PENYAKIT MENULAR PROGRAM PENGAWASAN TERHADAP PENYAKIT MENULAR Pokok Persoalan dan Tantangan: Pemerintah Indonesia telah mengubah

sistem pemerintahannya menjadi sistem desentralisasi yang membahayakan sistem pengawasan Penyakit Menular. Sasaran:
• •

Memperkuat pengawasan penyakit yang menular melalui hubungan seksual (STI). Memperkuat pengawasan HIV.

PROGRAM PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PENYAKIT MENULAR Pokok Persoalan dan Tantangan: Infeksi Filariasis dan penularannya selalu terdapat di banyak daerah tanpa kegiatan pengawasan yang cukup. Proyek percobaan untuk ELF memperlihatkan hasil yang menjanjikan yang perlu ditingkatkan ke tingkat propinsi, sesuai dengan komitmen untuk target penghapusan global (Mekhong Plus). Infeksi Dengue dan komplikasinya seperti demam berdarah terus meningkat di daerah kota dan pinggir kota dengan meningkatnya angka kesakitan namun menurunnya angka kematian yang menjanjikan. Partisipasi dan jaringan masyarakat diperlukan untuk memulai pengawasan dari penularan dengue (terutama di perkotaan) dan filariasis (terutama di pedesaan). Leptospirosis tetap menjadi hal yang serius meskipun tidak ada laporan yang mengancam. Rabies dan Japanese Encephalitis adalah masalah utama yang memerlukan dukungan dari sistem pemerintahan untuk memperkuat pengawasan dan vaksin pencegahan. Frambesia dan kusta adalah penyakit menular yang dapat diobati, namun dengan penularan utama yang terjadi di daerah yang miskin, terpencil, kurang pelayanannya, diperlukan kesadaran yang ditingkatkan dan dukungan dari pemerintah setempat, dan juga tingkat daerah. Helminthiasis yang sangat umum dan sangat endemis dengan pengaruh kesehatan yang kronik yang dapat secara luas ditingkatkan melalui pemberantasan cacing yang berulang-ulang secara masal, yang harus dikoordinasikan dengan perawatan ELF dimanapun memungkinkan. Sasaran:

Meningkatkan dan mempertahankan kualitas dari komponen-komponen terpilih dan bidang-bidang yang termasuk dalam program nasional untuk mencegah, mengawasi, dan menghapuskan penyakit-penyakit yang ditargetkan, termasuk ELF, partisipasi dan jaringan masyarakat untuk pengawasan dengue dan arbovirus lainnya, anti-helminthiasis deworming, leptospirosis, rabies, yaws dan kusta.

PROGRAM PEMBERANTASAN MALARIA Pokok Persoalan dan Tantangan: Malaria tetap menjadi salah satu penyakit menular yang utama di sebagian besar daerah di Indonesia. Ancaman yang muncul kembali telah terjadi di daerah-daerah pengawasan

Sasaran 1) Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 75%. persentase keluarga menggunakan air bersih menjadi 85%. namun pelaksanaanya belum dimulai. Sebuah rencana pembangunan telah dikembangkan.efektif sebelumnya. dan penyediaan dukungan teknis yang berkesinambungan. terutama sistem pencatatan dan pelaporan. TB dan Malaria. 331/2006 tentang Renstra Depkes 2005. Agar dapat menyediakan dukungan teknis yang berkesinambungan untuk mengatasi hal ini. persentase keluarga menggunakan jamban memenuhi syarat kesehatan .or. Badan Swasta dan Tempat Kesehatan Masyarakat lainnya harus terlibat dalam pelaksanaan DOTS. Unit Malaria di DepKes meneruskan kebutuhan untuk memperkuat fungsinya sebagai koordinator dari "Gebrak Malaria" dan GFATM. maka penting untuk memperkuat dukungan teknis dalam negeri dengan menambah staf di tingkat nasional dan lapangan. PROGRAM PEMBERANTASAN TUBERCULOSIS Pokok Persoalan dan Tantangan: Indonesia telah mengembangkan dan memulai penerapan rencana pembangunan lima tahun untuk pemberantasan TB (2002-2006). Sasaran: • Memperbaiki pelaksanaan pelayanan DOTS di seluruh negeri dengan membentuk kemitraan yang efektif dengan provider kesehatan di sektor lain (publik-gabungan publik & publik . Kini desentralisasi sedang berjalan yang memerintahkan pelaksanaan tanggung jawab di tingkat daerah dan propinsi.asp?id=ow1#2 PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK PP & PL (Kepmenkes No. propinsi dan daerah.gabungan swasta). http://www.2009 ) Program-Program Ditjen PP&PL terdiri dari : Program Lingkungan Sehat (LS) dan Program Pencegahan dan Pemberantan Penyakit PPP) 1. Telah ada peningkatan marginal dalam kasus tingkat deteksi selama dua tahun terakhir hanya karena Pusat Kesehatan telah melaksanakan DOTS.id/ind/ourworks. bersama dengan meningkatnya pendanaan yang baru-baru ini disetujui melalui Global Fund untuk AIDS.who. pada saat ini mengalami beberapa kekurangan yang perlu diatasi dengan memperkuat dan meluruskan kegiatan DOTS di tingkat pusat. Sasaran: Meningkatkan dan memelihara kualitas dari komponen-komponen terpilih dan daerahdaerah yang terjangkau oleh rencana kerjasama "Gebrak Malaria" untuk dilaksanakan dibawah GFATM dan sumber donatur lainnya. Program Lingkungan Sehat a. b. Untuk memperbaiki hal ini. Tujuan Program ini bertujuan mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan. Kualitas pelaksanaan DOTS. Kebijakan perawatan obat-obatan perlu terus diawasi dengan timbulnya kembali pola resistansi. Angka kesakitan dan kematian Malaria secara bermakna mempengaruhi bagian-bagian yang lebih miskin di negara.

