Anda di halaman 1dari 42

-_ ~ - -

RELASI

2.1. PENDAHULLIAN RELAS/

Kalau kita mempunyai himpunan A = {Edi, Tini, Ali, Diah} danhimpunan B = {Jakarta, Bandung, Surabaya}, kemudian rnisalnya Edi bertempat tinggal di Bandung, Tini di Surabaya, Ali di Jakarta dan Diah di Jakarta, maka kita dapat menuliskannya sebagai sebuah himpunan R = {(Edi, Bandung), (Tini, Surabaya), (Ali, Jakarta), (Diah, Jakarta)}.

R merupakan himpunan yang anggotanya merupakan pasangan terurut (ordered pair). Di sini pada pasangan terurut (Diah, Jakarta), Diah merupakan komponen pertama dan Jakarta merupakan komponen kedua dari pasangan terurut tersebut. Himpunan R di atas merupakan sebuah relasi, yang dapat kita bentuk antara himpunan A dan B. Kita dapat juga menuliskan R = {(x,y) I x bertempat tinggal di y, x E A, Y E B}.

Dengan pendefinisian relasi "x bertempat tinggal di y" di atas jelas bagi kita bahwa penulisan (Diah, Jakarta) tidak boleh dibalik menjadi (Jakarta, Diah) yang kalau baca adalah "Jakarta bertempat di Diah)". Itulah sebabnya pasangan tersebut dinarnakan pasangan terurut, (a.b) * (b,a).

Relasi dapat pula terjadi di antara anggota sebuah himpunan A. Sebagai contoh, kita ambil himpunan A = {I, 2, 4, 16}. Kemudian kita definisikan sebuah relasi R antara anggota A sebagai relasi "x adalah kuadrat dari y". Dengan mudah kita peroleh R = {(I, I), (4, 2), (16, 4)}. Di sini komponen pertama maupun komponen kedua dari pasangan terurut adalah anggota himpunan A. Demikianlah, kalau kita mempunyai sebuah himpunan ataupun dua himpunan, kita dapat mendefinisikan sebuah relasi. Tentunya relasi tersebut bisa bermacam-macam sesuai kehendak kita.

2.2. PRODUK CARTES/US ·DAN RELAS/

Sekarang kita berikan definisi relasi secara lebih formal. Pandang himpunan A dan B. Himpunan semua pasangan terurut (a,b), untuk setiap a E A, b E B), disebut produk Cartesius A dengan B. Produk Cartesius kita notasikan sebagai A x B.

Jadi A x B = {(x,y) I x E A, y E B}.

42

Contoh (2.1) :

Jika A = {I, 2, 3} dan B = {p, q) maka A x B = {(l, q), (2, p), (3, p), (1, q), (2, q), (3, q)}.

Jelas terlihat banyaknya pasangan terurut elemen A x B adalah 6 pasangan.

Jadi bila banyaknya anggota himpunan A adalah m dan banyaknya anggota himpunan B adalah n, maka banyaknya anggota A x B adalah m n.

Dari contoh ini juga terlihat bahwa A x B "* B x A. Di sini B A = {(p,1), (p,2), (p,3), (1,1), (q,2), (q,3)}. Kita dapat pula melakukan produk Cartesius A x A. Notasi A x A dapat ditulis A2.

Contoh (2.2) :

Bila A = {I ,2,3} maka A x A = {(I, I), (2, I), (3,1), (1,2), (2,2), (3,2), (1,3), (2,3), (3,3)} yang terdiri dari 9 anggota.

Sekarang kita kembali kepada himpunan A = [Edi, Tini, Ali, Diah}, dan B = {Jakarta, Bandung, Surabaya} pada bagian (2,1) yang lalu. Di sini A x B berisi 12 anggota yaitu (Edi, Jakarta), (Tini, Jakarta), (Ali, Jakarta), (Diah, Jakarta), (Edi, Bandung), (Tini, Bandung), (Ali, Bandung), (Diah, Bandung), Edi, Surabaya), (Tini, Surabaya), (Ali, Surabaya), dan (Diah, Surabaya),

Relasi R yang kita definisikan hanya berisi 4 anggota. Di sini R adalah himpunan A x B. Dari gagasan inilah kita mendefinisikan apa itu relasi secara matematika.

Definisi :

Relasi binar (singkatnya : relasi) R dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu himpunan bagian dari A x B.

Jadi RcA x B.

Dengan mudah, secara yang sama kita definisikan relasi R pada himpunan A sebagai suatu himpunan bagian dari A x A, atau RcA x A.

Contoh (2.3) :

Bila A = {1,2,4,16}, maka A x A mengandung 16 anggota yaitu {(1,1), (1,2), (1,4), (1,16), (2,1), (2,2), (2,4), (2,16), (4,1), (4,2), (4,4), (4,16), (16,1), (16,2), (16,4), (16,16). Relasi kita yang lalu, R = {(x,y) I x adalah kuadrat dari y} pada A yang dapat ditulis pula sebagai {(1,1), (4,2), (16,4)} adalah himpunan bagian dari A x A. Kita dapat membuat relasi lain pada A yaitu relasi RI = {(x,y) I x habis membagi y}. Di sini R = {(1,1), (1,2), (1,4), (1,16), (2,2), (2,4), (2,16), (16,16)} mengandung 10 anggota.

Je_Ias R[ himpunan bagian dari A x A.

Selain itu kita dapat mendefinisikan relasi R2 pada A sebagai R2 = {(x,y) I x dikurangi y = 5}. Temyata di sini ~ adalah himpunan hampa 0, yaitu juga adalah himpunan bagian dari A x A.

Contoh (2.4) :

Kalau diketahui himpunan A = {p,q}, maka A x A beranggotakan 4 anggota, yaitu {(p,p), (q,p), (p,q), (q,q)}. Kita ingat bahwa banyaknya himpunan bagian suatu himpunan yang beranggotakan n anggota adalah 2n himpunan bagian.

Jadi A x A di atas mempunyai 24 = 16 himpunan bagian. Sehingga pada himpunan Akita di atas dapat kita buat 16 relasi R1, R2, ... , R[6' yaitu : R[ = 0, R2 = {(p,p)}, R3 = {(q,p)}, R4= {(p,l)}, Rs= {(1,1)}, R6 = {p,p), (q,p)}, R7 = {(p,p), (p,q)}, RM = {(p,q, (q,q)), R9 = {(q,p), (p.I)}, RIO = {(q,p), (q,p)}, R[l = {(p,q), (q,q)}, R[2 = {(p,p), (q,p), (p,q)}, Rl3 = {(p,p), (q,p), (q,q), R[4= {(p,p), (p,q), (q,q)}, R1S = {(q,p), (p,q), (q,q)} dan Rl6 = A x A sendiri.

2.3. PENYAJIAN LAIN UNTUK RELASI

Ada beberapa cara lain untuk men~ajikan sebuah relasi. Yang pertama kalau R relasi dan A ke B, maka kita dapat menyajikan R sebagai himpunan titik pada bidang datar. Kita mengambil 2 buah sumbu, mendatar dan tegak. Sumbu mendatar menyajikan anggota himpunan A dan sumbu tegak menyajikan anggota himpunan B. Lalu mengkombinasikan mereka untuk mendapatkan titik penyajian anggota relasi.

44

Penyajian ini disebut diagram koordinat atau grafik relasi.

