Anda di halaman 1dari 17

Tugas Kelompok

Mata Kuliah : Bank & Lembaga Keuangan Lainnya


Pembimbing : Muhammad Nasrum, SE, MM

Oleh :
KELOMPOK I

1. AZIZUL GAFFAR 05. 20102. 001


2. HAMILA 05. 20102. 006
3. CHAERATI AKSAR 05. 20102. 010
4. DIAN ESPAYANIS 05. 20102. 011
5. AGUSTINA 05. 20102. 012
6. ROSDIANA 05. 20102. 013
7. ALWI 05. 20102. 015
8. ILMAWATI 05. 20102. 017
9. IKHWAN 05. 20102. 018
10. MAS’ATI YUSUF 05. 20102. 020

SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN


YAYASAN PERGURUAN ISLAM MAROS
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

2007

Halaman 2
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat
dan Rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini
dengan baik.
Makalah ini adalah makalah yang menyangkut dengan mata kuliah
“Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya” yang membahas tentang pengertian
kartu kredit, jenis-jenis kartu kredit, keuntungan dan kerugian kartu kredit
serta layanan ATM sebagai salah satu bentuk dari technology perbankan.
Kami sadar sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu ide serta saran-saran dari pemerhati makalah
ini yang bersifat membangun kami sangat harapkan. Mudah-mudahan dapat
berarti bagi diri pribadi mahasiswa dan semoga apa yang kami perbuat
selama ini menjadi berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin.

Maros, November 2007

PENYUSUN

Halaman ii
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................ i
KATA PENGANTAR......................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................. 1
1.1.Latar Belakang................................................................ 1
1.2.Rumusan Masalah.......................................................... 1
1.3.Tujuan ............................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN ................................................................... 2


2.1. Pengertian Kartu Kredit.................................................. 2
2.2. Sistem Kerja Kartu Kredit .............................................. 3
2.3. Jenis-Jenis Kartu Kredit ................................................ 5
2.4. Keistimewaan dan Kerugian Kartu Kredit ..................... 7
2.5. Pelayanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ................... 10

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN................................................ 11


3.1 Rangkuman.................................................................... 11
3.2 Saran-saran ................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 13

Halaman iii
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Penulisan makalah ini sebagai bahan pelaksanaan tugas diskusi
untuk mata kuliah “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, dengan
pembimbing oleh Bapak Muhammad Nasrum, SE, MM,. Dalam hal ini
untuk mengembangkan wawasan dan melatih meningkatkan
kemampuan pengembangan diri mahasiswa dalam keterampilan
menulis, berbahasa dan berbicara di depan khalayak.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang ingin dipecahkan dalam makalah ini
adalah bagaimana pentingnya penyesuaian sektor perbankan
menghadapi perkembangan technology yang bergerak cepat. kompleks
dan semakin maju dalam memasuki era globalisasi.

1.3. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan sebagai tambahan bahan
pustaka mahasiswa untuk mengetahui :
1. Pengertian kartu kredit
2. Sistem kerja kartu kredit
3. Jenis-jenis kartu kredit
4. Keuntungan dan kerugian kartu kredit
5. Pelayanan anjungan tunai mandiri (ATM)

Halaman 1
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kartu Kredit


Dewasa ini untuk melakukan transaksi, dapat digunakan
berbagai sarana pembayaran, mulai dari cara yang paling tradisional,
sampai dengan cara yang paling modern sekalipun. Pada awal mula
sebelum dikenalnya uang sebagai alat pembayaran, setiap transaksi
pembayaran dilakukan melalui cara pertukaran, baik antara barang
dengan barang, atau barang dengan jasa, atau jasa dengan jasa.
Transaksi semacam ini dikenal dengan nama sistem barter.
Dalam perkembangan selanjutnya, ditemukan cara yang paling
efisien dan efektif untuk melakukan transaksi pembayaran yaitu dengan
menggunakan “uang”. Penggunaan uang sebagai alat untuk melakukan
pembayaran dewasa ini sudah dikenal luas. Disamping itu penggunaan
uang sebagai sarana pembayaran sudah merupakan kebutuhan pokok
di hampir setiap kegiatan.
Dalam perjalanannya, penggunaan uang juga mengalami
berbagai hambatan, terutama jika penggunaannya dalam jumlah besar.
Hambatannya yang pertama adalah resiko membawa uang tunai
terutama dalam jumlah besar. Disamping resiko membutuhkan tempat,
juga resiko keamanan, seperti kehilangan dan perampokan. Kemudian
resiko lain adalah resiko rusak dengan berbagai sebab. Oleh karena itu
dicarilah sarana pengganti uang tunai sebagai sarana pembayaran
yang dapat meminimalkan segala resiko di atas dengan tidak
mengurangi fungsi uang tunai itu sendiri.
Adalah kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang
mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu
kredit ini dapat pula digunakan untuk berbagai keperluan yang berfungsi

Halaman 2
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

sebagai alat pembayaran tunai. Resiko uang tunai di atas sedikit


banyak dapat diminimalkan dengan adanya kartu kredit. Penggunaan
kartu kredit dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan,
seperti untuk keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini
kartu kredit sudah dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran
secara internasional.
Kartu kredit merupakan kartu plastik yang dikeluarkan oleh Bank
atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah
untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan pengambilan
uang tunai. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa kartu kredit
diterbitkan oleh bank atau lembaga pembiayaan. Kartu kredit dapat
dipergunakan sebagai alat pembayaran di tempat-tempat tertentu, di
mana bank mengikat perjanjian, seperti supermarket, pasar swalayan,
hotel, restoran, tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya.
Disamping itu dengan kartu ini, juga dapat mengambil uang tunai di
berbagai tempat seperti bank-bank di ATM (Automated Teller Machine)
yang tersebar di berbagai tempat-tempat yang strategis seperti di pusat
perbelanjaan, hiburan dan perkantoran.

2.2 Sistem Kerja Kartu Kredit


Sistem kerja kartu kredit adalah bekerjanya kartu kredit mulai dari
penerbitan kartu kredit, transaksi pembayaran atau penarikan yang
tunai sampai dengan transaksi pembayaran oleh bank dengan
melibatkan pihak-pihak yang saling berkepentingan. Sistem kerja ini
melibatkan bank atau lembaga pembiayaan sebagai pihak perusahaan
yang mengeluarkan kartu kredit, nasabah sebagai pemegang kartu dan
pihak pedagang sebagai tempat melakukan perdagangan.

Halaman 3
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

Sistem kerja kartu kredit mulai dari permohonan penerbitan kartu,


transaksi pembelanjaan, transaksi pengambilan uang tunai,
pembayaran oleh nasabah ke bank sampai dengan penagihan yang
dilakukan oleh lembaga penerbit dan pembayaran kartu kredit kepada
nasabah. Berikut ini sistem kerja dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan
memenuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh bank atau
perusahaan pembiayaan.
2. Bank atau perusahaan pembiayaan akan menerbitkan kartu, apabila
disetujui, setelah melalui penelitian terhadap kredibilitas
(kepercayaan) dan capabilities (kemampuan) calon nasabah,
kemudian kartu tersebut diserahkan ke nasabah pemegang kartu.
3. Dengan kartu yang telah disetujui pemegang kartu dapat melakukan
berbagai transaksi pembelanjaan atau pembayaran di berbagai
tempat yang mengikat perjanjian dengan bank atau perusahaan
pembiayaan atau mengambil uang tunai di berbagai ATM.
Selanjutnya, apabila nasabah pemegang kartu melakukan
transaksi, maka sistem kerja penagihannya adalah sebagai berikut ;
1. Pemegang kartu melakukan transaksi dengan menunjukkan kartu
dan menandatangani bukti belanja untuk memastikan kepemilikan
kartu.
2. Pihak pedagang akan menangihkan ke bank atau lembaga
pembiayaan berdasarkan bukti transaksi dengan nasabah dengan
pihak pedagang.
3. Bank atau lembaga pembiayaan akan membayar kembali kepada
pedagang sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati.
4. Bank atau lembaga pembiayaan akan menagih ke pemegang kartu
berdasarkan bukti transaksi sampai batas waktu yang telah
ditentukan.

Halaman 4
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

5. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera


sampai batas waktu yang telah ditentukan dan apabila terjadi
keterlambatan, maka nasabah akan dikenakan denda dengan
disertai suku bunga yang telah ditetapkan.
Untuk lebih jelasnya sistem kerja tersebut dapat dilihat pada
gambar berikut ini :

Pemegang Kartu
1 Pedagang
(Card Holder) (Merchant)

5
4 2 3
Bank dan Perusahaan
Pembiayaan

2.3 Jenis-Jenis Kartu Kredit


Keleluasaan dan kebebasan dalam menggunakan kartu kredit
sangat dibatasi kepada jenis kartu kredit yang dimiliki oleh nasabah.
Setiap jenis kartu kredit memiliki kelebihan dan kekurangannya. Oleh
karena itu nasabah harus pandai dalam memilih kartu kredit yang
sesuai dengan keinginannya dengan memperhatikan jenis-jenis kartu
kredit yang ada.
Jenis-jenis kartu kredit yang ada saat ini yang dapat dilihat dari
berbagai sisi antara lain :
Dari segi fungsi :
Dilihat dari segi fungsinya jenis kartu kredit terdiri dari 5 jenis
yaitu sebagai berikut :
a. Charge Card
Merupakan kartu kredit dimana pemegang kartu harus melunasi
semua tagihan yang terdiri atas transaksinya sekaligus pada saat

Halaman 5
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

jatuh tempo. Sebagai contoh seorang nasabah melakukan transaksi


sebesar Rp. 100.000,- maka pada saat sebelum jatuh tempo seluruh
tagihannya harus dibayar sekaligus Rp. 100.000,- dan tidak dapat
dicicil.

b. Credit Card
Merupakan kartu kredit dimana pemegang kartu dapat melunasi
penagihan yang terjadi atas dirinya secara cicilan (angsuran) pada
saat jatuh tempo. Sama seperti kasus Charge card hanya bedanya
dalam hal ini dapat dicicil sesuai kemampuan nasabah dan biasanya
diatas minimal yang telah ditetapkan, misalnya 10&% dari nilai
transaksi atau mana yang lebih besar dari Rp. 50.000,-

c. Debet Card
Merupakan kartu kredit yang pembayaran atas penagihan nasabah
melalui pendebitan rekening nasabah yang ada di bank pada saat
membuka kartu kredit. Dengan penerbitan tersebut maka otomatis
rekening nasabah akan berkurang sejumlah transaksi yang
dilakukan dengan kartu kreditnya.

d. Cash Card
Merupakan kartu yang berfungsi sebagai alat penarikan tunai pada
ATM ataupun langsung pada teller atau kasir bank. Namun
pembayaran cash ini tidak dapat dilakukan di luar kedua lembaga
yang disebutkan di atas.

e. Check Guarantee
Merupakan kartu yang digunakan sebagai jaminan dalam penarikan
cek dan dapat pula digunakan untuk menarik uang tunai. Contohnya
Visa Card, Master Card, Dinner Card atau American Card.

Halaman 6
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

2.4 Keuntungan dan Kerugian Kartu Kredit


Bagi nasabah pemegang kartu dengan memiliki kartu kredit, baik
yang dikeluarkan oleh bank maupun lembaga pembiayaan diharapkan
akan memberikan berbagai keuntungan. Demikian pula bagi lembaga
penerbit kartu tersebut. Oleh karena itu penggunaan kartu kredit dalam
setiap transaksi akan memberikan berbagai keuntungan kepada pihak-
pihak yang terlibat dalam penggunaan kartu kredit.
Keuntungan yang diperoleh kepada pihak-pihak yang terlibat
dalam sistem kerja kartu kredit adalah sebagai berikut :
1. Keuntungan Bagi Bank dan Lembaga Pembiayaan
a. Iuran Tahunan
Merupakan kewajiban yang dikenakan kepada setiap pemegang
kartu. Perolehan iuran ini sangat besar setiap tahunnya bagi
bank atau lembaga pembiayaan.
b. Bunga
Bunga dikenakan kepada nasabah pada saat berbelanja atau
mengambil uang tunai atau terlambat membayar transaksi
pembayaran sampai batas waktu tertentu.
c. Biaya Administrasi
Merupakan biaya yang dibebankan kepada setiap pemegang
kartu yang akan menarik uang tunai di berbagai ATM. Biasanya
setiap transaksi tunai dikenakan minimal Rp. 40.000,- atau 10%
dari nilai transaksi mana yang lebih besar.
d. Biaya Denda
Merupakan kewajiban terhadap keterlambatan pembayaran,
disamping biaya bunga yang harus dibayar. Biaya denda
keterlambatan ini biasanya dikenakan Rp. 25.000,- per bulan,
namun hal ini tergantung dari bank yang menerbitkannya.

