Anda di halaman 1dari 3

Saudara mahasiswa selamat berjumpa dalam Web Based Course Universitas

Terbuka mata kuliah Manajemen Keuangan (EKMA 4213).

Program Web Based Course ini merupakan pengayaan materi tentang Teori Struktur
Modal. Topik yang akan kita bahas dalam Web Based Course kali ini adalah
mengenai struktur modal yang ditargetkan, faktor-faktor yang mempengaruhi
struktur modal, leverage operasi, risiko keuangan, Balancing Theory dan Pecking
Order Theory. Adapun tujuan dari mempelajari topik ini yaitu untuk membantu Anda
dalam memahami apa ppengertian struktur modal dan leverage serta teori-teori
dalam struktur modal. Jika Anda mempunyai pertanyaan atau tanggapan mengenai
topik ini, Anda dapat menghubungi tutor Anda ke alamat email: rani@mail.ut.ac.id

Selamat belajar dan sukses untuk Anda…………..

DESKRIPSI MATAKULIAH:

Program ini membahas tentang struktur modal yang ditargetkan, faktor-faktor yang
mempengaruhi struktur modal, leverage operasi, risiko keuangan, Balancing Theory
dan Pecking Order Theory.

Struktur Modal Secara Umum

Perusahaan yang sedang berkembang memerlukan modal yang dapat berasal dari
utang maupun ekuitas atau saham. Utang mempunyai dua keuntungan. Pertama,
bunga yang dibayarkan dapat digunakan untuk mengurangi pajak, sehingga
menurunkan biaya efektif dari utang. Anda tentu masih ingat kan, bahwa pada
perhitungan rugi laba, pajak dibayarkan setelah laba dikurangi utang. Jadi, dengan
adanya kewajiban membayar bunga utang, maka pajak yang dibayarkan juga lebih
kecil. Kedua, pemegang utang (debtholder) mendapat pengembalian yang tetap,
sehingga pemegang saham (stockholder) tidak perlu mengambil bagian laba
mereka ketika perusahaan dalam kondisi prima.

Namun utang juga mempunyai beberapa kelemahan. Pertama, semakin tinggi rasio
utang perusahaan (debt ratio), semakin tinggi pula risiko perusahaan, sehingga
suku bunganya mungkin akan lebih tinggi. Kedua, apabila sebuah perusahaan
mengalami kesulitan keuangan dan laba operasi tidak mencukupi untuk menutup
beban bunga, maka pemegang sahamnya harus menutup kekurangan itu, dan
perusahaan akan bangkrut jika mereka tidak sanggup membayar utangnya. Terlalu
banyak utang dapat menghambat perkembangan perusahaan yang pada gilirannya
dapat membuat membuat pemegang saham berpikir dua kali untuk tetap
menanamkan modalnya.

Saudara mahasiswa, salah satu isu penting yang seringkali dihadapi oleh para
manajer keuangan adalah keputusan untuk menentukan sumber dana yang akan
digunakan oleh perusahaan. Permasalahan yang seringkali muncul adalah apakah
sumber dana tersebut akan diperoleh dari utang ataukah dengan saham. Kalaupun
sudah ditentukan darimana sumbernya, permasalahan berikutnya adalah berapa
banyak utang atau saham yang akan digunakan? Apakah didapat dari menjual
saham semua, atau dari berutang semua, ataukah 50% utang dan 50% menjual
saham? Nah, hal ini menjadi sangat penting karena struktur modal yang dimiliki
perusahaan dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Struktur modal merupakan
perimbangan antara jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang
jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Seorang manajer keuangan
mempunyai tugas untuk menentukan perimbangan antara besarnya utang dan
modal sendiri tersebut sehingga akan memperbesar nilai perusahaan. Untuk itu
perlu ditentukan struktur modal optimal agar nilai perusahaan dapat menjadi
maksimal.

Untuk mempermudah pemahaman Anda tentang struktur modal ini, mari kita ikuti
ilustrasi berikut ini.

Pie Model

Bagaimana sebuah perusahaan dapat menentukan komposisi antara utang dengan


modal sendiri-nya? Kita akan gunakan pendekatan yang disebut ”pie model” untuk
memudahkan pemahaman Anda. Perhatikan gambar 1. Nilai perusahaan
diumpamakan sebuah kue pai yang terdiri dari dua bagian, yaitu utang dan modal
sendiri. Nilai perusahaan tersebut merupakan penjumlahan dari utang dan modal
sendiri-nya. Nah, dalam teori struktur modal, perusahaan harus dapat menentukan
komposisi utang dan modal sendiri, sehingga dapat menjadikan kue pai tersebut
akan bernilai sebesar mungkin.

Anda mungkin juga menyukai