Sebagai contoh, untuk A = {1,2,3}, B = {p,q} dan R relasi dari A ke B : R = {(1,p), (l,q), (2,q), (3,p)}, penyajian grafik kita terlihat pada gambar (2,1).

q

(1,q) (2,q) ----t-'---..,

I I

I I

___ 4J~'E)_+ ..,(3,p)

q

(1,q) (2,q) (3,q) ----t-'---_,.---..,

p

I

I I

p ---+-----t---4 i(1,p) 1(2,p) 1(3,p)

2

3

2

3

Gambar 2.1

Gambar 2.2

Dapat dicatat bahwa kita tidak memperhatikan skala maupun urutan penempatan anggota himpunan pada sumbu, karena di sini baik anggota himpunan A maupun B bukan jenis numerik.

Secara khusus adalah relasi S yang didefinisikan pada himpunan bilangan real R. Berarti S c R x R. Himpunan R x R merupakan selu-uh titik pada bidang datar, sedangkan S yang merupakan himpunan bagiannya dapat berupa sebuah kurva.

Contoh (2.5) :

45

S adalah relasi pada himpunan bilangan real R dengan S = {(x,y) I x2 + y2 = 4}.

Anggota S adalah tak hingga banyaknya. Kalau kita buat grafik dari S, maka grafik tersebut merupakan sebuah kurva (lingkaran terpusat di (0,0) dan berjari-jari = 2. Lingkaran terlihat pada gambar (2.3). Sumbu mendatar kita sebut sumbu x yang menyatakan komponen pertama. Karena himpunan bilangan real R bersifat numerik, maka skala serta urutan penempatan pada setiap sumbu harns benar sesuai ketentuan.

y

Gambar 2.3

Ada beberapa eara lain lagi untuk menyajikan relasi. Penyajian ini eukup baik sekali untuk relasi R dari A ke B dengan A dan B himpunan yang hingga. Penyajian tersebut adalah penyajian bentuk tabel atau matriks relasi, penyajian bentuk diagram panah, dan penyajian bentuk digraf.

PENYAJIAN MATRIK RELASI

Di sini baris matriks menyatakan anggota himpunan A sedangkan kolom matriks menyatakan anggota himpunan B. Elemen baris ke i kolom ke j matriks kita isi angka 1 bila ada kaitan antara anggota ke i (dari A) dengan anggota ke j (dari B), atau dengan perkataan lain pasangan (i,j) E R. Dalam hal lain, elemen matriks kita si dengan o.

PENYAJIAN DIAGRAM PANAH

Di sini kita buat dua buah elips. Elips sebelah kiri berisi anggota himpunan A sedangkan yang kanan berisi anggota himpunan B. Kalau ada kaitan antara a E A dan b E B, artinya (a,b) E R, kita buat anak panah dari a ke b.

PENYAJIAN DIGRAF

Anggota himpunan A maupun B kita nyatakan sebagai simpul, yaitu lingkaran kecil berlabel anggota himpunan tersebut. Kalau ada kaitan antara a E A dengan

46

b E B, kita tarik garis (lurus atau lengkung) bertanda panah, disebut arkus, dari simpul berlabel a ke simpul berlabel b.

Contoh (2.6) :

Untuk relasi R = {(l,p), (1.q), (2,q), (3,p)} yang lalu, penyajian matriks relasinya M adalah :

1 2 3

1 o 1

1 1 o

p

q

atau lebih sederhana dapat ditulis : M =

Penyajian diagram panah :

A

B

1 2 3

p

47

q

Gambar 2.4

Sedangkan digraf dari relasi adalah :

Gambar 2.5

Contoh (2.7) :

Kalau R adalah relasi pada A = {I ,2,4, 16} dengan R = {( a,b) I a kuadrat dari b}, dengan perkataan lain R = {(1,1), (4,2), (l6,4)}, maka matriks relasi yang -, bersangkutan adalah :

2

o

16 atau

4

2

o o

o o o

16 I 0

o

o o o o

o o

o o o

4

o o

Diagram Panah :

A

A

2 • 4

16

2 4

• 16

Gambar 2.6

Digraf relasi

Gambar 2.7

48

o o o o

o o o

Catatan (1\) :

Selain ~enuliskan (a.b) E R, kita acapkali menuliskan pula sebagai aRb, ataupun ARb. Jadi sebagai contoh, relasi "x habis membagi y" pada himpunan A = {1,2,3,4 dapat ditulis :

(a) {(l,lO, (1,2), (l,3), (l,4), (2,2), (2,4), (3,3), (4,4)} (b) {lR1, 1R2, 1R3, 1R4, 2R2, 2R4, 3R3, 4R4}

(c) {I -'4 1, 1 -'4 2, 1 ...B) 3, 1 ...B) 4, 2 ~ 2, 2 ~ 4, 3 ~ 3, 4 -'4 4}

Catatan (2) :

Domain dari relasi "x adalah kuadrat dari y" pada himpunan A = {I ,2,4, 16 }, yaitu R + (1,1), (4,2), (l6,4) adaIah DOMAIN (R) = {1,4,16} sedangkan Rangenya, RANGE (R) = {I ,2,4 }. Untuk contoh lain, pandang rnisalnya A= {sapi, ayam, ikan, kentang} dan B {daging, susu, telur} kemudian R adaIah relasi dari A ke B : "x menghasilkan y". Di sini R = {(sapi, daging), (sapi, susu), (ayam, daging), (ayam, telur), (ikan, daging)}. Domain dari R adalah {sapi, ayam, ikan} dan Rangenya adalah {daging, susu, telur}. Dapat dicatat bahwa domain merupakan himpunan bagian dari A sementara itu range adalah himpunan bagian dari B.

2.4. RELASI INVERS

49

Bila pada relasi R dari A ke B kita baIik seluruh pasangan terurutnya, komponen pertama menjadi komponen kedua dan sebaliknya komponen kedua menjadi komponen pertama, maka terbentuklah sebuah relasi dari B ke A yang merupakan invers dari R. Jadi kalau R = {(a,b) I a E A, b E B}, maka inversnya R:' = {(b,a) I bE B, a E a}

Contoh (2.8) :

Kalau R = {(l,1), (4,2), (l6,4)}, maka R = {(l,1), (2,4), (4,16)}. Sedangkan kaIau R = {(l,p), (l,q), (2,q), (3,p)}, maka R-1 = {(p,l), (1,1), (1,2), (p,3)}. KaIau R adalah "x adalah istri dari y", maka inversnya adalah "x adaIah suami dari y".

Catatari (3) :

Kalau relasi R diketahui dalam penyajian koordinat, inversnya diperoleh dengan menukar sumbu mendatar menjadi sumbu tegak dan sebaliknya. Gambar (2.8a) dan (2.8b) menggambarkan relasi R = {(l,p), «l,q), (2,1), (3,p)} dan relasi inversnya Rl = {(p,l), (q,l), (q,2), (p,3)}.

q ---_'----""

I I

. I I

I I

p ---+---+---...,

3 ----,

I i I

2 ---+---...,

I I I

---+---4

2

3

p

q

Gambar 2.8

Catatan (4) :

Kalau relasi R disajikan dalam bentuk matriks M, maka relasi inversnya akan disajikan oleh matriks W, yaitu transpose dari matriks M. Mentranspose matriks berarti mengubab penulisan baris menjadi kolom dan kolom menjadi baris.

Contohnya relasi R = {(l,p), (l,q), (2,q), (3,p)} yang matriksnya

, mempunyai relasi invers R'

W=

Catatan (5) :

Kalau relasi disajikan dalam bentuk diagram panab ataupun digraf,. relasi inversnya dapat dengan mudab ditentukan, yaitu dengan membalik arab panah semula.

50

Jadi relasi invers dari relasi R pada gambar (2.6) dan (2.7) adalah seperti pada gambar (2.9) dan (2.10).

2 4

1

4 16

Gambar 2.9

Gambar 2.10

2.5. KOMPOSISI RELASI

Pandang relasi R dari himpunan A ke himpunan B, relasi S dari himpunan B ke himpunan C. Berarti di sini R. adalah himpunan bagian dari A x B dan S adalah himpunan bagian dari B x C.

Kita dapat mendefinisikan sebuah relasi barn dari A ke C, yang kita tulis RoS yang beranggotakan semua pasangan (a,c) yang memenuhi bahwa (a,b) E R dan (b,c) E S, atau dengan perkataan lain:

RoS = {(a,c) I ada b E B yang memenuhi (a,b) E R, (b,c) E S}

51

Contoh (2.9) .

Misalkan A {1,2,3,4}, B = {p,q,r,w} dan C = {x,y,z}. R relasi dari A ke B dan S relasi dari B ke C.

Diketahui R = {(l,p), (2,sQ, (3,p), (3,q), (4,s)) dan S = {(q,x), (q,z), (r,y),

(s,z)}. .

Diagram panah dari RoS terlihat pada gambar (2.11).

1

x

2

y

3

z

4

Gamber 2.11

Dari gambar (2.11), kita ambil jalur yang menghubungkan anggota A dengan anggota C, yaitu 2 - s - z, 3 - q - x, 3 - q - z, 4 - s - z. Dan kalau kita tulis titik pangkal dan titik ujung jalur tersebut sebagai pasangan terurut, maka diperoleh RoS tersebut, yaitu {(2,z), (3,x), (3,z), (4,z)}. Ini terlihat pada gambar (2.12).

A

C

1 •

2

x

3

z

4

Gambar 2.12

Catatan (6) :

Kalau M) adalah matriks relasi R dan M2 matriks relasi S, maka matriks relasi RoS dapat diperoleh dengan mengalikan matriks M) dan M2 secara binar. Di sini o * 0 = 1 * 0 = 0 * 1 = 0, 1 * 1 = J, 0 + 0 = 0, 0 + 1 = 1 + 0 = 1 + 1 = 1.

52

Pad<i contoh (2.9) yang lalu, matriks relasi dari R adalah

M ::: I o o o matriks relasi dari S adalah
I
o o o I M ::: o n ()
2
1 1 o o I () I
o o o o I ()
o o
danM,M2 ::: o () () adalah rnatriks relasi dari RoS
o o
o
() o
Catatan (7) : Kalau R relasi dari A ke B, S relasi darr B ke C dan T relasi dari C ke 0, maka berlaku hukum asosiatif, yaitu (RoS) oT ::: Ro(SoT).

2.6. SIFAT RELASI

Misalkan R sebuah relasi pada himpunan A, maka R disebut : (I) Releksi f, bila (a,a) E R untuk setiap a E A.

(2) Simetris, bila untuk (a,b) E R, berlaku (b,a) E R.

(3) Transitif, bila untuk (a.b) E R, (b,c) E R berlaku (a,c) E R. (4) Anti simetri, bila untuk (a.b) E R, (b,a) E R berlaku a::: b.

53

Contoh (2.10) :

Pandang relasi > pada himpunan A ::: {I ,2,3,4 };

Relasi > ini tidak refleksif. Relasi ini juga tidak simetri, sebab misalnya 2 > 1 tidak berakibat 1 > 2. Demikian pula sifat anti simetri tidak dimiliki relasi ini. Hanya sifat transitif saja yang dimiIiki.

Contoh (2.11) :

Bila R adalah relasi "x habis membagi y" pada himpunan A = {I ,2,3,4 }, maim:

(1) R refleksif, karena untuk setiap a E A berlaku (a,a) E R. Di sini (1,1), (2,2), (3,3) dan (4,4) semua anggota R.

(2) R tidak simetri, karena misalnya 2 habis membagi 4, (2,4) E R tidak berakibat 4 habis membagi 2, (4,2) i!: R.

(3) R transitif.

(4) R antisimetris.

Contoh (2.12) :

Relasi : garis tegak lurus garis yang lain, pada himpunan semua garis lurus pada bidang datar adalah

(1) tidak refleksif

(2) simetri

(3) tidak transitif

(4) tidak antisimetris.

Contoh (2.13) :

Pandang relasi R = {(1,1), (l ,2), (2,1), (2,3), (1,3)} pada himpunan A = {1,2,3}.

Maka:

(1) R tidak refleksif, karena misalnya (2,2) e R.

(2) R tidak simetris sebab (2,3) E R temyata (3,2) i!: R.

(3) R tidak transitif (1,2) E R, (2,3) E R, tapi (1,3) i!: R, dan juga (1,2) E R, (2,1) E R temyata (1,1) E R.

(4) Tidak antisimetris, sebab (1,2) E R, ·(2,1) E R bukan berarti 1 = 2.

Misalkan S sebuah himpunan tidak hampa. Suatu partisi dari S adalah membagibagi S menjadi himpunan bagian tidak hampa AI' A,_, ... , Ak, yang masingmasingnya saling lepas dan gabungan keselurnhannya adalah S sendiri.

2.7. PARTISI

54

Jadi berlaku Ai n Aj = 0 untuk i *j dan Al U ~ u ... " = S. Masing-masing Ai di atas disebut sel.

Garnbar (2.13) memperlihatkan partisi himpunan S atas 4 buah sel AI' ~, ~ dan A4•

Gambar 2.13

Contoh (2.14) :

Pandang S = {l,2,3, ... ,8,9}. Kita dapat membuat partisi dari S yang terdiri atas 5 sel Al = {2}, ~, = {1,3,5}, ~ = { 4,7}, A4 = {6}, As = { 8,9}.

Pembagian menjadi : Al = {1,3,5,7}, ~ = {2,4,5,6} , ~ = {8,9}, bukan partisi, karena Al § A2 = {5} = O.

Demikian pula pembagian Al = {1,2,3,7}, A2 = {5,6}, ~ = {4,9} bukan partisi, karena Al U ~ U A3 * S.

2.8. RELASI EKIVALEN

Relasi R pada himpunan A disebut relasi ekivalen bila R refleksif, simetris dan transitif.

Contoh yang paling jelas dari relasi ekivalen adalah relasi sarna dengan (=) pada himpunan bilangan real. Juga relasi "sejajar atau sarna" pada garis lurns mernpakan relasi ekivalen. Contoh lain adalah relasi "sebangun" serta relasi "sarna dan sebangun" pada himpunan segitiga. Relasi "himpunan bagian" pada koleksi himpunan, bukan relasi ekivalen karena ia tidak simetris. Di sini jika A c B tidak berarti B c A.

55

Contoh (2.15) :

Relasi kongruen (atau "sarna dan sebangun") modulo m dapat kita definisikan pada himpunan bilangan asli. Di sini bilangan asli a dapat dikatakan kongruen modulo m bila a mod m = b(mod m). Dapat kita ingat bahwa nilai a mod m adalah sisa dari pembagian aim. jadi 7 mod 2 = 1, 9 mod 3 = 0, 13 mod 5 = 3, 2 mod 3 = 2 dan sebagainya. Relasi kongruen modulo m temyata merupakan relasi ekivalen.

2.9. PARTI51 DAN RELA51 EKIVALEN

Pandang R sebuah relasi ekivalen pada himpunan A.

Kita kumpulkan semua ekivalen x E A yang memenuhi, untuk suatu a E A tertentu, (a,x) E R. Himpunan tersebut kita nyatakan sebagai [a]. Jadi [a] = {xl (a,x) E R}.

Himpunan [a] ini disebut kelas ekivalen a.

