Anda di halaman 1dari 3

Kelas Liliopsida sebagian besar berupa tumbuhan herba dan hanya sedikit yang berkayu, tidak

berkambium dan pembuluhnya tersebar, sistem perakarannya adalah perakaran primitif adventitif,
daun pada umumnya dengan pertulangan sejajar atau linier, kecuali pada Familia Arecaeae
pertulangan daunnya menjala, helaian daun seringkali berukuran kecil, dengan tangkai yang pendek
dan ada pelepah, bagian-bagian bunga pada umumnya kelipatan 3, jarang kelipatan 2 atau 4, embrio
biji mempunyai satu kotiledon.
Kelas Liliopsida terdiri dari 5 subkelas, 19 ordo, 65 familia dan kurang lebih 50.000 species
( Conqruist, 1981 : 1032 ). Secara evolusioner, tidak ada satu subkelas yang merupakan dari subkelas
lainnya . walaupun Alismatidae mempunyai ciri-ciri bunga yang primitif, namun Alismatidae
bukanlah merupakan nenek moyang dari subkelas yang lainnya.
Para ahli umumnya sependapat bahwa Monocotyledonae berkembang dari Dicotyledonae yang
primitif. Oleh karena itu Monocotyledonae muncul lebih belakangan dibandingkan Dicotyledonae,
ada beberapa ciri Monocotyledonae yang menguatkan bahwa Monocotyledonae lebih maju
dibandingkan Dicotyledonae, yaitu jumlah kotiledon hanya 1, pertulangan daun yang sejajar, tidak
ada kambium dan sistem perakaran adventitif, kelima subkelas anggota Liliopsida antara lain,
Alismatidae, Arecidae, Commenlinidae, Zingiberidae dan Liliidae.
Pada praktikum ini akan membahas salah satu subkelas dari kelas Liliopsida yaitu Arecidae. Subkelas
Arecidae merupakan Liliopsida yang mempunyai habitus bervariasi , ada yang herba, semak, bahkan
pohon. Duduk daun dengan pola tersebar namun ada juga yang roset akar maupun roset batang,
bunga pada umumnya berukuran kecil dalam perbungaan spadiks dan ditutupi oleh spatha,
perhiasan bunga pada umumnya berukuran kecil dan tidak bisa dibedakan anatara kaliks dan korolla.
Subkelas ini terdiri atas 4 ordo, 5 familia dan kurang lebih 5.600 species ( Conqruist, 1981 : 1077 ) .
keempat ordo anggota subkelas Arecidae yaitu, Arecales, Cycanthales, Pandanales dan Arales. Untuk
ordo yang akan dibahas pada praktikum ini akan diurutkan tingkat kemajuan dan keprimitifannya
sesuai dengan kajian literatur yaitu ordo Arecales yang diwakili oleh familia Arecaeae, ordo Arales
diwakili oleh familia Araceae. dan ordo Pandanales diwakili oleh familia Pandanaceae.
Familia Arecaeae merupakan familia yang habitusnya berupa semak, pohon atau liana dengan
batang sangat pendek hampir tidak ada, atau tinggi besar, ada yang langsing panjang dan bersifat
lentur, biasanya tidak bercabang, seringkali penuh dengan dengan sisa-sisa tangkai daun yang lebar
berbentuk upih yang tidak gugur, akar pertama yang berasal dari lembaga segera hilang dan diganti
dengan akar-akar yang sama besar yang keluar dari pangkal batang, daun tunggal, bercangap,
berbagi atau majemuk dengan susunan tulang-tulang menjari atau menyirip, biasanya besar,
panjangnya dapat mencapai beberapa meter, tersusun sebagai roset batang atau roset akar, pada
jenis-jenis yang memanjat, tersebar dalam kuncup, daun berlipat bila telah berkembang biasanya
berujung tajam, tepi atau ibu tulang berduri . tangkai daun ke pangkal melebar menjadi upih yang
membalut batang atau setidak-tidaknya menyerupai upih dan kadang-kadang lama tidak mau lepas
dari batang, bunga kecil , banci atau karena adanya reduksi salah satu alat kelaminya menjadi
berkelamin tunggal, berumah satu atau berumah dua, kadang-kadang poligam, tersusun dalam
bunga majemuk yangbersifat seperti malai, biasanya dengan ibu tangkai bunga yang menebal, yang
keseluruhanya membentuk yang disebut bunga tongkol. Karangan bunga itu jarang terdapat pada
ujung batang, tetapi biasanya diketiak-ketiak daun atau pada batang dibawah roset daun,
kebanyakan diselubungi oleh daun pelindung yang disebut seludang bunga, seludang bunga banyak
atau sedikit, seperti belulang atau seperti membran. Hiasan bunga ganda, berupa 3 daun kelopak
yang terpisah-pisah atau berlekatan dengan susunan seperti genting atau kutub-kutub, dalam bunga
jantan biasanya tersusun seperti katup-katup dalam bunga betina seperti genting. Benang sari
biasanya 6, tersusun dalam 2 lingkaran, jarang lebih dari 6 ( 3- banyak ) atau hanya 3, bebas satu dari
yang lain atau berlekatan, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membungkus, serbuk sari
dengan permukaan yang licin jarang berduri, bakal buah menumpang, dalam bunga jantan tidak ada
atau terduksi, beruang 1-3, jarang beruang 4-7. Tiap ruang berisi 1 bakal biji, kadang dalam bakal
buah yang beruang 3 hanya terdapat 1 bakal biji yang sempurna perkembangannya. Buahnya buah
buni atau buah batu, beruang 1-2, atau dengan daun-daun buah yang jelas batas-batasnya, biji
dengan endosperm dan lembaga yang kecil.
Familia Arecaceae diwakili oleh tanaman Areca catechu ( Pinang )
Areca catechu