serta hukum kesehatan penunjang program yang terdistribusi hingga ke desa. dan sistem penanggulangan KLB/wabah secara berjenjang hingga ke desa. c. sistem kewaspadaan dini faktor risiko. bahan. Pneumonia. serta hukum yang menunjang program yang terdistribusi hingga ke desa. Tujuan Program ini bertujuan menurunkan angka kesakitan. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT Tujuan program: menurunkan angka kesakitan. dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular. Kusta. Kanker. kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular. kusta. filaria. 1) Penyakit menular yang diprioritaskan dalam program ini adalah: Malaria. Kegiatan pokok 1) Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar 2) Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan 3) Pengendalian dampak risiko pencemaran lingkungan 4) Pengembangan wilayah sehat 2. Demam Berdarah Dengue. pneumonia.id/def_menu. dan persentase Tempat Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 80%. HIV/AIDS. Polio. 4) Tersedianya alat. 9) Terselenggaranya sistem surveilans dan kewaspadaan dini serta penanggulangan KLB/wabah secara berjenjang hingga ke desa. Tuberkulosis. 2) Penyakit tidak menular yang diutamakan adalah: penyakit Jantung.menjadi 80%. termasuk penyakit karantina dan risiko masalah kesehatan masyarakat yang memperoleh perhatian dunia internasional (public health risk of international concern). 4) Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditangani sebesar 80%. polio. c. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah malaria. 8) Tersedianya dan tersosialisasikannya kebijakan dan pedoman.000 anak usia kurang dari 15 tahun. informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit. penyakit kronis dan degeneratif. b. dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. 6) Pencegahan dan penanggulangan Flu Burung/penyakit lainnnya http://www. 3) Terselenggaranya sistem surveilans. Program Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit a.depkes.go. 6) CFR Diare pada saat KLB adalah < 1. dan Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). 5) Penderita Malaria yang diobati sebesar 100%. tuberkulosis paru. demam berdarah dengue. kematian.pppl. Kegiatan pokok 1) Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko 2) Peningkatan imunisasi 3) Penemuan dan tatalaksana penderita 4) Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah 5) Peningkatan komunikasi. 3) Angka Acute Flaccid Paralysis (AFP) diharapkan ¡Ý 2/100. Filaria.2% 7) ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) mendapat pengobatan ART sebanyak 100%. dan reagen untuk pengendalian faktor risiko dan pendukung penyelenggaraan Program Lingkungan Sehat. 2) Angka penemuan kasus penderita TB (Case Detection Rate) penyakit TB sebesar 70% dan angka keberhasilan pengobatan (Succes Rate) TB di atas 85%. Diare. Prioritas penyakit tidak . Sasaran 1) Persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) sebesar 98%. 2) Tersedianya dan tersosialisasikannya kebijakan dan pedoman.asp?menuId=1&menuType=0&SubId=16 E. serta gangguan akibat kecelakaan dan cedera. diare. Diabetes Mellitus dan penyakit metabolik. HIV/AIDS.