Contoh (2.16) :

Misalkan A = {1,2,3,4,5,6,7}. Ambil R relasi kongruensi modulo 3. Maka R = {(l,l), (1,4), (1,7), (2,2), (2,5), (3,3,), (4,1), (4,4), (4,7), (5,2), (5,5), (6,3), (6,6), (7,1), (7,4), (7,7)}.

Disini (1] = {x I (l,x) E R} = {1,4,7} (2] = {x I (2,x) E R} = {2,5} (3] = {x I (3,x) E R} = {3,6} [4] = {x I (4,x) E R} = {1,4,7} [5] = {x I (5,x) E R} = {2,5} {6] = {x I (6,x) E R} = {3,6} [7] = {x I (7,x) E R}.= {1,4,7}

Ternyata [1] = [4] = [7], [2] = [5] dan [3] = [6], jadi hanya terdapat 3 buah kelas ekivalen yang berbeda.

56

Catatan (8) :

Koleksi dari sernua kelas ekivalen dari A terhadap relasi R, disebut kuosien A terhadap R, ditulis AIR. Kelas ekivalen yang berbeda ternyata rnernbentuk partisi dari A.

ladi terpenuhi :

(1) a E [a], untuk setiap a E A

(2) [a] = [b] jika dan hanya jika (a,b) E R

(3) lika [a] "* [b], rnaka [a] dan [b] saling lepas.

Contoh (2.17) :

Pada contoh (2.16) terlihat bahwa ketiga hal di atas berlaku. Terlihat 1 E [1], 2 E [2] dan seterusnya. Juga [1] = [4] karen a (1,4) E R, dan sebagainya. lelas bahwa [1] u [2] u [3] = A dan [1], [2] serta [3] saling lepas.

2.10. PARTIAL ORDERING

Suatu relasi R pada hirnpunan A disebut relasi pengurutan sebagian (partial ordering) bila R refleksif; antisirnetris dan transitif.

Contoh (2.18) :

Relasi "x habis membagi y" pada himpunan, misalnya A = {I ,2,3,4,6 } rnerupakan relasi pengurutan.sebagian. Di sini R = {(l,I), (1,2), (l,3), (1,4), (1,5), (2,2), (2,4), 92,6), (3,3), (3,6), (4,4), (6,6)}.

57

Jelas R refleksif karena semua (a,a) E R. Juga antisirnetris karena (a,b), (b,a)' E R berakibat a = b. Sifat transitif dapat dengan rnudah ditunjukkan.

Contoh(2.19) :

Relasi $; (lebih kecil atau sarna) dan relasi ~ (lebih besar atau sarna) rnerupakan juga relasi pen guru tan sebagian pada hirnpunan bilangan real atau hirnpunan bagiannya. Sedikit berbeda dengan relasi pada contoh (2.18) yang lalu, di sini

sernua bilangan saling ber-relasi. Artinya untuk setiap bilangan a dan b selalu berlaku (1) a < b Atau (2) a = b atau (3) b < a.

Pengurutan sebagian ini dikenal sebagai rantai (chain), atau ada yang rnengatakan totally partial ordering. Pernbahasan lebih lengkap rnengenai relasi pengurutan sebagian serta hirnpunan yang dilengkapi relasi tersebut (partial ordered set atau poset) akan kita jurnpai pada bab (5).

2.11. RELASI N - ARY

Sebagai perluasan dari relasi binar an tara 2 hirnpunan kita kenaI pula relasi trinar, kuartnar, ... , N-nar. Cara pendefinisiannya sarna, jadi relasi trinar (disebut juga temar) antara 3 hirnpunan A, B dan C rnerupakan hirnpunan bagian dari A x B xC.

Contoh (2.20) :

Dalarn geornetri analitik ruang, kita rnenggunakan sistern koordinat Cartesius yang rnerupakan produk Cartesis R x R x R = R3, R adalah hirnpunan bilangan real. Setiap titik dinyatakan sebagai tripel (x,y,z) E R3. Suatu relasi trinar S = {(x,y,z)} Ix2 + y2 + 3y2 = I} hirnpunan bagian dari R, rnerupakan kulit bola yang berpusat di (0,0,0) jari-jari = 1.

Contoh (2.21) :

Misalkan diketahui hirnpunan A = {Ali, Tuti, Susan, Metty, Kustian, Sentot, Pia}, B = {1,2,3,4}, C = {1,2}, D = {1,2,3,4,5}.

Kita ingin rnernbuat relasi kuartinar R sebagai hirnpunan bagian dati A x B x C x D. Di sini didefinisikan R = {(a,b,c,d) la adalah nama yang banyak huruf rnatinyab, banyak huruf hidupnya c dan jumlah sernua hurufnya d}.

Kalau kita daftar, rnaka anggota dari R adalah (Ali, 1,2,3), (Tuti, 2,2,4), (Susan, 3,2,5), (Metty, 4,1,5) dan (Pia, 1,2,3). Di sini Kustian rnaupun Sentot tidak termasuk R, karena banyaknya huruf yaitu 7 dan 6 tidak terrnasuk D.

58

2.12. SOAL DAN PENYELESAIANNYA

Soal (2.22) sampai dengan (2.28) mempunyai hubungan.

2.22. Diketahui himpunan A = {Jakarta, Manila, London, Santiago, Lima, Paris}, B = {Indonesia, Inggris, Peru, India, Perancis}. Kita definisikan relasi R 1 antara himpunan A dan B sebagai "x adalah ibukota dari Y". Tentukan relasi R 1 tersebut dalam bentuk pasangan terurut.

Jawab :

Kita dapat menuliskan Rl sebagai ;

Rl = {(Jakarta, Indonesia), (London, Inggris), (Lima, Peru), (Paris, Perancis)}

2.23. Kalau diketahui himpunan C= {Asia, Eropa, Amerika, Afrika, Australia} dan didefinisikan relasi R2 ~tara himpunan A dan C sebagai "x terletak di y", tentukan relasi R2 tersebut dalam bentuk pasangan terurut.

Jawab:

Relasi R2 tersebut adalah :

R2 = {(Jakarta, Asia), (Manila, Asia), (London, Eropa)} (Santiago, Amerika), (Lima, Amerika), (Paris, Eropa).

2.24. Bilahimpunan D = {x I x adalah huruf hidup} dan didefinisikan relasi R3 antara B dan C sebagai "x mempunyai huruf awaly", maka tentukan relasi R3 mempunyai huruf awaJ Y", maka tentukan relasi R3 tersebut dalam bentuk pasangan terurut.

59

Jawab:

D, himpunan hurnf hidup dapatkita tulis D = {A, E, I, 0, U}. Berarti R3 = {(Indonesia, I), (Inggris, I), (India, I)}.

2.25. Bagaimana bila relasi R3 pada soal (2.24) kita definisikan antara himpunan

AdanO? .,

Jawab:

Anggota himpunan A tidak ada satupun yang dimulai dengan huruf hidup, berarti R3 = 0, hampa.

2.26. Antara rnasing-masing anggota himpunan B didefinisikan relasi R4 "huruf awal dari x sarna dengan huruf awal dari y". Tentukan R4 tersebut.

Jawab:

R4 = {(Indonesia, Indonesia), (Inggris, Inggris), (Peru, Peru), (India, India), (Perancis, Perancis), (Indonesia, Inggris), (Indonesia, India), (Inggris, Indonesia), (Inggria..India), (India, Indonesia), (India, Inggris), (Peru, Perancis), (Perancis, Peruj},

2.27. Antara anggota himpunan C didefinisikan relasi R5 "banyaknya huruf dari x lebih sedikit dari banyaknya huruf dari y". Tentukan R5 tersebut.