Familia Araceae merupakan familia yang habitusnya berupa terna dengan getah yang cair atau
seperti susu, pahit. Dalam tanah mempunyai rimpang yang memanjang atau seperti umbi, kadang-
kadang memanjat, jarang dengan batang berkayu, daun biasanya tidak banyak , kadang-kadang baru
berbentuk setelah keluar bunga , tunggal atau berbagi sampai majemuk, kebanyakan tersusun
sebagai roset akar atau tersebar pada batang atau bersilang dalam 2 baris, helaian bangun jantung
atau perisai sering tombak atau anak panah , dengan tangkai yang pada pangkal berubah menjadi
upih daun yang seringkali tipis seperti selaput. Bunga kecil, dalam jumlah yang besar tersusun
sebagai bulir atau tongkol yang mempunyai seludang, sering berbau tidak sedap, bunga banci atau
berkelamin tunggal , bunga yang banci sering sama, yang berkelamin tunggal pada tongkol teratur
sedemikian rupa sehingga bunga jantan terdapat dibagian atas tongkol dan bunga jantan betina
dibagian bawahnya. Bunga yang banci mempunyai perhiasan bunga yang terdiri 4-6 segmen atau
berlekatan membentuk badan seperti piala, bunga yang berkelamin tunggal tanpa hiasan bunga,
benang sari 2-4-8. Berhadapan dengan segmen-segmen hiasan bunga, kepala sari membuka dengan
celah atau liana, bebas atau bersatu menjadi satu massa, pada bunga betina sering terdapat benang
sari–benang sari yang mandul, bakal buah menumpang atau tenggelam dalam tognkol, beruang 1-
banyak, dengan sedikit sampai banyak bakal biji dalam tiap ruangnya , tangkai putik atau kepala
putik bermacam-macam bentuk dan susunannya , buahnya buah buni, berisi 1-banyak biji, yang
mempunyai endosperm dengan lembaga ditengahnya atau tanpa endosperm dengan lembaga yang
bengkok.
Familia Araceae diwakili oleh tanaman Colocasia esculenta ( Talas )
Colocasia esculenta
Familia Pandanaceae merupakan familia yang habitusnya berupa semak, perdu atau pohon dengan
batang yang besar dan rumbuh tegak , bercabang-cabang , atau berupa liana dengan batang-batang
memanjat, pada pangkal batang terdapat akar tunjang, kadang-kadang akar keluar dari bagian
batang yang lebih tinggi , bahkan dari cabang-cabangnya, daun sempit, panjang, bangun pita dengan
tepi berduri kecil-kecil tajam, duri kadang-kadang juga pada sisi punggung ibu tulangnya, tersusun
dalam garis spiral ( spirotich ) yang biasanya ada 3, bunga berkelamin tunggal , telanjang tersusun
sebagai bunga tongkol yang bersifat majemuk, terdapat pada ujung batang atau dalam ketiak daun-
daun pelindung yang besar, seringkali berwarna, bunga jantang dengan atau tanpa putik yang
rudimeter, mempunyai banyak benang sari yang terdapat pada sumbu bunga pendek atau panjang,
tangkai sari bebas atau berlekatan , kepala sari tegak terdiri atau 2 ruang sari yang masing-masing
dapat terbagi lagi dalam ruang-ruang yang lebih kecil . bunga betina tanpa benang sari mandul atau
bila ada kecil dengan posisi yang hipogin. Bakal buah menumpang, beruang satu . bebas atau
berlekatan dengan bakal buah di dekatnya membentuk kelompok-kelompok bakal buah dengan
kepala putik yang menjadi satu atau tetap terpisah-pisah . duduk langsung pada bakal buah atau
pada tangkai putik yang pendek , buahnya buah batu atau menyerupai buah buni, terkumpul
menjadi buah ganda , biji kecil , mempunyai endosperm berdaging dan lembaga yang kecil.
Pada familia ini diwakili oleh tanaman Pandanus amboinensis ( Pandan gunung ).
Pandanus amboinensis