3. (b) Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhan untuk pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. (e) Menyiapkan dan mendistribusikan sarana dan prasarana imunisasi. (c) Menyediakan kebutuhan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko sebagai stimulan. dan diseminasinya. (f) Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakit untuk melaksanakan program imunisasi. (h) Melakukan kajian program pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. (j) Melaksanakan dukungan administrasi dan operasional pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyakit. dan evaluasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko.menular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dan gangguan sirkulasi. dan evaluasi kegiatan imunisasi. Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko: (a) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan. (i) Membina dan mengembangkan UPT dalam pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. dan kebijakan penemuan dan tatalaksana penderita dan diseminasinya. dan evaluasi kegiatan penemuan . (h) Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dan konsultasi teknis peningkatan imunisasi. (e) Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakit untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. (c) Menyediakan kebutuhan penemuan dan tatalaksana penderita sebagai stimulan. (b) Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhan peningkatan imunisasi. (d) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan juklak/juknis/pedoman program penemuan dan tatalaksana penderita. (d) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan juklak/juknis/pedoman pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. diabetes mellitus. (k) Melaksanakan dukungan administrasi dan operasional pelaksanaan imunisasi. (j) Membina dan mengembangkan UPT dalam upaya peningkatan imunisasi. (g) Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dan konsultasi teknis pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. Penemuan dan tatalaksana penderita: (a) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan dan perundangundangan. Peningkatan imunisasi: (a) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan. (c) Menyediakan kebutuhan peningkatan imunisasi sebagai stimulan yang ditujukan terutama untuk masyarakat miskin dan kawasan khusus sesuai dengan skala prioritas. (f) Melakukan bimbingan. (i) Melakukan kajian upaya peningkatan imunisasi. pemantauan. dan kanker. dan kebijakan peningkatan imunisasi. Renstra Depkes 2005-2009 41 2. (e) Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakit untuk melaksanakan program penemuan dan tatalaksana penderita. (f) Melakukan bimbingan. pemantauan. dan kebijakan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko dan diseminasinya. (b) Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhan penemuan dan tatalaksana penderita. (d) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan juklak/juknis/protap program imunisasi. (g) Melakukan bimbingan. Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif program ini meliputi: 1. pemantauan.

Peningkatan komunikasi. (c) Menyediakan Renstra Depkes 2005-2009 43 kebutuhan peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit sebagai stimulan. (d) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan juklak/juknis/pedoman program surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. pemantauan. (c) Menyediakan kebutuhan peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah sebagai stimulan. (h) Melakukan kajian upaya penemuan dan tatalaksana penderita. Peningkatan surveilens epidemiologi dan penanggulangan wabah: (a) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan. (k) Melaksanakan dukungan administrasi dan operasional pelaksanaan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. (e) Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakit untuk melaksanakan program komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit. pemantauan. 4. 5. (j) Membina dan mengembangkan UPT dalam upaya peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. (e) Meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan menanggulangi KLB/Wabah. (d) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan juklak/juknis/pedoman program komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.dan tatalaksana penderita. dan evaluasi kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit. (g) Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dan konsultasi teknis penemuan dan tatalaksana penderita. dan kebijakan peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah dan diseminasinya. dan kebijakan peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit dan diseminasinya. (b) Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhan peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. (g) Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dan . (f) Melakukan bimbingan. (b) Menyiapkan materi dan menyusun perencanaan kebutuhan peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit. (f) Meningkatkan kemampuan tenaga pengendalian penyakit untuk melaksanakan program surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. (i) Membina dan mengembangkan UPT dalam upaya penemuan dan tatalaksana penderita. informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit: (a) Menyiapkan materi dan menyusun rancangan peraturan dan perundang-undangan. (j) Renstra Depkes 2005-2009 42 Melaksanakan dukungan administrasi dan operasional pelaksanaan penemuan dan tatalaksana penderita. termasuk dampak bencana. (h) Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaring kerja informasi dan konsultasi teknis peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. (g) Melakukan bimbingan. dan evaluasi kegiatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah. (i) Melakukan kajian upaya peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah.

pdf . (h) Melakukan kajian upaya peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit. (j) Melaksanakan dukungan administrasi dan operasional pelaksanaan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.go.konsultasi teknis peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.id/downloads/bab_6. (i) Membina dan mengembangkan UPT dalam upaya peningkatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit. http://www.depkes.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful