25 1.75 100 75 120 225 160 130 1767. Rekomendasi Diet : .Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Pembahasan Diet RS: Belum ada data standar diet rumah sakit sehingga tidak bisa dihitung persen standar/kebutuhan pasien 2.00 10.7 Lemak 0 13.9 KH 170 0 10 15 30 0 40 9 274 274.2 100.00 15.5 101.5 1770.5 3 5 4 1 Energi 743.5 3.

Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Buah 1/3 Minyak .5 gr 15 gr 25 gr 20 gr 40 gr 25 5 gr 5 gr 16 gr 50 gr 50 gr 12.00 Nasi Tahu isi daging Beras Tahu kuning daging Minyak Oseng-oseng jipang tomat Jipang Tomat buah Minyak goreng Jus pepaya Pepaya Gula .00 Nama Masakan Nasi Tumis buncis.5 gr 67 gr 8 gr URT 5/9 gls ½ ptg kcl 1/10 gelas ½ ptng sdg ½ sdm ¼ bj sdg ¼ ptng sdg ¼ brt 5 1/2 sdm 1/3 sdm 1/5 gls 1/6 bh sdg 1 sdm 1 sdm 2 sdm 3/8 gls 1 ptg kcl ½ ptg kcl ¼ sdm 1/5 gls 1/10 gls ¼ sdm 2/3 ptg sdg 1 sdm Perkedel ayam Kentang Ayam Telur 10.5 gr 20 gr 10 gr 2. Biasa 1 1 2 1/5 2/3 1 1 1/4 1 1 1 1 2/7 1/4 Waktu 07.Gula P e Susu m esanaPemePemesanan Diet : TKTP.00 Pancake Tepung terigu Telur Susu cair Apel margarin Selai stroberi Gula 12. baby corn.5 gr 20 gr 20 gr 25 gr 5 gr 25 gr 12. tempe Bahan beras buncis Baby corn Tempe Minyak goreng Berat 37.5 gr 2.

5 gr 5 gr 5 gr 75 gr 40 gr 20 gr 5 gr 6.5 gr 30 gr 20 gr 37.5 gr 6 gr 10 gr 1 bj sdg 2/7 gls 2/7 btr bsr 1 bh sdg 1 sdm 3/8 gls 1/10 gls 1/10 gls 1/10 gls ½ ptg kcl 1/10 btr 1/10 gls 12. Bahan Beras Buncis Baby corn Tempe Berat 132.5 gr 15 gr 12.Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 15.5 gr 7.00 Nasi Cah buncis jamur Beras Jamur tiram Tomat buah Buncis Bola-bola jagung tengiri Ikan tengiri Telur Jangung manis pipil Tempe terigu Minyak Pisang 20.00 Roti vla keju Pisang ambon Roti tawar Bayam maizena Tepung roti keju Telur Ayam ayam Minyak goreng Susu 20 gr 60 gr 18 gr 50 gr 8 gr 45 gr 10 gr 10 10 gr 7.00 Puding wortel wortel Susu cair Telur Sari jeruk kental gula 17.5 gr .5 gr 5 gr 50 gr ½ ptg sdg 1 sdm 1/2 sdm 1 bh sdg 2 lbr 1/5 gls 1 sdm 5/4 sdm ½ ptg kcl ¼ btr ½ ptg kcl ¼ sdm ¼ gls Daftar Bahan Makanan.

5 gr 1 sdm ½ buah 6 siung 1 batang 1 sdt secukupnya .5 gr 20 gr 20 gr 67 gr 20 gr 50 gr 10 gr 10 gr 75 gr 40 gr 20 gr 5 gr 6.Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 Minyak goreng Kentang Ayam Telur Tepung terigu Tahu kuning Susu cair Apel Margarin Gula Daging sapi Ikan tengiri Jipang Tomat buah Pepaya Wortel Sari jeruk kental Jamur tiram Jangung manis pipil Pisang ambon Roti tawar Bayam Maizena Tepung roti Keju Bumbu Baking powder Bawang bombay Bawang putih Daun bawang wijen garam 20 gr 25 gr 25 gr 72 gr 30 gr 50 gr 200 gr 25 gr 5 gr 32 gr 12.5 gr 7.5 gr 7.

who.´Nutritional Support of Children in the Intensive Care Unitµ.2009. Diakses pada tanggal 12 Mei 2010 dari http://imrannito. Growth reference 5-19 years.html PERSAGI.1997.Kamus Gizi. Jakarta: Gramedia Seashore. Mary Courtney.Jakarta:Hipokrates WHO. Terapi Diet dan Nutrisi.int/growthref/en/ .Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2010 DAFTAR PUSTAKA Nito. 2007.2007. John H. Diakses pada tanggal 12 Mei 2010 dari http://www. The Yale Journal Of Biology And Medicine 57:111-134 Moore.blogspot. Colic Abdomen. 1984. Imran.com/2007/12/colic-abdomen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful