Anda di halaman 1dari 11

HUKUM JINAYAT

DALAM ISLAM
Disusun oleh :
Saepul Anwar, S.Pd.I, M.Ag.
Pengertian Jinayat

Jinayat adalah suatu hukum terhadap


bentuk perbuatan kejahatan yang
berkaitan dengan pembunuhan,
perzinahan, menuduh zina, pencurian,
mabuk, dan berbuatan-perbuatan
kejahatan lainnya.
Pembagian Tindak Pidaha

 Qishash
 Had
 Ta’zir
QISHAH

Yang dimaksud dengan qishash adalah


hukuman yang diberikan kepada pelaku
tindak pidana yang jenis hukumannya
sama dengan jenis perbuatan yang
dilakukannya, seperti hukuman bagi
pembunuh dibunuh pula dan melukai
hukumannya dilukai pula
JENIS QISHASH

 Qishash pembuhuhan meliputi :


Pembunuhan sengaja hukumannya
dibunuh lagi kecuali jika keluarga
korban memaafkan diganti dengan
membayar diyat senilai 100 ekor unta;
pembunuhan semi sengaja
hukumannya hanya membayar diyat;
dan pembuhuhan tidak sengaja juga
membayar diyat
JENIS QISHASH

 Qishash pelukaan, yaitu qishash yang


berkaitan dengan pelukaan terhadap
sebagian anggota tubuh. Hukuman
bagi pelakunya adalah dengan cara
dilukai serupa. Misal pelaku yang
memotong tangan seseorang maka
hukumannya tangan si pelaku
dipotong juga.
HAD

HAD adalah hukuman terhadap tindak


pidana yang jenis hukumannya sudah
ditentukan dalam nash alquran maupun
hadis
Jenis-Jenis HAD

 Berzina hukumannya dicambuk sebanyak


100 kali bagi pelaku yang belum menikah
atau melakukannya baru pertama kali, dan
dirajam (dicambuk sampai mati) bagi pelaku
yang sudah menikah atau pernah
melakukan hubungan suami istri
sebelumnya.
 Penuduh Zina dikenai hukuman dicambuk
80 kali jika tuduhannya tidak terbukti
Jenis-Jenis HAD

 Pencuri hukumannya adalah dipotong


tangannya jika telah mencapai batas
minimal
 Pemabuk dikenai hukuman cambuk
sebanyak 40 sampai 80 kali
TA’ZIR

Ta’zir adalah hukuman yang bersifat


edukatif yang ditentukan oleh Hakim
atau perbuatan dosa yang memang
hukumannya belum ditentukan oleh
nash alquran maupun hadis.
HIKMAH

Hikmah disyari’atkannya hukuman


Qishash dan Had dalam Islam adalah
untuk menjamin terpeliharanya agama,
jiwa, akal, harga diri, dan harta benda
umat manusia