Anda di halaman 1dari 7

Dosen : KURNIA, SE

AZAS-AZAS MANAJEMEN

D
I
S
U
S
U
N

Oleh :
KELOMPOK I

 ANDI ABDUL MALIK 2722017


 SATURIAN 2722020
 ANDRIANI 2722006
 NURWAHIDAH 2722011
UNIVERSITAS SAWERIGADING MAKASSAR
2008

2
PERENCANAAN

Fungsi Perencanaan
Pada fungsi perencanaan seorang manajer melakukan berbagai bentuk
kegiatan perencanaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sejak mulai
perusahaan didirikan, ia sudah harus merencanakan banyak hal secara terpadu,
seperti :
1. Produk apa yang akan dibuat dan dijual, yang sesuai dengan kehendak atau
keinginan konsumen. Menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan keinginan
konsumen (bentuk, warna, gaya, corak, kualitas, ukuran, manfaat, dan lain-lain)
akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan itu sendiri. Barang yang
dihasilkannya tidak akan laku sehingga biaya produksi tidak dapat ditutup. Bila
yang dihasilkannya adalah jasa, yang tidak sesuai dengan kehendak atau
keinginan konsumen, maka jasa itu tidak pula akan dibeli oleh konsumen. Pendek
kata, “produk apa” yang akan dihasilkan perlu perencanaan yang matang.
2. Berapa jumlah setiap produk yang akan diproduksi. Hal ini perlu perencanaan
yang matang agar jumlah tersebut tidak terlalu berlebihan dan tidak pula
kekurangan. Manajer yang “pandai” tentu akan menghitung dengan sungguh-
sungguh berapa tingkat produksi yang harus dicapai perusahaannya. Produksi
yang berlebihan (over production) akan mengakibatkan bertumpuknya barang
yang tidak terjual, karena melebihi daya serap pasar yang tersedia. Bertumpuknya
barang akan mengundang berbagai macam resiko, baik yang berasal dari manusia
(kecerobohan, kelalaian, kesengajaan, dan sebagainya), alam (kebakaran, banjir,
bencana alam, dan sebagainya) maupun oleh sifat barang itu sendiri (mudah
rusak, pecah, aus, usang, berubah bentuk, penurunan kandungan, dan
sebagainya). Sebaliknya bila produksi terlalu kecil (under production) maka
perusahaan yang bersangkutan pun akan mengalami kerugian.

1
3. Berapa jumlah dana yang diperlukan baik untuk modal kerja maupun modal tetap
juga perlu perencanaan yang hati-hati. Modal kerja yang akan dipenuhi dengan
kredit misalnya perlu diperhitungkan dengan berbagai cara terlebih dahulu, agar
jumlah yang dipinjam benar-benar sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
Terlalu besar jumlah yang dipinjam akan diikuti terlalu besarnya beban bunga
yang harus selalu dibayar. Besarnya beban bunga mengurangi pendapatan yang
diterima. Terlalu kecilnya jumlah yang dipinjam mengakibatkan perusahaan
kekurangan dana untuk operasinya. Akibatnya kegiatan produksi terganggu dan
kontinuitas penyelesaian produk akan terganggu pula. Tentunya hal ini akan
merugikan perusahaan bila dibiarkan berkelanjutan. Jelas di sini jumlah dana
yang akan dipakai juga memerlukan perencanaan yang matang.
4. Karyawan yang akan dipekerjakan pada perusahaan, manajer pun perlu membuat
perencanaan yang baik. Karyawan akan bekerja pada berbagai bagian yang ada di
dalam perusahaan, pada berbagai tingkatan yang ada pada masing-masing bagian.
Akibatnya salah satu perencanaan yang diperlukan mencakup masalah
persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan. Pada
tingkatan tertentu (bagian produksi misalnya) mungkin lebih diperlukan
keterampilan (skill) dan pengalaman daripada pendidikan formal. Hal ini
disesuaikan dengan bidang yang akan dikerjakan masing-masing karyawan.
Sebaliknya pada fungsi lain (staf misalnya) mungkin diperlukan persyaratan
pendidikan formal tertentu ditambah dengan berbagai pengalaman penunjang.
Perencanaan ini akan berkaitan dengan perencanaan jumlah masing-masing
golongan serta perencanaan tingkat gaji mereka masing-masing sehingga
akhirnya dapat pula direncanakan biaya karyawan yang akan ditanggung
perusahaan. Perencanaan lain (yang sangat banyak jumlahnya) yang masih
diperlukan dalam hal tenaga kerja ini adalah perencanaan tentang latihan,
kenaikan pangkat, mutasi, dan sebagainya.
Uraian di atas hanya menunjukkan sebagian kecil dari peranan fungsi
perencanaan di berbagai bidang dalam perusahaan. Fungsi perencanaan merupakan

2
dasar dari fungsi-fungsi lainnya. Hal ini disebabkan karena diasumsikan bahwa fungsi
perencanaan adalah mendahulukan fungsi-fungsi lainnya. Akibatnya jika perusahaan
tidak menjalankan perencanaan maka anggota organisasi tidak tahu apa yang harus
dikerjakannya dan ia tidak akan dapat menjalankan fungsi-fungsi selanjutnya.
Perencanaan merupakan suatu fungsi manajer yang mencakup pemilihan
kegiatan yang akan dijalankan, bagaimana menjalankan dan kapan dimulai dan
selesainya pekerjaan itu, untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Perencanaan
juga merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang mengandung unsur-unsur
fakta, asumsi dan kegiatan yang dipilih dan akan dilakukan di masa mendatang.
Perencanaan yang baik selalu berdasarkan pada kenyataan-kenyataan, tidak terlalu
optimis ataupun sebaliknya. Perencanaan tidak pula didasarkan atas kehendak atau
subjektivitas si perencanaan. Tentu saja diperlukan data yang relevan untuk
membantu proses perencanaan yang baik. Data tersebut dikumpulkan dan dianalisis
untuk kemudian dipakai sebagai dasar perencanaan.
Perencanaan dapat dikatakan suatu pekerjaan yang memerlukan kecakapan
tertentu, yang akan dapat diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan seseorang.

Manfaat Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu cara untuk mengekspresikan apa yang dilihat di
masa mendatang atau apa yang diperkirakan akan terjadi dan bagaimana langkah
menghadapinya. Dengan adanya perencanaan yang matang dapatlah manajemen lebih
berhati-hati dalam melakukan fungsi-fungsi yang lain agar tidak menyimpang atau
bertentangan dengan apa yang direncanakan semula.
Beberapa manfaat dari perencanaan adalah :
1. Dipakai sebagai alat pengawasan dan pengendalian kegiatan sehari-
hari perusahaan. Perencanaan yang telah disusun dengan baik akan memudahkan
para pelaksana untuk mengetahui apakah tindakan mereka menyimpang atau
sesuai dengan rencana.

3
2. Dengan adanya perencanaan yang disusun (tentunya sebelum suatu
kegiatan dilakukan) dengan cermat dapatlah dipilih dan ditetapkan kegiatan-
kegiatan mana yang diperlukan dan mana yang tidak. Dengan demikian dapat
dipahami bila ternyata suatu usaha atau kegiatan yang terencana dengan baik
secara keseluruhan akan lebih ekonomis daripada kegiatan lain yang dilakukan
tanpa rencana.
3. Dengan adanya rencana, segala kegiatan dapat dilakukan secara
tertib dan teratur sesuai dengan tahap-tahap yang semestinya. Dengan demikian
pekerjaan yang dilakukan tidak serampangan, dan memudahkan dicapainya
tujuan akhir yang diharapkan.

Keterbatasan-Keterbatasan Perencanaan
Banyak hambatan-hambatan dan keterbatasan yang ditemui dalam
menjalankan fungsi perencanaan ini, baik yang berasal dari pihak pembuat dan
pelaksana rencana, maupun sifat organisasi perusahaan dengan lingkungannya.
Faktor-faktor pembatas itu antara lain :
1. Fleksibilitas; yakni kemampuan untuk mengatakan perubahan atau
penyelesaian terhadap situasi yang berubah, bila ditinjau dari sudut fleksibilitas
pembuat rencana maupun fleksibilitas rencana itu sendiri. Karena itu dituntut
adanya kesiapan atau jalan keluar apabila rencana yang disusun ternyata dalam
pelaksanaannya mengalami hambatan.
2. Biaya; yakni biaya yang dikeluarkan untuk penelitian-penelitian
pendahuluan maupun untuk peramalan situasi mendatang. Untuk menunjang
rencana penjualan yang baik misalnya, perlu adanya penelitian pasar untuk
mendapatkan data tentang tanggapan konsumen secara langsung. Dalam hal ini
biaya yang dikeluarkan tidaklah kecil. Sehingga tidak jarang perusahaan terpaksa
membuat perkiraan-perkiraan saja secara sederhana.
3. Waktu yang tersedia untuk menyusun rencana pada umumnya sangat
terbatas; terutama bagi rencana-rencana tahunan.

4
4. Rencana dibuat berdasarkan data waktu lampau dan asumsi-asumsi
tentang masa mendatang. Asumsi-asumsi yang disusun kadang-kadang tidak
berlaku sehingga apa direncanakan ternyata sulit untuk dilaksanakan.

Macam-Macam Perencanaan
Pada umumnya perencanaan dapat dipecahkan menjadi beberapa macam,
menurut jangka waktunya maupun, menurut ruang lingkupnya. Menurut jangka
waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi perencanaan jangka panjang
yang pada dasarnya mencakup kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan maupun
kebijaksanaan yang akan diambil dalam kurun waktu yang relatif panjang. Rencana
induk pengembangan perusahaan biasanya berupa rencana jangka panjang dan
merupakan pedoman bagi penyusunan rencana lainnya. Sedangkan jangka pendek
meliputi kegiatan atau kebijaksanaan yang akan diambil pada tahun mendatang atau
dalam kurun waktu yang relatif pendek.
Menurut ruang lingkupnya perencanaan dapat dibagi menjadi tiga macam,
yaitu :
1. Perencanaan fisik, yaitu perencanaan yang menyangkut pembangunan
fisik yang diperlukan di masa mendatang.
2. Perencanaan fungsional, menyangkut atau berkaitan dengan fungsi-fungsi
tertentu di dalam perusahaan, seperti : perencanaan produksi, perencanaan
finansial, dan lain-lain.
3. Perencanaan menyeluruh, seluruh aspek di dalam maupun di luar
perusahaan yang mempengaruhi. Secara mikro, perencanaan menyeluruh dapat
meliputi beberapa sektor, seperti sektor pertanian, perdagangan, industri, dan
sebagainya.