Anda di halaman 1dari 3

MASA LALU YANG MEMBEBANI

Seorang mahasiswa datang kepada saya di kantor saya dan berkata, “Wah mas,
dengar-dengar baru pulang dari ambil Certified NLP ya? Gimana caranya ya
saya bisa melupakan masa lalu saya yang sampai sekarang saya masih
terbebani, sehingga saya jadi takut
untuk menatap masa depan saya”
tanya mahasiswa tersebut sebut saja
Beny, seorang mahasiswa Psikologi
semester akhir.

“Memang kamu kenapa” tanya saya

“Iya, saya punya masa lalu yang


membuat saya terbebani sampai
sekarang, begini ceritanya.. waktu itu…”
“STOOPPP!!! Jangan dilanjutkan
ceritanya…” jawab saya seketika itu
juga. “Kalau kamu mau saya terapi,
kamu tidak usah bilang ke saya
masalah kamu apa, karena dengan
teknik NLP saya tidak perlu tahu detil
masalah yang menimpa kamu apa”
terang saya.

Benar pembaca, dengan mempelajari NLP untuk keperluan terapi kepada orang
lain, kita tidak harus tahu detil masalah dari klien, hal ini dikarenakan prinsip dari
NLP didn’t deal with the content, alias santai aja, rahasia kamu aman karena
saya gak perlu tau kejadianya apa. Hal ini dilakukan karena berangkat dari
konsep Sensory Based Language yang ada pada Meta Model.

Setelah menyetop cerita Beny saya berkata “Kamu gak usah cerita Ben, yang
penting kamu bisa bayangin masa depan yang kamu inginkan itu seperti apa
khan?” seketika Beny menjawab “Ya, bisa!” dengan penuh semangat.

“OK, Ambil posisi yang nyaman di bangku itu dan letakkan kedua tangan diatas
meja menghadap ke depan”, setelah itu saya memegang kedua tangan Beny
untuk mencari posisi yang nyaman bagi saya untuk melakukan Anchoring pada
saatnya nanti.

“Baik kalau sudah, silahkan pejamkan mata dan tarik nafas yang dalam…
disetiap tarikan nafas anda akan merasa rileks dan nyaman”

Aktivitas 1:
“Bayangkan kejadian dimana anda merasa tidak nyaman, sebuah kejadian
dimana anda merasa kejadian tersebut mengganggu langkah anda selanjutnya
dikemudian hari”

“Apabila anda sudah membayangkan,


mendengarkan dan merasakan keadaan
tersebut tarik nafas yang panjang….” beberapa
saat kemudian saya melihat Beny menarik
nafas panjang dan pada saat itulah saya
menggenggam tangan kanan nya dengan
tangan kiri saya untuk memberi Anchor pada
kejadian tersebut dan perlahan-lahan saya
mengendorkan genggaman tangan kiri saya
sesuai dengan hembusan nafasnya.

“Baik kalau sudah buka mata anda Beny..”

Pada saat Beny membuka mata, saya bertanya: “Ada berapa warna lampu
dikantor saya?” (breaking state technique) — ingat tangan kiri saya tetap
memegang tangan Beny tidak berpindah dari posisi dan letak Anchor yang
sudah saya berikan.

Setelah melakukan breaking state, saya meminta kepada Beny untuk melakukan
hal yang serupa namun kali ini saya ingin Anda membayangkan suatu kejadian
dimasa yang akan datang yang merupakan kejadian atau suasana yang
diinginkan oleh Anda.

Aktivitas 2:

Setelah itu saya minta Beny kembali menutup mata kembali dan menbayangkan
kejadian impiannya di masa yang akan datang.

Kembali saya berkata “Bayangkan kejadian dimasa depan yang anda inginkan,
sebuah kejadian dimana anda bisa melihat dengan jelas kejadia tersebut,
keadaan warna disekitar kejadian tersebut, suara-suara yang ada disekitarnya,
detail texture alam disekitarnya dan semakin jelas anda merasakan dan
memasuki keadaan tersebut.

“Apabila anda sudah membayangkan, mendengarkan dan merasakan keadaan


tersebut tarik nafas yang panjang….” beberapa saat kemudian saya melihat
kembali Beny menarik nafas panjang dan pada saat itulah saya menggenggam
tangan kirinya dengan tangan kanan saya (tangan yang anda rasa paling kuat
dari anda diantara tangan kanan atau kiri) untuk memberi Anchor pada kejadian
tersebut dan perlahan-lahan saya mengendorkan genggaman tangan kanan
saya sesuai dengan hembusan nafasnya.
“Baik kalau sudah buka mata anda Beny.. dan berapa buah komputer yang ada
di kantor saya?” (breaking state tecnique) — ingat tangan kanan saya tetap
memegang tangan kiri Beny dan tidak berpindah dari posisi dan letak Anchor
yang sudah saya berikan.

Lakukan aktivitas 2 sebanyak delapan kali tanpa melepas kedua tangan anda
pada klien anda..

Aktivitas 3:

Aktivitas 3 adala aktivitas yang sangat penting, setelah melakukan aktivitas 2


sebanyak delapan kali, saya meminta Beny untuk kembali menutup mata dan
membayangkan kejadian ke 1 (kejadian masa lalu) dan menarik nafas.. pada
saat itu saya memicu Anchor kejadian ke 2 (kejadian masa depan yang
diinginkan) dengan menggengam erat tangan kiri Beny dengan tangan kanan
(Anchor kejadian 2) dan 1,2 dan 3 detik kemudian saya berkata “Baik sekarang
bayangkan kejadian ke 2, kejadian dimana anda membayangkan masa depan
yang anda inginkan secara jelas” dan pada saat itu pula saya memicu Anchor
kejadian ke 1 dengan dengan menggengam erat tangan kanan Beny dengan
tangan kiri saya (Anchor kejadian 1) kemudian saya perlahan-lahan
mengendurkan genggangam tangan kiri saya dan selang 3 detik kemudian saya
mengendurkan genggaman tangan kanan saya dari Beny, setelah itu barulah
secara perlahan saya melepaskan kedua tangan saya dari Beny.

Setelah Beny membuka matanya, saya bertanya “Ok Beny.. sekarang


bagaimana rasanya kejadian 1?” tanya saya. Seketika itu juga gunakan teknik
Calibration dengan melihat Eye Cue Beny.

Mata Beny bergerak dari kaan atas dan


ke kiri atas…

“Mmmm rasanya..” sebelum Beny


meneruskan, “STOOPPP!!! Ndak usah
cerita..” potong saya ..

Ingat NLP didn’t deal with the content.


Kemudian dari mana kita bisa tahu
hasilnya berhasil atau tidak? Cukup
melakukan Calibrasi saja… Mudah
bukan?

Untuk melakukannya pada diri sendiri,


tinggal lakukan langkah diatas dengan tangan bersilang didepan dada untuk
menggengam tangan anda sendiri membuat Anchor 1 dan 2..