Anda di halaman 1dari 14

Cara kerja injektor mesin diesel common rail tidak sama dengan mesin diesel

konvensional. Di sini, injektor bekerja menggunakan teknologi solenoid atau elektrik.


Pada mesin lama, injektor bekerja dengan hidro-mekanik. Malah versi terakhir, generasi
ke-3, injektor bekerja secara piezo-elektrik.

Injektor mesin diesel modern sama dengan injektor mesin bensin yang menggunakan
sistem injeksi. Dalam hal ini, injektor diaktifkan oleh arus listrik yang diatur oleh
komputer.

Jumlah solar yang akan disemprotkan diatur berdasarkan lamanya nosel membuka.
Komputer mengatur kerja injektor ini berdasarkan informasi yang diterima dari sensor-
sensor lain, misalnya putaran mesin, tekanan regulator, tekanan bahan bakar, suhu solar,
posisi pedal gas, putaran mesin, silinder, tekanan turbo, aliran udara, air pendingin,
kecepatan kendaraan dan seterusnya.

Rangkaian komponen tersebut jelas tidak diperlukan atau tidak ada pada mesin diesel
konvensional. Komputer juga menentukan waktu injeksi (injection timing) berdasarkan
sinyal yang diterimanya dari sensor di kruk as atau roda gila.

Dengan demikian, mesin diesel common rail, mampu memenuhi harapan banyak orang.
Untuk mengurangi getaran misalnya, cukup dilakukan dengan menyemprotkan bahan
bakar secara bertahap untuk mencegah timbulnya ledakan besar bila dilakukan
sekaligus. Cara ini mirip seperti orang melakukan pembelian secara kredit. Kalau
pembayaran dilakukan sekaligus, ‘kantung langsung meledak’.

Di lain hal, karena tekanan pada sistem pasokan bahan bakar sangat tinggi, molekul
semprotan lebih kecil dan merata. Hasilnya, pembakaran berlangsung mulus dan lancar.
Tekanan tinggi dari common rail terus ditingkatkan untuk mesin-mesin diesel masa
mendatang.

Kini, para pakar mesin diesel sudah ancang-ancang menaikkan tekanan sampai 2000
bar. Dengan tekanan setinggi itu ditambah lagi dengan kemampuan komputer mengatur
waktu injeksi yang lebih fleksibel, para ahli sudah menyimpulkan, mesin diesel nantinya
tak lagi memerlukan glow plug atau busi pijar untuk menghidupkan mesin di pagi
hari. Caranya, cukup dengan menunda waktu penyemprotan bahan bakar.

Daya tarik lain dari mesin diesel adalah turbocharger. Perbandingan kompresi yang
tinggi, membuat turbo lebih “sreg” hidup bersama dengan mesin diesel ketimbangan
bensin. Karena itu jangan heran, kemampuan mesin diesel menghasilkan tenaga akan
menyamai mesin bensin. Sedangkan efisiensi atau keiritan, tak bisa ditandingi oleh mesin
bensin.

Generasi Common Rail:


Ke-1: Injektor yang bekerja denga solenoid dengan tekanan injeksi sampai 1350 bar
Ke-2: Injektor solenoid dengan tekanan injeksi ampai 1600 bar
Ke-3: Piezo injektor dengan tekanan 1800 bar.

Teknologi “Common Rail” bak dewa bagi mesin diesel modern. Dengan common rail,
mesin diesel masuk ke mobil-mobil kelas eksklusif atau mobil-mobil premium seperti
Jaguar dan BMW Seri 7. City car juga tidak luput dari godaan mesin diesel dengan
teknologi terbaru tersebut.

Sebagai contoh, Fiat sudah berhasil membuat mesin diesel 1.300 cc bertenaga 70 hp
dengan konsumsi bahan bakar 3-4 liter/100 km atau rata 25 km/liter. Jadi mesin diesel
bukan lagi hanya milik komunitas truk dan bus berukuran besar atau alat-alat berat dan
kapal.

Di Indonesia juga sudah ada beberapa ATPM menjajakan kendaraannya dengan mesin
diesel common rail. Mulai dari double cab sampai minivan menengah, seperti Kijang
Innova. Sayangnya, konsumen kendaraan bermesin diesel common rail kesulitan
mendapatkan bahan bakar sesuai dengan standar yang telah ditentukan produsennya.

Pasalnya, Pertadex yang saat ini cuma dipasarkan oleh Pertamina, makin sulit diperoleh.
Di samping itu, harganya paling mahal dibandingkan dengan bahan bakar minyak lain.
Padahal di Jerman, bahan bakar diesel moderen di bawah harga bensin terbaik.

Karena itulah, konsumen rela merogoh kocek lebih banyak untuk mendapat kendaraan
bermesin diesel. Sebab, setelah dua tahun, mereka akan kembali mendapatkan nilai
ekonomisnya dibandingkan mobil bermesin bensin.

Diesel vs Bensin
Sebelum mendalami common rail, kita bahas dulu tentang mesin yang digunakan secara
umum sekarang ini berdasarkan bahan bakar minyak. Untuk ini, hanya ada dua jenis,
yaitu bensin dan diesel atau kita menyebutnya solar.

Di kalangan orang teknik, mesin diesel dikenal dengan CI (compression ignition) atau
mesin dengan penyalaan kompresi. Sedangkan mesin bensin disebut SI (spark ignition),
mesin dengan penyalaan bunga api (busi).

Pada mesin diesel, pembakaran dipicu oleh udara yang dimampatkan atau dikompresi di
dalam silinder. Akibat pemampatan itu, tekanan udara menjadi sangat tinggi. Begitu juga
suhunya, mencapai titik bakar solar. Karena itu, begitu solar disemprotkan ke udara itu,
langsung terbakar. Dengan cara ini, mesin diesel tidak memerlukan sistem penyalaan
atau percikan bunga api.

Untuk mendapatkan tekanan tingi itu, perbandingan kompresi harus tinggi. Untuk
mesin diesel, berkisar 16 – 25: 1. Sedangkan mesin bensin 6 - 12 : 1. Perbandingan
kompresi menentukan efisiensi kerja mesin. Makin tinggi perbandingan kompresi, lebih
efisien sebuah mesin. Meski begitu, perbandingan kompresi tidak bisa ditentukan begitu
saja. Harus juga mempertimbangkan sifat dan kualitas bahan bakar yang akan digunakan

Diesel Common Rail vs Diesel Konvensional


Perbedaan antara mesin diesel modern, common rail dengan konvensional adalah cara
memasok bahan bakarnya. Terutama, komponen yang berada antara pompa injeksi dan
injektor. Ada dua komponen utama di sini, yaitu pompa injeksi atau mekanik awam
menyebutnya Bosch pump dan injektor.

Cara kerja common rail sama konsep hidup bersama. Dalam hal ini, semua injektor yang
bertugas memasok solar langsung ke dalam mesin, menggunakan wadah atau rel yang
sama. Caranya sama dengan yang digunakan pada sistem injeksi bensin. Sedangkan
mesin diesel konvensional, setiap injektor mendapatkan pasokan solar sendiri-sendiri
langsung dari pompa injeksi.

Tekanan bahan bakar dalam rel sangat tinggi. Sekarang, yaitu common rail generasi ke-
3, tekananya sudah mencapai 1800 bar. Kalau dikonversi ke PSI yang masih digunakan
sekarang menjadi 26.100 PSI. Bandingkan dengan tekanan ban 30 PSI. Atau tabung elpiji
25 bar dan CNG 200 bar. Dengan tekanan setinggi tersebut, pengabutan yang dihasilkan
tentu saja semakin bagus. Pembakaran yang dihasil menjadi lebih dan kerja mesin makin
efisien.

bentonamaku:

Mesin injeksi konvensiona, injeksi langsung. Injektor langsung mendapatkan pasokan


bahan bakar dari pompa distribusi

Mesin injeksi bensin, pembakaran dipicu oleh busi


Mesin diesel common rail (atas) dan sistem pompa distribusi (bawah)

bentonamaku:

1.Diesel common rail dengan komponen pendukungnya. Kerja mesin diatur oleh
komputer

Cara kerja injektor mesin diesel common rail tidak sama dengan mesin diesel
konvensional. Di sini, injektor bekerja menggunakan teknologi solenoid atau elektrik.
Pada mesin lama, injektor bekerja dengan hidro-mekanik. Malah versi terakhir, generasi
ke-3, injektor bekerja secara piezo-elektrik.

Injektor mesin diesel modern sama dengan injektor mesin bensin yang menggunakan
sistem injeksi. Dalam hal ini, injektor diaktifkan oleh arus listrik yang diatur oleh
komputer.

Jumlah solar yang akan disemprotkan diatur berdasarkan lamanya nosel membuka.
Komputer mengatur kerja injektor ini berdasarkan informasi yang diterima dari sensor-
sensor lain, misalnya putaran mesin, tekanan regulator, tekanan bahan bakar, suhu solar,
posisi pedal gas, putaran mesin, silinder, tekanan turbo, aliran udara, air pendingin,
kecepatan kendaraan dan seterusnya.

Rangkaian komponen tersebut jelas tidak diperlukan atau tidak ada pada mesin diesel
konvensional. Komputer juga menentukan waktu injeksi (injection timing) berdasarkan
sinyal yang diterimanya dari sensor di kruk as atau roda gila.

Dengan demikian, mesin diesel common rail, mampu memenuhi harapan banyak orang.
Untuk mengurangi getaran misalnya, cukup dilakukan dengan menyemprotkan bahan
bakar secara bertahap untuk mencegah timbulnya ledakan besar bila dilakukan sekaligus.
Cara ini mirip seperti orang melakukan pembelian secara kredit. Kalau pembayaran
dilakukan sekaligus, ‘kantung langsung meledak’.

Di lain hal, karena tekanan pada sistem pasokan bahan bakar sangat tinggi, molekul
semprotan lebih kecil dan merata. Hasilnya, pembakaran berlangsung mulus dan lancar.
Tekanan tinggi dari common rail terus ditingkatkan untuk mesin-mesin diesel masa
mendatang.

Kini, para pakar mesin diesel sudah ancang-ancang menaikkan tekanan sampai 2000
bar. Dengan tekanan setinggi itu ditambah lagi dengan kemampuan komputer mengatur
waktu injeksi yang lebih fleksibel, para ahli sudah menyimpulkan, mesin diesel nantinya
tak lagi memerlukan glow plug atau busi pijar untuk menghidupkan mesin di pagi hari.
Caranya, cukup dengan menunda waktu penyemprotan bahan bakar.
Daya tarik lain dari mesin diesel adalah turbocharger. Perbandingan kompresi yang
tinggi, membuat turbo lebih “sreg” hidup bersama dengan mesin diesel ketimbangan
bensin. Karena itu jangan heran, kemampuan mesin diesel menghasilkan tenaga akan
menyamai mesin bensin. Sedangkan efisiensi atau keiritan, tak bisa ditandingi oleh mesin
bensin.

Bagi pemilik mobil service rutin alias tune up sudah merupakan keharusan jika
tunggangan ingin selalu dalam keadaan sehat. Ritual tune up mulai dari ganti oli, stel
klep, stel pengapian, bersih2 busi, filter oli/bensin/udara (kalo perlu ganti jika udah
waktunya) hingga bersih2 karburator ato throttle body (mesin injeksi) dengan
menggunakan cairan/foam adalah hal lazim yang dilakukan oleh bengkel resmi
maupun non resmi.

Seiring dengan kemajuan jaman, teknologi mesin mobil semakin lama semakin canggih.
Mau tidak mau pihak bengkel pun harus sigap dengan perkembangan mobil masa
kini. Salah satunya adalah alat yang bernama kalibrasi injektor. Alat ini berguna untuk
mengkalibrasi kinerja injektor agar bekerja secara optimal. Kemampuan injektor untuk
menyemprotkan BBM semakin lama semakin turun seiring dengan bertambahnya usia
kendaraan. Hal ini menyebabkan performa kendaraan akan menurun. Nah dengan alat ini,
injektor akan dikalibrasi kembali kemampuannya mendekati seperti mobil yang baru
keluar dari pabrik.

Menurut pihak bengkel yang menyediakan alat ini, langkah menyemprotkan


cairan/foam ke lubang throttle body ketika mobil di-tune up masih kurang efektif hasilnya
karena kerak2 yang terdapat di lubang injektor tidak ikut rontok. Penyebabnya adalah
lubang injektor yang sangat kecil.

Gimana cara kerja alat tersebut ? ketika mobil diservis, injektor akan dilepas kemudian
ditaruh di alat itu. Misal mobil anda 4 silinder berarti ada 4 injektor yang dicopot. Pada
kalibrasi injektor terdapat bensin plus cairan kimia yang berguna untuk merontokkan
kerak. Tahap awal nosel injektor dibersihkan dibantu dengan getaran ultrasonic. Setelah
itu kinerja injektor dites dengan cara injektor menyemprotkan semburan bensin ke
dalam tabung gelas bening (1 injektor=1 tabung gelas). Pada tahap ini pengetesan dimulai
dari beberapa mode penyemprotan misalnya mulai dari debit semburan hingga
pengabutan. Nah setelah tabung gelas terisi bensin dilakukan pengukuran volume
bensin dilihat dengan cara melihat volume mililiter (ml) yang ada dalam tabung gelas ato
bisa juga dengan mengukur ketinggian masing2 tabung gelas. Jika hasilnya volume tiap
injektor berbeda2, dilakukan ritual ulang mulai tahap awal lagi selanjutnya uji
penyemprotan. Andai volume masih berbeda juga, akan dilakukan tindakan yang sama
seperti sebelumnya. Kalo volume masih belum sama juga (meski sudah dilakukan
berulang2) berarti kinerja injektor sudah tidak sempurna. Biasanya kasus yang terjadi dari
ke-4 injektor yg dites, salah satu injektor volumenya berbeda, artinya injektor tersebut
perlu waktunya ganti. Jika masing2 injektor hasil tesnya berbeda2 artinya kinerja ke-4
injektor sudah tidak bagus lagi (karena umur komponen & kerak yang sudah mengeras
sehingga sulit dibersihkan) kudu ganti semua injektor ama yang baru.

Alat kalibrasi injektor.

Trus kapan sebaiknya melakukan kalibrasi injektor ? tidak ada patokan pasti (tergantung
kebutuhan) tapi ada pendapat yang mengatakan sebaiknya tiap 20rb KM ato 1 tahun
sekali & dibarengi dengan ganti filter bensin supaya kinerja injektor optimal. Apa sih
yang menyebabkan injektor kotor ? penyebab utamanya adalah kualitas bensin yang
buruk. Isilah bensin mobil anda di SPBU yang berkualitas misalnya mobil yang minum
Premium isi bensinnya di SPBU yang ada logo Pasti Pas. Syukur2 jika mobil anda diisi
BBM beroktan 92 ato lebih macam Shell, Petronas ato Total, nosel injektor dijamin lebih
bersih. Di samping itu kebiasaan ngisi bensin nunggu kalo indikator bensinnya hampir
menyentuh huruf E (empty) juga mempercepat timbulnya kerak di nosel injektor.