Halaman 7
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

2. Keuntungan Bagi Pemegang Kartu antara lain :


a. Kemudahan berbelanja
Artinya belanja dengan cara kredit memberikan kemudahan,
sehingga nasabah tidak perlu membawa uang tunai untuk
melakukan setiap transaksi pembayaran, cukup menunjukkan
kartu dan menandatangani bukti pembayaran.
b. Kemudahan memperoleh uang tunai
Nasabah dalam hal ini setiap saat dapat memperoleh uang tunai
selama 24 jam dan 7 hari kerja di berbagai tempat-tempat
strategis termasuk hari libur. Dengan demikian memudahkan
nasabah untuk memenuhi keperluan uang tunai secara
mendadak, seperti dalam kondisi tertimpa musibah, sakit atau
kondisi darurat lainnya.
c. Bonafiditas
Bagi sebagian kalangan memegang kartu kredit memberikan
kesan bonafiditas, sehingga memberikan kebanggaan tersendiri.

3. Bagi Pedagang (Merchant) yaitu :


a. Meningkatkan omset penjualan
Adanya minimal pembelanjaan yang ditetapkan dengan
meningkatkan omset penjualan, hal ini disebabkan cardholder
harus belanja paling sedikit pada batas minimal yang telah
ditetapkan. Kemudian karena pemegang kartu merasa tidak
membayar tunai, sehingga menggunakan sekehendak hatinya
untuk melakukan transaksi. Terkadang yang sebenarnya tidak
perlu tapi dibelikan.
b. Sebagai bentuk pelayanan
Merupakan cara untuk memberikan pelayanan terbaik yang
diberikan kepada para pelanggannya. Dengan demikian

Halaman 8
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

pelanggan merasa dihargai jika menggunakan kartu kredit dan


selalu kembali untuk melakukan hal yang sama secara berulang-
ulang.
Disamping berbagai keuntungan yang diperoleh kartu kredit, juga
mengandung berbagai kerugian. Dalam praktiknya setiap usaha
memang mengandung suatu resiko kerugian. Hanya saja bagaimana
kita dapat meminimalkan kerugian tersebut. Yang pasti kerugian
tersebut tidak hanya monopoli bank, anak tetapi juga bagi si pemegang
kartu.
Adapun kerugian yang akan dialami oleh pihak-pihak yang
terlibat dalam transaksi kartu kredit adalah sebagai berikut :
1. Kerugian bagi bank antara lain :
Jika terjadi kemacetan pembayaran oleh nasabah yang berbelanja
atau mengambil uang tunai maka akan sulit untuk ditagih, mengingat
persetujuan penerbitan kartu kredit biasanya tanpa jaminan benda-
benda berharga sebagaimana layaknya kredit. Bahkan untuk
memperoleh kartu kredit hanya dengan jaminan bukti penghasilan
saja sudah, sehingga resiko tidak tertagih sangat besar.
2. Kerugian bagi nasabah
Biasanya nasabah agak boros dalam berbelanja, hal ini karena
nasabah merasa tidak mengeluarkan uang tunai untuk belanja,
sehingga kadang-kadang ada hal-hal yang sebetulnya tidak perlu
dibelikan juga. Kemudian kerugian nasabah juga disebabkan adanya
sebagian merchant membebankan biaya tambahan untuk setiap kali
transaksi. Misalnya dikenakan tambahan biaya sebesar 3% dari
nominal nilai transaksi belanja.

Halaman 9
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

2.5 Pelayanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM)


Salah satu sarana yang memegang peranan penting dalam
penggunaan kartu kredit adalah mesin Automated Teller Machine
(ATM).
ATM ini merupakan mesin yang dapat melayani kebutuhan
nasabah secara otomatis setiap saat (24 jam) dan 7 hari dalam
seminggu termasuk hari libur. Lokasi ATM tersebar di tempat-tempat
strategis. Pengertian ATM dewasa ini sudah diterjemahkan ke dalam
Bahasa Indonesia yang artinya Anjungan Tunai Mandiri.
Pelayanan yang diberikan ATM antara lain :
1. Penarikan uang tunai. Nasabah dapat menarik uang
tunai di berbagai ATM yang memiliki hubungan dengan bank
penerbit. Besarnya jumlah penarikan tergantung dari limit yang
diberikan atau dari sisa saldo yang tersedia dalam ATM yang
bersangkutan.
2. Dapat digunakan sebagai tempat untuk memesan buku
cek dan bilyet giro (BG).
3. Dapat digunakan sebagai tempat untuk meminta
rekening koran.
4. Dapat digunakan sebagai tempat untuk melihat atau
mengecek saldo rekening nasabah.
5. Dan pelayanan lainnya seperti pembayaran listrik,
telepon dan pembayaran lainnya.
Sedangkan manfaat lain yang dapat diberikan oleh ATM
disamping yang di atas adalah :
1. Praktis dan mudah dalam mengoperasikan mesin ATM
2. Melayani keperluan nasabah 24 jam termasuk hari libur
3. Menjamin keamanan dan privacy
4. Kemungkinan mengambil uang tuna lebih dari 1 kali sehari

Halaman 10
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

5. Terdapat di berbagai tempat-tempat yang strategis.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang mampu
menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu kredit ini
dapat pula digunakan untuk berbagai keperluan yang berfungsi sebagai
alat pembayaran tunai. Resiko uang tunai di atas sedikit banyak dapat
diminimalkan dengan adanya kartu kredit. Penggunaan kartu kredit
dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan, seperti untuk
keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini kartu kredit
sudah dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran secara
internasional.
Kartu kredit merupakan kartu plastik yang dikeluarkan oleh Bank
atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah
untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan pengambilan
uang tunai. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa kartu kredit
diterbitkan oleh bank atau lembaga pembiayaan. Kartu kredit dapat
dipergunakan sebagai alat pembayaran di tempat-tempat tertentu, di
mana bank mengikat perjanjian, seperti supermarket, pasar swalayan,
hotel, restoran, tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya.
Disamping itu dengan kartu ini, juga dapat mengambil uang tunai di
berbagai tempat seperti bank-bank di ATM (Automated Teller Machine)
yang tersebar di berbagai tempat-tempat yang strategis seperti di pusat
perbelanjaan, hiburan dan perkantoran

Halaman 11
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

3.2 Saran-saran
Untuk lebih meningkatkan wawasan pengetahuan dan
keterampilan serta cakrawala berfikir pada mata kuliah “Bank dan
Lembaga Keuangan Lainnya” ini kepada mahasiswa, kami sebagai
penyusun mengharapkan bahwa :
1. Agar mahasiswa yang mengikuti diskusi mata kuliah ini,
ada baiknya mempersiapkan materi, diskusi dari bahan pustaka
yang lain sehingga tercipta hasil yang memuaskan, dimana semua
mahasiswa harus aktif sehingga ada umpan balik antara pemateri
dan mahasiswa sehingga diskusi lebih hidup.
2. Kepada dosen pembimbing, agar meningkatkan metode
pembelajaran kepada mahasiswa dengan cara pemberian materi
yang sesuai dengan perkembangan sains dan pengetahuan
sekarang ini.

Halaman 12
“ Kartu Kredit dan ATM Sebagai Salah Satu Bentuk Technology Perbankan“

DAFTAR PUSTAKA

Kasmir, SE, MM, 2002. Dasar-Dasar Perbankan. Devisi Buku Perguruan


Tinggi Penerbit PT. Raja Grafindo Persada Jakarta.

Rudy Badruddin dan Subagyo, 1999. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya.
Edisi 1 Cetakan ke 3. Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
Yogyakarta.

Halaman 13