Anda di halaman 1dari 6

Inisiasi ke- 2

Materi Teori Manajemen Operasi

I. PENENTUAN LOKASI
Lokasi merupakan satu hal yang penting dalam kegiatan operasional suatu perusahaan.
Perusahaan yang memproduksi barang (manufaktur) ataupun perusahaan yang bergerak di
bidang jasa harus mempertimbangkan masalah lokasi ini dengan baik. Pemilihan lokasi berarti
menghindari sebanyak mungkin seluruh segi-segi negatif dan mendapatkan lokasi dengan
paling banyak faktor-faktor positif. Penempatan lokasi yang baik akan bermanfaat bagi
perusahaan karena dapat meminimumkan biaya dan/atau memaksimalkan laba. Biaya-biaya
yang dapat ditekan berkaitan dengan pemilihan lokasi antara lain biaya transport masuk
bahan-bahan untuk produksi, biaya produksi dan distribusi. Dalam sektor bisnis jasa, seperti
lokasi kantor cabang, toko-toko pengecer, pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat, unit
pemadam kebakaran dan lain-lain, bahkan memerlukan pertimbangan yang lebih kompleks,
tidak hanya pada masalah biaya saja.

Penentuan lokasi merupakan langkah awal bagi pelaksanaan kegiatan operasional


perusahaan. Setelah organisasi/perusahaan menentukan produk (barang atau jasa) yang akan
diproduksi, maka langkah berikutnya adalah menentukan dimana tempat memproduksi
barang/jasa tersebut. Tempat pemrosesan produk perlu diletakkan atau dibangun di daerah
yang relatif baik bagi kepentingan perusahaan yang bertujuan memaksimumkan keuntungan.
Disamping itu, tujuan penentuan lokasi adalah untuk meminimumkan biaya. Penempatan
yang baik akan menghasilkan biaya transport masuk bahan-bahan, biaya produksi dan biaya
distribusi barang menjadi minim. Dengan demikian, penentuan lokasi selalu
mempertimbangkan berbagai faktor agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan efektif
dan efisien.

Penentuan lokasi menjadi hal yang sangat penting dan lebih rumit bagi perusahaan
berskala internasional. Keputusan untuk mendirikan pabrik atau anak perusahaan di negara
lain harus mempertimbangkan pula kondisi budaya dan kebiasaan penduduk negara tujuan.
Salah satu contoh adalah McDonald’s yang harus menyesuaikan lini produknya dengan

22
menyediakan menu nasi untuk gerai McD di Indonesia. Hal-hal semacam inilah yang juga turut
dipertimbangkan dalam penentuan lokasi.

Penentuan lokasi dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif
dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang dilakukan dengan
cara mempertimbangkan faktor-faktor penentu lokasi secara kualitatif. Sedangkan
pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik
analisis kuantitatif. Penggunaan teknik-teknik ini sangat penting karena lokasi sangat
mempengaruhi biaya operasional perusahaan yang meliputi biaya tetap dan biaya variabel.
Lokasi juga berdampak terhadap keuntungan dan risiko perusahaan. Lokasi yang mendekati
sumber bahan baku atau pasar dapat menghemat biaya transportasi yang seringkali dapat
mencapai 25% dari harga jual produk. Secara keseluruhan, sebanyak seperempat pendapatan
perusahaan seringkali digunakan untuk biaya pengiriman bahan-bahan masuk ke pabrik dan
pengiriman barang jadi keluar pabrik.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi adalah:

1. Lingkungan masyarakat.

Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima konsekuensi atas didirikannya suatu


pabrik merupakan suatu syarat dapat atau tidaknya suatu pabrik didirikan di daerah
itu.

2. Sumber daya alam

Lokasi yang didirikan dengan pertimbangan mendekati sumber daya alam yang
diperlukan dapat menekan biaya transportasi bahan.

3. Sumber daya manusia.

Tersedianya tenaga kerja yang diperlukan merupakan faktor yang penting untuk
kelancaran proses produksi.

4. Pasar

Penentuan lokasi karena mendekati pasarakan menekan biaya distribusi pengiriman


barang.

5. Pengangkutan

Tersedianya fasilitas angkutan, sarana dan prasarana yang baik, merupakan hal yang
penting dalam pemilihan lokasi untuk kelancaran pengiriman bahan dan pengiriman ke
pasar.

23
6. Pembangkit tenaga

Ketersediaan pembangkit tenaga perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi agar


proses produksi dapat berjalan lancar.

7. Lahan untuk perluasan

Pengembangan pabrik terkadang perlu dilakukan seiring dengan meningkatnya


produksi. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan pula lahan yang akan digunakan
apabila terjadi perluasan pabrik.

Metode Penentuan Lokasi


Penilaian Lokasi dengan Bobot Faktor Lokasi

Penilaian lokasi dengan bobot faktor lokasi merupakan metode penentuan lokasi yang
mempertimbangkan berbagai faktor kemudian mengurutkannya berdasarkan bobot
kepoentingan faktor tersebut bagi pencapaian tujuan perusahaan. Lokasi yang memiliki nilai
keseluruhan yang paling besar merupakan lokasi yang akan dipilih.

Bobot faktor lokasi terdiri dari enam langkah:

1. Menyusun daftar faktor-faktor yang relevan yang disebut critical success


factor.
2. Memberi bobot pada setiap faktor berdasarkan tingkat kepentingan faktor
tersebut bagi tujuan perusahaan,
3. Menentukan skala pada tiap-tiap faktor (misalkan 1 sampai 10 atau 1
sampai 100).
4. Menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor dengan menggunakan
skala pada langkah 3.
5. Kalikan skor dengan bobot masing-msing faktor dan jumlahkan untuk setiap
lokasi.
6. Buat rekomendasi berdasarkan skor terbesar.

Contoh:

PT. Maju Laksana berencana untuk mendirikan pabrik baru karena pabrik yang ada saat ini
sudah tidak dapat melayani permintaan yang semakin meningkat. Perusahaan memiliki dua

24
alternatif lokasi yaitu di Tangerang atau di Surabaya. Setelah menentukan faktor-faktor
penentu serta bobot dan skor masing-masing faktor, maka hasil perhitungan dengan
menggunakan The factor-rating method adalah sebagai berikut.

Critical Bobo Skor (maksimal Skor terbobot


Success t 100)
Factor
Tangera Suraba Tangerang Surabaya
ng ya

Ketersediaa 0,25 70 60 0,25x70 = 0,25 x 60 =


n dan sikap 17,5 15
tenaga
kerja

Sumber 0,05 50 60 0,05x50 = 0,05 x 60 =


bahan baku 60 3

Pendapatan 0,10 85 80 0,10x85 = 0,10 x 80 =


per kapita 8,5 8

Struktur 0,39 75 70 0,39x75 = 0,39 x 70 =


pajak 29,3 27,3

Pendidikan 0,21 60 70 0,21x60 = 0,21 x 70 =


dan 12,6 14,7
kesehatan

Total 1,00
70,4 68

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka lokasi Tangerang adalah lokasi yang paling sesuai
bagi perusahaan karena memiliki skor yang lebih tinggi daripada Surabaya.

Analisis Biaya
Analisis biaya merupakan analisis biaya-volume untuk menyusun perbandingan alternatif-
alternatif lokasi secara ekonomis. Metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi biaya
tetap dan biaya variabel kemudian membandingkan lokasi manakah yang memberikan
biaya paling murah. Ingat!! Untuk menjawab permasalahan ini, kita harus tahu kapasitas
berapa.

25
Contoh:

PT. Maju Bhakti, sebuah perusahaan yang memproduksi karburator mobil, tengah
mempertimbangkan untuk membuka pabrik baru. Terdapat tiga alternatif lokasi, yaitu di
Sidoarjo, Semarang, atau Bekasi. Studi pendahuluan telah dilakukan dan diperoleh perkiraan
biaya tetap per tahun per lokasi adalah Rp30.000.000, Rp60.000.000, dan Rp110.000.000
dengan biaya variabel per unit sebesar Rp75.000, Rp45.000, dan Rp25.000. Harga jual
karburator diperkirakan Rp120.000 dan perusahaan menginginkan untuk berproduksi pada
tingkat produksi 2.000.000 unit per tahun. Perhitungan penentuan lokasinya adalah sebagai
berikut.

Sidoarjo: Biaya total = Rp30.000.000 + Rp75.000(2.000.000) =


Rp150.030.000.000

Semarang: Biaya total = Rp60.000.000 + Rp45.000(2.000.000) =


Rp90.060.000.000

Bekasi: Biaya total = Rp110.000 + Rp25.000(2.000.000) = Rp50.000.100.000

Jadi apabila berproduksi pada tingkat 2.000.000 unit per tahun, dipilih lokasi Bekasi karena
biayanya paling murah. Sekarang, coba kalau berproduksi pada tingkat produksi
2.000 unit, manakah yang paling murah?

26
27