Jawab:

R5 = {(Asia, Eropa), (Asia, Amerika), (Asia, Afrika), (Asia, Australia), (Eropa, Amerika), (Asia, Afrika), (Eropa, Australia), (Amerika, Australia), (Afrika, Amerika), (Afrika, Australia)}.

2.28. Kalau dilakukan komposisi Rl • R3, tentukan relasi tersebut, lalu jelaskan arti relasi komposisi tersebut.

Jawab:

Rl • R3 = {(Jakarta, I), (London, I)}.

Oi sini Rl> R3 dapatdiartikan sebagai kota yang merupakan ibukota dari negara yang diawali dengan huruf hidup.

60

2.29. Diketahui himpunan A = {1,2,3,4,5,6,7}.

Tentukan himpunan pasangan terurut relasi pada A : (a) Rl sebagai "x + 2 lebihkecil dari y"

(b) R2 sebagai "x + y adalah bilangan prima" (c) R3 sebagai "x + y adalah kuadrat mumi"

(d) R4 sebagai "x yang bila ditarnbah 3 adalah y" (e) R5 sebagai "x yang bila dikali 2 adalah y"

Jawab:

(a) R1 = {(1,4), (1,5), (1,6), (1,7), (2,5), (2,6), (2, 7), (3,6), (3,7), (4,7)}. (b) R2 = {(1,1), (1,2), (1,4), (1,6), (2,1), (2,3), (2,5),~(3,2), (3,4), (4,1), (4,3),

(4,7), (5,2), (5,6), «(>,1), (6,5), (6,7), (7,4), (7,6)}

(c) R3 = {(1,3), (2,2), (2,7), (3,1), (3,6),(4,5), (5,4), (6,3), (7,2)}.

(Catatan : bilangan bulat p disebut kuadrat mumi bila ada bilangan bulat q sedemikian sehingga q2 = p)

(d) R4 = {(1,4), ~2,5), (3,6), (4,7)} (e) R5 = {(1,2), (2,4), (3,6)}

2.30. Tentukan komposisi :

(a) R4 • R3 (b) R2 • R5 (c) R4 • R4 (d) R5 • R5 untuk relasi

pada soal (2.29) yang lalu.

Jawabr

(a) R4· R4 = {(1,5), (2,4), (3,3), (4,2)} .

Relasi komposisi ini .dapat ditulis sebagai {(x,y) Ix + 3 + y adalah kuadrat mumi}

(b) R2· R5 = {(1,2), (1,4), (2,2), (2,6), (3,4), (4,2), (4,6), (5,4), (6,2)} Relasi komposisi ini dapat kita tulis :

{(x,y) I x + y.' 2 adalah bilangan prima}

(c) R4· R4 = {(1,7)}, dapat ditulis (x,y) I x + 3 + 3 = y} atau {(x,y) Ix

+ 6 = y} .

(d) R5. R5 = {(1,4)}, dapat ditulis {(x,y) I 2(2x) = y} atau {(x,y 14x = y}

61

2.31. Diketahui himpunan nama orang A = {Cerdik, Cerdas, Pintar, Pandai, Rajin, Cermat, Hemat, Tangkas, Cendekia, Tekun, Teliti, Waspada, Sigap, Lincah, Tangguh, Andal} R adalah relasi "x anak dari y"/

Di sini R = {(Cerdik, Tangkas), (Cermat, Tangkas), (Pintar, Pandai), (Pandai, Andal), «Raj in , Tangkas), (Cermat, Andal), (Hemat, Cermat), (Tangkas, Sigap), (Cendekia, Cermat), (Tekun, Andal), (Teliti, Waspada), (Waspada, Andal), (Lincah, Waspada)}.

Tentukan relasi S sebagai "x adalah cucu dari y" dan relasi T sebagai "x adalah kakek dari y"

62

Jawab:

Relasi S tak lain adalah komposisi R • R.

Untuk mudahnya, kita sajikan komposisi tersebut dalam diagram panah.

A A A
Cerdik Cerdik Cerdik
Cerdas Cerdas Cerdas
Pintar Pintar Pintar
Pandai Pandai Pandai
Raj in Raj in Raj in
Cermat Cermat Cermat
Hemat Hemat Hemat
Tangkas Tangkas Tangkas
Cendekia Cendekia Cendekia
Tekun Tekun Tekun
Teliti Teliti Teliti
Waspada Waspada Waspada
Sigap Sigap Sigap
Lincah Lincah Lincah
Tangguh Tangguh Tangguh
Andal Andal Andal
Gambar 2.14 Dari diagram panah tersebut jelas S = R 0 R adalah {(Cerdik, Sigap), (Cerdas, Sigap), (pintar, Andal), (Rajin, Sigap), (Hemat, Andal), (Cendekia,: Andal), (Teliti, Andal), (Lincah, Andal)}.

Relasi T "x adalah kakek dari y" merupakan invers dari S, jadi T = {(Sigap, Cerdik), (Sigap, Cerdas), (Andal, Pintar), (Sigap, Raj in), (Andal, Hemat), (Andal, Cendekia), (Andal; Teliti), (Andal, Lincah)}.

2.32. Diketahui A = {1,2}, B = {a,b,c} dan C = {c,d}; Hitunglah (A x B) r, (A x C) dan A x (B n C)

Jawab:

A x B adalah hirnpunan sernua pasangan terurut (a,b), dengan a E A dan b E B. Jadi A x B = {(1,a), (l,b), (I,e), (2,a), (2,b), (2,e), (2, d)}.

Selanjutnya, (A x B) n (A xC) = {(i,e), (2,c)}.

Kalau kita hitung B n C lebih dahulu, yaitu {c}, {2,c}, sarna hasilnya dengan (A x B) n (A x C).

Hal ini temyata se1alu benar untuk sernbarang hirnpunan A, B dan C. Hal yang serupa berlaku pula A x (B u C) dan (A x B) v (A x C).

Silahkan pernbaea menyelidiki hal tersebut.

2.33. Diketahui hirnpunan A {1,2,3}

R adalah relasi pada A yang didefinisikan sebagai "x lebih kecil dari y". Tentukan re1asi R tersebut, relasi RI(invers) dan RC (komplemen), dalam bentuk pasangan terurut.

Apakah R! = RC ?

63

Jawab:

R = {(1,2), (1,3), (2,3}} RI = .{(2,1), (3,1), (3,2)}

untuk menentukan RC kita tentukan lebih dahulu A. xA yaitu HI,l)\ (1,2), (l,3), (2,2), (2,1), (2,3), (3,3), (3,1), (3,2)}

RC =(A x A) - R = {(l,l), (2,1), (3,1), (2,2), (3,2), (3,3)l

Terlihat bahwa RI ;I; R", Di sini RI, = {(x,y)Ix lebih besar atau sama dengan y}.

2.34. Diketahui persarnaan pasangan terurut (2x, y-2) = (y-l, x+l). Tentukan nilai x dan y.

Jawab:

Dua pasangan terurut (a,b) dan (c,d) dikatakan sarna (a,b) = (c,d), jika dan hanya jika a = c dan b = d.

Jadi pada persarnaan di atas, diperoleh 2 persamaan yaitu 2x = y-l dan Y: 2 = x+l

Atau:

2x-y = -I

-I+y = 3

Diperoleh x ~ 2, y = 5

2.35. Untuk hirnpunan A, B dan C berlaku pula produk Cartesius A x B x C = {(a,b;c) I a E A, b E B, c EC}.

Bila A = {I,2}, B :.= {a,b,c}, C -:: {p,q}. Tentukan A x B x C. Berapa ban yak elernennya?