Sudah melakukan tune up tapi tarikan koq masih kurang mak nyus ? mungkin saja nosel
injektor sudah mampet penyebabnya. Penulis sudah 2 kali melakukan ritual kalibrasi
injektor yang dibarengi dgn tune up supaya kerja mesin maksimal, hasilnya tarikan mobil
terasa enteng & BBM lebih irit. Tertarik untuk mencobanya ? sayangnya tak banyak
bengkel yang mempunyai alat ini, khusus bengkel resmi tak ada salahnya anda
untuk bertanya dahulu via telpon. Untuk bengkel non resmi silakan meluncur ke Garden
Speed (Cilandak), Sigma Speed (Pancoran), Rev Engineering (Arteri Kedoya), Yans
Speed (Pondok Bambu) dsb.

Mengenal dan Merawat Injektor Mobil


-
Pada umumnya sistem injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik atau yang dikenal dengan
Electronic Fuel Injection (EFI). Sistem ini dikontrol oleh Electronic Control Module (ECM) atau
Electronic Control Unit (ECU). Berupa chips yang terdiri dari microprosessor dan memory yang
dipasang pada mobil.

ECU ini menerima input berupa sinyal-sinyal elektronik dari semua sensor dan memprosesnya
untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan dengan mengatur bukaan katup pada
injektor. Tujuan penggunaan dan pengembangan EFI sampai saat ini adalah untuk memperbaiki
prestasi motor bakar dan mengurangi emisi gas buang.

Ada dua jenis sistem injeksi bahan bakar untuk motor bensin berdasarkan posisi injektornya, yaitu:

1. Multipoint fuel-injection atau Port fuel injection (PFI), dimana injektor terletak di atas lubang
isap (intake port) pada setiap silinder.

2. Single-point fuel-injection atau disebut juga Throttle-body fuel injection (TBI), dimana injektor
dipasang sebelum saluran isap yaitu di atas katup throttle.

Untuk menjaga agar injektor mobil anda bekerja dengan optimal, lakukan perawatan berkala
dengan memberikan cairan pembersih pada bahan bakar paling tidak dua minggu sekali. Campuran
pembersih injektor pada bensin mampu menjaga sistem injeksi bekerja optimal sejauh 50.000 km.
Menggunakan cairan pembersih penting karena kualitas bensin umumnya mengandung unsur
detergen. Injektor memiliki saluran kecil yang sensitif pada kotoran dan bisa menyumbat seperti
gum, carbon dan varnish. Khusus pada sistem multipoint injection, injektor berada di belakang
katup isap dan biasanya sisa bensin akan menjadi residu. Residu ini akan semakin banyak bila
kualitas bensin buruk. Bahkan injektor rentan tersumbat hingga membuat pola semprotan berubah.
Bila itu terjadi, mesin akan tersendat-sendat pada kondisi idle, tarikan kurang, boros bensin sampai
mesin susah di-stater.

Biasa juga dengan menuangkan adiktif pembersih yang mengandung detergen ke tangki bensin.
Cara ini bisa dilakukan bila gum yang menumpuk belum terlalu parah. Bila residu tidak bisa
dibersihkan dengan cara sederhana, tidak ada jalan lain harus dibawa ke bengkel.

Untuk membersihkan residu yang sudah menjadi kerak, mekanik biasanya melakukan dengan
memasukkan larutan kimia pembersih injektor langsung ke saluran masuk bensin. Cara ini bisa
langsung membersihkan kerak yang menumpuk di punggung katup isap. (dari berbagai sumber)
(ton)
Cara Gampang Membersihkan Injektor
Mobil

Fuel Injector (motorward.com)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah mesin mobil Anda sering sulit dinyalakan? Atau
konsumsi bahan bakarnya lebih boros dibanding biasanya, dan suara menjadi kasar? Hati-
hati, semua gejala itu merupakan tanda peranti injektor mobil bermasalah.

“Karena injektor merupakan perangkat penting yang berfungsi untuk menyemburkan


bahan bakar ke ruang bakar mesin,” tutur Kurniadi, spesialis injektor Rahmat Motor,
Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (13/1).

Peranti itu tidak dapat mengirim pulsa ke sensor Electronic Control Unit (ECU) sesuai
dengan takaran semestinya. Padahal, satu diantara fungsi ECU adalah, mengatur tekanan
dan frekwensi semburan bahan bakar ke ruang bakar mesin berdsar pulsa yang diterima
sensornya.

Semburan bahan bakar idan udara di ruang bakar harus tepat, agar hasilnya maksimal.
Bila tidak tepat, berarti injektor bermasalah.

Lantas apa saja permasalahan yang kerap terjadi di peranti itu? Bagaimana cara untuk
memperbaikinya? Kurniadi berbagi tips untuk Anda.

1.Semburan bahan bakar lemah


Tidak kuatnya semburan bahan bakar dari injektor ke ruang bakar itu dikarenakan jarum
injektor tersumbat kotoran. Partikel berukuran kecil yang menyumbat jarum itu, bisa
berasal dari bahan bakar yang tempat penampungannya di Stasiun Pompa Bahan Bakar
Umum (SPBU) kurang bersih. Bahkan, kotoran bisa berasal dari tangki bahan bakar di
mobil yang mengalami korosi karena proses senyawa kimia saat tangki kosong dalam
waktu cukup lama.

Ukuran partikel itu memang kecil, sekitar 10-30 mikron sehingga saringan bahan bakar
kerpa tidak mampu menyaringnya. Meski sangat kecil, namun keberadaannya cukup
mengganggu kinerja injektor, terlebih bila kotoran itu terus bertambah dari waktu ke
waktu.

2.Injektor bocor
Kebocoran yang dimaksud disini adalah, jarum peranti itu tidak bisa menutup rapat
setelah selesai menyemburkan bahan bakar. Akibatnya, bahan bakar masih menetes di
ruang bakar. Walhasil, busi basah dan perhitungan Lambda tidak akurat, sehingga mesin
sulit dinyalakan. “Satu hal yang perlu diketahui, semburan bahan bakar ke ruang bakar
mesin oleh injektor itu berwujud kabut,” jelas Kurniadi.

3. Cara memperbaiki
Menurut Kurniadi, ada dua cara yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk mengatasi
persoalan ini.

a. Mempercepat putaran mesin


Cara ini cukup sederhana dan bisa Anda lakukan sendiri. Caranya, aktifkan mesin mobil.
Setelah itu, injak pedal gas dalam-dalam hingga ke titik maksimal. Lakukan hingga
empat atau lima kali, dan setiap kali menginjak pedal gas sebaiknya ditahan 1-2 menit.

Kurniadi menyebut, di saat putaran mesin tinggi (sekitar 5.000 rpm), maka semburan
bensin juga kuat. Pada saat itulah, kotoran di ruang bakar dan klep akan terdorong keluar.
Namun bila cara ini tak mempan Anda boleh mencoba cara kedua, yaitu menggunakan
cairan pembersih.

b. Menggunakan cairan pembersih


Pembersihan injektor dengan cara ini ada dua. Pertama, langsung di mobil. Kedua,
injektor dilepas dan menggunakan ultrasonic.

Cara pertama, tangki diisi cairan pembersih (injector cleaner) untuk menghilangkan air,
belerang, atau jamur yang mungkin ada di peranti itu. Cairan tersebut bisa Anda beli di
toko onderdil mobil.

Cara kedua, injektor dilepas dan kemudian diuji dengan alat khusus ultrasonic. Alat
tersebut untuk mengetahui debit bahan bakar, pola semburan bahan bakar, ada tidaknya
kebocoran di jarum injektor.

“Setelah hasil pengujian diketahui, kemudian dilakukan proses pembersihan,” kata


Kurniadi. Biaya untuk pengujian dan pembersihan injektor itu diperkirakan mulai Rp 200
– 700 ribu.
Tips Mudah Membersihkan Injektor
Mobil
Home » Perawatan » Tips Mudah Membersihkan Injektor Mobil

Tips Mudah Membersihkan Injektor


Mobil
admin | January 16, 2011 | 0 Komentar

Apakah mesin mobil Anda sering sulit dinyalakan atau


konsumsi bahan bakarnya lebih boros dibanding biasanya, serta suara menjadi kasar?