Jawab :

A x B x C = {(I .a.p), (La,q), (l .b.p), (1,b,q), (l ,c,p), (l,c,q), (2,a,p), (2,a,q), (2,b,p), (2,b,q), (2,c,p), (2,c,q»}

Banyaknya elemen ada 12. Jelas di sini bila banyaknya elernen hirnpunan A, B dan C rnasing-rnasing n(A) = 2, n(B} = 3, n(C) = 2, rnaka n(A x B x C) = n(A) n(B) n(C) = 12. Kita dapat rnenggambar A x B x C secara rnudah dengan rnenggunakan porion seperti terlihat berikut.

Gambar 2.15

64

2.36. Pandang himpunan A = {a,b,c,d}. R adalah relasi pada A yang anggotanya dioyatakan oleh titik pada koordinat gambar (2.16).

(a) Tentukan semua anggota A yang mempunyai kaitan dengan B. Dengan

perkataan lain, himpunan (xl(x,b) E R atau (b,x) E R}. .

(b). Tentukan relasi invers RI

Jawab:

(a) Garis mendatar melalui b akan membuat semua titik dalam R berbentuk (x,b). Titik tersebut adalah (a,b), (b,b), (d,b)

d

t'



,
.; abc d

Gambar 2.16

c

b

a

Garis tengah melalui b memuat semua titik dalam R berbentuk (b,x). Titik tersebut adalah (b.b), (b,c).

Jadi himpunan (xl (X ,b) E R atau (b,x) E R} sering disebut himpunan peta dari b, ditulis PETA (b).

Jadi PETA (b) = {b,c}.

Himpunan {x I (x,b) E R} sering disebut himpunan prapeta dari b, ditulis PRAPETA (b). Jadi PRAPETA (b) = {a,b,d}.

(b) lovers dari R dapat kita tentukan dengan lebih dahulu menu lis R secara pasangan terurut, lalu membalik penulisan masing-masing pasangan terurut.

R = {(a,a), (a.b), (b,b), (b,c), (c.a), (c,c), (d,d)} RI = {(a,a), (b.a), (b.b), (c.b), (a,c), (c,c), (d,d)}.

65

2.37. Bagaimana kita menunjukkan bahwa sebuah relasi R pada himpunan A adalah : (a) tidak reflektif, (b) tidak simetris, (c) tidak transitif, (d) tidak antisimetris.

Jawab:

(a) R tidak reflektif jika ada a E A sedemikian sehingga (a,a) e R. (b) R tidak simetris jika ada (a,b) E R namun (b,a) e R.

(c) R tidak transitif jika ada (a,b) E R dan (b,c) E R, namun (a,c) e R. (d) R tidak antisimetris bila ada (a,b) E R dan (b,a) E R, namun a "* b.

2.38. Jelaskan secara digraf pemyataan pada soal (2.37) di atas.

Jawab :

Dalam bentuk digraf, anggota himpunan Akita nyatakan sebagai simpul, sedangkan arkus kita buat dari simpul a mengarah ke simpul b bila (a,b) E· R.

(a) R tidak refleksifbila ada simpul yang tidak mempunyai gelung. (Gelung adalah arkus yang dibuat dari suatu simpul ke simpul itu sendiri).

Di sini R adalah refleksif jika semua simpul mempunyai gelung.

(b) R tidak simetris, jika ada arkus dari simpul a mengarah ke simpul b, namun tak ada arkus dari simpul b mengarah ke simpul a.

Jadi R adalah simetris, bila setiap kali ada arkus dari suatu simpul ke simpullainnya, harus ada arkus yang berlawanan arah antara ke 2 simpul tersebut.

(c) R tidak transitif, bila ada arkus dari simpul a ke simpul b dan dari simpul b ke simpul c, namun tak ada arkus dari simpul a ke simpul c.

(d) R tidak simetris, bila ada arkus dari simpul a ke simpul b dan arkus dari simpul b ke .simpul a, namun a "* b.

2.39. Diketahui relasi-relasi pada himpunan A = {1,2,3,4} sebagai berkut :

Rl = {(l,t), (2,2), (3,3), (1,4), (4,1)}

R2 = {(l, I), (2,2), (3,3), (4,4), (l,3), (3,4), (l,4)}

Gambarlah digraf dari masing-masing relasi, lalu tetapkan apakah mereka : refleksif, simetris, transitif dan antisimetris.

Jawab:

Digraf dari Rl terlihat pada Gambar (2.17)

66

Gambar 2.17'

RI tidak refleksifkarena ada simpul, yaitu simpul4, tidak mempunyai gelung. RI simetris karena untuk arkus (1,4) ternyata ada arkus (4,1) .

. R I tidak transitif, karena meskipun untuk arkus (1,4) dan arkus (4,1) terdapat arkus/gelung (1,1) tetapi untuk arkus (4,1) dan (1,4) tidak terdapat arkus (4,4).

RI tidak antisimetris, karena ada arkus (1,4) dan arkus (4,1) namun 1 :t; 4. Digraf dari relasi R2 terlihat pada gambar (2.18)

Gambar 2.18

R2 adalah refleksif, karena setiap simpul mempunyai gelung.

R2 tidak simetris, karena ada arkus (1,3) tetapi tak ada arkus (3,1).

67

2.16. Misal himpunan z adalah himpunan bilangan bulat dan sebuah bilangan bulat m > I. Maka x adalah kongruen dengan y modulo m ditulis

x == y (mod m)

Jib (x - y) dapat dibagi oleh m. Tunjukkan bahwa defmisi tersebut merupakan relasi ekivalen pada z.

Untuk sembarang x dalam z, berlaku x == x (mod m) karena x - x = 0 dapat dibagi oleh m. Jadi relasinya adalah refleksif.

Misal x == y (mod. m), sehingga (x - y) dapat dibagi oleh m. Maka - (x - y) = y - x juga dapat dibagi oleh m, sehingga y == x (mod. m). Jadi relasinya symetris.

Misal x == y (mod. m) dan y == z (mod. rn), sehingga (x - y) & (y - z) masingmasing dapat dibagi oleh m. Maka (x - y) + (y - z)= x - z. Juga dapat dibagi oleh m; jadi x == z (mod. m). Jadi relasinya transitif.

Terbukti bahwa relasi dari kongruen modulo m pada z adalah refleksif, symetris & transitif. Jadi relasinya adalah relasi ekivalen.

2.17. Misal X = [1,2,3,4,5,6,7,8,9]. Tentukan mana dari di bawah ini yang merupakan partisi dari X :

(a) [(1,3,6,4), (2,8), (5,7,90]

(b) [(1,5,7), (2,4,~,9),(3,5,6)]

(c) [(2,4,5,8», (1,9), (3,6,7)]

(d) [(1,2,7), (3,5), (4,6,8,9), (3,5)]

(a) Tidak, karena 4 E X tapi tidak dipunyai sebarang cell. Dengan perkataan lain, X bukan gabungan dari cell-cell.

(b) Tidak, karena 5 E X dirniliki oleh 2 cell yang berbeda yaitu (1,5,7) dan (3,5,6). Dengan perkataan lain, 2 cell yang berbeda tidak disjoint.

(c) Ya, karena setiap elemen dari X, mempunyai tepat satu cell. Dengan perkataan lain, cell disjoint dan gabungannya adalah X.

(d) Ya, walaupun 3 dan 5 muneul pada 2 tempat, cell tidak berbeda.

2.18. Carilah semua partisidari X = (a,b,e,d).

Catatan :

Setiap partisi dari X mengandung 1,2,3 atau 4 himpunan yang berbeda. Partisinya adalah sebagai beriut :

(1) [(a,b,e,d)]

(2) [(a), (b,e,d)], [(b), (a,e,d)], {(c), (a,b,d)], [(a,I:», (e,d)], [(a,e), (b,d)], [(a,d), (b,e)].

68

(3) [(a), (b), (c,d)], [(a), (c), (b,d)], [(a), (d), (b,c)], [(b), (c), (a,d)], [(b), (d), (a,c)], [(c), (d), (a,b)].

(4) [(a), (b), (c), (d)].

Ada 15 partisi dari X.

2.19. Misal R di bawah ini adalah relasi ekivalen pada himpunan :

A = (1,2,3,4,5,6)

R = [(1,1), (1,5), (2,2), (2,3), (2,6), (3,2), (3,3), (3,6), (4,4), (5,1), (5,5), (6,2),

(6,3), (6,6)]

Carilah partisi dari A yang dihasilkan oleh R. Jadi carilah klas-klas ekivalen dari R.

Elemen-elemen yang berelasi dengan 1 adalah 1 dan 5, jadi [11 = (1,5). Kita ambil sebuah elemen yang bukan elemen (I], misal 2. Elemen-elemcn yang berelasi dengan 2 adalah 2,elemen yang bukan elemen [I] atau [2] adalah 4. Hanya 4 yang berelasi dengan 4. Jadi [4] = (4) sehingga [(1,5), (2,3,6), (4)] adalah partisi dari A yang dihasilkan oleh R.

2.20. Buktikan Teorema. Misal R relasi ekivalen pada A maka himpunan quotient NR adalah partisi dari A.

(i) a E [a], untuk setiap a E A

(ii) (a] = [b] jika dan hanya jika (a,b) E R (iii) Jika [a] -:t (b] maka [a] & [b] disjoint.

Bukti :

(i) Karena R reflektif, (a,a) E. R untuk setiap a E A sehingga a E [a] (ii) Misal (a,b) E R akan ditunjukkan bahwa [a] = [b]. Misal x E [b}; maka

(b,x) E R padahal (a,b) E R maka menurut sifat transitif (a,x) E R sehingga x E [a]. Jadi [b] c [a]; Untuk membuktikan [a] c [b],jelasjika (a,b) E R. Menurut sifat simetris (b,a) E R kemudian dengan cara sarna dengan di atas, terbukti [a] c [b]. Akibatnya [a] x [b].

(iii) Kita buktikan pemyataan kontra positipnya :

Jika lal fl (bJ -:t 0, maka lal = [b]

Jika (a] fl (b] -:t 0 maka terdapat sebuah elemen x E A dengan x E [a] fl [b]. Jadi (a, x) E R dan (b, x) E R karena syrnetris (x,b) E R dan dengan menggunakan sifat transitif (a,b) E R. Akibatnya dengan menggunakan (ii) diperoleh [a] = [b].

69

SOAL-SOAL LATIHAN

PERKALIAN HIMPUNAN

2.21. Misal a = (a,b,c,d). Carilah pasangan terurut yang dikorespondensikan dengan titik-titik PI' P2, P3 dan P4 yang terlihat pada diagram koordinat AXA pada gambar 2.13.

P2

d f---,-----.c0-,--------,

c--+-i---Wp

j i : i 3

'P1 1 ! I

b f----+--!-- ,--~--:

a f----4---l-'~-i~~

a

Gambar 2.13

2.22. Carilah X dan y jika :

(a) (x + 2, 4).= (5, 2x + y); (b) y - 2, 2x + I) = (x - 1, Y + 2)

2.23. Misal W = (Marie, Eric, Paul) dan misal V = (Eric, David) Carilah (a) W x V, (b) V x W, (c) V x V

2.24. Misal X (a,b,c), T = (b,c,d) dan W = (a,d)

Nyatakan diagram tree dari S x T x W dan tentukan S x T x W.

2.25. Buktikan:

(a) Ax (b n C) = (A x B) u (A x C) (b) Ax (B u C) = (A x B) u (A x B)

RELASI

2.26. Misal R relasi pada A (2,3,4,5,6), definisikan x adalah "relatif terhadap bilangan prima y" jadi hanya 1 yang merupakan pembagi dari x dan y.

(a) Tuliskan R sebagai pasangan berurut

(b) Gambarkan graph berarah dari R.

70

2.27. Misal R Relasi pada C = (1,2,3,4,5)

Diberikan himpunan titik-titik yang dinyatakan pada diagram koordinat C x C pada gambar 2.14

5 I---'---r-~---.----" 4 I-----+---+-+----+----l

3 I---t--+-+---+---i

2 1-----+---+-+---+----.

2 3 4 5

(1) Nyatakan setiap pemyataan benar atau salah (a) 1 R 4, (b) 2 R 5, (c) 3At 1 (d) 5 i. 3.

(2) Carilah elemen-elemen dalam setiap sub himpunan dari C "

(a) (x: 3Rx) (c) (x: (x,2) E R)

(b) (x: (4,x) E R) (d) (x: x RS)

(3) Carilah (a) domain dari R, (b) Range dari R, (c) R:'

(4) Gambarkan graph berarah dari R.

Gambar 2.14

2.28. Misal R adalah relasi pada A = (1,2,3,4) :

R = {91,3), (1,4), (3,2), (3,3), (3,4)] (a) Carilah matriks MR dari R

(b) Carilah domain dan range dari R (c) Carilah R:'

(d) Gambarkan graph berarah dari R (e) Carilah relasi komposisi R 0 R.

71

2.29. Misal R dan S relasi pada B = (a,b,c,d) :

R = [(a,a), (a,c), (c,b), (c,d), (d,b)] S = [(b,a), (c,c), (c.d), (d,a)] Carilah relasi komposisi pada B :

(a) R 0 X, (b) S 0 R, (c) R 0 R, (d) S 0 S.

2.30. Misal R relasi pada bilangan bulat positif N didefinisikan pada persamaan x + 3y = 12. Jadi R = [(x,y); x + 3y = 12].

(a) Tuliskan R sebagai himpunan pasangan terurut

(b) Tentukan (i) domain dari R, (ii) range dari R, dan (iii) RI (c) Tentukan relasi komposisi R 0 R.

RELASI REFLEKSIF, SYMETRIS, ANTI SYMETRIS DAN TRANSITIF

2.31. Misal W = (1,2,3,4). Misal relasi pada W :

RI = [(1,1), (2,1)]

R2 = [(1,1), (2,3), (4,1)] R3 = [(3,4)]

R4 = [(1,1), (2,2), (3,3)] Rs = [(1,3), (2,4)]

Tentukan apakah relasi-relasi di atas (a) refleksif (b) symetris, (c) anti symetris, (d) transitif,

2.32. Setiap definisi relasi berikut adalah relasi pada bilangan bulat positif N (1) "x lebih besar dari y"

(2) "xy adalah kwadrat suatu bilangan bulat" (3) x + y = 10

(4) x + 4y = 10

Tentukan relasi mana yang (a) refleksif, (b) symetris, (c) anti symetris, (d) transitif.

2.33. Misal P (A) adalah koleksi dari semua sub himpunan dari A (a,b,c), setiap definisi relasi pada P (A):

72

(I) "x adalah proper sub himpunan dari y" (2) "x disjoint dengan y"

(3) x u y = A

Tentukan relasi mana yang (a) refleksif, (b) symetris, (c) anti symetris, (d) transitif.