Jika ya, Anda harus hati-hati, karena semua gejala itu merupakan tanda peranti injektor
mobil mengalami masalah.

Injektor merupakan perangkat penting yang berfungsi untuk menyemburkan bahan bakar
ke ruang bakar mesin.

Masalah mungkin terjadi karena peranti tersebut tidak dapat mengirim pulsa ke sensor
Electronic Control Unit (ECU) sesuai dengan takaran semestinya.

Padahal, satu diantara fungsi ECU adalah mengatur tekanan dan frekuensi semburan
bahan bakar ke ruang bakar mesin berdasarkan pulsa yang diterima sensornya.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, semburan bahan bakar dan udara di ruang bakar
harus tepat. Bila tidak tepat, berarti injektor mengalami masalah.

Lalu apa sajakah masalah yang sering terjadi pada injektor? Bagaimana cara untuk
memperbaikinya?

Ikuti tips berikut ini:

1. Lemahnya Semburan Bahan Bakar


Jarum injektor yang tersumbat kotoran akan menyebabkan tidak kuatnya semburan bahan
bakar dari injektor ke ruang bakar.

Partikel berukuran kecil yang menyumbat jarum bisa berasal dari bahan bakar yang
kurang bersih.

Kotoran juga bisa berasal dari tangki bahan bakar di mobil yang mengalami korosi.

Ukuran partikel tersebut memang kecil, sekitar 10-30 mikron sehingga saringan bahan
bakar terkadang tidak mampu menyaringnya.

Walau ukurannya sangat kecil, namun cukup mengganggu kinerja injektor, apalagi jika
kotoran tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu.

2. Kebocoran Injektor

Kebocoran terjadi ketika jarum injektor tidak bisa menutup rapat setelah selesai
menyemburkan bahan bakar.

Akibatnya, bahan bakar masih menetes di ruang bakar. Sehingga busi menjadi basah dan
perhitungan Lambda tidak akurat, yang akhirnya membuat mesin sulit dinyalakan.

Satu hal yang perlu diketahui, semburan bahan bakar ke ruang bakar mesin oleh injektor
itu berwujud kabut.

3. Cara Mangatasi Masalah

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, yaitu:

a. Percepat Putaran Mesin

Anda bisa melakukannya sendiri karena cara ini sangat sederhana. Caranya adalah
sebagai berikut:

- aktifkan mesin mobil. Setelah itu, injak pedal gas dalam-dalam hingga ke titik
maksimal.
- Lakukan hingga empat hingga lima kali, dan setiap kali menginjak pedal gas sebaiknya
ditahan sekitar 1-2 menit.

Pada saat putaran mesin tinggi (sekitar 5.000 rpm), maka semburan bensin juga kuat.
Pada saat itulah, kotoran pada ruang bakar dan klep akan terdorong keluar.

Tapi, jika cara ini tidak berhasil, Anda boleh mencoba cara berikutnya, yaitu dengan
menggunakan cairan pembersih.

b. Gunakan Cairan Pembersih


Ada dua cara untuk melakukan pembersihan injektor. Anda bisa langsung
membersihkannya di mobil, atau Anda melepas injektor dan menggunakan ultrasonik.

Cara 1:
Isi tangki dengan cairan pembersih (injector cleaner) untuk menghilangkan air, belerang,
atau jamur yang mungkin berada di injektor. Cairan pembersih ini bisa Anda beli di toko
onderdil mobil.

Cara 2:
Lepas injektor, kemudian diuji dengan alat khusus ultrasonik. Alat tersebut berfungsi
untuk mengetahui debit bahan bakar, pola semburan bahan bakar, dan ada tidaknya
kebocoran pada jarum injektor.

Setelah Anda mengetahui hasil pengujian, kemudian lakukan proses pembersihan. Biaya
untuk pengujian dan pembersihan injektor diperkirakan mulai sekitar Rp 200 – 700 ribu.
[]

Sumber: tempootomotif

Artikel menarik


4 Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Mobil Tetap


6 Langkah Mudah Merawat Mobil


12 Pemeriksaan Simpel agar Mobil Tidak Sering Masuk

Mengenal Berbagai Jenis Alarm Mobil


Perbedaan Alarm Mobil dengan Immobilizer

Artikel terkait

• 7 Tips Menghemat Bahan Bakar Mobil Anda


• Menentukan Jenis Kebocoran Oli Mobil dari Warnanya
• Kelebihan dan Kekurangan Mobil Hibrida
• 9 Tips Mudah Merawat Aki Mobil
• 12 Pemeriksaan Simpel agar Mobil Tidak Sering Masuk Bengkel
• 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Mobil Tetap Awet
• 4 Tanda Masalah pada Rem Mobil
• 4 Tanda Masalah pada Transmisi Otomatis Mobil
• Honda CB750, Motor Canggih yang Dilengkapi “Airbag”
• Tes Tabrak Volvo C30 Listrik, Beginilah Seharusnya Mobil Lisrik yang Aman

Sumber: http://otomotifplus.com/2011/01/tips-mudah-membersihkan-injektor-
mobil/#ixzz1LTQn2l84

Cara Merawat Injektor

SATU hal yang pasti, teknologi canggih sistem injektor kini banyak diaplikasilkan pada
mobil. Agar kinerja alat tersebut tetap optimal, tentunya diperlukan perawatan rutin
sesuai prosedur. Salah satu perawatan yang harus dilakukan diantaranya memberikan
cairan pembersih (injector cleaner) pada bahan bakar. Ini penting karena kualitas bensin
umumnya sedikit mengandung unsur detergen.

Sedangkan injektor memiliki saluran amat kecil yang alergi pada kotoran, yang bisa
menyumbat seperti gum, carbon dan varnish. Apalagi untuk sepeda motor kecil tentu
ukurannya amat mini dibandingkan sepeda motor besar apalagi mobil. Itu menjadikan
cairan gum, varnish/carbondi bensin gampang menyumbat bila tak dibersihkan secara
berkala.

Khusus pada sistem multipoint injection, yang menempatkan injektor berada di belakang
katup isap, biasanya sisa bensin akan menimbulkan residu berupa gum.

Residu ini akan semakin banyak bila kualitas bensin buruk. Malahan injektor pun rentan
tersumbat hingga membuat pola semprotan berubah. Bila itu terjadi, mesin biasanya
tersendat-sendat pada kondisi idle, tarikan kurang, boros bensin sampai mesin susah di-
starter. Solusinya? Jelas, injektor wajib dibersihkan dari residu.

Ada beberapa cara mengatasi penyumbatan injektor. Cara yang paling gampang dan tidak
perlu keluar biaya banyak adalah melarikan mobil dalam kecepatan tinggi di jalan tol.
Tujuannya, kotoran bisa terisap ke ruang bakar dan terbawa ke luar.

Bisa juga dengan menuangkan adiktif pembersih yang mengandung detergen ke tangki
bensin. Cara ini bisa dilakukan bila gum yang menumpuk belum terlalu parah. Bila residu
tidak bisa dibersihkan dengan cara sederhana, tak ada jalan lain mobil harus dibawa ke
bengkel.

Untuk membersihkan residu yang sudah menjadi kerak, mekanik biasanya melakukan
dengan memasukkan larutan kimia pembersih injektor langsung ke saluran masuk bensin.
Cara ini bisa langsung membersihkan kerak yang menumpuk di punggung katup isap.

Merawat atau menjaga agar injektor tetap bersih bisa dilakukan dengan memberi injector
cleaner. Itu bisa dilakukan secara berkala minimal 2 minggu sekali. Campuran injector
cleaner pada bensin mampu menjaga sistem injeksi bekerja optimal sejauh 50.000 km.
(bk/ovi)***