2.34. Misal R dan S relasi pada himpunan A. Diasumsikan A mempunyai paling sedikit 3 elemen. Nyatakan apakah setiap pemyataan berikut benar atau salah. Jika salah, berikan sebuah contoh (yang dapat menyatakan bahwa pemyataan salah) pada himpunan A (1,2,3) :

(a) Jika R dan S symetris maka R (\ S symetris (b) Jika R dan S symetris maka R u S symetris (c) Jika R dan S refleksif maka R (\ S refleksif (d) Jika R dan S retleksif maka R u S refleksif (e) Jika R dan S transitif maka R u S transitif

(f) Jika R dan Santi symetris maka R u Santi syrnetris (g) Jika R dan Santi symetris maka R' anti symetris

(h) Jika R reflektif maka R (\ R' tidak kosong

(i) Jika R symetris maka R (\ R' tidak kosong

PARTISI & RELASI EKIVALEN

2.35. Misal W = {I ,2,3,4,5,6}. Tentukan mana yang merupakan partisi dari W (a) [(1,3,5), (2,4), (3,6)]

(b) [(1,5), (2), (3,6)J

(c) [(1,5), (2), (4), (1,5), (3,6)] (d) [(1,2,3,4,5,6)]

73

2.36. Carilah semua partisi dari V = (1,2,3).

2.37. Misal [A" A2, •.. Am] dan [B" B2, ••. , Bn] adalah partisi dari himpunan x. Tunjukkan koleksi dari himpunan-himpunan [Ai E Bj : i = 1, ... , m, j = 1, ... , n] \~ juga partisi (disebut cross partisi) dari x.

(Jelaskan bahwa kita dapat menghilangkan himpunan kosong).

2.38. Buktikan bahwa jika R relasi ekivalen pada himpunan A maka R I juga relasi ekivalen pada himpunan A.

2.39. Misal S = (1,2,3, ... , 19, 20). Misal R relasi ekivalen pada hirnpunan S didefinisikan X == Y (mod 5), jadi (x - y) dapat 5. Carilah partisi dari S yang dihasilkan oleh R, jadi tentukan hirnpunan Quotient SIR.

2.40. Misal N = (1,3,4, ... ) dan misal == adalah relasi pada N x N didefinisikan dengan

(a.b) ~ (c.d) jika ad = be Buktikan bahwa c; adalah relasi ekivalen.

2.41. Misal A (1,2,3 .... , 9) dan misal - adalah relasi ekivalcn pada A x A didefinisikan dengan (a.b) - (c.d) jika a + d := b + c

(a) Buktikan bahwa - adalah relasi ekivalen

(b) Tentukan [(2,5)], jadi tentukan klas ekivalen dari (2,))

SOAl-SOAl PROGRAM KOMPUTER

\ltsai R relasi pada hirnpunan S (1,2,3,4) mengandung 6 elemcn. Misal suatu kotak berisi 6 kartu dan setiap kartu mengandung sepasang bilangan bulat yang merupakan elemen dari R.

2.42. Tuliskan program untuk mencetak :

(a) domain dari R dan (b) range dari R.

2.43. Tuliskan program untuk mencetak relasi komposisi R 0 R = R2.

2.44. Tuliskan program untuk menentukan apakah suatu relasi R : (a) refleksif (b) symetris, (c) transitif, (d) anti symetris.

2.45. Tuliskan program yang mencetak matriks M ukuran 4 x 4 dari relasi R.

Ujilah program dalam soal-soal 2.41 sampai dengan soal 2.45 dengan :

(i) R = [(l,I), (1,2), (1,3), (2,2), (2,3), (4,4)]

(ii) R = [(1,2), (2,1), (2,2), (3,4), (3,3), (4,3)]

(iii) R = [(1,4), (2,3), (4,3), (2,4), (3,1), (3,2)]

74

2.46. Misalkan R adalah relasi ekivalen pada A. Tuliskan program yang mencetak klas ekivalen [I], [2], [3] dan [4]. Ujilah program tersebut dengan relasi : R = [(1,1), (2,2), (2,4), (3,3), (4,2), (4,4)]

JAWABAN SOAL-SOAL LAT/HAN

2.21. PI = (a, b), P2 = (b.d), P3 = (d,c), P4 = (c,a)

2.22. (a) x - 3, y = -3, (b) x = 2, y = 3

2.23. (a) Wx Y = [(mark, Eric), (mark, David), (eric, Eric), (eric, David), (Paul, Eric), (Paul, David)]

(b) V x W = [(Eric, Mark), (David, Mark), (Eric, Eric), (David, Eric), (Eric, Paul), (David, Paul)]

(c) V x V == [(eric, Eric), (Eric, David), (David, Eric), (David, David) I

2.24.

Lihat gambar 2 - 15.

S X T X w = [(a,b,a), (a.b.d), (a.c,a), (a.c.d), (a.d.a), (a.d.d), (b.b,a), (b.b.d), (b.c,a), (b.c.d), (b.d,a), (b.d.d) (c.l ,»), (c.b.d), (c,c,a), (c.c.d), (c.d,a), (c,d,d)]

~-===~ a~~d

~~

b-=======~

____ --b~:-====~

-======-d ~a

c~ c-======= ~ ~~~

75

Gambar 2-15

2.26. R = [(2,3), (2,5), (3,2), (3,5) ,(4,3), (4,5), (5,2), (5,3), (5,4), (5,6), (6,5)]

2.27. (1) (a) Benar, (b) salah, (c), salah, (d) benar (2) (a) (1,4,5), (b) !IS, (c) (2,3,4), (d) (3)

(3) (a) (1,3,5), (b), (1,2,4,5), (c) R' = (1,3), (1,5), (2,1), (2,5), (4,1), (4,3), (4,5) (5,3)]

(4) Lihat Gambar 2 - 16.

Gambar 2.16

2.28. (a) MR =

o 0 1 1

o 000

o 1 1 1

o 0 0 0

Gambar 2.17

(b) Domain = (1,3), range = (2,3,4)

(c) R' ~ [(3,1), (4,1), (2,3), (3,3), (4,3)] (d) Lihat gambar 2 - 17

(e) R 0 R = [(1,2), (1,3), (1,4), (3,2), (3,3), (3,4)]

2.29. (a) R 0 S = [(a,e), (a.d), (c.a), (d,a)]

(b) R 0 S = [(b,a), (b,c), (c.b), (c.d), (d,a), (d,e)] (c) R 0 R = [(a,a), (a.b),' (a,c), (a,d), (e,b)]

(d) S 0 S = [(e,e), (c.a), (e,d)]

76

2.30. (a) [(9,1), (6,2), (3,3)],
(b) (i) (9,6,3), (ii) (1,2,3), (iii) [(3,3)]
2.31. (a) tidak ada, (b) R4, (c) semua, (d) semua.
2.32. (a) Tidak ada, (b) (2) dan (3), (c) (1) dan (4), (d) semua kecuali (3)
2.33. (a) Tidak ada, (b) (2) dan (3), (c) (1), (d) (1). 2.34. Semua benar kecuali (e) R = [(1,2)], S = [(2,3)] dan (t) R = [(1,2)], S = [(2,1)]

2.35. (c) dan (d)

2.37. Ada 5 : [(1,2,3)], [(1), (2,3)], [(2), (1,3)], [(3», (1,2)] dan [(1), (2), (3)]

2.39. [(1,6,11,16), (2,7,12,17), (2,8,13,18), (4,9,14,19), (5,10,15,20)]

2.41. (b) [(1,4), (2,5), (3,6), ... , (0, 0 + 3), ... J

77

CONTOH PROGRAM

78

79

80

81

82 .